Ketika Doktor Memberi Tausiyah di PTA Bandarlampung

Bandarlampung | pta-bandarlampung.go.id
Agama, Akal, Malu dan Amal Sholeh adalah potensi yang ada dalam diri manusia sehingga menjadi baik, sebaliknya Hasud, Marah, Rakus dan Riya adalah potensi yang ada dalam diri manusia sehingga menjadi jahat.
Demikian disampaikan Dr. Bunyamin Alamsyah, mengutip hadits Rasulullah SAW, dalam acara tausiyah rutin Rabu (23/05/2012) yang diselenggarakan setiap hari Rabu ba’da sholat ashar di Masjid PTA Bandarlampung .
Salah satu hakim tinggi PTA Bandarlampung itu menerangkan, ada beberapa potensi dalam tubuh manusia. Yang pertama, agama akan selalu dibayang-bayangi oleh Hasud, bagaimana orang yang sudah beriman selalu digoda untuk iri hati terhadap keberhasilan oranglain.
Masing-masing potensi ini akan berlomba menguasai manusia, jika agama/keimanan berhasil mengalahkan perasaan hasud maka menjadi baiklah manusia, sebaliknya jika perasaan hasud yang mendominasi jelas manusia akan menjadi jahat.
Kemudian potensi kedua adalah akal yang menjadi sumber inspirasi berbuat kebaikan, akal dapat membedakan yang baik dan yang buruk, namun jika akal dikalahkan oleh marah maka kejahatan menjadi kebiasaan manusia.
Potensi Ketiga adalah : Malu yang selalu dibayang-bayangi dengan Rakus, ketika rasa ingin memiliki yang besar dalam diri manusia sudah melampaui batas sudah dipastikan segala cara ditempuh dan tidak pernah merasa puas alias rakus.
Kerakusan adalah kejahatan manusia yang dampaknya merugikan banyak orang, sehingga untuk mengalahkan kejahatan ini perlu ditanamkan budaya malu dalam diri manusia sehingga manusia menjadi baik.

Potensi terakhir adalah Amal Sholeh, perbuatan yang baik dengan memperbanyak berbagi dalam segala bentuk seperti infaq, sodaqoh, dan lain-lain. Namun perbuatan ini akan luntur jika riya mengikutinya, beramal hanya ingin dipuji dan menginginkan imbalan dari amal solehnya itu. Jika Riya lebih dominan maka manusia sesungguhnya jahat karena tidak ikhlas.
Mengakhiri tausiyahnya ini Bunyamin Alamsyah mengingatkan agar potensi kebaikan dalam diri manusia terus dipelihara sehingga manusia dapat bermanfaat bagi lingkungannya dan pada saatnya nanti menjadi manusia yang dinanti-nanti oleh Surgan di hari kemudian. (ahid)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 478 | 7 | | Sel. 21 | 1 | 0 | | Sel. 14 | 1 | 0 | | Sen. 13 | 2 | 0 | | Rab. 08 | 1 | 0 | | Ming. 05 | 1 | 0 | | Sab. 27 | 1 | 0 |
|
Comments