PA Kota Tasikmalaya Dikunjungi Bapak Reformasi Peradilan Agama

Pak Dirjen tengah meminta buka Siadpa dan cek info perkara
Tasimalaya| PA Kota Tasikmalaya
Saat matahari menampakkan sinarnya setelah hujan semalaman, udara yang sejuk menambah keberkahan bagi keluarga besar PA Kota Tasikmalaya. Hari Rabu (9/5/2012), pukul 07.45 Wib, kami memperoleh kenikmatan dan kebahagiaan. Kami dikunjungi orang nomor satu di Badilag. Kami didatangi Bapak Reformasi Peradilan Agama—gelar yang disematkan Achmad Choli, hakim PA Bekasi yang menuntut ilmu di Australia, baru-baru ini kepada Dirjen Badilag Wahyu Widiana.
Pak Dirjen, seperti biasanya, memberikan kejutan. Datang mendadak menengok PA Kota Tasikmalaya. Kaget campur gembira. Kaget karena tidak tahu dan tanpa persiapan, sehinga beliau melihat kami apa adanya. Gembira karena sebagai anak bungsu yang baru berumur 5 bulan, baru sempat ditengok. Alhamdulillah kami ditengok, terima kasih Pak Dirjen.
Bapak Reformasi melihat-lihat ruangan dan fasilitas yang ada. Siadpa serta Info perkara langsung beliau perintahkan untuk dibuka dan langsung cek perkara. Alhamdulillah kami tidak memalukan. Beliau berpesan “ manfaatkan yang ada walau masih terbatas, beri pelayanan yang terbaik”. Memang disana-sini banyak kekurangan, karena kami masih pinjam pakai gedung PA Tasikmalaya yang lama.
Beliau kaget dengan jumlah perkara yang diterima antara 140 – 170. Terlebih dengan jumlah hakim anggota hanya 3 orang. Namun beliau Bapak yang bertanggung jawab, “ insya Allah Badilag akan penuhi kekurangan hakim” .
Dalam waktu kurang dari satu jam, banyak pesan yang Pak Dirjen sampaikan, terutama tentang disiplin, perilaku dan sopan santun yang senantiasa memberikan senyum dan sapa, pelayanan dan informasi yang baik, area steril dan lingkungan yang bersih.

Foto kelurga kecil PA Kota Tasikmalaya dengan pak Dirjen.
Rasanya kami belum puas ketemu dengan Pak Dirjen, namun apa boleh buat beliau harus pergi karena ada tugas lain. Sebelum pamit beliau tanya, “ kebutuhan apa yang paling mendesak selain jumlah hakim?”. Kami jawab “ Blanko Akta Cerai Pak, tinggal 4 nomor lagi”. Pak Dirjen berjanji akan mengirim blanko tersebut, karena selama ini PA Kota Tasikmalaya belum pernah dikirim.
Acara kunjungan pak Dirjen diakhiri dengan foto bersama, cklek..... Terima kasih Bapak Reformasi, semoga Allah senantiasa melindungi Bapak.
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 8486 | 51 | | Kam. 23 | 8 | 0 | | Rab. 22 | 16 | 0 | | Sel. 21 | 22 | 0 | | Sen. 20 | 21 | 0 | | Ming. 19 | 55 | 0 | | Sab. 18 | 30 | 0 |
|
Comments
Selamat kepada PA Kota Tasikmalaya atas kunjungan Bapak Reformasi Peradilan Agama.
Beliau ingin melihat keorisinalitasan, apa adanya. Maka 'KUNDAK' ini adalah cara yang tepat dan praktis untuk melihat di lapangan seperti apa adanya.
Selamat berbahagia buat warga PA Kota Tasikmalaya, walaupun anak bungsu berumur 5 bulan, namun Pak Dirjen telah berkenan mengunjunginya dan selamat dan selalu bersemangat Pak Dirjen. Amin !!!!!
kami dari alumni penddidikan cakim di Parung tahun 2005 telah sepakat merencanakan malakukan inagurasi pemberian gelar kehormatan kepada bapak Dirjen kita dengan gelaar "BAPAAK REFORMASI DAN IT PERADILAN AGAMA" Pada waktu dan tempat yang tepat Insya'alloh karena jasa2 beliau yang luaar biasa
Loyalitas dan perhatian beliau kepada PA tidak diragukan lagi, beliau ingin kita semua dapat bekerja dengan baik dengan mengikuti dan melaksanakan kebijakan yang diterapkan oleh Badilag agar kita menjadi bagian dari Pengadilan yang diperhitungkan bukan hanya di dalam negeri tetapi juga bagi orang luar. Salam dan selamat buat Pak dirjen dan teman-teman di PA Kota Tasikmalaya
Betapa senang kita dikunjungi oleh orang tua kita. Apalagi di manapun PA yang dikunjungi Pak Dirjen. Insya Allah, pasti akan memberikan kehangatan dan kebahagiaan untuk semua dengan rasa kekeluargaan apa adanya. Namun, sayangnya, kita sendiri kadang yang membuat rasa kekeluargaan Pak Dirjen itu menjadi kaku dan beku dengan membuat tabir penyekat yang menjadikan Pak Dirjen 'malu' dan 'pakewuh' bersemuka dengan kita, dengan memberikan gelaran dan sebutan yang -maaf- agak berlebihan. Insya Allah, kita paham betul kalau Beliau tidak menginginkan gelaran seperti itu. Yang Beliau inginkan kitalah yang seharusnya menjadi 'Bapak-bapak Reformasi Peradilan Agama' di PA-PA masing-masing.