|
Dirjen Badilag, Drs. H. Wahyu Widiana, MA :
Peradilan Agama Perlu Meningkatkan Monitoring dan Evaluasi

Banda Aceh | badilag.net
Menurut laporan dari lembaga survey yang berasal dari luar negeri, lingkungan peradilan agama masih lemah dalam hal monitoring dan evaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan.
Hal tersebut diungkapkan oleh Dirjen Badan Peradilan Agama Wahyu Widiana di hadapan para peserta bimbingan teknis kompetensi hakim peradilan agama angkatan III, di Sulthan Hotel International, Banda Aceh, Selasa malam (17/4/2012).
“Seharusnya setiap kegiatan itu dilaksanakan secara kontinyu, ada follow up-nya agar berkesinambungan,” ungkap Wahyu Widiana.
Menurutnya, selama ini banyak kegiatan yang diselenggarakan oleh Ditjen Badilag maupun satker di daerah, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan SDM, tidak ada tindak lanjutnya padahal tindak lanjut tersebut sangat penting dalam rangka peningkatan SDM di lingkungan peradilan agama.
Oleh karena itu, Dirjen Badilag meminta kepada satker di daerah agar kegiatan seperti lokakarya atau yang lainnya ditindaklanjuti. "Jangan berhenti setelah kegiatan tersebut selesai dilaksanakan," tandasnya.
Meski demikian, Dirjen Badilag mengaku bahagia karena akhir-akhir ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan dalam hal monitoring dan evaluasi pasca kegiatan.
Peningkatan itu merupakan dampak dari Rakernas Mahkamah Agung tahun 2011. Sebagaimana diketahui, keputusan Rakernas yang paperless office itu memberikan peran lebih kepada hakim tinggi pengadilan tingkat banding sebagai kawal depan MA.

Wahyu Widiana menceritakan, sejak saat itu banyak sekali perubahan yang dilakukan oleh pengadilan tingkat banding. Banyak dari kegiatan yang diselenggarakan oleh mereka dilakukan tindak lanjut dan juga dilaporkan ke Ditjen Badilag.
“Saya banyak sekali menerima surat tentang laporan tindak lanjut kegiatan yang telah diselenggarakan oleh pengadilan tinggi agama,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Dirjen juga mengungkapkan bahwa Dalam waktu dekat Ditjen Badilag segera mengeluarkan surat edaran tentang pedoman pembinaan dan pengawasan pengadilan tingkat banding. Hal ini bertujuan agar pengadilan tingkat banding memiliki keseragaman dalam melakukan pembinaan dan pengawasan kepada pengadilan tingkat pertama.
Oleh karena itu, Wahyu Widiana meminta kepada para hakim tinggi harus menguasai bidang selain teknis perkara seperti penguasaan pola bindalmin, teknis administrasi keuangan.
Sementara itu, Direktur Pembinaan Tenaga Teknis Peradilan Agama, Purwosusilo menyatakan bahwa kegiatan yang didanai dari DIPA Ditjen Badilag tahun 2012 diikuti oleh tiga puluh orang peserta para hakim tinggi di wilayah Sumatera dan Jawa.
“Ini adalah kegiatan bimtek hakim peradilan agama angkatan ketiga, nanti akan ada lagi angkatan keempat yang rencanaya akan dilaksanakan di Bandung,” ungkap Purwosusilo. Peserta kali ini berasal dari wilayah Indonesia bagian barat, nanti angkatan berikutnya dari wilayah Indonesia bagian timur, lanjutnya.

Selain mendapatkan materi tentang kebijakan Ditjen Badilag, para peserta ini nantinya akan mendapatkan materi tentang teknik pemeriksaan perkara dan teknik pembuatan putusan yang akan disampaikan oleh Hakim Agung, Prof. Dr. H. Abdul Manan, SH, S.IP, M.Hum., serta praktek bedah berkas.
Perlu diketahui bahwa kegiatan ini akan berlangsung selama empat hari terhitung mulai hari selasa sampai dengan Jumat (17-20/42012).
(ws)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 5711 | 51 | | Kam. 23 | 9 | 0 | | Rab. 22 | 13 | 0 | | Sel. 21 | 29 | 0 | | Sen. 20 | 30 | 0 | | Ming. 19 | 38 | 0 | | Sab. 18 | 36 | 0 |
|
Comments
Saya sangat setuju dan mendukung pak.. dan mudah-mudahan dapat diwujudkan
Mayoritas mendasarkan penilaian hanya pada ingatan dan pengamatan langsung kinerja bawahan, sehingga apabila ada penggantian pejabat, penerusnya tidak mempunyai dasar penilaian bawahan barunya...
Mungkin kita bisa belajar dari Rumah sakit atau Puskesmas yang memiliki MR (Medical Record) yang mereka kelola dengan rapi dan terkontrol sehingga kalaupun nanti pasien berulang kembali ke rumah sakit tersebut sudah ada data penyakit pasien atau tindakan pihak rumah sakit secara kronologis yang sangat berguna untuk tindakan berikutnya ataupun perlakuannya kepada pasien.
Semoga di Badilag beserta jajarannya dapat pula membuat sebuah Program DATA yang Validitas, Terintegrasi dan aksesibilitas, wabil khusus terhadap sebuah kegiatan dimulai dari PLANNING sampai kepada LPJ serta Follow Up-nya. Amin !!!!!
Sehugungan dengan hal itu kami memohon agar para pejabat atau pegawai yang telah ditunjuk untuk mengikuti BIMTEK tidak PELIT memberikan info/ilmu nya kepada kami-kami yang selama ini tidak pernah mendapatkannya.
Syukton wal'afwu.
aspek "controlling" perlu di "galakkan" spy antara planning dengan actuiting selaras.
karena monitoring dan evaluasi sengat menentukan keberhasilan suatu kegiatan...
mengawasi jalannya peradilan diPA Banggai.Walaupun dgn kapal motor, tetapi alangkah senangnya diayun ombak diantara pulau2 yg dilewati dgn pemandangan yg sangat indah. ALLAHUAKBAR, alangkah indah dan kayanya Indonesia ini.