|
Nasab Anak di Luar Perkawinan Paska Putusan Mahkamah Konstitusi | (DRS. H. SYAMSUL ANWAR, S.H., M.H. dan DRS. ISAK MUNAWAR, M.H. (16/4) |
|
|
|
|
Senin, 16 April 2012 10:18 |
|
NASAB ANAK DI LUAR PERKAWINAN PASKA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI
NOMOR 46/PUU-IIIV/2010 TANGGAL 27 PEBRUARI 2012
MENURUT TEORI FIKIH DAN PERUNDANG-UNDANGAN
Oleh
DRS. H. SYAMSUL ANWAR, S.H., M.H.[1]
DRS. ISAK MUNAWAR, M.H.[2]
I PENDAHULUAN.
Putusan Mahkamah Konstitusi RI Nomor 46/PUU-VIII/2010 tanggal 27 Pebruari 2012 lahir karena adanya permohonan yudisial review yang diajukan oleh Hj. Aisyah Mokhtar dan anaknya yang bernama Muhammad Iqbal Ramadhan bin Moerdiono terhadap ketentuan Pasal 2 ayat (2) dan Pasal 43 ayat (1) Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, dimana Moerdiono sebagai seorang suami yang telah beristri[3] menikah kembali dengan istrinya yang kedua bernama Hj. Aisyah Mokhtar secara syari’at Islam dengan tanpa dicatatkan dalam register Akta Nikah, oleh karena itu ia tidak memiliki Buku Kutipan Akta Nikah, dan dari pernikahan tersebut lahir seorang anak laki-laki yang bernama Muhammad Iqbal Ramdhan Bin Moerdiono.
selengkapnya KLIK DISINI
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 4609 | 36 | | Jum. 24 | 4 | 0 | | Kam. 23 | 6 | 0 | | Rab. 22 | 2 | 0 | | Sel. 21 | 1 | 0 | | Sen. 20 | 6 | 0 | | Ming. 19 | 1 | 0 |
|
Comments
ibunya dan klrga ibunya. Sebaliknya sngt tdk stuju dgn pndpt Bpk Muktiarto dan Putusan MK/Prof.Mahfud,...yg terlalu gegabah memahmi istilah hukum. Menurut pndpt hkm Islam scara subtansional adalh hukum Tuhan (Allah Swt)berbeda hkum administrasi sbgi peraturan pelengkap buatan manusia, tp dlm pelaksanaannya tid boleh bertbrakan dgn pokok hkm Tuhan. Klu anak lahir di luar nikah yang sah dinasab kan kpd ayah-ibunya lalu apa bedanya kita manusia hewan kambing, kerbau dll ? Ingat manusia tdk hanya skdr ngurus soal mkn,tp martabat manusia itu ditntukan oleh karena berbedanya degn hewan....??? kita dalam memutus prkara lbh baik berlawanan dgn hkm admiistarti hnya pelengkap/buatan manusia, ketimbang meminggirkan hukum subtansional hukum Tuhan Allah Swt yang asli.,,,okey
Jika terlalu lama menanti, akan kehilangan momentum. Tulisan di buku tersebut tiap item bisa dimodifikasi lebih sempurna untuk dipecah menjadi artikel bersambung. Dengan begitu mempermudah menghasilkan artikel yang akurat, sistematis,aktual, inovatif. Ini sebuah solusi jika ingin jadi penulis mumpuni