Tuada Perdata dan Tim USAID Kunjungi PA Kotabaru

Kotabaru | pa-kotabaru.pta-banjarmasin.go.id
Pengadilan Agama Kotabaru, Senin (23/4/2012), mendapat tamu istimewa. Ketua Muda Perdata Mahkamah Agung H. Atja Sondjaja bersama Tim dari United States Agency for International Development (USAID) mengunjungi pengadilan yang terletak di Kalimantan Selatan itu.
Tak lama setelah mengikuti apel pagi di PA Kotabaru, Pak Atja--panggilan YM Atja Sondjaja--didampingi Tim USAID langsung menuju meja informasi. Di tempat itu, ia memberondongkan beberapa pertanyaan ke petugas informasi dengan caranya yang khas.
Tuada yang akan pensiun 1 Mei 2012 ini bukan hanya bertanya hal-hal sederhana, tapi juga persoalan teknis yustisial yang cukup 'njelimet'.
Kepada petugas infomasi, Pak Atja menyebut salah satu nomor perkara untuk ditelusuri. Memanfaatkan sistem informasi perkara secara online, petugas berusaha membuka nomor dimaksud. Ternyata data perkara, sejak perkara itu terdaftar hingga diputus, terekam dengan sempurna. Pak Atja pun menganggukkan kepala.

Belum puas, Pak Atja lantas beralih melihat fasilitas touchscreen yang berisi profil pengadilan, prosedur berperkara, biaya perkara, info perkara, statistik perkara, barcode dan lain-lain. Pak Atja tersenyum bahagia.
“Awalnya saya ragu kenapa masuk nominasi, ternyata layak dapat peringkat,” tuturnya.
Di ruang kepaniteraan, Pak Atja cukup lama memeriksa register keuangan maupun register perkara. Sempat membuat jantung petugas berdetak lebih cepat karena pertanyaannya lugas dan butuh jawaban cepat. Tapi laiknya orang tua terhadap anak, beliau memberikan banyak pengetahuan dan pengalamannya yang luas pada petugas register, tak terkecuali menatar hakim pengawas bidang register. Usai melakukan verifikasi, acara dilanjutkan pertemuan bersama antara PA Kotabaru dan PN Kotabaru.
Pertemuan tersebut dihadiri Pak Atja selaku Ketua Kelompok Kerja Manajemen Perkara MA, Askor Tuada Perdata, Tim dari USAID, Hakim Tinggi, Ketua PA dan PN Kotabaru, para Hakim, Panitera Muda dan seluruh pegawai pengadilan.
Mengawali pembicaraan di pertemuan itu, Ario Bimo dari Tim USAID memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kemajuan pemanfaatan IT di PA Kotabaru. Ia mengatakan di tengah kondisi gedung yang kurang memadai dan sumber daya yang terbatas, PA Kotabaru mampu berinovasi dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, dengan didukung peranti IT.
Ario Bimo menambahkan, kedatangannya ke PA Kotabaru bukannya tanpa pertimbangan. Pasca-Rakernas MA Tahun 2011 lalu, USAID bekerjasama dengan Kelompok Kerja Manajemen Perkara MA telah mengirim kuesioner ke pengadilan seluruh Indonesia guna mengukur tingkat kesiapan pengadilan dalam melaksanakan program otomasi pengadilan dan selanjutnya menentukan pengadilan yang dapat menjadi percontohan.
“Pada mulanya kami tidak percaya PA Kotabaru mendapat bobot penilaian yang tinggi. Saya lihat di peta ternyata Kotabaru pulaunya kecil. Tapi kok mendapat ranking dua se-Indonesia setelah PA Talu. Karena itu kami perlu verifikasi langsung dan ternyata hasilnya memuaskan,” ujarnya.
Disebutkan Ario Bimo, secara umum peradilan agama sudah lebih dulu dan bahkan lebih maju menerapkan program otomasi. "Karena itu, dalam jangka panjang supaya empat peradilan serempak melaksanakan program otomasi, USAID akan memberikan aplikasi ke PN terpilih secara bertahap, agar setara dan berkembang bersama-sama PA," bebernya.
Ke depan, USAID juga akan terus memfasilitasi MA menyusun kertas kebijakan sebagai acuan pelaksanaan otomasi di pengadilan seluruh Indonesia. Dengan demikian, diharapkan MA lebih tepat dalam pembuatan rencana kinerja dan penganggaran di masa mendatang.

Ikhtiar MA membangun peradilan modern memang sangat serius. Dalam cetak biru pembaruan peradilan 2010-2035, MA telah menetapkan arahan pembaruan manajemen perkara di mana salah satunya mengenai modernisasi manajemen perkara.
Salah satu arah dalam modernisasi manajemen perkara adalah modernisasi business dan pelayanan publik. Untuk itu kerjasama MA dengan USAID melalui bantuan teknis proyek Change for Justice (C4J) sangat diapresiasi. Hasil kerjasama dapat dipakai untuk mengukur pengadilan-pengadilan mana yang bisa dijadikan percontohan dan siap melaksanakan otomasi pengadilan.
Bersaing secara sehat
Pada kesempatan yang sama, YM Atja Sondjaja memberikan semangat kepada warga peradilan. "Di dunia ini tak ada yang langgeng, kecuali perubahan," ucapnya.
Dengan mengutip sebaris ayat suci al-Quran, Pak Atja menegaskan bahwa pengadilan tidak akan berubah jika tidak ada iktikad dari warga peradilan sendiri untuk mengubahnya.
“Besar kemungkinan dua puluh lima tahun yang akan datang wajah peradilan kita telah berubah menjadi peradilan agung. Karenanya langkah mendasar yang perlu digarap sekarang adalah perubahan kerangka berfikir dan pergeseran dari pola kerja manual ke digital. Butuh waktu lama karena mengubah orang tidak semudah berbicara,” tandasnya.
Dalam kesempatan ini, Pak Atja mengajak warga PA dan PN untuk bersaing secara sehat dan saling mengisi dalam wadah satu atap.
“Rajinlah duduk bersama seperti ini. Silakan diskusi tentang kewenangan mengadili yang kadang dipahami secara tumpang tindih. Banyak perkara yang dikemas sebagai perbuatan melawan hukum, tapi isinya masalah warisan. Kita harus cermat memeriksanya karena menyangkut kewenangan absolut,” Pak Atja menasehati.
Ketua PA Kotabaru, Drs. H. Bakhtiar, MH, mewakili warga PA Kotabaru menyatakan berbangga bisa dikunjungi Tuada Perdata dan Tim USAID.

"Ternyata lilin perubahan yang selama ini dinyalakan di pulau kecil ini telah menarik perhatian. PA yang dahulu dikenal sebagai pengadilan buangan, sarat stigma miring, gedungnya kecil dan sumpek, jika hujan kebanjiran, pegawainya terbatas, itu kini pun perlahan mulai digeser," ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, selama dua tahun berturut-turut PA Kotabaru mendapatkan penghargaan dalam hal pengelolaan website dari Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI. Penilaian itu dilakukan oleh National Legal Reform Program (NLRP) secara serempak kepada seluruh PA se-Indonesia. Pada tahun 2010 website PA Kotabaru menduduki peringkat ke-16 dari 343 PA/MSy se-Indonesia dan pada tahun 2011 meroket dengan menduduki peringkat 10.
(fauzi)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 3523 | 33 | | Rab. 22 | 1 | 0 | | Sel. 21 | 10 | 0 | | Sen. 20 | 21 | 0 | | Ming. 19 | 20 | 0 | | Sab. 18 | 14 | 0 | | Jum. 17 | 14 | 0 |
|
Comments
Semoga keberhasilan PA Kotobaru menjadi Injektor dan motivator bagi PA lainnya dalam rangka meng-up grade kualitas sdm serta pemanfaatan TI di masing-masing SATKER MA.RI.