Wakil Ketua MA Bidang Non Yudisial:
Hasil Penilaian Reformasi Birokrasi di Peradilan Agama Membanggakan
Jakarta l Badilag.net
Hasil penilaian terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi di badan peradilan yang digelar Tim Quality Assurance pekan kemarin mendapat apresiasi tersendiri dari Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Non Yudisial, Dr. H. Ahmad Kamil, SH, M. Hum.
“Untuk peradilan agama, hasilnya sungguh membanggakan. Laporan yang kami terima sangat bagus,” ujarnya, di sela-sela rapat koordinasi dengan pimpinan PTA/MSA seluruh Indonesia di Jakarta, Senin malam (23/4/2012).

Secara keseluruhan, ada 16 pengadilan di lingkungan peradilan agama yang jadi sasaran penilaian Tim QA pada 16-20 April lalu. Ke-16 pengadilan itu terdiri dari 8 pengadilan agama dan 8 pengadilan tinggi agama.
Satuan kerja yang menjadi sasaran penilaian bukan hanya pengadilan-pengadilan di lingkungan peradilan agama, tapi juga pengadilan-pengadilan di lingkungan peradilan umum dan peradilan tata usaha negara. Pengadilan-pengadillan itu tersebar di delapan ibu kota propinsi, yakni Medan, Pekanbaru, Jambi, Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Manado dan Samarinda.
Penilain difokuskan kepada 8 area perubahan, sesuai Permenpan No 53 Tahun 2011 tentang Pedoman Penjaminan Kualitas (Quality Assurance) dan Pedoman Monitoring dan Evaluasi Reformasi Birokrasi.
Ke-8 area perubahan itu adalah Pola Pikir dan Budaya Kerja (Manajemen Perubahan); Penataan Peraturan Perundang-Undangan; Penataan dan Penguatan Organisasi; Penataan Tatalaksana; Penataan Sistem Manajemen SDM Aparatur; Penguatan Pengawasan; Penguatan Akuntabilitas Kinerja; dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.
Meski ada delapan, area yang terutama harus dipersiapkan adalah area 1 (pola pikir dan budaya kerja/manajemen perubahan), area 4 (penataan tatalaksana), area 5 (penataan sistem manajemen SDM aparatur) dan area 8 (peningkatan kualitas pelayanan publik).
Dengan pendekatan kuantitatif, masing-masing area perubahan itu diberi bobot. Khusus untuk area 1 (Manajemen Perubahan) dan area 8 (Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik) bobotnya masing-masing 20. Sementara untuk lima area lainnya diberi bobot 10.
Bukan hanya mempelajari dokumen, Tim QA juga melakukan penilaian dengan metode observasi, wawancara dan menyebar kuesioner. Bahkan, Tim QA juga secara diam-diam menggali informasi dari masyarakat pencari keadilan.
Penilaian yang dilakukan secara uji petik itu menggambarkan sejauh mana reformasi birokrasi telah dijalankan lembaga peradilan. Hasil penilaian bakal menentukan prosentase remunerasi yang berhak diperoleh aparat peradilan.
Terhadap hasil positif yang didapat peradilan agama dalam penilaian ini, Ahmad Kamil pun mengucapkan terima kasihnya kepada pihak PTA dan PA yang telah mempersiapkan diri dengan baik.
“Sekarang tinggal membenahi laporan keuangan. Tolong jangan sampai disclaimer,” ujarnya.
Tuada Uldilag MA Dr. H. Andi Syamsu Alam, SH, MH juga mengaku bahagia mendapat laporan mengenai pelaksanaan penilaian Tim QA terhadap satker-satker di lingkungan peradilan agama.
Jangan cepat puas
Dalam kesempatan yang sama, esok harinya, Dirjen Badilag Wahyu Widiana mewanti-wanti agar warga peradilan agama tidak cepat puas terhadap hasil penilaian reformasi birokrasi yang dilakukan Tim QA.
“Mohon betul, penilaian ini akan terus-menerus dilakukan. Tidak hanya satu kali. Yang dinilai juga semakin banyak,” tuturnya.
Dirjen mengingatkan, ada maupun tidak ada penilaian dari tim yang dipimpin Ketua BPKP itu, program reformasi birokrasi dan pembaruan peradilan harus tetap dijalankan. “Kita bukan berorientasi pada penilaian, tapi pada peningkatan kinerja,” imbuhnya.
Sejumlah pimpinan PTA yang hadir dalam pertemuan itu mengungkapkan terima kasihnya kepada Ditjen Badilag Mahkamah Agung yang telah menyosialisasikan reformasi birokrasi dan penilaiannya secara gencar.
“Tim QA datang ke PTA Yogyakarta pada hari ke-2, kemudian ke PA. Komentar mereka sudah bagus sekali. Terima kasih, Pak Dirjen,” ujar Wakil Ketua PTA Yogyakarta Drs. H. Mansur Nasir, SH.
Ungkapan senada disampaikan Ketua PTA Makassar Drs. H. M. Hasan H. Muhammad, SH, MH. “Tim QA puas menerima penjelasan-penjelasan dari kami, sehingga mereka memberikan penilaian yang bagus buat kita,” ungkapnya.
(hermansyah) | Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 22738 | 194 | | Sel. 21 | 10 | 0 | | Sen. 20 | 11 | 0 | | Ming. 19 | 9 | 0 | | Sab. 18 | 8 | 0 | | Jum. 17 | 4 | 0 | | Kam. 16 | 7 | 0 |
|
Comments
Eksistensi PERADILAN AGAMA dengan segala Prestasi dan Prestisenya ternyata TERBUKTI dan TERUJI mampu melaksanakan Reformasi Birokrasi dengan sungguh-sungguh dan memuaskan...semoga berbalas dengan peningkatan prosestase Remunerasi yg diberikan oleh Pemerintah. wabil khusus pemenuhan Hak-hak Konstitusional Hakim sebagai pejabat Negara di Republik ini.aamiin... (Hakim PA.Muara Bulian)
Reply
Kami mengucapkan terima kasih kepada 8 PTA dan PA yang telah mempersiapkan diri untuk diaudit oleh Tim QA semoga 8 PTA dan PA ini telah mewakili wajah seluruh PTA dan PA-PA seluruh Indonesia dengan arti bahwa kita di PTA dan PA-PA diseluruh Indonesia tidak setengah hati melaksanakan program RB ini.
Maju terus jangan berhenti.
Namun kita tidak boleh cepat puas dan berhenti di sini.Perubahan pola pikir ABS (asal bapak senang) harus ditinggalkan, budaya kerja harus selalu kita tingkatkan terutama dalam memberikan pelayan yang terbaik kepada publik dan pengelolaan keuangan yang transparan.Kata pak Dirjen "Kita tidak berorientasi pada penilaian, tapi peningkatan kinerja", harus kita garis bawahi. Selamat buat keluarga besar Peradilan Agama !
Teringat saya akan semboyan DEPAG ketika Peradilan Agama masih dibawah naungannya yaitu IKLAS BERAMAl masih terkesan dan masih dilaksanakan oleh aparat Peradilan Agama, hal ini mungkin karena ada peran andil DEPAG juga dahulunya, makanya janganlah kita melupakakan ibu yang membesarkan kita dahulu sehingga kita sekarang menjadi begini.
Sekali lagi terima kasih buat teman-teman yang mewakili seluruh Peradilan Agama dalam menghadapi tim RB dan QA, selamat dan sukses....
Sukses buat Peradilan Agama....
Sepantasnya Kita bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya yang diberikan kepada kita dalam melaksanakan tugas kedinasan sehingga hasilnya bisa bagus. Tetapi kita bertambah bahagia penilaian serupa juga diberikan kepada institusi MARI dengan 4 lingkungan peradilan sehingga bertambah LENGKAP KEBAHAGIAAN SEMUA WARGA MA.RI. Amin !!!!!
Alhamdulillah, dan selamat untuk kita semua warga peradilan agama, terutama sekali bagi PTA dan PA yg telah dikunjungi dan dinilai oleh tim QA sebagai mewakili PTA dan PA yg lainnya, karena telah menunjukkan kwalitas kinerja yg baik. Semoga hal ini tidak menjadikan kita terlena dan harus selalu berupaya unt lebih meningkatkan kwalitas kinerja kita pd masa yg akan datang.
Jadi ini harus dpt kita jadikan sebagailangkah awal untuk mencapai kesuksesan yg lebih besar. Disisi lain yg jg menjadi pertanyaan yg terpendam dlm hati warga peradilan agama, apakah dg hasil yg dmk sudah dapat meningkatkan unjangan remunerasinya? Wallahua'lam.
Mari kita tingkatkan pengabdian kita kepada Allah SWT. melalui wilayah kerja kita masing-masing, semoga Allah SWT. meredloi. Amin!
dan terus lebih baik lagi, HARI INI LEBIH BAIK DARI HARI Kemarean
Prestasi ini tidaklah menjadi kita merasa puas, namun menjadi cambuk sekaligus momentum untuk lebih baik lagi, karena Mempertahankan Prestasi lebih sulit daripada mencapainya
untuk itu di PTA. Manado mengucapkan trima kasih Bapak Dirjen dan Bapak Drs. Aminullah Amit,MH, yang selalu membimbing untuk bekerja lebih baik.
حاسبوا قبل أن تحاسبوا
Saya sepakat dengan pak Dirjen, bahwa “Kita bukan berorientasi pada penilaian, tapi pada peningkatan kinerja”...
Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali nampak mustahil, kita baru yakin bisa...kalau kita telah melakukannya dengan baik..
starting point jadi ukurannya juga..atau dalam bahasa kerennya NIAT..hhehe
ayo tingkatkan Prestasimu Peradilan Agama!
Sesuatu yang belum dikerjakan, seringkali nampak mustahil, kita baru yakin bisa,..saat kita telah melakukannya dengan baik..
starting point yg menentukan, kalaw bahasa kerennya NIAT
CAYO PERADILAN AGAMA!!
Semoga PTA/PA selain dari yang 16 dimaksud bisa mengimbangi kesuksesan tersebut, walaupun tidak mendapat kunjungan Tim QA. Setuju dengan komentar Ibu Idia di atas bahwa "tidak boleh ada kata puas untuk sebuah pengabdian, karena pengabdian itu adalah IBADAH !! mudah2an akan ada ganjarannya di dunia dan di akhirat kelak". Amiin ....!!!
Dgn adanya pemeriksaan & Penilaian dr Tim QA, kt dpt mengukur ttg kekurangan dan tingkat keberhasilan kita...
Smg semua itu mjd tonggak bagi kita untuk berpacu lebih baik lagi....
Hasil penilain Tim QA, sudah kita terima Alhamdulillah Reformasi Birokrasi di Peradilan berjalan baik, sehingga kewajiban kita sudah berjalan baik, tinggal menerima hak, hak kita untuk mendapatkan 100 persen remunerasi, ini reward yang pantas. Insya Allah.
Semoga Kejayaan ini dapat dipertahankan.
Amin
Sukses BADILAG