.Rabu, 03 September 2014. Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Juknis tentang Pemanfaatan Portal Tambayun Online | (29/8)
PENGUMUMAN : Penilaian SIMPEG dan E-Doc Tahun 2014 | (29/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 20 | (29/8)
PENGUMUMAN : Naskah Pidato Ketua MA dalam Rangka Peringatan HUT ke-69 MA [Revisi]
PENGUMUMAN : Undangan Mengikuti Profile Assessment
| (18/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 19 | (18/8)
PENGUMUMAN : Kenaikan Pangkat Tenaga Teknis Peradilan Agama Periode 1 Oktober 2014
| (15/8)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Usul Kenaikan Pangkat (KP) Dengan Pencantuman Gelar Pendidikan | (11/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 18 | (8/8)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 17 | (7/8)
VIDEO : Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1435 H | (28/7)
PENGUMUMAN : Pemberitahuan Kenaikan Pangkat Reguler Tenaga Teknis Periode Oktober 2014
| (25/7)
PENGUMUMAN : Penetapan Hak Akses dan Admin SIMPEG Online di Lingkungan Peradilan Agama | (25/7)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 16 | (24/7)
PENGUMUMAN : Contoh Pembuatan SKP | (24/7)
PENGUMUMAN : Pengiriman Softcopy Berkas Perkara/Putusan Untuk Lomba Pemberkasan Perkara | (23/7)
PENGUMUMAN : Ralat Laporan Sidang Keliling, Prodeo, Posbakum dan pelayanan terpadu | (21/7)
PENGUMUMAN : Petunjuk Teknis Pedoman Pelayanan Hukum | (21/7)




Tambahkan ke Google Reader
Proses Mutasi Memperhatikan Kondisi Keluarga (22/2) PDF Cetak E-mail
Oleh Hirpan Hilmi   
Rabu, 22 Februari 2012 11:56

Proses Mutasi Memperhatikan Kondisi Keluarga

Bandung | badilag.net

Disamping pemenuhan biaya mutasi, satu lagi yang mesti diperhatikan dalam proses mutasi pegawai di lingkungan peradilan agama terutama hakim adalah keluarga.

Demikian yang disarankan oleh Iskandar Raja, Kasubdit Statistik dan Dokumentasi Ditjen Badilag saat diskusi pada Raker Badilag di Bandung, Rabu pagi (22/2/2012).

Hal tersebut menurutnya sangat penting, karena dikhawatirkan pegawai yang jauh dari keluarga dapat memunculkan problem-problem baru.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Direktur Tenaga Teknis Peradilan Agama, Purwosusilo menjelaskan bahwa saat ini saran-saran tersebut sebagian sudah dilakukan terutama untuk suami istri yang kedua-duanya bekerja di lingkungan peradilan agama.

Yang sulit, menurutnya adalah jika suami istri tersebut yang satu bekerja di lingkungan peradilan agama dan satu lagi bekerja di luar peradilan, pegawai Pemda misalnya.

Satu lagi yang belum bisa dikabulkan adalah jika beralasan pindah turut suami, padahal si pegawai tersebut belum menempuh waktu kerja minimal di satker yang dia tempati.

Pada intinya, Purwosusilo menekankan bahwa mutasi itu merupakan bagian dari kesejahteraan pegawai dan tidak sedikitpun niat untuk mempersulit kepindahan seorang pegawai jika pegawai tersebut sudah layak untuk dipindahkan. (h2)

TanggalViewsComments
Total9028131
Sel. 02100
Sen. 01160
Ming. 31140
Sab. 30120
Jum. 29120
Kam. 28110
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Masrinedi-PA Painan 2012-02-22 12:05
Ya, tentu saja Proses Mutasi Memperhatikan Kondisi Keluarga adalah sangat penting agar keharmonisan rumah tangga pegawai/hakim yang mutasi tetap terjaga. Alangkah ironisnya jika keluarga kita warga PA berantakan sementara kita menyelesaikan problematika rumah tangga pihak berperkara.
Semoga semua keluarga warga Badilag tetap utuh , harmonis menjadi keluarga 'ASMARA'. Amanah, Sakinah, MAwaddah dan RAhmah.Amin !!!...
Reply
 
 
# Tin Pertiwi PA.Maninjau 2012-02-22 12:06
Mudah2an dapat terwujud apa yang menjadi wacana dari Badilag, sebab kami sudah 3 tahun hidup terpisah. :
Reply
 
 
# M Abduh AR 2012-02-22 12:06
Untuk Pak Purwo, isteri saya adalah PNS Pemda Garut, tepi saya dimutasikan ke Majalengka yg jaraknya lebih dari 100 km, dengan adanya usulan dari Kasubdit Statistik, kiranya utk saya dan mungkin bagi teman-teman yg lain, agar diperhatikan dan dipertimbangkan masalah ini...sehingga mutasi tahun ini bisa dipertimbangkan kembali...
Reply
 
 
# Aminuddin. Msy-Lhoksukon 2012-02-22 12:15
Saya sangat setuju dengan saran Bapak Iskandar Raja, bahwa Proses Mutasi Memperhatikan Kondisi Keluarga, karena dikhawatirkan pegawai yang jauh dari keluarga dapat memunculkan problem-problem baru yg bersifat negatif, paling tidak jika suami isteri tinggal berjauhan dengan keluarga semangat bekerja dapat terganggu.
Reply
 
 
# #Undhing, PA.Mimika 2012-02-23 13:43
setuju2 aja deh..
Reply
 
 
# H. Abd.Rasyid A., MH. PA-Mojokerto 2012-02-22 12:19
Mutasi bagi para hakim sebaiknya tidak hanya memperhatikan bagi mereka yg sama bekerja sebagai PNS, baik di pengadilan agama maupun di instansi lain, tapi bagi hakim yg istrinya tdk bekerja sebagai PNS jg perlu dpikirkan.

Tidak semua istri hakim bisa ikut suami di tempat tugasnya karena beberapa hal. Pertama, tidak ada rumah dinas yg tersedia. Kedua, karena anak2 yg masih sekolah yg butuh perhatian dari ibunya. Sedangkan untuk memindahkan anak untuk sekolah di tempat tugas bukan masalah sepele. Kalao itu yg terjadi justru anak2 yg akan jadi korban. Sangat bijak kalau hakim dimutasi mendekati keluarganya agar tidak menambah jumlah hakim "KOntraktor" bahkan "Doktor" (Mondok di kantor).
Reply
 
 
# Romli-Palembang 2012-02-22 14:48
Saya sangat sepakat Pak, kebijakan yang hanya memperhatikan pasangan yang sama2 bertugas di lingungan peradilan Agama mencederai perasaan pasangan yang istri atau suaminya tidak bekerja di lingkungan peradilan Agama, karena istri yang bekerja tidak bearti 'Tidak ada Masalah", saya sangat epakat jika mutasi merupakan bagian dari upaya mensejahterakan pegawai.........
Reply
 
 
# Demi Karier,Palu 2012-02-23 10:21
Super sekali Pak.Apasih artinya mutasi promosi pindah2 tempat demi karir,kalau pendidikan anak2(generasi penerus)menjadi korban dibelakang.Karir setinggi apapun kita dapat karena kita mutasi promosi pindah2,tapi pendidikan anak menjadi hancur kita tinggalkan,misalnya jadi pengguna narkoba dls,hanya penyesalan dikemudian hari.
Reply
 
 
# h.nic 2012-02-22 12:20
ia betul tetapi itu sudah menjadi resiko sebagai pegawai pasutri :D
Reply
 
 
# hendra 2012-07-12 14:13
wah... ternyata tidak ingin menikah ya...
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-02-22 12:23
Ya Pak Purwo saya juga isteri lagi menunggu SK-nya keluar di Puskesmas Kota Padang. Kalau jadi Sk-nya keluar berarti saya berpisah tempat tinggal dengan isteri, saya di Painan dan isteri di Padang. Lagi pula saya sejak CPNS sampai sekarang masih kerja di PA Painan (16 tahun). Semoga info ini barangkali menjadi salah satu bahan masukan buat Mutasi di Badilag tahun 2012 ini. Afwan dan terima kasih Pak atas 'keterlanjuran' saya ini pak.
Reply
 
 
# Muhammad Amin/PA Kabanjahe 2012-02-22 12:27
Prinsip Pak Purwosusilo yang menekankan bahwa mutasi itu merupakan bagian dari kesejahteraan pegawai, sangat mulia. Oleh karena itu, data-data yang akurat setiap pegawai yang akan dimutasi menjadi sangat urgen untuk menentukan mutasi pegawai tersebut. Semoga keinginan pak Purwosusilo dapat dilaksanakan dengan baik.
Reply
 
 
# slamet bisri, drs 2012-02-22 12:46
kalayakan pegawai untuk dimutasi belum banyak diketahui oleh pegawai. kalau sosialisasi cukup tentang kelayakan pegawai untuk mutasi dan komitmen yang kuat bagi pengabil kebijakan, insyaallah semuanya akan menjadi maklum, tetapi kalau sebaliknya utamanya komitmen pengambil kebijakan masih meragukan (karena realita dilapangan ternyata berbeda dengan apa yang diinformasikan) maka tidak salah kalau Pegawai didaerah menjadi gusar. oke sistem kita bangun dan laksanakan dengan sebaiknya untuk mewujudkan kesejahteraan semuanya, amien
Reply
 
 
# Asep Saefudin M,SQ pa kab. kediri 2012-02-22 12:57
Wah......indah nian usulan Pak Iskandar Raja ini. Pasti banyak yang mendukung. Sebab hakim itu kan manusia juga,yang butuh keluarga dan anak2. Terikma kasih Pak Iskandar atas usulannya, semoga Pak Purwo bisa merealisasikannya.-
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-02-22 13:03
Dengan tidak mengurangi prinsip bahwa hakim PA.juga berwawasan nusantara, konsep bahwa MUTASI MERUPAKAN BAGIAN DARI UPAYA MENSEJAHTERAHKAN HAKIM ada baiknya dijadikan CIRI KHAS mutasi di lingkungan PA. Dengan demikian, hakim yang dimutasi dipastikan lebih sejahtera dan lebih nyaman dalam melaksanakan tugas-tugasnya di tempatnya yang baru. Amin!
Reply
 
 
# Mahyuddin-Bantaeng 2012-02-22 13:06
Saya sangat, sangat, sangat, sangat setuju jika Mutasi memperhatikan pihak keluarga.,.ditunggu realisasinya.,.
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-02-22 13:08
Mutasi memperhatikan kondisi keluarga (isteri/suami, anak2 dan pendidikan), sebetulnya sudah dipertimbangkan dan telah berjalan sejak semasa Wakil Ketua Non Yudisial MA RI Ibu Marianna Sutadi, diikuti Bapak Ahmad Kamil, Dirjen Badilag (Bapak Wahyu Widiana)dan Direktur Tenaga Teknis Peradilan Agama (Bapak Purwosusilo). Sekarang nampaknya kita tinggal menunggu timing dan gilirannya saja. Bisik2...!!! Mudah2an saya berada pada posisi/uratan berikutnya. Terimakasih.
Reply
 
 
# Kamali Singarajapa 2012-02-22 13:09
Semoga yang dipromosikan/dipindahkan nanti menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi peradilan khususnya peradilan agama dan bermanfaat pula bagi keluargayang bersangkutan. AMIIIIN.
sYUKRON WAL'AFWU
Reply
 
 
# s.yanto.tn.-PTA.Kendari 2012-02-22 13:18
Sebagai pegawai mutasi adalah hal biasa, tp jangan sampai tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan, yang didapati adalah meningkatkan kesengsaraan dan penderitaan. Untuk itu pertimbangan keluarga harus diutamakan walau sebenarnya sudah menjadi resiko bagi pegawai ybs. termasuk pertimbangan kesehatan jg diistimewakan dan dinomor wahidkan unt segera dimutasikan. Trims P.Purwo, kapan hasil TPM diumumkan? Km tunggu!
Reply
 
 
# Saiful, S. Ag. MH-PA Sjj/Pdg 2012-02-22 13:19
Assalamualaikum
Mengutip penjelasan Bpk. Purwosusilo, "Yang sulit, menurutnya adalah jika suami istri tersebut yang satu bekerja di lingkungan peradilan agama dan satu lagi bekerja di luar peradilan, pegawai Pemda misalnya".
Menurut kami Raker ini merupakan moment yg tepat untuk merekomendasikan adanya SKB KMA, Mendagri, BKN ttg Mutasi PNS yg menjadi isteri Hakim di lingkungan MA-RI, Semoga.. Amin
Reply
 
 
# udinmyxtr 2012-02-22 13:21
kalau yang dijadikan dasar untuk mutasi adalah yang komen pada tulisan ini, maka yang pertama pasti pak masrinedi, soalnya dua kali komennya dimuat.
Reply
 
 
# Alamsyah PA Sengeti 2012-02-22 13:33
mudah2an pola mutasi bertambah lebih bagus karena memang penempatan tugas adalah bagian dari kesejahteraan pegawai. kalo sekarang badilag melakukan mutasi antar pulau, tidak lagi obat nyamuk.
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-02-22 13:37
Sayabe sangat setuju sekali bahwa mutasi pegawai harus memperhatikan kondisi keluarga, karena mutasi tentu dalam rangka upaya mensejahterakan pegawai, meskipun sudah ada kebijakan untuk suami istri yang sama2 pegawai dilingkungan Badilag akan ditempatkan dalam satu kantor, namun bagi pegawai yg berbeda instansi seharusnya juga tetap diperhatikan, ya minimal kalau telah bertugas 2-3 tahun selayaknya juga dimutasi ke tempat suami istri yg bersangkutan,,jadi kebijakannya tetap harus diperhatikan........saya salut dg program mutasi Pak Purwo..smga terwujud.. :zzz
Reply
 
 
# Refnely Hs - MTsN 1 Kotabumi 2012-02-22 13:40
saya setuju pegawai di lingkungan Badilag agar yg jauh dari suami istri agar disatukan tempat tugasnya, tidak saja yg satu instansi,,tapi juga yg beda instansi,karena ini yg saya alami,,suami jauh dari saya dan anak sudah hampir 3 tahun,,saya sangat berharap untuk disatukan pak..demi kesejahteraan keluarga.. :-?
Reply
 
 
# Paskinar Said PTA Jypr 2012-02-22 13:47
:-) Salah satu tujuan dari mutasi adalah untuk penyegaran bagi hakim/pegawai. Mungkin sudah bosan bertugas disatu tempat maka untuk penyegaran adalah dengan mutasi ketempat lain. Perasaan jenuh tersebut secara umum pasti dirasakan oleh semua orang. Akan tetapi tidak semua orang merasa segar dengan adanya mutasi tersebut karena ada pertimbangan-pertimbangan lain yang melatar belakanginya. Salah satunya adalah pertimbangan keluarga yang tidak bisa ikut pindah karena isteri/suami juga bekerja sebagai PNS. Kalau PNS-nya dilingkungan peradilan agama masalah tersebut mudah diatasi seperti yang diungkapkan oleh Direktur Tenaga Teknis Peradilan Agama, Pak Purwosusilo. Yang jadi masalah kalau salah satunya bertugas sebagai PNS di PEMDA, ini yang rumit. Semoga pada RAKER Badilag di Bandung ini bisa menemukan pemecahannya. Paling tidak mereka-mereka tersebut tidak dipindahkan dengan jarak yang terlalu jauh. Karena saya merasakan sendiri sebab isteri saya bekerja di Pemda Batang Hari Jambi. Paling-paling ketemunya satu kali setahun. Kalaupun diizinkan oleh Pak KPTA pulang ke Jambi sekali sebulan saya tidak sanggup juga. Karena satu kali terbang dgn pesawat minimal 2 juta rupiah. Dari Japaura saya mendoakan semoga Raker Badilag sukses dan bisa menghasilkan rumusan2 yang briliyan, untuk kemajuan kita semua kedepan, amin.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-02-22 14:01
Semoga saja mutasi di Badilag berjalan lancar dan menambah semangat warga Badilag, baik yang mutasi maupun warga PA yang menunggu untuk dimutasi karena sesuai dengan salah satu filosofinya, bahwa mutasi adalah untuk penyegaran yang dapat menimbulkan semangat yang baru, di tempat yang baru dengan teman yang baru.
Pak udinmyxtr moga saja DIKABULKAN YA. hee hee.
Jazakallah atas atensi bapak :-) :-) :-)
Reply
 
 
# Ibrahim Ahmad Harun-PA Masohi 2012-02-22 14:21
Mutasi juga harus memperhatikan riwayat tempat tugas sebelumnya, misalnya saya sejak diangkat CPNS sampai sekarang di daerah konflik/bekas konflik terussssss........
Reply
 
 
# Mawardi PA Bawean 2012-02-22 14:28
sudah 3 tahun d pulau terpencil..... moga tahun ini masuk TPM n bisa kumpul kembali dgn kluarga...
Reply
 
 
# Nurdin PA Subang 2012-02-22 14:29
Apabila memperhatikan MUTASI HAKIM, yg dirasakan, fakta dipangan dengan mutasi ada dua kelompok.

Kelompok pertama: merasakan bahwa dengan mutasi menjadi sejahtra, bahkan mungkin surga dunia bagi mereka yang dulunya jauh dengan keluarga, atau yg naik kelas dari yg rendah ke kelas yg lebih tinggi, yg promosi jabatan yg semula lebih rendah ke jabatan yg lebih tinggi. Kedua kelompok yg merasakan dengan mutasi malah justru menimbulkan problem2, sepeti yg dirsakan saya atau mungkin ada temen hakim yg lain, dengan mutasi tidak lebih baik (tidak sejahtra), karena jadi jauh dengan keluarga, istri PNS (GURU SD) yg kalau pindah sulit, ditempat yang baru harus nyari kontrakan, meskipun ada belas kasihan dari pemerintah (uang transpot) tidak cukup untuk ngontrak 1 tahun juga.

Selain itu juga resiko yg harus ditanggung untk nengok keluarga, jadi kalau Bpk PURWOSUSILO bilang MUTASI UNTUK KESEJAHTRAAN PNS, itu tidak smua begitu, bagi saya pindah dari PA kls IA, ke PA kelas IA, dan Volume perkara lebih rendah itu bukan prestasi dan bukan peningkatan kesejahtraan, bahkan problem2 yg timbul selama ini,, mudah2an fakta ini menjadi bahan pertimbangan bagi Yth bpk2 yg berwenanng,,,
Reply
 
 
# misran pa-medan 2012-02-22 14:31
Yang saya ketahui sampai saat ini lebih banyak yang mutasi tidak membawa keluarganya (isteri dan suami), apalagi anak-anaknya, "baik antar propinsi maupun antar PA sewilayah PTA nya. Gak percaya, ya mari kita buktikan !
Reply
 
 
# Ali Fikri-PA.Taikmalaya 2012-02-22 14:31
Mutasi Pegawai atau Hakim yang jauh dari keluarga sudah pasti memunculkan problem-problem baru,tidak saja bagi yang dua2nya sebagai Pegawai, tetapi anak2 yang masih kecil2 atau org tua yang sedang sakit keras, belum lagi di tempat tugas baru belum ada Perumahan,karena tempat terpencil,hemat saya tidak harus dua tahun mnunggu untuk di mutasi. Insyaallah tidak jenuh, karena kita kerja untuk mencari ketenangan dan kesejahteraan Keluarga lahir bathin..Sukses mudah2AN Hasil RAKER BADILAG menjadi Pencerahan
Reply
 
 
# Arpani.Asni- PA Bontang 2012-02-22 14:45
Semoga saja program mutasi Hakim tahun 2012 ini akan mengedepankan aspek kesejahteraan keluarga, khususx Hakim yang suami-istri, agar tidak ada lagi alasan untuk menjadi Hakim yang Profesional dan profosional, Semoga terwujud. Amiin.
Reply
 
 
# Idia PA Jambi 2012-02-22 14:47
Alhamdulillah.. Kebijakan yang sudah sangat lama kami nantikan ! dan lebih efisien lagi jika sama-sama di Peradilan, apalagi sama-sama hakim PA, mutasinya dalam satu paket saja. Semoga dalam waktu dekat "kami" akan menikmati kebijakan ini. terimakasih pak Purwo, salam !
Reply
 
 
# siti alosh farchaty 2012-02-22 14:52
saya sangat setuju sekali dengan usulan Bapak Iskandar Raja, sebaiknya mutasi hakim ataupun pegawai memperhatikan kepentingan keluarga, bagaimanapun juga hendaknya mutasi membawa berkah / kebahagiaan bagi keluarga yang bersangkutan sehingga bisa menunjang profesionalitas kinerja dari hakim itu sendiri. harapan khusus semoga saya masuk daftar mutasi hakim yang akan datang.
Reply
 
 
# M.A. Pamulutan-PA.Kerinci 2012-02-22 14:55
Usul saya, Hakim boleh saja dimutasi tapi kembalikan ke tempat asalnya atau pertimbangkan biaya sewa rumah untuk minimal 2 tahun. Itu baru top markotop.
'Ala barakatillah.
Reply
 
 
# syarifah Aini, PA M. Bulian 2012-02-22 14:55
Alhamdulillah sy sangat setuju dengan adanya kebijakan ini, semoga terealisasi dan menjadi kenyataan, sehingga para hakim dapat melaksanakan tugasnya semaksimal mungkin tanpa harus dihantui dg berbagai kemungkinan dan kejadian yang menghawatirkan diakibatkan terlalu lama berpisah dengan keluarga (suami/isteri) semoga ...
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2012-02-22 15:12
memang benar, saya baru 28 tahun di peradilan agama selama 10 tahun bisa satu daerah, tetapi setelah isteri pindah dari Pemda ke PA (wilayah Jawa Barat), maka saya sangat sulit apalagi harus nyeberang laut padahal sudah tahun ketiga (sejak Oktober 2010) dan fisik sudah semakin lemah. Begitu juga teman-teman lainnya yang mengalami, masing-masing berbeda kondisi dan masalahnya. Lebih baik berbuat sedikit-sedikit tetapi terencana daripada tidak sama sekali.
Reply
 
 
# Lisdar PA.Muara Bulian 2012-02-22 15:13
Saran pak Iskandar Raja tepat sekali ,setiap keluarga mendambakan apa yg dikatakan Pak Purwo " bahwa mutasi itu me
rupakan bagian dr kesejahteraan pegawai" Terlepas sama-sama di Pengadilan atau salah satux di Dinas lain....UU No.1/1974 sarat dg nuansa Islami....yg intinya bertujuan membentuk rumah tangga bahagia dan kekal berdasarkan ke Tuhanan YME... seorang sosiolog mengatakan "suatu rumah tangga yg timbul akibat perkawinan itu harus bercirikan : 1.Terdapat kesatuan tempat tinggal, 2.Terdapat kerja sama ekonomi, 3.Berfungsi untuk berkembang biak, 4.Perlindungan terhadap yg lemah (saling melindungi),....selamat Pak Purwo,smg Bapak selalu mendapat berkah dan kasih Sayang Allah Swt....Amiin
Reply
 
 
# DH PTA Banten 2012-02-22 15:23
Apresiasi terhadap materi pembahasan Raker Badilag. Permasalahan yang krusial dan faktual adanya memang perlu dirumuskan untuk diselesaikan dengan kebijakan yang tepat. Sangat setuju dengan 'kebijakan' mutasi dengan memperhatikan faktor keluarga, karena itu bisa menjadi faktor pendukung bagi peningkatan kualitas kinerja. Terlebih lagi jika mutasi tersebut memperhatikan aspek manfaat, bukan hanya untuk pribadi yang mutasi, keluarganya, sekaligus bagi lembaga peradilan agama.
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-02-22 15:27
Konsep mensejahterakan Pegawai melalui Mutasi saya pikir belum sepenuhnya benar, karena ternyata kebanyakan yang mutasi khususnya di Tingkat PA tidak seperti yang dibayangkan. Misalanya ketika ditempat pertama memiliki tempat tinggal pribadi, kenderaan pribadi, bersama dengan keluarga (anak), tetapi setelah mutasi `semuanya menjadi tidak punya, rumah dikontrak, kendaraan harus cari lagi, pisah dengan anak2 dan sebagainya, jauh pula dari kampung halama. Kalau ini yang terjadi maka konsep upaya mensejahterakan pegawai melalui mutasi belum kesampaian. Rumah Dinas untuk Hakim belum ada, sabar ya pak Hakim...
Reply
 
 
# Rina Eka Fatma MS-Bireuen 2012-02-22 15:27
Saya sangat setuju kalau mutasi pegawai dan hakim harus memperhatikan kondisi keluarganya, supaya menyatukan suami isteri dan anak2nya, sekalipun sebelumnya telah menempatkan suami isteri yg sama2 hakim pada satu kantor, namun apakah bagi sya yang suami bukan PNS apa juga termasuk dalam pertimbangan pemutasian ke tempat suami sbb saya juga berjauhan dengan suami selama lebih kurang 1 tahun 6 bulan..
Reply
 
 
# Firman - Singkawang 2012-02-22 15:27
Semoga pola ini bisa segera terwujud dan terlaksana, kami dari daerah sangat mendukung mengingat kondisi dan keadaan teman2 yang sudah lama berpisah dengan anak isteri... Kami tunggu aksinya pak, bukan janji...! Semoga Badilag selalu memperhatikan suara-suara kita ini. :-)
Reply
 
 
# Zulkiram, MS.Kota Banda Aceh 2012-02-22 15:33
Assalamu`alaikum wr.wb. Kemesraan suami istri Pejabat dan Pegawai Badilag serta jajarannya janganlah cepat berlalu, sedapat mungkin selamanya bahkan dunia-akhirat, akan tetapi lain lagi romantika dan dilemanya yang muncul manakala suami istri itu disatu satker, misalnya si suami hakim, si istri Pantera Pengganti, suami atasannya Ketua Pengadilan, istri atasannya Panitera Pengadilan. Dalam praktek kerja si istri menyimpan segudang perasaan yang kurang nyaman dengan penugasan yang diberikan oleh Panitera Pengadilan. Diam-diam istri P` hakim meluncurkan ketidaknyamanannya menerima tugas dari Panitera Pengadilan misalnya : " suami saya saja tidak begitu x lah perintahnya ", ' suami saya itu atasannya bukan Panitera, dsb. '. Lain lagi kalau si suami Pejabat Struktural, si istri staf dari Pejabat Struktural lain, dalam praktek penugasan si istri lebih banyak mengelak, alasannya suaminya termasuk unsur pimpinan bagian struktural. Romantika dan dilema itu menurut saya perlu juga dijadikan bahan renungan dalam mutasi. Seyogyanya kita bekerja sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat, Ya, sama-sama enaklah, Ya, jangan hanya enak dikitanya saja. Wassalam.
Reply
 
 
# #H.M.Idris Abdir, PA Atambua NTT 2012-02-22 15:37
Mutasi hakim tidak perlu ada kompromi lagi, namun beberapa hal perlu diimplementasikan, yaitu: 1.Biaya mutasi hakim perlu ditingkatkan sesuai radius/keadaan yg sebenarnya dr tempat tgs lama ke tempat tgs baru, krn tdk sedikit hakim yg mendapat mutasi bukan kesejahteraan yg diperoleh, melainkan ketidaksejahteraan disebabkan biaya mutasi minim; 2.Mutasi hakim hendaknya dilakukan secara akurat/adil secara nasional, misalnya tdk hanya hakim di Jawa dimutasi hanya berputar di Jawa saja hingga purnabakti, tapi hakim di Jawa diarahkan juga ke daerah-daerah lain di luar Jawa, begitu pula sebaliknya spy indah dan nikmatnya NKRI ini dapat dirasakan; 3.Salut bg suami istri yg bekerja di lingkungan PA utk tdk dipersulit, hanya sj bg hakim yg istri/suaminya bekerja atau tdk bekerja spy diwajibkan ikut ke tempat tgs yg baru utk mendampingi suami/istrinya tsb, kalau tdk ikut maka biaya mutasi untuknya seharusnya dikembalikan kepada Negara.
Reply
 
 
# Thoha PA jeneponto 2012-02-22 15:40
berarti sy sdh waktune masuk jatim Pak kan sudah 4.2 diluar jawa ah semoga
Reply
 
 
# Drs. Mamat S, MH-WKPA Pandeglang 2012-02-22 15:52
Betul apa yang dikatakan Bp. Purwosusilo, mutasi itu perlu dilihat baik dan buruknya, jangan sampai mutasi itu hanya menghabiskan biaya pindah saja, tp juga dilihat sebagai pelaksanaan sistem pembinaan pegawai, jangan sampai memindahkan pegawai tersbut merugikan pegawai ybs.
Reply
 
 
# Drs. Mamat S, MH-WKPA Pandeglang 2012-02-22 15:57
Btl apa yang disampaikan Pak Purwo, Mutasi pegawai itu perlu sbg sebuah pelaksanaan sistem pembinaan. Hrs diingat mutasi tersebut tidak boleh merugikan pegawai ybs. Jalan teruus Pak Direktur !!!!!!
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-02-22 16:16
mutasi itu merupakan bagian dari kesejahteraan pegawai dan tidak sedikitpun niat untuk mempersulit kepindahan seorang pegawai jika pegawai tersebut sudah layak untuk dipindahkan, alhamdulilah mudah-mudahan dengan adanya mutasi bukan untuk menjauhkan suami istri, suaminya di luar jawa istrinya di jakarta, dsb nya. padahal sama-sama di badilag. mudah-mudahan team TPM memperhatikan suara hati para komentator, selamat sukses selalu buat badilag.
Reply
 
 
# gusmen yefri PA,Sijunjung 2012-02-22 16:30
Terima kasih bpk semoga pola yg bpk
terapkan ini jdi nilai ibadah bagaikan
setetes embun yg tlah lama tidak membasahi
Bumi. Jazakumullah
Reply
 
 
# Syekh sanusi PA-Jakbar 2012-02-22 16:53
saya pernah mengikuti seminar ttg mutasi dan promosi di hotel redtop jkt yg diadakan Balitbagng MA, pada pokoknya hasil penelitian Litbang MA tsb, sistem mutasi saat ini tdk efektif, bnyk madhoratnya ketimbang mensjhtrakan pgawainya (jauh dari klrg, tmbah biaya hidup, smntara fasilitas blm ada). smg kdpn lbh manusiawi, lbih mensjhtrakan pgwai, dan bukan menyesangrakan pgwai...? Bgm mau tntram jauh dri klrg, tabungan habs pakai ongkos. trims atas perhatiannya...
Reply
 
 
# H..Ahrum Hoerudin PA Indramayu 2012-02-22 17:21
Sangat Mendukung Mutasi Pegawai dengan memperhatikan keluarga dan tempat tinggal menetap, agar kepindahan Pegawai yang bersangkutan dapat menjadikan dirinya lebih bergairah, dedikasi dan pengabdian lebih meningkat lagi. Amin
Reply
 
 
# Abdul Rahman Salam/PA Banggai Kepulauan 2012-02-22 18:47
Kebijakan yg sangat bijaksana, bhw Mutasi dilakukan dgn mempertimbangkan keluarga, Mutasi sangat penting utk Penyegaran terutama kami yg di KEPULAUAN (tlg didaftar Pak utk Mutasi 2012 )biar kami jg bisa merasakan bgm hidup di Kota, krn kami ini di Hutan, hanya hubungan Laut, NGERI PAK kalau Ombak, fasilitas Kesehatan terbatas dll....(SUARA HATI ANAK PULAU)
Reply
 
 
# morangan gebang 2012-02-22 18:57
yg pasti apa pun alasannya jauh dari keluarga banyak mudhoratnya daripada manfaatnya. sy usul paling jauh 100 km dari tempat tinggalnya.
Reply
 
 
# indah mjlk 2012-02-22 18:59
pola mutasi saat ini menghilangkan ciri khas kita, ulama di mata masyarakat dan umara di mata negara
Reply
 
 
# Armen, PA Solok 2012-02-22 19:05
Kerukunan rumah tangga pegawai sangat-sangat perlu dipertimbangkan, alangkah naifnya kalau warga peradilan agama yang terjadi permasalahan di rumah tangganya. :lol: :-)
Reply
 
 
# arif. 2012-02-22 19:18
semua program yg ditargetkan oleh pak Purwo semoga teralisasi semua,,amin. bagi kami yg didaerah yg terpenting adalah bagaimana bisa dekat dengan keluarga kecil n keluarga besar,,agar kerja lebih konsen,,trims
Reply
 
 
# fajar syaefulloh 2012-02-22 21:00
;-) itulah yang diharapkan, program Pak Purwo cepat terealisasi, seperti apapun bekerja perlu ketenangan, trima kasih Pak Purwo
Reply
 
 
# # muhammad jam, pa.ktsm 2012-02-22 22:49
MUTASI ITU PERLU.., pertimbangan keluarga adalah no.1, apalah arti sebuah mutasi kalau istri dan anak2 menderita, apalagi kelaparan artinya dengan keadaan GAJI yang sekarang, saya yakin tak satupun karyawan pa dan juga hakim yang merasa bahagia dengan datangnya Si Mutasi ini. Pengalaman pribadi waktu mutasi dari pa tsm ke pa sbr padahal tdk terlalu jauh 4 jam perjalanan, tapi apa yang terjadi...? kulkas satu2nya dilelang, hp anak2 satu persatu dijual ini tidak ada jalan lain karena sama mertua dan tetangga juga teman2 udah banyak kita utang..(untuk ongkos pp setiap minggu) dan juga yang paling menyakitkan istri sms anak2 tidak sekolah karena tidak punya ongkos untuk itu, pada saat yang bersamaan kita sendiri blm makan dikarnakan pembekalan sudah tak punya, jadi keluarga no.1 dan keuangan diurutan ke 2 dlam hal mutasi. berilah gaji seorang panitera pengganti katakanlah 15 jt apalagi hakim 3x lipat dari itu, baru kami siap dimutasi keseluruh pelosok negeri. sekali lagi MUTASI ITU PERLU. PERLU & PERLU.
Reply
 
 
# syamsulhadi. PA.Gunungsitoli NIAS 2012-02-22 23:21
Saya Pribadi mendukung sepenuhnya, pola yang akan Bapak terapkan...dan ini menjadi do'a kita semua... dan mohon kiranya diperhatikan nasib kami yang di pulau-pulau terpencil... salam hormat kami, semoga bapak dapat merealisasikan ini semua...Amin......
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2012-02-22 23:25
Saya setuju Pak bahwa mutasi itu merupakan bagian dari kesejahteraan pegawai dan tidak sedikitpun niat untuk mempersulit kepindahan seorang pegawai jika pegawai tersebut sudah layak untuk dipindahkan. Semoga ini bukan sekedar lip service atau janji manis, tapi direalisasikan sepenuhnya, amin ya rab.
Reply
 
 
# Wong Pantura 2012-02-23 06:53
Ah, tenan toh ?
Reply
 
 
# Sitti Amirah, PA. Sentani 2012-02-23 06:55
Mudah-mudahan apa yang diprogramkan oleh Badilag terealisasi Amin. karena kami sudah berpisah dengan keluarga 5 tahun 8 bulan.
Reply
 
 
# Mulyadi Pamili, Gorontalo 2012-02-23 07:00
Mutasi pada satu sisi mempunyai dampak positif bagi PNS itu sendiri dalam hal menambah wawasan dan pengalaman kerja diberbagai daerah, namun disisi lain berdampak negatif terhadap kehidupan rumah tangga PNS ybs, khususnya bagi mereka suami-istri sebagai PNS, yg kebetulan bukan pada satu Instansi (Peradilan Agama), tp lingkup Pemda/Guru. Perlu di ingat, sebuah penelitian menunjukkan tingakt perselingkuhan tertinggi terjadi dikalangan PNS, disinyalir terjadi karena antara suami istri pisah tempat kerja di lain daerah. Seandainya hal ini terjadi dikalangan PNS PA, maka bukan kesejahteraan lg yg didapat, tp kehancuran rumah tangga yg diperoleh.... Jadi Pak Purwosusilo.... tolong dikaji dengan sebaik-baiknya....
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-02-23 07:12
Proses mutasi memperhatikan kondisi keluarga itu adalah "fardhu ain" krn kita yg memeriksa dan mengadili org-org yg bermasalah dalam keluarga sudah selayaknya kita sendiri org yg sejahtera dlm keluarga bukan sebaliknya, jangan sampai teguran Allah dlm QS Al-Shaf:2-3 terkena kpd kita.
Reply
 
 
# subhan PA Kuningan 2012-02-23 07:27
ya mutasi untuk peningkatan kesejahteraan, dan penyegaran terutama promosi
Reply
 
 
# Sandhy PA Bojonegoro 2012-02-23 07:34
Mohon kepada para pimpinan untuk lebih bijak jika melakukan mutasi, tidak hanya mengejar menghabiskan/ merealisasikan biaya mutasi yang ada di DIPA. Jika bisa sebelum mengajukan pagu biaya mutasi, dilakukan kajian yang komprehensif melibatkan PTA sehingga mutasi yang diusulkan/ dilaksanakan lebih realistis dan bijak. Tidak terkesan mengejar target menghabiskan pagu yang ada. Amin :-|
Reply
 
 
# #H.M.Idris Abdir,PA Atambua NTT 2012-02-23 07:39
Mutasi bagi hakim tdk perlu ditawar-tawar lagi, di mana pun dimutasikan dlm NKRI ini, kita hrs sabar, ikhlas dan rela menerimanya, serta kita hrs bersedia menerima resiko apa pun yg dialami, termasuk problem intern keluarga, dan yg perlu diupayakan yaitu bagaimana biaya mutasi hakim bisa benar-benar dirasakan manfaatnya/mensejahterakan bagi hakim yang mendapat mutasi, dan kalo kita (hakim) kurang ikhlas maka ada solusi spy tdk mendapat mutasi yaitu bermohon menjadi PNS biasa atau minta pensiun dini.
Reply
 
 
# lilik muliana WK PA Probolinggo 2012-02-23 07:46
semoga pola/sistem mutasi yg digagas oleh badilag dapat berjalan dg lancar, terima kasih kpd p purwo dan jajarannya yg telah menggagas sistem mutasi yg mengedepankan kesejahteraan pegawai, walaupun tdk mdh mengakomodir seluruh keinginan pegawai PA yg beraneka ragam, sukses Badilag...... kami selalu mendukung program Pak Dirjen dan jajarannya........
Reply
 
 
# Muntasir-PA.Bangil 2012-02-23 07:52
Mutasi di lingkungan peradilan agama akan menjadi bagian dari kesejahteraan pegawai/hakim manakala proses mutasi terutama hakim adalah memperhatikan kondisi keluarga hakim tersebut.
Reply
 
 
# Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH. PA Banyuwangi. 2012-02-23 08:06
Alhamdulillah, akhir-akhir ini masalah mutasi pegawai PA sudah cukup menggembirakan yang bersangkutan, sangunya cepat cair dan utuh, penempatannya sesuai yg diharapkan, kecuali mutasi promosi, untuk hal ini tidak mungkinlah akan sesuai dengan harapan yg pas, contohnya mereka yg dipromosikan menjadi hakim tinggi atau menjadi ketua/waka, tentunya agak jauh dari keluarga karena keadaannya harus begitu, misalnya Ka PA Bwi jadi hakim tinggi di Kendari padahal inginnya di Surabaya saja... kalau seperti itu terjadi akan menimbulkan kecemburuan sosial...
Reply
 
 
# Ayip-PA.Tasikmalaya 2012-02-23 08:06
Mutasi, antara yang mengidamkan dan yang tidak mengidamkan. Serahkan dan percayakan kepada yang punya otoritas. Insya Allah semuanya akan baik-baik saja, karena semua itu sudah melalui kajian-kajian yang mendalam.
Reply
 
 
# doni 2012-02-23 08:07
siapa pun pasti ingin selalu dekat dengan keluarga tidak ada yang mau berpisah. memang bagi pasutri yang berkarir suatu resiko besar yang harus dihdapi. tapi bagi hakim yang istrinya ibu rumah tangga, bawalah kemana anda pergi. kalo ada alasan mutasi ikut suami, berarti harus juga ada mutasi ikut istri, demi kesetaraan gender... :lol:
Reply
 
 
# Zulkiram, MS.Kota Banda Aceh 2012-02-23 08:08
Assalamu`alaikum wr.wb. Proses Mutasi Memperhatikan Kondisi Keluarga adalah sangat penting agar keharmonisan rumah tangga pegawai/hakim janganlah cepat berlalu, tetapi lain lagi romantika dan dilemanya apabila suami istri dimutasi dalam satu satker ada banyak ketidaknyamanan bagi Pegawai yang lain, mungkin perlu perenungan yang mendalam memutasikan pasutri dalam satu satker, sebab kita sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat dalam bekerja, ya, sama-sama enaklah, janganlah hanya enak dikitanya saja. Wassalam.
Reply
 
 
# Nadima PA Bkl 2012-02-23 08:20
sangat setuju jika proses mutasi mempertimbangkan keluarga, keutuhan keluarga nomor satu, kata pak Purwosusilo mutasi merupakan kesejahteraan, itu sangat penting agar keutuhan rumah tangga pegawai/Hakim PA terjaga, ironis sekali jika rumah tangga Hakim PA berantakan, sementara kita menyelesaikan problema rumah tangga orang lain, semoga itu tak terjadi amin.
Reply
 
 
# Hukam 2012-02-23 08:24
Emang berp lm sih pak waktu minimal supaya dapat pindah?? Buat donk aturan tegasnya biar kami klrg hakim tidak terlunta-lunta.
Reply
 
 
# Putra Kelana 2012-02-23 08:25
SETUJU !!!!!
Perhatikan KELUARGA (isteri & Anak2), dan data tsb tercantum dlm SIMPEG/SIKEP, tapi sayang data SIMPEG/SIKEP tsb blm sepenuhnya dijadikan bahan utk TPM.
Ya udo Hardinal: takut jadi bang Thoyib!
Reply
 
 
# Yang Ariani, PA Padangsidimpuan 2012-02-23 08:49
Semoga kebijakan mutasi bagi suami isteri dlm satu lingkungan PA dapat segera direalisasikan, apalagi bagi yang sudah 3 tahun berjauhan..aamiin
Reply
 
 
# Putra Kelana 2012-02-23 09:08
Mas Yanto di Kendari, sabar toh jenengan disana kan belum 5 tahun.
Reply
 
 
# Insyafli PTA Pekanbaru 2012-02-23 09:10
Tampaknya pola mutasi di lingkungan Badan Peradilan Agama semakin baik dan sangat manusiawi. Kita berharap dengan pola mutasi yang semakin baik ini akan dapat meningkatkan kinerja kita para Hakim dan pejabat lainnya dilingkungan Peradilan Agama Indonesia. Maju terus Badilag.
Reply
 
 
# Munawar Khalil- PA Natuna 2012-02-23 09:14
saya sampai sekarang belum mengerti apa yg dimaksud dengan kesejahteraan pegawai yg dimaksud???, apakah dari segi keilmuan? pengalaman? profesional?,,,,Apa lagi finansial??
semua blom saya temukan jawabnya sampai sekarang. sejak dari hakim senior sampai junior pun kalo diajukan pertnayaan sejauhmana kesejateraan mereka dan keluarga setelah dimutasi? semua jawabannya jauh panggang dari api. tak ada satupun jawaban yg menyatakan mereka sejahtera. yg jelas susah, pedih dan morat marit sdh mnjdi menu keseharian mereka.
sebagai analogi, di daerah Kerpri Riau, rata rata biaya mutasi berbeda2 walaupun satker yg dituju sama,tak bisa dilogikakan,
- biaya hidup dikepri mahal, bayangkan nasi 20.000 1 bngkus, kontrakan paling murah 5 juta/tahun itu pun kalo ada, rata rata 7 jt, blom lagi harus beli motor untuk kekantor, blom lagi perabot rmh, blom yg lain2 yg sifatnya primer, yg harganya 30% lbh mahal dr harga daerah daratan.... sampai disini, bagi saya yg dari banda aceh-natuna (single) hanya dpt biaya mutasi 4.5 juta, mau dibeli apa dng uang itu? harga tiket saja banda aceh-natuna rp. 1,4 jt, blom lg harus nginap di Batam...sedangkan teman saya dr Banda aceh -Tarempa yg lbh dekat malah dpat biaya mutasi Rp. 5 juta (single) knp saya yg 1 jam lebih jauh dr tarempa via pesawat dpt lebh kecil???? nah sampai disini apa yg dimaksud kesejahteraan itu???? mari tanyakan ke SELURUH HAKIM YG ADA DI INDONESIA...? niscaya jawabannya sama...,TAK ADA KESEJAHTERAAN.
kita barangkali bisa melogikakan sistem mutasi ini bila smua fasilitas sudah ada, jd hanya tinggal bawa koper dr satker awal....
Kita semua Manusia BUKAN MALAIKAT.
subhanallah....betapa tersiksanya hakim peradilan Agama....
TAK ADA LAGI TEMPAT MENGADU.....
Reply
 
 
# Pelmizar PTA Pekanbaru 2012-02-23 09:15
Memang untuk kondisi hari ini mutasi ibarat makan buah simalakama, karena sebahagian besar kita belum siap menerimanya terutama bagi rekan-rekan yang kebetulan suami atau isterinya PNS, tetapi yakinlah bahwa kondisi seperti ini tidak akan berlangsung lama, sebentar lagi kita akan terbiasa. Yang pokoknya sekarang nikmati saja apa yang ada dihadapan kita, mengeluh tidak akan menyelesaikan persoalan
Reply
 
 
# hukam 2012-02-23 13:55
itukan kata bapak!?
Reply
 
 
# Marwoto PA Kalianda 2012-02-23 09:25
segala sesuatunya memang harus dipertimbangkan, karena menyangkut existensi dan masa depan serta kebaikan keluarga, namun semuanya harus menggunakan prinsip "'Asir wala tu'asir" selamat buat bapak2 di badilag terutama buat pak Pur
Reply
 
 
# # fauza m PA.Bengkulu # 2012-02-23 09:34
Saya sangat setuju proses mutasi memperhatikan kondisi keluarga dan sangat setuju dengan usul/saran pak Iskandar raja, karena tugas seorang hakim menyelesaikan rumah tangga orang lain yang berjauhan dengan keluarga dikhawatirkan akan muncul masalah baru.
Reply
 
 
# MROISAR PAKDR 2012-02-23 09:39
Saya kira Badilag dalam hal mutasi sudah cukup perhatian terhadap situasi dan kondisi bagi yang dimutasi, kalau harus memenuhi keinginaan sesuai karep masing2 ya repot. Obatnya ya harus sabar, ihlas, tawakkal dan selalu berusaha terus dan selalu bersyukur sebab skarang anggaran mutasi dah cukup lumayan dibandingkan dulu2 yang justru biaya sendiri.Trims.
Reply
 
 
# Drs. Mamat S, MH WKPA Pandeglang 2012-02-23 09:41
Semoga mutasi yang dilaksanakan Pak Direktur bisa berjalan sebagai proses dari sistem pembinaan yang dilaksanakan kepada seluruh jajaran peradilan agama, maju terus pak direktur !!!!
Reply
 
 
# irihermansyah@yahoo.co.id 2012-02-23 09:49
Mutasi dengan mempertimbangkan kondisi keluarga disamping pertimbangan lainnya adalah suatu keniscayaan, karena jauh dari keluarga membuat seseorang tidak konsentrasi dalam bekerja, semoga terlaksana, AAmiiin !!!
Reply
 
 
# Suhadak PA Mataram 2012-02-23 10:00
Upaya pak Direktur Tenaga Tehnis, untuk mendekatkan keluarga dalam hal mutasi, telah berjalan walaupun belum sempurna, satu contoh Suami kerja di Pemda sedangkan istri jadi hakim tidak Adil juga bila menetap satu tempat. Jika suami yg jadi hakim dan isteri di Ling.PA, saya rasa istri tidak sulit mengikuti, bahkan yg di instansi lainpun pindah ke PA banyak terialisasi yg penting ada niat dan kemauan, insyaalloh petinggi kita akan mempermudah. Saya kok yakin jika kita selalu mempermudah seseorang dalam urusan, Alloh akan mempermudah dan memberi jalan keluar urusan kita, amin.
Reply
 
 
# Syamsulbahri PA Mks 2012-02-23 10:04
Misalnya Suaminya Hakim istrinya juga Hakim, atau suaminya Hakim istrinya PP atau sama2 pegawai Pengadilan, bagaimana ceranya supaya mereka berdekatan, jangan sampai pisah rumah (tempat tinggal) kan kasian. Jadi Kepegawaian harus menginventarisir pegawai2 yg suami istri yg akan dimutasi, agar kalau suaminya dimutasi otomatis dimutasikan juga istrinya, jadi kepegawaian harus punya data pegawai yg suami istri... apalagi kalau menyangkut pendidikan anak-anak tentu suami istri sebaiknya bersatu, apalagi kalau anak-anaknya masih kecil di bawah umur.... ini masukan Pak..
Reply
 
 
# Rijal Mahdi Pariaman 2012-02-23 10:28
Kerinduan untuk berkumpul bersama keluarga adalah harapan semua orang, pengorbanan dan perjuangan telah dilalui demi karir. Alhamdulillah Pak Direktur telah membenahi lebih fokus lagi kearah itu, mudah-mudahan ketenangan dalam bertugas akan terujud. Terima kasih Pak Direktur atas kebijakan yang brilian dan cemerlang. Insya Allah jadi ibadah, Amiiiiiin
Reply
 
 
# Munawar Khalil- PA Natuna 2012-02-23 10:29
bicara keluarga tidak semata mata istri-suami ato Istri PNS atao tdk...
sekali lagi... KIta Manusia Bukan Malikat...
Dan Agama diturunkan untuk Manusia , bukan untuk malaikat...
bicara mutasi bukan bicara sudah terbiasa atow tida,,, tapi bicara mutasi adalah bicara penderitaan yg berulang ulang...tak habis habisnya sampai kita pensiun..kedepan???? entahlah...
Reply
 
 
# Abdul Malik PA. Soe 2012-02-23 10:40
Apakah Bapak di Badilag sudah ada yang tahu apa belum ya, kalau saya bertugas di PA. Soe - NTT sedang istri saya bertugas di PA. Banjarnegara - Jawa Tengah ?
Reply
 
 
# hukam 2012-02-23 13:57
pasti belum tu pak. palingan dibilang cuma lihat simpeg/sikep.
Reply
 
 
# chazim m Surakarta 2012-02-24 14:36
pak Malik mang dah berapa tahun pisahan sama istri...
Reply
 
 
# joko 2012-02-23 10:53
setuju sekali..........
Reply
 
 
# Nanang MR PA Tj. Redeb 2012-02-23 10:58
TIDAK BERARTI HAKIM/PEGAWAI YG ISTRINYA IBU RUMAH TANGGA TIDAK NIAT MUTASI JUGA, APALAGI KALAU BERKAITAN DG MASALAH KESEHATAN, ISTERI/ANAK MENDERITA SAKIT, SEDANGKAN RUMAH SAKIT DI DAERAH TIDAK ADA FASILITAS PERAWATAN PENYAKIT YBS....
TOLONG YG SEPERTI INI JUGA DIPERHATIKAN...
Reply
 
 
# Moh Fadli PA Kalianda 2012-02-23 11:02
semoga terealisir semua program Pak Derektur Tenaga teknis krn ini semua menyangkut nasib terutama bagi pr hakim baik nasib kenaikan pangkat yang terhambat, biaya yg tinggi dan terutama keluarga yang amat berat, krn itu harapaan demi harapan yg sdh lama merendam di hati sgr terwujud. amin yarobbal aalamiin....
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-02-23 11:13
mutasi ? adalah sebuah keharusan untuk urusan karier dan penyegaran, pertimbangan bagian dari kesejahteraan sangat setuju pak direktur, nah bagaimana jika suami/isteri nya berstatus sebagai swasta ? yang sudah mapan disuatu tempat apakah ikut dipertimbangkan juga, terima kasih.-
Reply
 
 
# Mdy- PA.Sgu. 2012-02-23 11:22
MU-dah-mudahan pengambil kebijakan tentang mutasi dapat merealisasikan sesuai dengan usul, saran dan harapan semua yang memberi komentar.

TA-ntangan dan hambatan dalam mengambil suatu kebijakan/Keputusan pasti ada, namun mutasi tetap harus ada dan harus berjalan agar suatu sistem dapat berjalan dengan baik dan sempurna

SI-apapun yang mendengar ada mutasi, pasti harap=harap cemas, bisa jadi menguntungkan, bisa juga menyengsarakan. Akan tetapi ambil hikmah dibalik itu semua dan sabar saja jika anda terkena mutasi. Okey......
Reply
 
 
# Jasman, PA. Kabanjahe 2012-02-23 11:47
Mutasi tidak terlepas dari keberadaan Pegawai atau para Hakim, karena salah satu cara untuk penyegaran bagi pegawai dan para Hakim adalah dengan jalan Mutasi, oleh karenanya sangat diperlukan data-data yang akurat setiap pegawai atau para hakim yang bertugas di setiap satker, agar dapat diketahui sudah berapa lama seorang pegawai atau Hakim bertugas di suatu tempat. Terimakasih.
Reply
 
 
# Pandjul 2012-02-23 11:58
Mutasi adalah salah satu hal yang wajar, tetapi harus tetap mengedepankan profesionalisme, bayangkan.....yg suami-istri sama2 PNS aja jadi masalah apalagi yg gak PNS, anak2 masih sekolah...bagi yang dimutasi terbebani menjadi 2 dapur..pernahkah terpikir itu. Kadang2 mutasi juga menjadi momok bagi sebagian orang. perlu perjalanan panjang untuk memutasi seseorang, Bukan Cuman Hakim...siapa saja itu....
Reply
 
 
# Mangudin PA Krui 2012-02-23 12:01
Tertib rumah tangga dan tertib kantor patut jadi bahan pertimbangan bg TPM. Smg konsisten
Reply
 
 
# Pandjul 2012-02-23 12:02
KEseluruhan comment cuman dari bawah....mana comment dari atasan.....reply dong BOSSS..........
Reply
 
 
# Idris Ismail, PTA Palu 2012-02-23 12:50
Mutasi itu haruslah berbasis "Keselamatan keluarga dan kesejahteraan",bukan sebaliknya,Mengapa?. Karena, apa artinya hidup sejahtera bila anak kucar kacir dan terlibat narkoba, karena narkoba mengintai anak-anak kita di mana-mana. Ketika anak terjerat narkoba misalnya,penderitaaan keluarga. berlangsung lama yang pada gilirannya menderita kanker alias kantong kering. pikiran kusut kerja tak selesai, karier berantakan. masa depan anak buram. Karena itu urgensi mutasi haruslah mengutamakan pertimbangan keselamatan keluarga (anak-anak).disamping peningkatan kesejahteraan dan peningkatan karier pegawai.Semoga demikian halnya.
Reply
 
 
# Nurdin PA Subang 2012-02-23 13:06
Mutasi untuk kesejahtraan PNS, dari segi mana sejahtranya, mungkin ada yg sejahtra bagi mereka yang pindah karena peningkatan jabatan, naik kelas Pemgadilannya, bagi yg tadinya jauh dengan keluarga, yg promosi, mungkim itu akan dirsakan sejahtra, tetapi setelah saya membaca tulisan rekan2 hakim ternayata dengan MUTASI YANG BUKAN PROMOSI, BUKAN NAIK KELAS,bukan peningkatan karier, bukan sejahtra malah madorot.

Seperti yg saya alami sendiri, pindah dari PA Sumber ke PA Subang tidak punya nilai plus, karena sama2 kelas IA, bahkan volume perkara lebih banyak di PA Sumber, dengan mutasi ke Subang bukan nambah nilai positif melainkan madorot ( berbagai problem timbul, diantaranya harus mencari kontrakan yang semurah2nya, karena budi baik pemerintah (memberi transport) untuk ngontrak satu tahun saja tidak cukup, jadi harus mengeluarkan uang,kemudian memikirkan transport untuk nengok keluarga paling tidak seminggu sekali, karena istri PNS Guru SD) yang sulit untuk mutasi, disamping itu juga anak yang masih sekolah yang tidak mungkin dipindah, karena sangat banyak resikonya. Jadi apa yang menjadi barometer kesejahtraan bagi yg mutasi, semoga ungkapan / keluhan para haikm menjadi bahan pertimbangan bagi pemegang kebijakan..
Reply
 
 
# #Undhing, PA.Mimika 2012-02-23 13:29
jika di ibaratkan seorang MONTIR, mempunyai tugas memperbaiki kerusakan kendaraan orang, akan tetapi kebanyakan motornya sendiri ngga beres, seorang TUKANG BANGUNAN yang membangun rumah orang dg sangat bagus dan indah akan tetapi rumahnya sendiri seperti GUBUK....

seorang hakim yg byk menyelesaikan permasalahan rumah tangga orang jg sampai rumah tangganya sendiri yang tidak beres....,,,dan untuk biaya mutasi tolong dilihat bukan hanya jarak tempat asal bertugas ke tempat tugas yg baru akan tetapi jg dipertimbangkan transportasinya apakah susah atau mudah, krn ada yg dilihat radiusnya dekat akan tetapi transportasinya sangat sulit.....
Reply
 
 
# Nahar, PA Waingapu NTT 2012-02-23 13:48
Jauh dari istri dan anak2 Iman harus kuat, kalau tidak kuat iman akan melanggar PPH, itu perjuangan yang harus dihadapi oleh teman2 yang jauh dari keluarga. olehnya kalau bisa dekat dengan keluarga kenapa harus dimutasi jauh2, saya setuju dengan saran Bapak Iskandar Raja, mohon diperhatikan. wassalam....
Reply
 
 
# Muis Salam Pagia 2012-02-23 13:48
Setuju dengan penekanan Pak Purwo Bahwa mutasi itu bagian dari kesejahtraan pegawai.Oleh sebab itu perludipertimbangkan agar pegawai terutama Hakim yg pada umum nya jauh dari keluarga, kalau yg sudah berumur 50tahun ke atas, dimutasi mende kati daerah asalnya supaya diujung pengabdian/umurnya mereka dapat menikmati hidup dalam kebersamaan dengan keluarga.
Reply
 
 
# Omay Mansur 2012-02-23 14:41
Dzalika taqdirul Azijil Adzim... Mutasi dan Promosi adalah kehendakNya...
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-02-23 15:02
Maaf ...ya !!! Di atas saya sudah berkomentar. Akan tetapi melihat teman2 sangat antusias sharing pengalaman, maka saya juga ingin sedikit mencoba membagi pengalaman tentang mutasi suami(S)dan isteri(I)sama2 pegawai.

Pertama (I) di Banjarmasin, (S) di Pontianak (dulu mau ke Banjarmasin harus lewat Semarang/ Surabaya). (S)-(I) sama2 di Pontianak. (I) di Ketapang, (S) di Pontianak. (I) di Ketapang, (S) di Bangko (dulu Bangko ke Ketapang 5 hari perjalanan). (S)di Bangko, (I) di Muara Bungo. (S)-(I) sama2 di Muara Bungo. (S) di Muara Bungo, (I)di Jambi. (S) di Muara Bulian, (I)di Jambi. (S) di Jambi, (I) di Muara Bulian. (S)-(I) sama2 di Jambi. Kini (S) Jayapura, (I) di Jambi. Ke depan Wallahu 'alam bis shawab....

Hanya Allah-lah yang Maha Mengetahui segala rahasia dan langkah manusia. Terpenting jalani saja dengan enjoy, mutasi pasti akan datang tepat pada waktunya. Tks...!
Reply
 
 
# Zulfahmi Mulyo - MSy-Bireuen 2012-02-23 15:43
kepada pak purwo...harapan kami yang isteri/suami bekerja sebagai PNS Pemda agar segera diberikan solusi sehingga tidak SULIT lagi, saya sendiri isteri bekerja sebagai PNS Pemda di Kuala Tungkal, Prov. Jambi, sementara saya saat ini tugas di MSy-Bireuen, Aceh dan tentunya banyak teman-teman yang bernasib sama...jika pun sulit setidaknya kami diperhatikan agar kedepan dimutasi ke daerah yg dekat dengan isteri minimal yg bisa sebulan sekali kami kunjungi dengan biaya yang terbatas...Terima kasih.
Reply
 
 
# Yusnardi.S.HI. - PA. Mempawah 2012-02-23 16:17
Diantara tujuan Mutasi adalah untuk kesejahteraan pegawai, dan tidak sedikitpun niat untuk mempersulit kepindahan seorang pegawai jika pegawai tersebut sudah layak untuk dipindahkan.

Hal-hal yang membuat sulit untuk melakukan Mutasi :
1. Jika suami istri tersebut yang satu bekerja di lingkungan peradilan agama dan satu lagi bekerja di luar peradilan;

2. Sipegawai tersebut belum menempuh waktu kerja minimal di satker yang dia tempati;

TAWARAN SOLUSI :
1.1. Selaku pengambil kebijakan, alangkah lebih bijak jika dilakukan upaya-upaya agar permasalahan ini dapat teratasi, seperti melakukan komunikasi dengan instansi yang berwenang agar adanya kemudahan dalam proses mutasi pegawai yang berada pada instansi lain yang memiliki hubungan suami-isteri dengan Pegawai peradilan (selalu bisa dimutasi untuk ikut suami/isteri);

1.2. Jikapun hal itu rumit, maka lebih bijak jika memutasikan suami/isteri pegawai peradilan ke tempat yang berdekatan dengan isteri/suami yang bukan pegawai peradilan, jangan sampai suami/isteri tersebut dipisahkan sampai berbeda pulau (isteri di Aceh dan suami di Kalimantan), krn ini sama dengan menzalimi mereka. Mengingat Luasnya wilayah Indonesia hampir sama dengan Eropa. Apabila dibandingkan antara luas wilayah kedaulatan Republik Indonesia dengan benua Eropa, maka bentangan wilayah nusantara dari barat (Pulau Sabang di Aceh) ke timur (Merauke di Papua) sama dengan jarak dari London di Inggris sampai ke Bagdad di Irak, sementara dari utara (Kepulauan Talaud di Sulawesi Utara) sampai ke selatan (Pulau Rote di Nusa Tenggara Timur) sama dengan jarak dari Jerman sampai ke Aljazair;

1.3. Jika itu juga tidak mungkin, maka lebih bijak lagi jika tidak dimutasi saja, namun tingkatkan pengawasan serta lakukan pembinaan secara intensif dan berkelanjutan;

1.4. Setelah mencapai waktu kerja minimal di satker yang ditempati, maka segera memproritaskan mutasi bagi pegawai yang bersangkutan;

1.5. Harapan agar Biaya mutasi agar diimbangi dengan pengeluaran pegawai yang dimutasi, bukan hanya cukup untuk ongkos perjalanan saja, namun juga dialokasikan anggaran untuk biaya sewa rumah dan sebagainya, mengingat PA belum memiliki rumah dinas yang memadai;

1.6. Harapan agar tidak adanya “PERLAKUAN YANG BERBEDA” antara pegawai Peradilan, khususnya Peradilan Agama, karena hal ini SANGAT MEMALUKAN;
Jika permasalahan&kebijakan tersebut belum dapat dilakukan, maka Mutasi untuk kesejahteraan pegawai ibarat panggang jauh dari api, malah yang muncul adalah KESENGSARAAN dan PENZALIMAN bagi pegawai tersebut.

SEMOGA TERCAPAI HENDAKNYA.
WASSALAM
YUSNARDI,S.HI. – PA. MEMPAWAH
Reply
 
 
# wong PA 2012-02-23 16:17
Ya...memang perlu juga diperhatikan bagi hakim yg isterinya bukan pegawai, tapi gak bisa ikut ke tempat tugas suami karena bbrp pertimbangan, spt krn penddkan anak2, krn kondisi kesehatn klg...dsb. Jngn cuma yang pegwai dg pegawai saja yang diperhatikan......ya akan lebih baik bila mutasi didekatkan dg daerah asalnya...
Reply
 
 
# # AGUNG, pa.ktsm 2012-02-23 17:06
SEMOGA KARYAWAN LABIH SEJAHTERA
Reply
 
 
# M Abduh AR 2012-02-23 17:07
Seminggu sekali pp Majalengka-Garut, capek deh, gaji habis dipakai untuk ongkos kendaran kontrak kamar krn tidak ada rumah dinas, apa ini yang disebut mutasi untuk kelancaran tugas? Ini adalah secara tidak langsung adalah menyengsarakan hakim.....Ya Allah berilah kesabaran dalam penderitaan ini...
Reply
 
 
# S.Romlah H. PTA BDL 2012-02-24 06:46
Trims ya pak Iskandar Raja.atas usulmu maka menjadikan masukan yg bagus bagi mutasi dan promosi hakim khususnya. Benar saya mengalami kesengsaraan di samping juga ada kelebihannya.

Untuk itu kepada yg mulia Bp Purwo semoga yg sudah berpisah dg keluarga selama 2 tahun dan berada di seberang laut dpt segera mendapatkan giliran mutasi ke dekat keluarga yg tdk menyeberang laut lagi, semoga Allah mempermudah maksud kami.Amin ya Robbal'alamin
Reply
 
 
# M.H.Daud PA Negara Kalsel 2012-02-24 06:51
Pola mutasi yang diterapkan oleh Badan Peradilan Agama saat ini harus berlangsung secara berkesinambungan dan tidak boleh berhenti karena adanya pergantian pejabat di Badilag.
Reply
 
 
# Toyeb, PA Poso 2012-02-24 08:20
Semoga kebijakan Badilag menyangkut mutasi dan kesejahteraan pegawai dapat segera terwujud dan diberkahi oleh Allah SWT
Reply
 
 
# jimi tj.balai 2012-02-24 08:26
setuju Bapak Direktur yang terhormat dan buktikan.
Reply
 
 
# Muntasir-PA.Bangil 2012-02-24 08:28
Kalau seminggu sekali menempuh perjalanan 6 sampai 7 jam Ngawi-Bangil rasanya adalah capek sekali. Sementara itu disisi yang lain ada yang bisa mutasi langsung ke tempat tinggalnya kumpul dengan keluarga. sepertinya ini menimbulkan kesenjangan....
Reply
 
 
# rohimah pagrt 2012-02-24 09:20
betul sekali pk is pk pur semoga kel insan peradilan agama hususnya penuh sakinah mawaddah warahmah. amin
Reply
 
 
# Moh.Fadli PA Kalianda 2012-02-24 11:46
Mutasi yang paling diperhatikan masalah keluarga ada lagi mutasi yg sangat penting adalah bg pegawai yg usianya sdh 50 th ke atas, krn di usia itu pegawai sdh hrs hidup kumpul bersama keluarga un ketenangan dan menikmati hidup disitulah akan tercapai kesejahteraan sebagaimana program Pak Direktur. mdh2an... amin...
Reply
 
 
# sahbudin kesi pa.soe 2012-02-24 14:04
Mutasi adalah suatu hal yang selalu dinanti oleh setiap pegawai ketika ada berita TPM. namun yang harus diperhatikan adalah bahwa mutasi itu betul - betul dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang ada, tidak boleh adanya pesanan dari oknum tertentu yang kenal dengan pejabat TPM, walaupun baru melaksanakan tugas tetapi sudah dapat mutasi ke tempat yang di minta. semoga hal ini tidak terjadi lagi dan mutasi harus sesuai dengan mekanisme dan regulasi yang ada agar tidak melukai hati sesama aparatur di daerah. terima kasih....
Reply
 
 
# chazim m Surakarta 2012-02-24 14:26
kalau koment tentang yang satu ini pasti pemerhati berita badilag berebut.... pertanyaannya dari kaca mata mana dan kaca mata siapa mutasi itu dilakukan...
Reply
 
 
# PA Tabanan 2012-02-24 15:10
a contra rio... bagi pegawai/hakim yang keluarganya ikut berarti pancet ae gak usah dipindah karena gak ada problem keluarga. gitu kah??
Reply
 
 
# fathullah..MS. meureudu 2012-02-24 16:14
"MUTASI" ssuatu yg sngt di nnti2 terutama bg hakim2 yg berpisah dg klg, krn klw terlalu lama di tmpt ia bertugas akan berdmpak "sistemik". sungguhpun di akui bhw tgas sbg sorg Hakim ad. tgs yg penuh dg Resiko, smoga dg "proses mutasi memperhatikan kondisi kluarga" Hakim2 di lingkungan Peradilan akan sejahtera lahir dan bathin....amiiin
Reply
 
 
# firdaus, Msy.Meulaboh 2012-02-27 16:28
Alhamdulillah, mudah2an upaya kearah yang demikian terwujudkan, saya sudah 5 tahun berpisah dengan keluarga dengan kendala yang seperti permaslahan di atas, jenuh,,,,apalagi dengan jarak 2 provinsi, saya berharap dapat mutasi kembali ke sumbar karena sudah 2 kali mutasi diluar..
Reply
 
 
# Mirwan-PA Bitung 2012-02-29 09:45
Mutasi tentunya membawa dampak positif dan negatif, dampak positifnya: menambah wawasan, pengalaman, bisa keliling Indonesia dll, dampak negatifnya: berpisah dengan keluarga karena berbagai hal, uang tidak terkumpul karena habis di jalan, dll..yang menjadi pertanyaan adalah apa alasan yang paling mendasar sehingga Hakim (khususnya) harus mutasi, apalagi belakangan ini mutasi untuk pengangkatan pertama saja sudah antar Propinsi bahkan antar pulau seperti saya dari Jambi(sumatera) ke Bitung (Sulawesi), kalau alasannya agar tidak ada konflik kepentingan dengan pihak berperkara karena dikhawatirkan bila bertugas di kampung halamannya banyak saudara2nya yang berperkara, kan hal ini sudah jelas hukum acaranya bahwa hakim tsb harus mengundurkan diri dari perkara tsb, kalau ini salah satu alasan mendasar saya kira cukup dimutasi antar kabupaten/kota dalam propinsi saja sudah cukup, kecuali untuk posisi ketua silahkan lah jauh2 karena ada beragam fasilitas..kami berharap semoga apa yang disampaikan oleh Bapak Direktur bahwa mutasi untuk kesejahteraan segera terwujud, semoga bapak diberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah,amin..
Reply
 
 
# nasir luwuk 2012-03-07 07:50
mudah2an program bpk Purwo segera terwujud, terlalu lama di kejauhan bikin jenuh dan bekal habis diperjalanan. mdh2an bpak tetap shat panjang umur, amin.
Reply
 
 
# askonsri 2012-03-14 08:35
kalau kita masih ingat pesan mantan ketua MA. Arifin Tumpa, Hakim yang bertugas di daerah harus didampingi isteri. Hal tersebut dimaksudkan agar keutuhan rumah tangga dapat terjaga dengan baik, tapi keadaanlah yang membuat kita harus berpisah, terutama rumah kontrakan yang sangat memberatkan belum lagi ditambah gaji yang tidak mencukupi. Semoga menjadi pertimbangan dan pemikiran bagi kita semua terutama bapak-bapak kita.
Reply
 
 
# syarif 2014-04-16 15:57
saya udah hampir 5 tahun "pisah ranjang" dengan isteri, berhubung dia dosen di kendari sementara sy pegawai di makassar. Lolos butuh sudah ada, tinggal persetujuan atasan isteri saya yang tidah mau di ttd. Mohon pertimbangan kembali...
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 741 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS