Ketua MS Aceh Sampaikan Proses Diklat di Riyadh

Banda Aceh | ms-aceh.go.id
Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh Dr. H. Idris Mahmudy, SH. MH baru saja pulang dari Riyadh dalam rangka mengikuti diklat ekonomi syariah bersama dengan peserta lainnya yang berjumlah 40 (empat puluh) orang hakim dari seluruh peradilan agama se Indonesia. Kegiatan diklat tersebut berlangsung selama lebih dari 1 (satu) bulan sejak pertengahan bulan lalu sampai dengan pertengahan bulan Juni ini.
Di tengah-tengah kesibukan beliau, H. Idris Mahmudy menyusun berbagai dokumen dan catatan-catatan seputar diklat setelah tiba di tanah air. Catatan tersebut diawali tentang keberangkatan, proses diklat, berbagai kunjungan selama diklat, melaksanakan umroh dan catatan mengenai proses kepulangan ke tanah air. Rupanya Ketua Mahkamah Syar’iyah Aceh yang murah senyum ini sadar betul catatan tersebut sangat berguna bagi diri sendiri dan juga orang lain, yaitu para Hakim Tinggi dan siapa saja yang membutuhkannya.
Pada hari Rabu tanggal 27 Juni 2012, hari yang ditunggu akhirnya datang jua. Dikatakan hari yang ditunggu, oleh karena Hakim Tinggi telah berulangkali menanyakan kepada redaktur IT, kapan waktunya Ketua menyampaikan hasil-hasil diklat ekonomi syariah di negera gurun pasir, Riyadh Arab Saudi. Atas pertanyaan dari rekan sejawat tersebut, redaktur IT hanya bisa menjawab, sabarlah, nanti akan ada waktunya, beliau masih sibuk.
Setelah selesai belajar bahasa Arab bersama Wakil Ketua Drs. H. M. Jamil Ibrahim, SH. MH, lalu muncullah Ketua dari ruangan beliau yang bersebelahan dengan ruang rapat yang dijadikan tempat belajar bahasa Arab dan bahasa Inggris setiap harinya. “Assalamu alaikum” begitu Ketua menyapa para Hakim Tinggi yang telah menunggunya di ruangan tersebut seraya beliau duduk di kursi yang telah disediakan.
Beliau memulai pembicaraan dengan bahasa Arab yang diselingi dengan bahasa Indonesia maklum beliau baru saja pulang dari diklat dengan bahasa pengantar bahasa Arab tanpa penterjemah, disamping beliau sendiri dapat berbahasa Arab dengan baik.
Dalam penjelasannya, H. Idris Mahmudy menguraikan bahwa sesampainya di Riyadh, langsung mengikuti diklat di Universitas Islam al-Imam Muhammad Ibn Saud, Riyadh – Arab Saudi.
Universitas tersebut adalah universitas ternama di Riyadh dan mahasiswanya datang dari berbagai belahan negara di dunia, baik dari timur tengah maupun dari negara lainnya dan termasuk dari Indonesia. Pendidikan berlangsung hari Sabtu sampai dengan hari Rabu, sedangkan hari Kamis dan Jum’at adalah hari libur. Tenaga dosen adalah yang telah memiliki pendidikan S.3 dan banyak yang profesor, sedangkan bahasa pengantar adalah bahasa Arab tanpa penterjemah.
Kegiatan diklat berlangsung dari pagi sampai sore dan terkadang sampai malam hari dengan diselingi isoma (istirahat, sholat dan makan, red). Berbagai hal seputar proses peradilan di Arab Saudi disampaikan dalam diklat tersebut dan setentang ekonomi syariah. Ketua menjelaskan, bahwa semua bahan maupun foto-foto diklat telah dikemas dalam CD. “Semua bahan diklat, proses diklat, foto-foto kegiatan dan laporan diklat telah direkam dalam bentuk CD dan akan diperbanyak untuk diberikan kepada semua Hakim Tinggi,” kata Ketua sambil memerintahkan redaktur IT untuk menggadakan dokumen diklat tersebut.
Menanggapi pertanyaan dari Hakim Tinggi, Ketua memberikan penjelasan bahwa untuk dapat ikut menjadi peserta diklat ekonomi syariah di Riyadh harus menguasai bahasa Arab dengan baik terutama bahasa yaumiyah (bahasa sehari-hari red) dan Ketua berharap agar pelajaran bahasa Arab yang telah berlangsung selama ini supaya ditekuni dengan serius agar dapat lulus tes yang dilakukan oleh pihak Universitas itu sendiri. Tanpa terasa jam di dinding telah menunjukkan angka 10 dan Ketuapun mengakhiri penyampaiannya oleh karena akan berangkat ke Jantho untuk meninjau proses pembangunan gedung Mahkamah Syar’iyah Jantho.

Salah seorang Hakim Tinggi Drs. Nuzirwan, M. HI yang pintar membaca kitab kuning ini, berharap dapat menjadi peserta diklat ekonomi syariah di Riyadh pada masa yang akan datang. “Saya akan berusaha dengan sungguh-sungguh untuk dapat berbahasa Arab, saya ingin sekali menjadi peserta diklat ekonomi syari’ah ini, doakan ya semoga azam saya ini berhasil,” katanya ke redaktur IT sambil meminta agar bahan diklat segera digandakan karena tidak sabar lagi ingin segera membacanya.
(H. Abd. Hamid Pulungan)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 354 | 4 | | Rab. 19 | 1 | 0 | | Sel. 18 | 1 | 0 | | Sen. 17 | 1 | 0 | | Sab. 15 | 3 | 0 | | Rab. 12 | 2 | 0 | | Ming. 09 | 1 | 0 |
|
Comments