Suasana Ramadhan yang Berbeda di PTA Bandarlampung

Bandarlampung | pta-bandarlampung.go.id
Senin (23/7/2012) merupakan hari pertama aktifitas di PTA Bandarlampung dalam suasana puasa ramadhan, pantauan dari reporter pta-bandarlampung.go.id disemua ruangan tampak seperti biasa tak ada yang berbeda, hanya beberapa pegawai pagi hari sudah membuka-buka kitab suci al-qur’an (baca : tadarrus) sementara yang lain melakukan aktifitas rutin seperti biasa.
Namun tampak suasana berbeda dibanding sebelum puasa, aktifitas masjid PTA Bandarlampung tampak terlihat ba’da sholat dzuhur jamaah tidak langsung meninggalkan masjid, jamaah langsung membentuk lingkaran sesuai kelompoknya sebagaimana yang sudah dijadwalkan yaitu melakukan aktifitas tadarrus.
Menurut H. Oding Sopandi selaku ta’mir masjid bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk amaliah ramadhan. Seluruh pegawai tanpa kecuali dijadwal untuk tadarrus qur’an dan targetnya khatam. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari dari ba’da dzuhur sampai jam 13.00 Wib, dan pada hari Rabu-nya akan diisi dengan pengajian tafsir yang akan diisi oleh Dr. B. Madjdudin, Dr. A. Fathoni, Dr. Bunyamin Alamsyah dan Drs. Uwanuddin, MH tambah H. Oding Sopandi.
Kegiatan ini disambut baik oleh KPTA Bandarlampung Sudirmam Malaya, bahkan KPTA, Waka PTA, Panitera/Sekretaris dan seluruh pejabat masuk dalam salah satu kelompok tadarrus.
“Dalam bulan ramadhan ini kita perbanyak amaliah salah satunya membaca Al-Qur’an mudah-mudahan ini bermanfaat bagi kita semua,” tegas Sudirman Malaya.
Sementara karyawati menyambut baik jadwal jam kerja pada bulan ramadhan yaitu pulang jam 15.00 dan jam 15.30 pada hari Jumat.
“Kami dapat leluasa masak untuk menyiapkan hidangan buka puasa,” ujar salah seorang karyawati yang enggan disebut namanya.

Walaupun demikian, Rahmat Satya Wibawa mengharapkan walaupun pulang kerja jam 15.00 tetapi karyawan dan karyawati untuk melaksanakan sholat ashar berjamaah terlebih dahulu sebelum pulang.
Panitera/Sekretaris PTA Bandarlampung Muhammad Yamin sebelumnya juga sudah mengeluarkan pernyataan bahwa jangan coba-coba ada karyawan yang tidak puasa kecuali ada udzur yang sah menurut hukum, jika didapati ada yang tidak puasa akan diberikan sanksi.
“Ini adalah bagian dari kewajiban kita untuk saling mengingatkan menuju kebaikan,” tegas Muhammad Yamin. (ahid).
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 435 | 1 | | Sel. 18 | 1 | 0 | | Sen. 17 | 1 | 0 | | Sab. 15 | 1 | 0 | | Jum. 14 | 1 | 0 | | Sen. 10 | 2 | 0 | | Ming. 09 | 1 | 0 |
|
Comments