Sabtu, 18 Mei 2013 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!






Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

SURAT EDARAN : Permintaan Persyaratan Biaya Mutasi Pindah Pejabat Kepaniteraan & Kejurusitaan PA | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Kompetensi Panitera Pengganti PA (Angkatan II) Tahun 2013 | (8/5)
PENGUMUMAN : Ralat Pemanggilan Peserta Bimtek  Administrasi Angkatan III | (7/5)

PENGUMUMAN
: Input data Output Program 04 Ditjen Badilag T.A. 2012 Pada Aplikasi Monev Anggaran Kementrian Keuangan RI | (25/4)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Perkara Kasasi dan PK | (22/4)
PENGUMUMAN : Klarifikasi Akun Facebook "Purwo Susilo" | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I tahun Anggaran 2013 | (8/4)
PENGUMUMAN : Pelaporan Perkara Mediasi, Sidang Keliling dan Prodeo | (8/4)











Tambahkan ke Google Reader
WKMA Bidang Non Yudisial : Pembinaan Kader Jangan Putus Di Tengah | (31/5) PDF Cetak E-mail
Kamis, 31 Mei 2012 12:18

Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial, Dr. H. Achmad Kamil, SH., M.Hum :

Pembinaan Kader Jangan Putus Di Tengah

Bandung | badilag.net

Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Non Yudisial, Dr. H. Achmad Kamil, SH, M.Hum. berpesan agar pengkaderan para hakim di lingkungan peradilan agama yang sudah dilakukan sejak dulu jangan sampai putus.

“Saya meminta agar pembinaan kader jangan putus ditengah apalagi bengkok, catatan mengenai data masing-masing hakim tinggi jangan sampai hilang,” ungkap Achmad Kamil ketika membuka kegiatan bimbingan teknis kompetensi hakim peradilan agama angkatan keempat di Garden Permata Hotel, Bandung. Selasa malam (29/5/2012).

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan pengkaderan dan pembinaan di lingkungan peradilan agama sudah dilakukan sejak tahun 1979 sampai 1980. Menurutnya, dari hasil pengkaderan para hakim peradilan agama yang saat itu masih dibawah Departemen Agama banyak yang berhasil sampai sekarang.

“Bisa kita lihat seperti pak Rum Nessa, Prof. Abdul Manan dan yang lainnya. Mereka semua adalah hasil dari pengkaderan tahun 1979,“ ungkap Achmad Kamil memberi contoh.

Oleh karena itu, dia meminta kepada Ditjen Badilag dan pimpinan PTA agar terus memperhatikan para hakim di daerah, dilihat siapa yang senior dan yunior agar ada estafet pengkaderan.

Dalam hal pengkaderan hakim ini, Achmad Kamil mengungkapkan rasa gundahnya karena banyak hakim hasil pengkaderan, sampai sekarang banyak dari mereka yang sudah dan akan mendekati masa pensiun.

Untuk menghilangkan kegundahan tersebut, pihaknya mempertimbangkan dalam hal promosi dan mutasi tetap memperhatikan pengkaderan hakim. Dia mencontohkan, apabila ada seorang hakim yang menjadi tutor di salahsatu PTA, namun karena sudah empat tahun bertugas maka yang bersangkutan harus siap dipindahkan .

“Promosi dan mutasi sudah menjadi hak mereka, tapi harus diperhatikan siapa penggatinya. Ini semua harus ada benang merahnya,” ungkapnya.

Kepada para peserta, Achmad Kamil menyampaikan agar mereka tidak bosan mengikuti kegiatan ini untuk melakukan praktek bedah berkas yang sebenarnya pekerjaan seperti ini telah dilakukan sejak 15 tahun yang lalu dan dengan dana urunan sendiri.

“Saudara yang dipanggil kesini bukan karena tidak mampu, bukan karena tidak bisa. Tapi Saudara ini adalah para hakim pilihan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan seperti ini ibarat kita melakukan tadarus Al-Qur’an yang berulang-ulang dan terus dikaji.

Achmad Kamil sempat bercanda dengan para peserta yang hadir, dia mengatakan bahwa sebenarnya takut hadir sebagai Narasumber di kegiatan ini. Alasannya takut ditanya macam-macam perihal kebijakan MA terutama menyangkut masalah mutasi.

“Saya kalau berjumpa dengan bapak-bapak sekalian agak sedikit takut. Pak, saya sudah tiga tahun dua bulan, pak saya sudah dua tahun dua bulan,” ungkap Achmad Kamil diikuti senyuman lebar para peserta.

Dalam hal pengkaderan, Achmad Kamil mencerikana bahwa empat tahun yang lalu, MA telah melakukan evaluasi pengkaderan kepada seluruh hakim di empat lingkungan.

Selain itu, dengan adanya pelimpahan pembinaan dan pengawasan pengadilan tingkat banding, apabila ada hakim yang melanggar Pedoman Perilaku Hakim, maka pengadilan tingkat banding dapat mengambil langkah cepat tanpa harus menunggu perintah dari pusat.

“Apabila ada hakim yang melanggar, maka yang bersangkutan bisa langsung diperiksa dan di nonpalukan,” jelasnya.

Dalam rangka pemberdayaan pengadilan tingkat banding, Achmad Kamil menyampaikan, sekitar bulan Juni nanti, MA berencana akan memanggil seluruh ketua pengadilan tingkat banding di empat lingkungan peradilan untuk diberikan Bimtek tentang hukum materiil.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Purwosusilo mengatakan bahwa kegiatan ini metodenya dengan kegiatan bimbingan teknis angkatan sebelumnya sebagai Training of Trainer (ToT), dimana para peserta ini nantinya akan bertugas melakukan pembinaan ke daerah.

“Diharapkan ilmu yang diperoleh dari kegiatan ini akan dijadikan sebagai bahan melakukan pembinaan ke daerah,” jelas Purwosusilo.

Purwosusilo menjelaskan bahwa para peserta kali ini adalah para hakim tinggi yang mewakili dua puluh satu pengadilan tinggi agama seluruh Indonesia.

Dia memberikan alasan mengapa tidak semua pengadilan tinggi agama diikutkan, karena pada kegiatan bimtek angkatan tiga sebelumnya, sebagian besar para pesertanya berasal dari PTA wilayah Sumatera dan Jawa.

“Untuk PTA wilayah Sumatera tidak kita ikutkan dalam pelatihan ini, kecuali PTA Bengkulu dan satu orang peserta dari Badan Pengawasan,” jelasnya.

Mengenai pelaksanaannya, Purwosusilo menjelaskan bahwa kegiatan bimtek ini akan dilaksanakan selama empat hari dari hari Selasa sampai Jum’at, tanggal 29 Mei sampai 1 Juni 2012.

Para peserta nantinya akan mendapatkan materi kebijakan MA, kebijakan Ditjen Badilag, teknik pemeriksaan perkara, teknik pembuatan putusan, praktek bedah berkas dan pembuatan putusan.

ws

TanggalViewsComments
Total369239
Sab. 1880
Jum. 17100
Kam. 16280
Rab. 15120
Sel. 1450
Sen. 13210
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Daswir Tanjung PTA Bdg 2012-05-31 12:48
Pengkaderan yang diharapkan jangan putus di tengah jalan,seharus berkesinambungan, yang dirasakan sekarang pengkaderan pimpinan PA dan PTA terasa terputus, dahulu setiap pimpinan baik struktural maupun fungsional ada pendidikan dan pelatihan secara bertingkat, kalau bagi Hakim ada pendidikan Hakim senior, sekarang kita rasakan kurang bahkan tidak ada lagi, terutama yang akan menduduki pimpinan, mungkin untuk mendapatkan kader pimpinan perlu digalakkan " Fit and propert Test ", dalam hal ini perlu dicari tentang penguasaan hukum Acara, wawasan yang luas,management, tred recordnya yang baik,disiplin yang tinggi dan penguasaan tentang IT, dan apabila calon pimpinan yaang dinyatakan lulus fit and propert test dicadangkan untuk menduduki pimpinan di masa mendatang sesuai tingkatannya. jadi pengaderan itu harus berkesinambungan dan terprogram dengan baik dan matang.
Reply
 
 
# M. Yamin - PA. Gtlo 2012-05-31 12:49
Insya Allah flexibilitas sistem (yaach sebut saja SOP-nya)pengkaderan akan memberi warna baru bagi Organisasi, Majemen dan SDM pada Badan Peradilan Agama. Yaaaah paling tdk harus terus dipertahankan countinuitasnya serta merata dan tersebar ke seluruh PTA/PA seIndonesia. Supaya SDM tdk berkumpul pada pulau/wilayah/tempat tertentu.
Reply
 
 
# Djabir Sasole PA Ternate 2012-05-31 12:59
Apresiasi terhadap komitmen kaderisasi yang tidak boleh terputus. Ini betul-betul harus dipikirkan oleh petinggi PA. Kaderisasi adalah harga mati. Skarang tinggal diatur mekanisme kaderisasi yang berkelanjutan sehingga estafeta tidak terputus. Bimtek KPTA/Hkm Tinggi sbg TOT itu penting biar kita satu langkah dalam penerapan di lapangan.
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-05-31 13:01
untuk estafet agar tetap terjaga, maka pola mutasi senioritas juag harus diperlukan...
Reply
 
 
# Tamim PA Banjarmasin 2012-05-31 13:03
pesan YM Waka MARI bidang non Yudisial tersebut merupakan perintah bagi para hakim tingkat pertama dan hakim tinggi khususnya Pemegang kebijakan pengkaderan; namun masalahnya siapa kader itu?, bagaimana kriterianya?, agar hakim-hakim yang lain tidak keder dan tidak minder karena merasa bukan kader.
Reply
 
 
# Suhadak PA Mataram 2012-05-31 13:08
Kader harus terus mendapat bimbingan, sebab untuk mendapat kader yang baik, bukan berarti harus sempurna. Belum tentu kader tidak pernah berbuat kesalahan, tetapi kader yg baik adalah jika ada kekhilafan dibimbing untuk memperbaikinya. sehingga tidak putus dijalan. Suatu kesalahan bila terus dipublikasikan terkesan tidak pernah baik yg ada terus kesalahan. Kekurangan seseorg belum tentu kurang segalanya, mungkin punya skiil yg lain sehingga saling mengisi.
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid, PA. BKL 2012-05-31 13:42
Pertama aeratama kami ucapkan selamat kepada peserta Bintek kali ini yang merupakan bakal menjadi tutor pembinaan sesempainya didaerah nantinya, kemudian betul katanya yang mulia Bp.Dr.H.Achmad Kamil.SH.M.Hum para pimpinan harus memperhatikan pengkaderan jangan sampai terputus mudah-mudah apa yang disampaikan yang mulia itu menjadi perhatian terutama oleh ketua tingkat Banding.
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid, PA. BKL 2012-05-31 13:44
Pertama aeratama kami ucapkan selamat kepada peserta Bintek kali ini yang merupakan bakal menjadi tutor pembinaan sesempainya didaerah nantinya, kemudian betul katanya yang mulia Bp.Dr.H.Achmad Kamil.SH.M.Hum Wakil Ketua Mahkamah Agung RI bidang Non Yustisial para pimpinan harus memperhatikan pengkaderan jangan sampai terputus mudah-mudah apa yang disampaikan yang mulia itu menjadi perhatian terutama oleh ketua tingkat Banding.
Reply
 
 
# Mame Sadafal PA Sidoarjo 2012-05-31 13:51
Keberhasilan seorang pemimpin dapat dilihat sejauh mana telah mempersiapkan generasi penerus sesudahnya karena merekalah yang akan melanjutkan tongkat estafet kemimpinan di masa yang akan datang yang semakin rumit dan kompleks permasalahannya.Harapan yang mulia Waka MA. non yudisial sangat visioner karena beliau dalam usaha menginplementasikan pesan-pesan suci seperti tertera dalam Q.S.II:133.
Reply
 
 
# sulhan sby 2012-05-31 13:52
Semoga pembinaan dan pengkaderan terus berkesinambungan, dan hasil bintek dapat di implementasikan dg baik di daerah, amin.
Reply
 
 
# s.yanto.tn.PTA-Kendari 2012-05-31 13:55
Selamat kpd seluruh peserta, semoga dpt mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Bimtek Kompetensi Hakim tsb. semoga ilmu nya bermanfaat. amin! Karena Bimtek tsb adalah merupakan Training of Trainer (ToT) tentunya nanti diharapkan akan menjadi tutor di daerah. Dg dmk semoga menjadi hakim pilihan yg nantinya bisa mengembangkan ilmunya unt memajukan warga PA didaerah masing-masing dlm melayani masyakarat pencari keadilan. Amin!, Selamat dan sukses selalu.
Reply
 
 
# hendriansyah PA bengkulu 2012-05-31 14:00
Selamat kepada Peserta kegiatan bimbingan teknis kompetensi hakim peradilan agama angkatan keempat di Garden Permata Hotel, Bandung, semoga hasilnya dapat diterapkan di jajaran PTAnya masing-masing, amiin...
Reply
 
 
# Alimuddin M. Mataram 2012-05-31 14:02
Bintek merupakan salah satu instrumen pengkaderan, maka kader yang sesungguhnya adalah yang mampu mengaplikasikan hasil bimtek dalam pelaksanaan tugas-tugasnya, termasuk, mem-viruskan-nya kepada orang lain.
Reply
 
 
# Syahidan Arifin 2012-05-31 14:03
Saya setuju dengan pendapat YANG MULIA WAKIL KETUA MA DR.H. AHMAD KAMIL, SH.M.H Kita harus membina Kader PA agar jangan putus / bengkok. Saya ada usul untuk pengkaderan ini :
1. Tiap satker PA wajib mengadakan
Diskusi Bedah Berkas atau tg hukum
acara - hukum materil dan wajib di
laporkan ke PTA hasilnya.
2. Kemudian PTA juga mengadakan Bedah
Berkas tiap 1 bulan atau 2 bulan se
kali dengan memanggil org yg pintar
di PA masing masing untuk diadakan
adu argumen atau pendapat dan hasil
nya wajib dilap[orkan ke Badilag.
3. Dari diskusi tsb pasti kelihatan
siapa yg pintar dan luas ilmunya
4. Kemudian PTA mencatat org yg pintar
tsb untuk dijadikan kader.
5. Kader Yg hebat di PTA itu nanti
di tatar atau diadu lagi antar PTA se
Indonesia atau dibagi 2 atau 3 wilayah
sehingga akan terlihat secara nasional
orgnya yg akan jadi kader masa akan
datang.
6. Mereka yg pintar dan hebat itu masuk
dalam catatan Badilag atau MA
7. Mereka yg hebat ini tempatkan saja
di wilayah PTA Jkt , di Badilag atau
di MA untuk jadi kader PA masa depan.
8. Sesuai saran YM WKMA kita harus
kembali membudayakan "Budaya Dana
Urunan " agar kita bisa kumpul utk
diskusi bedah berkas tsb, apalagi
sekarang uang perjalanan dinas besar
bisa diambil dari situ.
9. Para Hakim agar jangan terlena dg ada
SIADPA dimana ada sudah putusan yg
sudah jadi sehingga para Hakim dlm
buat putusan tidak ada kreasi, seni
dan tantangan utk mengarang sendiri,
sehingga para Hakim tak buka buku &
literatur lagi karena putusan sudah
ada di SIADPA.Memang satu sisi SIADPA
itu memudahkan pekerjaan disisi lain
SIADPA itu mematikan kreasi Hakim'
10. Dalam memilih kader jangan memandang
dia dari kubu A atau dia dari suku B
yg penting kalau dia sehat, pintar,
cerdas, ada jiwa pemimpin dan kreteria
lainnya pilih dia jadi kader PA masa
depan jangan di cekal karena bukan
dari suku nya atau kubu nya.
11.Agar pimpinan PA memperbanyak membuat
Buku Pintar - Buku Pintar agar kita di
daerah jika menemukan masalah sudah
ada pemecahannya dalam Buku Pintar
tersebut.
12.Untuk point selanjutnya silahkan para
Bapak / Ibu Komentar lainnya menambah
kan nya lagi

Semoga ada manfaatnya, selamat dan sukses semoga Peradilan Agama makin maju, jaya, modern dan berwibawa dengan aparatnya yg sehat, sejahtera, damai. Amin .... 3 x
Reply
 
 
# Omay Mansur 2012-05-31 14:06
Selamat dan Sukses mengikuti pelatihan dan kita mengharapkan agar kinerja kita semua sesuai harapan Wakil Ketua MA Bidang Non Yustisial apalagi jika melebihi harapannya.
Reply
 
 
# Dudung Bukittinggi 2012-05-31 14:17
Pembinaan di semua lini ... membuat suara dari sabang sampai meroke sama, irama sama, gendang sama, tarian juga sama ... Indah dipandang mata.
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-05-31 14:18
Baru tahu saya bahwa ada benang merah pengkaderan hakim. Lanjutkan ..., jangan sampai putus...!!!
Reply
 
 
# Lazuarman PA Manna 2012-05-31 14:33
Semoga ilmu yang didapat bermanfaat dan bisa pula ditularkan kepada kami para Hakim tingkat pertama, amin..
Reply
 
 
# H.A.Musa Hsb,MH.PA Sidikalang 2012-05-31 14:37
Bimtek ini sangat bermanfaat bagi pembinaan aparat per5adilan di daerah, Mudah-mudahan dengan Bimtek ini setiap PTA telah mempunyai Training of Trainer (ToT)yang sudah berpengalaman dan mumpuni sehingga membawa angin peningkatan tehnis pemeriksaan perkara di PA2, Semoga, Amin
Reply
 
 
# AHP - MS ACEH 2012-05-31 14:43
Pembinaan kader sangat penting untuk regenerasi kepemimpinan. Saya menyarankan agar pengkaderan tersebut berdasarkan kompetitif kader itu sendiri dengan mempertimbangkan senioritas seorang calon. Kita berharap pemimpin peradilan agama ke depan adalah mereka yang telah siap sebagai pimpinan dan menjadi panutan bagi bawahannya.
Reply
 
 
# Faizal Kamil.KPA.Bengkalis 2012-05-31 14:54
Kaderisasi dalam suatu organisasi adalah penting, apa yang dicanangkan oleh bpk. DR. AHMAD KAMIL. SH. MHum. (Waka MA.RI. Bidang NY) itu patut dilaksanakan, minimal dari setiap satker. dan bersifat komitmen dan concern.
Reply
 
 
# Akramuddin, PA Kendari 2012-05-31 14:48
Kami sangat setuju apa yang dikemukakan oleh Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung bidang Non Yudisial, Dr. H. Achmad Kamil, SH, M.Hum. agar pembinaan kader jangan putus ditengah apalagi bengkok.

