Skip to content

Portal Alumni Pendidikan Cakim

Loading...

portal1

 Portal                                
 logo

portal2


      Alumni Pendidikan Calon Hakim
                         Angkatan III Tahun 2008
               
  MAHKAMAH AGUNG RI
 logo

Istilah Hari Ini

Fiat justitia pereat mundus
==Fiat justitia pereat mundus ,  Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun dunia harus binasa. Kalimat ini diucapkan oleh Ferdinand I (1503–1564), Raja Hungaria dan Bohemia dari 1558 sampai dengan 1564, yang diadoptasi dari kalimat yang hampir mirip artinya Fiat justitia ruat coelum dibawah===
Details ...

Fiat justitia ruat caelum
==Fiat justitia ruat caelum Hendaklah keadilan ditegakkan, walaupun langit akan runtuh. . Kalimat ini diucapkan oleh Lucius Calpurnius Piso Caesoninus (43 SM)==
Details ...

Ignorantia iuris nocet
==Ignorantia iuris nocet,  Ketidaktahuan akan hukum mencelakakan. Peribahasa ini dipakai dalam dunia hukum yang menyatakan bahwa ketidaktahuan seseorang akan hukum dan peraturan, tidak dapat dijadikan alasan di pengadilan==
Details ...

Default screen resolution  Wide screen resolution  Increase font size  Decrease font size  Default font size 
You are here:    Home
Hati-hati korban penipuan
Written by Asep Nursobah   
Friday, 08 August 2008

Cakim Angkatan III,  menjadi sasaran penipuan

Jakarta | portal cakim (7/8)

Dalam seminggu terakhir,  tidak kurang dari 20 pegawai  Pengadilan Agama menelpon Badilag untuk mengkonfirmasi adanya seseorang yang mengaku pegawai di Ditjen Badilag yang meminta sejumlah uang terkait dengan penempatan. Para korban tersebut semuanya adalah Calon Hakim Pengadilan Agama angkatan III 2008.

Modusnya, sang penipu yang dalam aksinya menggunakan telpon genggam bernomor  0816731493 mengaku sebagai Yahya. Yahya ini,  akunya seorang staf di Badilag. Bahkan dalam aksinya tersebut, Penipu menyebut nama salah seorang pejabat di Badilag. Ia kemudian menyatakan bahwa di Badilag sedang ada proses penempatan. “Kalau tidak mau ditempatkan jauh dari tempat kerja sekarang, segera kirim uang sebanyak Rp. 5 juta”, ungkap sang penipu seperti ditirukan oleh salah seorang  Alumni Cakim angkatan III yang pernah ditelpon Pelaku.

Read more...
 
Dirjen Badilag Menutup Pendidikan Cakim Akt III 2008
Written by Asep Nursobah   
Thursday, 27 March 2008

Cakim Harus Menjadi Agen Pemberdayaan TI

 
 
Image

Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, saat menutup Pendidikan Calon  Hakim Angkatan III di Ciawi. Dalam berbagai kesempatan, Ia selalu mengingatkan bahwa untuk peningkatan pelayanan publik, pemanfaatan teknologi informasi adalah suatu keniscayaan

Ciawi | badilag.net (22/3)

Alumni pendidikan calon hakim angkatan III, sekembalinya ke tempat kerja nanti harus menjadi agen pemberdayaan teknologi informasi. Ia harus menjadi penggerak pegawai lainnya untuk bisa akrab dengan perangkat teknologi informasi.

Demikian pesan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, pada saat menutup Pendidikan Calon Hakim Angkatan III Tahun 2008, di Ciawi Bogor, Sabtu (22/3). Hadir dalam acara  tersebut , Ketua Muda Pidana Khusus MA, Iskandar Kamil, Kepala Badan Litbang Diklat & Kumdil, Para pejabat di lingkungan Balitbang Diklat Kumdil, Ketua Pa Bogor, Depok dan Cibinong.

Dihadapan 213 cakim yang berasal dari lingkungan peradilan agama se-Indonesia tersebut Wahyu Widiana mengingatkan pentingnya pemanfaatan teknologi informasi dalam peningkatan pelayanan publik. “Pemanfaatan teknologi informasi ini dapat meningkatkan kinerja peradilan agama menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih sederhana, efektif dan efesien”, jelas Dirjen.

Meskipun demikian, tegas Dirjen, teknologi informasi hanyalah alat atau instrumen, bukan sebuah tujuan. Namun dengan alat tersebut, kita bisa berbuat banyak dalam melakukan penguatan di bidang substansi pembinaan sumber daya manusia, ataupun yang lainnya.


Last Updated ( Monday, 31 March 2008 )
Read more...
 
Cakim audiensi dengan Waka MA
Written by Asep Nursobah   
Saturday, 22 March 2008



WAKA MA BIDANG NON YUDISIAL :

HADAPI  KRITIK DENGAN  PERBAIKAN  KINERJA

Image


Jakarta | badilag.net
Lembaga peradilan dicitrakan  sejumlah  media sebagai lembaga yang tidak bisa diandalkan. Menghadapi penilaian tersebut kita tidak  perlu melakukan pembelaan diri. Langkah efektif menghadapi kritik tersebut adalah dengan memperbaiki kinerja pelayanan peradilan.
Demikian diungkapkan Wakil Ketua  MA RI Bidang Non Yudisial, Harifin A. Tumpa,  pada acara audiensi dengan Peserta Pendidikan Calon Hakim Angkatan III Tahun 2008 di Balai Irung Gedung MA RI, Jakarta, Senin (18/3).

Last Updated ( Monday, 24 March 2008 )
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 4 of 6