Jumat, 18 April 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Diklat Hakim Ekonomi Syari'ah Tahun 2014 | (16/4)
PENGUMUMAN : Ralat Perubahan Tempat Kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II tahun 2014 | (15/04)
PENGUMUMAN : Permohonan Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun 2014|(14/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama Angkatan II | (11/4)

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Perilaku Hakim Dari Komisi Yudisial | (11/4)
PENGUMUMAN : Format BAS dan Putusan | (8/4)

PENGUMUMAN : Hasil Rapat Pimpinan dan TPM Mahkamah Agung RI | (8/4)
PENGUMUMAN : Penulisan Nama, NIP dan Tempat/Tanggal Lahir dalam Aplikasi SIMPEG Online | (1/4)
PENGUMUMAN : Optimalisasi Aplikasi SIADPTA Plus | (27/3)

PENGUMUMAN : Verifikasi dan Validasi Data Kepegawaian 2014 | (21/03)
VIDEO : Kuliah Berseri Peradilan Agama -- Seri 4 | (21/03)
PENGUMUMAN : Usulan Rencana Kinerja Tahunan DIPA 04 Ditjen Badilag | (21/03)
VIDEO: Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 3 | (17/3)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Sosialisasi Hukum Acara Ekonomi Syariah (KHAES) | (17/3)
PENGUMUMAN : Pembaharuan Data SDM Berbahasa Asing | (17/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Workshop Bagi Hakim Pengadilan Agama | (14/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Peningkatan Tenaga Teknis Pemberkasan Perkara Kasasi/PK di Bandar Lampung | (14/3)
SURAT EDARAN : Pemberitahuan (PENIPUAN) | (14/3)




Tambahkan ke Google Reader
Resensi Buku : Jelang Puncak Acara Peringatan 130 Tahun Peradilan Agama Dr. H. Chatib Rasyid,Sh., Mh. Persembahkan Karya Kepada Badilag.Net | Oleh : Muh. Irfan Husaeni, S.Ag., MSI | (12/9) PDF Cetak E-mail
Rabu, 12 September 2012 09:30

Resensi Buku:

Jelang Puncak Acara Peringatan 130 Tahun Peradilan Agama Dr. H. Chatib Rasyid,SH., MH. Persembahkan Karya Kepada Pembaca Setia Badilag.Net



Judul

:

Akibat Hukum Terhadap Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, Kajian Yuridis Terhadap Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010.

Pengarang

:

Dr. H. Chatib Rasyid, SH,. MH dkk.

Sambutan

:

Dr. H. Andi Syamsu Alam, SH., MH.

Penerbit

:

Total Media, Jl. Nyai Ahmad Dahlan (Gerjen) No. 62 Yogyakarta 55262. Faks/telp 0274-375314

CP. Sobirin Maliyan 081328020464.

Tahun Terbit

:

2012

Cetakan I

:

September, 2012

Tebal Halaman

:

xii+158; 23x16 cm


Muqadimah

Allah berfirman: “… maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaan. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang  yang mengotorinya...” (QS. 91:7-9)

Kepada mereka yang telah (terlanjur) berbuat fujur atau kefasikan, Allah membuka jalan taubat. Karena Allah Maha menerima taubat. Walaupun Allah membuka pintu taubat bukan berarti Allah melegalkan perbuatan fujur dan kemaksiatan, tetap lebih mulia bagi siapa saja yang memilih jalan ketaqwaan.

Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 yang salah satu amarnya berbumyi “… Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya”.

Walaupun MK telah memberi ruang kepada anak yang lahir di luar perkawinan berupa hubungan perdata dengan ayah biologisnya, bukan berarti MK melegalkan perzinaaan dan merusak lembaga perkawinan yang luhur, tidak ada kalimat melegalkan dalam putusan itu.

Dalam perkara ini, MK tidak mengadili kasus perkawinan Macicha Mochtar dengan Drs. Moerdiono (alm) melainkan  mengadili pasal yang dimohonkan judicial review oleh Pemohon karena menurut Pemohon Pasal Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan dianggap bertentangan dengan konstitusi yaitu Pasal 28D UUD 1945. MK hanya mengadili apa yang menjadi kewenangannya yaitu mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji Undang-Undang terhadap Undang-Undang Dasar.

Isi Buku

Dalam rangka menjawab Putusan MK  tersebut Dr. H. Chatib Rasyid, SH,. MH. – yang pada 12 Juli 2012 telah berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian tertutup program Doktor di salah satu Perguruan Tinggi Ternama di Bandung- telah memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam bentuk buku berjudul “Anak Lahir di Luar Nikah (Secara Hukum) Berbeda dengan Anak Hasil Zina (kajian yuridis terhadap putusan MK)”. Buku ini merupakan hasil kolaborasi 2 artikel Penulis yang telah diupload di situs badilag.net dengan perbaikan dan penyempurnaan seperlunya.

Pada bagian awal Penulis menyajikan kasus posisi antara Hj. Aisyah Mochtar alias Machica binti H. Mochtar Ibrahim dengan Drs. Moerdiono. Hingga keluarlah Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 tanggal 17 Februari 2012, yang intinya menyatakan, bahwa Pasal 43 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor 1, Tambahan Lembaran Negara RI. No. 3019) yang menyatakan, "Anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya”, bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sepanjang dimaknai menghilangkan hubungan perdata dengan laki-laki yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum ternyata mempunyai hubungan darah sebagai ayahnya.

Sehingga ayat tersebut harus dibaca, "Anak yang dilahirkan di luar perkawinan mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya serta dengan laki-laki sebagai ayahnya yang dapat dibuktikan berdasarkan ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau alat bukti lain menurut hukum mempunyai hubungan darah termasuk hubungan perdata dengan keluarga ayahnya ".

Pada pembahasan berikutnya penulis mengupas tuntas status asal-usul anak dan permasalahannya dalam perspektif fiqh dan Undang-Undang. Pembahasan ini menarik karena masyarakat akan mendapatkan pencerahan tentang status anak. Penulis memetakan status anak menjadi 3 kelompok yaitu anak yang lahir dalam atau sebagai akibat perkawinan yang sah, anak yang lahir di luar perkawinan dan anak yang lahir tanpa perkawinan (anak hasil zina).

Pada bagian akhir Penulis menegaskan kembali tentang kewenangan pengadilan agama terkait dengan putusan MK. Kewenangan tersebut meliputi pengesahan anak, penetapan asal usul seorang anak dan penetapan pengangkatan anak berdasarkan hukum Islam.

Penulis -yang pada Selasa, 4 September 2012 menjadi Promovendus  pada Sidang Terbuka Promosi Doktor pada salah satu Perguruan Tinggi Ternama di Bandung- berkesimpulan bahwa Putusan MK Nomor 46/PUU-VIII/2010 tanggal 17 Februari 2012 terutama pada kalimat “anak yang dilahirkan di luar perkawinan “ tidak dapat diartikan sebagai anak yang lahir dari perzinahan.

Daya Tarik Buku Ini

Daya tarik buku ini terletak pada cara Penulis mengkritisi putusan MK. Penulis tidak menyatakan putusan MK sesuai atau tidak sesuai dengan syari’ah. Tampak jelas Penulis tidak mau masuk pada ranah perdebatan melainkan ingin mengakhiri perdebatan. Dengan demikian Penulis tidak menghakimi Putusan MK yang bersifat final (Pasal 10 UU Nomor 24 tahun 2003).

Kelebihan lain adalah buku ini mampu menjawab kesalahfahaman masyarakat dalam memahami Putusan MK. Logika berfikir Penulis jernih dan netral serta disajikan dengan bahasa yang mudah difahami oleh semua kalangan.

Namun buku ini ada sedikit kekurangan yaitu Penulis tidak mengupas tuntas status perkawinan Drs. Murdiono yang sudah beristri saat melangsungkan perkawinan “tidak tercatat” dengan Machica Muchtar. Bagaimana status perkawinan “poligami sirinya?”.

Yang Istimewa Dari Buku Ini

Buku ini tergolong istimewa karena Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010 ditelisik dari berbagai sudut pandang oleh para pakar di bidangnya, masing-masing berkontribusi lewat sebuah artikel hasil seminar yang membedah Putusan MK, yang diselenggarakan di sebuah kampus ternama di Yogyakarta. Para ahli dimaksud adalah:

1. Dr. Muhammad Alim, SH., M.Hum. (Hakim Mahkamah Konstitusi)

Dengan tetap berpijak pada Putusan Mahkamah Konstitusi, Muhammad Alim mengatakan bahwa tidak tepat dan tidak adil manakala hukum menetapkan bahwa anak yang lahir dari suatu kehamilan karena hubungan seksual di luar perkawinan hanya memiliki hubungan dengan perempuan tersebut sebagai ibunya. Maka tidak tepat dan tidak adil pula manakala hukum membebasakan laki-laki yang menyebabkan terjadinya kehamilan dan kelahiran anak tersebut dari tanggung jawabnya sebagai seorang bapak dan maniadakan hak-hak terhadap laki-laki tersebut sebagai bapaknya.

Akibat hukum dari peristiwa hukum kelahiran karena kehamilan adalah hubungan hukum yang di dalamnya terdapat hak dan kewajiban secara timbal balik yang subjek hukumnya meliputi anak, ibu dan bapak.

Muhammad Alim berkesimpulan bahwa hubungan anak dengan seorang laki-laki sebagai bapak tidak semata-mata karena adanya ikatan perkawinan, akan tetapi dapat juga didasarkan pada pembuktian adanya hubungan darah antara anak dengan laki-laki tersebut sebagai bapak. intinya anak harus mendapatkan perlindungan hukum.

2. Drs. H. A. Zuhdi Muhdhor, SH., M.Hum. (Hakim Pengadilan Agama Yogyakarta)

A. Zuhhdi Muhdhor berbeda pendapat dengan Muhammad Alim. Menurutnya bahwa hukum Islam -baik yang terangkum dalam dalam kitab-kitab fiqh maupun Kompilasi Hukum Isalam- dan UU Perkawinan Indonesia tidak mengenal adanya hubungan keperdataan antara anak luar nikah dengan ayah biologisnya atau keluarga ayah biologisnya. Artinya bahwa anak luar nikah hanya memiliki hubungan keperdataan dengan ibunya dan keluarga ibunya saja.

Mutiara yang dapat diambil dari pendapat Humas PA Yogyakarta ini, bahwa kalimat hubungan perdata harus dimaknai bahwa ayah biologis tersebut wajib memberi kebutuhan hidup bagi si anak dan bila ayah biologis meninggal dunia, hak anak dari harta ayah biologis tersebut melalui wasiyah wajibah. (bandingkan dengan Fatwa MUI No. 11 Tahun 2012).

3. Yunianti Chuzaifah, MA. (Katua Komnas Perempuan)

Beliau termasuk yang mengamini Putusan MK. Dalam tulisannya Lulusan Leiden University menegasakan pentingnya perlindungan dan kepastian hukum yang adil terhadap status anak yang dilahirkan dan hak-hak yang ada padanya. Termasuk hak anak yang dilahirkan meskipun keabsahannya masih menjadi sengketa. Namun demikian Ketua Komnas Perempuan tidak setuju dengan adanya nikah sirri akan tetapi jika terlanjur terjadi maka anak yang lahir di luar perkawinan tersebut  harus diakui.

4. Dr. Das Salirawati, M.Si (Ahli Biokimia dan Rekayasa Genetika)

Ditemukannya DNA sebagai cabang ilmu pengetahuan baru (Bioteknologi dan Rekayasa Genetika) memberikan secercah harapan baru bagi siapa saja yang ingin menyingkap rahasia kehidupan manusia secara ilmiah. Seperti kasus kecelakaan pesawat Sukhoi yang terjatuh di Gunung Salak 9 Mei 2012 atau untuk mengetahui asal-usul anak. Pembuktian yang akurat ini dikenal dengan tes DNA. Di kepolisian tes DNA digunakan untuk tes forensik karena merupakan bukti yang paling akurat untuk mengidentifikasi seseorang dibanding sidik jari.

DNA (deoxyribonucleic acid) dalam bahasa Indonesia sering disebut yaitu Asam deoksiribonukleat merupakan materi genetik yang terdapat dalam tubuh setiap orang yang diwarisi dari orang tua. DNA terdapat pada inti sel di dalam struktur kromosom dan pada mitokondria.

Membaca buku ini setia badilag.net akan mengetahui bagaimana Tes DNA dilakukan? Organ tubuh yang mana yang dapat dijadikan sampel? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengetahui hasil tes DNA? Apakah perlu surat pengantar dokter? Bagaimana jika terduga ayah kandung sudah meninggal? Dan yang lebih penting adalah berapa biaya yang diperlukan untuk melakukan tes DNA? Jawabannya ada dalam buku ini.

Penutup dan Saran

Buku ini dilengkapi dengan Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010, UU Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dan Fatwa MUI Nomor 11 Tahun 2012 Tentang Kedudukan Anak Hasil Zina dan Perlakuan Terhadapnya.

Jadilah orang pertama yang membaca buku ini karena cukup mencerahkan. Buku ini layak dibaca oleh setia badilag.net juga layak dibaca oleh pengacara, dosen, mahasiswa, Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Perlindungan Anak, LSM, PSW, PEKKA, MUI dan masyarakat pemerhati hukum dan sosial lainnya.

*Resensator: Muh. Irfan Husaeni, S.Ag., MSI/ Hakim Pengadilan Agama Painan.**

TanggalViewsComments
Total252848
Jum. 1810
Ming. 1310
Sab. 1210
Jum. 1120
Kam. 1010
Sel. 0810
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Masrinedi-PA Painan 2012-09-12 10:14
Alhamdulillahirabbil'alamin.
Mudah-mudahan Buku yang sangat BERBOBOT ini "Akibat Hukum Terhadap Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, Kajian Yuridis Terhadap Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010" bisa segera kita miliki sebagai tambahan wawasan dan keilmuan kita, apalagi lagi 'hangat-hangatnya' di bicarakan. Amin !
Jazakallah, Bagus sekali RESENSINYA Pak Irfan :-)
Reply
 
 
# Nurmadi rasyid PA.BKL 2012-09-12 10:52
bagus afprisiasi buat bapak Dr.H.Cahatib Rasyid,SH.MH semoga mejadi ilmu yang bermamfaat.
Reply
 
 
# Nadimah PA Bkl. 2012-09-12 11:00
Selamat dan sakses kepada Bp.Dr. H. Chotib Rasyid SH. MH. atas persembahan karyanya.
Reply
 
 
# pitirramli PA.Jambi 2012-09-12 11:07
Kami sangat setuju dengan jalan fikiran pak A.Zuhdi, dan buku ini wajib dibaca oleh semua insan Peradilan Agama, semoga menjadi " ilmu yuntafi'u bih " bagi yang mulia pak Chatib Rasyid. Aminnnnnn....
Reply
 
 
# Nandang Hasanuddin PA T.Tinggi 2012-09-12 15:13
Alhamdulillah mantan Ketua Pengadilan Agama Tebing Tinggi di era tahun 1980-an yakni bpk Chatib Rasyid, yang saat ini Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung, telah berhasil meraih gelar akademik tertinggi yaitu Doktor ilmu hukum. Selamat pak, selamat juga buat ibu Chatib dan Dede, semoga keberhasilan bpk menjadi inspirasi buat yang muda-muda. amiin
Reply
 
 
# Dudung Abdullah 2012-09-12 15:32
Tolong kirim 1 (satu) buku ke PTA Gorontalo, utk pesanan an.Dudung Abdullah, HT.PTA.Gorontalo, serta rekkening pembayarannya. Trm kasih
Reply
 
 
# Nandang Hasanuddin PA T.Tinggi 2012-09-12 15:34
Al-Hamdulillaah...,mantan Ketua Pengadilan Agama Tebing Tinggi di era tahun 80-an yang sekarang menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Agama Bandung (bpk Chatib Rasyid) sudah berhasil meraih gelar akademik tertinggi yakni DOKTOR ILMU HUKUM di UNISBA Bandung. Semoga keberhasilan yang bpk raih menjadi inspirasi bagi yang masih muda. Selamat pak, selamat juga buat Ibu Chatib dan Dede.
Reply
 
 
# rizal razai 2012-09-12 17:02
luar biasa Pak Muh. Irfan.....
Reply
 
 
# ela-pta smg 2012-09-12 17:34
Sungguh sangat luar bisa.
Reply
 
 
# saiful f PTA SEMARANG 2012-09-12 19:41
sekiranya bapak berkenan kiranya bapak mengirimkan buku tersebut buat peribadi saya dan untuk perpustakaan PTA SEMARANG matur nuwun selamat berkarya terus tks
Reply
 
 
# andi muliany hasyim 2012-09-12 19:45
Buku ini telah dibaca dan sangat istimewa memberikan pencerahan, mengupas tuntas dalam perspektif fiqh dan Undang-Undang, menambah refrensi dan pemahaman yang menukik tampa mengundang pro kontra.
berbagai sudut pandang disajikan (agama, sosial dan hukum)dan juga artikel artikel dari hasil seminar, hanya maaf mas Irfan infonya bla bla artikel hasil seminar yang membedah Putusan MK, yang diselenggarakan di sebuah kampus ternama di Yogyakarta, ya sedikit koreksi sepengetahuan saya seminar dilaksanakan di IAIN walisongo SEMARANG pada hari sabtu tanggal 7 Juli 2012.

Al hamdulillah saya telah meniliki buku ini, isinya bagus tapi tampilan cover buku ini dilihat dari sampul tidak memberikan gambaran singkat tentang makna gambar seorang bayi yang ngedot. mungkin bisa disesuaikan, ya sekedar usul. mohon maaf
Reply
 
 
# Abdullah, PA Sinjai 2012-09-13 06:54
Berapa harga buku tersebut? apakah sudah beredar di Toko-toko buku di Seluruh Indonesia?
Reply
 
 
# Bunyamin Alamsyah PTA Bdl 2012-09-13 14:48
harganya Rp.50.000,- coba aja telp kan ada nomor HP nya dlm artikel di atas
Reply
 
 
# andi muliany hasyim 2012-09-13 17:52
pada cetakan pertama harga buku dari penerbit RP. 40,000,- namun keseluruhan buku cetakan pertama tersebut diberikan kepada yang hadir pada ujian terbuka Ym Dr. H. Chatib Rasyid, SH,. MH, (tanggal 4 September 2012), mudah2an dalam waktu dekat dapat segera terbit cetakan kedua.
Reply
 
 
# Januar Ketua MS Idi 2012-09-13 08:04
Semoga bukunya cepat beredar ke daerah, kita siap membacanya, terima kasih Pak Khatib Rasyid, semoga menjadi 'Ilmu yantafa'u bihi.
Reply
 
 
# #Hasian Harahap, PA Sibolga 2012-09-14 08:45
sebelumnya saya ucapkan "selamat" atas keberhasilan bapak H. Khatib Rasyid yang telah mendapatkan gelar doktornya dan kiranya buku tersebut cepat beredar ke daerah supaya kita dapat membacanya.
Reply
 
 
# asti, PTA Jakarta 2012-09-13 09:31
Sebelumnya selamat untuk Bapak Chatib Rasyid, atas pencapaian gelar S3-nya, semoga manfaat dan barokallah. Mengenai buku, sudah adakah di toko buku dan berapa harga. Makasih.
Reply
 
 
# Nandang Hasanuddin PA T.Tinggi 2012-09-13 10:25
Al-hamdulillah, mantan Ketua Pa Tebing Tinggi di era tahun 80-an dan sekarang Ketua PTA Bandung telah meraih gelar akademik tertinggi (DOKTOR ILMU HUKUM). Semoga keberhasilan bpk menjadi inspirasi buat yg masih muda-muda. Selamat ya pak, selamat juga buat Ibu Chatib dan Dede. Bagi ayah bukunya ya De, biar ayah bisa cepat bacanya.
Reply
 
 
# Nandang Hasanuddin PA T.Tinggi 2012-09-13 10:40
Alhamdulillah,mantan ketua PA tebing di era tahun 80-an yang sekarang ini ketua PTA Bandung telah berhasil meraih Gelar Academic tertinggi (Doktor Ilmu Hukum). semoga keberhasilan Bapak menjadi inspirasi buat yang masih muda-muda. selamat ya pak Khatib... selamat juga buat Ibu Khatib dan Dedek, tapi cepat bagi bukunya Ayah ya Dek.
Reply
 
 
# Nandang Hasanuddin PA T.Tinggi 2012-09-13 10:43
:-)
Reply
 
 
# iing sihabudin pa sbr 2012-09-14 07:29
salut buat pak Dr. H. Chatib Rasyid, SH,. MH, ditengah kesibukan beliau sebagai KPTA masih dapat menyisihkan waktunya untuk menyusun buku dan menyelesaikan S3 nya. hal ini sangat patut untuk ditauladani oleh kami sebagai generasi penerusnya. Terima kasih pak.
Reply
 
 
# Jasmani Muzayin, Rembang 2012-09-14 09:01
Saya tunggu dengan penuh harap beredarnya buku tersebut, semoga cepat sampai di daerah kami. Tidak lupa saya ucpkn trims dan selamat kepada Bapak Dr. Khatib Rasyid atas karyanya yang sangat bagus di tengah-tengah bimbangannya sebagian masyarakat dalam mecari jawaban atas permasalahan tersebut.
Reply
 
 
# almihan PA Binjai 2012-09-14 10:22
saya sangat respek terhadap kajian ini apalagi saat ini hamililuar nikah sangat merisaukan terutama terhadap status anak alhamdulillah dalam kajian ini bisa sedikit menentramkan namun perlu lebih dikaji lagi terhadap masalah waris umpamnya
Reply
 
 
# Faizal Kamil,KPA.Bengkalis 2012-09-14 11:21
Apabila nbuku tsb. launching PA. Bengkalis siap untuk membeli, membaca, dan mendiskusikannya...amin, selamat atas karya penulisnya.....Insya Allah Allah swt. meridhoinya.
Reply
 
 
# H. Abdul Muis Tang, PA Skg 2012-09-14 14:16
:lol: Saya sangat berminat memiliki buku tersebut, apa bisa dipesan lewat pos dan harganya berapa :lol:
Reply
 
 
# thamrin Habib, pta.Jambi 2012-09-14 16:27
Selamat dan kita apresiasi kepada bapak Chatib Rasyid atas karia besarnya ini yang telah menggoreskan ilmunya dalam bentuk kariatulis, semoga banyak yang mengambil manfa'at dari buku terebut.
Reply
 
 
# Rahmat R_PA Bajawa 2012-09-15 09:49
Mantap pak Irfan.....Pertnyaany: kira2 knp y mjlis hkim mngablkn permhnn isbat nikahny macica n murdiono,shingg ksus berlnjt k MK?
:-?
Reply
 
 
# yudi hardeos 2012-09-16 16:15
Resensi yg komprehensif, membuat buku ini semakin menggiurkan, mantap Pak Irfan! :-)
Reply
 
 
# @nank pabdg# 2012-09-17 06:10
karya seorang anak bangsa yang yang lahir bertepatan dengan peringatan 130 tahun peradilan agama, semoga menjadi "KARYA MONUMENTAL" dan menjadi ilmu pengetahuan bagi para penerus yang berkiprah di lingkungan badan peradilan, khususnya peradilan agama "Jazakallahu khoiron katsiro"
Reply
 
 
# Rohyan, MS Kualasimpang 2012-09-17 07:50
Kiranya buku bernilai tersebut segera dapat dimiliki agar kejelasan permasalahan akibat putusan MK menjadi terang benderang, kita-kita siap untuk membelinya, thank you pak Khatib Rasyid, semoga bermanfa'at.......
Reply
 
 
# Nam PTA Gorontalo 2012-09-17 08:01
Lewat resensi buku pak Dr. Chatib Rasyid, SH. MH., oleh sdr. M. Irfan Husaini ini, kita akan tergelitik untuk membaca secara lengkap buku tersebut, yang pada gilirannya mudah-mudahan akan memberikan pencerahan bagi kita yang berkecimpung dalam ranah hukum perkawinan Islam.
Reply
 
 
# h.masruri, ptk 2012-09-17 08:09
Segenap warga Peradilan Agama Pontinank menyampaikan ucapan Terima kasih kepada Bapak Dr. H. Chatib Rasyid, SH,. MH dkk. atas bukunya "Akibat Hukum Terhadap Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi, Kajian Yuridis Terhadap Putusan MK No. 46/PUU-VIII/2010.semoga menambah referensi pustaka di Peradilan Agama, amin
Reply
 
 
# Ahmad 2012-09-17 08:34
di tunggu bukunya di gramedia, sepertinya buku yang menarik untuk di baca...
Reply
 
 
# H.Ribat/Ms Langsa 2012-09-17 08:36
kalimat "Penulis tidak menyatakan putusan MK sesuai atau tidak sesuai dengan syari’ah. Tampak jelas Penulis tidak mau masuk pada ranah perdebatan melainkan ingin mengakhiri perdebatan" banyak penulis kurang berani istigomah dengan pendapatnya, padahal dalam muqoddimah diungkap ayat alquran tentang(qs.91-7-8).Dalam artikel Penulis di Badilag, penulis begitu berani dan lincah menentang putusan MK tersebut, tetapi kenapa dalam buku ngak kelihatan? atau menyerahkan kepada pendapat pembaca, sementara pembaca tidak mempunyaikemampuan akedemik untuk mengelaborasinya. atau penulis ingin mengambil sikap aman?
Reply
 
 
# #Iva PTA Yk# 2012-09-17 09:17
Penasaran ingin membaca bukunya....
Reply
 
 
# Khafidatul Amanah PA Bima 2012-09-17 10:26
Mohon bukunya dicetak banyak supaya kami bisa mendapatkannya
Reply
 
 
# Hamzah Kalianda 2012-09-17 13:51
Ass. Publik sudah tdk tahan pengen mengkonsumsi suguhan buku tersebut....sebaiknya segera diedarkan agar masy. dapat pencerahan, Jazakallahu pak Chatib Rasyid atas ilmunya semoga menjadi kebaikan bapak...amin, dan terima kasih kpd Mas Irfan yg tlh meresonansi bk tsb....
Reply
 
 
# Isolih PA.Cms 2012-09-17 14:24
Selamat dan terimakasih bapak Kami KPTA. Bandung Bpk Dr. H. Chatib Rasyid, SH., MH. Dkk.yg telah berinisiatif untuk mengarang sekaligus menerbitkan buku yang berjudul "Akibat Hukum Terhadap Anak Luar Kawin Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi" peluncurannya bertepatan dengan peringatan 130 tahun Peradilan Agama, semoga akan menambah khasanah keilmuan kita dan memotifasi akan lahirnya bapak/ibu yang memiliki bakat tulis menulis karya-karya ilmiah yang selama ini terpendam, semoga saja, amien.
Reply
 
 
# armen ghani 2012-09-18 05:45
Selamt,,semoga bermanfaat,
Reply
 
 
# khairuddin PA Pasir Pengaraian 2012-09-18 09:06
Selamat kepada Bapak Dr.Chatib Rasyid, SH. MH. yang telah meraih gelar akademik tertinggi (DOKTOR ILMU HUKUM). semoga menambah khazanah keilmuan bagi kita semua terutama warga peradilan agama
Reply
 
 
# Mazharuddin 2012-09-18 10:09
Karya yang luar biasa...
patut dimiliki oleh semua Hakim peradilan Agama....
dan smg dpt menjadi rujukan bagi semua pengambil keputusan...
Reply
 
 
# M. Ridwan PTA Banten 2012-09-19 11:35
Salut....buaty Pak DR...kARYA ITU MEMEANG LUAR BIASA PEERLU DI MILIKI SETIAP PEMERHATI HUKUM ISLAM DAN PARA HAKIM, Masih sempat menyisihkan waktunnya menulis bku tersebut di sela sela kesibukannya dan dikantor dan menyelesaikan S 3 nya yang di kukuhkan tgl 5 September 2012 yang lalau
Reply
 
 
# marwoto. PA Sleman 2012-09-20 12:54
saluut trimakasih atas pencerahan yang bapak berikan semoga kedepan lebih produktif lagi, melahirkan buku-buku yang mencerahkan
Reply
 
 
# uu-pakotatasikmalaya 2012-09-20 13:15
SUBHANALLAH adalah ucapan yang spontan muncul dari beberapa undangan yang hadir pada Ujian Senat Terbuka pada saat disebutkan tanggal kelahiran Dr. A. Chatib Rasyid, SH.,MH.. Ternyata beliau telah berusia 65 tahun.
Beliau mampu menyusun buku dan menyelesaikan S3.
Mudah-mudahan Allah selalu melindungi dan memberkahi beliau.
Reply
 
 
# nurhidayanto.pa.bantul 2012-09-20 23:40
Selamat kepada Bapak Dr.Chatib Rasyid, SH. MH. semoga bermanfaat buku - buku yg telah bapak terbitkan (buat cak irfan trims atas resensinya)
Reply
 
 
# M.KAHFI PA. KLATEN 2012-09-25 13:15
SELamat Bapak Doktor H. Chotib Rosyid, SH.MH. semoga menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi dibelakang bapak untuk mengikuti jejaknya....
Reply
 
 
# MASDUQI PA NGAWI 2012-09-25 15:29
Puji Al-Hamdulillaah,kami sekeluarga ikut berbangga dan mengucapkan selamat dan succes kepada Bapak Dr. H. Chatib Rasyid, SH.,MH. beserta keluarga atas teraihnya gelar DOKTOR ILMU HUKUM di UNISBA Bandung dan telah diwidusa pada hari sabtu tanggal 22 September 2012 dan semoga ilmu dan karya ilmiah bapak bermanfaat bagi kita semua dan kami tunggu karya2 ilmiah bapak berikutnya, amiin.
Reply
 
 
# NURDIN PA SUBANG 2012-09-26 07:19
Selamat atas diwisudanya Bapak Dr. H. Chotib Rasyid, SH.MH.semoga menjadi kebanggan keluarga bpk dan kebanggaan warga Peradilan Agama, dengan tambahnya Doktor Peradilan Agama semakin sukses dan semakin disegani oleh Peradilan lainnya. Juga semoga Bpk sukses memimpin PTA Bandung, agar semakin maju dan semakin baik dari sebelumnya. amiien
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 787 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS