Sudan Setuju Fasilitasi Pelatihan Ekonomi Syariah Jakarta l badilag.net Gayung itu akhirnya bersambut. Pemerintah Sudan menyatakan kesediaannya untuk memfasilitasi pelatihan ekonomi syariah untuk hakim-hakim peradilan agama. Kepastian mengenai hal itu disampaikan Dubes Sudan untuk Indonesia, Ibrahim Bushro Muhammad, ketika mengadakan pertemuan dengan Dirjen Badilag Wahyu Widiana, di Kedubes Sudan, Rabu (28/7/2010). “Kami sangat mengapresiasi kerja sama ini. Kami bangga menjadi tempat belajar ekonomi syariah karena memang Islamic banking di negara kami sudah sangat maju,” kata Dubes Sudan. Rencananya, pelatihan ekonomi syariah ini akan berlangsung dua pekan, dari tanggal 5 hingga 20 Oktober 2010. Tempatnya adalah Mahkamah Tijarah atau Pengadilan Niaga Sudan.
 Dirjen Badilag dan Dubes Sudan sedang membahas mekanisme pelatihan ekonomi syariah untuk hakim-hakim peradilan agama. Peserta pelatihan ini berjumlah tujuh orang. Seluruhnya hakim. Mereka yang diberi kesempatan adalah hakim-hakim yang benar-benar mampu berbahasa Arab, baik lisan maupun tulisan. Mereka juga harus punya pengetahuan yang memadai mengenai ekonomi syariah. Ibrahim Bushro Muhammad mengatakan, pihaknya akan menanggung biaya akomodasi, konsumsi dan apapun yang dibutuhkan para peserta selama pelatihan. Adapun biaya transportasi dari Indonesia-Sudan dan sebaliknya, tetap menjadi tanggungan Mahkamah Agung RI. Mendengar penjelasan ini, Dirjen Badilag yang didampingi Setditjen Farid Ismail mengaku sangat berbahagia. “Mewakili pimpinan Mahkamah Agung, kami menyatakan terima kasih atas respon positif yang diberikan pemerintah Sudan,” kata Dirjen. Dirjen meyakinkan bahwa para peserta akan serius mengikuti pelatihan. Mereka dituntut untuk mempelajari putusan-putusan perkara ekonomi syariah di Sudan. Dengan begitu, ketika pulang ke tanah air, mereka bisa menularkan pengetahuan dan keterampilannya kepada hakim-hakim yang lain. “Kami harapkan, dari sana akan membawa sesuatu yang berguna untuk peradilan agama,” Dirjen menegaskan. Makin akrab Sejak beberapa tahun terakhir, MA-RI memang cukup akrab dengan Sudan. Tercatat, para hakim agung pernah mengadakan studi banding di negara yang terletak di benua Afrika ini dua kali. Kunjungan yang kedua dilaksanakan pada pertengahan 2008 dan diikuti 22 delegasi. Pada akhir Februari 2010 lalu, giliran para hakim Sudan yang menyambangi Indonesia. Delegasi yang dipimpin Dalia Bashir Surag ini sempat mengunjungi Gedung Badilag dan diterima langsung oleh Dirjen Badilag Wahyu Widiana. Penjajagan kerjasama antara Ditjen Badilag MA-RI dengan Kedubes Sudan dimulai pada awal Februari lalu. Ketika itu, Dirjen Badilag mengunjungi Dubes Sudan di kantornya. Dari situ, gagasan mengenai kerjasama pelatihan ekonomi syariah mulai muncul. 
Dirjen Badilag dan Dubes Sudan berpose usai pertemuan. Setditjen Badilag Farid Ismail dan admin badilag.net versi Arab, Abdul Halim Sholeh, turut mendampingi Dirjen.
Pihak Sudan, yang punya hubungan diplomatik sangat baik dengan pemerintah Indonesia, memberi lampu hijau. Mereka mempersilahkan Ditjen Badilag untuk menyusun kerangka kerjasama dan mengirimkannya untuk dipelajari. Dubes Sudan mengaku pihaknya belum pernah menjalin kerja sama dengan MA-RI dalam hal pelatihan ekonomi syariah. “Ini yang pertama kali. Harapan kami, pada tahun-tahun berikutnya bisa dilakukan kembali,” ujarnya. (hermansyah)
» 29 Comments
29"SHI., MSI" at Wednesday, 04 August 2010 16:26
Tambah sukses Pak Dirjen......... Tingkat SDM hakim-hakim khususnya yang akan menangani sengketa ekonomi syari'ah,terobosan yang luar biasa bisa kerjasama dengan pemerintah Sudan.... Goood luck...... Terus berjuang demi tegaknya syari'at-syariat Islam.........
28"S.Ag. MH" at Monday, 02 August 2010 17:46
Al-hamdulillah. Selamat dan salut atas kerja keras pak Dirjen dg Jajarannya. Siapapun yang berangkat smoga pulang dengan Ilmu yg bermanfaat bg kemajuan ummat serta mendatangkan Ridha Allah.Amin
27"akan lebih bermanfaat" at Sunday, 01 August 2010 23:16
Berbahagialah ketujuh orang calon hakim peserta pelatihan Ek. Syari'ah bl. Oktober mendatang, semoga bisa memanfaatkan waktu untuk lebih serius mempelajari dan menelioti masalah Mahkamah Tijarah di Suidan dan sekembalinya ke Indonesia bisa memberikan ilmu yg diperolehnya itu kepada rekan-rekan lainnya di Indonesia, insya Allah akan lebih bermanfaat lagi......
26"SALUT DAN SUKSES" at Sunday, 01 August 2010 23:13
LANGKAH BAPAK DIRJEN MENJALIN KERJA SAMA DENGAN PEMERINTAH SUDAN DALAM HAL PENYELESAIAN SENGKETA EKONOIMI SYARI'AH SUNGGUH SANGAT BAGUS SEKALI APALAGI AKAN MENGIRIM HAKIM-HAKIM UNTUK MENGIKUTI PELATIHAN SUPAYA NANTINYA HAKIM-HAKIM PA TERMASUK HAKIM YANG AHLI SYURGA KARENA MEMUTUS PERKARA YANG DIDASARI DENGAN ILMU BUKAN NAFSU.
25"PA.Binjai" at Sunday, 01 August 2010 23:13
Ass. Pak Dirjen, Mendengar rencana pelatihan ini kami sangat senang dan mendukung, dalam hati kami berdoa semoga kami termasuk salah satu peserta yg diajak ikut pelatihan tsb.Apa syarat2nya pak dirjen? makasih. Seandainyapun kami tidak termasuk peserta pelatihan tsb, kami berharap semoga kami dpat ditularkan ilmu2 yg didapat disana, Amin. Wssalamu 'alaikum wrwb.
24""LUAR BIASA"" at Sunday, 01 August 2010 23:00
Hakim PA wajib memahami Materi Hukum Ekonomi Syar'ah, bahkan harus mengikuti perkembangan perbankan Syari'ah dan Perbankan Konvensional, agar dapat mempertimbangkan dalam Putusan. Langkah Pendalaman Ekonomi Syari'ah dg bekerjama dg Dubes Sudan tentang Islamic Banking, sungguh upaya peningkatan mutu Hakim PA agar menjadi profesional. Dg SDM yg cukup maka PA akan terus maju.
23"LANGKAH POSITIF" at Sunday, 01 August 2010 23:02
Krjasama Dubes Sudan utk Indonesia, Ibrahim Bushro Muhammad, dg Bpk Dirjen Badilag MARI Wahyu Widiana, patut diapresiasi sbgai langkh maju & Lompatan Jauh dlm membawa Peradilan Agama sebagai satu2nya Peradilan yg menegakkan Syari'ah di Indonesia. Harapn kami pasca Pelatihan hasilnya dpt ditransformasi di PA sehingga Warga PA dpt mengetahui perkmbangan Ekonomi Syariah, terutama perkembangan Tataniaga Syari'ah, Selmt dan sukses. Wassalam
22"TUJUH UNTUK SEMUA" at Sunday, 01 August 2010 23:03
Ass... Apresiasi setinggi tingginya kepada Dirjen Badilag semoga selalu ada terobosan2 baru dalam pengembangan Peradilan Agama di Indonesia. Walaupun yang berangkat hanya 7 orang, semoga ilmu yang di dapat disana dapat ditularkan kepada seluruh Hakim Agama di Indonesia baik berupa tulisan atau seminar dan pelatihan sehingga kami juga bisa mengembangkan diri maju dan berjuang bersama demi Mengemban Visi dan Misi Badan Peradilan Agama Indonesia khususnya dan Mahkamah Agung Umumnya.
21"Harapan" at Sunday, 01 August 2010 23:07
Alhamdulillah, kami sangat senang mendengar berita tentang akan terlaksananya Pelatihan Ekonomi Syari'ah dari Hakim-hakim di lingkungan Peradilan Agama, meskipun yang akan diutus hanya tujuh orang Hakim, namun harapan kami bisa membawa segudang ilmu dan informasi dari Mahkamah Tijarah Sudan.
20Comment at Sunday, 01 August 2010 23:08
Ass.....Dengan adanya kerja sama dengan pemerintah Sudan diharapkan dpt meningkatkan kualitas SDM di lingkungan peradilan agama...walaupun yg berangkat hanya 7 orang.Buat kedepannya mohon diadakan sharing ilmu yg didapat dr Sudan ke daerah-daerah.Terimakasih
19"Insyaallah berkah" at Sunday, 01 August 2010 22:54
alhamdulillah, berbahagia sekali jika bila mengikutinya... bekal bagi kami hakim2 PA di daerah...
18"SDM Mahir Bhs Arab" at Sunday, 01 August 2010 22:56
Saya sgt apresiatif atas kerjasama Badilag dengan Sudan dalam bentuk Diklat ekonomi syariah. Semoga kerjasama ini bisa memotivasi para Hakim untuk meningkatkan kemampuan berbahasa arab Saya sgt berharap hakim yg dikirim adalah hakim yang telah mengikuti tes wawancara bahasa arab yg dilakukan badilag beberapa waktu lalu (Kualifikasi SDM Mahir Bahasa Arab), khususnya hakim yg masuk kualifikasi B +.
17Comment at Thursday, 29 July 2010 13:30
Alhamdulillah, semoga rencana kerjasama Dirjen Badilag MARI dengan Sudan tentang Pelatihan Ekonomi Syari'ah segera terwujud karena untuk menjawab tantangan terhadap pesatnya perkembangan Lembaga Ekonomi Syariah semakin banyak dan kita warga Peradilan Agama harus telah siap menjawab perkembangan Lembaga Ekonomi Syariah tersebut,
16Comment at Thursday, 29 July 2010 13:33
Kami para Hakim yang ada di Daerah sangat bersyukur dengan keberhasilan Bapak Dirjen yang telah berhasil menjalin kerjasama yang sangat baik ini, semoga kedepan para hakim akan mendapatkan pelatihan yang pesertanya lebih banyak sehingga akhirnya pada gilirannya kami bisa masuk dalam daftar peserta pelatihan
15"semoga" at Thursday, 29 July 2010 13:34
Alhamdulillah... semoga kami dari Papua bisa juga diikutkan sebagai peserta dalam pelatihan ekonomi tersebut. Semoga...Amien....
14""Patut Disyukuri"" at Thursday, 29 July 2010 13:39
Salut buat pihak Pemerintah Sudan yang memberikan Dirjen Badilag dan jajarannya untuk menimba ilmu ekonomi syariah bagi para hakim yang mempunyai keahlian khusus dibidang bahasa arab dan ilmu ekonomi syari'ah, sebab permasalahan ekonomi syariah adalah hal yang agak rumit dan sangat sedikit hakim yang mengetahui tentang permasalahan itu. Semoga sekembalinya dari sudan nanti para hakim bisa menyalurkan ilmu yang diperoleh.
13Comment at Thursday, 29 July 2010 10:33
Alhamdulillah, berhasilnya salah satu terobosan/upaya untuk meningkatkan kualitas SDM para hakim Peradilan Agama. Semoga sukses dan senantiasa dalam petunjuk Allah SWT. Namun perlu juga menjadi perhatian kita bersama bahwa terobosan ini disamping sebagai peluang juga merupakan tantangan khusus bagi para hakim untuk senantiasa berupaya meningkatkan kualitas SDM dalam penguasaan bahasa arab. Mari kita budayakan tiada hari yang dilalui tanpa bertambahnya kualitas SDM.
12"tawaran menarik" at Thursday, 29 July 2010 10:17
Assww.. kami bergembira atas kabar berita ini, mudah2an dengan program ini akan merangsang kita bersama untuk belajar dan meperdalam bahasa Arab.. Program ini menarik karena terbuka bagi siapapun warga Pengadilan Agama dan Pengadilan Tinggi Agama yang memiliki kemampuan. Semoga ke depan akan lebih banyak lagi kerjasama yang bisa terjalin, tidak sebatas ekonomi Islam saja, tetapi materi-materi yang lain..trimakasih, selamat pak Dirjen atas terobosan ini..
11"KITA SEMUA HARUS PROAKTIF" at Thursday, 29 July 2010 10:23
Karena masalah ekonomi syariah adalah kompetensi absolut peradilan agama, kita semua aparat peradilan agama, khususnya para hakim memang harus sangat bersungguh-sungguh meningkatkan kapasitas kita dalam penguasaan hukum ekonomi syariah. Kita semua harus proaktif menambah ilmu dan wawasan, memperbanyak membaca dan mengeksplorasi literatur ekonomi syaria'ah, termasuk mendiskusikannya secara intensif. Semoga ini betul-betul menjadi ladang amal dan dakwah kita semua. Aamiin.
10"Comment" at Thursday, 29 July 2010 10:24
Ass.Semoga dengan adanya kerjasama pelatihan ekonomi syariah dengan pemerintahan Sudan diharapkan hasil pelatihan tersebut mampu memberikan kontribusi yang besar di bidang ekonomi syariah dan kedepannya menjadi salah satu PR bagi kita dalam penerapannya. Pak Dirjen, ditunggu sosialisasinya di daerah-daerah.
9"Pelatihan itu Perlu...." at Thursday, 29 July 2010 10:24
Pelatihan Ekonomi Syariah di negara Sudan yang notabene perbankan syariahnya sudah cukup maju memang sangat diperlukan bagi para hakim d lingkungan peradilan agama. Namun perlu juga dipertimbangkan, untuk melakukan kerjasama dengan lembaga2 ekonomi syariah yang ada di Indonesia, di samping kuantitas dan kualitasnya relatif sudah baik, dan dapat ikuti oleh para hakim PA dalam jumlah yang relatif lebih banyak....
8"Ekonomi Syariah" at Thursday, 29 July 2010 10:25
Di Indonesia, pelatihan2 ekonomi syariah harus terus digalakkan sebab ini merupakan sudah saatnya Indonesia bangkit dalam perekonomian yang berlandaskan nilai-nilai dari Al-Qur'an dan Sunnah Nabi maupun ketetapan lainnya. KIta berharap banyak ke depannya mudah2an akan membawa peradilan kita semakin maju dan dapat memberikan keadilan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku dengan memperhatikan nilai-nilai dan budaya Islam yang ada.
7"" Penting"" at Thursday, 29 July 2010 10:28
Pelatihan ekonomi syari'ah di negara lain, terutama di Sudan yang termasuk maju Islamic Bank nya, menurut saya cukup menarik dan penting, untuk itu beruntunglah para hakim yang diberikan kesempatan pertama untuk iut program ini. Untuk itu selamatlah untuk mereka ya.
6Comment at Thursday, 29 July 2010 10:29
Alhamdulillah, semoga rencana kerjasama Dirjen Badilag MARI dengan Sudan tentang Pelatihan Ekonomi Syari'ah segera terwujud dan pesertanya bisa lebih banyak, sehingga yang sudah terseleksi dalam jaringan SDM Bahasa Arab bisa diikutkan semua.Amin.
5"Semoga Bermanfaat" at Thursday, 29 July 2010 10:30
Kami sangat bangga dengan kinerja Bapak Dirjen Badilag yang selalu mengusahakan kemajuan Pengadilan Agama, khususnya para Hakim-hakim nya seperti melakukan kerjasama dengan Pemerintahan Sudan, yang rencananya memberikan pelatihan tentang Ekonomi Syariah di Sudan
4""Tidak hanya Hakim"" at Thursday, 29 July 2010 01:03
Kami sangat gembira dan bersyukur kepada Allah atas kesediaan pemerintah Sudan memfasilitasi Pelatihan Ekonomi Syariah di Sudan buat warga PA. Kami di daerah juga berharap tidak hanya Hakim saja yang diikutkan, tetapi juga PP-nya Pak Dirjen. Semoga rencana mulia ini Allah ridhai dan dimudahkan-Nya. Amin !
3Comment at Thursday, 29 July 2010 01:03
kami sangat bangga dengan ikhtiar ini, meski bukan orang yang dapat terpilih untuk kegiatan itu, paling tidak sebagai sesama aparat peradilan agama senantiasa mendorong dan berharap, kepada siapa saja yang kelak dipercaya badilag (baca : MA-RI) untuk mengikuti kegiatan ini mesti amanah, sehingga kelak akan menjadi pionir yang bisa dan sanggup meneteskan ilmunya kepada sesama hakim pengadilan agama, semoga.
2""SUATU TEROBOSAN"" at Wednesday, 28 July 2010 21:12
Kami di daerah sangat bersyukur Bapak Dirjen telah berhasil menjalin kerjasama pelatihan Ekonomi Syariah dengan Sudan, karena untuk menjawaban tantangan terhadap pesatnya perkembangan Lembaga Ekonomi Syariah di daarah yang semakin menjamur, mau tak mau Peradilan Agama harus telah siap menjawab perkembangan Lembaga Ekonomi Syariah tersebut, selamat Bapak Dirjen.
1""SMG KAMI DIIKUTKAN"" at Wednesday, 28 July 2010 21:14
Ass. Pak Dirjen, Membca rencana pelatihan ini kami sangat senang dan dalam hati kami berdoa semoga kami termasuk salah satu peserta yg diajak ikut pelatihan tsb. Bisakah pak? apa syarat2nya pak dirjen? makasih. Wss
» Post Comment
|