Dr. H. Ahmad Kamail, SH, M.Hum : Pilihan Jadi Hakim Karena Nurani

DR. H. Ahmad Kamail, SH, M.Hum. pada saat memberikan sambutan
Ternate | PA Morotai
Memilih untuk menjadi Hakim, murni karena tuntutan nurani akan lebih bermartabat dan berdaya guna dari pada karena sesuatu. Memilih jadi Hakim penuh dengan resiko, dan karenanya, jika takut atau ragu-ragu, jangan jadi Hakim,tegasnya.
Demikian antara lain yang disampaikan Wakil Ketua Mahkamah Agung RI bidang non yudisial, Dr. H. Ahmad Kamail, SH, M.Hum dalam acara ramah tamah dan tatap muka dengan jajaran Ikatan Hakim Indonesia Daerah Maluku Utara di Pengadilan Tinggi Maluku Utara, Sabtu malam (26/05/2012).
Mengawali arahannya, di hadapan para hakim tinggi PT dan PTA, Para Ketua PN dan PA, para hakim PN dan PA, para Pansek PN dan PA dalam wilayah PT dan PTA Maluku Utara serta karyawan/karyawati PT Maluku Utara, Hakim Agung yang semula mengawali karirnya sebagai pegawai PA Ternate tersebut, mengungkapkan kegembiraan dan kebahagiaannya bisa bertemu dengan aparat peradilan di Ternate dan bisa menghirup udara serta menikmati pemandangan di Maluku Utara. “pertemuan malam ini bukan hanya pertemuan antara pengurus pusat IKAHI dengan Pengurus Daerah Ikahi, namun juga pertemuan pimpinan Mahkamah Agung dengan jajaran Peradilan di Maluku Utara”, tambah mantan Ketua PA Bandung ini.
Dengan dipandu oleh Ketua PT Maluku Utara, Sobirin Jana, SH dan diapit oleh Ketua PTA Maluku Utara, Drs. H. Bahrudin Muhammad, SH, MH, dalam tatap muka yang berjalan penuh keakraban dan kekeluargaan layaknya seorang Bapak dengan anak-anaknya tersebut, selain memberikan penjelasan tentang blue print MA tahun 2010-2035, mantan TUADA Pembinaan ini juga banyak memberikan arahan tentang upaya penguatan dan peningkatan kinerja dalam rangka mewujudkan Peradilan yang Agung.
Menurut Ahmad Kamil, sejak berada dalam satu atap (7 tahun yang lalu), IKAHI dan MA sudah banyak membuat terobosan dalam rangka mewujudkan jati diri Peradilan yang sesungguhnya, mulai dari penguatan kemandirian Hakim, peningkatan anggaran maupun kesejahtraan pegawai. Karena itu, tambahnya, Aparat Peradilan harus lebih banyak lagi bersyukur dengan meningkatkan kinerja dan keikhlasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan selalu mengedepankan moralitas.
Sebelum mengakhiri acara ramah tamah dan tatap muka, Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang non yudisial ini memberikan kesempatan kepada jajaran peradilan yang hadir untuk menyampaikan unek-unek yang kemudian disambut dengan pertanyaan dan penyampaian harapan, mulai dari kesejahteran aparat peradilan, remonerasi, mutasi dan perkembangan pembahasan RUU pengganti UU Mahkamah Agung.

Menanggapi pertanyaan tentang kesejahteraan, Ahmad Kamil lebih banyak mengharapkan agar aparat Peradilan semakin meningkatkan kinerja dan menjaga moralitas dan martabat hakim secara khusus dan aparat peraadilan secara umum. “Jika seluruh aparat Peradilan bekerja dengan baik, menjaga loyalitas, intergritas dan moralitas, pasti akan lebih sejahtera. Dan karena itu, PT dan PTA sebagai kawal depan Mahkamah Agung di daerah agar lebih banyak mengadakan pengawasan dan pembinaan” tutup Ahmad Kamil.
Rangkaian kegiatan Waka MA di Ternate
Selain membuka, Rakerda, Bimtek Hakim, Bimtek Panitera dan Jurusita, bertatap muka dengan IKAHI Maluku Utara, wakil ketua Mahkamah Agung juga dengan didampingi wakil Gubernur Maluku Utara, K.H. Abdul Gani Kasuba, Lc, menyempatkan diri menyunjungi dan melihat dari dekat gedung PTA Maluku Utara di Sofifi, ibukota Propinsi Maluku Utara, Mengunjungi gedung baru PA Soasio, mengunjungi bekas kantor PA Ternate, kantor PN Ternate, mengunjungi kedaton kesultanan Ternate, juga mengadakan tatap muka dengan pegawai purna bakti PA Ternate. (Tim. IT.)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 4618 | 26 | | Rab. 19 | 7 | 0 | | Sel. 18 | 18 | 0 | | Sen. 17 | 14 | 0 | | Ming. 16 | 11 | 0 | | Sab. 15 | 9 | 0 | | Jum. 14 | 12 | 0 |
|
Comments
Semoga kita semua aparat Peradilan dapat memenuhi harapan yang menjadi kewajiban kita tersebut. Amin !.
Syukron wal'afwu
Hari gini masih ada aparat peradilan yg berlaku durjana? Apa kata dunia???