Kamis, 21 Agustus 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Naskah Pidato Ketua MA dalam Rangka Peringatan HUT ke-69 MA [Revisi]
PENGUMUMAN : Undangan Mengikuti Profile Assessment
| (18/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 19 | (18/8)
PENGUMUMAN : Kenaikan Pangkat Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 Oktober 2014
| (15/8)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Usul Kenaikan Pangkat (KP) Dengan Pencantuman Gelar Pendidikan | (11/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 18 | (8/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 17 | (7/8)
VIDEO : Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H | (28/7)
PENGUMUMAN : Pemberitahuan Kenaikan Pangkat Reguler Tenaga Teknis Periode Oktober 2014
| (25/7)
PENGUMUMAN : Penetapan Hak Akses dan Admin SIMPEG Online di Lingkungan Peradilan Agama | (25/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 16 | (24/7)
PENGUMUMAN : Contoh Pembuatan SKP | (24/7)
PENGUMUMAN : Pengiriman Softcopy Berkas Perkara/Putusan Untuk Lomba Pemberkasan Perkara | (23/7)
PENGUMUMAN : Ralat Laporan Sidang Keliling, Prodeo, Posbakum dan pelayanan terpadu | (21/7)
PENGUMUMAN : Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Hukum | (21/7)




Tambahkan ke Google Reader
Kejar Target 100 Persen Remunerasi, MA Lakukan Pembinaan dan Supervisi (22/11) PDF Cetak E-mail
Oleh Hermansyah   
Kamis, 22 November 2012 21:42

Kejar Target 100 Persen Remunerasi, MA Lakukan Pembinaan dan Supervisi


SIBUK. Seorang pegawai pengadilan agama sedang sibuk melayani masyarakat pencari keadilan.

Jakarta l Badilag.net

Mahkamah Agung terus berupaya meningkatkan kinerja aparat peradilan. Salah satu cara yang ditempuh adalah melakukan pembinaan dan supervisi terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi di empat lingkungan peradilan yang bernaung di bawah MA.

Pembinaan dan supervisi itu akan dilakukan oleh Tim Supervisi yang dibentuk MA. Peserta pembinaan dan supervisi adalah ketua, wakil ketua, panitera/sekretaris, wakil panitera dan wakil sekretaris pengadilan tingkat banding dan pengadilan tingkat pertama.

Tim Supervisi melakukan pembinaan dan supervisi selama sepekan, mulai tanggal 5 hingga 12 Desember 2012, di 30 wilayah. Rencananya, Tim Supervisi yang berkunjung ke tiap wilayah berjumlah lima orang.

Pada 5-7 Desember, ada 16 wilayah yang akan dikunjugi Tim Supervisi. Ke-16 wilayah tersebut adalah Banda Aceh, Tanjung Karang, Padang, Palembang, Bengkulu, Pekanbaru, Banjarmasin, Pontianak, Banten, Bandung, Ambon, Surabaya, Makassar, Palu, Samarinda dan Medan.

Berikutnya, pada 10-12 Desember, Tim Supervisi akan bertandang ke 14 wilayah. Ke-14 wilayah itu adalah DKI Jakarta, Gorontalo, Maluku Utara, Mataram, Kupang, Semarang, Bangka Belitung, Jayapura, Denpasar, Jambi ,Yogyakarta, Kendari, Manado dan Palangkaraya.

Sekretaris MA Nurhadi, melalui sepucuk surat tertanggal 21 November 2012 yang ditujukan kepada para ketua pengadilan tingkat banding, mengatakan bahwa upaya peningkatan kinerja itu memiliki keterkaitan dengan peningkatan tunjangan kinerja atau remunerasi.

“Kegiatan pembinaan dan supervisi atas pelaksanaan reformasi birokrasi pada empat badan peradilan guna peningkatan kinerja menuju 100 persen remunerasi,” tulis Sekretaris MA pada surat bernomor 637-1/SEK/KU.01/11/2012.

Agar kegiatan ini berjalan lancar, Sekretaris MA mengharapkan setiap pengadilan tingkat banding melakukan koordinasi dan mempersiapkan diri. Anggaran pembinaan dan supervisi berasal dari anggaran masing-masing satuan kerja.

(hermansyah)

TanggalViewsComments
Total1875452
Rab. 2010
Sel. 1950
Sen. 1830
Ming. 17120
Sab. 1620
Jum. 15100
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Masrinedi-PA Painan 2012-11-22 23:06
Semoga pembinaan dan supervisi yang dilakukan MA terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi di empat lingkungan peradilan dapat meningkatkan kinerja aparat peradilan menuju 100 persen remunerasi. Aamiin !
Reply
 
 
# PA BYL 2012-11-23 14:43
Amin...amin..amin
Reply
 
 
# muhammad takdir 2012-11-23 05:22
Mudah2an remuunarasi 100% ini bisa cepat terealisasi supaya bisa menambah kesejahtraan teman2 dan bisa semakin meningkatkan kinerja mereka. Amiin.
Reply
 
 
# Rusliansyah - PA Nunukan 2012-11-23 05:56
Tak ada istilah terlambat untuk sebuah rencana menuju perubahan 100% remunerasi.
Sekalipun kegiatan "Pembinaan dan Supervisi Pelaksanaan RB" baru diadakan diakhir tahun,
Semoga kegiatan ini nantinya dapat memberikan pemahaman dan persepsi yang sama bagi semua satker dari 4 lingkungan peradilan dalam pelaksanaan tupoksinya masing2.
Karena kalau remunerasi 100% ini belum terwujud, maka 'kesenjangan' dan 'kecemburuan' dari pegawai terhadap hakim dengan adanya PP 94 /2012, bisa menjadi bom waktu yang siap meledak dan berujung pada kurangnya soliditas dan menurunnya kinerja pegawai.

Semoga para pemangku kepentingan di MA cepat tanggap terhdap kemungkinan yang ada dan melakukan langkah2 nyata untuk mencegah semua itu terjadi.
Reply
 
 
# edi blam 2012-12-10 18:28
Sabar petinggi MA sudah bekerja jgnkan 100%
Isyah Allah lebih berdoalah saudara2 ku amin
Reply
 
 
# tadarin PA. PArigi 2012-11-23 06:48
lebih cepat lebih bagus smoga cepat terealisasi amiiiiiiiiiiiin
Reply
 
 
# kardon pta 2012-11-23 12:31
:lol: :eek: :-x
swiet.....swiet...amin
Reply
 
 
# anhiharsani@yahoo.co.id 2013-02-19 09:22
kapan niiihhh remunerasix non hakim dinaikkan jg.
Reply
 
 
# anhiharsani@yahoo.co.id 2013-02-19 09:24
kapan niih remunerasix non hakim kasihan
Reply
 
 
# Abdul Muin 2012-11-23 07:11
Mudah-mudahan dengan adanya supervisi dapat meningkatkan kinerja aparat perdailan agama di seluruh Indonesia semoga program tersebut sukses
Reply
 
 
# Umi-PAJB 2012-11-23 07:40
punishment dan reward memang harus sejalan. An da mau remunerasi 100 %, benahi dulu mind set anda untuk melayani masyarakat, dan tidak hanya menjadi birokrat kaku yang ingin dilayani masyarakat dan membuat masyarakat menunggu pelayanan anda kapanpun anda mau. Semoga gema reformasi ini tidak hanya utk remunerasi namun juga sistem eselonisasi di kepaniteraan, karena kaitannya dgn kenaikan pangkat, bukankah itu merupakan bagian peningkatan kesejahteraan bathin pegawai di kepaniteraan?
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya / Singaparna 2012-11-23 07:46
Sudah 5 tahun remunerasi masih 70 %, karena itu masa kita ketingalan oleh Menkeu, semoga cepat berhasil.
Reply
 
 
# # Rosmiati-PA.TanjungKarang 2012-11-23 08:08
Semoga hasil Pembinaan dan Supervisi yang dilakukan MA semakin memperjelas dan mempercepat terealisasinya remunerasi 100%, Amiin.
Reply
 
 
# Nurmadi rasyid PA.,BKL 2012-11-23 08:31
Semoga hasil team suvervis berjalan dengan lanjar dan sukse sehingga apa yang diharapkan remonirasi 100 parsen akan segera terwjud, kami mendoakan semoga Alla Swt memberkahinya Amin
Reply
 
 
# Muhdi Kholil PA Kangean 2012-11-23 08:35
Semoga Kegiatan Supervisi yang dilakukan berjalan sukses dan lancar, bisa mengantarkan ke " maqoomammahmuda " hingga derajat 100 % remunerasi . Kita sudah lelah dan tidak pernah naik derajat sejak lahir hingga kini baru mencapai derajat 70 % . Semoga bisa.Amin
Reply
 
 
# RS. MS.Aceh 2012-11-23 08:58
Diharapkan setelah dilakukan supervisi tersebut akan terwujud remunerasi menjadi 100% dan TMTnya sejak 2007 Insyaallah akan berhasil.
Reply
 
 
# Drs. H.Abd.Rasyid A. MH@PA Mojokerto 2012-11-23 09:17
Semoga upaya dan perjuangan MA untuk mewujudkan remunerasi 100% berhasil. Amin....
Reply
 
 
# iliyansyah 2012-11-23 09:25
KEBERHASILAN REMUN 100 PERSEN ADALAH GAMPANG SANGAT GAMPANG....JADILAH PEGAWAI NEGERI YANG DISIPLIN IKHLAS BERDISIPLIN DAN SELALU IKHLAS BERDISIPLIN DENGAN SEPENUH HATI PASTI 100 PERSEN HALAL BUKAN DENGAN KELUH KESAH DAN BURUK SANGKA PADAHAL NEGARA KEPENGEN TAPI KITA NYA TIDAK MAU BERBENAH DAN TERUS MENERUS BERJALAN BERDSARKAN JIWA pns MASA LALU YANG SELALU MENGGANGGAP ENTENG PEKERJAAN DAN PEGAWAI NEGERI SIPIL
Reply
 
 
# amran 2012-11-23 13:06
baguslah,jangan cuma hakim saja yg dipikirkan kesejahteraannya juga non hakim, juga sekretariat dan kayanya pegawai disekretariat dianak tirikan terutama di pengadilan tingkat pertama dan banding, kalau wapan bisa jadi pansek, tapi kalau wasek tidak bisa jadi pansek, organisasi MA perlu dipertanyakan..., semoga dg adanya suvervisi ini akan menjadi lebih baik ..tapijangan cuma tori
Reply
 
 
# A. Latif. MS.Aceh 2012-11-23 14:53
Memang untuk mencapai hasil yang maksimal haruslah dengan perjuangan dan pengorbanan.Pengabdian, Dedikasi dan disiplin kerja yang tinggi merupakan kunci kesuksesan. Untuk itu, semoga saja Peningkatan dan 100% Remunerasi bukanlah mimpi.
Reply
 
 
# nur - pa tarakan 2012-11-23 15:49
biaya hidup utk kami2 di daerah perbatasan NKRI sangat tinggi, menabung setahun hanya cukup untuk membayar sewa rumah kontrakan :lol: 70% atau 100% yg penting nominalnya, smg remunerasi kedepan bs menjawab kesejahteraan yg lebih baik
Reply
 
 
# Arlien GP Lampung 2012-11-24 10:10
alamak .... lama kali remunerasi 100 % ini pegel dehhhh bini aku nunnguinnya
Reply
 
 
# STAF...... 2012-11-24 20:15
ga usah 100%,,nominal.y aja yg di buat 3X kali pak biar ga terlampau jauh dari Hakim.
Reply
 
 
# Maryono, PA Blora 2012-11-26 05:55
Semoga perjungan Mahkamah Agung menuju remunerasi 100% segera terealisasi, sehingga bisa menopang dan meringankan bagi pegawai yang bertugas jauh di luar daerah, amin Ya robbal Alamin.
Reply
 
 
# eros 2012-11-26 07:23
MA hanya bertugas mensejahterakan HAKIM2 saja, pegawai selain hakim seperti terjadi pembiaran, klo masalah remunerasi itu sudah menjadi agenda Pemerintah, bukan semata-mata perjuangan Mahkamah Agung.

Mahkamah Agung telah menciptakan keceburuan dengan tunjangan hakim yang selangit, sehingga menimbulkan semangat kerja menjadi down.
Reply
 
 
# Drs, Cece Rukmana Ibrahim, SH. KPA. Cibadak 2012-11-26 10:54
Semoga saja, apa yang sudah menjadi Agenda Kerja Mahkamah Agung bisa terwujud, termasuk juga 100 percent (%) remunrasi bagi pegawai Mahkamah Agung selain Hakim
Reply
 
 
# Ismail Paisuly, PA Masohi 2012-11-26 11:55
Model pembinaan bagaimana sih yg dimaksud ? Selama ini kita terus dan tetap dalam pembinaan. Nah sekarang kalau ada yang tidak mau/tidak suka dibina, bagaimana?
Reply
 
 
# has 2012-12-03 14:00
istilah pembinaan itu cerita mati saja.
apakah hanya PNS selain hakim dibina, sedangkan hakim masuk g' masuk kantor dengan PP 94 ini g' ada pengaruhnya, karena tetap terima utuh tunjangannya, sedangkan pegawai selain hakim lambat hadir saja dipotong. Apakah para hakim bukan bagian dari stekholder dalam reformasi birokrasi??????????????
Reply
 
 
# zusman aceh 2012-11-26 11:59
iya, mud2an remunerasi 100 % akan sgr turun. tapi kawan2ku dikepant dan kesekrtn, jangan pesimis/cemburu,itu ada ketentuan /per uu yg mengaturnya. gaji hakim yg katanya selangit, itu krn adanya ketentuan per uu yg udh lama terabaikan. untuk menjadi hakim saja adl jg perjuangan yg cukup melellahkan dg menguras tenaga dan pikiran sekalian uangnya. seseorg tdka serta merta mjadi hakim, berapa bnyak pegawai yg gagal mjadi hakim.itu adalh hak/rezki mereka. utk kawan2 pp/pns lainya bisa jg membaut grop perjauangannya...mengholkan undg2 dsb. sukses utk semua.
Reply
 
 
# suryadi-PA Tdo 2012-11-27 07:10
Mahkamah Agung terus berupaya meningkatkan kinerja aparat peradilan. Salah satu cara yang ditempuh adalah melakukan pembinaan dan supervisi terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi di empat lingkungan peradilan yang bernaung di bawah MA....maju terus peradilan Indonesia..slm sukses sll...!!!
Reply
 
 
# mayanda-PTA.MTR 2012-11-27 09:47
ya Allah... mdh2an cepet terealisasi.. aminnnnn ;-) , kesenjanganx sangat luar biasaa...mdh2an mndpat perhatian :sad:
Reply
 
 
# staf PN klas II 2012-11-27 21:09
Kejaksaan dan Kemenkumham blum 100% tp nominalx minimal 1.700.000,- staf peradilan jika nanti terealisasi 100% nominalnya sekitar 1.700.000,-, untuk staf PN klas II.MA kalah jauh dari Kemenkumham dan Kejaksaan
Reply
 
 
# donturio 2012-11-28 21:26
Kabar gembira bagi para aparat peradilan non teknis di seluruh Indonesia>> Informasi dari Sekretaris MA-RI & Kepala Biro Perencanaan & Organisasi mengenai optimisme kenaikan remunerasi tahun 2013 u/ tenaga non tehnis lingkup peradilan se-Indonesia, disampaikan pada sambutan Bimbingan teknis sistem pelaporan data asset, keuangan dan remunerasi mll aplikasi Komdanas bagi operator Simak BMN, Sakpa dan Pencatat absensi remunerasi di Lingk.MA @Aryaduta Hotel,karawaci 22 Nov 2012 >> check it mulai di Durasi menit 45 aja dst yaa :)
download audio:
www.facebook.com/download/496390020381454/1122163800.amr
Reply
 
 
# anwaruddin kupang 2012-11-29 13:21
Hidup ini tidak bisa lepas dari hak dan kewajiban, orang selama ini selalu menuntut hak sementara melaksanakan kewajiban sering masih terabaikan, makanya diperlukan pembinaan dan supervisi, kedepan marilah kita kerja keras, kerja cerdas dan kerja ihlas,sehingga tanpa disupervisipun kerja kita sudah baik.
Reply
 
 
# Salehuddin 2012-12-01 19:05
Alhamdulillah tunjangan hakim sdh naik dan hakim tdk akan ancam mogok sidang, remun 100% oke juga, tapi ketidakadilan terasa bukan tunjangan hakimnya bos!, tapi tunjangan kemahalan di daerah sperti NTB dan NTT dan daerah lain selain Jawa, APA YANG BELANJA DAN MAKAN ITU CUMA HAKIM, PNS dan Rakyat Jelatapun merasakan kemahalan, kasihan bangsaku ini semakin tidak karuan.
Reply
 
 
# candra 2012-12-03 13:52
Bapak yang badilag jangan diam aja....
perjuangkan juga bagi kami PNS selain hakim, kenapa menyuruh menyaksikan ketidakadilan didepan institusi yang lebelnya peradilan. tunjangan selangit, gaji pokok naik, yang lebih miris lagi uang kemahalan. apa mereka saja yang merasakan kemahalan?, padahal sama lokasi, sama merantau. Sesungguhnya yang "MENJAGA". Mahkamah Agung adalah segenap warga mahkamah agung tanpa terkecuali. jangan bairkan terjadi yang satu menjaga dan satunya merusaknya.
Reply
 
 
# Rampard_PA.Mtk 2012-12-03 20:21
semestinya tidak ada pengklasifikasian kelas antar pengadilan...neben pak,,
Reply
 
 
# Panitera Pengganti 2012-12-05 10:37
Kami sebagai PP di kelas II, juga merasa terbuang dan tidak dibutuhkan oleh MA, seolah - olah di MA hanya hakim saja yg bekerja, dan yang membuat MA jdi agung hanyalah Hakim, dan Penegak Hukum yang paling miskin hanyalah Hakim.......coba tengok di PN kami, Hakim setiap hari makan-makan terus rombongan pulang cepat, sedangkan kami hanya menjaga kantor, Hakim bisa naik tunjangan tinggi kenapa PP tetap 300.000,- PP mulai penetapan sidang s/d berkas itu dijarit MA tidak pernah berpikir tentang hal itu, ....buat Pak KMA mana keadilan buat kami sebagai PP????????
Reply
 
 
# LA HATI-PTA MALUT 2012-12-05 17:38
sabar dan sabar teman2 insya allah KMA akan perjuangkan juga , saya yakin dan percaya sebab apa....... artinya masa dalam satu kantor ada yang pendapatan melangit dan mengerjakan pekerjaan berat hanya sekedar..... memenuhi kebutuhanpun ngga cukup contohnya..... kami di PTA,. Maluku Utara gaji gaji yang diterima untuk gol. II 2.500.000 maka barang tentu untuk trangsportasinya ke Kantor aja ngga cukup sebab sekali perjalanan seratus ribu kalau PP. 200 ribu maka kalau dikalikan 22 hari maka bukannkan dua juta empat ratus. olehnya itu sabar dan sabar insya allah pasti bisa amin ya rabbal alamin
Reply
 
 
# wawan 2012-12-05 20:39
tidak ada keadilan di Pengadilan,(pegawai pengadilan tidak mendapat keadilan di kantor/instansinya tempat bekerja)karena hakim, panitera/panitera pengganti, jurusita dan staf jauh sekali perbedaan dalam hal kesejahteraan, khususnya tunjangan, tunjangan hakim gol. III/a tunjangannya Rp. 8.500.000,- sedangkan panitera pengganti Gol III/d tungangannya Rp. 360.000. apalagi dengan staf.adilkah itu, maka kami mohon keaadilan kepada bapak KMA yang terhormat.
Reply
 
 
# M.Yusuf PA Kendari 2012-12-06 06:41
Laksaakan kewajiban dengan baik dan ikhlas, insya Allah rizkinya akan menyusul tanpa henti.Ingat! bahwa setiap orang sudah ditentukan porsinya masing-masing .Jangan orang beli kulkas kita yang kedinginan...
Reply
 
 
# Ahmad, PA MTR 2012-12-06 08:24
Hakim, Panitera, jurusita dan semua karyawan Pengadilan adalah SATU TUBUH, maka jika salah satunya kena gizi buruk dan jatuh sakit maka mustahil pelayanan dan penegakan supremasi hukum akan tercapai, KARENA ITU kenaikan SEGERA kesejahteraan non hakim wajib hukumnya...
Reply
 
 
# diah 2013-01-28 16:48
aetujuuuuuuuuu...... 8)
Reply
 
 
# Wawan PN 2012-12-06 10:18
:oops:
kalau MA mau menciptakan keharmonisan, di lingkungan Pengadilan, naikkan dan serasikan tunjangan panitera/panitera pengganti, karena panitera/panitera pengganti juga punya tugas dan tanggung jawab yang berat sebagai partner hakim untuk menyelesaikan perkara, paling tidak pendapatan/gaji yang diterima separuh dari pendapatan/gaji hakim, kalau tidak jangan berharap ada perbaikan, justru akan menimbulkan kecemburuan, paling-paling mereka nanti protes;
Reply
 
 
# dian 2012-12-08 21:14
semoga aja :D
Reply
 
 
# rizal razai 2012-12-13 15:06
hayo seluruh warga mari kita capai bersama sama....yukk mariiii....
Reply
 
 
# jon makmur saragih 2013-01-21 15:48
Jangan hanya gaji hakim yang dipikirkan, panityera pengganti sebagai partner hakim juga harus didperhatikan;
katanya mau ada keseimbangan tunjangan hakim dengan panitera pengganti dan sudah pernah dibicarakan rakernas MA, mana realisasinya masa sudah 10 tahun tunjangan panitera pengganti tetap Rp. 360.000/bulan, adakah tunjangan pejabat di dnegeri ini hanya Rp. 360.000,-
Reply
 
 
# jon makmur saragih 2013-01-21 15:53
tolong tunjangan paniatera pengganti diperhatikan, terutama PN yang ada TIPIKOR nya, tunjangan Panitera Pengganti hanya Rp. 360.000/bulan, katanya peningkatan kinerja, teganya dengan tunjangan Rp. 360.000/bulan selalu dituntut peningkatan kinerja sementara PNS lain yang tidak lembur-lembur ssidang dana membuat beriata acara tunjangannya berlipat ganda;
Reply
 
 
# para panitera pengganti 2013-01-23 13:27
kesenjangan penghasilan hakim dan Panitera Pengganti bagaikan langit dan bumi, sedangkan tugas antara hakim dan Panitera Pengganti kalau kita jujur yang paling berat adalah Panitera Pengganti, seperti membuat penetapan sidang, penahanan, perpanjangan penahanan mengikuti sidang membuat berita acara bahkan amembuat putusan akan tetapi tunjangan Penaitera Pengganti untuk kelas 1A hanya cukup beli kopi, tolong dong bapak-bapak yang berwenang di MA perhatikan kami ini sedangkan remunerasipun hanya itu-itu juga, kita tidak jarang sidang sampai malam karena sidang Tipikor yang saksi-saksinya kadang-kdang sampai 70 an orang,
Reply
 
 
# Taharuddin, S.Ag,MH PA,Pkc Riau 2013-01-23 16:29
Bismillah, Ni,mati hidup ini dan terima apa adanya,bersyukur atas reski yang kita dapatkan, kita bekerja dengan ikhlas.dan penuh semangat.
Reply
 
 
# abd.pa tabanan bali 2013-02-27 08:31
Alhamdulillah PA.Tabanan bali setiap hari rabu jam 8.30 pagi mengadakan pelatihan bersama mengenai masalah SIADPA di bimbing oleh tim aiti bersam Wakil Ketua
Reply
 
 
# pp 2013-05-13 14:48
kalau pp mogok sidang seperti hakim boleh gak yaaaa................
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 576 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS