Rabu, 20 Agustus 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Naskah Pidato Ketua MA dalam Rangka Peringatan HUT ke-69 MA [Revisi]
PENGUMUMAN : Undangan Mengikuti Profile Assessment
| (18/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 19 | (18/8)
PENGUMUMAN : Kenaikan Pangkat Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 Oktober 2014
| (15/8)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Usul Kenaikan Pangkat (KP) Dengan Pencantuman Gelar Pendidikan | (11/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 18 | (8/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 17 | (7/8)
VIDEO : Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H | (28/7)
PENGUMUMAN : Pemberitahuan Kenaikan Pangkat Reguler Tenaga Teknis Periode Oktober 2014
| (25/7)
PENGUMUMAN : Penetapan Hak Akses dan Admin SIMPEG Online di Lingkungan Peradilan Agama | (25/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 16 | (24/7)
PENGUMUMAN : Contoh Pembuatan SKP | (24/7)
PENGUMUMAN : Pengiriman Softcopy Berkas Perkara/Putusan Untuk Lomba Pemberkasan Perkara | (23/7)
PENGUMUMAN : Ralat Laporan Sidang Keliling, Prodeo, Posbakum dan pelayanan terpadu | (21/7)
PENGUMUMAN : Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Hukum | (21/7)




Tambahkan ke Google Reader
Panitera Pengganti, Jabatan Awal Mencapai Karir Tertinggi | (17/7) PDF Cetak E-mail
Oleh wahyu setiyawan   
Selasa, 17 Juli 2012 10:24

Panitera Pengganti, Jabatan Awal Mencapai Karir Tertinggi

Denpasar | badilag.net

Panitera pengganti bukan sekedar jabatan biasa, namun merupakan jabatan awal untuk mencapai karir tertinggi di pengadilan. Selain itu Panitera pengganti juga sebagai jabatan yang penting karena keberadaannya telah ditentukan di dalam Undang-Undang.

Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Purwosusilo ketika membuka kegiatan bimbingan teknis kompetensi panitera pengganti pengadilan agama angkatan kedua yang diselenggarakan oleh Ditjen Badan Peradilan Agama (Badilag), bertempat di Grand Whiz Hotel, Denpasar, Senin malam (16/7/2012).

Purwosusilo mengatakan, selama ini, banyak tenaga teknis di daerah menganggap bahwa jabatan panitera pengganti merupakan jabatan yang kurang diperhatikan, namun anggapan tersebut dibantah olehnya.

Dia bercerita tentang awal karirnya di pengadilan agama, tak lain adalah sebagai panitera pengganti. Setelah itu berlanjut menjadi hakim dan sampai sekarang menjadi seorang pejabat eselon dua di Ditjen Badilag.

Purwosusilo memberi contoh, bahwa sebelum menjadi Kepala Biro Perencanaan MA, jabatan Bahrin Lubis adalah Panitera/Sekretaris PTA Jakarta. “Awal karir beliau dulunya juga sebagai Panitera Pengganti Pengadilan Agama di wilayah PTA Kupang,” jelasnya.

Menurutnya, kedudukan panitera pengganti di pengadilan sangat penting karena jalan tidaknya suatu persidangan tergantung panitera pengganti, hakim tidak bisa bersidang tanpa adanya panitera pengganti.

“Benar tidaknya BAP, cepat lambatnya proses minutasi dan lainnya dapat berjalan dengan baik dan cepat, tergantung keterampilan panitera pengganti,” jelasnya.

Oleh karena itu, Purwosusilo meminta kepada para peserta agar semangat menimba ilmu yang didapat dari kegiatan ini. “Saudara harus bersyukur, serius mengikuti kegiatan ini dan gunakan waktu sebaik-baiknya,” pinta Purwosusilo.

“Saudara juga harus bersyukur karena dari sekitar empat ribu tenaga kepaniteraan yang ada, Anda salah satu yang terpilih mengikuti kegiatan ini,” lanjutnya.

Purwosusilo menjelaskan bahwa para peserta kegiatan kali ini hanya panitera muda dan panitera pengganti pengadilan agama yang mewakili pengadilan tinggi agama di pulau jawa dan sulawesi. Dia beralasan karena sebagian pengadilan tinggi agama telah diikutkan pada kegiatan bimtek kompetensi panitera pengganti pengadilan agama angkatan pertama di Batam bulan Juni kemarin.

Sementara itu, Kasubdit Pengembangan Tenaga Teknis Peradilan, Arjuna selaku sekretaris panitia dalam laporannya mengatakan bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari terhitung mulai hari Senin sampai Kamis mendatang.

Arjuna mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, kinerja dan profesionalitas Panitera Muda dan Panitera Pengganti Pengadilan Agama.

“Diharapkan bagi para peserta nantinya akan menerapkan ilmu yang telah diperoleh di lingkungan satker masing-masing,” jelas Arjuna.

Arjuna juga menyampaikan bahwa nantinya akan mendapatkan materi yang akan disampaikan oleh Narasumber dari Badan Pengawasan, Pengadilan Tinggi Agama dan Ditjen Badilag sendiri.

“Metode yang akan digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi, tanya jawab dan bedah berkas,” jelasnya.

ws

TanggalViewsComments
Total1551850
Rab. 2020
Sel. 1950
Sen. 1870
Ming. 1740
Sab. 1640
Jum. 1530
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Daswir Tanjung PTA Bdg 2012-07-17 11:01
Memang Panitera Peengganti di Badan Peradilan adalah jabatan awal untuk mencapai jabatan Panitera Mahkamah Agung, apabila kita konsekwen, selama ini jabatan puncak dari Panitera Pengganti hanya Panitera pada Pengadilan Tinggi Agama, tapi seharusnya puncaknya adalah Panitera Mahkamah Agung, begitu juga Jabatan Hakim, kalau dahulu jabatan puncak bagi Hakim adalah Hakim Agung, tapi sekarang nampaknya puncaknya hanya Hakim Tinggi, kalau ada yang menjadi Hakim Agung dari Hakim karier adalah luar biasa, maka sekarang cita - cita dari seorang Panitera Pengganti dan Hakim Karier adalah Panitera pada Pengadilan Tinggi Agama dan Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Agama, sebab sekarang bagi Panitera Pengganti sudah tertutup untuk menjadi Panitera Pengganti di Makamah Agung karena ditempati oleh Hakim karier, dan begitu juga Hakim Karier, sangat berat syaratnya untuk mencalonkan diri menjadi Hakim Agung, disamping harus S2, juga harus ada rekomendasi dari Mahkamah Agung dan memenuhi syarat lain yang ditentukan oleh KY daan mendapat persetujuan dari DPR.sedangkan hakim Non Karier, agak sedikit longgar. apakah memang itu yang dikehendaki oleh masyarakat, sebenarnya tidak juga, yang dikehendaki Panitera Pengganti dan Hakim Yang profesional dan berkualitas.
Reply
 
 
# Umi-PAJB 2012-07-17 11:11
Panitera Pengganti adalah jabatan fungsional sama seperti guru, hakim, hanya tidak sama dalam nasib kepangkatan, jika guru dan hakim dpt melaju terus , tdk demikian dgn kami di kepaniteraan, yg harus mentok di III/d atau IV/a, jika berijazah S 2, semoga dgn adanya perhatian dari pak Direktur akan merubah peraturan mengenai kepangkatan utk kepaniteraan ke arah yg lebih baik, terima ksh
Reply
 
 
# A.Topurudin, PA Banyumas 2012-07-17 11:55
Betul pak, Panitera pengganti bukan sekedar jabatan biasa, bisa menjadi jabatan awal untuk mencapai karir tertinggi di pengadilan, karena itu jangan kecil hati kawan-kawan PP, peran teman-teman sangat penting dalam proses penegakan hukum di Pengadilan. Selamat mengikuti bimbingan teknis kompetensi panitera pengganti, semoga ilmunya bermanfaat guna meningkatkan pelayanan yang berkualitas kepada masyarakat.
Reply
 
 
# Abd. Salam, PA. Watansoppeng 2012-07-17 12:03
Benar Pak Direktur,,,, Banyak Orang-orang besar di Mahkamah Agung mengawali meniti karirnya lewat Panitera Pengganti, kita manusia tidak ada yang tahu bosok bakal jadi apa ? Yang penting jalani karir dengan baik,karena Allah menyukai kebaikan.
Reply
 
 
# Mohammad H. Daud PA Negara KalselKalsel 2012-07-17 12:20
Selamat kepada para peserta yg terpilih dari empat ribuan PP di pulau Jawa dan Sulawesi, semoga dapat menimba ilmu sebanyak-banyaknya untuk diterapkan pada satker masing-masing serta ditularkan kepada rekan sejawat.
Reply
 
 
# Lalu Aminullah/Pa.Selong 2012-07-17 13:05
Apa yang disampaikan oleh Bapak Direktur Pembinaan Tenaga Tekhnis peradilan Agama merupakan Spirit Bagi Panti untuk meniti kariernya kedepan
Reply
 
 
# izzuddin.hm@gmail.com 2012-07-17 13:28
Selamat kepada reken2 PP/Panmud peserta tehnis kompetensi panitera pengganti dgn harapan agar konsentrasi n fokus mengikuti pelatihan sehingga ilmu yg diperoleh dapat diimplementasikan di wilayah satker masing2 hususnya PA.Selong dan praya yang perkara warisnya relatif lebih banyak dari PA yang lain.selamat smg pengetahuan yg diperoleh bermanfaat.amien
Reply
 
 
# DH PTA Banten 2012-07-17 13:32
Panitera Pengganti bisa dikatakan titik tolak untuk mencapai jabatan tinggi di atasnya, tetapi peluang itu relatif terbatas karena hanya sampai level PTA atau (mungkin) Ditjen. Kepaniteraan MA tidak memberi peluang untuk itu karena kepaniteraan MA/PP MA adalah para hakim. Tetapi kita tidak perlu ngoyo, sekecil apapun peluang yang ada, para panitera pengganti 'memiliki peran penting' di lembaga peradilan. Bravo Panitera Pengganti dan Kepaniteraan.
Reply
 
 
# fanroyen@pa_sidaorjo 2012-07-17 13:54
SEMOGA MASIH ADA KESEMPATAN MENJADI HAKIM, BAGI PANITERA PENGGANTI.....(HAKIM KARIER) SEHINGGA DAPAT MENJADI PENERUS YANG MULIA BAPAK Drs. H. PURWOSUSILO, S.H.,M.H., AMIIIN....AMIIIN...AMIIIN
Reply
 
 
# Zulkifli ijoel 2012-07-17 15:05
Panitera Penganti memang jabatan yang sangat penting bagi persidangan, tidak ada Panitera Pengganti sidang tidak bisa berjalan, namun yang terpenting kedepan yang perlu diperhatikan, tentu bagaimana panitera pengganti sebagai jabatan fungsional, naik pangkatnya tidak berakhir pada pangkat III/d.trimakasih.....
Reply
 
 
# A.Sayuti PA.Pk.Baru 2012-07-17 15:06
Semua jabatan apapun bentuknya memang berawal dari bawah,jabatan memang perlu, dengan jabatan seseorang punya sarana untuk melakukan sesuatu ke arah yang lebih baik,tetapi hendaknya bukanlah jabatan menjadi tujuan utama dalam bekerja, keikhlasan dan kesungguhan yang lebih utama,bila ikhlas dan sungguh-sungguh jabatan akan datang sendiri,kalau tidak hari ini mungkin besok,kalau tidak cepat mungkin agak lambat, yang penting sabar dan ikhlas semua akan beres
Reply
 
 
# Nursal - PA. Muara Bungo 2012-07-17 15:10
Jabatan Panitera Pengganti adalah jabatan strategis, karena ikut mengetahui secara rinci dan jelas peristiwa persidangan karena mencatat secara tertulis , jalannya sidang, mungkin hakim lupa, namun PP mengingatkan dengan BAP.. ayo maju trus .. dan selamat berlatih dalam pelatihan
Reply
 
 
# Muh. Irfan Husaeni/PA Painan 2012-07-17 15:15
Terimakasih kepada Panitera Pengganti yang telah mensukseskan persidangan, tanpamu apa artinya. Jazakumulloh.
Reply
 
 
# syawal_nst 2012-07-17 15:18
kedudukan panitera pengganti di pengadilan sangat penting karena jalan tidaknya suatu persidangan tergantung panitera pengganti oleh karena itu mungkin sudah seharusnya ada diklat CPP yang terjadwal secara berkesinambungan, hingga pegawai yang awalnya melamar dari CPP tidak seharusnya ditempatkan dibagian umum sembari menunggu pendidikan untuk menjadi PP.mungkin ada yang sudah menjadi wasek kemudian baru menjadi PP murni kembali. Kemudian sudah sangat memungkinkan diterapkannya pemisahan antara Panitera dan Sekretaris, sehingga seorang calon CPP tidak harus rolling dari bagian kesekretariatan ke kepaniteraan agar bisa menjadi Panitera yang dituntut untuk mengerti urusan di ke 2 bagian tersebut. selamat bagi peserta bimbingan teknis kompetensi panitera pengganti pengadilan agama dan tetap semangat.
Reply
 
 
# Muhammad,KPA Klungkung-Bali 2012-07-17 15:24
selain pak Direktur dan Pak Bahrin Lubis, banyak juga yang lain dari kalangan Ketua PA, Hakim Tingi bahkan KPTA, yang awalnya berkarier dari Panitera Pengganti. oleh karena itu ke depan perlu kiranya Panitera Pengganti diberi peluang untuk bisa mengikuti test Cakim seperti dulu. Banyak Panitera Pengganti yang potensial, berijazah S2 bahkan ada yang sdh Doktor.
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-07-17 20:02
Panitera Pengganti yang berpetensi sebaiknya diberi jabatan dan promosi ke PA Klas I tanpa menunggu waktu berlama-lama..
Reply
 
 
# hadisah masya 2012-07-17 20:58
menanggapi statemen pak purwo saya seakan2 berpikir ada pembiaran peran yang dilakukan oleh selain PP. tidak ada PP persidangan tidak akan jalan. padahal klo tidak ada hakim, tidak ada jurusita dan jurusita pengganti persidangan juga tidak akan jalan. seharusnya kita wajib menghargai segenap peran yang dimainkan oleh aparat peradilan walau itu sekecil apapun. kita seyogyanya berpikir kita yang berkecimpung di lingkungan peradilan sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan satu sama lain.klo kita perhatian, perhatikan kepada seluruh aparat peradilan jangan seperti saat ini yang ditonjolkan perhatian adalah bidang kepaniteraan sedangkan kesekretariatan dibiarkan jalan sendiri. contoh nyata dalam UU terbaru tentang peradilan disebutkan ada perpanjangan masa kerja bidang kepaniteraan dan ada Sekretaris di pengadilan, yang satu dilaksanakan sementara yang satu lagi diabaikan sampai hari ini. Sekretaris di pengadilan hanya mimpi walau itu sudah pernah diungkapkan oleh pak purwo sendiri.
Reply
 
 
# fadlullah Awaluddin Jamil 2012-07-17 21:12
Sangat setuju komentar sdr syawal_nst. seharusnya dipengadilan sudah ada pemisahan yang jelas antara PANITERA dengan SEKRETARIS karena itu juga termasuk blueprient MA 2010-2035. blueprient yang disusun dengan susah payah namun diingkari oleh penyusun itu sendiri. satu fenomena yang sangat menyedihkan. padahal klo kita berpikir jernih dengan adanya jabatan SEKRETARIS di pengadilan maka akan terjadi pengaruh yang luar biasa di pengadilan baik dari segi penambahan penghasilan dan juga pergerakan gerbong dibawah wasek. mereka yang sudah sekian lama tanpa jabatan dengan adanya pos SEKRETARIS akan kecipratan jabatan yang lowong dan remunerasi serta tunjangan jabatan otomatis naik sendiri karena kenaikan jabatan tsb.
Reply
 
 
# Pa. Yadi PTA.Ambon 2012-07-18 06:09
Bimntek Panitera Pengganti yang dilaksanakan di Denpasar Bali adalah perwakilan dari PTA. Pulau Jawa dan Sulawesi tentunya tidak hanya dilingkup PTA Jawa dan Sulawesi saja namun juga PTA lainya khususnya Indonesia Timur. Fakta cerita yang di sampaikan Pa. Pur merupakan motivasi bagi PP untuk terus belajar dan belajar menimbah ilmu namun dilain sisi PP saat ini masih terbentur dengan masalah kenaikan pangkat/gol yang nota bene rata-rata gol III/d. Untuk naik pangkat/gol bisa diusulkan bilamana ada perubahan Eselonisasi MARI yang hingga sekarang belum terlaksana. Oleh karena itu kami himbau kepada Pa. Pur dan pihak terkait untuk bagaimana mencari solusi sehingga kenaikan pangkat/gol khusunya PP bisa terwujud.Aamin.
Reply
 
 
# A. Rahim Upuolat. PA Masohi. 2012-07-18 06:57
Assalamu'alaikum Wr-Wb
Semoga warga Peradilan Agama diseluruh Indonesia selalu diberkati dan diridhoi dan diberi umur panjang oleh Allah SWT.Amiien.
" tolong jangan dilupakan kalau ada kegiatan bintek Panitera pengganti di bagian barat Indonesia, kita Panitera Pengganti di Indonesia Timur ini juga di ikutkan sebagai peserta " mohon maaf dan terimah kasih Bpk/Ibu Panitia.
Reply
 
 
# Andi Suardi PA. Mamuju 2012-07-18 07:18
seharusnya dipengadilan sudah ada pemisahan antara PANITERA dengan SEKRETARIS, khususya PA, kalau tidak salah ini kehendak UU no 3 Tahun 2006, namun sampai sekarang belum dilaksanakan sehingga untuk menjadi PP harus menunggu lama, apalagi ada dulu aturan bahwa pegawai yg menduduki jabatan struktural tidak boleh mendaftar PP, nanti tahun 2010 baru dibolehkan pejabat struktural, jadi sudah banyak teman2 yg sdh jd Wasek di PA. KLAS 1, baru bisa jadi PP dari segi karir mulai dari awal dari segi materi (tunjangan jabatan & Remunerasi) drastis turun sekali tunjangannya, smoga hal semacam ini bisa diberikan solusi terbaik dari pimpinan MARI.
Reply
 
 
# #ARIFIN & PA DEPOK 2012-07-18 08:36
Tidak bisa dipungkiri keberadaan Panitera Pengganti sebagai salah satu komponen yang membantu majelis hakim dalam meyelesaikan berkas perkara, yang jelas untuk menggapai PP jabatan yang Agung diperlukan kerja keras dan profesionalisme yangg tinggi, karena di pundak PP terdapat beban dan amanah untuk menyesaikan minutasi perkara, Bimbingan Teknis sangat dibutuhkan bagi PP, untuk itu kami berharap kegiatan seperti ini dilanjutkan terus agar PP yang belum profesional di tingkatkan lagi,bukanya hanya dinikmati oleh segelitir PP, selamat pak direktur semoga dapat melanjutkan dan memperjuangan kegiatan-kegiatan Bimtek selanjutnya, karena bukan hanya jabatan yang ingin kami raih tatapi kualitas dan profesional yang lebih utama, soal jabatan masalah garis tangan dan takdirnya Allah, yang jelas Allah lebih menyukai orang yang kerja ketimbang yang malas-malasan, selamat rekan-rekan PP semoga menjadi PP yang kerja keras, dan selamat juga pak direktur. wassalam
Reply
 
 
# A. Rahim Upuolat. PA Masohi. 2012-07-18 09:04
Ass Wr-Wb.
Pak Pur dan segenap pikirMan-pikirMan di BADILAG sekarang mungkinkah Panti bisa jadi Hakim ?
Reply
 
 
# djazril darwis.pta babel 2012-07-18 09:04
Panitera Pengganti adalah tangan kanan Majelis Hakim, maka ilmu dan kecakapannya harus bisa menyamai keterampilan hakim, bahkan harus lebih.Putusan yang baik bersumber dari BAS yang dibuat oleh Panitera Pengganti.
Reply
 
 
# A. Rahim Upuolat. PA Masohi. 2012-07-18 09:08
Panti orang kecil yang harus berbesar hati.
laksanakan tugas dan tanggungjawab Mu karena itu amanah Allah yang harus dilaksanakan,.
Reply
 
 
# H Imron AR, Bwn 2012-07-18 09:17
Karena PP jabatan awal mk sy usul bhw PP diberi peluang yg sama utk bisa mengikuti test cakim seperti yg lalu2. Mereka unggul daripada pendatang baru dari segi pengalaman.
Reply
 
 
# PA 2012-07-26 11:26
Kalo mau jadi Hakim ikut Test Cakim aja pak ....Tapi lepas dulu Jabatannya sekarang, setelah itu baru bapak bandingkan kemampuan bapak dengan para pendatang baru.
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-07-18 09:45
Karena PP adalah partner Hakim di muka sidang dan dalam penyelesaian berkas perkara, maka perhatian lebih terhadap PP ke depan, baik untuk peningkatan SDM, kepangkatan dan kesejahteraan mereka.
Reply
 
 
# Rizqon - PA Martapura 2012-07-18 11:56
Semangat!!! buat yang masih formasi Calon Panitera Pengganti, mohon doanya.
Reply
 
 
# Rajani PA.Muara Tebo 2012-07-18 12:01
kalau bisa karir hakim dari bawah terus ke hakim agung, pp terus menjadi panitera MA, wakil sekretaris dan pejabat dibawahnya juga bisa terus karirnya menjadi sekretaris MA. jangan seperti sekarang jabatan di MA di isi oleh bapak-bapak hakim kita. terima kasih.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-07-18 15:53
Semoga ke depannya karir para PP bisa semakin menjanjikan dengan sistem linier ke atas mulai dari PP Pengadilan Tk.I, PP Pengadilan Tingkat Banding dan PP MA.RI sehingga profesionalitas PP semakin mantap. Amin !!!
Reply
 
 
# akangjajangs/ PA Tnk 2012-07-18 16:09
Benar Pak Direktur,..tapi..semoga setelah Diklat ini peserta benar-benar ada perubahan mental dan kemampuan teknis yang baik,..sebab.. tidak jarang terlihat setelah Diklat kinerjanya,ya.. begitu juga semoga.. amiin
Reply
 
 
# fadlullah Awaluddin Jamil 2012-07-18 20:29
Sedikit menngoreksi komentar P Andi Suardi PA Mamuju. jabatan SEKRETARIS di PA adalah amanah UU NO. 50 tahun 2009 dan perpanjangan usia pensiun Pansek, wapan, panmud dan PP juga amanah UU tsb. tapi apa dinyana ternyata yang mendapatkan rahmat hanya bidang kepaniteraan saja sementara mereka yang berkecimpung dibidang KESEKRETARIATAN hanya gigit jari. bayangkan ada WASEK PA klas II sudah menjabat selama 15 tahun, pengangkatan tahun 1997 tapi sampai hari tetap WASEK KLAS II pangkat juga mentok di III/d bahkan jabatan tsb mungkin diembannya sampai pensiun klo pinpinan MA dan dirjen2nya tidak tanggap atas nasib jajaran KESEKRETRIATAN.
Reply
 
 
# Kuat. Maryoto PA Mimika 2012-07-19 06:44
Tidak bisa di pungkiri panitera/Panitera Pengganti adalah bagian dari sistem persidangan,Hasil suatu persidangan akan baik, salah satu faktornya adalah apabila Panitera /Panetera Penganti dalam mencatat setiap persidangan secara cermat dan menyusunnya dan Berita Acara Sidang yang berkualitas baik,tentu diperlukan pelatihan dan ketrampilan-ketrampilan khusus,namun selain itu Panitera/Panitera Pengganti juga harus diberi kesempatan untuk meningkatkan karirnya bukan hanya pada level PTA saja, tetapi bisa mencapai Level Mahkahmah Agung. Selamat buat Rekan-Rekanyang ikut dalam pelatihan suata saat ilmu tersebut dapat bermanfaat.
Reply
 
 
# M.Yusuf wk PA Kendari 2012-07-19 08:40
Sampai kepuncak atau tidak sampai kepuncak selain harus kerja keras juga sangat bergantung pada takdir yang bersangkutan. Tugas kita adalah bekerja dengan profesional yang dilandasi dengan tekad untuk bekerja secara sungguh-sungguh dengan ditopang berupa kemampuan pengetahuan dan keterampilan.Semoga sukses
Reply
 
 
# Teguh Iriantono_PA Fakfak 2012-07-19 14:13
sudah tidak sabar rasanya ingin menjadi panitera pengganti. Sayangnya sudah 3 tahun ini menanti kabar adanya pendidikan PP untuk calon PP angkt. 2009 namun belum ada kabar. :sad: Tetap bersabar, semoga tidak lama lagi :lol:
Reply
 
 
# syamsul bahri ms-bna 2012-07-20 01:36
statement dari Bapak Purwosusilo patut diajungkan jempol, namun banyak di daerah ada Panitera Pengganti yang berkwalitas sering disingkirkan hanya karena masih bercokolnya sukuisme, sehingga ada pejabat kepaniteraan sampai pensiun baru digantikan dan banyak PP sampai pensiun masih sebagai PP, tolong di croschek, banyak yang dizhalimi
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2012-07-20 13:02
namun kasian pola kariernya tidak menentu bahkan ada yang nyalib segala dan kerjaannya seabrek-abrek, sementara pendapatannya kalah dengan JSP.
Reply
 
 
# lukman 2012-07-24 08:47
PP juga harus di bekali dengan penguasaan komputer karena masih banyak PP belum bisa mengoperasikan siadpa
Reply
 
 
# M.Tobri-PA.Kuningan 2012-07-24 22:42
Panitera pengganti bukan sekedar jabatan biasa, namun merupakan jabatan awal untuk mencapai karir tertinggi di pengadilan. Selain itu Panitera pengganti juga sebagai jabatan yang penting karena keberadaannya telah ditentukan di dalam Undang-Undang. semoga antara jabatan dan penghasilannya sama, sehingga bisa makmur hidupnya.
Reply
 
 
# Herman PA-Kisaran 2012-07-25 09:14
Selamat kepada Teman" yg mengikutin BINTEK Angkatan ke II di Bali, Smoga menjadi Panitera Pengganti yg lebih Profesional dan berkualitas, agar remunerasinya akan ditingkat lagi....Amin....
Reply
 
 
# Iskandar Raja BADILASG 2012-07-26 08:50
Jabatan Panitera bisa saja puncak kariernya sampai ke Mahkamah Agung RI sama halnya dengan Hakim yg penting aktivitas nya di peradilan agama profesional dan bekualitas
Reply
 
 
# Rahmat Raharjo, PA BAJAWA 2012-07-26 09:47
Mungkin memang panitera yang berkualitas perlu diberi kesempatan untuk meniti karir sebagai hakim. Kalau memang tidak ada jatah, sebagai pengecualian, bagi panitera/PP yang ingin mengikuti test cakim secara regular (non Pegawai) tidak disyaratkan sedang menjabat sebagai PNS. (pasti PP banyak yang dukung.. :lol: )
Reply
 
 
# Dede Supriadi PA. Serang 2012-07-27 07:58
Amin semoga yang dijadikan cita-cita para panitera penggati jadi kenyataan dan ada politikal will dari yang para pejabat yang diatas
Reply
 
 
# Sabrimen-PA.Mtr 2012-07-30 12:06
Apa yang disampaikan oleh Bapak Purwosusilo (Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama), sungguh benar adanya, bahkan banyak pejabat / hakim pernah menjabat sebagai Panitera Pengganti , Oleh karenanya Pengganti Pengganti hrs semngt dan selalu meningkatkan kwalitas SDM agar bisa menjalankan tugas dengan baik dan harapan kita semoga bapak 2 Pimpinan kt baik di Badilag maupun di Mahkamah Agung agar memperhatikan karir dan kesejahteraan kita.. Amin
Reply
 
 
# Khafidatul Amanah PA Bima 2012-07-30 12:57
Selamat kepada teman2 yg telah mengikuti Bintek semoga menjadi panitra pengganti yang profesional dan ilmu yg diperoleh langsung diterapkan pada PA masing2
Reply
 
 
# jabatan 2012-07-30 18:44
:cry: aduh ni PP kok pada pingin jadi hakim, ntar kalau pp semua dah jdi hakim trus yg buat BAP siapa, undang2 sudah sangat jelas mengatur posisi2 jabatan yg ada di Pengadilan.....
Reply
 
 
# Fhauzi PP 2012-11-13 08:04
sebenarnya faktor yg mempengaruhi PP untuk ingin menjadi hakim adalah faktor kesejahteraan..
karena PP dengan hakim ibarat dua sisi mata uang yg tdk bisa dipisahkan dlm pelaksanaan tugasnya dan saling bergantung satu sama lain, namun hal ini di pisahkan oleh terbitnya Peraturan Pemerintah no.94 th 2012 tentang kesejahteraan hakim..
hal inilah yg mempengaruhi banyak para PP ingin menjadi hakim.. karena kesejahteraan hakim jauh di atas dari pada kesejahteraan PP (perpres 24 2007)
andai saja kesejahteraan PP disamakan dengan hakim pasti banya PP yg tidak ingin menjadi hakim dan tetap menjadi PP.. trimakasih
Reply
 
 
# Hilmi - PA.Serang 2012-12-29 22:16
Sudah jelas Panitera Pengganti tidak bisa dipisahkan dengan Hakim, seperti putusan tidak bisa dipisahkan dengan Berita Acara akan tetapi tuk sementara berpisah dengan tunjangannya.
Reply
 
 
# pp terani aya 2013-06-19 15:28
pp yaaaa tetap pelengkap penderita, atau penderita paling pelengkap, tunjangan sejak 2007 gak naik, beban kerja terus bertambah, lebih parah lagi, fasilitas kerja tidak pernah diperhatikan, kesejahtraannya saja dibawah kaur dan panmud, padahal tugasnya menggantikan panitera dalam persidangan, duh nasib mu Panitera pengganti ups salah pelengkap penderita
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 750 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS