1. Skip to Menu
  2. Skip to Content
  3. Skip to Footer>

Persiapan Penulisan Buku Biografi “Wahyu Widiana, Bekerja Tiada Henti Membangun Peradilan Agama | (22/06)

PDFCetakE-mail

Wahyu Widiana dalam Buku

Pak Wahyu Saat Mengenyam Pendidikan di Universitas Michigan Amerika

Jakarta (20/06) I badilag.net

“Saya beberapa kali menitikkan air mata saat mereview draft buku ini, karena teringat masa lalu yang pernah saya alami,” kata Wahyu Widiana dalam audiensinya dengan Tim Penulis Buku Biografi “Wahyu Widiana, Bekerja Tiada Henti Membangun Peradilan Agama”, di ruang kerjanya, Rabu (20/06).

Setelah hampir dua bulan bekerja mengumpulkan data dan proses penulisan buku, Tim Penulis yang terdiri dari Muslim Bakhtiar (Wakil Ketua PA Kotobaru) dan Edi Hudiata (Hakim PA Marabahan), diundang untuk mereview draft buku tersebut. Sebelumnya, komunikasi juga sering dijalin melalui surat elektronik dan jejaring sosial.

Siapa yang mengira sosok Wahyu Widiana yang sekarang menjadi Dirjen Badilag adalah anak seorang kusir delman, pedagang telor, dan pedangan bahan bangunan? Apakah juga diketahui jika Wahyu ‘dipaksa’ Sang Ibunda tercinta untuk masuk sekolah agama dan IAIN? Dan, Wahyu saat kecil ternyata bercita-cita ingin menjadi insinyur atau dokter.

Beberapa bagian hidup yang pernah dialami Wahyu Widiana, seperti di atas, direkam dalam Buku Biografi ini. Keadaan keluarga yang saling menyayangi, kondisi perkenomian yang sangat terbatas, dan seringnya Wahyu menahan diri untuk tidak sekolah di SMA Favorit dan Kuliah di Perguruan Tinggi Umum, hanya demi memenuhi permintaan Sang Ibunda Tercinta, Hj. Siti Zuhroh, adalah beberapa cuplikan yang juga dapat dinikmati dalam buku yang terdiri dari lima Bagian ini.

Buku ini juga semakin atraktif dengan foto-foto Wahyu Widiana yang disediakan Hirpan Hilmi, Kasubag Dokumentasi dan Informasi Ditjen Badilag.

Untuk mendapatkan informasi yang akurat, Muslim Bakhtiar selaku Koordinator Tim Penulis, melakukan wawancara dengan Wahyu Widiana pada tanggal 9-11 Mei 2012, sebelum Muslim terbang ke Saudi, mengikuti Pelatihan Ekonomi Syariah, bersama 39 orang lainnya.

Melalui wawancara tahap awal ini, banyak informasi yang didapat kemudian ditranskrip menjadi tulisan. Rabu (20/06), selain mereview draft buku tersebut, juga dilakukan wawancara lanjutan untuk menghimpun informasi seputar pernikahan dan keluarga Wahyu Widiana.

Edi Hudiata sebagai anggota Tim, menjelaskan, buku ini rencanannya terdiri dari lima Bagian. Edi memaparkan secara detil, “Bagian Pertama  membahas tentang Profil Pribadi Wahyu Widiana sejak kecil sampai menikah. Bagian Kedua akan dijabarkan seputar karir Wahyu Widiana dari Yogyakarta hingga Jakarta, dari Asisten Dosen sampai Dirjen Badilag” tutur Edi dihadapan Dirjen Badilag.

Pada Bagian Ketiga, pembaca akan diajak menyelami beberapa pemikiran dan gagasan Wahyu Widiana dalam teori kepemimpinan. Sedangkan Bagian Empat adalah aplikasi dari beberapa teori kepemimpinan yang dimiliki Wahyu Widiana. Dan terakhir di Bagian Lima, diisi dengan tulisan dari berbagai kalangan tentang “Wahyu Widiana yang Saya Kenal” menurut pengalamannya masing-masing.

Dalam audiensi tersebut, disepakati beberapa penambahan pada Bagian Lima agar dapat memasukkan tulisan dari para Ketua PTA/MsyP Aceh se-Indonesia, dan Tim Penulis segera meresponnya dengan membuat surat permohonan tulisan kepada KPTA/MSyP se-Indonesia.

Sampai saat ini, untuk Bagian Lima, sudah disaring empat tulisan dari Suara Pembaca badilag.net, kelimanya dipilih karena dianggap sebagai representatif dari berbagai kalangan dan  dari berbagai prespektif.

Beberapa tulisan tersebut diantaranya: “Ketika Pak Dirjen Galau: Kisah di Balik Lokakarya Pemberdayaan Hakim Tinggi PTA/MSA” yang ditulis oleh Dr. H. Ahmad Fathoni, SH, M.Hum (Hakim Tinggi PTA Bandar Lampung); “Laskar SIADPA Plus, Pak Wahyu dan Desakralisasi Birokrasi” karya Ahsan Dawi Mansur (Hakim PA Sengeti);

Kemudian, “Pak Dirjen Juga Muadzin” yang ditulis Asep Nursobah, S.Ag (Hakim Yustisial MA); dan terakhir tulisan Achmad Cholil, S.Ag (Hakim PA Bekasi dan Mahasiswa S2 Universitas Melbourne, Australia) dengan judul “Figur di Balik Suksesnya Reformasi Peradilan Agama.”

Untuk kelancaran proses tata letak, Muslim Bakhtiar mengharapkan beberapa tulisan dari Ketua PTA/MSyP se-Indonesia sudah diterima Tim paling akhir tanggal 30 Juni 2012. “Kami berharap Para Ketua PTA/MSyP dapat mengirimkan tulisan tersebut sesuai rencana, agar  dapat segera kami olah.” (Surat Permohonan Tulisan, silahkan Download Disini).

Ada pepatah yang sangat populer di tengah-tengah masyarakat, “Tak Kenal Maka Tak Sayang, Tak Sayang Maka Tak Cinta”. Pepatah ini biasanya digunakan untuk mendorong seseorang agar mau berkenalan dengan yang lain. Tetapi, bisa juga digunakan untuk maksud mengenal lebih dekat dengan seorang sosok yang sudah dikenal, seperti Buku Biografi Wahyu Widiana yang akan menjadi media mengenal Wahyu Widiana lebih dekat.

(Edi Hudiata)

TanggalViewsComments
Total37875
Sab. 2580
Jum. 2490
Kam. 2390
Rab. 2210
Sel. 2150
Sen. 2050

Comments 

 
# Fajar Arief - PA Maros 2012-08-14 13:30
Luar biasa perjuangan pak dirjen..
Reply
 
 
# husni syam. pta babel 2012-08-24 16:04
Buku yang sangat luar biasa, dimohon kepada team yang ditunjuk untuk memperbanyak pengadaan buku biografi Wahyu Widiana bekerja tiada henti membangun PA, selamat dan sukses kepada team penulis.
Reply
 
 
# siti norhasanah 2012-08-24 18:01
saya berharap buku biografi beliau segera dapat dibaca oleh warga peradilan khususnya oleh warga peradilan agama se Indonesia.
Reply
 
 
# Siswoyo PA Medan 2012-08-29 11:16
Jadi ingin membaca dan memilikinya ..... kutunggu kehadiranmu.......
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-08-30 08:45
Semoga kita bisa memperolehnya. Amin !
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh







Pembaruan MA





Pengunjung

Terdapat 825 Tamu online

Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11


Lihat Statistik Pengunjung