Bersama Yasmidi, Sedikit Kesan tapi Mendalam
Samarinda |www.pta-samarinda.net (18/07/2012)
Mutasi dan promosi dalam sebuah instansi pemerintahan merupakan hal yang lumrah terjadi. Setelah acara pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Ketua Pengadilan Tingkat Banding di Gedung MA, Jumat (13/7/2012), dua dari delapan diantaranya adalah Ketua PTA Samarinda.
Hal ini disampaikan H. Helmy Bakri, S.H, M.H. (Wakil Ketua PTA Samarinda) dalam sambutannya pada acara pisah sambut Ketua PTA Samarinda di Aula pertemuan gedung kantor PTA Samarinda, hari ini Rabu (18/07/2012).
Acara pisah sambut ini dihadiri oleh Ketua PT Samarinda, Wakil Ketua PN Samarinda, Ketua PTUN Samarinda, Kakan Kementerian Agama Wilayah Kalimantan Timur, MUI Kalimantan Timur, Kepala Dispenda Provinsi Kalimantan Timur, Kepala Distamben Provinsi Kalimantan Timur, Para Hakim Tinggi, para Ketua, Wakil Ketua dan Pansek PA se-Kalimantan Timur, Ibu-ibu Dharmmayukti Karini, dan seluruh karyawan/ti PTA Samarinda.
Lebih lanjut dalam sambutannya, Helmy mengungkapkan bahwa dengan hadirnya Drs. Yasmidi, S.H. sebagai Ketua PTA Samarinda, telah membawa banyak perubahan, pencerahan dan warna baru di lingkungan PTA Samarinda.
Helmy mengakuinya meskipun hanya sekitar 6 bulan saja mendampingi Yasmidi memimpin PTA Samarinda, banyak hal yang dapat dipetik dari pola dan keteladanan beliau selama memimpin PTA Samarinda.
Open management (manajemen terbuka) yang diterapkan Yasmidi di PTA Samarinda, telah membuat seluruh pegawai tanpa memandang jabatannya bisa langsung berhadapan dengan Beliau. Tidak ada hal-hal yang ditutupi selama kepemimpinannya, kalau memang hal tersebut merupakan konsumsi publik dalam rangka transparansi peradilan termasuk transparansi anggaran.
Helmy juga mengakui bahwa Yasmidi merupakan sosok pemimpin yang low profile dan tegas. Ke pasar atau shalat Jum’at atau urusan pribadi lainnya, Yasmidi tidak pernah menggunakan kendaraan dinas tapi lebih senang naik sepeda motornya.
Ketegasan Yasmidi tidak hanya kepada bawahan, bahkan kepada atasan sekalipun jika diyakini kebenarannya, suka atau tidak suka maka Yasmidi akan menyampaikannya. Ketegasannya tidak hanya penghias bibir, tapi selalu disertai dengan konsistensi beliau dan ditunjukan dalam perbuatannya.
Sebagai pemimpin, Yasmidi selalu memisahkan antara urusan dinas dengan pribadi. Keteladanan dalam memimpin yang dipraktekan Yasmidi di PTA Samarinda seperti yang dicontohkan oleh khalifah Umar Ibnu Khatab, sanjung Helmy kepada Yasmidi.
Kesan Helmy terhadap Yasmidi ini juga diperkuat oleh pengakuan Drs. H. Suudi Azhary, L.c, S.H. (Hakim Tinggi) yang mewakili penyampaian pesan kesan dari seluruh karyawan/ti PTA Samarinda dalam acara pisah sambut tersebut. “ Tidak banyak kesan selama berkumpul dengan Yasmidi, tapi kesan yang sedikit tersebut sangat mendalam”, ujar Suudi. Sejak kedatangan beliau, mampu membuka cakrawala ilmu dan wawasan kami.
Beliau mengajarkan bagaimana seharusnya menjadi seorang PNS, Hakim dan pelayan masyarakat serta harus mampu memisahkan antara urusan pribadi dan dinas. Beliau juga sering membantu memberikan arahan kepada kami Hakim Tinggi terutama dalam penyelesaian perkara, serta tidak sungkan juga meminta dan mau mendengar pendapat, saran dan kritik dari bawahan.
Semoga sepeninggalnya Pak Yasmidi, yang kepemimpinannya seperti Umar Ibnu Khatab ini, penggantinya yakni Pak Syamsul Falah bisa seperti khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq yang terkenal dengan kesantunannya, atau Utsman bin Affan karena kedermawanannya, atau bahkan seperti Ali bin Abi Thalib yang terkenal karena kecerdasannya, harap Suudi.
Namun ada satu hal yang menurut saya sangat memalukan, lanjut Suudi. Yasmidi telah memaksa kami dan seluruh Hakim Tinggi untuk berhari-hari belajar komputer. Namun berangkat dari keterpaksaan ini, ternyata hasilnya sudah dapat kami rasakan. “Alhamdulillah setidaknya saat ini sudah tidak sulit lagi untuk kami mencari tiket promo melalui internet”, kelakar Suudi. Tapi hasil utama belajar komputer tersebuit tentunya, Panitera Pengganti tidak repot lagi membuat konsep putusan karena kami sudah bisa membuatnya di komputer.
Semua sanjungan yang disampaikan oleh Wakil Ketua PTA Samarinda dan Hakim Tinggi yang mewakili seluruh karyawan/ti PTA Samarinda tersebut, Yasmidi menanggapinya dengan nada tetap merendah. “Itu kan khalifah Umar ibnu Khatab, Yasmidi is Yasmidi. Yasmidi ya tetep aja Yasmidi” ungkap Yasmidi.
Menurut Yasmidi, dimanapun manusia hidup perlu adanya prinsip hidup. Apa yang saya lakukan, selama nurani saya telah meyakini kebenarannya, maka akan saya lakukan. Ajaran Islam itu aplikatif sifatnya dan saya sering mendengar dari setiap do’a yang dipanjatkan, pada intinya semuanya ingin selamat dunia dan akhirat.
Sehingga apa yang saya lakukan merupakan cerminan atau pantulan dari kemauan Bapak/Ibu semuanya. Saya hanya berusaha agar semuanya selamat, adapun jika ada yang masih menganggap apa yang saya lakukan itu masih keliru, mohon dimaafkan.
Saya hanya mencoba mengimplementasikan sebuah hadits riwayat Ahmad yang artinya: “Tidak termasuk golongan umatku, orang yang tidak menghormati mereka yang lebih tua (atasan) dan tidak mengasihi mereka yang lebih muda (bawahan) darinya, serta tidak mengetahui hak-hak orang berilmu."
Yasmidi juga berpesan kepada seluruh karyawan/ti PTA Samarinda dan jajarannya, agar apapun yang menjadi kebijakan Ketua PTA Samarinda baru nantinya, diharapkan semuanya sami’na wa ’atha’na. “Jangan pernah mengatakan kami masih mengikuti kebijakan warisan pendahulu kami, karena kalau masih seperti itu maka kita masih termasuk golongan jahiliyah”, tegasnya.
Pada kesempatan itu, Yasmidi juga menyampaikan pesan Ketua MA ketika pelantikan dan pengambilan sumpahnya bahwa Ketua Pengadilan tingkat banding harus memperhatikan independensi hakim dalam aplikasinya, tidak ragu dalam mengambil tindakan ketika ada aparat pengadilan yang menyimpang, peningkatan pelayanan public kepada masyarakat, dan peningkatan transparansi peradilan.
Sehingga dari pesan Ketua MA tersebut, Yasmidi tidak akan pernah takut dan ragu dimanapun melaksanakan tugas meskipun menurut kabar yang sudah terdengar bahwa Palembang lebih rumit dan lebih kompleks permasalahannya jika dibandingkan dengan Samarinda.
Kepada Ketua PT Samarinda, Pengadilan Militer Balikpapan dan PTUN Samarinda, selaku koorwil Yasmidi menyampaikan banyak terima kasih atas kerjasamanya yang selama ini sudah terjalin. “Acara sederhana pisah sambut ini, semoga tidak mengurangi substansinya yakni kekhidmatan dalam kerangka memupuk rasa ukhuwah di antara kita. Silaturahim semoga tetap terjalin, meskipun hanya melalui HP, harap Yasmidi di penghujung sambutannya.
Setiap orang memiliki karakteristik yang berbeda. Namun kaitannya dalam hal memimpin PTA Samarinda, siapapun pemimpinnya pada hakikatnya memiliki tujuan yang sama hanya saja cara dan metodenya tentunya berbeda.
Dalam hal pencapaian tujuan tersebut, tentunya kita harus lebih baik dari saat ini. Karena orang yang beruntung adalah orang yang mampu membuat hari ini lebih baik dari kemarin, dan hari esok lebih baik dari hari ini, pesan pertama Ketua PTA Samarinda baru (Drs. H. Syamsul Falah, S.H, M.Hum.) dalam sambutannya. Kepada seluruh karyawan/ti PTA Samarinda dan jajarannya, sebagai orang baru di Samarinda lebih lanjut Syamsul juga memohon agar apa yang telah diberikan kepada Yasmidi sebagai Ketua PTA Samarinda dapat diberikan juga kepadanya.
Kepada tamu undangan, sebagai warga baru di Samarinda Syamsul juga memohon segala bimbingan dan arahan selama menjalankan tugasnya di Samarinda. “Suatu saat nanti, semoga saya dapat berkunjung ke kantor Bapak/Ibu sekedar bersilaturahim dan sharing seputar pelaksanaan tugas”, harap Syamsul kepada tamu undangan.
Kemudian acara dilanjutkan dengan acara penyerahan cendera mata, photo bersama dan makan siang bersama. Selepas makan siang, mulai pukul 14.00 WITA dilanjutkan dengan acara perkenalan dan pembinaan oleh Ketua PTA Samarinda yang diikuti oleh para Hakim Tinggi, Para Ketua, Wakil Ketua, dan Pansek PA se-Kalimantan Timur dan dilanjutkan dengan pembinaan khusus bagi karyawan/ti PTA Samarinda. Pada saat bersamaan, di tempat terpisah yakni di aula belakang kantor PTA Samarinda, berlangsung juga acara perpisahan Ibu Chasbiyah Yasmidi dengan Ibu-Ibu Dharmmayukti Karini Cabang Samarinda.
Selamat datang Bapak Syamsul Falah, dan selamat jalan Bapak Yasmidi, teriring do’a semoga kita semua diberkahi dan selalu dalam lindungan-Nya. Amin. (Aa/Gu5Ri/’Nie)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 378 | 3 | | Kam. 23 | 3 | 0 | | Rab. 22 | 2 | 0 | | Sel. 21 | 1 | 0 | | Sen. 20 | 2 | 0 | | Ming. 19 | 1 | 0 | | Rab. 15 | 1 | 0 |
|
Comments