Kamis, 24 April 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Kegiatan Rapat Konsultasi Evaluasi Realisasi Anggaran Triwulan I tahun 2014 dan Penyusunan Renja 2015 | (23/4)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 5 | (17/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Diklat Hakim Ekonomi Syari'ah Tahun 2014 | (16/4)
PENGUMUMAN : Ralat Perubahan Tempat Kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II tahun 2014 | (15/04)
PENGUMUMAN : Permohonan Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun 2014|(14/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama Angkatan II | (11/4)

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Perilaku Hakim Dari Komisi Yudisial | (11/4)
PENGUMUMAN : Format BAS dan Putusan | (8/4)

PENGUMUMAN : Hasil Rapat Pimpinan dan TPM Mahkamah Agung RI | (8/4)
PENGUMUMAN : Penulisan Nama, NIP dan Tempat/Tanggal Lahir dalam Aplikasi SIMPEG Online | (1/4)
PENGUMUMAN : Optimalisasi Aplikasi SIADPTA Plus | (27/3)

PENGUMUMAN : Verifikasi dan Validasi Data Kepegawaian 2014 | (21/03)
VIDEO : Kuliah Berseri Peradilan Agama -- Seri 4 | (21/03)
PENGUMUMAN : Usulan Rencana Kinerja Tahunan DIPA 04 Ditjen Badilag | (21/03)
VIDEO: Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 3 | (17/3)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Sosialisasi Hukum Acara Ekonomi Syariah (KHAES) | (17/3)
PENGUMUMAN : Pembaharuan Data SDM Berbahasa Asing | (17/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Workshop Bagi Hakim Pengadilan Agama | (14/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Peningkatan Tenaga Teknis Pemberkasan Perkara Kasasi/PK di Bandar Lampung | (14/3)
SURAT EDARAN : Pemberitahuan (PENIPUAN) | (14/3)




Tambahkan ke Google Reader
Januari-Maret 2013, 49 Hakim Dijatuhi Hukuman Disiplin (15/4) PDF Cetak E-mail
Oleh Hermansyah   
Senin, 15 April 2013 11:17

Januari-Maret 2013, 49 Hakim Dijatuhi Hukuman Disiplin

Jakarta l Badilag.net

Selama periode Januari-Maret 2013, Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI menjatuhkan hukuman disiplin kepada 49 hakim. Mereka terdiri dari 45 hakim karir dan empat hakim ad hoc.

Berdasarkan data yang dirilis Kepala Bawas Dr. H. M. Syarifuddin, S.H., M.H., pada 10 April 2013, ke-49 hakim itu dijatuhi hukuman beragam. Sebanyak 15 hakim dijatuhi sanksi berat, dua hakim mendapat sanksi sedang dan 28 hakim menuai sanksi ringan.

Secara keseluruhan, pada triwulan pertama 2013, ada 68 aparat peradilan yang mendapat hukuman disiplin. Mereka terdiri atas hakim (45), hakim ad hoc (4), panitera/sekretaris (5), panitera muda (3), pejabat struktural (2), panitera pengganti (4), jurusita (3) dan staf (2).

Dari lingkungan peradilan agama, ada delapan aparat yang mendapat hukuman disiplin. Mereka terdiri atas enam hakim, seorang Kaur Keuangan dan seorang jurusita.

Seorang Wakil Ketua PA mendapat sanksi dimutasi ke PTA sebagai hakim non-palu selama dua tahun. Seorang hakim PA juga dimutasi ke PTA sebagai hakim non-palu selama setahun. Tiga hakim PA lainnya, yang berasal dari PA yang sama, mendapat teguran lisan.

Seorang Kaur Keuangan PA mendapat sanski berupa penurunan pangkat setingkat lebih rendah selama setahun dan didemosi dari jabatan Kaur keuangan. Ia juga tidak berhak menerima sepeserpun remunerasi selama setahun.

Seorang Jurusita PA mendapat sanksi penundaan kenaikan  pangkat selama setahun. Tidak hanya itu, remunerasinya juga dipotong 90 persen tiap bulan selama setahun.

(hermansyah)

TanggalViewsComments
Total747152
Kam. 2420
Rab. 23100
Sel. 22110
Sab. 1980
Jum. 1830
Kam. 1740
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Abd. Salam PA. Sidoarjo 2013-04-15 11:24
Semoga menjadi ibroh bagi kita, sehingga kita lebih berhati-hati
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2013-04-15 11:30
Kita berdo'a kepada Allah SWT, semoga Allah SWT memberikan kepada kita sikap hati-hati dan waspada dalam bekerja di mana saja dan kapan saja. Aamiin !
Reply
 
 
# Rusliansyah - PA Nunukan 2013-04-15 11:29
Semoga Allah menjauhkan kita dari hukuman di dunia seperti yang diterima 49 hakim tersebut!
Dan lebih dari itu, semoga DIA menjauhkan kita dari hukuman-Nya di akhirat yang sangat pedih!
Segeralah bertobat wahai Saudaraku!
Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penerima Taubat!
Reply
 
 
# Alimuddin M. PA.Denpasar 2013-04-15 11:43
penyesalan memang selalu datang belakangan, maka marilah kita selalu memperbaiki diri dengan melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagaimana mestinya!
Reply
 
 
# Hamba ALLAH PA.Pkc Riau 2013-04-15 11:53
Bagus, pecat jika terbukti bersalah, MEMALUKAN.
Reply
 
 
# Datuk- cpns PA Marisa 2013-04-15 11:59
semoga Allah menjauhkan kita dari sanksi yang diberikan badan pengawas MARI

berdedikasi tinggi dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab, serta mengikuti peraturan dan tidak melanggar norma yang berlaku, mungkin itu adalah salah satu cara agar kita semua terhindar dari sanksi tersebut,

semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua, Amin Allahumma Amin.
Reply
 
 
# Khairil Jamal MS.Mrd. 2013-04-15 12:03
Dengan sanksi tersebut hendaknya membuat efek jera bagi yang di kenakan sansi dan pelajaran bagi yang lain.
Reply
 
 
# panti yang teraniaya 2013-04-15 12:08
seberat apapun hukuman itu, tapi kalau orang yang dijatuhi hukuman, sudah dan sering berbuat salah, tetapi tidak ada efeknya, dan kenyataannya, masih ada saja yang berbuat tidak baik, celakanya, satu orang berbuat, banyak orang yang kena getahnya, buktinya kenaikan tunjangan kenerja, dan tunjangan jabaatan panitera Pengganti sampai sekarang gak jelas juntrungannya, dan semakin tragis lagi nasibnya Pegawai, terlebih khususan ila Panitera Pengganti, kenaikan gaji yang 7% saja sampai sekarang gak jelas, malah keduluan harga bawang putih dan har cabe yang naek, dan konon katanya harga bawang putih dan harga cabe gak pake keppres mapun kepmen, toh tetap saja bisa naek tul gak bro
Reply
 
 
# sabar 2013-04-15 12:11
' sampai kapanpun yang namanya pelanggaran tetap ada baik hakim maupun pegawai kecuali ahlak dan moral setiap pegawai atau hakim sudah baik maka peradilan yang agung sebagaimana di cita-citakan MA pasti akan terwujud'
Reply
 
 
# andi muliany hasyim 2013-04-15 12:22
Semoga Allah senantiasa melindungi kita dan memberikan yang terbaik dan jauh dari hukumanNYa yang amat pedih, amin
Reply
 
 
# abdullah berahim, pta palu 2013-04-15 12:26
INNA LILLAHI WAINNA ILAIHI RAAJI'AN, ITULAH MUNGKIN UCAPAN YG PATUT KITA SAMPAIKAN KPD KAWAN2 KITA YG TERKENA SANKSI ITU. MEREKA ITU SEBENARNYA SDH TAHU ATURAN KALAU BERBUAT SESUATU YG MELANGGAR ATAU DI LUAR ATURAN YG ADA, ADA SANKSINYA. MUDAH2AN KARENA KHILAF SAJA, BERARTI KE DEPAN TIDAK AKAN MENGULANGINYA. TAPI KALU MEMANG SIFATNYA BEGITU, ATAU SDH WATAK, MEREKA AKAN BERBUAT LAGI, WALAU DG CARA ATAU BENTUK LAIN DG TUJUAN YG SAMA. DAN MUDAH2AN BAGI KITA DAN KAWAN2 LAINNYA TIDAK TERKONTAMINASI, TETAP ISTIQAMAH DI JL YG BENAR. AMIIIN
Reply
 
 
# rosmawardani pta medan. 2013-04-15 12:46
hendaknya
berniat bekerja dengan ikhlas,doa kita selalu semoga Allah senantiasa menunjuki ke jalan yang benar.amien.
Reply
 
 
# Nursal-PA.Sawahlunto 2013-04-15 12:51
na'ubillah min zalik..wa mau'izhah buat kita
Reply
 
 
# ISKON PTA GTLO. 2013-04-15 12:53
Hancur...hancur...hancurlah hati orang-orang yg tidak mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT melalui pemerintah dengan tunjangan yang begitu tinggi tp masih melanggar aturan yg berujung kepada hukuman. Wahai para aparat penghianat bangsa, sadarlah.
Reply
 
 
# zulkifli ijoel pa dumai 2013-04-15 13:01
Semoga menjadi perhatian kita, agar senentiaa selalu berjaga diri dan berhati-hati dalam menjalankan tugas-tugas yang telah diamanahkan kepada kita....Aamin
Reply
 
 
# Yakin PTA Mataram 2013-04-15 13:02
SUBHANALLOH, Kok bisa wong peradilan agama.....ya
Reply
 
 
# Nanang MR 2013-04-15 13:03
1 PA 5 hakim, waduh rekor itu, sayangnya rekor buruk :oops:
Reply
 
 
# YB DLMT 2013-04-15 13:42
Dunia peradilan sudah disorot terus menerus, kode etik sudah disosialisasikan, masih juga ada pelanggaran. terrrrlaluu.....semoga hakim-hakim lainnya menghindari pelanggaran.
Reply
 
 
# cikbasir 2013-04-15 13:44
sayang tidak dinyatakan apa saja kesalahan mereka, sebaiknya dikemukakan apa yg mereka lakukan yang dianggap melanggar...agar bisa jadi pelajaran.
Reply
 
 
# RS.MS.Aceh 2013-04-15 14:03
Mari bekerja sesuai dengan aturan semoga kita akan terhindar dari perbuatan yang tercela.
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Manna 2013-04-15 15:00
harus dilihat penyebabnya dan harus dicarikan jalan keluar sehingga tidak ada lagi yg lain kena sangsi ...
Reply
 
 
# Ambo Asse, HATI Banjarmasin 2013-04-15 20:02
Frifessi penegak hukum pada dasarnya sebagai wakil Tuhan, maka harus bersih, jadi wajar kalau pimpinan mengambil kebijakan kalau ada yang kotor dicuci dulu dengan non palu, teguran lisan bahkan kalau perlu karena tidak bisa dicuci lagi maka sebaiknya ditong sampakan saja. meskipun kita kasihan tetapi dia sendiri tidak mengasihani dirinya.
Reply
 
 
# M.Yusuf PA Kendari. 2013-04-16 06:26
Semoga Allah Swt.menjauhkan kita semua dari hal-hal yang tidak menyenangkan itu.amin
Reply
 
 
# Pa. Yadi. PTA, Ambon 2013-04-16 06:42
Sangsi terhadap aparat peradilan yg telah dijatuhkan kpd masing-masing pejabat sesuai dgn tingkat pelanggarannya diapresiasi oleh jajaran lembaga peradilan. Harapan kt semoga dgn sangsi yg diterima dijalankan dgn penuh keikhlasan,dan dgn demikian dpt menjadi efek jera dan tdk lagi melakukan pelanggaran dikemudian hari.
Reply
 
 
# adi 2013-04-16 06:46
sebaiknya di jelaskan penyebanya ada sanksi.trim
Reply
 
 
# Asri Damsy HT Ms.b Aceh 2013-04-16 06:56
Memang sangsi tegas perlu diterapkan kalau mau maju. Saya mendukung sangsi yang yang diterapakan petinggi kita di Mahkamah Agung
Reply
 
 
# Muslih PA Medan 2013-04-16 07:25
Hendaknya diekspos saja jenis kesalahannya agar publik mengetahui, begitupun untuk pegawai mikir-mikir: apakah lanjut kerja dg merubah sikap, atau minta peisun aja :D :-)
Reply
 
 
# AHP - MS Aceh 2013-04-16 07:25
Saya ingin mengutip syair lagu yang berjudul "Cukuplah sudah". Semoga daftar ini adalah daftar terakhir bagi Hakim dan pegawai lainnya yang mendapat sanksi. Mari kita berfikir untuk fokus bekerja karena Hakim telah mendapat penghasilan yang signifikan.
Reply
 
 
# panti yang teraniaya 2013-04-16 07:31
dihukum saja belum cukup mas bro, apalagi kalau cuman dimutasi atau di non palu percuma, malah kemungkinan penyakitnya bisa menular/dan dituralkan kepada hakim/pegawai yang laen,kalau perlu dicecat saja sekalian, sebab kalau sudah sampai ke Bawas MA, artinya penyakitnya sudah gak bisa diobati lagi sebab dah sampai stadium 10, dan obat yg paling mujarab dan ampuh yaaa di amputasi saja (ups salah)di pecat tanpa pensiun,
Reply
 
 
# slamet bisri bangkalan 2013-04-16 07:41
sering bercerminlah kalian agar menjadi yang lebih baik dari sekarang, ungkapan itu sangatlah cocok kita jadikan pengingat agar kita selalu mawas diri, tanya diri kita, apa yang kita cari, untuk apa hidup ini, dan kemana kita nanti akan pergi, selamat berjuang menjadi aparat peradilan yang diridlai Ilahi, semoga sukses, amien.
Reply
 
 
# M.khotib PTAJK 2013-04-16 07:50
Marilah kita syukuri keserjahteraan kita dan kita hindari keinginan bertemu/berhubungan dengan pencari keadilan kecuali petugas dilapanganpun harus menghindari hal yang negatif dengan pencari keadilan, sebab sekecil apapun keinginan kita untuk bertemu dengan pencari keadilan pasti kita mengharap-harap dari pencari keadilan tersebut. Mungkin berat awal-awalnya tapi Insya Allah kalau niat kita baik Allah akan memberi petunjuk kita. Amiiiin.
Reply
 
 
# rofiq pasby 2013-04-16 08:07
Ya Alloh antal ghofur ighfirlahum, wahdihim ilas subulus salam wa shirothokal mustaqim shirothol ladzina an'amta 'alaihim ghoiril mghdlubi 'alaihim waladldlollin,amin
Reply
 
 
# ida pta babel 2013-04-16 08:23
Dengan niat yang baik Insya Allah, Allah memberikan yang terbaik bagi hambanya ,olehkarenanya mari qt syukuri apa yang diterima semoga saja menambah keberkahan dalam hidup.
Reply
 
 
# Nadimah PA Bkl 2013-04-16 08:58
Kenyataan ini kita jadikan sebagai cermin dan pelajaran bagi kita semua, agar kita selalu waspada dan lebih berhati-hati lagi dalam segala hal, baik dalam bersikap, berbuat dan berperilaku selaku seorang hakim dimana saja kita berada, semoga Allah SWT senantiasa membimbing kita di jalan yang benar, amin.
Reply
 
 
# M.Kahfi PA. Klaten 2013-04-16 10:44
Semestinya kita sudah banyak belajar dari kasus-kasus yang merupakan pengalaman masa lalu, sehingga untuk ke depan harus lebih berhati-hati dalam melangkah dan bekerja
Reply
 
 
# M.Chanif PTA Banten 2013-04-16 11:28
Kita sebagai aparat peradilan semestinya harus bersyukur dengan ditambahnya kesejahteraan kita, malu rasanya kalo kita tidak dapat menunjukan peningkatan kinerja, sesuai tambahnya kesejahteraan itu, apalagi kalao masih ada yang tega mencoreng muka yang selama ini masih belum bersih dari coreng moreng yang dituduhkan masyaraakat pencari keadilan kepada aparat peradilan.
Bagi yang tidak punya malu masih melakukan pelanggaran, maka sudah sdepantasnya menerima panismen yang menghinakan, supaya jadi pelajaran bagi yang lain.
Reply
 
 
# Ismail Paisuly 2013-04-16 12:03
Setuju dgn penjatuhan hukuman/sanksi atas pelanggaran tg dibuat para hakim dan aparat MA lainnya. Menurut saya sanksi atau hukuman yg diberikan kepada ybsp(elanggar) jagn sekedar saja alias cuman main-main, tapi hrs serius dan setegas mungkin jika terbukti melakukan pelanggaran, dan jika perlu jgn dikasihani untuk dipecat dgn tdk terhormat dari pegawai/hakim MA. Kenapa sy katakan demikian karena mereka yg membuat kesalahan tapi akan mencoreng nama baik kita semua warga peradilan/institusi MA. Sakit rasanya!, malu rasanya! jika diorbit di media massa seorang pejabat MA (hakim) misalnya, tertangkap tangan menerima suap, memeras para pihak, kurupsi atau lainnya. Sungguh memalukan. Kita sudah dihargai negara dgn tunjangan yg tinggi dan remunirasi yg layak, kok masih "rakus bin tamak lagi?" Nauzdubillahi minzalik! Maaf kalo komen sy kasar, tp itu sesungguhnhya kata hati saya.
Reply
 
 
# laila pa tabanan 2013-04-16 13:16
naudzubillahi min syarri dzalik.. untuk lebih sempurnanya bahan ibrah ini alangkah baiknya kalau pelanggaran yang dilakukan diuraikan, agar tidak ada lagi yang mengikuti jejak-jejak keburukan tsb.. semoga Allah senantuiasa membimbing kita pada jalan yg lurus, amin
Reply
 
 
# daswir tanjung 2013-04-16 13:17
Dalam suasana sekarang, dengan gaji yang lumayan besar dan juga remon yang diterima oleh karyawan, masih banyak yang melakukan penyimpangan,akibatnya diberikan hukuman baik ringan, sedang bahkan ada yang berat dan bagi Hakim yang lain patut dijadikan pelajaran, kalau tidak bisa dibina lebih baik dibinasakan sekaligus, bagi petinggi MA ke depan patut memelih untuk menjadi pimpinan Tingkat pertama dan tingkat banding wajib memperhatikan tred record yang bersangkutan, itu gunanya dilakukan fit and propert test, termasuk yang dilihat jejak karir yang bersangkutan, kalau tred recordnya sudah menyimpang, sudah tidak layak diangkat menjadi pimpinan, sekarang sudah harus dibuang karena kedekatan, karib kerabat, diutamakan kualitas diri, kualitas akhlaq dan kualitas hukum acara dalam praktek.kita tunggu ada perbaikan demi mengapai peradilan yang agung dan dihormati.
Reply
 
 
# A. Mahfudin PA Tanggamus 2013-04-16 13:19
Dengan bekal iman dan takwa, insya Allah kita terhindar dari sanksi tersebut, amin
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2013-04-16 14:24
:-) Jangan ikuti masuk lobang, sekalipun sekecil lobang jarum.
Reply
 
 
# hamba Allah 2013-04-17 11:41
Memang sudah saatnya bagi Mahkamah Agung untuk menindak dan menghukum aparat peradilan yang melakukan kesalahan, sesuai dengan kesalahannya tanpa pandang bulu dan tidak usah memperhatikan kedekatan hakim tetrsebut dengan para petinggi di Mahkamah Agung, agar Mahkamah Agung tambah berwibawa dan bersih dari ornag-orang yang mental dan akhlaknya rusak. Lebih-lebih meraka yang diangkat sebagai pucuk pimpinan atau unsur pimpinan di salahsatu Pengadilan, baik PN, PA, Tata Usaha Negara maupun Peradilan militer, karena akan sangat berdampak besar dalam kepemimpinannya. Mudah-mudahan MA, khusus BADILG, agar mengangkat orang-orang, baik unsur pimpinan, Hakim, panitera maupun karyawan yang lain, harus betul-betul memperhatikan moral dan akhlaknya, disamping kemampuan dlam keilmuan secara komprehensif. Karena terus terang dilingkungan Peradilan Agama masih banyak para Pejabat baik itu ketua, wakil ketua, ataupun pejabat lainnya, masih didomonasi oleh orang-orang yang kedekatanya dengan petinggi Badilag, karena orang-orang yang jauh dengan para petinggi badilag atau MA, meskipun layak dari berbagai segi, sangat sulit untuk dipromosikan dengan berbagai alasan. semoga analisa ini, tidak terlalu jauh dengan kenyataan....
Reply
 
 
# Ilman Hasjim, PA Andoolo 2013-04-17 18:36
Peradilan Agama harus jadi contoh yg baik dan selalu terdepan,,, Di mana saja, kapan saja, dan dalam hal apa saja...
Reply
 
 
# Ilman Hasjim, PA Andoolo 2013-04-17 18:36
Peradilan Agama harus jadi contoh yg baik dan selalu terdepan,,, Di mana saja, kapan saja, dan dalam hal apa saja...
Reply
 
 
# Mukhtar Gani PA Watansoppeng 2013-04-18 07:26
mari kita jadikan pelajaran agar terhindar dari hal-hal yang bisa kita mendapat hukuman dengan mensyukuri apa yang ada.
Reply
 
 
# LA HATI- PTA MALUT 2013-04-18 07:58
SEMAKIN TINGGI SEBUAH POHON SEMAKIN BESAR PULA ANGIN YANG DIDAPATKAN, JADI MNGGA SALAH JIKA PENDAPATAAN SEMAKIN TINGGI SEMAKIN BESAR JUGA KAMAUANNYA UNTUK MENGGAPAI MATAHARI........ SUNGGUH SANGAT WAJAR........ SIAPAPUN ORANGNYA..... JANGAN PILIH KASIH...... SEPENDAPAT UNTUK SEKARANG HAKIM ATAU PNS DIBAWA MA.UNTUK JENIS HUKUMAN 1 DAN 2 TIDAK DIBERLAKUKAN BERDASARKAN PP 53/2010 AKAN TETAPI LANGSUNG AJA DIPECAT JIKA TERBUKTI APALAGI TERTANGKAP TANGAN.
Reply
 
 
# Razak 2013-04-18-10.30 2013-04-18 10:04
wahai para ketua para wakil ketua para hakim para panitera para jsp para pp anda sudah punya kode etik masing-masing , ma kainya bacalah dan patuhilah kode Etik ter sebut dengan penuh kesadaran dan keikhlas an sehingga bapak-bapak ibu-ibu tidak salah bertindak
Reply
 
 
# Razak 2013-04-18-10.30 2013-04-18 10:10
Wahai para Hakim para panitera para panite ra -pengganti para jurusita para jurusita pengganti kita semua sudah mempunyai Kode Etik dasn prilaku Hakim dan Panitera maka hendaklah pelajarilah dan amalkanlah kode Etik tersebut dengan penuh kesadaran dan ke ikhlasan agar kita selamat dalam menja lankan tugas dan jabatan yang kita emban bersama
Reply
 
 
# Razak 2013-04-18-10.30 2013-04-18 10:17
Wahai para Hakim para Panitera Para Pani tera Pengganti para Jurusita Para Jurusita pengganti hendaklah patuhi semua aturan- aturan dan Kode Etik masing-masing agar anda selamat dalam menjakankan tugas sampai purna bhakti jangan kena sangsi hukuman di tengah perjalana tugas malu dengan masyarakat luas
Reply
 
 
# ridhwan Ms.jantho 2013-04-18 13:42
semoga menjadi jera bagi yang di jatuhi sanksi dan menjadi pelajaran serta lebih berhati-hati bagi yang lainnya
Reply
 
 
# Januar PA Rantauprapat 2013-04-22 12:37
sepakat untuk ditindak tegas
semoga yang lainpun jadi jera
Reply
 
 
# #Nazchan PA Jakpus 2013-04-23 18:45
Yang dikenai saknsi, ikhlas menerima dan sadar dengan kesalahan. Masa depan masih panjang kesempatan untuk berbuat lebih baik masih banyak, tak ada dosa yang tak dimapuni sepanjang ada kesadaran.
Bagi yang lain tentu ini dijadikan pelajaran.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 1147 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS