Prof. Tim Lindsey, Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Melbourne, Australia, kembali bertandang ke Badilag pada Jumat (13/5/2011). Ia disambut hangat oleh Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, di ruang kerjanya di lantai 6 Gedung Sekretariat MA.
Kedatangan Tim Lindsey tersebut dalam rangka mendiskusikan beberapa hal terkait program-program Badilag dan peradilan agama di Indonesia, terutama yang berkaitan dengan ketertarikan dirinya sebagai akademisi dan peneliti.
“Sebagai peneliti dan akademisi saya selalu tertarik melakukan penelitian tentang perkembangan peradilan agama,” ujar Tim--sapaan akrab Prof. Tim Lindsey.
Tim yang juga suami dari Julia Suryakusuma seorang penulis buku dan kolumnis produktif ini bercerita lebih jauh tentang ketertarikannya pada dunia hukum di Indonesia, terutama peradilan agama.
Ditjen Badilag kini sedang melakukan upaya pembinaan yang intens agar program-program pembaruan dan reformasi birokrasi dapat terlaksana dengan baik di lingkungan peradilan agama seluruh Indonesia. “Untuk memotivasinya, Badilag berencana akan memberikan penghargaan-penghargaan kepada PTA dan PA yang berprestasi di bidang pelaksanaan program reformasi ini”.
Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, mengemukakan hal itu di depan para peserta Bimtek Hakim dan Panitera PTA dan PA-PA se Maluku Utara di Ternate, Selasa (10/5) sore.
Sebagai tindak lanjut dari rapat konsinyasi Tim Pembaruan Mahkamah Agung, 3-4 Mei 2011, Dirjen Badilag segera membentuk Tim Monitoring Pelaksanaan Program-program Prioritas Pembaruan dan Reformasi Birokrasi (RB) di lingkungan peradilan agama.
Tim Penyusun Buku Profile Peradilan Agama Sedang Melakukan Validasi Data
Bandung | badilag.net (12/5/2011)
“Buku Profile Peradilan Agama telah banyak dibaca oleh pihak internasional”, ungkap Kasubdit Statistik dan Dokumentasi Ditjen Badilag MA RI, Drs. Iskandar Raja, SH, MH, ketika membuka kegiatan penyusunan Buku Profile Peradilan Agama, di Bandung, Rabu (11/5/2011).
Iskandar menegaskan bahwa penyusunan Buku Profile Peradilan Agama ini sangat penting. Buku Profile berfungsi sebagai media komunikasi antar Pengadilan Agama di Indonesia. Lebih dari itu, Buku ini juga berguna untuk memberikan informasi kepada pihak-pihak terkait dan juga dunia internasional.
Sejak beberapa tahun terakhir, Buku Profile Peradilan Agama telah diterbitkan dalam tiga bahasa, Indonesia, Inggris dan Arab. Hal itu seiring dengan perkembangan Peradilan Agama yang mulai banyak menjalin kerjasama dengan beberapa Negara Asing. "Dengan terbitnya Buku Profil Peradilan Agama dalam tiga bahasa membuat Buku ini dapat dengan mudah dibaca oleh orang-orang asing" ujar iskandar menjelaskan.
“Terima kasih telah memberi Buku Profile ini kepada saya. Saya sangat senang. Saya pasti akan membacanya”, ujar Markus B Zimmer kepada Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, beberapa waktu yang lalu dalam kunjungannya ke Ditjen Badilag.
Markus adalah salah seorang Penasehat Sistem Peradilan yang berasal dari Amerika. Ia sempat menjadi salah satu bintang tamu dan Native Speaker pada acara English Meeting Club yang dilaksanakan oleh Badilag dan juga melakukan kujungan ke Pengadilan Agama Jakarta Utara.
Selain Markus B Zimmer, hakim dari Afganistan, Ahmad Shaker, Hakim Agung dari Pakistan, Duta Besar Sudan, Pimpinan Mahkamah Agung Sudan dan tentunya orang-orang asing dari Australia yang memiliki perhatian terhadap Peradilan Agama juga telah membacanya.
Menarik dan Data Yang Akurat
Kasubdit Statistik dan Dokumentasi Ditjen Badilag MA RI, Drs. Iskandar Raja, SH, MH bersama Tim Penyusun Buku Profile Peradilan Agama
"Buku Profile edisi kali ini diharapkan hadir dalam tampilan yang sangat menarik. Hal ini dimaksudkan agar pembaca tidak bosan membacanya. Ia harus memberikan informasi yang memadai bagi pembaca. Informasi yang disajikan juga harus representative", demikian harap Iskandar disela-sela diskusi tim penyusun.
Selain itu, akurasi data yang disajikan juga sangat penting. “Kita telah melakukan update data dan melakukan validasi terhadap data-data tersebut”, jelas Iskandar ketika menyampaikan hal-hal penting dalam pembuatan Buku Profile tersebut.
Diharapkan Buku Profil Peradilan Agama tahun 2011 ini dapat dirampungkan pada paruh kedua tahun ini. "Dalam beberapa bulan ini, diharapkan penyusunan Buku Profil ini akan dapat dirampungkan" pungkas Iskandar. (rahmat/nasich).
Peradilan Agama kini, terutama satelah satu atap dengan peradilan lainnya di bawah Mahkamah Agung, dilihat oleh Drs K.H. Abidin Ali,Qadli Kesultanan Tidore, Maluku Utara, sebagai pengadilan yang banyak mengalami kemajuan pesat. “Pengadilan Agama, hebat..!, katanya.
Penilaian ini disampaikan Abidin Ali langsung kepada Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, tadi pagi (11/5) di kantor Pengadilan Agama Soasio, Pulau Tidore, Maluku Utara.
“Saya sengaja datang ke PA Soasio ini sebab saya dengar Pak Dirjen akan berkunjung ke sini”, kata Kiayi Abidin Ali yang kini sudah berusia 77 tahun. Dirjen, didampingi WKPTA Maluku Utara, Hasan Basri Harahap, dan KPA Ternate, M. Yusuf, pagi dan siang tadi (11/5) melakukan kunjungan kerja ke PA Soasi0 yang terletak di P. Tidore.
Selaku lembaga yang melakukan pembinaan terhadap peradilan agama, Ditjen Badiag terus berupaya memperbaiki manajemen kepegawaian. Salah satu terobosan penting yang dilakukan baru-baru ini ialah menerapkan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) Online untuk menggantikan Sistem Manajemen Kepegawaian (SIMPEG) desktop.
“Sistem ini sangat bagus. Perlu segera disosialisasikan ke satker-satker,” kata Dirjen Badilag Wahyu Widiana, dalam pertemuan dengan para pejabat eselon II, III dan IV, kemarin.
Berbeda dengan SIMPEG yang berbasis desktop, SIMPEG berbasis web. Aplikasi SIMPEG online dapat diinstall di sembarang komputer dengan operating system apapun. Asalkan terdapat jaringan internet, SIMPEG online dapat dipakai di mana saja.