Kamis, 17 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Hukum Ekonomi Syari'ah ke Arab Saudi | (10/5)
PENGUMUMAN : Daftar 40 Nama Calon Peserta Diklat Ekosyar, Saudi Arabia, Angk. Ke-2 | (04/05)
PENGUMUMAN : Rumusan Bimtek Kompetensi Hakim PA Angkatan II dan III Tahun 2012 | (24/04)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Surat Pengembalian Peserta dan Rumusan Bimtek angkata I | (4/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Sisi Minus Berita-berita Seputar Peradilan Agama (7/2) PDF Cetak E-mail
Oleh Hermansyah   
Selasa, 07 Februari 2012 12:40

Sisi Minus Berita-berita Seputar Peradilan Agama

Bagaimanapun juga, tugas utama lembaga peradilan adalah menerima, memeriksa dan memutus perkara sesuai kompetensinya. Situs resmi lembaga peradilan mestinya tidak melupakan khittah itu.

Dari 3 Januari 2012 hingga 6 Februari 2012, berita seputar peradilan agama yang dipublikasikan di badilag.net berjumlah 188. Dari jumlah itu, ada satu berita yang cukup istimewa. Judulnya: 17 Persen Tingkat Keberhasilan Mediasi di PA Sidikalang.

Berita yang tampil pada 6 Januari 2012 itu cukup istimewa lantaran mengabarkan kinerja PA Sidikalang dalam menangani perkara, dengan mengambil titik tekan pada keberhasilan mediasi.

Disebutkan di berita itu bahwa perkara yang masuk di PA Sidikalang pada tahun 2011 berjumlah 58 atau meningkat 114 persen dibanding tahun 2010 yang hanya berjumlah 27 perkara. Nah, 10 di antara 58 perkara itu ternyata berakhir damai melalui proses mediasi.

Karena berita itu cukup istimewa, tidak mengherankan bila Dirjen Badilag Wahyu Widiana sampai melontarkan komentar agak panjang, sembari meminta penjelasan lebih detail mengenai keberhasilan mediasi.

Harus diakui, ada yang janggal di menu Seputar Peradilan Agama. Idealnya, mumpung awal tahun, satker-satker di daerah berlomba menyajikan informasi mengenai kinerja tahun kemarin, khususnya dalam hal penanganan perkara.

Nyatanya, hanya satu di antara 188 berita itu yang berisi informasi mengenai penanganan perkara. Kebanyakan berita justru berkisah tentang pelantikan, rapat, dan olah raga.

Ini bukan soal benar-salah. Ini tentang tepat dan tidak tepat. Di awal tahun, publik biasanya berharap dapat mengakses laporan kinerja lembaga-lembaga publik, tak terkecuali lembaga peradilan. Karena ukuran kinerja lembaga peradilan adalah penanganan perkara, maka sudah sewajarnya informasi mengenai perkara ditonjolkan melebihi informasi-informasi lainnya.

Ya, setiap satker di lingkungan peradilan agama memang diwajibkan menyusun laporan tahunan dan LAKIP  yang  di dalamnya pasti memuat data perkara. Tapi itu tidak berarti menayangkan berita tentang penanganan perkara menjadi tidak bernilai alias sia-sia.

Menyajikan informasi dalam bentuk berita akan menghidupkan data. Angka-angka tidak bakal mati suri. Huruf-huruf pun menjadi bernyawa.

Dua tahun lalu, PA Pandeglang telah menyuplai contoh bagus soal ini. Lihatlah berita berjudul Perkara Meningkat 62 % di PA Pandeglang. Dari situ kita belajar bagaimana cara menghidupkan informasi. Selain dengan melakukan perbandingan, menghidupkan informasi dapat juga dilakukan dengan menyodorkan fakta-fakta baru.

Sejatinya ada banyak sisi penting nan menarik mengenai penanganan perkara. Hal itu dapat ditampilkan dalam berita secara bersambung, baik oleh pengadilan tingkat pertama maupun pengadilan tingkat banding.

Pertama, peningkatan atau penurunan jumlah perkara. Dengan membandingkan data dua tahun terakhir, hal itu dapat diketahui. Kalau mau meriset data lima atau sepuluh tahun terakhir,  tentu lebih bagus lagi. Sebab, trend yang terjadi bakal lebih kelihatan.

Kedua, faktor-faktor penyebab naik atau turunnya jumlah perkara. Ini juga penting, sebab setiap wilayah sesungguhnya memiliki dinamika yang unik, meskipun ada juga trend yang berlaku secara nasional.

Ketiga, perbandingan perkara masuk, diputus dan sisa. Data mengenai hal ini sangat penting, terutama untuk mengukur beban kerja aparat peradilan.

Keempat, rincian perkara. Prinsipnya, makin detail makin bagus. Misalnya dengan menyebutkan prosentase perkara cerai gugat dan cerai talak.

Kelima, data mediasi. Perlu ada rincian mengenai berapa perkara yang dimediasi selama setahun; jenis perkaranya apa saja; berapa yang gagal dan berapa yang berhasil; mediatornya berstatus hakim atau non-hakim; dan lain-lain.

Keenam, perkara khusus. Setidaknya ada dua perkara khusus di lingkungan peradilan agama yang menarik perhatian masyakarat, khususnya peneliti dan akademisi. Dua perkara itu adalah jinayah dan ekonomi syariah.

Ketujuh, publikasi putusan. Sangat bagus bila dibuat berita berisi perbandingan jumlah perkara yang diputus selama setahun dan jumlah putusan yang dipublikasikan. Dari situ kemudian dapat diketahui pula prosentasenya.

Di luar tujuh hal di atas, kami sangat yakin masih ada hal-hal lain yang tak kalah penting dan menarik untuk diberitakan. Bagaimana menurut Anda?

(hermansyah)

TanggalViewsComments
Total246456
Kam. 1740
Rab. 1620
Sel. 1560
Sen. 1420
Ming. 1330
Sab. 1250
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Halim PTA Mataram 2012-02-07 13:01
Masukan yang sangat menarik, terus terang kami tidak berpikir kearah sana, padahal kalau melihat banyak dan jenis perkara yang masuk akan menjadi berita menarik. dan itu yang ingin diketahui oleh masyarakat.
Reply
 
 
# endang m, pta mataram 2012-02-07 13:02
Kalimat terakhir dari redaktur Badilag.net "Bagaimana menurut anda?". Menjawab pertanyaan itu. setelah menyimak dan meresapi uraian berita di atas, saya amat setuju sekali, satker2 di lingkungan Badilag ini menampilkan pemberitaan yg mengangkat topik ttg tugas pokok pengadilan, keberhasilan dlm menangani perkara dan ataupun ttg hambatan2nya. Silakan untuk dicoba dan dimulai dari sekarang.....
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-02-07 13:13
Betul banget itu, berawal karena himbauan untuk teman-teman agar berlomba memasukan berita ke Badilag Net dan jadi terkesan kurang menarik akan kualitasnya. Nah sekarangkan PTA/PA sudah pada rajin tinggal hinbau lagi untuk memuat yang lebih menggigit dan menarik untuk publik. Ayo semua semangat tingkatkan kualitas berita yang mau ditampilakn di Badilag Net.
Reply
 
 
# Mawardi Lingga Wk PA Sidikalang 2012-02-07 13:30
Memang demikianlah sebagai dampak dari suatu kemajuan apalagi bila telah didukung dengan fasilitas yg memadai maka sering kita lupa dg tupoksi kita, bahwa kita tupoksi kita adalah menerima, memeriksa dan memutus perkara sedangkan yg lainnya hanya sebagai tugas pendukung, juga tidak kalah pentingnya, kedepan perlu dibuat prosentase berita yg akan ditayangkan.
Reply
 
 
# Syafii Thoyib, PA Bantul 2012-02-07 13:31
Setuju, Bang Hermansyah. Untuk sisi penting sebagai berikut : "Ketiga, perbandingan perkara masuk, diputus dan sisa. Data mengenai hal ini sangat penting, terutama untuk mengukur beban kerja aparat peradilan". Dengan tampilan perkara masuk, diputus dan sisa, dihubungkan dengan jumlah hakim yang ada di sebuah Pengadilan Agama, publik menjadi tahu bahwa di Pengadilan Agama terdapat perkara masuk dalam setahun lebih dari 5.000 perkara dengan jumlah hakim berkisar antara 10 - 12 orang, sementara ada pula di Pengadilan Agama yang lain dengan jumlah hakim yang sama, yakni sekitar 10 - 12 orang, tetapi hanya menangani perkara dalam setahun sekitar 1.000 perkara. Sebuah perbandingan yang amat menyolok "berat" apabila diukur dengan beban kerja hakim, sehingga perlu menjadi bahan penataan lebih lanjut.
Reply
 
 
# Kamali SINGARAJAPA 2012-02-08 21:09
:D pak Syafi'i/Pak Waka PA Bantul, ada juga jumlah hakim yang 10 orang menangani perkara setahun sebanyak 120 perkara
Syukron wal'afwu.
Reply
 
 
# H.AM hsb PA sidikalang 2012-02-07 13:50
Trims, Sisi minus Berita-berita seputar peradilan agama, semoga kedepan wajah-wajah berita PA akan menuju arah yang diinginkan itu dan diharapkan pula Admin-admin siap menyahuti minus-2 tersebut demi perbaikan Peradilan Agama dimasa akan datang, Amin
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-02-07 14:03
satu lagi informasi menarik dari redaksi badilag.net.(baca : mas hermansyah)terima kasih sudah diingatkan kedepan insya allah lebih baik.
Reply
 
 
# maharnis PTA Jayapura 2012-02-07 14:04
menjawab pertanyaan pak dirjen (Wahyu Widiyana) bagaimana menurut anda ?, menurut saya apa yang diberitakan selama ini sudah baik bila dibandingkan masa lalu (sebelum masa web site), kemauan ingin maju sudah muncuk kepermukaan sebagai menindak lanjuti program unggulan badidlag dibidang TI,namun kedepan akan lebih baik lagi bila sajian berita peradilan agama itu lebih didominasi oleh berita seputar proses penyelesaian perkara di pengadilan agama dan itu merupakan menu kebutuhan masyarakat, untuk saya sangat setuju sekali dengan apa yang disarankan pak wahyu selaku dirjen badidlag, agar masyarakat mendapat berita yang berimbang.dan pengadilan agama tetap menjadi lebih eksis.
Reply
 
 
# Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH. 2012-02-09 07:12
Lebih baik dari sebelumnya itu suatu keharusan, namun ukuran baik itu sendiri tergantung kepada sisi apanya... dan siapa yang menilai... Menurut saya dari sisi TI boleh dikata sudah tidak Gaptek lagi termasuk sarana yang disediakan, namun hal itu belum semua aparat peradilan agama khususnya, lebih khusus lagi para hakimnya masih banyak yang gaptek... semoga cara berfikirnya juga tidak gaptek lebih-lebih ta'ashshub....
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-02-07 14:06
Pepatah Arab "Hasibu Qabla Tuhasabu", setiap akhir/awal tahun selalu didengungkan. Namun dipahami untuk diri pribadi, bukan untuk kegiatan secara institusional(kedinasan). Padahal include mengevaluasi tugas pokok, bagaimana memberikan ruh terhadap hukum normatif, numeral (statistik), serta passive document. Ini yang agaknya tidak begitu menjadi perhatian kita. Terimakasih kepada Bapak Hermansyah yang telah berkenan membuat kita semua lebih fokus.
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-02-07 14:06
kontribusi untuk kemajuan terutama media info ini sangat diperlukan..setuju bapak2 di badilag.net kontribusi ini,,,, syukron.
Reply
 
 
# Sriyani, PA Maumere 2012-02-07 14:14
Setuju sekali pak Hermansyah, kita terlena
dengan kebutuhan skunder, sementara kebutuhan primer terlupakan.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-02-07 14:20
Masukan yang sangat bagus dan menarik, semoga direspon positif oleh PA di samping berita kegiatan lainnya. Jazakallah Mas Her.
Reply
 
 
# Marfuah PA Bantul 2012-02-07 14:38
emang betul sekali apa yang Bang Badilag sampaikan, tapi Kalo menurut saya berita2 seputar pelantikan, pisah sambut dan hal2 lain yang serupa, tidak ada sisi minusnya, bahkan banyak sisi plusnya, sebab kita tahu siapa yang mutasi dan kemana dimutasi, sedangkan masalah keadaan perkara, penyebab perceraian dan hal2 yang senada itu sudah ada yang melaporkan secara rutin salammm
Reply
 
 
# Kamali SINGARAJAPA 2012-02-09 11:47
:lol: :lol: :lol: Gak terima yaaaaaaaa, emang benar koq...tapi alangkah baiknya kalau berita-beritanya itu berhubungan langsung / berkaitan dengan para pihak perncari keadilan
Reply
 
 
# Asyrof - PA Manna 2012-02-07 14:52
Sementara kebanyakan dari kami, memang menganggap berita sebagai hanya sekedar berita, dan sering pula ada penekanan tentang keperkaraan cukuplah melihat menu-menu informasi perkara yang ada di laman situs kita (itu pun kalau ada). Masih banyak pekerjaan untuk memperbaiki kinerja pengelola situs kita, dan ini membutuhkan bimbingan (yang berkesinambungan) dan ide-ide segar dari seluruh pihak,baik intern satker maupun dari pusat. Insya Allah ke depan semakin bermanfaat.
Reply
 
 
# Soleh-PA Manna 2012-02-07 15:40
pak asyrof yang penting harus ada usaha dari warga PA Manna dan kita semua, tanpa ada usaha ya gitu2 saja, semoga kedepan lebih baik dan maju, amin yo...
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-02-07 15:19
Berita tentang penangan perkara yg seharusnya lebih diutamakan untuk ditampilkan, sedangkan berita seputar kegiatan kedinasan di luar tugas pokok cukup sebagai suplemen tidak menjadi menu utama
Reply
 
 
# MarikluZ MS.di - Aceh 2012-02-07 15:33
Dulu mempublikasikan perkara (perkara perdata Islam / keluarga Islam) sebagai suatu aib, mungkin image itu belum mencair, kedepan tentu mari berlomba mempublikasikan perkara yang merupakan kewenangan absolut MS-PA se-Indonesia.
Reply
 
 
# chazim m Surakarta 2012-02-07 15:55
yangjelas sisi plunya lebih banyak, unutk keperkaraan sudah semestinya diinformasikan...
Reply
 
 
# umi jak-bar 2012-02-07 16:16
Website sebagai media ekspresi para pegawai peradilan agama harus selalu diupgrade baik dari SDM nya maupun sarana nya
Reply
 
 
# Mohammad Noor, PA. Painan 2012-02-07 17:13
Alhamdulillah, pada bulan Oktober 2011 PA. Painan telah memberitakan keberhasilan mediasi untuk rentang waktu setengah tahun (mid-term), beberapa bulan sebelum akhirnya PA. Sidikalang melakukan hal serupa. Monggo dibrowse melalui http://www.badilag.net/berita-seputar-peradilan-agama/8599-penyelesaian-perkara-secara-damai-di-pa-painan--310.html. Selamat untuk PA. Sidikalang.
Reply
 
 
# Andi Nany Hasyim 2012-02-07 17:20
17 Persen Tingkat Keberhasilan Mediasi di PA Sidikalang, adalah sangat luar biasa, Penangana perkara tahun 2011 berjumlah 58 perkara dan 10 perkara ternyata berakhir damai melalui proses mediasi. Ini pertanda daerah damai rumah tangga rukun, Tapi maaf mau tanya jumlah hakimnya berapa melihat volume perkara relatip sedikit
Reply
 
 
# Abd.Rahman Salam /PA Banggai 2012-02-07 19:25
Inovasi yang baik demi perbaikan dan kebaikan ke depan patut utk diikuti ....trims
Reply
 
 
# asep s.m,sq 2012-02-08 07:13
ITULAH URGENNYA "WATAWAASHOUBIHAAQI WATAWASHOU BISHOBRI", HRS SALING MENGINGATKAN, TERMASUK TEAM REDAKTUR BADILAG NET PERLU SLALU MENGINGATKAN KAWAN2 DI DAERAH, SEMOGA DIMULAI DARI SEKARANG. WASSALAM.-
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-02-08 07:42
Banyak hal yang bisa dilakukan guna mengoptimalkan fungsi website, yang penting kreatif, termasuk usul yang baik sekali dari redaksi Badilag. terima kasih pak.
Reply
 
 
# subhan PA Kuningan 2012-02-08 07:50
kontens-kontens berita yang harus selektif dipublikasikan ...
Reply
 
 
# Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH. PA Banyuwangi. 2012-02-08 07:54
kata pepatah... laisa khobar kal mu'ayanah... namun demikian siapa yg menguasai informasi dialah yg menguasai dunia ini... semoga saja semua itu ada manfaatnya bagi kita untuk perbaikan kedepan.. tentunya dengan taufik dari Allah..
Reply
 
 
# Mawardi@pa.bawean 2012-02-08 08:03
2 jempol buat mediator PA Sidikalang.... "bagi dong resepnya"....!!!
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-02-08 11:14
bagus juga saran buat satker yang ada, mudah-mudahan kita bisa merealisasikannya. termasuk inovasi inovasi yang telah berhasil dikerjakan oleh team It, atau team lainnya.
Reply
 
 
# Rio PA Sengeti 2012-02-08 11:31
Kita pertahankan yang sudah baik sambil memperbaiki sisi-sisi yang masih kurang baik. Dengan proses yang sudah benar kita harapkan hasil yang terbaik.
Reply
 
 
# Hamim@PAJB 2012-02-08 12:44
Sekiranya perlu dibentuk "tim kreatif khusus" di PA-PTA untuk memuat berita tentang kinerjanya. Lagu lama, kita selalu "terjebak" dalam rutinitas tanpa pernah berfikir out of line. Hayo bagaimana ???
Reply
 
 
# Syekh Sanusi-PA.Jakbar 2012-02-08 15:22
ya namanya aja berita, pasti mengandung pulus-minusnya dan benar-tidak benarnya (al khabru yusammilus shidqa wal kidzba), apalagi kalau dikelolanya tanpa teratur (management informtion)....akhirnya yang diberitakan malah tidak yang kurang penting,...yang segrsnya malah terlewatkan?
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-02-08 17:01
Mang dah seharus website PA2 untuk menampilkan dan mempublikasikan keberhasilan kinerja tahun yg lalu... 8)
Reply
 
 
# M.Daud PA Negara Kalsel 2012-02-08 18:18
Seperti tersadarkan diri dengan himbauan tersebut dan ini saya yakin bukan tidak diketahui oleh Redaktur Badilag dari awal, hanya saja ibarat anak yang mulai belajar berjalan, maka pihak redaktur membiarkan berjalan apa adanya. Tapi sekarang memang saatnya kita untuk lebih meningkatkan kualitas berita terutama yang berhubungan dengan tugas pokok peradilan.
Reply
 
 
# yanto PTA Jogya 2012-02-09 06:14
Terimakasih pertanyaan yang sangat menggelitik'..BAGAIMANA MENURUT ANDA , ya selama ini kita akui belum terpikir untuk melangkah pembaharuan berita dalam weabsite. Sebenarnya bila mengelola website sama daengan mengelola majalah dimana kita harus memuat berita2 yang menarik agar pengunjung dan pembaca setia selalu ingin setiap hari membuka website kita untuk membaca berita aktual yang disajikan.
Reply
 
 
# Ibrahim Ahmad Harun-PA Masohi 2012-02-09 07:05
Hal pokok namun terlupakan untuk dipublikasikan melalui berita.....
Reply
 
 
# amin pta Makassar 2012-02-09 08:20
Ada kecenderungan selama ini bahwa semua kegiatan yang dilakukan baik yang ada hubungannya dengan tupoksi kita maupun yang tidak semuanya di muat di website dengan asusmi bahwa semakin banyak berita dimuat semakin tinggi prekuensi aktifitas. Ternyata yang menarik hanyalah yang ada hubungannya dengan tupoksi kita. Redaktur seharusnya memenaj berita supaya menarik. Thank you
Reply
 
 
# Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH. 2012-02-09 08:44
Kalau di PA Banyuwangi yang setahunnya mencapai 6300 perkara, keberhasilan mediasi juga cukup tinggi jumlahnya namun kalau di prosentase tetap sedikit sekali... salut untuk mediator PA Sidikalang...
Reply
 
 
# Abdulah PA Kraksaan 2012-02-09 08:52
Saya sependapat bahwa sajian informasi mengenai kinerja, utamanya penanganan perkara lebih banyak porsinya, namun informasi informasi lain juga penting dan menarik untuk disimak bersama, karena setiap informasi dapat menjadi rangsangan terhadap timbulnya ide ide bagus lainnya.
Reply
 
 
# umi jak-bar 2012-02-09 09:00
Artikel pak Hermansyah membuka pemikiran kita bersama, perpaduan angka dan huruf yang baik menjadi berita yang menarik
Reply
 
 
# Alamsyah PA Sengeti 2012-02-09 10:21
Memang benar perkembangan penyelesaian perkara dan pelaksanaan program kerja setiap satker harus banyak dipublikasikan, tidak hanya sekedar kegiatan satker saja
Reply
 
 
# askonsri 2012-02-09 11:26
mari kita mulai dari sekarang tidak ada kata terlambat . dari kita untuk kita . berbagi pengalaman dan informasi adalah untuk menambah wawasan kita dalam bekerja.kalau ada ide ide yang baik maka tularkanlah kepada kawan kawan.
Reply
 
 
# URAY GAPIMA APRIANTO, M.H. PA. SANGGAU 2012-02-09 16:08
idealnya seperti itu, dan kita semua baru belajar sambil pelan2 menjadi baik,..... evolusioner..., memang kalo berlari, cepat capek, orang jawa bilang alon-alon asal kelakon, memang harapn itu bukan hal yg mustahil kita raih, asal mau kerja keras dan terbuka...
Reply
 
 
# Tuti PA kab Madiun 2012-02-10 07:09
semoga kedepan makin banyak info 2penting untuk kami ketahui .amin. Sukses selalu
Reply
 
 
# Tuti PA kab Madiun 2012-02-10 07:20
Sukses dan kita tunggu info info berikutny
Reply
 
 
# MAWIR TAHUNA 2012-02-10 07:26
Orang bijak mengatakan tidak semua yang nyata dalam dunia ini manusia dapat mengetahui, namun semua yang nyata pasti dapat diketahui oleh manusia, artinya harapan kita semua ingin maju, namun untuk mengarah kesana itu berbeda-beda jalannya, sekarang sudah ada jalur terserah mau pilih yg mana...mau mauju atau..sebaliknya.
Reply
 
 
# ilham PTA Gorontalo 2012-02-10 08:44
memang terkadang kita di tim IT, tidak sempat memikirkan untuk memberitakan hal-hal yang memang sebenarnya adalah tupoksi pengadilan. makanya berangkat dari tulisan ini kami tim IT PTA Gorontalo akan lebih melirik keadaan perkara yang terjadi di provinsi Gorontalo.
Reply
 
 
# s.yanto.tn pta kendari 2012-02-10 09:25
Menjawab pertanyaan beliau, bagaiamana menurut anda? Sy sangat C7 lagi, bila yang dimasukkan website itu seluruh penanganan perkara (masuk-putus-sisa), sehingga masyarakat mengetahui tupoksi peradilan agama. Disamping itu untuk menepis anggapan masyarakat yg masih bergelanyut dlm benaknya, bahwa pengadilan agama itu hanya menangani perkara cerai dan cerai saja (pengadilan cerai). Selamat dan maju terus P.Dirjen dg segala program-programnya.
Reply
 
 
# # s.yanto.tn 2012-02-10 09:18
Menjawab pertanyaan beliau, bagaiamana menurut anda? Sy sangat C7 lagi, bila yang dimasukkan website itu seluruh penanganan perkara (masuk-putus-sisa), sehingga masyarakat mengetahui tupoksi peradilan agama. Disamping itu untuk menepis anggapan masyarakat yg masih bergelanyut dlm benaknya, bahwa pengadilan agama itu hanya menangani perkara cerai dan cerai saja (pengadilan cerai). Selamat dan maju terus P.Dirjen dg segala program-programnya.
Reply
 
 
# Hasan Nul Hakim PA Bangko 2012-02-10 09:56
selama ini pemberitaan di satker-satker cendrung hanya membahasa permasalahan seremonial saja (pelantikan, seminar dll), dengan berita "sisi minus berita seputar peradilan agama" bisa memacu semangat untuk menggarap pemberitaan bagian perkara. semoga
Reply
 
 
# Mazharuddin_Balige 2012-02-10 10:57
Tidak ada yg MINUS disitu...
semua PLUS2 saja...
Badilag sendiripun beritanya ttg Pojok Dirjen, ttg Maulid, dll.dan tdk ada yg salah disitu....
Jangan berkecil hati kawan2...lanjutkan terus...
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2012-02-10 17:29
saya setuju sekali tampilan pemberitaan yg mengangkat topik ttg tugas pokok pengadilan, keberhasilan dlm menangani perkara dan ataupun ttg hambatan2nya, tentu ini masukan penting. Nah sekarang kan PTA/PA sudah pada rajin tinggal hinbau lagi untuk memuat yang lebih menggigit dan menarik untuk publik. Ayo semua semangat tingkatkan kualitas berita yang mau ditampilakn di Badilag Net.Mari dicoba dan dimulai dari sekarang.....
Reply
 
 
# Pahruddin Ritonga, SHI - PA-Gunugsitoli 2012-02-11 10:46
Dengan dipublikasikannya berita seputar PA, maka akan terlihat barometer keberhasilan dan kegagalan PA tersebut yang didukung dengan data-data yang akurat. Masalah kekurangan pasti tetap ada, namun dari kekurangan itulah menjadi motivasi untuk bangkit, dan bagi yang sudah berhasil juga jangan cepat puas, namun harus tetap berbenah untuk melahirkan karya emas terbaik.
Reply
 
 
# Syamsulhadi, PA.Gunungsitoli... 2012-02-13 01:18
ASS....yang pertama ingin saya sampaikan SELAMAT untuk PA Sidikalang yang telah berhasil melakukan Mediasi sehingga sampai pada sebuah persentase anka yang spektakuler...yaitu(17%).
YG KEDUA, berkaitan dengan apa yang disampaikan oleh pak Dirjend diatas...Saya teringat dengan Penjelasan Ibu AMELIA BASSAR, sewaktu di Grand Angkasa Hotel Medan,dalam acara bimbingan Teknis Kehumasan..,beliau mengatakan..."bahwa website kita (BADILAG)dan PA-PA seluruh indonesia sudah bagus... hanya saja TAMPILAN Judulnya kurang menjual".maksudnya ketika seseorang membaca judulnya saja tidak begitu tertarik. sehingga kurang animo masyarakat untuk melihat WEBSITE kita...
YG KETIGA, saya ingin usul, walau pun kita menyajikan kegiatan-kegiatan pokok kita yang berkaitan dengan perkara dan juga kegiatan2 lain..kalo bisa judulnya itu yang menjual, spektajuler...sehingga orang tertarik membacanya.......
Wassalam..... :lol:
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS