|
Figur di Balik Suksesnya Reformasi Peradilan Agama (Oleh: Achmad Cholil) | (8/5) |
|
|
|
|
Selasa, 08 Mei 2012 07:56 |
Wahyu Widiana, Bapak Reformasi Peradilan Agama.
"Jika berkah sistem satu atap bisa dikatakan berhasil mereformasi peradilan agama secara fisik dengan ditandai semakin banyaknya bangunan kantor pengadilan agama yang berdiri megah dan berwibawa di pusat-pusat kota, maka Wahyu Widiana dapat dikatakan berhasil mereformasi dan membentuk watak dan budaya warga Peradilan Agama menuju peradilan modern berkelas dunia."
Selengkapnya, Klik Disini
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 1755 | 74 | | Sab. 25 | 1 | 0 | | Jum. 24 | 2 | 0 | | Kam. 23 | 3 | 0 | | Rab. 22 | 1 | 0 | | Sel. 21 | 1 | 0 | | Sen. 20 | 1 | 0 |
|
|
LAST_UPDATED2 |
Comments
Kalimat di atas merupakan sebuah fakta yang patut diambil pelajaran oleh setiap pimpinan di lembaga peradilan agama, bahwa tipe kepemimpinan Dirjen Badilag, Bapak Wahyu Widiana patut diteladani guna membangun lembaga Peradilan Agama menjadi lebih baik lagi. Adakah kita sudah meneladaninya...???
Kita tidak berharap PA akan redup bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan beliau, PA butuh orang seperti beliau dan karena itu kita tetap berharap subangsi beliau pada PA walaupun nantinya beliau sudah pensiun.
Namun menyebut Beliau sebagai "Bapak Reformasi Peradilan Agama," - maaf - agaknya terlalu berlebihan. Apalagi kita semua tahu Beliau tidak suka dengan sanjungan dan pujian yang berlebihan. Janganlah kita memberikan sebutan atau gelar yang membuat Beliau 'pakewuh' dan 'malu' dengan kita. Biarkanlah Beliau mengalir apa adanya. Tugas kita adalah menjabarkan keinginan2 beliau di lapangan sehingga RB di PA dapat berjalan dengan sukses.
Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan dan kesehatan kepada Beliau dalam beribadah kepada Allah Swt. Amin!!!
Kami sebagai warga peradilan merasa bangga atas prestasi yg telah ditorehkan P Dirjen smg kt dpt meneruskannya bahkan bisa lebh berinofasi. Karya P Dirjen membangkitkan passion warga peradilan..... Maju terus P Dirjen utk membuktikan Peradilan yg modrn..
ESA HILANG DUA TERBILANG.....
SUKSES UTK PAK WAHYU WIDIANA YG TELAH LAYAK MENDAPAT GELAR “Bapak Reformasi Peradilan Agama”.
Semoga Bapak mendapat ganjaran yang berlipat ganda (pahala yang selalu mengalir). Kiranya Bapak di tempat tugas berikutnya (bukan pensiun) lebih sukses lagi. Bocoran yang saya ketahui selama ini menjadi kenyataan dan kami mengharapkan Bapak nanti dapat lebih memberdayakan lintas sinerjisitas institusi tsb dengan Badilag dan Peradilan Agama ke depan. Amin!
Kesederhanaan telah menjelmakan dirinya pada kebijakan-kebijakan yang positif, lain halnya pendapat orang-orang/subyek yang kontra. Sekarang dituntut : keberhasilan melanjutkan siapa Penerus yang akan tampil sebagai Pelanjut, ini yang sangat urgen/mendasar ke depan manakala Beliau telah Purna Bhakti;
SMG LAHIR REFORMIS-REFORMIS YANG BARU ATAU MUJADDID YANG BARU, sebagai babak baru dlm tampilan Peradilan Agama dalam perspektif penegakkan hukum di masa depan ! Ayo, marilah, siap-sipalah. Smg tampil Penerus Beliau, aamiin.
Tulisaan ini memberikan informsi lengkap bagi Dirjen Badilag dimata Internasional. semoga aja segera diikuti dengan analisa dalam negeri. selamat Bpk Wahyu Widiana, yang telah berhasil membawa gerbong perubahan bagi Peradilan Agama
karena bapak Wahyu Widiana adalah sosok bapak reformasi Peradilan Agama. dan kita berdoa mudah-mudahan ada sosok bapak Wahyu Widiana yang muncul setelah beliau mengakhiri masa jabatannya bulan September tahun 2012.
dinamo starter and Platina nya sehingga
Alhmdllah kepala orang lain sudah mendo
ngak merhatiin PA
عن أمير المؤمنين أبي حقص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: ” إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرىء ما نوى. فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله، ومن كانت هجرته لدنيا يصيبها أو امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه ” رواه إماما المحدثين أبو عبدالله محمد ابن إسماعيل بن إبراهيم بن المغيرة بن بردزبه البخاري، وأبو الحسين مسلم بن الحجاح بن مسلم القشيري في صحيحيهما اللذيب هما أصح الكتب المصنفة
Dari Amirul Mukminin Abu Hafs Umar bin Khoththtoob Rodhiyaallahu ‘anhu ia telah berkata: Saya pernah mendengar Rosuulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ” Sesungguhnya amal perbuatan tergantung kepada niyatnya, dan bagi seseorang tergantung apa yang ia niyatkan. Maka barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rosulnya [mencari keridhoannya] maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rosulnya [keridhoannya]. Dan barangsiapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau untuk menikahi wanita maka hijrahnya itu tertuju kepada yang dihijrahkan.” [HR Imamnya Ahli Hadits Abu Abdillah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Mughiroh bin Bardizbah Al-Bukhori dan Abu Husein Muslim bin Al-Hajjaj bin Muslim Al-Qusyairi dalam kedua kitab shohihnya yang merupakan kitab tershohih dari kitab kitab hadits yang ditulis.
selamat berkiprah.