Kamis, 17 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Hukum Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi | (10/5)
PENGUMUMAN : Daftar 40 Nama Calon Peserta Diklat Ekosyar, Saudi Arabia, Angk. Ke-2 | (04/05)
PENGUMUMAN : Rumusan Bimtek Kompetensi Hakim PA Angkatan II dan III Tahun 2012 | (24/04)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Surat Pengembalian Peserta dan Rumusan Bimtek angkata I | (4/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Bagaimana bila Anda Penyandang Disabilitas? (1/2/2012) PDF Cetak E-mail
Oleh Rahmat Arijaya   
Rabu, 01 Februari 2012 11:51

Bagaimana bila Anda Penyandang Disabilitas?

Jakarta | badilag.net

Itulah sebuah pertanyaan yang sempat terlontar pada acara English Meeting Club (EMC) yang diselenggarakan di Ruang Rapat Ditjen Badilag, lantai 6, Selasa (31/1/2012).

“English Meeting Club kali ini memang luar biasa,” ujar salah seorang peserta bernama Andi Yusuf dari PA Takalar, PTA Makasar dengan wajah berseri-seri.

Yusuf melihat presentasi yang disampaikan oleh Yang Mulia Syamsul Ma’arif, SH, LLM, Ph.D  dan Nicola Colbran (Direktur Program dari Kemitraan Australia-Indonesia untuk Keadilan) telah berhasil menggugah keingintahuan para peserta. Banyak peserta aktif dalam diskusi.

English Meeting Club kali ini dihadiri oleh sejumlah Hakim Tinggi dari PTA Lampung dan PTA Makasar, beberapa hakim dari wilayah PTA Banjarmasin, PTA Padang, PTA Makasar, PTA Palembang, PTA Lampung, PTA Semarang, PTA Bandung, PTA Banten, dan PTA Jakarta. Juga, tampak hadir mahasiswa dari School of Law, University of  Melbourne, Achmad Cholil.

Beberapa hakim tinggi yang hadir antara lain Dr.H. Bunyamin Alamsyah, SH., M.Hum, Dr. B. Madjdudin, MH, Dr. H. Ahmad Fathoni, SH, M.Hum, dan Drs.H. Wakhidun AR, SH, MH.

Kepercayaan Publik

Dalam presentasinya, Yang Mulia Syamsul Ma’arif mengutarakan beberapa kendala yang dihadapi masyarakat untuk mengakses pengadilan. Di antara Kendala tersebut adalah hukum bersifat formalistik, prosedur yang mahal, terlalu banyaknya peraturan, informasi yang tidak memadai.

Menurutnya, Kendala-kendala tersebut menyebabkan turunnya kepercayaan publik untuk mengakses pengadilan dalam menyelesaikan masalah hukum mereka. Ia mencontohkan peristiwa demontrasi buruh di jalan toll baru-baru ini.

“Para buruh sebenarnya bisa saja mengajukan perkara mereka ke pengadilan, tetapi mereka tidak melakukannya. Mereka lebih memilih jalan lain, memblokir jalan. Ini indikasi mereka tidak percaya kepada pengadilan,” jelas Syamsul Ma’arif.

Bagaimana bila anda “penyandang disabilitas?”

Nicola Colbran mengawali presentasinya dengan role play singkat. Ia meminta peserta memejamkan mata dan menyebutkan dua hal yang paling berharga dalam hidup mereka.

“Bagi saya, ada dua hal yang berharga. Pertama, suami yang sangat mencintai saya dan kedua, pekerjaan saya saat ini yang saya senangi,” ujar Nicola memberikan contoh.

Lalu Nicola minta peserta membayangkan bagaimana jika tiba-tiba para peserta mengalami kecelakaan dan menyebabkan cacat pada organ tubuh.

“Situasi tentu akan berubah.  Saya tidak bisa lagi naik tangga, saya harus berada di kursi roda. Atau bila saya buta, saya tidak bisa lagi menyeberang jalan. Yang paling menyakitkan lagi, saya bisa dicerai oleh suami saya,” ujar Nicola dengan penuh penghayatan membuat peserta sangat tersentuh.

Tampak banyak peserta larut dalam role play yang dibawakan oleh Nicola.

“Nah sekarang anda mulai bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para penyandang disabilitas,’ lanjutnya.

Nicola menemukan banyak orang yang tidak terlalu memperhatikan “penyandang disabilitas” di Indonesia. Banyak terjadi diskriminasi terhadap mereka. Fasilitas-fasilitas umum belum bisa memberikan kenyamanan bagi mereka.

“Saat ini belum banyak toilet yang dirancang khusus agar penyandang disabilitas dapat menggunakannnya. Juga ramps (jalan khusus untuk kursi roda),” ujarnya.

Nicola pernah menyampaikan hasil rekomendasi surveynya ke Badilag pada pertengahan tahun 2010. Ia senang mendapatkan respon positif dari Dirjen Badilag, Wahyu Widiana. Saat ini pengadilan agama mulai memiliki perhatian terhadap persoalan penyandang disabilitas.

Ia melihat sudah mulai banyak Pengadilan Agama yang menyediakan fasilitas ramps untuk penyandang disabilitas.

Dirjen Badilag sendiri berencana menerbitkan surat yang menghimbau agar setiap Pengadilan Agama dapat memberikan perhatian terhadap penyandang disabilitas.

Sambutan Hangat World Bank

Setelah zuhur, seluruh peserta mengunjungi World Bank. Di sana peserta disambut hangat oleh Sonja Litz, Senior Counsel (Justice and Conflict Team) beserta teman-temannya native speaker.

 

Setelah mendengarkan presentasi tentang program World Bank dari Sonja, yang lama bekerja di Afganistan, peserta dibagi menjadi tiga kelompok diskusi. Dipandu oleh native, setiap kelompok membahas persoalan-persoalan tentang akses terhadap keadilan.

Pihak World Bank sendiri menyatakan sangat terkesan dengan kunjungan peserta EMC tersebut. Usai kunjungan, setiap peserta diberi beberapa buku dan sebuah Compaq Disk yang berisi sejumlah publikasi dan program World Bank.   

EMC Berikutnya

Usai kunjungan, beberapa peserta menyempatkan diri bercengkrama dengan Dirjen Badilag, Wahyu Widiana di ruang kerjanya hingga menjelang magrib.  Banyak hal yang dibicarakan yang semuanya berkenaan dengan program-program yang tengah digalakkan oleh Badilag.

Wahyu Widiana merasa puas dengan penyelenggaraan EMC kali ini. Ia melihat para peserta sangat aktif dalam berdiskusi.

“Saya senang karena kita mendapatkan respon yang menggembirakan dari kedua pembicara, Yang Mulia Syamsul Ma’arif dan Nicola. World Bank juga menyambut hangat kunjungan EMC,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ketua PA dan PTA yang telah memberikan perhatian terhadap acara ini.

“Saya dengar ada teman-teman yang disupport oleh Ketua PA untuk perjalanan ke Badilag. Itu bagus. Berarti pimpinnya memiliki perhatian untuk meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia bawahannya,” ungkap Wahyu Widiana.

Dua bulan atau tiga bulan kedepan, Badilag akan menyelenggarakan EMC ke sepuluh. Kunjungan ke Kedutaan Australia diagendakan untuk sesi kedua EMC nantinya.
(Rahmat Arijaya)

TanggalViewsComments
Total3554544
Kam. 1720
Rab. 1610
Sel. 1540
Sen. 1470
Ming. 1320
Sab. 1210
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Masrinedi-PA Painan 2012-02-01 12:13
Selamat dan sukses atas terselenggaranya EMC ke-8 Badilag. Semoga semuanya senang dan bahagia. Amin !
Ya, saya sangat setuju di masing-masing PA punya fasilitas buat penyandang disabilitas. Apalagi tanggal 10 November 2011 yang lalu Pemerintah RI telah mengeluarkan UU Nomor 19 tahun 2011 Tentang Pengesahan Convention on the Rights of Persons With Disabilities (Konvensi mengenai Hak-Hak Penyandang Disabilitas), dimana dalam pasal 9 Konvensi tersebut tentang Aksesibilitas, pasal 12 tentang Pengakuan atas persamaan dimuka hukum dan pasal 13 tentang Akses kepada Keadilan buat Penyandang Disabilitas. Maksudnya adalah Pengadilan harus melayani dan menyediakan fasilitas yang dibutuhkan Penyandang Disabilitas ketika mereka mengakses akan hak-haknya, seperti di pengadilan harus ada kursi roda dan jalan khusus kursi roda (ramps) bagi orang yang lumpuh seperti yang telah diperbuat oleh PA MALANG. Terkait ini di alamat http://www.badilag.net/berita-seputar-peradilan-agama/9371-sosialisasi-hasil-lokakarya-pelayanan-meja-informasi-di-pa-painan--3012.html
Reply
 
 
# H. Abd.Rasyid A., MH. PA-Mojokerto 2012-02-01 12:22
Acara English Meeting Club (EMC) yang diselenggarakan oleh Dirjen Badilag di samping sebagai media silaturahim, juga akan menambah wawasan dan ilmu bagi para peserta. Semoga ke depan acara EMC dapat melibatkan banyak peserta dan dikemas lebih baik lagi. Sukses buat Badilag yg berhasil menggelar acara ini, semoga ke depan bisa lebih maju lagi.
Reply
 
 
# Andi Nany Hasyim 2012-02-01 12:45
Diskusi yang sangat luar biasa, namun tidak harus puas dengan itu, sukses selalu badilag.
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-02-01 12:52
Berminat. Setelah membaca dan mendengar materi2 yg diperoleh dalam EMC merasa tertarik dan berminat untuk hadir pada EMC yg akan datang dalam rangka menambah wawasan dan ilmu pengetahuan. Bravo EMC badilag.net
Reply
 
 
# udinmyxtr 2012-02-01 13:00
Pertemuan yang dapat memotivasi teman untuk selalu meningkatkan kemampuan bahasa, soalnya dapat dipastikan bila tidak punya bahasa tidak akan bisa ikut acara ini, karena walaupun diikutkan tidak mengerti-mengerti juga.. :lol:
Reply
 
 
# maharnis PTA Jayapura 2012-02-01 13:02
apa yang disampaikan dalam EMC ini disikapi oleh peradilan agama terutama dalam memberikan pelayanan terhadap penyandang disabilitas agar dalam pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan tidak terdapat perbedaan yang besifat diskriminasi normatif maupun diskriminasi kategoris yaitu membedakan perlakuan pelayanan berdasar status sosial, ras, agama, suku jenis , kelamin dan budaya.
Reply
 
 
# # Fathurrizqi PA.Prm 2012-02-01 14:00
ingin rasanya bisa ikut berpartisipasi,,,
mudah2an lain waktu diberi kesempatan jadi partisipan EMC.. :lol:
Reply
 
 
# Ali Mhtrm@Tj. Redeb 2012-02-01 14:06
Be succes EMC... may I follow that program in the other time... :roll:
Reply
 
 
# Mulyadi Pamili, Gorontalo 2012-02-01 14:12
Selamat dan sukses atas terselenggaranya EMC, kami berharap kedepannya bisa ikut di acara seperti itu agar memberikan nuasa dan pengetahuan baru.
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-02-01 14:16
Memberikan perhatian khusus kepada penderita disabilitas adalah suatu perbuatan yg angat mulia, dan sudah sewajarnya Peradialn Agama yg notabene Peradilan Islam memberikan suri tauladan sekaligus sebagi pelopor bagi instansi lainnya
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-02-01 14:35
- Apa ada kemungkinan bagi yang belum mahir berbahasa Inggeris bisa mengikuti dan bergabung dengan EMC?
- Saya baru menyadari bahwa fasilitas untuk penyandang disabilitas sangat perlu disediakan. Amat terkesan bagi diri saya hingga sekarang, waktu itu belum terpikir sama sekali hal itu. Padahal pernah 2 (dua) perkara dimana para pihaknya sangat membutuhkannya. Pertama perkara waris, Tergugatnya datang menggunakan kereta dorong. Kedua perkara perceraian karena isteri selingkuh. Penggugatnya menderita stroke,berjalan tertatih-tatih dengan tongkatnya (dimodifikasi sendiri). Beta susahnya mereka menuju ke ruang sidang yang terletak di lantai-2, karena pelayanan publik PA ketika itu belum prima. Sekarang tentunya menjadi HARD WARNING bagi setiap PA untuk menata ruangan gedung Pengadilan dengan memperhatikan kebutuhan para penyandang disabilitas. Bila ternyata ruang sidangnya di lantai atas, agaknya ke depan perlu dipikirkan persediaan "lift".
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-02-01 14:49
Keinginan untuk ikut serta ada, pasti syaratnya bisa bahasa inggris, terpaksa harus mulai kursus bahasa nih...
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-02-01 14:56
mudahan ke depan Para pimpinan PA bisa memprogram pengadaan fasilitas2 tersebut bagi penyandang disabilitas, amn
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-02-01 14:57
aluamdulillah acara English Meeting Club (EMC) sangat luar biasa,,,semoga para hakim yang ikut bertambah wawasannya mereka,amien. :D
Reply
 
 
# Imas-Pandeglang 2012-02-01 16:53
Sungguh luar biasa diskusi EMC kali ini, yang menggembirakan bagi saya adalah perhatian terhadap penyandang disabilitas semoga yang menjadi peserta maupun yang membaca berita ini atau siapapun lebih perhatian kepada mereka, dan benar apa yang diungkapkan ibu Nicola bila kita tiba-tiba terkena musibah sehingga yang awalnya normal karena terjadi sesuatu dan berbagai hal menjadi penyandang disabilitas baru bisa merasakan kurang perhatian dan diskriminasi. Ini bisa dirasakan oleh saya pribadi yang mempunyai salah satu keluarga penyandang disabilitas. Semoga menjadi perhatian kita. Bravo Badilag.
Reply
 
 
# Jaris-PA Labuha 2012-02-02 06:23
Selamat atas terselenggaranya kegiatan EMC Badilag,semoga dapat terus meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris bagi para pesertanya dan dapat memberikan wawasan bagi kita semua.
Berharap akan ada forum semacam ini di dunia maya.

JAYALAH SELALU BADILAG..
Reply
 
 
# asep dadang pa depok 2012-02-02 07:02
luar biasa...... suatu kemajuan yang harus di apreasi dan diikuti seluruh keluarga besar badilag yg ada di daerah dengan dimulai komunikasi sesama pegawai (DDTK) slmt sukses EMC
Reply
 
 
# Widodo PTA Smg 2012-02-02 07:41
Rencana2 PA kedepannya makin banyak nih (rencana yg positif), dengan mulai memberikan perhatian lebih bagi "penyandang disabilitas". Moga lancar n semakin maju...
Reply
 
 
# chazim m PA Surakarta 2012-02-02 07:47
syukur, EMC kembali menggeliat lebih dinamis di tahun 2012 ini...
Reply
 
 
# Orba Susilawati PAJT 2012-02-02 08:04
goodluck...maybe next we also too....I hope so.... :P
Reply
 
 
# kurthubi 2012-02-02 08:10
Sangat mendukung agar disemua PA memprogramkan pengadaan fasilitas bagi penyandang disabilitas, dan semoga menjadi perhatian kita bersama.
Reply
 
 
# arief-PA.Bdg 2012-02-02 08:17
Sukses Untuk acara English Meeting Club ( EMC) ke 8 Badilag semoga memberi manfaat bagi kalangan banyak khususnya Peradilan Agama
Reply
 
 
# Guess who?! 2012-02-02 08:20
Good meeting! Kyknya Pak Choliluna jg hadir...jauh2 dari World Down Under ya Pak... :-)
Reply
 
 
# IT PA Malang 2012-02-02 08:20
Alhamdulillah diskusi EMC menghasilkan wacana yang sangat menarik bagi kita semua. Berdasarkan pengalaman, penyediaan ramps dan kursi roda di pa kodya malang tidak hanya berfungsi bagi penyandang cacat fisik, akan tetapi juga bisa digunakan untuk para pencari keadilan yang memang usianya sudah sangat tua. Mungkin juga bagi mereka yang mengalami kecelakaan sebelum sidang di pengadilan berlangsung. Sehingga meskipun dengan kondisi kaki terbalut gips mereka dapat tetap hadir di persidangan. Semoga kelak di seluruh PA disediakan sarana dan prasarana tersebut agar dapat memudahkan langkah para pencari keadilan. Bravo Badilag :-)
Reply
 
 
# Cecep Parhan/PA Sumedang 2012-02-02 08:56
Jadi kepengen dech.... Istiqamah dan terus berkembangan, Insya berbuah manfa'at.
Reply
 
 
# asep ridwan PA Kalianda 2012-02-02 09:08
pelayanan bagi para penyandang disabilitas bukan hanya terpaku kepada fasilitas-fasilitas umum, akan tetapi juga harus menyentuh kepada esensi prinsip "equality before the law". Kita tidak bisa merasa cukup dengan perangkat hukum yang ada, akan tetapi kedepan harus ada perangkat hukum, baik hukum formil maupun materil yang mengatur lebih spesifik bagi para penyandang disabilitas tersebut.
Reply
 
 
# Mirwan-PA Bitung 2012-02-02 10:07
Selamat atas terselenggaranya EMC, semoga bermanfaat...
Reply
 
 
# Ranie-PA Surakarta 2012-02-02 10:40
Alhamdulillah.....
maju terus EMC n sukses buat Badilag :-)
Reply
 
 
# Iftah. PA Solo 2012-02-02 11:00
I really wish to be a delegation/participant of next meeting of EMC. I have sent a purpose letter via Badilag's email, but It had not been responded yet...
Reply
 
 
# Rahmat Arijaya 2012-02-07 11:04
If you would like to be a participant for next EMC, please let me know. Thank you. We are very pleased that all participants could be invited. But, we are very sorry that we could not provide any budget for their travel to Badilag. Thank you.
Reply
 
 
# Soleh-PA Manna 2012-02-02 12:06
semoga acara EMC bisa memotivasi warga peradilan agama lainnya untuk terus berkarya...
Reply
 
 
# djazrl darwis babel 2012-02-02 13:04
djazril darwis pta babel. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat para peserta lebih menambah wawasan dan kemampuannya dalam menjalannkan tugas. EMC berikutnya lebih sukses dan lebih banyak lagi pesertanya.
Reply
 
 
# Rio PA Sengeti 2012-02-02 13:39
Selamat atas suksesnya penyelenggaraan EMC, semoga melalui acara seperti EMC ini dapat meningkatkan motivasi kerja kita semua.
Reply
 
 
# Bens Bdl 2012-02-02 18:01
Thanks,For Your Inviting, I am Very Glad I can Follow MEC Badilag, Thank For The Excelency Pa Dirjen, Mr Rahmat Arijaya and all Participants,we hope all Frends in religious cout Indonesia begin to inprove speaking english. Hallo High Relegous Court Bandung, Jambi, Irian, Makasar, Medan and all.No late for begining.
Reply
 
 
# Rahmat Arijaya 2012-02-07 11:01
Thank you very much Sir.
Reply
 
 
# tmr gitu looh 2012-02-02 21:32
Melihat dari para komentator.....mereka pada umumnya merasa iri...terutama yang berada didaerah-daerah terpencil.....apakah tidak sebaiknya penyelenggarakan EMC....tidak hanya dibadilag (dijakarta) tetapi di mekarkan sampai pada tingkat peradilan tingkat pertama atau di wilayah Hukum PTA yang ada di seluruh Indonesia....
Keinginan mereka tidak tercapai karena mereka sangat jauh dari jangkauan tangan Badilag....
Apakah tidak sebaiknya keingin mereka yang berada didaerah terpencil dapat menikmati belajar berbahasa Inggris.....agar pemerataan untuk mendapat ilmu yang sangat penting di era globalisasi saat ini....dan semoga keinginan mereka dapat terealisasi...bukan hanya sekedar angan-angan belaka...yang ada di benak mereka.....
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-02-03 06:12
selamat meraih kesuksesan bagi EMC, semoga ke depan hasil yang dicapai lebih banyak lagi. sukses selalu buat EMC.
Reply
 
 
# eko-pta semarang 2012-02-03 07:32
Apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Badilag yang telah menyelenggarakan EMC. Namun alangkah lebih baik jikalau EMC juga bisa diadakan di daerah.
Untuk akses penyandang disabulitas terhadap keadilan, kami mohon Badilag dapat memberikan kebijakan yang mengakomodasinya, sehingga justice bener2 4 all.
Reply
 
 
# Rahmat Arijaya 2012-02-07 10:58
Terima kasih Pak atas komennya. Memang ada rencana kami ke depan untuk membuat EMC di daerah-daerah. Hal ini harus dibicarakan dan dipersiapkan secara matang.
Reply
 
 
# s.yanto.tn. Pta.Kendari 2012-02-03 13:51
Memang benar, kalau kita cermati pela yanan dr lembaga peradilan belum menyen tuh kelompok disabilitas. Gedung yg me gah menjulang tinggi, bahkan bertingkat-tingkat namun tdk dilengkapi fasilitias unt warga/klpk disabilitas, tangga-tang ga yg menuju gedung/ruangan rata-rata tdk ada pegangan yg bisa digunakan unt pegangan bg disabilitas/penyandang cacat bila menuju kesana. Oleh karena itu, hal ini perlu menjadi perhatian demi pelayan an prima pada seluruh pencari keadilan tanpa terkecuali disabilitas. Saya sa ngat setuju jika P.Dirjen segera menge luarkan surat edaran unt penambahan fasi litas tsb. bahkan akan lebih baik jika petunjuk pengadaan fasilitas tsb juga masuk dalam perencanaan renovasi gedung maupun pembangunan gedung baru. Selamat unt EMC, semoga kegiatan tersebut jg bisa menjangkau ke daerah-daerah. Km tunggu pelaksanaannya. Selamat dan sukses unt p.SEKMA dan p.DIRJEN semoga program-programnya dpt terlaksana.Amin.
Reply
 
 
# Harmen-PA. Kab.LK di Tanjung Pati. 2012-02-03 15:53
EMC yang diselenggarakan kemaren di ruang rapat ditjen Badilag, kami dari satker PA didaerah, mohon kepada Ditjen Badilag untuk mempublikasikan hasil rumusan dari acara tsb di website Dirjen Badilag untuk menambah wawasan kami, karena tidak mungkin acara tsb diikuti oleh sekian banyak orang, trims
Reply
 
 
# Asti PTA Jakarta 2012-02-06 16:17
To. Mr Rahmat: It's great!! I want to come EMC but my name is not in the list. May I ....?
Reply
 
 
# Rahmat Arijaya 2012-02-07 11:00
Terima kasih atas komennya Bu Asti. Sesungguhnya, kami senang hati bisa mengundang seluruh peserta yang berminat. Hanya saja, anggaran khusus untuk acara tidak tersedia. Beberapa peserta yang kami undang telah menyatakan kesiapannya untuk menanggung sendiri biaya perjalanannya dari daerah ke Badilag. Bila Ibu tertarik dan siap dengan segala biaya, kami sangat senang mengundang Ibu. Salam hangat.
Reply
 
 
# Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH. PA Banyuwangi. 2012-02-07 11:56
“Saya dengar ada teman-teman yang disupport oleh Ketua PA untuk perjalanan ke Badilag. Itu bagus. Berarti pimpinnya memiliki perhatian untuk meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia bawahannya,” ungkap Wahyu Widiana". semoga tulisan ini dibaca oleh ketua-ketua PA untuk meningkatkan SDM bawahannya... tak sedikit yg hanya berangkat sendiri..
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS