Hakim Tinggi Sangat Antusias Ikuti Pelatihan Siadpa Plus

Bandung | badilag.net
Dalam Rakernas Mahkamah Agung Tahun 2011 yang lalu, telah menetapkan 7 (tujuh) program prioritas pembaruan peradilan agama, yaitu penyelesaian perkara, manajemen SDM, pengelolaan website, pelayanan publik dan meja informasi, implementasi SIADPA, pengawasan dan justice for all. Begitu pentingnya program prioritas tersebut, sengaja dibuat Badilag dengan bentuk running text pada homepage www.badilag.net.
SIADPA itu sendiri sebagai otomatisasi pola bindalmin telah memberikan kemudahan dan percepatan dalam administrasi perkara. Disamping sebagai otomatisasi pola bindalmin, SIADPA juga menjadi alat pembinaan dan pengawasan Hakim Tinggi kepada pengadilan tingkat pertama dalam wilayah pengawasannya dengan cara monitoring jarak jauh melalui SIADPA.
Program SIADPA itu sendiri telah mendapat perhatian dari berbagai pihak, oleh karena SIADPA telah membuat pekerjaan menjadi cepat dan mudah. Badilagnet edisi Kamis, 28 Juni 2012 dalam beritanya yang berjudul “World Bank Kupas Kisah Sukses SIADPA”, menjelaskan bahwa World Bank menunjukkan keseriusannya dalam menggarap buku tentang aplikasi SIADPA (Sistem Informasi Administrasi Perkara Pengadilan Agama). Selain melakukan pengamatan dan survey, World bank juga mengadakan Focus Group Discussin (FGD).
Belajar SIADPA
Pada hari keempat Pembinaan Teknis Administrasi Peradilan Agama bagi Hakim Tinggi angkatan III yang sedang berlangsung di Garden Permata Hotel Bandung, memasuki pelatihan Aplikasi SIADPA Plus. Tampil sebagai turor dalam pelatihan SIADPA tersebut adalah Tim Nasional SIADPA yang terdiri dari Tohir, SH, Irwansyah, SH, Ahsan Dawi, S.HI.M.HI, Anwar Fauzi, SH, Moh. Roy Irawan, S. Kom, Dika Andrian, S. Kom, Abdurrahman dan Helmi Indra Mahyudin.
Tohir dan kawan-kawan dalam mempresentasikan dan simulasi SIADPA sadar betul bahwa peserta pelatihan adalah para Hakim Tinggi yang telah berumur 50 tahun ke atas, sehingga pembelajaran dilakukan dengan santai dan seperti bermain tetapi serius. Presentasi tentang aplikasi SIADPA yang disampaikan oleh Tim Nasional SIADPA, mencakup seluruh fitur maupun keunggulan aplikasi SIADPA dan portal infoperkara (infoperkara.badilag.net) sebagai media keterbukaan informasi perkara bagi publik sekaligus portal pelaporan perkara.
“Aplikasi SIADPA telah menjadikan administrasi perkara cepat dan mudah, membuat berita acara sidang pertama secara manual memakan waktu 15 menit, tetapi dengan menggunakan SIADPA hanya membutuhkan waktu 5 lemit, bahkan tidak sampai 5 menit,” kata Ahsan Dawi salah seorang Tim Nasional yang sehari-harinya adalah Hakim Pengadilan Agama Sangeti ini sambil menjelaskan proses membuat berita acara sidang dengan SIADPA.
Dijelaskannya lebih lanjut, bahwa apabila SIADPA telah dijalankan dalam proses administrasi perkara, maka akan dengan mudah memberikan informasi kepada pihak yang berperkara tentang perkara-perkara yang telah diputus beberapa tahun yang lalu. “Apabila ada orang yang berperkara meminta putusan beberapa tahun yang lalu dan dia tidak ingat lagi nomor perkaranya, biasanya kita akan meminta waktu beberapa hari untuk mencarinya, tetapi dengan SIADPA kita akan dengan mudah mencari perkara tersebut pada saat itu juga.
Semangat belajar yang tinggi
Kegiatan pelatihan berlangsung sangat dinamis dan peserta mengikutinya dengan sungguh-sungguh. Ketika Pak Tohir menjelaskan menu-menu SIADPA dengan cara mengklik menu yang tersedia pada laptop ternyata ada peserta yang tidak bisa mengikutinya. “Tolong pak, cara menjelaskannya pelan-pelan, maklumlah kami ini sudah tua,” kata salah seorang peserta, sambil memanggil tutor lain untuk menjelaskan bagaimana cara mengklik pada laptopnya.

Dan yang menarik lagi, salah seorang peserta dari PTA Banten Drs. H. U. Syihabuddin, SH. MH meminta kepada panitia supaya pelatihan dimulai lagi pukul 13.30 setelah istirahat, padahal semestinya dimulai pukul 14.00. ”Saya minta supaya pelatihan dimajukan 30 menit setelah istirahat, saya ingin mendalami SIADPA ini dengan baik”, katanya bersemangat.
Lain lagi komentar Dra. Hj. Sisva Yetty, SH. MH Hakim Tinggi PTA Mataram kepada redaktur IT yang mengatakan bahwa ia sangat antusias mempelajari SIADPA, karena dengan SIADPA, Hakim Tinggi sangat terbantu untuk melakukan pembinaan dan pengawasan.
Pelatihan SIADPA berlangsung satu hari penuh dan pada malam harinya akan dilanjutkan dengan materi pengawasan yang akan disampaikan oleh Drs. H. Amran Suadi, SH. M. Hum. MM, Inspektur Wilayah I Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI.
(H. Abd. Hamid Pulungan - Hakim Tinggi MS Aceh)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 5136 | 29 | | Rab. 22 | 8 | 0 | | Sel. 21 | 22 | 0 | | Sen. 20 | 22 | 0 | | Ming. 19 | 22 | 0 | | Sab. 18 | 17 | 0 | | Jum. 17 | 16 | 0 |
|
Comments
Tapi yang penting ada kemauan dulu. Nanti sepulangnya ke PTA masing2 para peserta dapat memperdalam IT dan Siadpa Plus ini kepada para admin. IT dan Siadpa Plus yang ada di PTA.
DI MANA ADA KEMAUAN, DI SITU ADA JALAN.
Setujuuuuu!!!!!!!!
Bravo Hakim Tinggi!!!!!!!