Kamis, 24 April 2014 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!








Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Kegiatan Rapat Konsultasi Evaluasi Realisasi Anggaran Triwulan I tahun 2014 dan Penyusunan Renja 2015 | (23/4)
VIDEO : Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 5 | (17/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Diklat Hakim Ekonomi Syari'ah Tahun 2014 | (16/4)
PENGUMUMAN : Ralat Perubahan Tempat Kegiatan Bimbingan Teknis Administrasi Peradilan Agama Angkatan II tahun 2014 | (15/04)
PENGUMUMAN : Permohonan Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun 2014|(14/04)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Administrasi Peradilan Agama Angkatan II | (11/4)

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Pelatihan Pemantapan Kode Etik dan Perilaku Hakim Dari Komisi Yudisial | (11/4)
PENGUMUMAN : Format BAS dan Putusan | (8/4)

PENGUMUMAN : Hasil Rapat Pimpinan dan TPM Mahkamah Agung RI | (8/4)
PENGUMUMAN : Penulisan Nama, NIP dan Tempat/Tanggal Lahir dalam Aplikasi SIMPEG Online | (1/4)
PENGUMUMAN : Optimalisasi Aplikasi SIADPTA Plus | (27/3)

PENGUMUMAN : Verifikasi dan Validasi Data Kepegawaian 2014 | (21/03)
VIDEO : Kuliah Berseri Peradilan Agama -- Seri 4 | (21/03)
PENGUMUMAN : Usulan Rencana Kinerja Tahunan DIPA 04 Ditjen Badilag | (21/03)
VIDEO: Kuliah Berseri Hukum Acara Peradilan Agama -- Seri 3 | (17/3)
PENGUMUMAN :
Pemanggilan Peserta Sosialisasi Hukum Acara Ekonomi Syariah (KHAES) | (17/3)
PENGUMUMAN : Pembaharuan Data SDM Berbahasa Asing | (17/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Workshop Bagi Hakim Pengadilan Agama | (14/3)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Orientasi Peningkatan Tenaga Teknis Pemberkasan Perkara Kasasi/PK di Bandar Lampung | (14/3)
SURAT EDARAN : Pemberitahuan (PENIPUAN) | (14/3)




Tambahkan ke Google Reader
Pojok Pak Dirjen: Yuk, Kita Dukung Hasil Lokakarya “Peningkatan Peran MSA & PTA”! (5/3) PDF Cetak E-mail
Senin, 05 Maret 2012 07:59

Pojok Pak Dirjen:

Yuk, Kita Dukung Hasil Lokakarya “Peningkatan Peran MSA & PTA”!

*

Saya menilai penyelenggaraan Lokakarya “Peningkatan Peran Mahkamah Syar’iyah Aceh & Pengadilan Tinggi Agama Sebagai Kawal Depan Mahkamah Agung RI”, yang diselenggarakan di Jakarta, 28-29 Februari lalu, sangat berhasil dan memuaskan.

Coba anda bayangkan, lokakarya itu  sangat murah, dihadiri oleh seluruh pimpinan MSA & PTA se Indonesia dan para hakim tinggi dari Jawa-Lampung, dan dapat merumuskan hasil yang sangat bermanfaat dalam rangka pembinaan dan pengawasan  MS & PA se Indonesia.

Ketua PTA Bengkulu Wildan Suyuthi (kiri) dan Hakim Tinggi PTA Jakarta M. Muzhaffar ketika menjadi narasumber dalam lokakarya Pemberdayaan Hakim Tinggi

Sangat murah, karena semua biaya transportasi dari tempat asal peserta ke Jakarta pergi-pulang ditanggung para peserta. Ketua MSA & PTA, juga semua Ketua Pengadilan Tingkat Banding lingkungan lainnya, diwajibkan oleh Pimpinan MA untuk menghadiri serangkaian kegiatan di MA, dalam rangka Laporan Tahunan MA dan Pelepasan Ketua MA, dengan biaya sendiri.

Sebagaimana tradisi yang selama ini  dilakukan, Badilag mengambil manfaat atas kehadiran pimpinan MSA & PTA ke Jakarta itu. Kali ini,  dengan mengadakan Lokakarya, pada malam hari.  Badilag hanya menanggung  akomodasi dan konsumsinya saja. Jadi, murah, kan?

Ada, atau  tidak ada lokakarya, para Ketua MSA & PTA se Indonesia itu tetap harus pergi ke Jakarta untuk menghadiri kegiatan-kegiatan di Mahkamah Agung di siang hari. Biayapun tetap harus keluar. Jadi, dengan adanya lokakarya ini,  manfaat kehadiran beliau-beliau ke Jakarta lebih besar lagi.

Kepuasan saya atas hasil lokakarya, juga karena para pembicara pada lokakarya ini adalah para hakim tinggi dan para pimpinan MSA & PTA itu sendiri. Bertindak sebagai pemakalah pertama adalah Pak Mardiana Muzhaffar, Hakim Tinggi PTA Jakarta, dan kedua adalah Pak Wildan Suyuthi, Ketua PTA Bengkulu.

Saya sendiri hanya bertindak sebagai pihak yang menjelaskan tentang latar belakang, maksud dan tujuan dari lokakarya ini. Sedangkan Pak Purwo, Direktur Tenaga Tehnis, bertindak sebagai moderator.

Tim perumuspun semuanya dari pihak PTA yang dipimpin oleh Pak Wildan. Anggotanya Pak Bahrusyam, WKPTA Makassar dan para hakim tinggi yang visioner.

**

Lokakarya ini menghasilkan rumusan luar biasa. Pertama,  semua peserta sepakat untuk bertekad melaksanakan hasil lokakarya ini seoptimal mungkin. Ini sangat penting, sebab kesepakatan untuk melaksanakan sesuatu adalah merupakan komitmen yang sangat berharga. Komitmen dari pimpinan, apabila dilaksanakan secara konsisten, akan membuahkan hasil yang sangat signifikan.

Kedua, lokakarya ini merumuskan pola peningkatan peran MSA & PTA se Indonesia sebagai kawal depan Mahkamah Agung.  Pola ini pada dasarnya adalah pola peningkatan pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh MSA & PTA terhadap MS & PA yang berada di wilayahnya masing-masing.

Pola ini jika difahami dan dilaksanakan secara konsisten, bersama-sama oleh para pimpinan, hakim tinggi, pejabat fungsional dan struktural serta oleh seluruh aparat MSA & PTA, akan menghasilkan peningkatan kualitas pelayanan secara signifikan yang diberikan oleh MS & PA terhadap para pencari keadilan dan masyarakat luas.

Beberapa point yang terdapat pada rumusan hasil lokakarya, yang juga dimuat pada www. badilag.net  ini, adalah sebagai berikut:

  1. Pembinaan dan pengawasan (binwas) terhadap MS & PA akan lebih banyak dilakukan oleh MSA & PTA masing-masing.  Pada dasarnya, Badilag dan Uldilag hanya akan melakukan binwas  terhadap MSA & PTA saja.
  2. Materi binwas terdiri dari masalah tehnis yudisial dan tehnis non yudisial.  Tehnis judisial antara lain tentang pemahaman dan penerapan hukum formil dan hukum materil, termasuk Pola Bindalminnya. Sedangkan tehnis non yudisial terdiri dari program-program Reformasi Birokrasi & Pembaruan Peradilan, seperti menejemen perkara, menejemen SDM, menejemen keuangan dan sarana prasarana, menejemen pengawasan dan pengaduan, pelayanan sidang keliling, prodeo dan posbakum, keterbukaan informasi, pelayanan meja informasi, pelayanan publik, pengembangan website, SIADPA, SIMPEG dan lain-lainnya.
  3. Di tingkat MSA & PTA, dibentuk suatu tim khusus binwas yang dikordinir oleh Wakil Ketua MSA & PTA dan melibatkan semua hakim tinggi. Pejabat selain hakim tinggi hanyalah duduk di tim asistensi dan administrasi.
  4. Istilah Hatiwasda dan Hatiwasbid  diganti dengan Hatibinwasda dan Hatibinwasbid. Hal ini dilakukan agar tidak ada kesan bahwa para hakim tinggi hanya melakukan pengawasan  saja, atau bahkan hanya mencari kesalahan saja.  Kini, aspek pembinaan lebih ditekankan dari pada aspek pengawasan, walaupun sebenarnya pengawasan itu sendiri merupakan bagian dari aspek pembinaan.
  5. Sebelum mengadakan binwas, para hakim tinggi terlebih dahulu melakukan pendalaman pemahaman dan penyamaan persepsi  atas materi binwas, dengan cara mengikuti diklat, orientasi, sosialisasi dan kegiatan sejenis lainnya, baik yang diselenggarakan oleh Mahkamah Agung (Badilag, Uldilag, Pusdiklat, BUA dllnya)  atau oleh MSA & PTA yang bersangkutan.
  6. Hakim tinggi diwajibkan untuk meningkatkan ketrampilan di bidang Teknologi Informasi secara sungguh-sungguh dan terprogram, melalui kursus atau diklat di tempat kerja (DDTK) dengan biaya MSA & PTA. Nara sumbernya, yang ahli di bidang  tertentu, dapat diambil dari MSA & PTA itu sendiri atau dari luar.
  7. Hakim tinggi harus diikut-sertakan dalam perumusan rencana kerja dan anggaran (RKAKL) dan dalam pengawasan pelaksanaan kegiatan dan penyerapan anggarannya.
  8. Binwas yang dilakukan terhadap MS & PA di wilayahnya dapat dilakukan dengan tatap muka, seperti mengundang  aparat MS & PA ke MSA & PTA,  dengan mendatangi MS & PA, atau dengan cara memanfaatkan Teknologi Informasi, seperti website, SIADPA, email, atau lainnya.
  9. Secara periodik, hasil binwas dari MSA & PTA dilaporkan kepada Ditjen Badilag untuk diketahui atau ditindak lanjuti. Di Ditjen Badilag, ada tim khusus yang melibatkan semua unit kerja eselon II, yang bertugas menerima, memonitor dan memenej upaya tindak lanjut.  Laporan hasil pengawasan wajib ditindak lanjuti sebagaimana mestinya.

10.  MSA & PTA wajib melakukan langkah-langkah kongkrit  untuk menempatkan para hakim tinggi sesuai dengan kedudukan dan tanggung jawabnya. Dengan ini diharapkan agar kewibawaan dan kehormatan

hakim tinggi  dapat terwujud sebagaimana mestinya.

11.  Hasil lokakarya harus segera dilaksanakan secara optimal dengan memanfaatkan dana, fasilitas serta SDM yang ada.  Tidak ada alasan hasil lokakarya ini tidak dilaksanakan karena anggaran dan fasilitas

belum tersedia.   Begitu hasil Lokakarya dipublis, MSA dan PTA segera mengadakan pembahasan pendalaman pemahaman terhadap hasil lokakarya tersebut.

12. Mengusulkan agar sistem rekrutmen hakim tinggi benar-benar didasarkan kepada kapabilitas  dan  integritas yang bersangkutan.

***

Saya yakin, jika hasil lokakarya ini dilaksanakan dengan ikhlas dan semangat, pembinaan dan pengawasan terhadap MS & PA se Indonesia akan jauh lebih baik dibandingkan  sebelumnya.

Demikian pula, kualitas dan kewibawaan hakim tinggipun,  sedikit demi sedikit, akan merayap naik. Kualitas hakim tinggi yang “mumpuni” ditambah integritas dan akhlaq yang tinggi akan dengan sendirinya mengatrol wibawa hakim tinggi dalam kehidupan sehari-hari di mata aparat pengadilan tinggi itu sendiri dan aparat pengadilan di bawahnya.  Perlakukan proporsional dari institusi serta seluruh aparat pengadilan  kepada hakim tinggi akan mempercepat pulihnya kewibawaan hakim tinggi. Kalau ini terjadi, maka keberhasilan binwas akan dengan cepat dapat terrealisasi.

Saya prihatin, kini banyak sekali suara-suara yang saya dengar langsung atau saya baca dari komentar-komentar di Badilag.net, yang merupakan kritikan pedas terhadap hakim tinggi.  Namun demikian, dalam keprihatinan itu terbetik pula rasa senang, karena komentar dan kritikan itu memperlihatkan perhatian yang besar dari seluruh warga peradilan agama.

Saya mohon kepada para hakim tinggi agar menyikapi kritikan-kritikan pedas ini secara positif, sebab dengan sikap dan respon yang positiflah, kita akan maju dan terhindar dari keterpurukan yang terus menerus.

Di antara kritikan itu juga ada yang dialamatkan kepada Badilag, Uldilag dan TPM Mahkamah Agung. Saya sendiri dan Bapak-bapak lainnya yang terlibat di MA, juga harus meresponnya dengan  positif, lapang dada dan langkah nyata.

Yuk, kita cermati satu persatu dari sebagian kritikan tersebut, seperti di bawah ini:

  1. Tidak semua hakim tinggi direkrut berdasarkan kapabilitas dan integritas.
  2. Tidak semua hakim tinggi mahir dalam hukum acara, hukum materi dan Pola Bindalmin.
  3. Sedikit  hakim tinggi yang mau dan mampu memanfaatkan komputer dan Teknologi Informasi.
  4. Sedikit hakim tinggi yang  menguasai administrasi umum (administrasi kepegawaian, keuangan dan sarana prasarana)  dan menejemen pengaduan/pengawasan.
  5. Banyak Ketua dan pejabat PA lainnya yang tidak respek terhadap hakim tinggi.
  6. Ada kesan, pengawasan yang dilakukan hakim tinggi hanya mencari kesalahan semata.
  7. Sangat sering, persepsi dari hakim tinggi terhadap objek binwas tidak sama. Hal ini menimbulkan kebingungan dari aparat MS dan PA.
  8. Hakim tinggi seringkali tidak diberdayakan atau difungsikan oleh pimpinan MSA dan PTA.
  9. Selama ini, tidak ada upaya pemberdayaan hakim tinggi.

10.  Selama ini, hakim tinggi tidak diperlakukan dan difasilitasi sesuai dengan kedudukan dan tanggung jawabnya.

****

Memang memprihatinkan. Lalu, siapa yang bersalah dan harus bertanggung jawab atas semua ini?  Di manakah letak kesalahan itu terjadi, di sistem rekrutmen, pembinaan atau monitoring? Mengapa ini terjadi?

Dengan jujur harus saya katakan, sayalah sebagai orang nomor satu di Badilag, yang bersalah dan bertanggung jawab atas semua ini.

Oleh karena itu, sebagai salah satu pimpinan satuan kerja di Mahkamah Agung, dengan kewenangan tertentu berkaitan dengan peradilan agama, -meski tidak semua permasalahan menyangkut peradilan agama, saya mempunyai kewenangan-, saya ingin mengajak kepada semua pihak  marilah kita bangkitkan kapabilitas dan peran hakim tinggi itu.

Peningkatan peran pengadilan tingkat banding akan nonsen, jika peran dan kapabilitas hakim tingginya tidak ditingkatkan.

Kini, kita telah mempunyai hasil lokakarya yang sangat bagus. Kita telah mempunyai komitmen kuat untuk melaksanakannya. Yuk, kita sama-sama laksanakan hasil lokakarya ini dengan sungguh-sunggiuh, konsisten dan improvisasi, sesuai dengan posisi, kewenangan dan kemampuan kita masing-masing.

Dengan komitmen yang kita punyai, sarana dan anggaran pembinaan yang kini relatif besar di daerah-daerah, saya yakin kita pasti bisa.  Dengan komitmen dan kesungguhan semua pihak, saya yakin, kapabilitas hakim tinggi dapat ditingkatkan secara signifikan. Dan, dengan kapabilitas dan integritas hakim tinggi yang tinggi, ditambah dengan perlakuan yang proporsional sesuai kedudukan dan tanggung jawab, saya yakin, wibawa hakim tinggi akan merambat naik sebagaimana kita harapkan.

Saya yakin pula, semua ini akan meningkatkan secara signifikan kualitas pelayanan di MS dan PA seluruh Indonesia.  Meski yakin, mengingat demikian banyaknya materi binwas yang harus dikuasai hakim tinggi, kita tetap harus sabar. Kita perlu waktu untuk itu.

Ada orang bilang, tidak apa-apa,  walaupun  “pelan tapi pasti”.  Sementara ada orang lainnya bilang, “ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus”.  Ayo, kita pilih yang mana? (WW).

TanggalViewsComments
Total3780285
Kam. 2410
Rab. 2330
Sel. 2250
Sab. 1980
Jum. 1850
Kam. 1760
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# maharnis pta jayapura 2012-03-05 08:44
saya sangat senang sekali dengan apa yang dihasilkan dalam lokakkarya yang dilaksanakan oleh badilag. yuk mari kita sikapi dalam bentuk implementasinya dilapangan terutama harus didahului oleh komitmen yang tinggi dari KPTA-KPTA nya agar apa yang telah di rumuskan dapat terlaksana. untuk itu saya sebagai Hakim tinggi memberikan apresiasi kepada pak Dijen yang sangat peduli dan memammfaatkan momen kehadiran KPTA_KPTA dijakarta dengan melaksanakan lokakarya dan telah menghasilkan 12 hasil rumusan.
Reply
 
 
# Apri 2012-03-15 15:21
ok
Reply
 
 
# arief 2012-03-05 08:55
saya senang sekali dengan apa yang di hasilkan dari hasil loka karya terutama dengan peran pengadilan tinggi agama sebagai kawal depan Mahkamah Agung akan tetapi kalau bisa PTA juga jangan terlalu memaksakan kewenangannya pak seperti memutasikan pegawai pta sudah tau seperti bidang IT, di instansi cuma satu satunya tetap aja ditarik ke pta dengan konsideran SK kelancaran kerja di pta memang lancar tapi di pa karena di tarik macet pak
Reply
 
 
# Umar, Yogya 2012-03-05 16:59
Kalau pegawai ybs memang mumpuni, kenapa tidak? Justru akan sangat baik jika pegawai yang berkualitas dan memiliki kemampuan lebih juga mendapatkan perhatian lebih. Hal ini akan mendorong pegawai lain untuk berlomba-lomba meningkatkan kompetensinya.
Reply
 
 
# Aminuddin. Msy-Lhoksukon 2012-03-05 09:11
Ada pepetah mengatakan "Sekeli merangkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui" dan Kata orang Medan "setapul dua Lacim" itulah yang telah di lakukan Badilang yang telah penyelenggaraan Lokakarya “Peningkatan Peran Mahkamah Syar’iyah Aceh & Pengadilan Tinggi Agama Sebagai Kawal Depan Mahkamah Agung RI”, yang diselenggarakan di Jakarta, 28-29 Februari lalu, Kami di daerah mendukung ajakan Pak Dirjrn untuk mendukung Hasil Lokakarya “Peningkatan Peran MSA & PTA”
Reply
 
 
# Paskinar Said PTA Jypr 2012-03-05 09:17
:lol: Kita salut dgn Pak Dirjen yang pintar mencuri kesempatan pada moment-moment penting MARI dengan hasil yang sangat memuaskan. Kalau diistilahkan "Sambil menyelam minum air" Menyelamnya dapat dan minum airnya dapat. Bahkan air yang diminum sangat bermamfaat yang dapat menyegarkan seluruh Peradidlan Agama.

Saya sangat puas dengan hasil lokakarya yang telah diselenggarakan oleh Badilag, setelah saya membaca 12 rumusan yang telah dihasilkan sebagaimana yang ditulis oleh Pak Dirjen. Yang pasti Hakim Tinggi akan lebih diberdayaakan lagi sehingga tercipta nantinya peradilan agama menjadi peradilan yang agung yang disegani dan dihormati oleh masyarakat.
Reply
 
 
# Munasib zainuri PTA Ptk 2012-03-05 09:19
betul sekali pak Dijend atas kritikan terhadap kondisi hakim tinggi yg ada sekarang ini yg perlu sekali ditingkatkan peran dan lebih memperdayakan nya ..tentunya dgn meningkatkan kwalitas sdm ,fasilitas dan finansialnya yang selama ini terabaikan dan terlupakan..
Reply
 
 
# itna- PA.Gng Sugih 2012-03-05 09:26
Semoga apa yang dihasilkan dalam lokakarya para Hakim tinggi tsb memberikan suatu pencerahan peningkatan kinerja bagi para Hakim tinggi juga semua jajaran pegawai PA/MS..serta pembinaan yg dilakukan nantinya akan menghasilkan kesuksesan disemua bidang...lebih cepat, baik n pasti....
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-03-05 09:38
Semoga para hakim tinggi yang menjadi pembina dan pengawas bisa melaksanakan tugas dengan maksimal sebagai kepanjangan tangan dari tingkat pusat. Semoga pula tidak jadikan Hakim Tinggi yang banyak menuntut fasilitas pada keterbatasan dan mau peduli pada tenaga staf dan struktural. Jadi bisa pembuktian dari sebagian keluhan teman-teman di daerah.
Reply
 
 
# Ayip-PA.Tasikmalaya 2012-03-05 09:44
Bisa diyakini, 12 rumusan yang dihasilkan dari lokakarya tersebut adalah temuan kongkrit dan akurat (valid) karena para pesertanya adalah para pemegang otoritas (sumber-primer)yang terkait langsung dengan masalah yang dihadapi, oleh karenanya yang terpenting adalah bagaimana melaksakan komitmen rumusan tersebut dalam tataran implementasi.
Semoga tercapai....
Reply
 
 
# Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH.*PA Bwi. 2012-03-05 09:59
Turut berbahagia, tinggal mengutus beliau-beliau itu ke daerah-daerah dengan catatan sampaikan apa adanya untuk kebaikan daerah yang dikunjungi...
Reply
 
 
# Abdul Malik PA. Soe 2012-03-05 10:04
Semoga 12 poin kesepakatan tersebut dapat segera terealisasi dan merambah ke MS/PA agar terjadi keseragaman dalam persepsi dan bertindak.
Reply
 
 
# M.Iqbal PTA Lampung 2012-03-05 10:25
Kita sangat optimis dg Pemberdayaan Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti Tingkat banding akan menambah kualitas Pengawasan dan Pembinaan, pada Pengadilan Tingkat pertama semakin baik.
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-03-05 10:27
Rumusan Ideal "TWENTY RESULT OF THE WORKSHOP", jika implementasinya kongkrit insya allah tujuan tercapai. pesan terkahir pak Dirjen Ikan sepat ikan gabus saya tambah ikan lele (lebih cepat lebih bagus jangan bertele-tele). sukses.
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-03-05 10:39
apa yang dibutirkan hasil lokakarya tersebut sebanyak 12 item, baik secara pelan atau cepat dapat terealisasi dengan baik, kemudian pemakain istilah setuju aja, yang penting polanya pembinaan dalam rangka memperbaiki yang kurang baik atau yang keliru menjadi benar...bukan mencari kesalahan semata tanpa ada solusi yang tepat. amn
Reply
 
 
# Redaktur Badilag.net 2012-03-05 10:46
Para pembaca Yth, supaya tidak menjadi salah paham, menurut Pak Dirjen, rumusan lokakarya tidak hanya berupa 12 poin saja.

Yang disebutkan Pak Dirjen itu hanya sebagian di antara hasil rumusan lokakarya. Rumusan selengkapnya dapat diunduh dan dibaca di badilag.net siang ini.

Terima kasih.
Reply
 
 
# Tahrir-PA.Kebumen 2012-03-05 10:50
Mudah2an dengan rumusan hasil Lokakarya tersebut, betul2 mempunyai dampak yang signifikan dalam rangka peningkatan kinerja kita. Dan yang paling penting adalah aplikasinya bukan hanya terhenti dalam hasil rumusan yang bagus kalau saya Pak Dirjen milih yang "IKAN SEPAT IKAN GABUS", Lebih Cepat Lebih Bagus.
Reply
 
 
# Diah PTA Sby 2012-03-05 10:50
Pemberdayaan hakim tinggi memang sudah sepantasnya digalakkan, mengingat jabatan dan kedudukannya, namun kembali pada individu masing-masing hakim tinggi apakah layak menerimanya, tentunya harus diiringi dengan peningkatan kualitas dan profesionalitas. Semoga segera terlaksana demi berjalannya roda organisasi secara seimbang dan bermartabat.
Reply
 
 
# Abdurrahman Alwi PA. Sengeti 2012-03-05 11:10
Kami menyambut baik Program Pemberdayaan Hakim Tinggi dan hasil lokakarya yang telah disepakati tersebut. Pengawasan dan Pembinaan yang terprogram dengan baik adalah salah satu kunci keberhasilan manajemen peradilan. Let's Do It....
Reply
 
 
# Asni Falah PTA BDL 2012-03-05 11:10
Alhamdulillah, pengayaan hasil lokakarya yang dimuat pak Dirjen di PTA Bandarlampung sedang disosialisasikan dengan Hakim Tinggi dan Panitera Pengganti Tinggi. Insya Allah sebagai modal dasar dalam program pengawasan dan pembinaan pada pertengahan Maret 2012 ke daerah-daerah. Tetapi kita tidak menganggap pak Dirjen orang yang paling bertanggung jawab terhadap program ketidak berdayaan Hakim Tinggi. Karena hal ini sebuah sistem, meski di akhir jabatan beliau, program ini tetap berjalan. Soal waktu memang kita lebih senang ikan sepat ikan gabus, makin cepat makin bagus.
Reply
 
 
# Idia PA Jambi 2012-03-05 11:34
Dapat dipastikan "no one disagree" dengan 12 rumusan hasil lokakarya tersebut di atas. Menurut saya "IKAN SEPAT IKAN GABUS DAN IKAN CUCUT, LEBIH CEPAT LEBIH BAGUS DAN LANJUUUUT.......!!!
Reply
 
 
# rohimah pagrt 2012-03-05 11:34
Kita sambut dan kita tunggu pr hakim tinggi sebagai pembina dan pengawas daerah sehingga membawa peradilan agama kedepan lebih baik lagi.
Reply
 
 
# MAME SADAFAL-PA Sidoarjo 2012-03-05 11:36
Kita memberikan apresiasi yang tinggi semoga ide dan tekad pak Dirjen dan semangat para pimpinan PTA/MSY sebagai kawal depan MA dalam membina dan membimbing serta mengawasi pengadilan yang berada dalam wilayahnya dapat berjalan lancar sebagaimana ide dasar pertemuan peningkatan peran PTA/MSY dalam merumuskan pola pembinaan dan pengawasan yang ideal di masa mendatang sehingga rumusan hasil lokakarya tersebut segera terwujud, dan kami ditingkat pertama siap dibina, dibimbing dan diarahkan serta diawasi oleh para HT.
Reply
 
 
# Djabir Sasole PA Ternate 2012-03-05 11:45
Inisiatif untuk selalu mempertemukan Hakim Tinggi/Ketua PTA dalam lokakarya seperti ini sangat panting. Selain silaturrahim, menyatukan persepsi dalam berbagai masalah, juga untuk mengefaluasi dan membahas perkembangan permasalahan di setiap daerah. Dengan demikian Hatibinwasda yang turun melakukan pengasawan dan pembinaan tidak berbeda antara satu dengan yang lain dalam satu masalah. Bravo pak Dirjen..
Reply
 
 
# Azwar, KPA Sengeti 2012-03-05 12:20
Semoga rumusan hasil lokarya bisa diterapkan dengan maksimal sehingga PTA/MS bisa benar2 menjadi kawal depan Mahkamah Agung RI.
Reply
 
 
# Asti PTA Jakarta 2012-03-05 13:06
Transfer ilmu dan transfer akhlak sangat dinantikan dari HT, kami generasi penerus kalian, jadi tetap semangat ya.... ;-) http://www.badilag.net/components/com_jcomments/images/smiles/wink.gif
Reply
 
 
# sahbudin kesi pa.soe 2012-03-05 13:16
saya sangat senang dengan hasil lokakarya yang telah dihasilkan oleh para peserta tersebut dan saya sangat kagum dengan Bapak Dirjen Badilag atas respon beliau terhadap kinerja hakim tingkat banding melalui komentar di badilag. net. semua itu kami lakukan hanya semata-mata demi kejayaan peradilan agama dan demi harkat dan martabat para hakim tinggi kita yang mulia. semoga perubahan nomenklatur tersebut membuat pembinaan di MS/PA semakin bersahabat demi kemajuan kita bersama. amin....
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-03-05 13:59
Idealnya kita sepakat memilih LEBIH CEPAT LEBIH BAGUS, tapi praktenya sulit, karena memulainya saja baru sekarang, sementara obyek pembinaan (yudisial dan non yudisial) cukup kompleks. Tapi dengan semangat yang tinggi, niat yang tulus dan kerja keras serta doa, insya Allah harapan tersebut akan tercapai.
Reply
 
 
# Idia PA Jambi 2012-03-05 14:19
Saya sependapat dengan komentar2 kawan2, terutama komentar Ibu Idia dari PA Jambi di atas. Namun supaya kita tidak menjadi salah paham, hasilnya bukan 12 point itu saja, itu hanya sebagian. Demikian penjelasan dari redaktur Badilag.net. Untuk jelasnya kita dipersilakan mengunduh dan membaca rumusan selengkapnya di badilag.net. Tks.
Reply
 
 
# Halim M - PA Masohi 2012-03-05 14:20
Semoga rumusan hasil lokarya bisa diterapkan dengan maksimal sehingga di lingkungan Peradilan Agama bisa benar2 menjadi kawal depan Mahkamah Agung RI.
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid pa bkl 2012-03-05 14:33
Sungguh sanagt baik sekali hasil lokakarya yang positif itu, mari kita sama sama dukung porgram lokakarya itu semoga lebih baik lagi pembinaan di MS/Pa buat masa mendatang.
Reply
 
 
# syekh Sanusi PA-Jakbar 2012-03-05 15:18
Alhmdulillah kita hrs bersyukur kpd Allah Swt,bhw hasil loka karya para Hakim Tinggi
sgt memuaskan.Maka Kehilapan yg telah lalu biarlah berlalu tanpa hrs saling menyalah
kan di antara kita, yg jls ada hikmahnya.
kita berharap ke 12 rumusan itu bisa di laksanakan dgn baik, smg para hakim tinggi sbg kawal dpn MA ke dpn lebh di berdayakan,
dihargai/dihromati dan dipasilitasi sesuai dgn kedudukannya. Amin.....
Reply
 
 
# subhan PA Kuningan 2012-03-05 15:38
dengan peran seperti rumusan lokakarya tersebut akan memberdayakan hakim-hakim tinggi. bagus, bagus,baguuuus
Reply
 
 
# Ridhuan Santoso MSy.Aceh 2012-03-05 16:02
Dengan adanya hasil rumusan dari Lokakarya tersebu dapat dijadikan acuan dalam melaksanakan Pembinaan dan Pengawasan didaerah, adanya persepsi yang sama dalam melaksanakan pengawasan dan pembinaan,Kita tidak boleh terlambat dalam memperoleh informasi. kita sambut motto pak Dirjen tersebut.
Reply
 
 
# Rio PA Sengeti 2012-03-05 16:11
Semoga dengan keberadaan PTA / MSA sebagai kawal depan MA-RI, dapat memaksimalkan pembinaan dan pengawasan di daerah.
Reply
 
 
# Lisdar PA.Muara Bulian 2012-03-05 16:45
Hatibinwasda yang sejatinya dapat menjadi ujung tombak pembinaan dan pengawasan dalam menindak lanjuti 12 rumusan yg dihasilkan dari loka karya dimaksud benar-benar berfungsi maksimal.
Reply
 
 
# untung wijaya, pati. 2012-03-05 18:05
harapan saya, para hakim tinggi dalam melaksanakan binwas berpegang teguh pada sabda Rasulullah, "tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah", sebagaimana sering dipraktekkan Pak Dirjen setiapkali Turba
Reply
 
 
# h.masruri, plk 2012-03-05 20:22
Saya salut atas optimistis Bapak Dirjen dg Pemberdayaan Hakim Tinggi yang akan mampu menambah kualitas dan kemampuan atas pembinaan dan Pengawasan, saya kira sekarang ini terletak pada komitmen Bapak Bapak peserta lokakarya tersebut karena yang punya kendali adalah Bapak Bapak tersebut, ya semoga saja akan menguatkan dan mengokohkan komitmen tersebut untuk penguatan pada Pengadilan Tingkat pertama menjadi semakin baik.amin.
Reply
 
 
# M. Djulizar Bdlg 2012-03-05 23:09
semoga lokakarya ini dilaksanakan menjadikan pembinaan dan pengawasan terhadap Mahkamah Syar'iyah dan Peradilan Agama seluruh Indonesia lebih baik. Pak dirjen IS THE BEST
Reply
 
 
# Drs. H. Zein Ahsan MH 2012-03-06 06:26
Semoga kedepan semua hakim tinggi juga berkomitmen untuk memberdayakan dirinya sendiri dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam segala aspek tehnis yidisial dan tehnis non yudisial. Dengan demikan marwah dan wibawanya akan meningkat dengan sendirinya. Smg Allah merestui segala upaya kita. Amiin Ya Allah Ya Rabbal'alamiin.
Reply
 
 
# muzhaffar 2012-03-06 11:06
setuju pak Zein, yu kita sama-sama !
Reply
 
 
# Abdullah-Merauke 2012-03-06 06:44
Kalau Badilag dan Mahkamah Agung Konsisten Menjadikan MSA&PTA sebagai kawal depan maka dalam menempatkan pejabat atau mutasi harus mempertimbangkan usulan MSA&PTA karena MSA&PTA lah yang lebih tahu situasi dan kondisi dari wilayah hukum masing-masing krn jk kurang tepat menempatkan pejabat akan berimbas pada kinerja pejabat lain, karyawan/i yg ada di lingkungannya
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-03-06 06:57
Dengan pemberdayaan Hakim Tinggi dan merealisasikan hasil lokakarya, inyaAllah hakim Tinggi akan menemukan jati dirinya, kharismatik, berwibawa dan menjadi suri tauladan para aparat peradilan di bawahnya
Reply
 
 
# M.Tobri-PA-Kuningan 2012-03-06 07:02
alhamdulilah akhirnya selesai juga lokakaryanya, dan menghasilkan rumusan-rumusan yang bagus, insya allah akan disambut poitif oleh semua warga Peradilan. semoga dengan hasil rumusan ini, Bapak Hakim Tinggi merasa bangga bisa menjadi hakim tinggi, dan dipundak Hakim Tinggi banyak kewajiban yang harus dilaksanakan salah satu diantaranya membina PA. mudah-mudahan pelaksanaannya lancar sesuai dengan harapan kita semua.
tentunya dukungan dari semua pihak yang ada di PTA itu sendiri, menentukan juga hasil lokakarya ini bisa diberdayakan. kita tunggu realisasinya.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA Painan 2012-03-06 07:30
Kita piih “ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus” saja Pak Dirjen. Semoga RBPP MA.RI segera terwujud. Amin !
Reply
 
 
# khamimudin-PA Jember 2012-03-06 07:36
Buktikan bhw pr hakim tinggi mmpu berbuat yg terbaik sekalipun perkara sdkit (overload)Hkm tinggi. Smg dg rumusan hsl lokarya trsbt hkm tinggi makin diberdayakan. Amin
Reply
 
 
# basirun PA. PAniai 2012-03-06 07:36
menuju kebaikan
Reply
 
 
# PTA Semarang 2012-03-06 08:05
Rumusan hasil lokakarya sangat bagus, ada bbrp poin yg memang sangat vital utk kemajuan peran dan aparat MSA dan PTA.. Semoga hasil lokakarya tsb dpt segera di tindaklanjuti dan terealisasi
Reply
 
 
# s.yanto.tn.-PTA.Kendari 2012-03-06 08:46
Alhamdulillah sdh bisa terbaca oleh semua pihak rumusan hasil lokakarya yg luar biasa padatnya, namun juga terbaca rangkuman yg disaring oleh Bp.Dirjen dr sejumlah komentar dan kritikan dr segenap para komentator dan pembaca dan itulah kenyataan yg ada. Oleh karena itu unt mensinkronkan antara rumusan hsl lokakarya dan komentar serta kritikan yg ada mk yg mendesak unt dilaksanakan adalah pendalaman materi, pendidikan, pelatihan dll. bg HATI sebelum melaksnkn pembinaan & pengawasan di daerah. Namun unt kt maklumi jg para HATI itu tingkat kwalitas sdm-nya berbeda-beda dan kondisinya sudah tua-tua sehingga daya serapnya jg lambat bahkan kadang blank, jd walau melalui proses pendalama, pendidikan, pelatihan dll hasilnyapun kdg juga tidak semudah membalik kedua telapak tangan. Kalau kata p. Dirjen mana yg dipilih? Unt pendalaman, pendidikan, pelatihan diadakan lebih cepat lebih bagus, namun keberhasilan secara optimal tentunya tetap harus slow but sure (lambat tapi meyakinkan) mengingat kondi si sdm-nya. Semoga sukses dan berhasil dg baik serta berdampak positip pada semua pihak. Amin.
Reply
 
 
# Achmad Edy Rawidy 2012-03-06 09:25
Selamat untuk BADILAG,MSA, dan PTA, yg tlh mampu merumuskan langkah2 pengawasan dan pembinaan , sejatinya seorang HT adalah contoh tauladan bg pejabat dan sel kary di tingkat PA oleh karenanya wajar bl di pilih berdasarakan kapabilitas keilmuannya serta memiliki integritas moral yg bagus.
Reply
 
 
# Rusliansyah - Nunukan 2012-03-06 09:41
Dengan jumlah yang melebihi kapasitas satu PTA, maka pemberdayaan hakim tinggi sekarang ini adalah suatu keniscayaan, agar binwas ke bawah dapat lebih berhasil guna. Namun, sebelumnya, samakan dulu persepsi agar di bawah tidak kebingungan. Semoga hasil Lokakarya "Peningkatan Peran MSA/PTA" ini dapat membawa perubahan besar bagi warga Peradilan Agama khusunya, dan Mahkamah Agung R.I. umumnya. Amin!!!!!!
Reply
 
 
# daswir tanjung pta bdg 2012-03-06 10:19
PTA dan MSY sebagai kawal depan MA dan hasil lokakarya dalam meningkatan perannya patut kita dukung terutama para pimpinan PTA, hal ini harus diimplentasikan dalam program kerja yang tergambar dalam DIPA,penyusunan RAKKL th 2013,Hakim Tinggi harus dilibatkan. semakin cepat semakin baik, kalau tidak ssekarang kapan lagi,dan HT wajib siap, siapa yang tidak siap tinggalkan saja.-
Reply
 
 
# Joni Jidan - PA Gunung Sugihh 2012-03-06 10:26
Sungguh sangat baik hasil lokakarya yang dilakukan bersama Pak Dirjen kami di Pengadian Agama menunggu realisasinya, yang dilakukan oleh Hakim Para Hakim Tinggi.
Reply
 
 
# Sisvayetti@yahoo.co.id 2012-03-06 10:31
Trimakasih kepada bpk2/ibu2 peserta lokakarya dn team perumus hasil lokakarya yang isinya sangat bagus sekali , memang itulah yang kami harapkan dan kami tunggu untuk pelaksanaan tugas binwas ke PA2, hasil lokakarya tsb sangat perlu disosialisasikan secara jelas dan rinci kpd para Hakim Tinggi , tapi yang penting adalah komitmen para pimpinan PTA bagaimana memberdayakan Hakim Tinggi secara maksimal ,termasuk melibatkan merencanakan program kerja dan RKAKL .
Reply
 
 
# Marwoto PA Kalianda 2012-03-06 10:50
Idialisme yg bapak2 miliki kami acung dua jempol tangan kanan dan kiri dan kami akan ikuti, semoga rumusan yang begitu nindah segera terimplementasi dalam kehidupan kita sehari-hari sebagai aparat peradilan, dan suri tauladan dari bapak2 semoga menjadi inspirasi bagi kami. Selamat dan semoga Sukses selalu amin.
Reply
 
 
# M.Ghofar Rasmin- PA.SGU 2012-03-06 11:21
Dengan melebihi jumlah kapasitas HATI dengan perkara yang ditangani, maka pemberdayaan HATI adalah suatu keniscayaan. Karenanya PTA dan HATInya dituntut meningkatkan profesionalisme dan integritas yang tinggi agar ketika binwas ke PA-PA dapat memberikan pencerahan dan teladan yang agung demi terwujudnya peradilan yang agung.Amin...
Reply
 
 
# abdul Paniai 2012-03-06 13:31
Seluruh PA yang ada di daerah sangat membutuhkan rumusan tersebut demi pencapaian harapan..
Reply
 
 
# Agus 2012-03-06 15:36
KRITIKannya banyak yang betul
Reply
 
 
# Rijal Mahdi Pariaman 2012-03-06 16:17
Luar biasa memang usaha Pak Dirjen dengan Badilagnya bersama seluruh Yml KPTA yang tewrlibat dalam acara Lokakrya yang telah berhasil merumuskan hal-hal yang bernas dalam rangka memberdayakan peran Pengadilan Tingkat Banding sebagai kawal depan Mahkamah Agung RI, kami satker tentu merasa senang dan tinggal menunggu inplementasinya lagi.
Reply
 
 
# Tmr Gitu Looh 2012-03-06 22:50
Ikan sepat ikan gabus...dong...tapi jangan dijadikan wadah experimen.....uji coba dilapang harus tetap dilaksanakan berkaitan binwas....mengingat multi wilayah hukum disetap daerah berbeda walaupun tela satu atap...jangan lupa pengaruh hukum adat masih sangat ketal....Dimana kadang kala setiap kebijakan dasar secara faktor internal didalam kebijakan pemberlakuannya tidak dapat berbuat banyak terhadap kebijakan pemberlakuan secara faktoe external.....akibatnya kebijakan dasar hanya berlaku diatas kertas saja..... :zzz
Reply
 
 
# MUZANI. PA JAMBI 2012-03-07 09:02
Benar2 luar biasa usaha tulus ikhlas pak Dirjen semoganya diimplementasi dengan tulus ikhlas pula di PTA sebagai kawal depan. amiin.
Reply
 
 
# al-ikhlas pta bandar lampung 2012-03-07 09:10
alhamdulillah kita telah punya program yang cukup bagus untuk pembinaan dan pengawasan di PA dan PTA dengan lebih memberdayakan hakim tinggi, semoga saja segalanya dapat berjalan dengan baik dan lancar, hanya sekedar mengingatkan semua kita, saya kira patut juga memperhatikan pepatah "al-haqq bila nidzam yaghlibuhul bathil binnidzam", kepada hakim tinggi saya sampaikan selamat, tapi jangan sampai senjata makan tuan.
Reply
 
 
# Achmad Cholil 2012-03-07 09:24
"Saya mohon kepada para hakim tinggi agar menyikapi kritikan-kritikan pedas ini secara positif, sebab dengan sikap dan respon yang positiflah, kita akan maju dan terhindar dari keterpurukan yang terus menerus."

"Dengan jujur harus saya katakan, sayalah sebagai orang nomor satu di Badilag, yang bersalah dan bertanggung jawab atas semua ini."

Oleh karena itu, sebagai salah satu pimpinan satuan kerja di Mahkamah Agung, dengan kewenangan tertentu berkaitan dengan peradilan agama, saya ingin mengajak kepada semua pihak marilah kita bangkitkan kapabilitas dan peran hakim tinggi itu."

Super Pak Dirjen. Yakin bisa pak. bravo peradilan agama.

Peningkatan peran pengadilan tingkat banding akan nonsen, jika peran dan kapabilitas hakim tingginya tidak ditingkatkan.
Reply
 
 
# PTA Semarang 2012-03-07 09:38
Marilah kita dukung dengan sepenuh hati dan rasa ikhlas rumusan dari hasil loka karya 12 poin yang telah disampaikan Pak Dirjen, sehingga dengan kebersamaan dan kekompakan dari seluruh unsur pimpinan, semua Hakim Tinggi, Kepaniteraan, Kesekretariatan, Tenaga Fungsional dan semua Karyawan, maka usaha untuk mewujudkan peningkatan peran Pengadilan Tingkat Banding sebagai kawal depan Mahkamah Agung dapat segera terwujud.
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-03-07 10:40
Dengan niat yang ikhlas dikawal dengan doa kami menunggu bimbingan YM Hakim Tinggi, semoga image "ngga ada wibawa dimata staf PTA" secepatnya bisa tereliminasi (Mobil dan rumah dinas ada), kalau boleh setiap Hakim Tinggi memiliki staf. Wah pasti mantap.....
Reply
 
 
# Drs. Cece Rukmana Ibr, SH. WK.PA. Tigaraksa 2012-03-07 13:08
Sangat mendukung Hasil Loka Karya tentang peran Pemberdayaan Hakim tingga, mudah-mudahan akan memberikan maanfaat dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat Pencari kEADILAN
Reply
 
 
# S.Romlah H PTA BDL 2012-03-07 16:10
Alhamdulillah setelah ada Lokakarya Peningkatan Peran HATI sbg Kawal Depan MA, semoga ke depan Ha Ti semakin mantap melaksanakan pembinaan dan pengawasan secara terarah ke wilayah PTA masing2 guna tercapainya peradilan yg agung
Reply
 
 
# DH PTA Banten 2012-03-07 16:15
rumusan-rumusan yang telah ditetapkan dan akan menjadi komitmen bersama kiranya semakin menggugah keinginan dan motivasi dari Bapak/Ibu Hati untuk berlomba, menjadikan daerah binaan dan pengawasannya menjadi 'sesuatu' yang memang diharapkan kita semua. P Dirjen begitu bersemangat memompa para hakim tinggi agar lebih memberdayakan diri, memberikan aura positif bagi kejayaan peradilan agama di masa yang akan datang, dan itu tak kan berarti apa-apa tanpa respon yang positif dan juga semangat. Ayo Bapak/Ibu Hakim Tinggi, kita pasti bisa.
Reply
 
 
# YAKIN KARIM BENGKULU 2012-03-07 16:18
Semangat yang berintegritas sangat perlu, tidak perlu diragukan lagi bagi kita, tapiiii, pak ! singkronisasi kebijakan bidang materril/keuangan di tk penentu perlu juga, khususnya menyangkut peningkatan mutu HATI secara menyeluruh di teknis yudisial dan non yudisial
Reply
 
 
# Rusliansyah - Nunukan 2012-03-07 16:50
Maaf, saya memberi komentar di luar konteks tulisan ini. Dengan keluarnya SK Dirjen Badilag No. 0149/DjA/HK.00/SK/II/2012, tgl.29 Februari 2012, maka ada kepastian ttg.kode perkara pada satu pengadilan, termasuk 16 PA baru. Hanya sayangnya, menurut saya, kode PA yang ada ini tidak sesuai dengan EYD, dalam hal penggunaan tanda titik (.). Misalya PA Nunukan berkode (PA.Nnk), dengan tanda titik (.) di belakang tulisan PA. Seharusnya (PA Nnk.), tanpa tanda titik (.) di belakang tulisan PA, tapi tanda titik itu di belakang singkatan Nnk. Menurut EYD, penggunaan tanda titik (.) itu di belakang singkatan yang merupakan gabungan huruf, jadi bukan (Nnk), tapi (Nnk.) (Lih.EYD Bab II, Huruf H Angka 1 (c1). Sedangkan Pengadilan Agama disingkat PA, tanpa tanda (.), karena PA itu singkatan yang sudah umum, seperti halnya SD, PT, MA, DPR (Lih.Bab II Huruf H, ttg. singkatan nama lembaga atau badan/organisasi). Atau, kalau pun mau diberi titik, maka harus ditulis (P.A.) karena masing2 adalah singkatan (Lih.Bab III Huruf A bagian terakhir). Bagaimana pakar bahasa? Maaf, semoga saya salah.
Reply
 
 
# Muhdi Kholil Kangean 2012-03-07 16:58
SAATNYA PROFESIONALITAS APARAT PERADILAN AGAMA DI INDONESIA KITA MULAI, DIAWALI DARI PARA PEMIMPIN, PEMBINA, PENGAWAS DAN APARATUR PELAKSANANYA, DARI HAKIM TINGGI HINGGA HAKIM TINGKAT PERTAMANYA, JIKA HAL INI TELAH MENJADI KOMITMEN DAN IKRAR KITA BERSAMA, SUBHANAALLOH ! INSYA ALLOH AKAN DAHSYAT HASILNYA BISMILLAHIRAHMANIRRAHIIM KITA BISA. SEMOGA .AMIN
Reply
 
 
# Subai, SH. PA Tsm. 2012-03-07 19:24
Menelaah komentar saudara Rusliansyah saya "setuju" seperti halnya penamaan PA biasanya di jawa barat sesuai dengan nama tempat dimana PA itu berada. seperti PA bekasi itu pasti di kota bekasi dan yang kab. bekasi kerena adanya d Cikarang maka PA Cikarang. PA Cirebon Kota Cirebon, kab. Cirebon ibu kotanya Sumber maka PA Sumber dan seterusnya..namun untuk PA Tasikmalaya berbeda..harusnya PA Tasikmalaya (Kota Tasikmalaya) kodenya PA Tsm. untuk PA Kab. Tasikmalaya kerena berada d ibukota Kab. yaitu Singaparna bagusnya PA Spn. mungkin demikian terimakasih...
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-03-07 20:52
Muda-mudahan hasil rumusan tersebut bisa memberi nilai plus untuk hakim tinggi, sehingga dalam pelaksanaannya bisa terarah, terencan dan terkoordinir dengan baik, sehingga tujuan yang hendak dicapai tergambar,yang akhirnya bisa membawa perubahan bagi lingkungan PA. Amiin kita dukung Pa !, cuma itu kode perkara, rasanya keliru, coba kita baca lagi bahasa Indonesianya.
Reply
 
 
# Dimyati-PA Ciamis 2012-03-07 21:38
Selamat dan sukses kepada seluruh jajaran MSA & PTA serta para Hakim Tinggi yang telah dibekali dengan berbagai pengetahuan dan Teknologi informasi, semoga kegiatan semacam ini bisa diselenggarakan di tingkat pertama, Kami para Hakim di daerah juga sangat ingin menambah pengetahuan, terutama yang berhubungan dengan kinerja dan ITE, wassalam
Reply
 
 
# ijonk ps,PTA jmb 2012-03-08 12:36
maju trs peradilan agama............
Reply
 
 
# #ijonk ps,PTA jmb 2012-03-08 12:37
maju trs peradilan Agama.......... ;-)
Reply
 
 
# chazim m Surakarta 2012-03-08 13:07
sangat positif lokakaryanya, semoga lebih positif actionnya...
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-03-08 13:39
Optimalisasi pemberdayaan hakim tinggi tidak terlepas dari rekruitmen SDM. Pola rekruitmen pimpinan/hakim tinggi sekarang cenderung berdasarkan senioritas, padahal semua orang tahu bahwa senioritas tidak menentukan capabelitas. Olehnya,ke depan, upaya tersebut tanpa ditopang dengan rekruitmen SDM pimpinan/hakim tinggi yang capabeln kecil harapan bisa dirasakan hasilnya.

Pimpinan yang capabel,jika tidak ditopang dengan SDM karyawan yang bagus, maka kinerjanya tidak optimal. Begitu pula SDM karyawan yang baik, tapi tidak ditopang dengan manajemen/pimpinan yang capabel, maka hasilnya juga tidak optimasl.

Menggerakkan orang yang sulit/tidak bisa bergerak sama dengan pemaksaan. Tetapi menggerakkan orang yang memang punya potensi untuk bergerak, maka jalannya pasti lancaaaaar. Semoga!
Reply
 
 
# eReSWe BeDeeL 2012-03-08 14:53
Kita sambut gagasan Pak Dirjen tersebut untuk dapat direalisasikan dalam pemberdayaan Hakim Tinggi sehingga mapan dalam melaksanakan tugasnya. Yang nantinya tidak ada lagi istilah PENGANGGURAN INTELEKTUAL.
Reply
 
 
# yayuk afiyanah-PA Sengeti 2012-03-09 10:41
Semoga hasil rumusan lokakarya tersebut dapat segera ditindaklanjuti dengan baik.Profesionalitas dan intelektualitas sangat diharapkan demi terwujudnya cita-cita peradilan yang agung dan mandiri.Terima Kasih.......
Reply
 
 
# Mangudin PA Krui 2012-03-09 15:30
Upaya peningkatan peran Pengadilan Tingkat Banding sbg kawal depan MA suatu keniscayaan untuk mempercepat RB di lingkungan MA dan Peradilan yg ada dibawahnya.
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-03-12 15:19
Jika Hakim Tinggi tidak menguasai hukum formil dan materil itu sangat miris, namun jika yang tidak dikuasai hanya sebatas IT masih dimaklumi.,, :D
Reply
 
 
# Mamat S wkpa pandeglang 2012-03-21 11:20
Pak Dirjen memang pandai dalam memanfaatkan waktu. Kita tunggu hasil rumusan lokakarya para beliau itu, untuk dijadikan bahan acuan dalam melangkah dan melaksanakan hukum materil dan formil di PA, agar sesuai dan selaras dengan yang kita cita-citakan bersama, sebagai aparat peradilan.
Reply
 
 
# m. ridwan pta banten 2012-03-27 11:39
dalam pembinaan dan pengawasan hendaknya oleh badilag/dirjen para hakim tinggi pada waktu ada bintek bindalmin di perkenalkan juga masalah sistem apalikasi keuangan sesuai ketentuan menteri keuangan ri...
Reply
 
 
# nia depok 2012-05-23 14:09
asyik banyak yang komen,.. berarti banyak pula yang dukung, banyak pula yang action,..sukses selalu buat ba
pak ibu HT di seluruh Indonesia...
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 1165 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS