Rabu, 22 Mei 2013 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!






Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG


SURAT EDARAN : Pendaftaran Calon Peserta Program Beasiswa S3 Sudan Tahun 2013 | (20/5)
SURAT EDARAN : Permintaan Persyaratan Biaya Mutasi Pindah Pejabat Kepaniteraan & Kejurusitaan PA | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Kompetensi Panitera Pengganti PA (Angkatan II) Tahun 2013 | (8/5)
PENGUMUMAN : Ralat Pemanggilan Peserta Bimtek  Administrasi Angkatan III | (7/5)

PENGUMUMAN
: Input data Output Program 04 Ditjen Badilag T.A. 2012 Pada Aplikasi Monev Anggaran Kementrian Keuangan RI | (25/4)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Perkara Kasasi dan PK | (22/4)
PENGUMUMAN : Klarifikasi Akun Facebook "Purwo Susilo" | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I tahun Anggaran 2013 | (8/4)
PENGUMUMAN : Pelaporan Perkara Mediasi, Sidang Keliling dan Prodeo | (8/4)











Tambahkan ke Google Reader
Koreksi Dalam Perhitungan Ketinggian Hilal Oleh Dr. Asadurrahman, MH | (14/7/2012) PDF Cetak E-mail
Jumat, 13 Juli 2012 14:37

KOREKSI DALAM PERHITUNGAN KETINGGIAN HILAL

oleh : Dr. Asadurrahman, MH

paralax

Hisab Hakiki Wujudul Hilal Muhammadiyah adalah hisab yang perhitungannya sampai dengan tinggi hakiki (bukan tinggi mar’i) karena tidak untuk pelaksanaan rukyat sehingga tidak ada koreksinya. Koreksi-koreksi terhadap tinggi hakiki adalah: paralaks bulan (minus), semi diameter (minus), refraksi (plus) dan kerendahan ufuk (plus). Hitungan Badilag berdasarkan koreksi-koreksi tersebut kecuali kerendahan ufuk karena tempatnya adalah di tepi pantai sehingga ketinggiannya 0 meter di atas permukaan laut. Sebagai bandingan kasar untuk koreksi di atas adalah koreksi paralaks bulan minimal 50’ dan maksimal 1 derajat + sekitar 3 menit. Sedangkan semi diameter bulan adalah sekitar 15 menit. Apabila keduanya dijumlahkan, koreksinya minimal 1 derajat 5 menit. Silakan cek perbedaan HP bulan selama 1 tahun!

semi diameter

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah perbedaan dalam mengoreksi semidiameter bulan, ada yang plus dan ada yang minus. Hitungan kami, koreksinya adalah minus karena pada saat matahari terbenam, hilal berada di atas ufuk sehingga secara logika, hilal yang berkemungkinan terkena sinar matahari adalah piringan bawahnya, bukan piringan atasnya. Darsa Sukartadiredja, ahli astronomi dari Planetarium dan Observatorium Jakarta, berpendapat seperti itu pada pembahasan istilah-istilah hisab rukyat dalam pemaparannya pada Musyawarah Kerja Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Hisab Rukyat sebelum tahun 2000. Sedangkan koreksi plus untuk semi diameter sekedar kebalikan dari koreksi terhadap tinggi matahari.

kemiringan hilal

Selain itu, ketinggian dimaksud adalah tinggi di wilayah Indonesia, dalam hal ini adalah Sabang untuk wilayah paling barat, dan Merauke untuk wilayah paling Timur. Dan tidak selamanya, wilayah paling barat lebih tinggi daripada wilayah paling timur.

(SUBDIT SYARIAH)

 


untuk melihat dalam versi pdf klik di sini


 

TanggalViewsComments
Total165711
Rab. 2210
Sel. 2130
Sen. 2010
Ming. 1910
Sab. 1850
Jum. 1730
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Abd. Salam, PA. Watansoppeng 2012-07-15 17:40
Koreksi yang tepat dan akurat untuk semua "penghisab"
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-07-15 21:31
Harus ada keinginan kuat bersama-sama untuk tidak lagi mengedepankan ego (baca : keyakinan) sehingga umat Islam di Indonesia tidak terkotak-kotak dalam hal awal dan akhir ramadhan. Penganut wujudul Hilal dengan teori-teorinya dan Penganut Rukyatul Hilal dengan teori-teorinya duduk bareng sekali lagi (mungkin sudah sering duduk bareng hasilnya nihil)untuk merenung sejenak demi kepentingan yang lebih besar yaitu semangat persatuan dan Kesatuan Umat Islam di Indonesia. Jika kondisi ini tidak selesai, maka selama itu pula umat Islam di Indonesia akan dipandang sebelah mata dengan umat beragama lainnya, padahal tokoh-tokohnya luar biasa disegani baik kawan maupun lawan.
Reply
 
 
# ujang jamaludin pa kuningan 2012-07-15 21:34
informasi ini sangat baik bagi para pelaku rukyat
Reply
 
 
# H. Barmula PTA Ambon 2012-07-16 07:44
Marilah kita kembali kepada Al- Qur'an, ikutilah Allah,Rasul dan Ulil Amri insya Allah ada hikmahnx, akan tetapi perbedaan pendapat juga suatu rahmah, sebagai ummat islam berpegang teguhlah kamu dan janganlah bercerai berai marilah kita bersatu insyaAllah kita akan dijaga Allah. amiinnn Selamat memasuki Ramadhan bagi ummat Islam di mana saja.
Reply
 
 
# asep dadang pa depok 2012-07-16 09:37
adanya perbedaan tsb smg menjadikan kebaikan bagi umat dan menjadikan ilmu yg senantiasa berkembang khususnya dlm ilmu falak
Reply
 
 
# ali.hamdi.73@gmail.com 2012-07-16 10:46
saya membaca judul sangat menarik, tapi setelah membaca isinya adalah sudah biasa dalam melakukan perhitungan awal bulan itu pasti ada koreksi-koreksi dalam menentukan hilal mar'i, terus jadi pertanyaan apakah hilal untuk romadhon ini setelah dikoreksi kan juga tetap masih positif diatas ufuq, tapi bagus juga artikelnya.
Reply
 
 
# Umi-PAJB 2012-07-17 09:35
pertanyaannya apakah umat islam di Indonesia dapat kompak pada tgl dan wkt yg sama utk menjalankan ibadah puasa ramadhan dan merayakan 1 Syawal 1433 H nanti ?, terima ksh atas pencerahannya pak haji
Reply
 
 
# # Sakdullah, PA Labuan Bajo NTT 2012-07-19 11:18
Kalau para pemimpin umat (baca "pimpinan organisasi keagamaan) di Indonesia mempunyai jiwa kepemimpinan yang arif dan bijaksana, maka tidak akan mempertahankan "keegoan klompok" (ta'assub, bahwa pendapat klompoknya saja yang benar, maka umat Islam di Indonesia tidak aka terkotak-kotak dalam masalah pemahaman agama seperti sekarang ini, dan mereka menjadi bingung seperti halnya menghadapi kapan mulai berpuasa romadhon pada tahun ini,
Reply
 
 
# pitirramli PA. Jambi 2012-07-19 11:27
Satu hal kelebihan umat Islam Indonesia adalah berani berbeda-beda, tapi tujuan sama, sikap yang baik kalau kita saling koreksi untuk mencari kebenaran dan saling legowo kalau berbeda denagn orang lain
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2012-07-20 13:08
Sebenarnya bisa sama dalam puasa, kalau kita taat Ulil Amri, ini mah ajaran qur'an dipakai sebehagian saja.
Reply
 
 
# budi ngawi 2012-08-12 16:16
:-x silahkan baca Ar Rum 31&32,Ali Imran 105 dan Yasin 39, sudah sangat tegas Al Qur'an memberi petunjuk agar umat Islam tidak musrik karena pecah belah sedang pedoman hilal tegas seperti tandan bisa terlihat, bukan ijtimak. Nabi juga jelas rukyatul hilal. Monggo Islam bersatu...!!!
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 1297 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS