Sabtu, 23 Agustus 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Naskah Pidato Ketua MA dalam Rangka Peringatan HUT ke-69 MA [Revisi]
PENGUMUMAN : Undangan Mengikuti Profile Assessment
| (18/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 19 | (18/8)
PENGUMUMAN : Kenaikan Pangkat Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 Oktober 2014
| (15/8)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Usul Kenaikan Pangkat (KP) Dengan Pencantuman Gelar Pendidikan | (11/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 18 | (8/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 17 | (7/8)
VIDEO : Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H | (28/7)
PENGUMUMAN : Pemberitahuan Kenaikan Pangkat Reguler Tenaga Teknis Periode Oktober 2014
| (25/7)
PENGUMUMAN : Penetapan Hak Akses dan Admin SIMPEG Online di Lingkungan Peradilan Agama | (25/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 16 | (24/7)
PENGUMUMAN : Contoh Pembuatan SKP | (24/7)
PENGUMUMAN : Pengiriman Softcopy Berkas Perkara/Putusan Untuk Lomba Pemberkasan Perkara | (23/7)
PENGUMUMAN : Ralat Laporan Sidang Keliling, Prodeo, Posbakum dan pelayanan terpadu | (21/7)
PENGUMUMAN : Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Hukum | (21/7)




Tambahkan ke Google Reader
Pendoman Tatacara Pelaksanaan Itsbat Rukyatul Hilal PDF Cetak E-mail
Oleh Asep Nursobah   
Rabu, 10 Oktober 2007 06:59

PEDOMAN TATA CARA PELAKSANAAN ITSBAT RUKYATUL HILAL


untuk versi PDF klik disini


PENDAHULUAN

1. Hisab dan Rukyat adalah perpaduan perhitungan dan obsevasi hilal dan merupakan salah satu cara atau metode untuk penentuan awal bulan.

2. Pemohon/Pelapor Sidang Itsbat Rukyat Hilal adalah pejabat/petugas yang ditunjuk oleh Kantor Departemen Agama.

3. Syahid/Perukyat adalah orang yang melapor melihat hilal dan diambil sumpah oleh hakim.

4, Saksi adalah orang yang mengetahui dan menyaksikan proses pelaksanaan sidang itsbat dan pengangkatan sumpah syahid/ perukyat.

5. Hakim dimaksud adalah hakim tunggal Pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyyah yang menyelenggarakan sidang itsbat kesaksian rukyat hilal.

6. Itsbat hakim adalah penetapan hakim Pengadilan Agama/Mahkamah Sya.r'iyah terhadap laporan perukyat kesaksian rukyat hilal awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah.

7. Penetapan (itsbat) rukyat hilal adalah alat bukti dan bahan pertimbangan dalam sidang itsbat Menteri Agama dalam menetapkan awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah.

8. Penetapan (itsbat) awal bulan Ramadhan dan Syawal secara nasional ditetapkan oleh Pemerintah cq. Menteri Agama, dan penetapan tersebut berlaku secara umum.

9. Penetapan (itsbat) awal bulan Ramadhan dan Syawal merupakan kewenangan Menteri Agama dan bukan kewenangan Pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyyah.

10. Bahwa oleh karena. penetapan kesaksian rukyat hilal tersebut diperlukan Menteri Agama dalam rangka menetapkan tanggal 1 (satu) Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjah secara nasional, maka perlu diselenggarakan sidang itsbat kesaksian rukyat hilal dengan cepat dan sederhana.

11. Bahwa permohonan itsbat kesaksian rukyat hilal merupakan perkara yang bersifat permohonan (voluntair) dan di dalamnya tidak ada lawan dan sengketa, maka penetapannya merupakan penetapan akhir dan final, yakni tidak ada upaya hukum baik banding mapun kasasi.

B. DASAR HUKUM

1. Berdasarkan pasal 52 Undang-Undang Numor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama:

Ayat (1) : Pengadilan dapat memberikan keterangan, pertimbangan, dan nasihat tentang hukum Islam kepada instansi Pemerintah di daerah hukumnya apabila diminta;

Ayat (2) : Selain tugas dan kewenangan sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 49 dan Pasal 51. Pengadilan dapat diserahi tugas dan kewenangan lain oleh atau berdasarkan undang-undang.

2. Berdasarkan Pasal 52 A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama, Pengadilan Agama berwenang memberikan itsbat kesaksian rukyatul hilal dalam penentuan awal bulan pada tahun Hijriyah.

 

3. Penjelasan Pasal Pasal 52 A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1949 Tentang Peradilan Agama, selama ini pengadilan agama diminta oleh Menteri Agama untuk memberikan penetapan (itsbat) terhadap kesaksian orang yang telah melihat atau menyaksikan hilal bulan pada setiap memasuki awal bulan Ramadhan dan awal bulan Syawal tahun Hijriyah dalam rangka Menteri Agama mengeluarkan penetapan secara nasional untuk penetapan 1 (satu) Ramadhan dan 1 (satu) Syawal. Pengadilan agama dapat memberikan keterangan atau nasihat mengenai perbedaan penentuan arah kiblat dan penentuan waktu shalat.

4. Berdasarkan Penetapan Nomor : KMA1095/X/2006 : Menetapkan, pertama : Memberi ijin sidang itsbat kesaksian rukyat hilal dengan hakim tungal kepada Mahkamah Syar'iyyah se-wilayah hukum Provinsi NAD dan Pengadilan Agama seluruh Indonesia.

C. TATA CARA PELAKSANAN DAN PENCATATAN SIDANG ITSBAT RUKYAT HILAL

1. Sidang itsbat rukyat hilaI dilaksanakan di tempat pelaksanaan rukyat hilal (sidang di tempat), dilakukan dengan cepat, sederhana dan menyesuaikan dengan kondisi setempat.

2. Pemohon dan Pelapor (Kantor Departemen Agama) mengajukan permohonan itsbat kesaksian rukyat hilal kepada Pengadilan Agama/Mahkamah Syar'iyyah yang mewilayahi tempat pelaksanaan rukyat hilal.

3. Semua biaya yang timbul akibat permohonan tersebut dibebankan kepada biaya dinas Kantor Departemen Agama.

4. Panitera atau petugas yang ditunjuk oleh Pengadilan Agama/Mahkamah Syar`iyah mencatat permohonan tersebut dalam Register Permohonan Sidang Itsbat Rukyatul Hilal.

5. Ketua Pengadilan Agama /Mahkamah Syar’iyah menunjuk hakim tunggal untuk menyidangkan permohonan tersebut.

6. Panitera Pengadilan Agama/Mahkamah Sya’iyah menugaskan panitera sidang untuk mendampingi hakim dan mencatat persidangan dalam berita acara.

7. Penunjukan hakim tunggal dan penugasan panitera sidang dilakukan setelah Departemen Agama mengajukan permohonan, atau sebelum pelaksanaan sidang itsbat kesaksian rukyat hilal.

8. Hakim dan panitera sidang yang bertugas harus menyaksikan kegiatan pelaksanaan rukyat hilal.

9. Waktu rukyat hilal harus sesuai dengan data yang diterbitkan oleh Badan Hisab Rukyat Departemen Agama.

10. Setelah hakim memeriksa syahid/perukyat dan apabila berpendapat syahid/perukyat dan kesaksiannya memenuhi syarat formil dan materiil, maka hakim tersebut memerintahkan syahid /perukyat mengucapkan sumpah dan lafaz sebagai berikut: ”Ashadu an laa ilaaha illa Allah wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah, demi Allah Saya bersumpah bahwa Saya telah melihat hilal awal bulan…….. tahun ini

11. Pengangkatan sumpah para syahid/perukyat didampingi 2 (dua) orang saksi.

12. Setelah hakim menyumpah syahid / perukyatan kesaksian rukyat hilal, selanjutnya hakim menetapkan / mengitsbatkan kesaksian rukyat tersebut, dan dicatat dalam berita acara persidangan oleh panitera siding.

13. Pentapan/itsbat kesaksian rukyat hilal tersebut diserhkan kepada penanggung jawab rukyat hilal (Kantor Departemen Agama Setempat). Selanjutnya petugas Departemen Agama melaporkan penetapan tersebut kepada panitia sidang Itsbat Nasional Departemen Agama RI di Jakarta.

14. Demi kelancaran pelaksanaan persidangan itsbat kesaksian rukyat hilal, pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah agar berkoordinasi dengan kantor Departemen Agama Setempat dan panitera atau petugas yang ditunjuk mempersiapkan semua yang diperlukan dalam penyelenggaraan persidangan, seperti formulir permohonan, berita acara, penetapan, al qu’ran, toga hakim dan keperluan lainnya yang terkait dengan kegiatan tersebut.

D. DATA HISAB DAN RUKYAT

Data perhitungan hisab dan rukyat yang digunakan adalah bersumber dari data astronomi, antara lain Almanak Nautika, Ephemeris Hisab Rukyat, dan Ephemeris Al Falakiyah, atau data yang dihimpun dari Badan Hisab Rukyat Departemen Agama.

E. SYAHADAH KESAKSIAN RUKYAT HILAL

Saksi dalam kesaksian rukyat dibedakan 2 ( dua ) macam :

1. Saksi dimaksud adalah seseorang atau beberapa orang yang megetahui langsung, melapor melihat hilal dan diambil sumpahnya oleh hakim. Saksi yang melihat hilal dan melapornya disebut syahid/perukyat.

2. Sedang 2 ( dua ) dimaksud adalah orang yang menjadi saksi dan menyaksikan seseorang atau beberapa orang yang melapor dan mengetahui proses pengangkatan sumpah oleh hakim.

Sedangkan yang dimaksud Syahadah kesaksian rukyat hilal adalah saksi nomor 1 tersebut.

Ada beberapa persyaratan Syahid/ perukyatan hilal, yaitu :

1. Syarat Formil :

a. Aqil baligh atau sudah dewasa.

b. Beragama Islam.

c. Laki-laki atau perempuan.

d. Sehat Akalnya.

e. Mampu melakukan rukyat.

f. Jujur,Adil dan dapat dipercaya.

g. Jumlah perukyatan lebih dari satu orang.

h. Mengucapkan sumpah kesaksian rukyat hilal.

i. Sumpah kesaksian rukyat hilal di depan sidang Pengadilan Agama/Mahkamah Syar’iyah dan dihadiri 2 (dua) orang saksi.

2. Syarat materiil :

a. Perukyat menerangkan sendiri dan melihat sendiri dengan mata kepala maupun menggunakan alat, bahwa ia melihat hilal.

b. Perukyat mengetahui benar-benar bagaimana proses melihat hilal, yakni kapan waktunya, dimana tempatnya, berapa lama melihatnya, dimana letak, arah posisi dan keadaan hilal yang dilihat, serta bagaimana kecerahan cuaca langit / horizon saat hilal dapat dilihat.

c. Keterangan hasil rukyat yang dilaporkan oleh perukyat tidak bertentangan dengan akal sehat perhitungan ilmu hisab, kaidah ilmu pengetahuan dan kaidah syar’i.

F. PERMOHONAN SIDANG ITSBAT

Permohonan sidang itsbat awal bulan Ramadhan, Syawal dan Dzulhijjjah merupakan penanganan perkara tambahan di lingkungan Peradilan Agama / Mahkamah Syar’iyah yang diamanatkan oleh Undang - Undang. Baik kewenangan perkara pokok atau perkara tambahan, maka perkara yang diajukan di Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah tetap harus mengikuti prosedur hukum acara yang berlaku, yakni mengajukan surat permohonan, membayar biaya, dicatat dalam register, penetapan sidang, diperiksa perkara tersebut, lalu dibuatkan putusan / penetapan.

Di bawah ini disebutkan contoh “surat permohonan itsbat kesaksian rukyat hilal” yang diajukan oleh petugas Departemen Agama sebagai “ permohonan “ sebagai berikut :


hal : Surat permohonan itsbat kesaksian rukyat hilal

Kepada Yth,

Ketua Pengadilan Agama / Mahkamah Syar’iyah

di…………

Assalamu’alaikum wr. wb.

Yang bertanda tangan dibawah ini saya :

Nama :

Umur :

Agama :

Pekerjaan :

Alamat :

Selanjutnya mohon disebut sebagai “ pemohon “

Dengan ini saya melaporkan bahwa ……( ) orang syahid / perukyat telah melihat hilal awal bulan …… tahun …… pada rukyat hilal di …….

Adapun identitas para syahid (saksi/perukyat) sebagai berikut :

1. Nama :

Umur :

Agama :

Pekerjaan :

Alamat :

2. Nama :

Umur :

Agama :

Pekerjaan :

Alamat :

3. dst.

Para syahid (saksi/perukyat) memberikan keterangan keadaan dan posisi hilal yang dilihat sebagai berikut :

1. Waktu matahari terbenam pukul …….

2. Waktu melihat hilal pukul …….

3. Perkiraan Tinggi hilal saat dilihat ……. Derajat

4. Lama hilal saat dilihat ……. Menit

5. Cara melihat hilal dengan mata telanjang atau menggunakan alat bantu …….

6. Arah matahari terbenam di sebelah…….

7. Arah bulan / hilal pada saat dilihat di sebelah …….

8. Bentuk dan keadaan posisi hilal saat dilihat …….

9. Kondisi kecerahan langit/horizon dari ufuk saat dilihat …….

10. Keadaan cuaca saat hilal terlihat …….

Berdasarkan hasil laporan rukyat hilal tersebut, saya mohon pengadilan Agama/mahkamah syar’iyah menjatuhkan penetapan (itsbat) kesaksian rukyat hilal sebagai berikut :

1. Mengabulkan permohonan pemohon

2. Menetapkan (mengistbatkan) bahwa pemohon telah menerima laporan perukyat kesaksian rukyat hilal sebanyak ……( ) orang pada awal bulan ….. tahun…….

3. Membebankan biaya penetapan ini dari anggaran dinas Kantor Departemen Agama sebesar Rp. ( …………… )

Wassalam

Pemohon

(Pejabat / Petugas

Kantor Departemen Agama)

Nama (nama jelas)

G. BIAYA DAN PENETAPAN SIDANG

1. Biaya permohonan pelaksanaan sidang itsbat atau sidang di tempat ini sepenuhnya dibebankan atas biaya dinas dari Departemen Agama sebagai pihak pemohon. Setelah biaya diterima oleh Pengadilan Agama, sebaiknya penerimaan biaya tersebut dibuatkan kwitansi atau sejenis Surat Kuasa Untuk Membayar (SKUM).

2. Setelah pemberitahuan atau permohonan sidang istbat awal bulan diajukan oleh Departemen Agama, pengadilan agama membuat Penetapan Majelis Hakim (PMH) atau penetapan hakim tunggal (PHT), Penugasaan panitera sidang atau pegawai pencatat sidang (PPS) dan Penetapan hari sidang (PHS).

INFORMASI TERKAIT

Pedoman tatacara itsbat rukyatul hilal

Permohonan itsbat  kesaksian rukyatul hilal

Materi pemeriksaan  pengakuan melihat hilal

Berita Acara Pemeriksaan itsbat kesaksian rukyatul hilal

Penetapan Itsbat Rukyatul Hilal

Register  Permohonan Itsbat

Surat Edaran Pelaksanaan Sidang Itsbat Kesaksian Rukyatul Hilal Awal Syawal 1428 H

TanggalViewsComments
Total68000
Sab. 2310
Jum. 2220
Kam. 2120
Sel. 1910
Sen. 1810
Ming. 1730
LAST_UPDATED2
 
 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 649 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS