|
Penerapan Prinsip Syariah Dalam Produk Perbankan Syariah | Oleh : Rasyid Rizani, S.HI., M.HI | (31/1) |
|
|
|
|
Selasa, 31 Januari 2012 14:59 |
PENERAPAN PRINSIP SYARIAH DALAM PRODUK PERBANKAN SYARIAH
Oleh : Rasyid Rizani, S.HI., M.HI
(Hakim pada Pengadilan Agama Bajawa Kelas II)
A. PENDAHULUAN
Undang-undang Perbankan Indonesia, yakni Undang-undang No 7 Tahun 1992 tentang Perbankan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 10 Tahun 1998 membedakan bank berdasarkan kegiatan usahanya menjadi dua, yaitu bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional dan bank yang melaksanakan kegiatan usaha berdasarkan prinsip syariah. Mengenai ketentuan khusus tentang Perbankan Syariah diatur dalam UU No 21 tahun 2008.
Selengkapnya, KLIK DI SINI
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 690 | 10 | | Kam. 17 | 4 | 0 | | Rab. 16 | 6 | 0 | | Sel. 15 | 7 | 0 | | Sen. 14 | 1 | 0 | | Ming. 13 | 3 | 0 | | Sab. 12 | 1 | 0 |
|
Comments
Seharusnya anda memiliki kasus akad produk bank syariah, kemiudian dianalisa apakah produktersebut sesuai dengan prinsip syari'at Islam atau tidak.
BAru anda memberikan solusi seharusnya bagaimana perbankan Islam berprilaku dan berkontrak.
krn berbagai hal, di antaranya, dlm tataran teori model syariah dpt dikatakan matang, tetapi ketika dlm tataran praktik,,,ada berbagai kendala. manajemen resiko jg prl mndpt perhatian agar Bank syariah lbh berkembang ke depannya