Buku tentang Tokoh-tokoh Peradilan Agama akan Ada Sekuelnya

Jakarta l Badilag.net
Penerbitan buku tentang tokoh-tokoh Peradilan Agama akan diikuti dengan penerbitan buku serupa. Sejumlah tokoh yang berjasa buat peradilan agama di Indonesia akan diprofilkan di buku sekuel itu.
Demikian disampaikan Dirjen Badilag Wahyu Widiana, Senin (28/5/2012), menanggapi berbagai komentar di bawah berita di badilag.net berjudul Behind the Scenes Penyusunan Buku Tokoh-tokoh Peradilan Agama.
“Selain 25 tokoh yang akan ditulis dalam buku tentang Tokoh-tokoh Peradilan Agama itu tentu masih ada banyak tokoh lain yang tidak kecil jasanya buat peradilan agama. Nah, tokoh-tokoh itu nanti juga akan kita tulis dan kita bukukan,” tutur Dirjen Badilag.
Ia menjelaskan, dalam rangka peringatan 130 tahun peradilan, yang diprofilkan baru terbatas pada tokoh-tokoh di tingkat pusat yang pernah jadi pucuk pimpinan di peradilan agama, para hakim agung dan tokoh nasional seperti Munawir Sjadzali dan Zein Badjeber.
Pemilihan tokoh-tokoh yang akan ditulis biografinya itu dilakukan oleh satu tim yang dibentuk Dirjen Badilag. Selain para pejabat di Badilag, anggota tim itu juga meliputi Wakil Ketua PTA Jakarta Zaenuddin Fajari dan Kabag Sekretaris Pimpinan MA Hasbi Hasan.
Dirjen Badilag setuju bila tokoh-tokoh lainnya seperti Prof Yahya Harahap dan Hensyah Syahlani dikategorikan sebagai tokoh-tokoh yang berjasa untuk peradilan agama.
“Tidak hanya itu, para pejabat eselon II di Badilag dan sejumlah Ketua PTA juga punya jasa yang besar buat peradilan agama. Hanya, untuk saat ini, profil mereka belum kita tulis,” tandas Dirjen.
Ketika ditanya kapan waktu yang tepat untuk menerbitkan buku sekuel itu, Dirjen mengatakan bahwa Badilag tidak perlu menunggu momen tertentu. “Badilag bisa saja melakukannya dalam waktu-waktu mendatang. Tidak harus ada momen khusus,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui, bersama dengan buku tentang sejarah peradilan agama, buku tentang tokoh-tokoh peradilan agama akan diterbitkan dalam rangka peringatan 130 tahun peradilan. Selain dua buku utama itu, Ditjen Badilag juga akan meluncurkan buku-buku lain yang berkaitan dengan peradilan agama.
Buku tentang tokoh-tokoh peradilan agama akan berisi riwayat hidup, pemikiran dan kiprah para tokoh yang dinilai memberikan kontribusi yang besar buat peradilan agama.
Penulisan buku ini diserahkan kepada Hadi Daeng Mapuna, Dosen Jurusan Peradilan Agama di UIN Makassar.
(hermansyah)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 5015 | 35 | | Sab. 18 | 14 | 0 | | Jum. 17 | 17 | 0 | | Kam. 16 | 19 | 0 | | Rab. 15 | 10 | 0 | | Sel. 14 | 10 | 0 | | Sen. 13 | 17 | 0 |
|
Comments
salam hangat...
Disamping itu kiranya kini banyak warga peradilan agama yang tidak tahu dan tidak mengenal mereka-mereka yang berjasa dalam perkembangan Peradilan Agama.
Kami sanarankan pula kepada pa Dirjen agar dalam memperingati hari jadi yang ke 130 tersebut mereka-mereka yang berjasa yang masih hidup atau anak keturunan bagi mereka yang telah tiada diundang dalam acara tersebut. Sukses dan sehat selalu buat Pak Dirjen.
SEKUEL itu apa artinya ya...
gara2 istilah itu sy jd gak nyambung ni...
Sekuel adalah sebuah karya dalam sastra, film, atau media lain yang menggambarkan kronologis kejadian orang-orang berikut kerja sebelumnya.
Tapi mungkin tim penyusun dan pemangku kepentingan sudah punya kriteria tersendiri tentang ke-25 tokoh tsb. Mudah2an hasilnya sesuai harapan!
Mulai dari kantor Pengadilan Agama yang pertama berdirinya dengan jalan mengontrak berpindah-pindah sampai telah mempunyai gedung yang megah seperti saat sekarang ini. Semuanya tidak terlepas dari peranan para tokoh pendahulu kita.Jasanya luar biasa. Mumpung sebagian pelaku sejarah tersebut masih ada yang masih hidup meskipun sebagian mereka sudah sangat tua, mari kita kunjungi(untuk bersilaturrahim) dan kita gali sejarah langsung dari mereka. "Bangsa yang baik adalah Bangsa yang mau belajar dari sejarah dan menghargai jasa para pahlawannya".Semoga..
Alangkah bagusnya ditulis tersendiri, sehingga akan lebih tampak Kiprah dan Sepak Terjang 'Wahyu Widiana" sebagai seorang Dirjen yang Berjuang Malang Melintang di dua Zaman (Sejak zaman PA sebagai Direktorat Binbapera Ditjen Bimas Islam dan Urusan Haji Departemen Agama dan di Zaman PA one roof System di MA.RI menjadi Direktorat Jenderal Badilag MA.RI)
Semoga hal ini TERWUJUD. AMIN !!