Namun demikian prioritas dengan mendahulukan siapa yang senior dan yunior agar tidak terlalu kaku dalam menerjemahkan sebab disamping kesenioran kita juga sangat berharap akan lahir kader-kader yang memiliki visi dan kemampuan yang lebih sehingga wajah Pengadilan Agama akan semakin cerah kedepan.
Reply
 
 
# umi-pajjb 2012-05-31 15:31
Selamat melaksanakan Bintek untuk Bpk/Ibu Para Hakim Tinggi , semoga ilmu yang didapat dapat diaplikasikan di tempat bpk/ibu bekerja
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2012-05-31 15:31
Setuju yang Mulia Bapak WKMA, karena itu kita ingat dengan zaman Pak Hensyah, padahal beliau bukan orang PA, tapi terasa betul kiprah dan ngegenjotnya, karena itu ini tugas pucuk pimpinan untuk terus mempersiapkan PA di masa yang akan datang, apalagi ada ssinyalemen kasasi perdxata agama mau dibatasi.
Reply
 
 
# asep dadang pa depok 2012-05-31 16:46
slmt sukses mengikuti diklat smg bermanfaat dan dpat diteruskan ilmunya ke generasi di satker PA lingkungan PTA masing2
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-05-31 22:22
untuk mempertahankan prestasi yang sudah diraih, salah satunya dengan BINTEK, mudah-mudahan harapan yang Mulia Bapak WKMA, dan kita semua bisa diraih dan dipertahankan. kita tidak boleh puas sesaat, seperti yang sudah dimaklumi mempertahankan sesuatu prestasi lebih sulit daripada meraihnya. sukses selalu buat badilag.
Reply
 
 
# Mohammad H. Daud PANegara-Kalsel 2012-06-01 03:25
Pengkaderan Hakim di Peradilan Agama jangan sampai terputus atau bengkok, demikian harapan YM Waka MARI Non Yudisial. Semoga dengan BIMTEK yang materinya antara lain Teknik pemeriksaan perkara, teknik pembuatan putusan, praktek bedah berkas dan pembuatan putusan, maka kapabilitas setiap Hakim akan terukur, sehingga harapan WAKA MARI tsb dapat dengan mudah diwujudkan oleh Badilag dengan tetap mempertimbangkan aspek senioritas.
Reply
 
 
# Ilman Hasjim, PA Andoolo 2012-06-01 03:57
Meningkatkan dan menjaga keberlangsungan profesionalisme perlu dilakukan, salah satunya dengan model pengkaderan seperti maksud yg diungkapkan YM Ahmad Kamil. Semoga wacana dan upaya tersebut dpt berjln sesuai rencana. Dengan cara ini, InsyaAllah PA akan makin baik lagi dimasa yg akan datang. Dan selamat untuk para hakim tinggi yg melaksanakan Bintek. Semoga ilmu yg diperoleh memberi bermanfaat...
Reply
 
 
# dayat 2012-06-01 06:52
Semoga acar berjalan dengan baik serta sukses. Amin....
Reply
 
 
# H. Abd. Rasyid A. MH.@ PA Mojokerto 2012-06-01 06:58
Pembinaan dan kaderisasi yg berkesinambungan sangat diperlukan untuk mempersiakan calon pengganti para pendahulu. Dan salah satu bukti kesuksesan para senior apabila mampu mempersiapkan calon penggantinya ketika mereka sudah pensiun kelak.
Reply
 
 
# Rusliansyah - PA Nunukan 2012-06-01 08:19
Baru kemarin di Ternate, sekarang sudah di Bandung, membuka Bimtek Hakim PA Angkatan IV. Itu semua dilakukan Beliau -tanpa mengenal lelah- dalam rangka pengkaderan hakim PA, yang telah berhasil di waktu2 lalu. Tapi kapan ya kesempatan kita dipanggil pusat untuk mengikuti kegiatan serupa.
Kepada peserta Bimtek Hakim PA Angkatan IV saya ucapkan Selamat mengikuti Pelatihan ini. Semoga bermanfaat. Amin!!!
Reply
 
 
# KaMaLi SINGARAJAPA 2012-06-01 08:23
Pengkaderan memang harus TIDAK BOLEH TERPUTUS, terlebih ilmu yang telah diperoleh selama BIMTEK kami hakim-hakim ditingkat Pertama sangat mengharapkan tularan ilmunya sehingga mindset kami tidak hanya sebagai peradilan ditingkat pertama saja, disamping itu siapa tahu kami-kami juga termasuk yang dikaderkan.

Syukron wal'afwu
Reply
 
 
# Muhammad, PA.Klungkung-Bali 2012-06-01 10:28
Selamat mengikuti bimtek, semoga ilmu yang diperoleh bermanfaat. Kami para ketua PA juga mengharapkan diberi kesempatan mengikuti bimtek.
Reply
 
 
# Drs. Cece Rukmana Ibrahim, SH. WK. PA. Tigaraksa 2012-06-01 11:10
Setuju sekali Pak Wakil Ketua MA, pengkaderan Hakim Pengadilan Agama jangan sampai mandeg, estafeta kepemimpinan suatu pengadilan merupakan dalam rangka pengkaderan yang berujung pada posisi TOP di MAHKAMAH AGUNG menjadi KETUA MAHKAMAH AGUNG RI yang berasal dari Lingkungan Peradilan Agama, siapa tahu! Allah Maha Kuasa mampu menjadikan Makhluknya yang beriman dan bertaqwa untuk menjadi peminmpin, Amien.
Reply
 
 
# M.Chanif, PTA Makassar. 2012-06-01 13:40
Kegiatan seperti ini seyogyanya diadakan terus menerus secara bergantian antara hakim tinggi satu dengan yang lain, sehingga ilmunya merata, dan dapat dijadikan ujung tombok dalam memberikan BIMTEK ke seluruh PA. Kalau kegiatan seperti ini tidak merata diperoleh oleh setiap hakim tinggi yang mempunyai kemampuan untuk itu, maka akan menghambat pelaksanaan BIMTEK ke seluruh PA se Indonesia.
Reply
 
 
# Abdul Rahman Salam, MH/PA Banggai Kepulauan 2012-06-01 19:29
Dgn Bimtek dpt diperoleh pemahaman yg sama dlm menyelesaikan kasus, sehingga mengurangi interpretasi yg berbeda-beda..... :zzz
Reply
 
 
# Muhdi Kholil.Waka PA Kangean 2012-06-02 16:45
Semoga Bintek yang menjadi Pilotprojek bagi Pengkaderan Hakim ( Baik Hakim Tinggi maupun Hakim Tingkat Pertama )harus lebih ditingkatkan baik kwantitas maupun kwalitasnya, agar ke depan lahir Kader Kader Hakim muda Peradilan Agama yang berkwalitas dan berkompetensi Tinggi, yang sanggup berkiprah dan bervisi tinggi dalam melanjutkan estafeta kepemimpinan generasi sebelumnya. Semoga pengkaderan yang dijalankantidak " Muktashid " dan berada pada jalan " Saabiqun bil Khoirat biiznillah" Amin.
Reply
 
 
# Hikmah, Palu 2012-06-04 08:44
Betul,kader terputus,seperti Pak Rum harus tinggalkan sebagai Sekretaris MA,apa ada kader yang diajukan untuk menggantikannya?,Pak Hariri dibiro perencanaan,apa ada kader yang diajukan?.Jadi tenaga2 muda yang ada ditkt pertama/banding,yang punya kemampuan dibidang apapun,apalagi kalau jenjang pendidikannya S2,S3 perlu dikader untuk menjenjang keatas,tanpa melihat senioritasnya,apalagi kalau jabatan struktural sebaiknya umur muda.
Reply
 
 
# moh. mukti-pa.manokwari 2012-06-05 06:38
pengkaderan di lingkungan PA memang harus terus berlanjut...bahkan sampai MA karena di tingkat MA sudah sangat kritis....satu-satu persatu kader2 PA turun jabatan di MA...
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 862 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS