Normal 0 false false false EN-US X-NONE AR-SA
World Bank: Siadpa Plus Merupakan Satu Lagi Success Story dari Peradilan Agama
Jakarta | Badilag.net
Dalam waktu dekat World Bank akan menyusun buku tentang Siadpa Plus sebagai bentuk dokumentasi terhadap dinamika terjadinya capasity building di lingkungan Peradilan Agama seiring dengan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang cukup signifikan.
Hal tersebut dikemukakan Egi Sutjiati, seorang konsultan pada World Bank dalam pertemuan dengan Dirjen Badilag Wahyu Widiana di kantor Direktorat Pratalag Ditjen Badilag, di Jakarta, pada hari Jumat (27/4) yang lalu.
“Kami melihat ada passion yang sama antara pimpinan dan bawahan, sehingga proses ‘ketok tular’ knowledge di lingkungan Peradilan Agama sangat cepat dan dinamis, dan menghasilkan perubahan yang signifikan’ ungkap Egi.
Lebih jauh Egi mengungkapkan bahwa tujuan pembuatan buku nanti diharapkan bisa memberikan dampak pembelajaran bagi masyarakat.
“Buku yang kami buat nanti, akan menjadi contoh sukses pembelajaran yang berlangsung di Peradilan Agama” tutur Egi.
“Dan pihak mahasiswa Perguruan Tingi Agama Islam akan dapat melihat hal tersebut dan akhirnya tertarik untuk menjadi hakim” tambahnya.
Siadpa dan Teknologi Informasi dan Komunikasi
Dalam kesempatan itu, Dirjen menyatakan gembira dengan upaya World Bank mendokumentasikan perkembangan Siadpa Plus dari masa ke masa, sehingga hal itu lebih mendorong warga peradilan Agama dalam pemanfaatan Teknologi Komunikasi dan Informasi.
“Teknologi Komunikasi dan Informasi di lingkungan Peradilan Agama, merupakan sarana untuk mempermudah, mempermurah, dan membuat masyarakat tidak repot untuk mengakses informasi di peradilan” ungkap Dirjen.
“Website Badilag sebagai forum komunikasi, dan diwajibkan untuk diakses di lingkungan Peradilan Agama” tambah dirjen.
Menurut Dirjen Website Badilag merupakan sarana komunikasi multi arah, karena di dalamnya tidak hanya berita, ada cerita lucu, ada misi, ada undangan paperless, dan ada banyak komentar para pembaca.
“Website badilag menampilkan menu artikel ilmiah untuk mahasiswa, dan berita yang sering diakses para wartawan, sekalipun sebenarnya merupakan sarana pembinaan satker-satker pengadilan, bukan untuk umum” ungkap dirjen.
Buku tentang Siadpa Plus akan memotret situasi sebelum implementasi Siadpa, situasi selama implementasi Siadpa, dan situasi setelah implementasi Siadpa.
“Kami tidak saja menulis sejarah Siadpa sampai menjadi Siadpa Plus, bahkan kami akan menyajikan cerita-cerita lucu, sampai foto-foto upaya pengimplementasian Siadpa di seluruh satker Pengadilan Agama di Indonesia” tutur Egi mengakhiri pertemuan. (Ibnu AR)
Websiter sebagai forum komunikasi
Diwajibkan untuk diakses
Fit & propertest kelas IA à IT
Pimpinan à pelayanan masyarakat
Perhatian web, siadpa, simpkep
===
“sebenarnya website badilag merupakan sarana pembinaa
Pembinaan PA buakn untuk umum
Komunikasi
Dialog
Ide dari bawah
Demokratis, lempar ke publik
====
Kunker:
Layanan, IT
Diam-diam, marah-marah/nyanyi
Berita yang baik-baik
Media komunikasi efektif
Teknis à siadpa
Dari bawah, kembangkan, gabungkan
Menghebohkan
Lab untuk monitoring
Simpeg sistem online
Web base – data bisa update tinggal validasi
PTA Jakarta, Banten, Jogja
Que system, Jakarta dll
SMS Center
388 satker
Modal semangat, award
Tiap hari ketemu ba’da dhuhur:
Senin- agama
Selasa, rabu, kamis – kerjaan
Tiap selasa tukar informasi
Role model
Sangat penting, terhargai, memiliki, senang,
Penghargaan, telepon
Website daerah dikomentari, dilihat, mereka senang
===
Dua hal:
Critical obstacle
Critival success faktor
==
Imamnya satu à pak Taufik, Pak Syamsu
Badilum ada dua à Imam Subekti
Kompak à ada faktor iman
Hormat orang tua
Keteladanan
==
Halangan: apatis, masa bodoh, kurang gairah, PNS apa adanya, kayak air mengalir
Kelompok kecil militan
Teknis (komunitas)
==
Akrab dengan IT
Internet di tempat pansek
Internet di lobi
==
Merubah mindset halangan
Menentang/ktritis dilibatkan ke kegaitan legal
Apatis bawah menengah
Pimpinan MA hambatan non teknis tidak ada
Apresiasi kurang dari MA
===
Peran pak Hariri -à bukan hakim, sugestif/berwibawa, tahun 2000
Koor bisnis
Web ervan kepanjen
Expert bussiness proses
Expert IT
Pak Wahyu oprek-oprek
==
Rekayasa bisnis proses
==
1882 – 2012 à 130 tahun PA
Comments
Jujur inovasi yang dikembangkan oleh Badilag dengan tim IT nya terus semakin diakui oleh masyarakat dan para ahli sehingga lahirlah tentang buku yang digagas oleh bank dunia tetang kemajuan IT di PA. Kedeapan tantangan yang kita hadapi semakin hebat dan menuntut SDM kita semakin handal, sekali lagi pak dirjen kader dan kader terus kita genjot agar inovasi kita semakin hebat.
bagi kita kaum muda, hayoh bersama2 kita kembangkan lagi inovasi2 dalam mewujudkan Peradilan yang Agung..
Salam dari kami yg berada di pulau terluar, di PA Gunungsitoli
Selamat.....dan terima kasih pak Dirjen
Di tunggu peluncuran buku nya....
kami tunggu bukunya!
semoga bermanfaat bagi banyak orang, utamanya Peradilan Agama!
Ini merupakan bukti bahwa Peradilan Agama bisa jd yg nomor satu diantara yg lainnya..
Bedanya "ketok tular" dalam paragraf ketiga?
Thank you World Bank...
Maju terus Badilag...
Semoga dgn diterbitkannya Buku ttg kisah Sukses SIADPA oleh Worl Bank, eksistensi Peradilan Agama semakin diakui kontribusinya bagi kemajuan lembaga peradilan di Indonesia, demi mewujudkan badan peradilan yg Agung, bersih dan bermartabat...Amiin.
Alhamdulillah. Semoga tidak menjadikan kita sombong dan cepat puas. Sebaliknya kita terus bekerja dengan profesional dan ikhlas sepenuh hati sebagai ibadah kita kepada Allah Swt.