|
World Bank Kupas Kisah Sukses SIADPA
Jakarta | Badilag.net
World Bank menunjukkan keseriusannya dalam menggarap buku tentang aplikasi SIADPA (Sistem Informasi Administrasi Perkara Pengadilan Agama). Selain melakukan pengamatan dan survey, Rabu (27/6/2012) World bank juga mengadakan Focus Group Discussin (FGD).
Acara yang berlangsung selama sehari penuh ini diikuti oleh para peserta yang merupakan para pelaku sejarah. Mereka tahu betul bagaimana perjalanan aplikasi SIADPA diimplementasikan di Pengadilan Agama dari awal hingga saat ini.

Empat orang diantara peserta yang berjumlah 22 orang pada kegiatan ini merupakan pegawai dan tenaga honorer Pengadilan Agama Kabupaten Malang, tempat aplikasi SIADPA pertama kali diimplementasikan. Turut hadir para tokoh yang menjadi bagian kesuksesan aplikasi SIADPA, diantaranya Dirjen Badilag, H. Wahyu Widiana dan H. Hariri Yahya Siroj (Hakim Ad Hoc Tipikor di Pengadilan Negeri Serang, mantan Kepala Biro Perencanaan dan Organisasi Mahkamah Agung RI).
Berdasarkan pengamatan dan beberapa kali survey yang dilaksanakan oleh World Bank sendiri, dalam tataran implementasi dan pemanfaatan information technology system (sistem informasi teknologi) di peradilan agama dinilai lebih baik dibandingkan dengan instansi lain. “Peradilan agama melangkah lebih jauh ke depan dari instansi lain”, ungkap Amin Sunaryadi.

Amin Sunaryandi adalah Senior Operations Officer World Bank yang tengah meneliti tentang Information and Communication Technologies (ICT) yang lebih kita kenal dengan IT. Menurutnya, “Hal ini menjadi sangat spesial karena orang-orang yang notabene bukan berbasis IT bisa menjadikan teknologi terkini sebagai bagian dari budaya kerjanya. Dengan kondisi keterbatasan tersebut Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama bisa, kenapa instansi yang lain tidak?”.
“Kegiatan ini untuk mendokumentasikan kesuksesan Ditjen Badilag dalam mengotimalkan penggunaan IT dalam menunjang pekerjaannya, dengan sekelumit tantangan dan kerja keras yang telah dilakukan para pelaku sejarah ini selama perjalanannya, jatuh bangunnya aplikasi SIADPA pada tahap sosialisasi dan implementasi. Tentu, kisah sukses ini patut menjadi bahan evaluasi dan teladan bagi instansi lain yang juga mempunyai lingkup kerja sebagai pemberi pelayanan kepada masyarakat, agar instansi-instansi tersebut bisa belajar dari IT system-nya Ditjen Badilag yang dinahkodai oleh Pak Wahyu Widiana,” tambah Amin.
Pihak World Bank berencana akan menfasilitasi tersedianya lesson learning dari pengalaman yang telah diraup oleh Peradilan Agama sebagai salah satu instansi yang sangat berhasil melakukan reformasi birokrasi di lingkungan Mahkamah Agung RI dengan pendekatan IT. “Prestasi-prestasi semacam ini perlu di ekspose ke instansi lain bahkan ke dunia internasional, salah satunya dengan cara menerbitkan buku (baik buku dalam bentuk fisik maupun buku elektronik (e-book, red.) kemudian dipublikasi, diekspose dan diperkenalkan” jelas Amin yang juga mantan komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Pada acara tersebut, juga dilakukan simulasi dan kajian kritis terhadap aplikasi SIADPA kaitannya sebagai alat bantu yang menunjang kelancaran dan efisiensi pekerjaan di peradilan agama. Presentasi tentang aplikasi SIADPA yang disampaikan oleh Tim Nasional SIADPA, mencakup seluruh fitur maupun keunggulan aplikasi SIADPA dan portal infoperkara (infoperkara.badilag.net) sebagai media keterbukaan informasi perkara bagi publik sekaligus portal pelaporan perkara tingkat pertama dan tingkat banding peradilan agama.
Disela-sela acara, Dirjen Badilag MA RI Wahyu Widiana mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas apresiasi dan support yang luar biasa dari pihak World Bank, “Kita selama ini hanya berfikir bagaimana aplikasi ini dapat menjadi fasilitas pendukung bagi para tenaga teknis di pengadilan agama dapat bekerja lebih cepat, efisien dan akurat, sehingga berimplikasi positif terhadap kualitas serta kuantitas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan”. Lanjutnya, “Harapan utama dari optimalisasi penggunaan aplikasi ini tidak lain adalah untuk percepatan dan akurasi pelayanan juga, kalau toh kemudian mendapat perhatian dan dukungan dari World Bank serta lembaga-lembaga pemerhati peradilan agama di Indonesia maupun asing, itu adalah “bonus” yang diberikan Allah SWT atas apa yang telah kita dilakukan bersama”. (Adil/Ahsan)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 27731 | 49 | | Jum. 24 | 5 | 0 | | Kam. 23 | 14 | 0 | | Rab. 22 | 25 | 0 | | Sel. 21 | 15 | 0 | | Sen. 20 | 12 | 0 | | Ming. 19 | 26 | 0 |
|
Comments
Bravo buat BADILAG dan Peradilan Agama
Benar sekali pak, meskipun bukan Instansi khusus IT, tapi peradilan Agama merupakan instanti yang selalu "haus" akan perkembangan IT dengan berinovasi dan berkreasi demi menunjang tupoksi.. semoga dicontoh dengan instansi lain..
Sukses Badilag.
Bravo BADILAG dan Peradilan Agama di Seluruh Indoensia
Terima kasih buat Pak Dirjen yang tiada henti 'mengkampanyekan pentingnya kita Akrab dengan TI termasuk SIADPA. Semoga apresiasi itu tidak membuat kita terlena , tapi sebagai Tantangan untuk lebih baik dan semangat terus dalam mengimplementasikan SIADPA . Amin !!!!!
terima kasih pak Dirjen.