Senin, 21 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Hakim PA Angkatan IV | (21/5)
BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Organisasi PBB Tertarik Bekerjasama dengan Badilag (14/11) PDF Cetak E-mail
Oleh Hermansyah   
Minggu, 13 November 2011 18:27

Organisasi PBB Tertarik Bekerjasama dengan Badilag

Jakarta l Badilag.net

Sebuah organisasi di bawah PBB yang bergerak di bidang populasi dan kependudukan, United Nations Population Fund (UNFPA), menyatakan ketertarikannya untuk bekerjasama dengan Ditjen Badilag.

Dua perwakilan UNFPA, Martha Santoso Ismail dan Ramot Nurlela Aritonang, Jumat (11/11/2011), menemui Dirjen Badilag Wahyu Widiana di ruang kerjanya untuk membicarakan hal itu. Keduanya didampingi Husein Muhammad dan Marzuki Wahid dari Fahmina Institute.

 

“Kami ingin mengadakan kerjasama dalam hal penguatan hak-hak perempuan di peradilan agama,” ujar Martha.

Ia mengungkapkan, UNFPA merupakan organisasi yang sudah ada di Indonesia sejak 1972. Awalnya, UNFPA memfokuskan diri pada family planning atau di sini lebih dikenal dengan istilah Keluarga Berencana. Kemudian organisasi ini melebarkan sayapnya pada masalah kesehatan reproduksi.

“Saat ini kami mengembangkan women crisis center di sejumlah pesantren di Indramayu, Cirebon, Tasikmalaya, dan beberapa daerah lain,” ujarnya.

Di samping itu, UNFPA juga mengikat kerjasama dengan Komnas Perempuan dan pelbagai LSM yang konsen pada masalah perempuan.

Ramot Nurlela Aritonang menambahkan, UNFPA sedang menjajaki kerjasama dengan Polri, Kejaksaan Agung, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Sosial. “Kami juga bekerjasama dengan BP4 dalam hal penguatan hak-hak perempuan,” ungkapnya.

Khusus di lingkungan Mahkamah Agung, UNFPA telah mengadakan kontak dengan Balitbang Diklat Kumdil. Dengan demikian, Badilag adalah organisasi di bawah MA kedua setelah Balitbang Diklat Kumdil yang digandeng UNFPA.

Mengenai bentuk kerjasama, Marzuki Wahid menjelaskan, UNFPA akan menyelenggarakan pelatihan dalam format training for trainer. Untuk peradilan agama, pesertanya adalah para hakim. Silabusnya akan disusun kedua belah pihak.

“Kita ingin kesadaran gender dan pemahaman mengenai KDRT dapat melembaga atau jadi sistem,” tutur Marzuki—yang juga editor buku “Courting Reform” edisi Bahasa Indonesia.

Husein Muhamad menambahkan, materi pelatihan akan disesuaikan dengan kebutuhan pemberi dan penerima layanan. Dalam hal ini, aparat peradilan dan masyarakat pencari keadilan.

Menanggapi hal ini, Dirjen Badilag mengaku senang diajak bekerjasama. “Kami welcome, karena ini berkaitan dengan hak-hak perempuan dan masyarakat miskin untuk mengakses keadilan melalui peradilan agama,” ungkapnya.

Dirjen juga menyampaikan bahwa Badilag diberikan kewenangan untuk menyelenggarakan orientasi, bukan pelatihan. “Bedanya, pelatihan lebih lama waktunya. Yang boleh menggelar pelatihan hanya Balitbang Diklat Kumdil,” jelasnya.

Dirjen berharap agar kerjasama ini dapat diwujudkan dalam waktu dekat. “Kalau bisa, prosesnya dipangkas, agar tidak terlalu lambat, karena kami tidak berangkat dari nol,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Badilag saat ini sudah punya kerjasama serupa dengan Pusat Studi Wanita UIN Yogyakarta. Hadirnya UNFPA, menurut Dirjen, akan memperbesar peluang para hakim untuk mendapatkan pelatihan mengenai penguatan hak-hak perempuan.

(hermansyah)

TanggalViewsComments
Total235143
Sen. 2110
Ming. 2020
Sab. 1910
Jum. 1820
Kam. 1710
Rab. 1620
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Dalih Effendy PA.Krw 2011-11-13 18:59
" wawasan yang makin mendunia "
Pelatihan ataupun orientasi dalam dunia kewanitaan dan KDRT sangat perlu bagi aparat peradilan agama, selama ini kewenangan PA memang banyak tertuju kepada pemberian hak-hak perempuan dan mendudukkannya sebagai makhluk yang sama dengan pria. Persoalan wanita dengan KDRT yang dihadapinya masih banyak yang salah menanganinya tak terkecuali ketika menjadi sengketa perdata ke Pengadilan Agama. Oleh karena itu training untuk memberikan solusi yang berkeadilan perlu sekaligus juga membumikan kewenangan PA atas aksesnya terhadap perempuan agar semakin diketahui oleh dunia. Semoga tidak terlalu lama. AMIN.
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2011-11-13 19:00
Karja sama dari berbagai kalangan telah berjalan dengan baik, semoga kehadiran UNFPA lebih menambah manfaat bagi PA. semoga cepat terealisasi.
Reply
 
 
# Korik .PA.Ka Tungkal 2011-11-13 19:01
Sy sangat mendukung program ini segera direalisasikan utk meningkatkan pemahaman para hakim thd masalah gender dan penguatan hak-hak perempuan krna kasus KDRT sdh sangat mengkhawatirkan di Indonesia terutama perempuan yg tdk bekerja dan di bawah garis kemiskinan. Selamat utk Badilag yg mendptkan apresiasi dr PBB d dipercaya utk kerjasama dlm bentuk pelatihan.
Reply
 
 
# PTA Banten 2011-11-13 19:09
Semakin besar dan banyak peluang untuk lebih mengeksiskan Badilag di mata dunia...mudah2an peluang-peluang yang datang menjadi motivasi yang lebih untuk menguatkan komitmen Badilag dalam memberikan pelayanan bagi semua kalangan(justice for all), khususnya semakin memberikan jaminan terhadap hak-hak perempuan baik kalangan menengah ke atas, terlebih kaum perempuan yang berada di pinggiran, papa, lemah pendidikan dan ekonomi, serta awam hukum.
Reply
 
 
# Mame Sadafal-PA Sidoarjo 2011-11-13 19:17
Selamat kepada badilag, hal ini merepresentasikan bahwa dalam hal penguatan hak-hak perempuan sesuai dengan misi badilag dan juga sangat relevan dengan filosofi kelahiran UU No 1/1974 adalah untuk melindungi hak-hak perempuan (istri).
Reply
 
 
# Achmad Edy Rawidy 2011-11-13 19:39
langkah yg tepat bila memang benar UNFA mo bekerjasam dg BADILAG jrn selama ini BADILAG banyak mengurusi dan memberikan ap yg mjd hak perempuan ketika rumah tangganya sdh tdk lg dpt dipertahankan...
Reply
 
 
# Diana-PA-Krw 2011-11-13 19:48
Patut diacungi jempol, karena Langkah ini merupakan suatu penegasan bahwa upaya untuk mewujudkan persamaan kedudukan antara laki-laki dan perempuan di berbagai kehidupan, masih seringkali dihadapkan kepada faktor sosial budaya di masyarakat yang belum berpihak kepada perempuan. untuk memberikan penyadaran sosial bahwa peningkatan status, posisi dan kondisi perempuan setara dengan laki-laki dalam berbagai aspek kehidupan dan pembentukan karakter masyarakat Indonesia yang tidak hanya tanggap gender, tetapi menunjung tinggi kesetaraan.
Reply
 
 
# samsul bahri 2011-11-13 20:17
Samsul Bahri, PA SUbang
selamat semogakerjasama tersebut menjadi amal jama'y dalam kebaikan untuk membantu kaum perempuan yang karena berbagai faktor belum sepenuhnya memperoleh hak-haknya dengan baik.
penyelenggaraan akan lebih baik, peserta merata, setiap provinsi karena ia akan menjadi trainer di wilayahnya.... Selamat, semoha Allah memudahkan urusan kita semua..Amien
Reply
 
 
# M.Yusuf.wk PA Kendari 2011-11-13 20:32
Gender dan KDRT dua variable yang sangat membutuhkan komitmen dari semua kalangan khususnya aparat penegak hukum teermasuk PA.Jika benar terealisasi rencana kerja sama UNFPA dg BADILAG sy kira sebuah pilihan yang tepat.Lebih cepat lebih baik.
Reply
 
 
# Masrinedi -PA.Painan 2011-11-13 21:23
Semoga kerja sama Badilag dengan UNFPA cepat terealisasi sehingga hak-hak perempuan lebih diperhatikan dan mendapatkan pelayanan yang baik. Amin !
Reply
 
 
# Iskhaq KPA Jayapura 2011-11-13 21:24
Setelah berhasil melaksanakan progaram Justice for all (Posbakum Prodeo dan sidang keliling) maka kini langkah Pak Dirjen Badlag untuk membela kaum lemah semakin nyata. dan kini akan melangkah lagi ke Program women crisis center.Good luck
Reply
 
 
# dikkie Maninjau 2011-11-13 22:45
kerjasama ini menyatakan makin percayanya dunia luar dengan keberadaan Badilag, semoga kerjasama ini dapat meningkatkan kualitas serta kredibilitas, sehingga kerjasama ini tidak berujung percuma, mari kita dukung kerja sama in dengan bekerja sungguh-sungguh dan berbagi...............
Reply
 
 
# Djulia H _PA.Sgm 2011-11-13 22:47
Gender telah lama digaungkan, begitupun KDRT telah pula menjadi masukan bagi PA, kehadiran UNFPA smoga menambah wawasan bagi PA untuk menjungjung kesamaan hak bagi siapapun yang beracara di PA. Barvo Badilag.
Reply
 
 
# Muhammad Jufri 2011-11-13 22:52
Semonga dengan kerja sama ini dapat membuat hak perempuan dalam mencari keadilan lebih diperhatikan. good luck.. badilag
(PA Panyabungan)
Reply
 
 
# endang m, pta mataram 2011-11-13 23:20
Organisasi dunia di bawah PBBpun merasa tertarik dg program-program di Badilag, terutama yg menyangkut pembelaan thd kaum perempuan. Mudah2an kerjasama organisasi itu dg Badilag akan memberikan manfaat thd kamum perempuan dan juga bagi badilag.
Reply
 
 
# Urip Probolinggo 2011-11-13 23:23
Apapun bentuk kerjasamanya selama memberikan manfaat dan kebaikan bagi peradilan agama, insya Allah kita yang di bawah selalu mendukung langkah tersebut. Selamat buat pak Dirjen, pantang mundur maju terus demi kejayaan peradilan agama
Reply
 
 
# Rusdi PTA Smd 2011-11-13 23:36
semoga Pelatihan yang akan diselenggarakan oleh UNFPA dan BADLAG akan segera terealisasi, apalagi ini pesertanya Hakim, tentu sangat bermanfaat dalam rangka penguatan hak-hak perempuan.
Reply
 
 
# Ali Fikri PA.Tasik 2011-11-13 23:42
Semoga dengan kerjasama Badilag dengan UNFPA, Peradilan Agama semakin Maju, Sukses untuk Peradilan Agama..Maju teruusss..!!!!
Reply
 
 
# Ali Fikri PA.Tasik 2011-11-13 23:47
Selamat dan sukses dengan adanya kerjama antara Badilag dengan Badan United Nations Population Fund (UNFPA), Maju terusss dan sukses selalu buat Badilag..!!!
Reply
 
 
# adang sholihin-pa ciamis 2011-11-13 23:58
semoga kerja sama ini dapat membuahkan manfaat hususnya buat para hakim akan lebih menambah wawasan amin.
Reply
 
 
# HAM HBS/PA Binjai 2011-11-14 00:17
Baguslah kerja sama ini, semoga di Indonesia lebih banyak yang percaya dan yakin dengan kerjanya Badilag, PBB saja sudah melihat perlu kerja sama dengan Badilag, dari dalam malah masih belum.....BRAVO
Reply
 
 
# Syamsulbahri PA Mks 2011-11-14 01:26
Dengan adanya aturan bahwa terjadinya perceraian hanya di hadapan persidangan Pengadilan, maka hal tersebut melindungi perempuan, agar tidak semena2 sang laki-laki mentalak perempuan, jadi sangat bermanfaat kerjasama tersebut, apalagi melindungi perempuan...ok
Reply
 
 
# Drs. H. Andi M. Akil, MH 2011-11-14 01:29
Keberadaan Pengadilan Agama yang pasti adalah memberi perlindungan bagi wanita, khususnya para isteri, yang selalu menjadi mengalami penderitaan yang diakibatkan oleh sebahagian suami, yang mengabaikan tanggung, bahkan diperlakukan dengan semenah-mena oleh suami, perkuat komitmen penjegakan Hak-hak perempuan yang sangat dihormati,
Reply
 
 
# Fari - Cempaka 2011-11-14 02:47
Sangat didambakan kerjasama ini... Bagi Hakim Pengadilan Agama sangat penting meningkatkan wawasan tentang masalah KDRT dan persoalan wanita pada umumnya, agar dalam mempertimbangkan putusannya yang sebagian besar bersentuhan dengan permasalahan wanita lebih komprehensif
Bravo Badilag...
Reply
 
 
# M.Tobri-PA Kuningan 2011-11-14 03:30
“Kami ingin mengadakan kerjasama dalam hal penguatan hak-hak perempuan di peradilan agama,tepat sekali program tersebut, insya allah akan sukses kalau sama visi dan misinya.
Reply
 
 
# ning Yun PA-Tegal 2011-11-14 03:38
program yang baik sekali perlu kita dukung bersma, realisasikan dengan memberi kesempatan seluas-luasnya kepada ibu-ibu hakim untuk menjadi waka atau Ketua, insya allah ibu-ibu akan mampu berkarya.
Reply
 
 
# Zein Zenith Tangerang 2011-11-14 07:23
Ini bukti lagi, Badilag semakin dikenal dan dipercaya orang luar karena track recordnya yang baik selama ini. Selamat Badilagku.....! Maju terus.
Reply
 
 
# difho 2011-11-14 14:23
Semoga kerjasama Badilag dengan UNFPA dapat segera terealisir, sangat penting untuk menambah wawasan bagi para hakim Pengadilan Agama tentang KDRT dan hak-hak peempuan.
Bravo Badilag
Reply
 
 
# Darman, PA.ME 2011-11-14 15:13
Penguatan hak-hak perempuan merupakan keharusan yang perlu dicari jalan keluar melalui pemahaman atau pelatihan-pelatihan, sehingga KDRT tidak sering lagi muncul dalam kasus rumah tangga di Indonesia.
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2011-11-14 15:32
perlu dicermati “Kami ingin mengadakan kerjasama dalam hal penguatan hak-hak perempuan di peradilan agama,” ujar Martha. Bisa positif bisa negatif. Mengapa? Karena selama ini peradilan agama melalui putusannya sudah banyak berpihak kepada hak-hak perempuan, apalagi orientasi dengan PSW UIN Yogya, Komnas Perempuan, PEKKA, USAID dengan para hakim sebagai pesertanya sudah lama dilakukan.Setidaknya bertambah lagi kerjasa dengan lembaga LN. Selamat.
Reply
 
 
# DJABIR SASOLE PA TRNT 2011-11-14 16:31
Sesungguhnya PA melalui peraturan perundang2an yang ada, terutama UU perkawinan yang kemudian diperkuat dan dijabarkan olh KHI sangat memperhataikan hak-hak perempuan. Kalau dipadukan dengan kerja sama dg lembaga2 yang konsern thdap kepentingan perempuan dalam bentuk latihan maka akan semakin mantaplah pengetahuan dan pengalaman hakim. Bravo.....
Reply
 
 
# abu alhavi-tebuireng 2011-11-14 17:21
Badilag GO INTERNATIONAL, jalan terus, maju terus from comitment to hero, satu hal yang selalu muncul di hati kami yang di bagian akar rumput, kapan ada kerjasama dalam bidang upaya mengurangi angka percaraian di Indonesia yang dari waktu ke waktu terus bertambah
Reply
 
 
# Nurman- PTA SURABAYA 2011-11-14 17:24
Yang lebih penting adalah lebih ditingkatkannya pembinaan hak dan kewajiban suami istri secara syar'i..Betul gak?
Reply
 
 
# suhdirays@yahoo.com 2011-11-14 18:29
:-) Semoga dalam kerjasama ini dapat membuat peradilan semakin maju,amiin......
Reply
 
 
# Alimuddin,M.Mataram 2011-11-14 20:03
Soal KDRT nyaris menjadi nyanyian harian para Hakim PA yang terlantung dari pihak-pihak yang bermasalah rumah tangganya di ruang sidang. Maka segala upaya untuk meminimalisir dan membela kaum hawa dari perlakuan tersebut harus disambut dengan baik dan ikhlas.
Reply
 
 
# Wiryawan Arif-Limboto 2011-11-14 21:50
semoga kami yang dari daerah terpencil dapat kesempatan untuk mengikuti orientasi tersebut...!!! amin...
Reply
 
 
# harmen 2011-11-15 23:29
Harmen, PA-TANJUNG PATI
Kita sangat bersukur atas permintaan kerjasama UNFPA kepada Badilag dalam hal penguatan hak-hak perempuan di Peradilan Agama, tentu salah satu tujuan kerjsamasa itu untuk mengangkat hak dan martabat perempuan, seandainya hal tersebut terealisasi, maka kita usulkan di samping Hakim, sebaiknya dari unsur Kepaniteraan diikutkan juga nantinya dalam pelatihan.
Reply
 
 
# S.Romlah Humaidy. PTA Bdl 2011-11-16 00:38
Alhamdulillah, tiada hentinya Hakim baik Hakim tingkat pertama maupun Hakim banding akan mendapatkan penyegaran dalam pengetahuan mengenai Penguatan hak-hak Perempuan, karena masih banyak yg belum mendapatkan ilmu dan wawasan tersebut. Semoga segera terealisir
Reply
 
 
# rosmani daud 2011-11-16 01:39
semoga rencana ini dapat diimplementasikan dengan segera, lebih cepat lebih baik.
Reply
 
 
# muh.yasya@yahoo.com 2011-11-22 11:28
semoga dapat teraslisasi secepatnya
Reply
 
 
# moh. faizin - pa banjarnegara 2011-11-29 10:41
Semoga program tersebut segera terealisir, karena akan menambah ketrampilan hakim pa dalam menangani perkara-perkara berkaitan dengan hukum keluarga.
Reply
 
 
# moh. faizin - pa banjarnegara 2011-11-29 10:48
Semoga kerja sama ini segera terealisir, sehingga dapat menambah wawasan dan ketrampilan hakim pa dalam menangani perkara-perkara yang berkaitan dengan hukum keluarga.
Reply
 
 
# Abdul Malik PA SoE 2012-01-26 08:42
Mari kita songsong niat baik ini agar kinerja aparat Peradilan Agama semakin berkualitas dan bermanfaat.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS