Euforia Peringatan 130 Tahun, Spirit Kebangkitan Intelektual
Jakarta | Badilag.net
Euforia Peringatan 130 Tahun Peradilan Agama begitu terasa. Bukan hanya jajaran Redaksi Badilag.net versi Bahasa Indonesia, namun juga Badilag.net versi Bahasa Arab ikut kebanjiran tulisan artikel yang tentunya ditulis dalam Bahasa Arab oleh tangan-tangan warga peradilan agama, yang identik dengan penguasaan kitab kuningnya.

Senin(27/7) Badilag Arobiyyah sebutan untuk Badilag.net versi Bahasa Arab menerima tulisan artikel dari Muhammad Isna Wahyudi (Hakim PA Kotabumi). Hakim yang juga penulis rubrik khutbah Jumat di situs NU Online mengangkat tema “Nahwa al-Qanun al-Taqaddumi Li al-Ahwal al-Syakhshiyyah” (Menuju Undang-Undang Progresif Hukum Keluarga). Para pembaca setia Badilag Arobiyyah yang berjumlah rata-rata lebih dari 200 orang perhari, dapat menyantap tulisan yang bergizi tersebut pada Jumat (31/7).
Tulisan berikutnya Redaksi terima dari Ridho Aprianendi, LC (Cakim PA Bekasi). Ditulis sangat sistematis dan ilmiah bertema “Al-Istidlal bi al-‘Urfi fi al-Ahkam” (Metode ‘Urf dalam Penemuan Hukum). Cakim yang aktif menulis status di dinding akun facebook Badilag Arobiyyah ini mengirimkan tulisan, hanya selang sehari dari publikasi tulisan Hakim Isna. Pembahasan yang berbobot tersebut bisa dinikmati para pengunjung situs Hari Rabu (1/8) tepat dengan Hari lahirnya Peradilan Agama yang ke-130.
Sungguh euforia yang menggelorakan semangat kebangkitan. Tidak hanya dalam inovasi dan improvisasi dalam peningkatan pelayanan publik. Tapi juga, semangat kebangkitan intelktual para Hakim dan warga peradilan Agama. Semangat membaca dan menulis gagasan dalam bahasa Arab.
Masih di hari yang sama, Ahmad Zainal Fanani, SHI, M.Si (Hakim PA Sumbawa Besar) yang merupakan kandidat calon doktor ilmu hukum di Untag Surabaya, mengirimkan tulisannya tentang "Tajdid Qanun al-Ahwal al-Syakhshiyyah al-Islamiyyah fi Indonesia" (Pembaharuan Undang-Undang Hukum Keluarga Islam di Indonesia).
Yang menarik dari publikasi tulisan-tulisan tersebut, adalah disamping pengunjung bisa mengunduh langsung dari link yang tersedia, disana terpampang foto diri sang penulis, sehingga lebih bisa mendekatkan antara gagasan dan para pembacanya. Para penulispun akan mudah dikenali, tidak hanya lewat orsinilitas idenya, tapi melalui wajah-wajah aslinya. Selamat Milad Peradilan Agama.
(Ibnu AR) | Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 16273 | 24 | | Sab. 18 | 13 | 0 | | Jum. 17 | 9 | 0 | | Kam. 16 | 13 | 0 | | Rab. 15 | 14 | 0 | | Sel. 14 | 9 | 0 | | Sen. 13 | 13 | 0 |
|
Comments
Kita warga peradilan agama pasti tidak asing dengan kitab kuning dengan ulama ulama ahli fiqh yang jadi penulisnya. Kita memang kehilangan generasi penulis kitab kuning seperti Imam Nawawi Al Bantani. Banyak kalangan berharap fuqaha indonesia yang modern lahir dari kalangan hakim pengadilan agama. Tulisan yang dibuat oleh hakim-hakim muda seperti tersebut di atas semoga menginspirasi kita agar banyak fuqaha modern masa kini menulis buku yang menjadi bacaan kaum muslimin di Indonesia. tulisan tulisan beliau suatu saat dihimpun menjadi satu buku yang kelak menjadi kitab kuning walaupun tidak kuning lagi. Amin.
Salam kompak..
De Fanini, K Mahrus.. mana salam untuk kami juga yang lain.. hehehehehe
Salam Ukhwah