Tasyakuran Penggunaan Gedung Baru PA Wonosari

Wonosari | PA Wonosari
Satu minggu sudah gedung kantor baru Pengadilan Agama Wonosari di Jln. KRT. Judoningrat, Siraman, Wonosari difungsikan. Banyak hal yang harus dibenahi dalam seminggu terakhir ini namun semuanya dapat diatasi dengan baik berkat kerjasama seluruh komponen di Pengadilan Agama Wonosari sehingga pelayan publik dapat dilaksanakan dengan baik.
Proses pembangunan gedung kantor Pengadilan Agama Wonosari yang memakan waktu satu tahun anggaran tersebut telah berjalan dengan baik dan lancar. Hal tersebut patut disyukuri. Sebagai salah satu perwujudan rasa syukur tersebut, Pengadilan Agama Wonosari pada hari Selasa (10/04/2012) mengadakan acara dengan tajuk “ Tasyakuran Penggunaan Gedung Baru Pengadilan Agama Wonosari”.
Hadir dalam acara tersebut, Bupati Kabupaten Gunungkidul, Ketua PTA Yogyakarta,Panitera/Sekretaris PTA Yogyakarta, 3 Hakim Tinggi, Ketua dan Panitera/Sekretaris PA diwilayah Yogyakarta. Tak ketinggalan hadir pula Muspida Plus Kabupaten Gunungkidul, Ketua PA Wonosari periode tahun 1996 s.d 1999, beberapa Panitera/Sekretaris periode terdahulu, anggota DYK PA Wonosari dan beberapa perwakilan ormas di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Ketua Pengadilan Agama Wonosari, Drs. H. Abdul Ghofur, SH.,MH dalam sambutannya mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh tamu undangan. Selanjutnya beliau menyampaikan permohonan maaf atas beberapa kekurangan dalam gedung baru Pengadilan Agama Wonosari karena masih dalam tahap penyesuaian dan perbaikan hal-hal yang diperlukan.
“Bahwa maksud dari acara tasyakuran ini adalah merupakan wujud syukur kita kepada Allah SWT karena kami telah dapat menggunakan gedung baru ini mulai tanggal 02 April 2012” sambung beliau.
Masih dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwasannya secara resmi gedung kantor Pengadilan Agama Wonosari telah diresmikan secara nasional pada tanggal 11 Januari 2012. Peresmian dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat oleh Harifin A. Tumpa bersamaan dengan peresmian 9 gedung pengadilan negeri dan 26 gedung pengadilan agama.

Selanjutnya beliau mengatakan bahwa pembangunan Pengadilan Agama Wonosari mengikuti filosofi bahwa aparat pengadilan dan para pihak tidak boleh bersentuhan secara langsung. Ini terbukti dengan dibuatnya 3 pintu masuk di kantor Pengadilan Agama Wonosari yaitu pintu masuk depan untuk para tamu, pintu masuk samping untuk masyarakat yang akan mendaftar dan mengambil akta cerai dan pintu belakang untuk para pihak yang akan melakukan proses persidangan.
“Mudah-mudah seluruh warga Pengadilan Agama Wonosari senantiasa diberi kekuatan,kesehatan dan keselamatan sehingga dapat melakukan pelayanan publik yang maksimal dalam rangga mencapai tujuan yang ditetapkan“ tutup beliau dalam sambutannya.
Bupati Kabupaten Gunungkidul, Hj. Badingah, S.Sos dalam sambutannya mengatakan atas nama Pemerintah Kabupaten Gunungkidul dan masyarakat Kabupaten Gunungkidul mengucapkan selamat atas digunakannya gedung baru Pengadilan Agama Wonosari. Beliau berharap dengan adanya gedung baru dan fasilitas pendukungnya Pengadilan Agama Wonosari dapat lebih baik dan semakin baik lagi dalam melayani masyarakat Kabupeten Gunungkidul sehingga pelayan prima dapat tercapai.
“Tingginya angka perceraian di Kabupaten Gunungkidul kiranya dapat disingkapi secara bijaksana melalui berbagai program atau kegiatan yang tentunya dilaksanakan kinerja yang baik dan pelayan prima kepada masyarakat” lanjut beliau.
Senada dengan Hj. Badingah, S.Sos, KPTA Yogyakarta, Drs. H. Ahmad Syarhuddin, SH.,MH dalam sambutannya juga mengucapkan selamat kepada seluruh komponen Pengadilan Agama Wonosari yang telah menggunakan dan mengfungsikan gedung baru Pengadilan Agama Wonosari.
Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa peradilan harus memiliki independensi diri atau peradilan yang mandiri. Independensi peradilan ditandai dengan 4 pilar, yaitu acuan hukum yang jelas,rekrutmen SDM yang memadahi dan profesional, sarana dan prasarana yang memadahi, dan hubungan masyarakat yang terjalin dengan baik.

“Kesuksesan instansi tercapai jika didalamnya terdapat SDM yang memilki knowledge,profesionalitas, keterampilan dalam bidangnya dan ilmu kita “ tutup beliau.
Acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng oleh Drs. H. Ahmad Syarhuddin, SH.,MH, potongan pertama diberikan kepada Bupati Kabupaten Gunungkidul,Hj. Badingah, S.Sos. Sedangkan potongan kedua diberikan kepada Ketua Pengadilan Agama Wonosari, Drs. H. Abdul Ghofur, SH., MH. Kemudian acara ditutup dengan doa dipimpin oleh Drs. H. Fathurrahman Glozalie, Lc., MH.
admin
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 589 | 7 | | Sel. 18 | 2 | 0 | | Ming. 16 | 1 | 0 | | Rab. 12 | 2 | 0 | | Sel. 11 | 2 | 0 | | Sen. 10 | 2 | 0 | | Ming. 09 | 2 | 0 |
|
Comments