Senin, 20 Mei 2013 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!






Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

SURAT EDARAN : Permintaan Persyaratan Biaya Mutasi Pindah Pejabat Kepaniteraan & Kejurusitaan PA | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Kompetensi Panitera Pengganti PA (Angkatan II) Tahun 2013 | (8/5)
PENGUMUMAN : Ralat Pemanggilan Peserta Bimtek  Administrasi Angkatan III | (7/5)

PENGUMUMAN
: Input data Output Program 04 Ditjen Badilag T.A. 2012 Pada Aplikasi Monev Anggaran Kementrian Keuangan RI | (25/4)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Perkara Kasasi dan PK | (22/4)
PENGUMUMAN : Klarifikasi Akun Facebook "Purwo Susilo" | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I tahun Anggaran 2013 | (8/4)
PENGUMUMAN : Pelaporan Perkara Mediasi, Sidang Keliling dan Prodeo | (8/4)











Tambahkan ke Google Reader
Sekali lagi.... Hakim Tinggi Harus Diberdayakan. (12/6) PDF Cetak E-mail
Oleh Helmi Indra Mahyudin   
Selasa, 12 Juni 2012 00:38

Sekali lagi.... Hakim Tinggi Harus Diberdayakan

Bandung l Badilag.net

Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag MA RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II di Horison Hotel Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan selama selama lima hari, 11-15 Juni 2012.

Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial Dr. H. Ahmad Kamil S.H., M.Hum membuka acara ini. Dalam arahannya, YM Ahmad Kamil menyatakan bahwa saat ini Mahkamah Agung sedang menggalakkan peran dan fungsi peradilan tingkat banding sebagai kawal depan Mahkamah Agung.

Penggalakan peran dan fungsi peradilan tingkat banding ini bisa dilihat dari semakin banyaknya Hakim Tinggi yang ada sekarang. Jika dulu satu Hakim Tinggi mengawasi/membina dua pengadilan agama, sekarang dua Hakim Tinggi mengawasi/membina satu pengadilan agama. Oleh karena itu banyak pengadilan tingkat banding yang perkaranya sedikit namun jumlah hakim tingginya lebih banyak, hal itu semata-mata untuk mewujudkan peningkatan peran dan fungsi hakim tinggi sebagai kawal depan Mahkamah Agung.

Lebih lanjut Ahmad Kamil menekankan kepada peserta bintek agar mengikuti bintek secara bersungguh sungguh, sehingga ada pola kesamaan dalam melakukan pembinaan di Pengadilan Agama, tidak ada lagi  Hakim Tinggi di Aceh  dengan Hakim Tinggi di Papua  berbeda dalam melakukan pembinaan, demikian imbuhnya.

Sementara itu, Plh. Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Umiyati, S.H. dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis ini diikuti oleh 36 orang peserta terdiri dari 33 orang peserta Hakim Tinggi perwakilan peradilan tingkat banding seluruh Indonesia, 1 orang dari Kepaniteraan, 1 orang dari Badan Pengawasan dan 1 orang dari DiklatKumdil MA RI. Semua peserta akan mendapatkan materi pembelajaran dari beberapa pakar Pola Bindalmin yang dimotori oleh Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.Ip., S.H., Drs. H. Zaenuddin Fajari, S.H., M.H. dan Drs. H. Mardiana Muzaffar, S.H., M.H., sedangkan materi seputar tugas monitoring dan pengawasan akan disampaikan oleh Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.H. Inspektur Pengawas Wilayah II Badan Pengawasan MA RI.

Dengan dilaksanakannya kegiatan Bintek Administrasi ini juga diharapkan; 1). Tersedianya SDM yang memahami dan menguasasi Pola Bindalmin dan Aplikasi SIADPA Plus; 2). Peningkatan pemberdayaan Hakim Tinggi sebagai kawal depan Mahkamah Agung RI; 3). Memberikan masukan dan saran seputar teknik pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan pola bindalmin guna mendukung pelayanan menuju administrasi yang tertib.

 

 

Selain mendapatkan materi tentang Pola Bindalmin dan Pengawasan, para peserta juga akan mendapatkan materi seputar pemanfaatan Teknologi Informasi dari pakar teknologi informasi Egi Sutjiati dan beberapa materi seputar Aplikasi SIADPA Plus yang akan disampaikan oleh Tim Nasional Implementasi Aplikasi SIADPA Plus Ditjen Badilag MA RI.
Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI dalam kesempatan acara tersebut juga menyampaikan agar para peserta dapat menyerap semua materi yang telah disampaikan oleh para narasumber, sehingga ke depannya dalam melaksanakan tugas sebagai kawal depan Mahkamah Agung RI dapat memahami semua substansi pengawasan dan monitoring tersebut. Sebagai kawal depan Mahkamah Agung di daerah, Hakim Tinggi haruslah menguasai Pola Bindalmin dan juga harus memahami aplikasi SIADPA Plus sebagai aplikasi pendamping Pola Bindalmin. Jangan sampai ada perasaan bahwa Hakim Tinggi sudah tua dan tidak pantas lagi untuk mempelajari teknologi informasi. (TimNas SIADPA Plus)

TanggalViewsComments
Total1544375
Ming. 19250
Sab. 18320
Jum. 17100
Kam. 16140
Rab. 15130
Sel. 14120
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Nyong Amboina 2012-06-12 05:01
Kita sangat mendukung kebijakan pimpinan Mahkamah Agung memperbanyak Hakim Tinggi yang antara lain dimaksudkan agar fungsi Pengadilan Tinggi sebagai "kawal depan" (voorpost) Mahkamah Agung benar-benar dapat berfungsi dengan baik. Dan tujuan itu step by step akan tercapai, yang secara alami tentu membutuhkan waktu, tidak seperti membalik telapak tangan karena semuanya harus melalui proses pematangan melalui pengkaderan, pelatihan dan pembinaan.

Maka kita tidak perlu cepat frustasi dan apriori ketika menemukan satu dua hakim tinggi yang kondisinya loyo atau sering sakit-sakitan. Kondisi seperti itu hanya sementara ketika sesorang melalui proses transisi, kegamangan dan pematangan. Mereka yang tidak laik jalan tentu Allah SWT Maha Bijaksana akan segera memanggil mereka untuk kembali ke sisiNya. Percayalah.....!!!
Reply
 
 
# peradilan 2012-06-12 05:27
semoga makin bisa memajukan PA seluruh Indonesia
Najmuddin (PA Batulicin)
Reply
 
 
# saifuddin@PA Jayapura 2012-06-12 05:43
Semoga kelak ada satu pemahaman, satu persepsi dan satu langkah dalam penerapan hasil Bintek. Sehingga keluhan pada tingkat pertama yang selama ini berkata :"Hakim Pengawas yang satu dengan lainnya selalu berbeda, bgmn mungkin dapat melakukan pengawasan dan bimbingan dengan baik????" dapat dihilangkan. Semoga sukses selalu. Amin
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-06-12 06:11
Jika sudah diberdayakan, ketika ditanya suatu masalah baik masalh teknis yustisial dan non yustiasila, maka tidak ada lagi sebauah ungapan yang muncul saya tidak dengan masalah itu tetapi harus dapat mencarikan jawabannya....
Reply
 
 
# Daswir Tanjung PTA Bdg 2012-06-12 06:28
Benar apa yang dikatakan oleh Bapak Wakil Ketua MA tersebut, bahwa Hakim Tinggi harus diberikan peran terutama dalam melakukan pembinaan dan pengawasan PA yang ada dalam lingkungan PTA tersebut, memang dirasakan bahwa selama ini Hakim Tinggi itu belum diberikan peran yang seharusnya oleh Pimpinan PTA, kadang - kadang telah ditunjuk untuk mengawasi suatu PA sebagai Hakim Tinggi Pengawas daerah, akan tetapi baru bisa mengunjungi daerah tersebut hanya satu kali dalam setahun, bahkan ada tidak sama sekali, bahkan kalau pimpinan turun ke daerah, seharus Haakim Tinggi yang ditunjuk, tidak diajak atau diikut sertakan mengunjungi daerah tersebut, sehingga apapun persoalan yang dialami daerah, Hakim Tinggi tidak tahu menahu.kalau memang apa yang dikatakan bapak Wakil Ketua MA tersebut, Hakim Tinggi Pengawas Daerah bertanggung jawab baik ban buruk seuatu
daerah PA.kita tunggu kebijakan pimpinan dimasa mendatang.
Reply
 
 
# Maharnis pta Jayapura 2012-06-12 06:47
Peserta Bintek Administrasi kali diikuti oleh semua utusan dari PTA-PTA.sewilayah Indonesia, sebagai duta -duta dari PTA agar semua peserta mengikuti Bintek dengan sungguh-sungguh sehingga bisa bisa disosialisasikan di PTA dan jajarannya secara merata dan sama diseluruh Peradilan Agama .Untuk itu saya ucapkan selamat mengikuti Bintek semoga Allah selalu meridhainya Amin.
Reply
 
 
# Sahbudin Kesi pa.soe 2012-06-12 06:57
ikutilah pelatihan dengan sungguh-sungguh agar dapat diterapkan di tempat tugas masing-masing untuk membina PAPA yang berada di bawah PTA. selamat buat Bapak-Bapak hakim tinggi yang mengikuti pelatihan semoga bermanfaat, amin........
Reply
 
 
# Syafii Thoyyib, PA Bantul - DIY 2012-06-12 07:08
YM Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial, Bapak Dr. H. Ahmad Kamil S.H., M.Hum., menekankan agar peserta bintek mengikuti bintek secara bersungguh sungguh, sehingga ada pola kesamaan dalam melakukan pembinaan di Pengadilan Agama, tidak ada lagi Hakim Tinggi di Aceh dengan Hakim Tinggi di Papua berbeda dalam melakukan pembinaan. Super sekali...!! Dan yang jelas, dalam buku Cetak Biru Pembaruan Peradilan 2010 - 2035, mengamanatkan bahwa Hakim dan aparatur peradilan yang bernaung di bawah Badan Peradilan dituntut untuk senantiasa meningkatkan dan memperluas wawasan serta keahliannya. Peningkatan kapasitas profesi akan mendorong meningkatnya kualitas penyelenggaraan peradilan dan pelayanan hukum kepada masyarakat.
Reply
 
 
# H.Makka A 2012-06-12 07:13
Apa yang disampaikan YM Bapak Ahmad Kamil kepada peserta agar mengikuti bintek secara bersungguh sungguh, sehingga ada pola kesamaan hakim tinggi dalam melakukan pembinaan di Pengadilan Agama, tidak ada lagi Hakim Tinggi di Aceh dengan Hakim Tinggi di Papua berbeda dalam melakukan pembinaan.

Karena kendala yang selama ini dijumpai adanya perbedaan pola pembinaan antara satu hakim tinggi dengan lainnya, yang menyebabkan kebingungan pada pengadilan tingkat pertama.
Sudah saatnya sekarang untuk menyamakan persepsi sesuai anjuran YM Waka MARI.
Reply
 
 
# H. Abd. Rasyid A. MH.@ PA Mojokerto 2012-06-12 07:15
Mahkamah Agung terus berusaha menggalakkan peran dan fungsi peradilan tingkat banding sebagai kawal depan Mahkamah Agung dg memberikan pembekalan dan wawasan melalui Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama. Melaui Bintek ini diharapkan para pesertanya mempunyai persepsi yg sama dalam melakukan pembinaan di Pengadilan Agama sehingga tidak membingungkan. Selamat kepada para pesrta Bintek..
Reply
 
 
# Suhadak PA Mataram 2012-06-12 07:20
Diera saat ini pemberdayaan hakim tinggi sbg kawal depan MA untk membina PA wajib hukumnya HATI mengenal IT dan memahami aplikasi SIADPA PLus. program otomatisasi administrasi dg tehnologi yg dpt diakses online akan memudahkan Hati memantau. Validasi akan nampak jika para operator memasukkan data secara akurat. oleh karena itu tidak ada kata-kata terlambat tuk para senior "KALAU MAU PASTI BISA" semoga sukses.
Reply
 
 
# marwan bima PA BArru 2012-06-12 10:10
saya setuju pemberdayaan hakim tingi disamping memiliki kemampuan manajerial juga kemampan teknis yustisial, kemampuan aplikasi IT, tak lupa tekhnis perTENISAN...
Reply
 
 
# asep dadang pa depok 2012-06-12 07:23
sangat setuju dan harus diapreasi apa yang disampaikan oleh YM Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial Dr. H. Ahmad Kamil S.H., M.Hum. karena saat ini Mahkamah Agung sedang menggalakkan peran dan fungsi peradilan tingkat banding sebagai kawal depan Mahkamah Agung dan tidak kalah penting agar regenerasi untuk Hakim Tinggi senantiasa direalisasikan secara terukur dan terencana serta merata yang pada akhirnya akan terjadi keseragaman pemahaman dan arahan serta tindakan yang akan dirasakan oleh satker tingkat pertama secara menyuluruh, smg....
Reply
 
 
# Amir Razak 2012-06-12 07:34
selamat kpd peserta Bintek Hakim Tinggi yang nantinya akan menjadi motor penggerak /kawal depan MA dalam pengawasan khususnya dalam pembinaan Pola Bindalmin, semoga dalam pengaplikasiannya nanti sdh tidak terdengar lagi QAUL JADID sesudah QAUL QADIM ( yg sering menyeret dualisme penerapan suatu aturan )seperti yg sering kita dengar sebelum diwacanakannya Pemberdayaan hakim Tinggi sebagai kawal depan Mahkamah Agung dalam hal pengawasan termasuk pembinaan Pola Bindalmin, semoga
Reply
 
 
# M.Yusuf wk PA Kendari 2012-06-12 07:50
One is never too old to learn.Ungkapan ini paling tidak bisa menjadi penyemangat bagi para manula untuk men-turn on kran percintaan dengan Tekhnologi Informasi. Semoga para Hakim Tinggi yang terhormat bisa menjadi expert dalam TI dan diharapkan benar2 bisa menjadi pioner yang handal.Semoga Pembinaannya dan pengawasannya berjalan seirama...
Reply
 
 
# zainir surzain pta banten 2012-06-12 08:04
diharapkan para peserta bimtek dapat mengikutinya dengan sugguh-sungguh sehingga dapat menguasai semua materi dengan baik dan tidak ragu-ragu untuk menularkannya ditempat mereka bertugas selamat
Reply
 
 
# Muthahir, PTA Padang 2012-06-12 08:05
Mengapresiasi pernyataan pak Dirjen "jangan sampai ada perasaan bhw Hakim Tinggi sudah tua dan tidak pantas lagi untuk mempelajari TI" sangat tepat kalau Bimtek seperti ini menyentuh semua hakim tinggi dg pendalaman bidang TI (SIADPA Plus, dan aplikasi administrasi non teknis lainnya).
Reply
 
 
# hadira PA Enrekang 2012-06-12 08:13
mudah-mudahan dengan adanya bimbingan tehnis administrasi hakim tinggi sehingga ada keseragaman dalam melakukan pembinaaan di Pengadilan Agama, semoga bergasil dan berkesinambungan, amiiin.
Reply
 
 
# s.yanto.tn.PTA-Kendari 2012-06-12 08:43
Dahulu di zaman jahiliyah, menjadi HT itu dihindari (kalau bisa) karena statusnya se-olah-olah "dikotakkan". Sekarang di zaman reformasi menjadi HT itu, adalah manusia-manusia pilihan yg mempunyai kedudukan terhormat. Namun dibalik itu dituntut agar mempunyai kemampuan yg berlebih dlm segala bidang, karena fungsinya tdk hanya memeriksa, mengadili dan memutus serta menyelesaikan perkara banding saja, namun berfungsi sebagai pengawas dan pembina (HATIWASBIN). Dg bertambahnya tugas HT tsb sudah barang tentu HT itu harus berusaha unt meningkatkan ilmu pengetahuannya, sehingga menjadi HT yg mumpuni, menguasai tugas-tugasnya.

Bagaimana akan melakukan pengawasan dan pembinaan jika tidak menguasai materi pengawasan dan pembinaan. Sungguh mulianya jabatan sebagai HT, namun sungguh beratnya tugas yg harus diemban dipundaknya. Semoga dg seringnya mengikuti bimtek maupun pelatihan-pelatihan, mudah-mudahan ilmunya jg semakin meningkat. Selamat unt seluruh peserta Bimtek Administrasi Peradilan, semoga bermanfaat unt kita semua. amin.!
Reply
 
 
# Jamhur MS Sigli 2012-06-12 08:45
Sangat setuju dengan apa yang diungkapkan oleh Wakil Ketua MA RI Bidang Non Yudisial YM Dr.H. Ahmad Kamil, SH,M.Hum. Bahwa kedepan Pembinaan yang dilakukan oleh para Hakim Tinggi tidak boleh lagi ada perbedaan antara PA di PTA yang satu dengan PA di PTA lainnya, oleh karena itu sudah seharusnya bagi bpk 2/ibu2 Hakim Tinggi yang sudah mendapat kesempatan mengikuti Bintek adm Peradilan ini untuk segera menyampaikan hasilnya kepada hakim tinggi lainnya yang belum mengikuti bintek ini, sehingga pada saat melkukan bimbingan ke daerah sudah punya pola yang sama
Reply
 
 
# Ilman Hasjim, PA Andoolo 2012-06-12 09:00
Lagi-lagi penguasaan IT yg jadi penekanan...SIADPA adalah penunjang Pola Bindalmin berbasis elektronik,,,Mau2 tidak mau memahami IT dgn baik meskipun tidak smpurna,,bs menjadi pennjang suksesnya tidak penerapan IT dan penggunaan Pola Bindalmin...Selain itu, bagaimana pemahaman teknis bisa diseragamkan,,,hingga satu daerah dgn daerah lain tidak 'bermacam-macam' lagi model penerapannya...
Reply
 
 
# Umi-PAJB 2012-06-12 09:19
Selamat melaksanakan bintek utk para Hakim Tinggi, dan semoga ilmu yg bpk dan ibu dapatkan dapat diamalkan di PTA dan PA dalam bentuk pengawasan rutin, kayaknya kok sudah bulan ke 6 Tim Pengawasan PTA belum juga turun ya, Kita kan butuh diberi masukan dan dibenarkan kalau kita salah
Reply
 
 
# #iliyansyah, PA Putussibau 2012-06-12 09:43
inti nya cuma satu kata.....tambah manajemen sumber daya manusianya pak....jangan sampai ketika menyampaikan bimbingan teknis malah setiap saat menjiplak dari tahun ke tahun dengan nada dan kata yang sama.....benar kalau ada saran mengatakan harus menguasai baru bicara....jangan asal terima dari tingkat tinggi malah ke tingkat rendah nya malah merendahkan
Reply
 
 
# Khafidatul Amanah PA Bima 2012-06-12 09:55
Selamat kepada para hakim tinggi yg mengikuti Bintek semoga apa yg diterima dapat diterapkan saat melakukan pengawasan di tingkat pertama dan membawa satu langkah penafsiran hukum yang sama.
Reply
 
 
# Marzuqi / PTA Bjm 2012-06-12 10:01
Untuk keseragaman kemampuan hakim tinggi maka perlu pemeratan pelatihan, selain itu keberadaan hakim tinggi perlu fasilitas yang memadai sehingga tidak seperti dirasakan sebahagian HT dibawah struktural kesekretariatan. Wassalam, semoga bermanfaat.
Reply
 
 
# izzuddin,hm@gmail.com 2012-06-12 10:01
The importent of everything is not only to knaw samthing but5 to ceryout what is knawn. yang terpenting dr sesuatu itu bukan hanya mengetahui sesuatu tapi melaksanakan sesuatu itu. Pengawasan yg dilakukan oleh hakim tinggi sering tidak ada tindak lanjut mengawasi atau menilai hasil pengawasan terdahulu.Kami berharap agar ke depan pengawasan benar2 mencapai sasaran sehingga perubahan kearah yang lebih baik benar2 tercapai dan tentunya didukung oleh anggaran yang mencukupi.semoga. . . .
Reply
 
 
# M.Yusuf wk PA Kendari 2012-06-12 10:48
Hakim Tinggi merupakan Jabatan officium nobile.Sebagai jabatan yang officium nobile sejatinya Pemerintah (MARI) tidak hanya memberi ekspektasi yang tinggi terhadap pelaksanaan tugas para Hakim Tinggi,tetapi seharusnya juga dibarengi penghargaan dan penghormatan minimal berupa Rumah Dinas dan Kenderaan Dinas.Fakta menunjukkan dilapangan banyak Hakim Tinggi kontrak rumah dan itu pun apa adanya karena keterbatasan dana,kendaraan roda dua karena tidak ada mobil dinas,sementara Ketua,Pansek PTA dan PA naik mobil dinas wah sangat tidak adil.Keadaan ini sebaiknya tidak dibiarrkan oleh pemerintah sebab ingat... Beliau-beliau itu adalah kata orang pintar adalah wakil Tuhan di bumi dan Kawal depan MARI di dunia.
Reply
 
 
# A.Topurudin, PA Banyumas 2012-06-12 10:52
Idealnya hakim tinggi memang orang-orang yang mumpuni, mampu menjawab berbagai persoalan yang ada di pengadilan tingkat pertama, baik masalah teknis yudisial maupun administrasi yustisial, sehingga menjadi hakim tinggi bukanlah untuk santai dan berleha-leha, tapi tetap harus bekerja keras mengingat posisinya yang sangat strategis sebagai kawal depan MA dalam mewujudkan badan peradilan yang agung, berwibawa dan dihormati. Selamat mengikuti bintek, semoga makin berkualitas.
Reply
 
 
# kAmaLi @SINGARAJAPA 2012-06-12 11:02
Semoga apa yang ditekankan oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial, YM Bapak Dr. H. Ahmad Kamil S.H., M.Hum., bisa difahami dan di implementasikan dalam melaksanakan tugas sesuai TUPOKSI YM para Hakim Tinggi, sehingga kami-kami yang ada di peradilan Tingkat Pertama memperoleh berkah Ilmunya. Amiin.


Syukron wal'afwu Minnaa.
Reply
 
 
# Asti-PTA Jakarta 2012-06-12 11:02
Semangat!! Tak ada alasan terlambat. Supaya jadi pegangan buat PA, tapi bukan yang salah dibenarkan.
Reply
 
 
# mwiaty@msaceh 2012-06-12 11:08
Semoga peserta bintek dapat menyerap segala materi yg disampaikan nara sumber, mudah2an pelaksaan adm di PA yang terbaik seperti diawalawal pelaksaan pola Bindalmin dulu dan bagi yg belum dapat giliran harap bersabar semua akan dapat giliran. SETUJUUU...
Reply
 
 
# Rio PA Sengeti 2012-06-12 11:15
Semoga Bimtek berjalan lancar dan membawa hasil bagi peningkatan kualitas kerja di daerah...
Reply
 
 
# mwiaty@msaceh 2012-06-12 11:19
Selamat kepada bpk2 hakim tinggi yg beruntung terpilih jadi peserta semoga berhasil menjadi kader bindalmin n SIADPA/PTA plus hakim perempuan bersabar syukrn.
Reply
 
 
# Muhammad, PA.Klungkung-Bali 2012-06-12 11:24
Jk Hakim Tinggi di setiap PTA benar-benar diberdayakan utk membina dan mengawasi PA-PA di wilayahnya, maka Insya Allah visi dan misi MA dan lembaga peradilan di bawahnya akan segera terwujud.
Reply
 
 
# itna-PA.GS 2012-06-12 11:27
Selamat menimba ilmu bagi para Bapak Hakim Tinggi...semoga semakin eksis dalam melakukan pembinaan disatker lingkungannya masing2... :-)
Reply
 
 
# zainy usman 2012-06-12 11:30
Harapan YM Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial Dr. H. Ahmad Kamil S.H., M.Hum. " untuk mewujudkan peningkatan peran dan fungsi hakim tinggi sebagai kawal depan Mahkamah Agung" patut kita hargai, semoga keberadaan Hakim tinggi dapat meningkatkan kwalitas dan aktifitas peradilan di berbagai bidang.
Reply
 
 
# Rusliansyah - PA Nunukan 2012-06-12 11:40
Menyamakan persepsi antara satu PTA dengan PTA lain dalam melaksanakan tupoksi, memang bukan pekerjaan mudah.
Sudah banyak sekali pelatihan atau pembinaan yang dilakukan MARI (Badilag) yang dimaksudkan untuk menyatukan persepsi dan pemahaman. Tapi tetap saja hasilnya kurang maksimal.

Tapi itulah roda kehidupan, selalu terjadi perubahan2. Perubahan2 inilah yang kadang tidak terjangkau, terutama, oleh mereka yang di daerah. Tapi itu sejatinya bisa diatasi dengan pemanfaatan IT. Tinggal sekarang user-nya saja yang harus digenjot untuk melek IT.

Semoga pelatihan ini membawa hasil yang diharapkan semuanya.
Reply
 
 
# t4t4, PA Serui 2012-06-12 13:04
execelent..., hakim tinggi sebagai kawal depan perlu disiapkan dengan pengkaderan2 seperti ini, sehingga apa yg selama ini menjadi ketidakpastian dalam pendoktrian beliau2 yg turun mengawasi di PA2 satker masing2 tidak menimbulkan contralegem lagi, sehingga menciptakan persepsi yg sama, "all 4 one, one 4 all"....
Reply
 
 
# cholidul azhar pta makassar 2012-06-12 13:08
Pelatihan, bintek atau apapun namanya seperti ini memang sangat diperlukan. diharapkan penentuan peserta juga dipertimbangkan. Syukur kalau ada program spesifikasi. Dan agar tidak mubadzir, yang ditunjuk jangan yang "itu2" saja, tapi pertimbangkanlah keahliannya dengan mencari infonya di satkernya masing-masing. Karena tidak ada orang yang mampu menguasai berbagai macam keahlian sekaligus.
Reply
 
 
# Putra Kelana 2012-06-12 14:26
Ayo para Hakim Tinggi !
Jangan merasa tua bangkitkan jiwa mudamu (walau asam urat mulai menghampirimu)untuk berperan pada peradilan tingkat banding sebagai kawal depan MARI, selamat berbintek!!! :lol: :lol: :lol:
Reply
 
 
# Mazharuddin_Balige 2012-06-12 15:26
Mdh2n dgn seringnya diadakan pelatihan2, semua aparatur peradilan agama, bisa satu visi, satu persepsi dan satu kaji di dlm memahami persoalan2 yg ada...
Reply
 
 
# Roni - PTA Ptk 2012-06-12 15:59
Peran Hakim Tinggi dalam mendorong pemanfaatan SIADPA Plus sangat penting guna memudahkan melakukan pembinaan dan pengawasan administrasi di Kepaniteraan.
Reply
 
 
# Jeje PA.Tgrs 2012-06-12 16:00
Semoga materi yang diberikan tetap istiqomah antara pelatihan sekarang dengan sebelumnya, tidak berobah-robah, padahal pokok bahasannya sama.
Reply
 
 
# Haeruddin PA Tahuna 2012-06-12 16:15
semoga apa yang diharapkan dari BIMTEK ini bisa diterapkan dalam menjalankan tugas sebagai pengawas dan terwujudnya kesamaan persepsi dari setiap HATI di seluruh PTA
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-06-13 07:00
Hakim Tinggi haruslah menguasai Pola Bindalmin dan juga harus memahami aplikasi SIADPA Plus sebagai aplikasi pendamping Pola Bindalmin.... satu tantangan yang menyenangkan, insya allah apabila pola bindalmin dikuasai penuh digabung dengan aplikasi siadpa plus, pasti jempol buat semuanya. selamat mengikuti Bimtek, semoga hasilnya sesuai harapan kita semua.
Reply
 
 
# djazril darwis.pta babel 2012-06-13 07:44
djazril darwis.pta babel.Semoga dengan BIMTEK, SDM Hakim Tinggi terus meningkat, hingga hasil WASBIN semakin maksimal.
Reply
 
 
# Nurdin PA Subang 2012-06-13 07:53
Sykurlah dengan adanya BINTEK untuk para Hakim Tinggi mudah2an dapat memberikan bimbingan kpd para Hakim PA,paling tidak menrapkan pola yang sama, karen selama ini masih ada dirasakan oleh para Hakim PA, arahan, bimbingan dan pengawasan dari Hakim Tinggi persepsinya berbeda, jangnkan antar PTA dengan PTA lain, dibawah PTA itu sendiri sudah berbeda, sehingga kadang membingungkan kpd kami, baik masalah adm maupun masalah yustisial. Oleh karena itu dengan adanya BINTEK secara priodik dari MA, kami Hakim yang di PA tidak ragu lagi.
Reply
 
 
# hendriansyah PA bengkulu 2012-06-13 08:04
selamat kepada peserta bimtek semoga dapat menerapkan hasilnya di daerah sesuai apa yang di harapkankan oleh mahkamah agung RI
Reply
 
 
# R. A. Said 2012-06-13 08:07
Sekali lagi..... Hakim Tinggi belum depenuhnya diberdayakan. Faktanya masih banyak PTA tidak melibatkan HT dalam menyusun rencana anggaran PTA (RKAKL) sehingga kebutuhan HT yg dianggap sangat mendesak tidak terakomodir.Perlu ada komitmen bersama para pimpinan MA dan PTA untuk betul2 memperdayakan HT
Reply
 
 
# Abd. Salam, PA. Watansoppeng 2012-06-13 08:56
Ketentuan itu amat tepat, Hakim Tinggi punya banyak waktu untuk membaca bahkan berkarya/menulis di bidang hukum sebagai teladan sekaligus pencerahan kepada hakim bawahannya sehingga cepat matang, mantab dan profesional, untuk segera mewujudkan cita-cita dan visi "Peradilan Yang Agung", amin,,,
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-06-13 09:19
Pembekalan, Pembinaan dan apapun namanya terlebih teknis (bimtek) jika serius dipahami sebagai suatu ilmu maka hasilnya pasti maksimal. Sebaliknya jika kegiatan serupa dilaksanakan formalitas maka hasilnya juga apa adanya. Mudah-mudahan kegiatan Bimtek Hakim yang dilaksanakan di Horison Bandung membuat keberadaan hakim utamanya hakim tinggi menjadi semakin berdaya.
Reply
 
 
# Suhardi, PA. Sumenep 2012-06-13 09:20
jabatan hakim tinggi cukup strategis dalam menentukan kwalitas Pengadilan tingkat pertama karena, ia merupakan voorpost Mahkamah Agung dalam pengawasan dan pembinaan baik managemen personil maupun managemen adminuistrasi, sehingga adalah logis apabila hakim tinggi itu harus memiliki kapasitas baik secara ilmu maupun skil individuality.
Reply
 
 
# H. Asril. Pku 2012-06-13 09:31
Tugas dan kewenangan sudah di tangan Hakim Tinggi sebagai HATIBINWAS, tapi seringkali dalam pelaksanaan tugas Pembinaan masih terpengaruh budaya lama yang mendahulukan Pengawasan dengan gaya penyelelidikan bahkan kalau tidak menemui kesalahan, selalu mencari-cari kesalahan sampai-sampai susunan kursi ruang tunggu yang tergeser dari posisinya dijadikan temuan, bukannya memfokuskan Pembinaan tapi lebih mengarah kepada pembinasaan kepemimpinan dengan mendahulukan sikap kesinisan, mudah2an kedepan akan terjadi perubahan kearah yang kita harapkan, smoga yang Kuasa memberi keampunan.

Sangat penting bagi Hatibinwas pegang dan terapkan bahwa semestinya sebelum berkunjung ke daerah2 terlebih dahulu menyatukan fisi dan misi terutama dalam masalah tugas Teknis, harus ada kesamaan fisi dari PTA mana ditugaskan, sering terjadi Pembina/pengawas datang menilai dan mengukur sesuai pengalamannya bertugas ditempat asal bertugas bukan disesuaikan dengan aturan perubahan yang telah terjadi.
Reply
 
 
# Abd.Hafid-PA-Makale 2012-06-13 10:38
Mari mendukung keinginan YM Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Non Yudisial agar tercipta keseragaman dlm hal pembinaan para Hakim Tinggi terhadap PA yg ada dibawahnya
Reply
 
 
# furqonyunus pametro lpg 2012-06-13 15:32
Kami mengucapkan selamat kpd Yang Mulia Bapak-bapak/para hakim tinggi yang mengikuti bimtek administrasi angkatan II di bandung ini, dengan harapan untuk waktu kedepan dapat melaksanakan lebih baik tugas2 pengawasan dan pembinaan serta menularkan ilmunya kepada para hakim/satker dibawahnya dlm wilayah kerja masing2 utk kelancaran tugas, kemampuan ber-IT maupun melaksanakan SIADPA Plus.Namun ada satu hal yg menggelilik benak kami, dengan tidak mengurangi rasa hormat kami kepada bapak Dirjen Badilag maupun bapak2 yg berwenang di Badilag, utu tugas pengawasan DIPA di satker PA, karena aturan2nya dilaksanakan berdasarkan ketentuan umum yg diatur oleh Dep.Keuangan,akan lebih bijaksana jika tugas pengawasan tersebut dilaksanakan oleh team/petugas Sekretariat PTA yg membidangi masalah keuangan karena lebih menguasai permasalahan sehingga untuk menentukan "yes" or "no" keputusan yg diambil pada suatu beban kerja ataupun prosedur yg harus dilaksanakan telah mempunyai pedoman yg jelas dan tidak mengambang, spt laporan kas umum tiap bulan, buku pembantu kas dan permasalahannya cukup dibuat dlm buku manual atau harus dibuat aplikasi..... Hakim Tinggi Pengawas cukup bertindak sebagai koordinator dan penanggung jawabnya.
Reply
 
 
# A.Rajab Kamea PTA Mtr. 2012-06-13 16:13
Peningkatan peran&fungsi Peradilan Tingkat Banding sbg kawal depan Mahkamah Agung (baca:pemberdayaan Hakim Tinggi) merupakan suatu keniscayaan,sebab tdklah mungkin MA menjangkau 825 satker di bawahnya dlm pembinaan/pengawasan krn keterbatasan anggaran & personil. Sangat ideal memang dan dituntut agar Hakim Tinggi mempunyai kelebihan ilmu, kemampuan & keterampilan dibanding dg yg dibina & diawasi. Tapi itu bukan hanya jalan satu-satunya, sebab boleh jadi Hakim Tinggi hanya punya kemampuan pas- pasan namun memiliki kelebihan manejerial yg handal/unggul insya Allah bisa sukses dlm pembinaan/pengawasan, oleh karena itu buat Hakim Tinggi tdk perlu terlalu terbebani dg kritikan yg menghendaki Kimti harus serba bisa. Barangkali ini penting & juga menetukan bahwa yg dibina dan yg diawasi secara mandiri harus senantiasa meningkatkan kualitas kinerja dan performa sehingga kalau perlu tdk lagi membutuhkan pembinaan/pengawasan yg genting,serius dan kontinyu, smoga !
Reply
 
 
# A.Rajab Kamea PTA Mtr. 2012-06-13 16:20
Peningkatan peran&fungsi Peradilan Tingkat Banding sbg kawal depan Mahkamah Agung (baca:pemberdayaan Hakim Tinggi) merupakan suatu keniscayaan,sebab tdklah mungkin MA menjangkau 825 satker di bawahnya dlm pembinaan/pengawasan krn keterbatasan anggaran & personil. Sangat ideal memang dan dituntut agar Hakim Tinggi mempunyai kelebihan ilmu, kemampuan & keterampilan dibanding dg yg dibina & diawasi. Tapi itu bukan hanya jalan satu-satunya, sebab boleh jadi Hakim Tinggi hanya punya kemampuan pas- pasan namun memiliki kelebihan manejerial yg handal/unggul insya Allah bisa sukses dlm pembinaan/pengawasan, oleh karena itu buat Hakim Tinggi tdk perlu terlalu terbebani dg kritikan yg menghendaki Kimti harus serba bisa. Barangkali ini penting & juga menetukan bahwa yg dibina dan yg diawasi secara mandiri harus senantiasa meningkatkan kualitas kinerja dan performa sehingga kalau perlu tdk lagi membutuhkan pembinaan/pengawasan yg genting,serius dan kontinyu, smoga !
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-06-13 17:27
Semoga Bimtek berjalan lancar, nyaman dan menyenangkan sehingga para peserta nantinya bisa pula menularkan kepada hakim di daerah masing-masing. Amin !!! :-)
Reply
 
 
# Muhdi Kholil PA Kangean 2012-06-13 18:42
SELAMAT DAN SUKSES KEPADA PARA HAKIM TINGGI YANG TERPILIH MENJADI PESERTA BINTEK , SEMOGA DARI PENGABDIAN , PEMBINNAAN DAN PENGAWASAN YANG DILAKUKANNYA PERADILAN AGAMA KE DEPAN SEMAKIN REFORMATIF, INOVATIF DAN ASPIRATIF MENUJU TAJDIDIL MAHKAMAH AL ISLAMIYAH YANG MODERN DAN AGUNG. AMIN
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2012-06-14 05:35
Memang jitu MA dengan hasil Rakernas kemarin menelorkan PT / PTA kawal derpan, sangat tepat sekali, karena itu tinggal pimpinan PT dsan PTA nya yang harus gesit. Kita tunggu, karena ini modal kita maju.
Reply
 
 
# M.Chanif, PTA Makassar. 2012-06-14 07:51
Beberapa pendapat teman-teman dalam mengomentari Bintek dan Sambutan Waka MARI sangat bagus-bagus, sehingga kami bagian dari mereka, sangat apresiatif terhadap permasalahan Hakim Tinggi yang harus mumpuni dalam mengemban amanah sebagai PEMBINA dan PENGAWAS ( Kawal DEpan MARI)disamping itu perlu adanya imbalan fasilitas yang memadahi sebagai keseimbangan dari tugas berat yang bebankan di pundak mereka, yang sangat ingin kami garis bawahi ialah imbalan fasilitas itu hendaknya jangan sampai kwalitas dan kwantitasnya lebih rendah dibanding dengan fasilitas pejabat PA, supaya kelihatan status hirarchisnya.
Reply
 
 
# Ridhuan Santoso MSy.Aceh 2012-06-14 08:03
Sudah semestinya para Hakim Tinggi menguasai IT terutama tentang SIADPA PLUS tersebut harus bisa membuka websaidnya tidak ada kata terklambat dan sudah tua untuk modal pengawasan dan pembinaan.
Reply
 
 
# Rosmaladaya ..PA LLG 2012-06-14 09:59
Selamat buat Hakim Tinggi yg sdh ikut pelatihan ....mudah-mudahan kalau turun ikut pengawasan jg ada lagi beda persepsi antara hakim tinggi yg satu dengan yang lainnya, cukup satu acuan yg didapat semasa pelatihan.
Reply
 
 
# Alimuddin M. Mataram 2012-06-14 13:25
Orang sering bilang: "usia bisa tua, tetapi semangat/passion tidak boleh ikut-ikutan tua, melainkan tetap semangat laksana anak muda". Maka marilah kita selalu mengintensipkan doa, semoga kita selalu sehat walafiat, sebab semangat dan berbuat hanya bisa pada diri orang sehat. Amiin!
Reply
 
 
# Baedhawi PA Nunukan Kaltim 2012-06-15 07:21
smg dgn adannya bimtek, bs menyatukan persepsi2 yg berbeda, walaupun diakui bahwa susah menyatukan persepsi yg berbeda.smg bykx persepsi, mengnadung hikmah, byk cara tuk menuju kesuksesan..smg PA ttp jaya dims yg akan datang...
Reply
 
 
# Manufri,SH,MH PTA.Pekanbaru 2012-06-18 09:21
Pengadilan Tinggi merupakan kawal depan MA, sebelum melakukan pembinaan kebawah, hakim tinggi kita perlu dibina terlebih dahulu untuk menyatukan visi dan persepsi supaya jangan terjadi berbeda pendapat dalam segala bidang administrasi terutama tentang sistim pola Bindalmin yang bisa menimbulkan tertjadinya mazhab-mazhab dilingkungan Pengadilan tinggi itu sendiri.Harus kita akui bahwa semenjak satu atap pada lembaga Peradilan Agama pelaksanaan sistim pola Bindalmin agak merosot dan sekarang sudah saat kita bangkit kembali.
Reply
 
 
# H.A.Musa Hsb,MH.PA Sidikalang 2012-06-18 10:06
Insya Allah dengan berbagai pendidikan dan latihan yang dilakukan kedepan Missi Mahkamah Agung RI dan seluruh peradilan dibawahnya yakni mewujudkan Peradilan Yang agung akan tercapai. Amin YARA
Reply
 
 
# armen ghani 2012-06-18 10:55
Dgn diadakannya Bimtek yg berksnabungan,,,akan mngurangi perbedaan antara hakim dgn hakim yg lainyaa dalam mlkasanakan dan mnerapkn Hkm Acara D ppngadilan Agama khususnya,,,,smgaa tettp dilaksanakknn Bimtekk,,
Reply
 
 
# Ali Mhtrm@Tj. Redeb 2012-06-18 14:15
Harus.... :-|
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid PA.BKL 2012-06-19 10:41
juga selamat buat para hakim tinggi, dengan bintek mudah-mudahan mejadi kawal depan yang mantap.
Reply
 
 
# Jasman, PA. Kabanjahe 2012-06-19 11:21
Semoga dengan adanya himbauan dari Bapak Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bindang Non Yudisial yang mengatakan "bahwa peserta bintek agar mengikuti bintek secara bersungguh sungguh, sehingga ada pola kesamaan dalam melakukan pembinaan di Pengadilan Agama, tidak ada lagi Hakim Tinggi di Aceh dengan Hakim Tinggi di Papua berbeda dalam melakukan pembinaan" akan tercapai kesamaan dalam melakukan pembinaan di Pengadilan Agama, tentu hal ini akan lebih memudahkan kita dalam melaksanakan tugas di Pengadilan Agama Manapun kita ditempatkan. terimakasih.
Reply
 
 
# Umi-PAJB 2012-06-19 11:48
Selamat mengaplikasikan ilmu yg telah bpk dan ibu Hakim Tinggi miliki dgn melakukan pengawasan ke Pengadilan Agama
Reply
 
 
# s.aljufri, PA.Jmb 2012-06-19 12:16
Melalui bintek HT diharapkan dapat melakukan peran ganda disamping sebagai hakim yang memeriksa perkara di Tk.banding juga sebagai kawal depan MARI sudah barang HT harus banyak bekal untuk siap diturunkan kedaerah/pelosok dalam rangka Binwas. Semoga Bintek selalu memberi manfaat yang besar bagi lembaga peradilan sesuai dengan visi dan misinya.
Reply
 
 
# Zulkifli S/Kabanjahe 2012-06-19 15:03
Memang sebaiknya kita ini secara perlahan harus mengucapkan "selamat tinggal pola bindalmin manual" yang kurang efisien dan kurang efektif, baik dari segi biaya maupun waktu. Kalau kita khawatir ada soft copinya yang hilang dsb., kita bisa back up dengan menempatkannya di beberapa Lap Top atau PC atau Plash Disk atau CD dll. Thanks!
Reply
 
 
# H. Barmula PTA Ambon 2012-06-20 06:38
Pada prinsifnya Hakim Tinggi pada era Globalisasi ini perlu dan sangat perlu diberdayakan, sebab hakim Tinggi sebagai Hakim Pengawas di daerah didalam pembinaan dan pengawasan harus lebih jitu dari yang diperiksa yakni pengadilan yang diperiksa. maju hakim Tinggi.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 1719 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS