Saya Beda Tipis Dengan Bapak Dirjen
( Drs.H.Nurul Huda,SH.,MH )

Malam Ramah Tamah Raker PTA Jayapura
Jayapura | pta-jayapura.go.id
Beragam acara telah terlaksana dalam rangkaian kegiatan Rapat Kerja Pengadilan Tinggi Agama Jayapura dengan Pengadilan Agama Se-Wilayah Papua dan Papua Barat dari tanggal 25 s.d. 27 Januari 2012 di Hotel Itese, Merauke - Papua.
Dipenghujung Penutupan kegiatan Raker, di adakan Acara Ramah Tamah Pengadilan Tinggi Agama Jayapura dan Pengadilan Agama Se-Wilayah Papua dan Papua Barat bersama Direktur Jenderal Badan Peradilan Agama Mahkamah Agung RI Drs.H.Wahyu Widiana, MA.
Acara Ramah Tamah yang dipandu oleh H.Imran, S.Ag.,SH.,MH ( Panmud Hukum PTA Jayapura ) dan di hadiri Oleh Ketua PTA Jayapura Drs.H.Abdurrahman HAR, SH, Wakil Ketua Drs.Masykur Latokonsina memberikan kesempatan pertama kepada Drs.H.Nurul Huda, SH.,MH / Ketua PA Biak untuk membawakan Sekapur Sirih mewakili rekan-rekan dari Pengadilan Agama.

Sekapur Sirih Pengadilan Tinggi Agama dan Pengadilan Agama di malam Ramah Tamah
Dalam kesempatannya KPA Biak senantiasa melontarkan bahasa “ Saya Beda Tipis dengan Pak Dirjen “. Ungkapan beliau inilah yang senantiasa membuat Bapak Dirjen Badilag MA-RI dan peserta Ramah Tamah tertawa. “ saya hanya beda satu kata dengan Pak Dirjen. Pak Dirjen bisa IT, saya tidak bisa IT,”ujar Bapak Nurul Huda”. Ungkapan semacam inilah yang membuat peserta tersenyum bahkan tertawa mendengar ucapan KPA Biak .
Hal senada juga terlontar dari Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura, rasa simpati beliau bermula pada tahun 1984 saat bapak Wahyu Widiyana berkunjung ke Pengadilan Agama Singkawang yang mana saat itu kendaraan transportasi untuk antar jemput beliau hanyalah sepeda motor, namun tak sepenggal katapun terlontar dari mulut beliau untuk menolak dan menariknya setelah kunjungan tersebut PA Singkawang mendapat kiriman kendaraan roda empat.
Hal inilah yang senantiasa dikenang oleh Drs.H.Abdurrahman HAR, SH hingga saat ini dan di jadikan alasan untuk mengundang beliau berkunjung ke Merauke. Kesederhanaan, Keramahan, Kesungguhan, dan Keikhlasan yang diwarnai guyonan membuat beliau tetap Nampak awet muda, wajah dan kondisi fisik tubuh yang tak jauh beda dari kondisi awal saat penataran hisab rukyah di Tugu Bogor. Tepuk tangan peserta mengiringi sekapur sirih Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jayapura sehingga membuka kembali kenangan selama SEPADYA tahun 1993.

Tanggapan Dirjen Badilag RI di malam Ramah Tamah
Keakraban antara KPTA Jayapura dengan Bapak Dirjen juga Nampak terlihat dengan seringkalinya undangan – undangan untuk datang di jayapura dipenuhi oleh Bapak Dirjen. Hal ini menandakan tidak adanya pengkotakan / anak tiri anak emas yang dilakukan oleh Drs.H.wahyu Widiana, MA dalam mengayomi tiap Pengadilan Agama yang berada di daerah – daerah dan tentu saja selentingan kalimat “ bapak seakan – akan hidup di satu bukit sementara pengadilan agama yang lainnya berada di bukit lain” tidak terbukti kebenarannya.
Pada kesempatan berikutnya, Drs.Wahyu Widiyana, MA memberikan apresiasi yang cukup tinggi pada kesan yang telah disampaikan oleh Drs.H.Nurul Huda, SH.,MH / Ketua PA Biak dan DRs.H.Abdurrahman HAR, SH. Beliau menganggap mereka berdua adalah saudara, kawan yang sangat berarti dan berharga sepanjang karir beliau selaku pejabat di lingkungan Badan Peradilan Agama di Indonsia.

Sesi foto bersama
Menanggapi karir beliau yang tak lama lagi akan berakhir. Beliau menyatakan bahwa Peradilan Agama memiliki aset yang cukup bernilai karena disamping memilki skill yang mumpuni dalam hal Hukum dan Peradilan juga cakap dalam IT sehingga tentu saja akan tetap menjadi primadona bagi Mahkamah Agung RI dan tentu saja untuk mencari sosok yang tepat untuk menggantikan posisi strategis di lingkungan Badan Peradilan Agama tidaklah susah laksana “ patah satu tumbuh seribu “.
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 2004 | 38 | | Kam. 17 | 3 | 0 | | Sel. 15 | 6 | 0 | | Sen. 14 | 4 | 0 | | Ming. 13 | 5 | 0 | | Sab. 12 | 2 | 0 | | Jum. 11 | 7 | 0 |
|
Comments
(suara hati anak Pulau Kodong)