Jumat, 18 April 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Diklat Hakim Ekonomi Syari'ah Tahun 2014 | (16/4)
PENGUMUMAN : Ralat Perubahan Tempat Kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II tahun 2014 | (15/04)
PENGUMUMAN : Permohonan Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun 2014|(14/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama Angkatan II | (11/4)

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Perilaku Hakim Dari Komisi Yudisial | (11/4)
PENGUMUMAN : Format BAS dan Putusan | (8/4)

PENGUMUMAN : Hasil Rapat Pimpinan dan TPM Mahkamah Agung RI | (8/4)
PENGUMUMAN : Penulisan Nama, NIP dan Tempat/Tanggal Lahir dalam Aplikasi SIMPEG Online | (1/4)
PENGUMUMAN : Optimalisasi Aplikasi SIADPTA Plus | (27/3)

PENGUMUMAN : Verifikasi dan Validasi Data Kepegawaian 2014 | (21/03)
VIDEO : Kuliah Berseri Peradilan Agama -- Seri 4 | (21/03)
PENGUMUMAN : Usulan Rencana Kinerja Tahunan DIPA 04 Ditjen Badilag | (21/03)
VIDEO: Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 3 | (17/3)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Sosialisasi Hukum Acara Ekonomi Syariah (KHAES) | (17/3)
PENGUMUMAN : Pembaharuan Data SDM Berbahasa Asing | (17/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Workshop Bagi Hakim Pengadilan Agama | (14/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Peningkatan Tenaga Teknis Pemberkasan Perkara Kasasi/PK di Bandar Lampung | (14/3)
SURAT EDARAN : Pemberitahuan (PENIPUAN) | (14/3)




Tambahkan ke Google Reader
Orientasi dan Pembekalan Tata Kelola Kearsipan Yang Baik dan Dinamis | (28/4) PDF Cetak E-mail
Oleh Ridwan Anwar   
Kamis, 28 April 2011 10:54

Farid Ismail:

"Tata Kearsipan Yang Baik dan Dinamis Merupakan Gerbang Keberhasilan Suatu Organisasi"

Sekretaris Ditjen Badilag, Drs. H. Faris Ismail, MH (kiri) dan Kepala Biro Perencanaan  dan Organisasi MARI, Drs. H. Hariri YS, SH, MH, MM (kanan) Sedang Memberikan Materi.

Bandung | Badilag.net (27/4)

Selama tiga hari, dari Rabu-Jumat  (27-29/ 4/2011), Bagian Organisasi dan Tatalaksa/ Ortala pada Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama/ Ditjen Badilag MA RI menggelar acara Penyusunan Naskah Ketatalaksanaan Tata Kearsipan di Bandung. Acara yang dihadiri oleh 28 orang peserta, meliputi pejabat eselon III, IV dan beberapa  pegawai terkait di lingkungan Ditjen Badilag ini mengambil tema "Orientasi dan Pembekalan Tata Kelola Kearsipan Yang Baik dan Dinamis"

Kabag Ortala Ditjen Badilag MA RI, Drs. H. Endra Jumhana, SH, MH mengungkapkan, kenapa para staff/ pegawai juga diikutsertakan dalam acara ini. Dijelaskan, dirinya berharap bahwa ilmu tentang tata kelola kearsipan ini hendaknya juga dikuasai oleh para pegawai terkait yang selama ini banyak membantu tertipnya pelaksanaan tugas-tugas ini. “Dengan adanya Aacara ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya tertib administrasi perkantoran di llingkungan Ditjen Badilag”, ungkap Kabag Ortala.

Sekretaris Ditjen Badilag MA RI, Drs. H. Faris Ismail, MH ketika membuka acara ini pada hari Rabu (27/4/2011) menegaskan: “Penataan kearsipan yang rapi dan benar sangat penting dalam suatu organisasi. Suatu surat, bisa saja akan sangat dibutuhkan kembali pada beberapa waktu ke depan. Bila suatu surat diarsipkan dengan baik dan benar, maka tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya kembali kapan saja diinginkan”. 

Farid Ismail kemudian mencontohkan bahwa pernah suatu waktu dibutuhkan arsip surat tentang kapan pertama kali terjadinya perdebatan tentang hisab dan rukyat di Indonesia. Untung saja, surat tersebut telah diarsipkan dengan benar sehingga dapat dengan mudah ditemukan kembali.

Di antara nara sumber yang dihadirkan dalam acara ini adalah Kepala Biro Perencanaan  dan Organisasi MARI, Drs. H. Hariri YS, SH, MH, MM dan Kepala Sub Bagian Kearsipan dan Pengurusan Surat pada Sekretariat Jenderal Kementerian Agama RI, H. Subandi, S.IP yang selama ini dinilai memiliki kompetensi yang cukup mumpuni dalam ilmu kearsipan ini.

Dalam penjelasannya, Hariri mengatakan bahwa secara umum ada dua macam tata kearsipan,  yaitu pengurusan surat dan penataan berkas. Tata kearsipan ini harus dilakukan secara berurutan. Diawali dengan pengurusan surat, kemudian dilanjutkan dengan penataan berkas.

Lebih lanjut, Hariri juga menerangkan  tentang perbedaan mendasar antara “sistem kendali dan sistem agenda” dalam tata kelola kearsipan.  Dalam sistem agenda terdapat pengulangan pencatatan, sementara pada sistem kartu kendali tidak. Selain itu, “dalam tata kearsipan, paling tidak ada beberapa unit yaitu Unit Kearsipan, Unit Pengolah, Tata Usaha Unit Pengolah, dan Pelaksana Pengolah”, jelas Hariri.

Hariri juga menjelaskan beberapa hal tentang asas-asas pengurusan surat. Di antara asas tersebut, menurut Hariri, adalah bahwa seluruh surat masuk dan keluar harus melalui unit kearsipan. Apabila surat masuk langsung ke unit pengolah, maka unit pengolah harus menyampaikan Kartu Kendali I (KKI) dan Kartu Kendali II (KKII) atau Lembar Pengantar I (LP I) surat biasa atau surat rahasia ke Unit Kearsipan. Semua surat yang salah masuk akan disampaikan kepada alamat yang dituju dengan menggunakan Lembar Pengantar Surat Biasa. Surat–surat yang pengolahannya perlu pertimbangan dari pengolah yang lain, penyampainnya harus melalui Tata Usaha Unit Pengolah.

Para Peserta Serius Mengikuti Kegiatan Penyusunan Naskah Ketatalaksanaan Tata Kearsipan

“Surat dapat dibagi menjadi dua, yaitu Surat Tertutup dan Surat Terbuka. Ada perbedaan yang cukup mendasar dalam memperlakukan kedua macam surat ini”, tegas Hariri. Hariri juga menerangkan bahwa Surat Terbuka dapat berupa Surat Dinas dan Surat Non Dinas. Untuk Surat Dinas, terbagi lagi menjadi Surat Penting dan Surat Biasa.

Di akhir presentasinya, Hariri mengisyaratkan: "untuk menciptakan kearsipan yang baik dan tepat, Unit Kearsipan harus memperhatikan dengan seksama tugas-tugasnya". "Di antara tugas-tugas tersebut adalah melakukan penerimaan surat, mengatur pengarahan distribusi surat, melaksanakan pencatatan surat, melaksanakan pengiriman surat dan sebagai tempat penyimpanan sementara sebagai arisip in aktif, sebelum dikirim ke unit kearsipan surat", sambungnya. (Rahmat | Nasich)

TanggalViewsComments
Total1071519
Jum. 18110
Kam. 1770
Rab. 16120
Sel. 15110
Sen. 14180
Ming. 13180
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Rio Satria 2011-04-28 12:07
Semoga dengan terciptanya pengelolaan arsip yang baik dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas peradilan, khususnya di lingkungan Peradilan Agama.
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2011-04-28 12:34
Pengelolaan suatu sistem memang sejak dini sudah harus dikuasai para pegawai melalui berbagai pelatihan. Kaidah: "al-haqq bilaa nizham yaghlibuh al-bathil bi al-nizham" akan terjadi bila pelatihan tsb tidak atau kurang dilakukan. Insya Allah penerapan pola kearsipan surat di Badilag bisa terlaksana dengan semakin baik melalui pelatihan ini.
Reply
 
 
# wachid@masohi 2011-04-28 13:30
Alangkah bagusnya kalau saja selain acara di atas:1.ada pelatihan khusus arsiparis(sekaligus praktek langsung); 2.pengangkatan jabatan fungsional arsiparis (saya yakin banyak PA tidak punya arsiparis, hanya mengandalkan pola kerja lama/kebiasaan, apalagi di daerah2 di luar Jawa). Semoga Ortala bisa membuat planning tuk kami2 di daerah tertinggal.
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2011-04-28 22:55
Ya tata kelola kearsipan ini hendaknya juga dikuasai oleh para pegawai terkait yang selama ini banyak membantu tertipnya pelaksanaan tugas-tugas kearsipan, baik di Dirjen maupun di PTA dan PA, jadi perlu juga ditularkan ke PA PA ya Pak Farid, makasih Wassalam.
Reply
 
 
# endang m,pta mataram 2011-04-29 07:05
Dg tatakelola kearsipan yg baik dan dinamis, maka akan menunjukkan majunya suatu organisasi, baik lembaga negara / pemerintah maupun lembaga swasta lainnya. Mari kita berbenah diri untuk mengelola arsip dg baik, agar lembaga peradilan ini menjadi contoh bagi lembaga lainnya di bidang kearsipan.
Reply
 
 
# Diah PTA Sby 2011-04-29 08:29
Pengelolaan arsip dengan baik dan benar sangat membantu dalam manajemen administrasi perkantoran. SDM profesional yang memahami tata persuratan akan memudahkan pencarian surat/arsip yang sekarang ini terkesan amburadul dan asal-asalan. Selamat mengikuti pelatihan bagi para peserta, semoga ilmu yang didapat dapat segera direalisasikan dalam lingkungan kerja masing-masing sehingga roda organisasi dapat berjalan dengan lancar.
Reply
 
 
# uwanuddin .pta BDL 2011-04-29 09:42
Dengan pengelolaan arsip yang dinamis , maka akan semakin tertib administrasi dilingkungan Badilag, sehingga uuntuk mutasi tidak perlu lagi minta ke daerah dan akhirnya proses akan semakin cepat dan hemat,serta efesien inilah yang diaharapkan oleh seluruh warga peradilan dan seluruh stik holder
Reply
 
 
# Kharis-PA pamekasan 2011-04-29 14:02
Arsip Dinamis sangat berharga bagi perjalanan suatu instansi. dari arsip itulah bisa diketahui perjalanan suatu instansi.Semoga kearsipan dinamis bisa dilaksanakan di semua Pengadilan Agama.
Reply
 
 
# M.Tobri -PA kuningan 2011-04-29 16:39
Penataan kearsipan yang rapi dan benar sangat penting dalam suatu organisasi. Suatu surat, bisa saja akan sangat dibutuhkan kembali pada beberapa waktu ke depan. Bila suatu surat diarsipkan dengan baik dan benar, maka tidak terlalu sulit untuk mendapatkannya kembali kapan saja diinginkan”,setuju sekali dengan pendapat beliau, pada umumnya kadang tugas di bidang kearsipan dianggap sepele /kecil saja, padahal justru yang kecil bisa menjadi petaka yang besar. mudah-mudahan ada sistem yang baku dan seragam yang bisa kita pake, sehingga Peradilan Agama bisa segera mencapai keagungan yang kita harapkan.
Reply
 
 
# LA HATI-PTA MALUT 2011-04-29 20:49
" harapan " semoga semua wilayah baik PTA maupun PA-PA bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh ilmu terutama asystem persuaratan sebagaimana yang disampaikan Bapak Kepala Biro Perencanaan dan Bapak Sekretaris Ditjen Badilag.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA.Painan 2011-04-30 19:39
Semoga Orientasi dan Pembekalan Tata Kelola Kearsipan Yang Baik dan Dinamis ini bermanfaat banyak bagi peserta di dalam menata arsip di tempat kerja masing2. AMin !
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2011-05-01 07:30
Semoga dapat terwujudnya tertib administrasi perkantoran dilingkungan Ditjen Badilag, yang tentu akan berimbas ke satker di bawahnya, baik PTA maupun PA PA nya, selamat buat Badilag.
Reply
 
 
# SUMAR PTA LAMPUNG 2011-05-01 21:02
Sangat setuju kalau kita2 (Peradilan Agama) menggunakan "ARSIP DINAMIS" Seperti pada waktu kita (Peradilan Agama) masih dalam KEMENTRIAN AGAMA yaitu sebelum satu atap.
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2011-05-02 09:48
Pengelolaan suatu sistem memang sejak dini sudah harus dikuasai para pegawai melalui berbagai pelatihan. Kaidah: "al-haqq bilaa nizham yaghlibuh al-bathil bi al-nizham" akan terjadi bila pelatihan tsb tidak atau kurang dilakukan. Insya Allah penerapan pola kearsipan surat di Badilag bisa terlaksana dengan semakin baik melalui pelatihan ini.
Reply
 
 
# d.zaenal.PA,Kuningan 2011-05-02 11:07
Pengelolaan tata persuratan dan kearsipan dinamis sejak dulu belum berjalan sesuai yang diharapkan karena kurangnya SDM tentang itu; selain juga ada kesan mengurus arsip sangat membosankan.
Reply
 
 
# Ananta 2011-05-02 14:39
selamat atas terselenggaranya acara tersebut alangkah baiknya peradilan di bawah dirjen juga dibina karna sepenetahuan saya dulu jaman Depag sekitar tahun 1998 dulu pernah ada acara tersebut dimana Bapak Hariri sebaai Kasubag Tata LAksananya sekaran setelah MA ngak pernah ada pembina masalah ketatalaksanaan kearsipan Dirjen hanya membina masalah teknis...semoga bisa memayungi dan menayomi dengan peradilan dibawahnya... amin
Reply
 
 
# Ratu Ayu 2011-05-03 14:32
Saya sangat setuju dan dapat memahami pelajaran yang sekilas diuraikan diatas. Organisasi berasal dari kata yang berarti mengatur. Sehingga keteraturan merupakan hal yang tidak dapat lagi ditawar, termasuk keteraturan surat atau arsip dinamis. Orientasi mengundang para staf adalah tepat sasaran, karena langsung kepada man behind the gun. Dapat langsung diterapkan dan manfaat materi orientasi dapat langsung dirasakan. Ala'l jami', ma'a najah.
Reply
 
 
# umi 2011-05-04 11:16
Pengadilan agama yang ada di Jakarta sebagai etalase dari Pengadilan Agama di Indonesia mendapatkan pelatihan yang kontinue dari Badilag Terima Ksh
Reply
 
 
# dedeh PTA Banten 2011-05-09 09:08
Dari beragam katentuan atau sistem kearsipan baik umum maupun perkara, pada prinsipnya mungkin sama. Namun demikian, diperlukan satu panduan atau sistem yang konkrit dan seragam digunakan oleh Peradilan Agama khususnya, terutama untuk mengantisipasi berbagai persoalan kearsipan seperti batasan waktu penyimpanan arsip perkara yang sering menemui kendala karena keterbatasan sarana prasarana arsip baik ruangan maupun rak penyimpanan, terlebih bagi pengadilan agama dengan kapasitas perkara cukup tinggi.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 1006 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS