Saturday, 04 September 2010 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama MA-RI 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Hisab Rukyat
Galeri Badilag
Tips dan Trik
Dapur Redaksi
Arsip Berita
e-Dokumen
Transparansi Peradilan
Yurisprudensi
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Statistik Perkara Banding
Info Perkara Kasasi
Cek Akta Cerai
Justice for All
Standar Prosedur
Prosedur Berperkara
Pedoman Prilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-mail
Direktori Dirjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Setditjen
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Download Aplikasi
Login Intranet Badilag
Berita Badilag
 
 
 
 

Bagi yang belum, dihimbau untuk secepatnya melaporkan keuangan perkara, prodeo dan sidang keliling via SMS Gateway.     Keluarga Besar Ditjen Badilag mengucapkan selamat dan sukses atas pengambilan sumpah dan pelantikan 19 pejabat Eselon IV Ditjen Badilag      --= NFSP =--      Kirimkan Berita, Artikel dan Karya Tulis lainnya hanya ke redaksi@badilag.net.     


FOKUS BADILAG

SURAT EDARAN : Pengusulan dan Penempatan Dalam Jabatan Panitera Pengganti II | (02/09)
SURAT EDARAN : SE Dirjen Badilag Tentang Laporan Pelaksanaan Reformasi Birokrasi di MA RI dan Pengadilan Dibawahnya | (1/9)
PENGUMUMAN : Permintaan Persyaratan Biaya Pindah (HAKIM) | 31/08 PENGUMUMAN:
  Pelaporan sidang keliling dan prodeo | (27/8 )
SURAT EDARAN : Pengusulan dan Penempatan Dalam Jabatan Panitera Pengganti I |(25/08)
                                                         
PENGUMUMAN: Daftar Nama-Nama Hakim PA Yang Telah Mendapatkan Nota Persetujuan BKN Untuk KP Periode 1 Oktober 2010 |(16/08)
PENGUMUMAN: Penetapan Jam Kerja Selama Bulan Suci Ramadhan 1431 H | (10/08)
PENGUMUMAN: Daftar Tenaga Kepaniteraan dan Kejurusitaan PA Yang Telah Mendaptkan Persetujuan Teknis Kepala BKN Untuk KP Periode 1 Oktober 2010 | (04/08)
SURAT EDARAN : Quisioner Mengenai Pelaksanaan Itsbat Kesaksian Rukyatul Hilal | (3/8)
SURAT EDARAN : Surat Edaran Tentang Rukyat Hilal Awal Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah 1431 H | (3/8)
PENGUMUMAN : Teknis Pengiriman Perkara Prodeo dan Sidang Keliling Via SMS Gateway | (26/7)
PENGUMUMAN: Surat Edaran Dirjen Badilag tentang Pelaporan Prodeo dan Sidang Keliling | (20/07)





World Bank Jajaki Kerjasama dengan Badilag Tangani Justice for All | (28/7) PDF Cetak E-mail
Dimuat oleh Achmad Cholil   
Wednesday, 28 July 2010

World Bank Jajaki Kerjasama dengan Badilag Tangani Justice for All

Jakarta | badilag.net

Usaha Ditjen Badilag membumikan Justice for All di lingkungan Peradilan Agama mendapat sambutan positif dari pihak luar, salah satunya dari the World Bank (Bank Dunia). Justice for All memang sudah menjadi trend nasional dan internasional, dan World Bank sendiri merupakan salah satu lembaga yang paling santer menyuarakan pemberantasan kemiskinan serta penjaminan akses keadilan bagi yang terpinggirkan.

Merasa ‘satu hati’ dalam usaha membantu masyarakat miskin, delegasi World Bank mengunjungi Badilag Selasa sore (27/7/2010) dan diterima langsung oleh Dirjen Badilag Wahyu Widiana di ruang kerjanya.

“Saya melihat ada perkembangan yang sangat mengesankan dari usaha yang selama ini dilakukan Peradilan Agama di bawah pimpinan Bapak dalam mewujudkan Access to Justice dan Justice for the Poor. Kami ingin belajar dari PA dalam usaha penjaminan akses terhadap keadilan,” ujar Matt Stephens, Governance adviser the World Bank in the Philipines, membuka pertemuan.

Matt Stephens datang didampingi Lisa Noor Humaidah, Women’s Legal Empowerment Manager the World Bank in Indonesia, dan Syarif, rekanan World Bank. Matt Stephens ditarik kembali dari Philipina untuk membantu team World Bank Indonesia dalam usaha mewujudkan Justice for the poor d Indonesia.

Image

MEMBUMIKAN JUSTICE FOR ALL: Matt Stephens, Dirjen Badilag, Lisa Noor Humaidah, dan Syarif berpose bersama usai pertemuan. Prodeo, Sidang Keliling dan Posbakum.

“World Bank di Indonesia sudah hampir 8 tahun menjalankan usahanya untuk menjamin akses keadilan bagi masyarakat miskin. Kita juga sangat concerned dengan pemberdayaan perempuan, dan telah bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan usaha tersebut,” lanjut Stephens.

“Di tingkat kebijakan, sudah ada perubahan terhadap Justice for the poor. Hal ini bisa dilihat dari peluncuran Strategi Nasional Access to Justice dan penerbitan Inpres No. 3/2010 oleh Bapak Presiden beberapa waktu lalu,” tambahnya.

“Akan tetapi, kita melihat tantangan yang cukup berat untuk mewujudkan Strategi Nasional dan Inpres tersebut secara nasional.”

“Belajar dari sukses Peradilan Agama dalam mewujudkan Access to Justice, kami datang untuk mendapatkan masukan dan saran dari Bapak (Dirjen) agar Access to Justice ini juga bisa diterapkan di lembaga (pengadilan) yang  lain,” kata Matt Stephens.

Menjawab pertanyaan Stephens, Dirjen Badilag menyebut tiga hal yang menjadi ‘ikon’ Access to Justice di lingkungan Peradilan Agama. Prodeo, Sidang keliling dan Posbakum (yang akan diterapkan di tahun 2011).

“Usaha Peradilan Agama membantu masyarakat miskin berperkara di pengadilan sudah dilakukan sejak lama. Dan jika dirujuk jauh ke belakang, usaha seperti penyediaan prodeo dan pelaksanaan sidang keliling telah lama dilakukan oleh para pendahulu saya,” ujar Dirjen Badilag merendah.

“Sebagian besar yang berperkara di PA itu masyarakat miskin. Oleh karenanya kita betul-betul kontrol seluruh Peradilan Agama. Biaya perkara jangan terlalu tinggi, transparansi biaya perkara harus benar-benar diwujudkan. Kounter-kounter pengembalian sisa panjar harus ada di setiap pengadilan,” tambah Dirjen yang enerjik ini.

“saya juga terlibat aktif dalam memasukkan penanganan perkara prodeo dan sidang keliling dalam Inpres No. 3/2010 yang lahir dari Rakor Presiden dengan para gubernur dan menteri di Tampak Siring Bali.”

Image
Dirjen Badilag penuh semangat menjelaskan usaha Peradilan Agama dalam mewujdukan Access to Justice.

Untuk perkara prodeo, dulu pelaksanaannya belum maksimal. Anggaran yang tersedia tidak terserap dengan baik. Dan ternyata itu disebabkan oleh dua hal. Tidak adanya payung hukum pencairan anggaran prodeo dan sulitnya masyarakat miskin dalam memperoleh SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu), kata Dirjen.

“Masalah payung hukum mudah-mudahan sebentar lagi ada. Draft pedoman penyelenggaraan bantuan hukum (prodeo, sidang keliling dan posbakum) sudah difinalisasi. Tinggal menunggu di-SEMA-kan oleh Bapak Ketua MA RI.”

“Selain itu kita juga berusaha mencari solusi. Kita kerjasama dengan berbagai LSM seperti PEKKA dan LBH APIK untuk menginfokan ketersediaan prodeo. Tapi kita tidak melakukan sosialisasi yang massive, takut ada rush,” kata Dirjen.

Untuk sidang keliling, lanjut Dirjen, praktis tidak menemui masalah berarti. Hanya saja peningkatan anggaran untuk memperbanyak sidang keliling sangat diperlukan.

Mengenai Posbakum yang akan diberlakukan tahun 2011, Dirjen berharap bisa sangat membantu orang tidak mampu dalam mengajukan perkaranya ke pengadilan. “Posbakum kita sediakan di Pengadilan Agama hanya untuk konsultasi, advis, dan bantuan pembuatan surat gugatan. Sementara di Mahkamah Syar’iyah, dimungkinkan sampai kepada pendampingan untuk perkara jinayah,” imbuhnya.

Kemungkinan Kerja Sama.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 1,5 jam tersebut juga disinggung kemungkinan kerjasama antara World Bank dan Ditjen Badilag dalam usaha mewujudkan Access to Justice yang lebih luas.

“Kita selalu menerapkan link and match. Kita juga ingin sekali membantu pelaksanaan perkara prodeo, sidang keliling, dan posbakum berjalan secara maksimal tidak hanya di Peradilan Agama, tapi juga di Peradilan lainnya,” kata Stephens.

Stephens juga menyebut bagaimana jika melibatkan beberapa kementrian dalam membantu masyarakat miskin mengakses keadilan. Untuk menghindari kerumitan, Dirjen lebih berharap World Bank bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah di Indonesia untuk memudahkan orang miskin mendapatkan SKTM, kalau bisa secara gratis.

“Kalaupun World Bank ingin menjalin kerja sama, tidak semuanya harus melalui Ditjen Badilag. Jika memang ada kegiatan-kegiatan yang menunjang kapasitas sumber daya, saya minta hakim-hakim Pengadilan Agama di daerah-daerah dilibatkan. Karena mereka yang sangat berperan dalam mewujudkan Access to Justice ini,” ungkap Dirjen menutup pertemuan. (c)

» 24 Comments
24"Hakim PA. Kalianda"
at Thursday, 05 August 2010 10:54by Rusli Halim Fadli
semoga Badilag dan World Bank bisa menjalin kerjasama yang positif untuk perbaikan Peradilan di Indonesia, khususnya Peradilan Agama...
23""inovatif dan dinamis""
at Sunday, 01 August 2010 23:17by andi asbi PA Takalar
Kepada Bapak Dirjen Badilag, salut dan bangga kami persembahkan buat progressifitas Bapak yang dengan ketekunan,kegigihan dan semangat pantang menyerah telah berhasil membumikan program "Justice for all". ikon Access to Justice di lingkungan Peradilan Agama yakni Prodeo, Sidang keliling dan Posbakum semoga bisa menjadi problem solving terhadap semua dinamika yang selama ini ada di lingkup peradilan khususnya peradilan agama.
22"GRATIS"
at Sunday, 01 August 2010 23:14by H.SUHADAK
Apresiasi dan acungan jempol buat satu dari Empat pilar Pejuang umat yg terus ingin membumikan "Justice For All" sebagai tindak lanjut jika kami dapat memberikan usulan kepada atasan ditugas yg baru,"Bahwa penyelesaian semua perkara Perceraian Gratis, kecuali bagi yang mampu. bukan sebaliknya semua perkara harus bayar kecuali yg miskin, dg menunjukan surat keterangan Kepala Desa. Semoga kami mampu.
21"World Bank dan Badilag"
at Thursday, 29 July 2010 10:33by Nyong Amboina
Syukurlah, mudah-mudahan World Bank turut berpartisipisasi dalam program justice for all Mahkamah Agung RI sebagaimana telah dipelopori oleh Bapak Dirjen Badilag dan semoga Worl Bank berminat merelis program pengembangan sumberdaya di jajaran peradilan agama untuk menunjang suksesnya program justice for all ini terutama dalam kaitannya bankum dengan memberdayakan sarjana syariah dan hukum yang telah diangkat sebagai pegawai (staf kepaniteraan) di Pengadilan Agama.
20Comment
at Thursday, 29 July 2010 10:23by husna-tarakan
semoga perwujudan 3 program strategis yg telah menjadi fokus Badilag dapat merubah opini publik tentang mafia peradilan di indonesia.
19"SALUT DAN SUKSES"
at Thursday, 29 July 2010 10:24by H.TAUFIQURROHMAN-BALI
APRESIASI DARI WORLD BANK SUATU HAL YG LUAR BIASA, KAMI WARGA PA SANGGAT BANGGA DENGAN BAPAK DIRJEN BADILAG YANG DIBANGGAKAN OLEH WORLD BANK (BANK DUNIA), SDEMOGA KERJA SAMA ANTARA WORLD BANK DAN DIRJEN BADILAG DALAM USAHA MEWUJUDKAN ACCES TO JUSTICE TEREALISASI, AMIN YA ROBBAL 'ALAMIN.
18"Justice for all and WB"
at Thursday, 29 July 2010 10:27by PA Palembang,Yuli Suryadi
Kertarikan word bank karena sejalan dengan ditjen babilag, dengan harapan Peradilan Agama bisa kenapa Peradilan lain tidak. Mudah-mudahan tahun 2011 merupakan tonggak sejarah bagi masyarakat miskin untuk mendapat pelayanan prima dari peradilan. Terus berjuang untuk kemaslahatan ummat, kami mendukungmu.
17""Klop""
at Thursday, 29 July 2010 10:30by Insyafli PTA Padang
Ini namanya gayung bersambut, kata berjawab, pucuk dicinta ulam tiba, sumur digali airpun datang. Program justice for all, yang digiatkan oleh Dirjen Badilag, ternyata secara internasional juga sudah menjadi trend. Jadinya benar-benar klop. Kita semakin yakin program ini akan berjalan baik ke depan. Semoga.
16"SEMOGA CEPAT TERREALISIR"
at Thursday, 29 July 2010 10:31by PA BANGLI - BALI
Semoga kunjungan Word Bank ke Badilag memberikan angin segar khususnya dalam hal membantu segala sesuatunya yang berkaitan suksesnya program Justice for all, misalnya pendanaan, prasarana dan segala sesuatu yang diperlukan dalam pengembangan program ini.
15"MAJU TERUS "BADILAG"KU"
at Thursday, 29 July 2010 10:31by H. Abdullah B. (PTA Gtlo)
SEMANGAT PAK DIRJEN KITA UTK KEJAYAAN BADILAG KE DEPAN SEPERTINYA TDK PERNAH MENGENAL LELAH, UTK ITU KPD BELIAU PATUT KITA ACUNGI JEMPOL DISAMPING DOA AGAR BELIAU SLL TTETAP SEHAT DAN PANJANG UMUR. SMG SEMUA UPAYA, TEROBOSAN2, DAN JERIH PAYAH BELIAU SLL MENDPTKAN REDHA ALLAH SWT. AAMIIIIIIIIIIN YAA RABBAL AALAMIIIIIIIIIIIIN
14""Kita dukung""
at Thursday, 29 July 2010 01:06by Masrinedi - PA. Painan
Semoga kerjasama Badilag dengan berbagai pihak termasuk dengan World Bank ini dapat dimaksimalkan sehingga tema "Justice for All" di lingkungan PA ini semakin menggeliat adanya dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Amin !
13"PERADILAN PRO RAKYAT"
at Wednesday, 28 July 2010 21:13by M.Iqbal PTA BandarLampung
Justice for All yg digagas Dirjen Badilag & World Bank yg kedpn diharapkan menyertai & memperkuat program tsb merupakan Lompatan besar kiprah nyata Peradilan Agama yg pro pd rakyat, terutama rakyat kurang mampu di dlm memberikn pelaynn Hukum.  
Namun hal penting jg perlu dibangun & terus di tempa adalah Ruh & Paradigma Pelayanan Aparatur PA, agar bersinergis dg maksud & Tujuan Justice for All. SELAMAT & SUKSES
12"SANGAT POSITIF"
at Wednesday, 28 July 2010 21:13by SALMAN,MA:PA GUNUNG SUGIH
Subhanallah. Ini kesempatan yang sangat berharga bagi peradilan agama. Ini sangat positif bila dapat kita follow up dalam rangka memaksimalkan pelayanan bagi masyarakat miskin dalam bingkai program "Justice for All." Kita doakan semoga kerjasama ini secepatnya dapat terwujud agar pelayanan terhadap masyarakat pencari keadilan dapat semakin kita tingkatkan. Tapi, walaupun kerjasama itu belum terlaksana, kita tetap harus berusaha memaksimalkan segala potensi yang ada.
11"Sukses buat pak dirjen"
at Wednesday, 28 July 2010 21:15by M. Aliyuddin, MS.Kutacane
kami salut dan bangga dgn usaha yg telah, sedang dan akan dilakukan oleh dirjen badilag khuusunya dan MA umumnya yg telah telah berbuat maksimal untuk kemajuan peradilan agama teruma dlm hal membantu masyakarat miskin di indonesia yg mayoritas ini. Kami doakan mg pak dirjen dan seluruh jajarannya selalu sehat, selamat dan semangat memajukan peradilan agama, amien.
10"Pandeglang"
at Wednesday, 28 July 2010 21:15by Cece Rukmana Ibrahim
Salut atas usaha yang gigih Bapak Dirjen Peradilan Agam dalam upaya memajukan Peradilan Agama di Indonesia, terutama ingin membum,ikan "Justice For All' karena itu sungguh sangat tepat bekerja sama word bank.
9"PTA Gorontalo"
at Wednesday, 28 July 2010 21:15by Nina
Moga Keridhoan Allah Swt selalu menyertai langkah-langkah brilian Bapak Dirjen Badilag...amin Allahumma amin.....jangan ragu World Bank, saham akhirat tuh...
8""Welcome""
at Wednesday, 28 July 2010 21:16by Dwi Anugerah
Selamat datang buat World Bank yang bersiap bergabung dengan Badilag demi terselenggaranya justice for all, semoga dengan datangnya World Bank menjadi angin segar bagi perubahan di badan peradilan yang sudah haus akan kemudahan dan pelayanan yang maksimal bagi masyarakat termarjinalkan...semoga usaha usaha yang digagas bukan hanya harapan tanpa kenyataan.akan tetapi menjadi kenyataan yang nyata..good luck n Welcome buat World Bank.
7"SEMOGA"
at Wednesday, 28 July 2010 12:52by Mastuhi - MS-Idi
Berharap kunjungan Word Bank ke Badilag bukan hanya sebatas dialog, akan tetapi dapat mewujud dalam kerja sama yang konkrit dalam merealisasikan program "Justice for All" di Lingkungan Peradilan Agama, dan lebih jauh lagi, dapat memberdayakan hakim-hakim dan seluruh komponen SDM Pengadilan Agama di Indonesia. SEMOGA!!
6"Selamat Datang W Bank"
at Wednesday, 28 July 2010 12:26by Aday PA Jaktim
Selamat untuk badilag . Atas segala usaha briliant nya sehingga pihak luar mulai senang dengan badilag dan tertarik bekerja sama...semoga semakin jaya Amin. Bravo keadilan..!
5"please"
at Wednesday, 28 July 2010 12:12by Syamsulbahri (PA.Biak)
Silahkan World Bank luncurkan bantuan untuk menangani perkara Prodeo, sidang keliling dan Posbakum di Peradilan Agama seluruh Indonesia... terutama di Papua untuk sidang keliling karena jangkauan antara daerah sangat mahal sebab hanya bisa ditempuh dengan pesawat jadi biayanya besar... Silahkan luncurkan bantuannya...
4"KPA Kalianda"
at Wednesday, 28 July 2010 12:14by Drs. H. Ridhuan Santoso
Keluarga besar PA Kalianda mendukung kerjasama Ditjen Badilag dengan Word Bank, demi terlaksananya program pembiayaan perkara prodeo, sidang keliling, dan posbakum. Untuk PA kami sidang keliling sudah kami lakukan sejak beberapa tahun lalu, bahkan KPTA Bandarlampung minggu kemarin melihat langsung serta mendukung sidang keliling yang tiap hari Rabu bersidang di Gedongtataan, jika untuk ketiga program tersebut ada langkah inovativ dari Ditjen Badilag, kami sangat mengapresiasi & mendukung penuh.
3""TEROBOSAN""
at Wednesday, 28 July 2010 12:20by Armen. PA. SOLOK
Memang betul kata Bapak Dirjen dengan adanya “Usaha Peradilan Agama membantu masyarakat miskin berperkara di pengadilan agama dengan penyediaan berperkara secara prodeo dan pelaksanaan sidang keliling yang sudah dilakukan sejak lama. Sangat membantu masyarakat miskin yang ada jauh dari Kantor Pengadilan Agama.
2""World Bank Harapan baru""
at Wednesday, 28 July 2010 12:18by \"Hamzah-PA Denpasar\"
Usaha Ditjen Badilag membumikan Justice for All sudah sampai ke juga ke World Bank ini pertantanda dimulainya kejayaan Badilag dibawah pimpinan bapak Wahyu Widiana..kita boleh berbangga diri dengan kerjasama yang akan digagas oleh Word Bank ini sebagai usaha yang keras bagi semua pihak pencari keadilan khususnya masyarakat miskin kita..kita berharap semoga anggaran yang tersedia bisa terserap dengan maksimal..dan pengurusan SKM dari desa janganlah membuat sulit masyarakat kecil kita.
1Comment
at Wednesday, 28 July 2010 12:22by M.Thahir-PA.Sorong
Salut dan acuan jempol buat pak Ditjen Badilag yg tanpa mengenal lelah ingin membumikan "Justice for All" di lingkungan PA, mari kita dukung usaha pak DItjen tsb. dg kerja nyata.,Semoga masalah2 hukum yg dialami oleh masyarakat muslim baik yg tdk mampu ekonominya, maupun ketidaktahuan masyarakat spt pembagian harta waris/harta bersama dll yg merupakan kewenangan PA dpt terjawab. Semoga usaha kerja sama antara world Bank dg Badilag utk merespon "Justice for All" dpt terwujud secepatnya,amin.
» Post Comment
Email (will not be published)
Name
Title
Comment
 remaining characters
Terakhir diperbaharui ( Thursday, 29 July 2010 )
 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
 
 
 















Pembaruan MA







Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung

Seputar Peradilan Agama
Statistik Perkara
 

  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
  • JoomlaWorks AJAX Header Rotator
c
Ignorantia iuris nocet Ignorantia iuris nocet, Ketidaktahuan akan hukum mencelakakan. Peribahasa ini dipakai dalam dunia hukum yang menyatakan bahwa ketidaktahuan seseorang akan hukum dan peraturan, tidak dapat dijadikan alasan di pengadilan.  Details...

--= NFSP =--

actori incumbit probatio ==actori incumbit probatio  adalah salah satu asas penting dalam hukum acara perdata yang berarti barangsiapa mempunyai sesuatu hak atau mengemukakan suatu peristiwa harus membuktikan adanya hak atau peristiwa itu (pasal 163 HIR)==   Details...

Modernisasi Semu ”Untuk menjadi modern kebanyakan orang malah sibuk memerhatikan gaya berpakaian, cara berbicara, kebiasaan atau perilaku tertentu. Padahal bukan itu yang disebut modern. Hal-hal seperti itu adalah bagian yang sangat dangkal dari modernitas.” Indira Gandhi (1917–1984), pemimpin perempuan India  Details...

PPH - 5.5.2 Hakim dilarang mengadili suatu perkara apabila pernah mengadili atau menjadi Penuntut, Advokat atau Panitera dalam perkara tersebut pada persidangan di Pengadilan tingkat yang lebih rendah  Details...

--= NFSP =--

Ignorantia iuris nocet ==Ignorantia iuris nocet,  Ketidaktahuan akan hukum mencelakakan. Peribahasa ini dipakai dalam dunia hukum yang menyatakan bahwa ketidaktahuan seseorang akan hukum dan peraturan, tidak dapat dijadikan alasan di pengadilan==  Details...

Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS