PA Painan Ikut Serta Bimtek Kompetensi Hakim dan Kepaniteraan di PTA Padang

Bukittinggi | www.painan.net
Dalam rangka meningkatkan profesionalisme hakim dan pejabat kepaniteraan di wilayahnya, PTA Padang kembali menyelenggarakan Bimbingan Teknis Kompetensi yang berlangsung di Hotel Grand Rocky, Bukittinggi, Sumatera Barat.
Dalam laporannya, Yang Mulia Drs. Asril Lusa, SH., MH., Ketua Panitia menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh 85 orang peserta, yang terdiri dari 51 orang hakim dan 34 orang pejabat kepaniteraan dari seluruh satker Pengadilan Agama yang berada di wilayah yurisdiksi PTA Padang. Kegiatan bintek akan berlangsung selama 3 hari dari tanggal 7 Mei 2012 dan akan ditutup pada tanggal 9 Mei 2012.
Sebagai salah satu satker Pengadilan Agama di wilayah tersebut, hakim dan pejabat kepaniteraan Pengadilan Agama Painan juga dipanggil untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Mereka yang dipanggil tersebut adalah Drs. Marjohan, Drs. Mawarlis, MH., dan M. Nur, S. Ag dari kalangan hakim serta Zulamri, SH., dan Jacki Efrizon dari kalangan kepaniteraan.
Tuntutan profesionalisme semakin tinggi
Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan tersebut, Ketua PTA Padang, Yang Mulia Drs. M. Thahir, SH., MH., menyatakan bahwa tuntutan profesionalisme bagi hakim dan pejabat kepaniteraan di wilayah PTA Padang terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah perkara di wilayah tersebut. M. Thahir mengilustrasikan bahwa pada tahun 2010 jumlah perkara di wilayah PTA Padang mencapai 8.303 perkara dan setahun kemudian pada tahun 2011 jumlah tersebut bertambah menjadi 10.015 perkara.
“Dengan trend peningkatan jumlah perkara sebesar 16 sampai dengan 18 persen pertahun, maka pada tahun 2015 jumlah perkara diprediksi akan mencapai 18.000 an perkara.” Ujar Mantan KPTA Palembang tersebut.
Peningkatan jumlah perkara tersebut menuntut para hakim dan pejabat kepaniteraan untuk semakin profesional, cerdas, cermat dan cepat dalam menangani perkara.
Selain peningkatan profesionalisme, Ketua PTA Padang juga mengingatkan pentingnya penerapan teknologi informasi dalam penanganan perkara.
“Kita mendorong para hakim dan pejabat kepaniteraan agar dapat memacu diri dalam memanfaatkan teknologi informasi dalam menyelesaikan tugas.” Ujarnya.
“Pentingnya teknologi informasi ini antara lain tergambar dalam kemestian untuk mempersiapkan putusan yang sudah selesai dan ditandatangani sesudah pembacaan putusan.” Ujar M. Thahir mencontohkan.
“Teknologi informasi akan membantu profesionalisme itu berwujud secara nyata dengan kecepatan yang ditawarkan.” Tegasnya.
Menu Bintek yang berbeda
Di bagian lain laporannya, Asril Lusa menjelaskan bahwa pola bintek kali ini berbeda dengan dengan bintek yang pernah diselenggarakan oleh PTA Padang pada waktu yang lalu.
Tiga orang hakim peserta dari PA Painan

(Dari kiri ke kanan: M. Nur, S. Ag., Drs. Marjohan, dan Drs. Mawarlis, MHI
“Kita bersyukur karena nara sumber yang sangat kita harapkan, yakni Yang Mulia Prof. DR. Abdul Manan, SH., S.IP., M. Hum dan Drs. Zainuddin Fajari, SH., MH., dari Mahkamah Agung dan PTA. Jakarta berkenan hadir dan memberikan pembekalan kepada kita semua.” Ujarnya disambut gembira pada hadirin.
Seolah mengamini apa yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Ketua PTA. Jakarta turut menyatakan kebahagiaannya.
“Bagaimanapun Yang Mulia Prof. Abdul Manan adalah rujukan tertinggi dalam penerapan hukum acara dan hukum materiil Pengadilan Agama di Indonesia saat ini. Beliau lah yang menata ulang pengembangan bindalmin dan buku II yang berlaku di Indonesia. “Imbuhnya menjelaskan.
“Pak Zainuddin Fajari adalah sosok yang berperan besar dalam kegiatan-kegiatan bintek Peradilan Agama di Indonesia. Selama ini beliau pulalah yang menjadi tutor untuk berbagai bintek di Indonesia.”jelasnya lebih lanjut.
Selain mendapatkan pembekalan dari kedua tokoh tersebut, peserta juga akan disuguhkan dengan kegiatan bedah berkas serta beberapa evaluasi yang terkait dengan kompetensi hakim dan pejabat kepaniteraan.
Menanggapi penjelasan-penjelasan seputar nara sumber tersebut, Drs. Marjohan selaku utusan dari PA Painan juga menyatakan kebahagiaannya. “Semoga dengan pembekalan dari mereka yang berkompeten akan menghilangkan perbedaan-perbedaan yang selama ini ada. Kita patut bersyukur.”Ujarnya penuh semangat.
“Semoga hasil bintek ini dapat diterapkan di satker kita setelah usai bintek nanti.” Ujar Jacki Efrizon, Panitera Muda Permohonan PA Painan gembira.
Berbasis Paperless
Catatan lain yang menarik dari kegiatan bintek yang diselenggarakan oleh PTA Padang kali ini adalah pelaksanaan yang berbasis paperless. Materi-materi bintek sudah diupload jauh-jauh hari melalui situs www.pta-padang.go.id.
Menurut M. Thahir, sistem paperless yang berbasis IT ini memiliki manfaat yang cukup besar. “Peserta sudah mempelajari berkas-berkas dari awal sehingga di tempat bintek mereka tidak lagi membaca, tetapi sudah langsung menyamakan persepsi, sehingga pelaksanaan bintek bisa lebih efektif dan efisien.” Ujarnya menjelaskan.
“Selain itu, bagi rekan-rekan lainnya yang tidak dipanggil untuk mengikuti kegiatan ini dapat mengetahui apa yang terjadi di tempat bintek, sehingga penyebarannya kepada seluruh aparatur Pengadilan Agama akan lebih cepat.” Jelas M. Thahir penuh antusias.
“Diluar itu semua, saya berbangga karena berdasarkan data yang kita peroleh, semua peserta ternyata sudah mengunduh materi-materi bintek melalui website kita. Ini artinya para peserta sudah cukup mampu dalam memanfaatkan teknologi informasi.” Ujarnya gembira.
[Mohammad Noor]
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 574 | 7 | | Jum. 24 | 3 | 0 | | Kam. 23 | 2 | 0 | | Rab. 22 | 1 | 0 | | Sel. 21 | 1 | 0 | | Ming. 19 | 3 | 0 | | Sab. 18 | 1 | 0 |
|
Comments
Mudah-mudahan sesampainya di tempat masing-masing nantinya dapat segera disosialisasikan buat teman-teman lainnya. Amin !!!!!
Terima kasih buat Pak Mohammad Noor atas tulisan beritanya ini.