Minggu, 26 Mei 2013 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!






Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Surat Permintaan Berkas Kelengkapan Usul Pengangkatan Hakim dan Biaya Pindah | (24/5)
SURAT EDARAN : Pendaftaran Calon Peserta Program Beasiswa S3 Sudan Tahun 2013 | (20/5)
SURAT EDARAN : Permintaan Persyaratan Biaya Mutasi Pindah Pejabat Kepaniteraan & Kejurusitaan PA | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Kompetensi Panitera Pengganti PA (Angkatan II) Tahun 2013 | (8/5)
PENGUMUMAN : Ralat Pemanggilan Peserta Bimtek  Administrasi Angkatan III | (7/5)

PENGUMUMAN
: Input data Output Program 04 Ditjen Badilag T.A. 2012 Pada Aplikasi Monev Anggaran Kementrian Keuangan RI | (25/4)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Perkara Kasasi dan PK | (22/4)
PENGUMUMAN : Klarifikasi Akun Facebook "Purwo Susilo" | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I tahun Anggaran 2013 | (8/4)
PENGUMUMAN : Pelaporan Perkara Mediasi, Sidang Keliling dan Prodeo | (8/4




Tambahkan ke Google Reader
berita kegiatan


Raker Badilag Hari Ke-2 | (3/3) PDF Cetak E-mail
Oleh Hirpan Hilmi   
Kamis, 03 Maret 2011 20:32

Kepala BUA : Dr. H. Subagio, MM.

Yakin, Kepercayaan Publik Akan Tercapai

Bandung | badilag.net (3/3/2011)

Kepala Badan Urusan Administrasi MA, Dr. H. Subagio, MM menyadari bahwa saat ini tingkat kepercayaan publik terhadap Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya masih rendah. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi pemateri dalam Rapat Kerja Ditjen Badan Peradilan Agama di Bandung, Kamis pagi (3/3).

Ketidakpercayaan tersebut, menurut Kepala BUA yang Senin kemarin (28/2) baru saja meraih gelar Doktor di bidang manajemen dari Universitas Negeri Jakarta itu, salah satunya disebabkan oleh ketidaktahuan masyarakat terhadap tipologi lembaga Mahkamah Agung itu sendiri.

Subagio memaparkan bahwa organisasi Mahkamah Agung sangatlah unik. Ada dua tipologi kepemimpinan di Mahkamah Agung, yaitu Struktural (Formal) dan Non Struktural (Non Formal).

Seperti halnya Ketua Majelis, Kepala BUA mencontohkan. Posisi ketua dalam majelis tersebut adalah orang yang dituakan atau yang mengkoordinir, sehingga ketua tidak bisa mengintervensi atau menginstruksi kepada anggotanya, juga tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Sehingga pertanggungjawabannya pun hanya kepada Allah SWT. 

Hal tersebut berbeda dengan posisi pimpinan di Struktural. Pimpinan lebih untuk memanage, menggerakkan, mendorong maupun membimbing terhadap bawahan, dengan akuntabilitas kepada publik.  “Bukan manajemen tukang cukur, segalanya dikerjakan sendiri” selorohnya.  

Materi yang disampaikannya tersebut merupakan disertasi doktornya yang mengupas pengaruh gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap peningkatan kinerja.

Namun, Kepala BUA meyakini bahwa kepercayaan masyarakat akan pulih dalam beberapa tahun ke depan. “Yakin, trust masyarakat tercapai di Tahun 2015, atau paling lambat di Tahun 2020” katanya.

Dengan pengembangan Teknologi Informasi di lingkungan Mahkamah Agung, Kepala BUA yakin kepercayaan masyarakat terhadap lembaga Mahkamah Agung akan pulih.

Website, sistem administrasi perkara, sistem administrasi kepegawaian, sistem pelaporan perkara merupakan sistem informasi yang saat ini serius dikembangkan oleh Mahkamah Agung dan badan peradilan di bawahnya.

Teknologi informasi diyakini sebagai media transparansi, akuntabilitas dan yang terpenting menjadi penunjang pelayanan prima terhadap publik khususnya pencari keadilan.

Modal yang kedua untuk merebut kepercayaan publik adalah profesionalisme lembaga peradilan yang ada di bawah Mahkamah Agung, termasuk didalamnya peradilan agama.

Standard Operating Procedures (SOP)

SOP bukanlah barang baru. Istilah-istilah seperti mekanisme, petunjuk pelaksanaan (juklak), petunjuk teknis (juknis), sudah dikenal sejak lama. Bahkan sekarang ini dikenal pula istilah SPO (Standar Prosedur Operasional). Banyak istilah-istilah sinonim yang intinya adalah SOP itu sendiri.

Yang paling penting, menurut Subagio adalah SOP harus jelas, sehingga siapapun yang membaca SOP tersebut, akan paham dan dapat mengerjakan pekerjaannya dengan tahapan yang sama. (h2)


LAST_UPDATED2
 
Liputan Raker Badilag 2011 (3/3) PDF Cetak E-mail
Oleh Hermansyah   
Kamis, 03 Maret 2011 03:08

Rapat Kerja Badilag 2011 Tahun Ini ‘PR’ Badilag Makin Bertambah

Bandung l badilag.net

Selama tiga hari (2-4/3/2011), Ditjen Badilag menggelar Rapat Kerja di Bandung. Dipimpin Dirjen Badilag Wahyu Widiana, rapat ini diikuti seluruh pejabat eselon II, III dan IV dari Sekretariat dan tiga Direktorat di Badilag.

“Melalui rapat kerja ini kita bahas indikator kinerja kita selama tahun 2011,” tutur Dirjen, saat membuka acara ini, Rabu malam (2/3).

Dirjen mengingatkan, indikator kinerja yang disusun Badilag disesuaikan dengan tugas pokok, yakni melakukan pembinaan kepada peradilan agama, baik tingkat pertama maupun banding.

LAST_UPDATED2
 
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MA RI PDF Cetak E-mail
Oleh Helmi Indra Mahyudin   
Rabu, 02 Maret 2011 20:06

Haripin A. Tumpa pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H :

“Maulid Bukan Hanya Seremonial Religius Saja”

Jakarta (1/3/2011)
Demikian ditegaskan oleh Pelindung Dharma Yukti Karini (DYK) Mahkamah Agung RI, yang juga Ketua Mahkamah Agung RI, Dr. H. Haripin A. Tumpa, SH,MH pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1432 H di masjid Al-Mahkamah.

“Banyaknya sikap anarkis yang berbau sara, demo kebijakan pemerintah sampai putusan pengadilan, adalah karena peringatan maulid hanya sebuah upacara keagamaan. Padahal, Nabi SAW mencontohkan sikap saling kasih dan sayang”, tandasnya.

Menurut Ketua MA, silaturrahmi penting digalakkan agar kita dapat saling berkomunikasi dan bermusyawarah dalam segala hal, selain dapat meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Beliau juga mewanti-wanti para istri pejabat di lingkungan Mahkamah Agung agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari jabatan yang diemban suaminya.

“Biasanya, setelah gagal melobi para hakim agung, mereka tak segan-segan untuk mendekati keluarga, terutama istri-istri hakim agung”, imbuhnya.

Maulid yang diadakan oleh DYK MARI bidang Sosial Budaya bekerja sama dengan bidang Pendidikan Keagamaan ini menghadirkan penceramah Drs. H. Ahmad Nazamuddin Sidiq, dari Pondok Cabe Jakarta.

Dalam hikmah maulidnya beliau menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW, berdasarkan Al-Qur’an Q.S. 9:13 dan 61:9, diutus sebagai Rasul Allah dengan membawa 2 misi, yaitu mengajarkan Al-Qur’an dan membawa agama yang benar.

“Dengan membaca dan mengamalkan Al-Qur’an berarti kita telah berakhlak sesuai akhlak rasulullah SAW. Seperti dikatakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah, khuluquhul qur’an, ahklak Rasulullah adalah Al-Qur’an. Kalau kita hanya membaca tanpa mengamalkannya, maka kita hanya akan mendapatkan pahala membaca Al-Qur’an sedang Al-Qur’an itu sendiri tidak menjadi petunjuk dalam kehidupan kita sehari-hari”, tandas Penceramah.

“Di setiap negara, Al-Qur’an -dalam segi tulisan- semuanya sama, hanya arti dan cover yang disesuaikan dengan negara masing-masing. Sedangkan kitab suci agama lain, berbeda tiap negara, baik dari segi tulisan maupun artinya. Kita suci mereka sudah dicampuradukkan dengan kepentingan pemimpin agama dan negara”,  sambungnya.

“Ini menjadi bukti bahwa ajaran yang di bawa oleh Nabi Muhammad SAW adalah agama yang benar, yang tidak ada keraguan didalamnya”, katanya lagi.

“Kita memang tidak mungkin mengikuti Rasulullah SAW dalam segala hal, karena beliau adalah nabi yang ma’shum sedangkan kita cuma manusia biasa yang senantiasa salah dan lupa. Walaupun demikian, kita tetap harus mengikutinya pada hal-hal yang prinsip dan mendasar”, demikian tandas Nazamuddin Sidiq.

Selain diisi dengan ceramah, acara ini juga dimeriahkan dengan pembacaan sholawat oleh DYK MARI di bawah pimpinan Ny. Abdul Kadir Mappong dan marawis oleh Tim Darunnajah. 

Maulid yang pertama diadakan di masjid Al-Mahkamah ini mengusung tema  “MELALUI AKHLAK SERTA SURI TAULADAN NABI MUHAMMAD SAW KITA TINGKATKAN TALI SILATURRAHMI ANGGOTA DHARMAYUKTI KARINI MAHKAMAH AGUNG RI”. Acara maulid ini dihadiri pula oleh Ketua dan Wakil Ketua Mahkamah Agung, para hakim agung, pejabat esselon I dan II, serta perwakilan DYK dari berbagai satker se-Jabodecitabek.

LAST_UPDATED2
 
Inilah Taman PA yang Patut Dicontoh l (2/3) PDF Cetak E-mail
Oleh Hermansyah   
Rabu, 02 Maret 2011 18:45

Menengok Taman PA Tanjung Karang yang Asri

Asri. Begitulah suasana yang langsung terasa ketika memasuki lingkungan PA Tanjung Karang, Bandar Lampung.

Berbagai pohon dan bunga tumbuh di sekeliling gedung dengan tertata rapi. Pohon palem memang mendominasi, tetapi banyak pula tetumbuhan lainnya. Di halaman belakang gedung, di sekitar lapangan tenis, bahkan ada pohon mangga, rambutan dan ketapang.

“Juga ada pohon alif,” ujar Ketua PA Tanjung Karang Damsy Hanan, kepada badilag.net, yang berkunjung ke sana pekan lalu. Yang ia maksud “pohon alif” ialah pohon yang bentuknya menyerupai cemara tapi daunnya lebih lebar ketimbang daun cemara.

Dengan taman yang rindang dan teduh, tidak mengherankan bila PA Tanjung Karang mendapat sejumlah apresiasi dari berbagai pihak.

Pada 15 Juni 2009, PA Tanjung Karang dinobatkan menjadi PA terbaik sewilayah PTA Bandar Lampung dalam bidang kebersihan dan Sarana Prasarana.

Tiga tahun sebelum itu, tepatnya pada 14 September 2006, PA Tanjung Karang juga mendapat penghargaan dari Ditjen Badilag sebagai juara I Lomba Tertib Administrasi, Kebersihan dan Pelayanan Masyarakat tingkat Provinsi Lampung.

Tidak hanya itu, belum lama ini, Tribun Lampung—sebuah koran Grup Kompas-Gramedia—juga membuat liputan khusus mengenai taman PA Tanjung Karang.

“Alhamdulillah, kerja keras kami tidak sia-sia,” tutur Damsy.

Dia bercerita, PA Tanjung Karang mulai berbenah setelah dikunjungi Prof Bagir Manan. Suatu hari di tahun 2006 itu, selaku Ketua Mahkamah Agung, Prof Bagir menyayangkan kondisi PA Tanjung Karang yang kurang bersih dan kurang tertata.

Kritik dari orang nomer satu di MA itu laksana cambuk yang melecut pimpinan dan pegawai PA Tanjung Karang untuk menata kembali tempat kerjanya. Mula-mula soal kebersihan jadi prioritas. Upaya itu langsung membuahkan hasil. Pada tahun 2006 itu Ditjen Badilag mengganjar sebuah penghargaan kepada PA Tanjung Karang sebagai PA yang dengan lingkungan kerja terbersih sewilayah Lampung.

 

“Lalu pada bulan Maret hingga Desember 2008 kami membangun taman ini,” kata Damsy, sembari mengajak badilag.net berjalan mengitar taman.

PA Tanjung Karang menempati tanah seluas 3000 meter per segi. Yang terpakai untuk gedung berlantai dua hanya sekitar 1000 meter per segi. Sisanya untuk dimanfaatkan sebagai taman dan lapangan tenis.

“Kami merawat taman ini secara rutin. Seminggu sekali rumput dipotong agar rapi,” tutur Damsy.

Karena terawat dengan baik, taman ini tak ubahnya paru-paru bagi PA Tanjung Karang. Di tengah kota Tanjung Karang yang panas, taman ini menganugerahkan kesejukan buat para pegawai Tanjung Karang dan masyarakat pencari keadilan.

 

Dirjen badilag Wahyu Widiana, yang berkunjung ke PA Tanjung Karang pekan lalu, mengaku terkesan dengan asrinya taman ini.

“Luar biasa. Taman ini adalah salah satu kelebihan PA Tanjung Karang. Tentu saja ini patut dicontoh PA-PA lain ,” kata Dirjen.

(hermansyah)

LAST_UPDATED2
 
Beberapa Pengadilan Mulai Gunakan Direktori Putusan MA (2/3) PDF Cetak E-mail
Oleh Helmi Indra Mahyudin   
Rabu, 02 Maret 2011 15:07

Beberapa Pengadilan Mulai Gunakan Direktori Putusan MA

Sumber : Kepaniteran Online
Jakarta | Kepaniteraan Online (1/3)

Setelah dilaksanakan sosialisasi  SEMA 14/2010 bagi Panitera/Sekretaris Pengadilan Tingkat Banding seluruh Indonesia pekan lalu (21/2),  kini sudah tercatat 3 pengadilan yang mulai menggunakan Direktori Putusan untuk mengupload putusan mereka. Ketiga Pengadilan tersebut adalah : PTA Surabaya, PT Pekanbaru, dan PTA Pontianak.  PTA Surabaya hingga berita ini diturunkan sudah upload 4 (empat) putusan, PT Pekanbaru 1 (satu) putusan, sedangkan PTA Pontianak  mengupload  2 (dua) putusan tetapi statusnya belum dipublish.

LAST_UPDATED2
 
<< Mulai < Sebelumnya 161 162 163 164 165 166 167 168 169 170 Berikutnya > Akhir >>

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL

 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 1008 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS