|
Hati-hati korban penipuan |
|
Written by Asep Nursobah
|
|
Friday, 08 August 2008 |
Cakim Angkatan III, menjadi sasaran penipuan Jakarta | portal cakim (7/8) Dalam seminggu terakhir, tidak kurang dari 20 pegawai Pengadilan Agama menelpon Badilag untuk mengkonfirmasi adanya seseorang yang mengaku pegawai di Ditjen Badilag yang meminta sejumlah uang terkait dengan penempatan. Para korban tersebut semuanya adalah Calon Hakim Pengadilan Agama angkatan III 2008. Modusnya, sang penipu yang dalam aksinya menggunakan telpon genggam bernomor 0816731493 mengaku sebagai Yahya. Yahya ini, akunya seorang staf di Badilag. Bahkan dalam aksinya tersebut, Penipu menyebut nama salah seorang pejabat di Badilag. Ia kemudian menyatakan bahwa di Badilag sedang ada proses penempatan. “Kalau tidak mau ditempatkan jauh dari tempat kerja sekarang, segera kirim uang sebanyak Rp. 5 juta”, ungkap sang penipu seperti ditirukan oleh salah seorang Alumni Cakim angkatan III yang pernah ditelpon Pelaku. |
|
Read more...
|
|
|
Dirjen Badilag Menutup Pendidikan Cakim Akt III 2008 |
|
Written by Asep Nursobah
|
|
Thursday, 27 March 2008 |
Cakim Harus Menjadi Agen Pemberdayaan TI Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, saat menutup Pendidikan Calon Hakim Angkatan III di Ciawi. Dalam berbagai kesempatan, Ia selalu mengingatkan bahwa untuk peningkatan pelayanan publik, pemanfaatan teknologi informasi adalah suatu keniscayaan Ciawi | badilag.net (22/3)
Alumni pendidikan calon hakim angkatan III, sekembalinya ke tempat kerja nanti harus menjadi agen pemberdayaan teknologi informasi. Ia harus menjadi penggerak pegawai lainnya untuk bisa akrab dengan perangkat teknologi informasi.
Demikian pesan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, pada saat menutup Pendidikan Calon Hakim Angkatan III Tahun 2008, di Ciawi Bogor, Sabtu (22/3). Hadir dalam acara tersebut , Ketua Muda Pidana Khusus MA, Iskandar Kamil, Kepala Badan Litbang Diklat & Kumdil, Para pejabat di lingkungan Balitbang Diklat Kumdil, Ketua Pa Bogor, Depok dan Cibinong.
Dihadapan 213 cakim yang berasal dari lingkungan peradilan agama se-Indonesia tersebut Wahyu Widiana mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam peningkatan pelayanan publik. “Pemanfaatan teknologi informasi ini dapat meningkatkan kinerja peradilan agama menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih sederhana, efektif dan efesien”, jelas Dirjen.
Meskipun demikian, tegas Dirjen, teknologi informasi hanyalah alat atau instrumen, bukan sebuah tujuan. Namun dengan alat tersebut, kita bisa berbuat banyak dalam melakukan penguatan di bidang substansi pembinaan sumber daya manusia, ataupun yang lainnya.
|
|
Last Updated ( Monday, 31 March 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
Cakim audiensi dengan Waka MA |
|
Written by Asep Nursobah
|
|
Saturday, 22 March 2008 |
|
WAKA MA BIDANG NON YUDISIAL :
HADAPI KRITIK DENGAN PERBAIKAN KINERJA
Jakarta | badilag.net Lembaga peradilan dicitrakan sejumlah media sebagai lembaga yang tidak bisa diandalkan. Menghadapi penilaian tersebut kita tidak perlu melakukan pembelaan diri. Langkah efektif menghadapi kritik tersebut adalah dengan memperbaiki kinerja pelayanan peradilan. Demikian diungkapkan Wakil Ketua MA RI Bidang Non Yudisial, Harifin A. Tumpa, pada acara audiensi dengan Peserta Pendidikan Calon Hakim Angkatan III Tahun 2008 di Balai Irung Gedung MA RI, Jakarta, Senin (18/3). |
|
Last Updated ( Monday, 24 March 2008 )
|
|
Read more...
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
| Results 1 - 4 of 6 |