|
Penilaian Sementara Penganugerahan "SIMPEG Awards"
Dirbinganis PA : Juara Pertama, PA Yang Tidak Diprediksi Sebumnya
Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Purwosusilo merilis penilaian sementara penganugerahan "SIMPEG Awards" kategori Pengadilan Agama dengan data dan dokumen elektronik terbaik. Dalam penilaian tersebut jatuh pada salah satu Pengadilan Agama (PA) di wilayah timur Indonesia.
Purwosusilo menyampaikan hal tersebut ketika melakukan tanya jawab dengan peserta kegiatan bimbingan teknis kompetensi panitera pengganti pengadilan agama angkatan kedua di Grand Whiz Hotel, Kuta-Bali. Senin (16/7/2012).
Hasil penilaian tersebut didasarkan pada database aplikasi SIMPEG yang ada di Ditjen Badilag. Ia mengatakan, beberapa waktu yang lalu, pihaknya telah merekap sementara data SIMPEG Online di Subdit Data dan Evaluasi yang menangani aplikasi tersebut.
“Dengan kriteria yang telah ditentukan, kita short datanya ternyata yang juara adalah PA di wilayah timur Indonesia yang tidak kita prediksi sebelumnya,” jelas Purwosusilo.
Menurut Purwosusilo, hal ini sangat unik karena selain belum memadainya SDM pegawai dan peralatan, PA tersebut juga kurang terdengar familier di telinga kita.
“Padahal di Jawa seperti PTA Semarang, PTA Surabaya, dari sisi keterampilan, SDM pegawai, peralatan terbilang memadai,” ungkap Purwosusilo terheran.
Namun Purwosusilo tidak menyebut secara pasti, PA dan wilayah PTA mana yang dimaksud. “Ini kan baru penilaian sementara, jelasnya.
Data di SIMPEG Salah, Jangan Salahkan Ditjen Badilag
Sementara itu, Purwusilo meminta kepada pimpinan PA untuk terus melengkapi data di SIMPEG Online. “Tolong ketua PA perintahkan bagian kepegawaiannya agar melengkapi data kepegawaian di SIMPEG Online,” pintanya.
Selain itu, Purwosusilo juga meminta kepada pegawai lain untuk turut membantu melengkapi data kepegawaian di Satker masing-masing.
“Walaupun bukan di bagian kepegawaian, tidak ada salahnya membantu kantornya untuk melengkapi data di SIMPEG Online,” jelasnya.
Purwosusilo mengatakan, berdasarkan pemantauan yang dilakukan pihaknya, masih banyak ditemukan data kepegawaian tenaga teknis yang belum lengkap dan bahkan keliru dalam memasukan datanya.
Dia mencontohkan, seharusnya data SK kenaikan pangkat dimasukan ke menu “Kenaikan Pangkat”, namun ternyata dimasukan kedalam menu “Promosi dan Mutasi”. Selain salah, hal tersebut sangat merugikan bagi pegawai yang bersangkutan.
“Kalau kenaikan pangkat setiap tahun pasti ada, tapi mutasi tidak selalu,” jelasnya. Jadi kalau data di SIMPEGnya salah, jangan salahkan Ditjen Badilag dalam mengambil kebijakan,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, Ditjen Badilag akan memperingati 130 tahun Peradilan Agama bulan September mendatang. Dalam peringatan tersebut akan diberikan ‘Religious Court Reform Awards’, salah satunya adalah pemberian ‘SIMPEG Awards’.
ws
Berita terkait :
Inilah Lima Kategori Penganugerahan Simpeg Award
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 5881 | 34 | | Sab. 25 | 11 | 0 | | Jum. 24 | 7 | 0 | | Kam. 23 | 20 | 0 | | Rab. 22 | 27 | 0 | | Sel. 21 | 18 | 0 | | Sen. 20 | 22 | 0 |
|
Comments
Tentang data SIMPEG menurut saya selain harus lengkap juga harus benar dan akurat. Karena data sangat diperlukan dan sangat berpengaruh terhadap putusan atau kebijakan apapun yang akan diambil. Misalnya untuk teman2 yang sudah 20 tahun mengabdi dan ingin kembali ke daerah asalnya di Pulau Jawa atau ke daerah manapun asalnya, tetapi karena kesalahan data misalnya tertulis 2 tahun tentu ini akan merugikan bagi yang bersangkutan , karena tidak mungkin 2 tahun sudah pindah lagi ke daerah asal. Jadi kepada pinpinan satker, bagian kepegawaian maupun pegawai yang bersangkutan mari kita sikapi himbauan bapak direktur dengan sungguh2 untuk mengoreksi data dalam SIMPEG.
Terakhir “Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan kepada semua, semoga semua ibadah Ramadhan yang kita laksanakan nantinya dapat mengantarkan kita kepada suasana kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Semoga,… Amin !