Sekali lagi.... Hakim Tinggi Harus Diberdayakan
Bandung l Badilag.net
Direktorat Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Ditjen Badilag MA RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II di Horison Hotel Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan selama selama lima hari, 11-15 Juni 2012.
Wakil Ketua Mahkamah Agung RI Bidang Non Yudisial Dr. H. Ahmad Kamil S.H., M.Hum membuka acara ini. Dalam arahannya, YM Ahmad Kamil menyatakan bahwa saat ini Mahkamah Agung sedang menggalakkan peran dan fungsi peradilan tingkat banding sebagai kawal depan Mahkamah Agung.
Penggalakan peran dan fungsi peradilan tingkat banding ini bisa dilihat dari semakin banyaknya Hakim Tinggi yang ada sekarang. Jika dulu satu Hakim Tinggi mengawasi/membina dua pengadilan agama, sekarang dua Hakim Tinggi mengawasi/membina satu pengadilan agama. Oleh karena itu banyak pengadilan tingkat banding yang perkaranya sedikit namun jumlah hakim tingginya lebih banyak, hal itu semata-mata untuk mewujudkan peningkatan peran dan fungsi hakim tinggi sebagai kawal depan Mahkamah Agung.
Lebih lanjut Ahmad Kamil menekankan kepada peserta bintek agar mengikuti bintek secara bersungguh sungguh, sehingga ada pola kesamaan dalam melakukan pembinaan di Pengadilan Agama, tidak ada lagi Hakim Tinggi di Aceh dengan Hakim Tinggi di Papua berbeda dalam melakukan pembinaan, demikian imbuhnya.
Sementara itu, Plh. Direktur Pembinaan Administrasi Peradilan Agama Umiyati, S.H. dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan Bimbingan Teknis ini diikuti oleh 36 orang peserta terdiri dari 33 orang peserta Hakim Tinggi perwakilan peradilan tingkat banding seluruh Indonesia, 1 orang dari Kepaniteraan, 1 orang dari Badan Pengawasan dan 1 orang dari DiklatKumdil MA RI. Semua peserta akan mendapatkan materi pembelajaran dari beberapa pakar Pola Bindalmin yang dimotori oleh Prof. Dr. H. Abdul Manan, S.Ip., S.H., Drs. H. Zaenuddin Fajari, S.H., M.H. dan Drs. H. Mardiana Muzaffar, S.H., M.H., sedangkan materi seputar tugas monitoring dan pengawasan akan disampaikan oleh Drs. H. Amran Suadi, S.H., M.H. Inspektur Pengawas Wilayah II Badan Pengawasan MA RI.
Dengan dilaksanakannya kegiatan Bintek Administrasi ini juga diharapkan; 1). Tersedianya SDM yang memahami dan menguasasi Pola Bindalmin dan Aplikasi SIADPA Plus; 2). Peningkatan pemberdayaan Hakim Tinggi sebagai kawal depan Mahkamah Agung RI; 3). Memberikan masukan dan saran seputar teknik pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan pola bindalmin guna mendukung pelayanan menuju administrasi yang tertib.

Selain mendapatkan materi tentang Pola Bindalmin dan Pengawasan, para peserta juga akan mendapatkan materi seputar pemanfaatan Teknologi Informasi dari pakar teknologi informasi Egi Sutjiati dan beberapa materi seputar Aplikasi SIADPA Plus yang akan disampaikan oleh Tim Nasional Implementasi Aplikasi SIADPA Plus Ditjen Badilag MA RI. Sementara itu, Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama MA RI dalam kesempatan acara tersebut juga menyampaikan agar para peserta dapat menyerap semua materi yang telah disampaikan oleh para narasumber, sehingga ke depannya dalam melaksanakan tugas sebagai kawal depan Mahkamah Agung RI dapat memahami semua substansi pengawasan dan monitoring tersebut. Sebagai kawal depan Mahkamah Agung di daerah, Hakim Tinggi haruslah menguasai Pola Bindalmin dan juga harus memahami aplikasi SIADPA Plus sebagai aplikasi pendamping Pola Bindalmin. Jangan sampai ada perasaan bahwa Hakim Tinggi sudah tua dan tidak pantas lagi untuk mempelajari teknologi informasi. (TimNas SIADPA Plus) | Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 15443 | 75 | | Ming. 19 | 25 | 0 | | Sab. 18 | 32 | 0 | | Jum. 17 | 10 | 0 | | Kam. 16 | 14 | 0 | | Rab. 15 | 13 | 0 | | Sel. 14 | 12 | 0 |
|
Comments
Maka kita tidak perlu cepat frustasi dan apriori ketika menemukan satu dua hakim tinggi yang kondisinya loyo atau sering sakit-sakitan. Kondisi seperti itu hanya sementara ketika sesorang melalui proses transisi, kegamangan dan pematangan. Mereka yang tidak laik jalan tentu Allah SWT Maha Bijaksana akan segera memanggil mereka untuk kembali ke sisiNya. Percayalah.....!!!
Najmuddin (PA Batulicin)
daerah PA.kita tunggu kebijakan pimpinan dimasa mendatang.
Karena kendala yang selama ini dijumpai adanya perbedaan pola pembinaan antara satu hakim tinggi dengan lainnya, yang menyebabkan kebingungan pada pengadilan tingkat pertama.
Sudah saatnya sekarang untuk menyamakan persepsi sesuai anjuran YM Waka MARI.
Bagaimana akan melakukan pengawasan dan pembinaan jika tidak menguasai materi pengawasan dan pembinaan. Sungguh mulianya jabatan sebagai HT, namun sungguh beratnya tugas yg harus diemban dipundaknya. Semoga dg seringnya mengikuti bimtek maupun pelatihan-pelatihan, mudah-mudahan ilmunya jg semakin meningkat. Selamat unt seluruh peserta Bimtek Administrasi Peradilan, semoga bermanfaat unt kita semua. amin.!
Syukron wal'afwu Minnaa.
Sudah banyak sekali pelatihan atau pembinaan yang dilakukan MARI (Badilag) yang dimaksudkan untuk menyatukan persepsi dan pemahaman. Tapi tetap saja hasilnya kurang maksimal.
Tapi itulah roda kehidupan, selalu terjadi perubahan2. Perubahan2 inilah yang kadang tidak terjangkau, terutama, oleh mereka yang di daerah. Tapi itu sejatinya bisa diatasi dengan pemanfaatan IT. Tinggal sekarang user-nya saja yang harus digenjot untuk melek IT.
Semoga pelatihan ini membawa hasil yang diharapkan semuanya.
Jangan merasa tua bangkitkan jiwa mudamu (walau asam urat mulai menghampirimu)untuk berperan pada peradilan tingkat banding sebagai kawal depan MARI, selamat berbintek!!!
Sangat penting bagi Hatibinwas pegang dan terapkan bahwa semestinya sebelum berkunjung ke daerah2 terlebih dahulu menyatukan fisi dan misi terutama dalam masalah tugas Teknis, harus ada kesamaan fisi dari PTA mana ditugaskan, sering terjadi Pembina/pengawas datang menilai dan mengukur sesuai pengalamannya bertugas ditempat asal bertugas bukan disesuaikan dengan aturan perubahan yang telah terjadi.