Pojok Pak Dirjen
“Masya Allah… Makanya, Tolong Buka Badilag.net!”
*
Suatu hari, pagi-pagi sekitar pukul 7.30, ketika saya masuk kantor, di ruang tunggu sudah ada seorang pimpinan pengadilan daerah yang sudah sangat saya kenal, didampingi seorang hakim seniornya. Setelah saya senyum, salam dan sapa sebagaimana mestinya, kedua tamu itu saya persilahkan masuk ke ruang kerja saya.
Kemudian kami ngobrol, mulai dengan pertanyaan-pertanyaan standar. Apa kabar, bagaimana keluarga, kapan datang, pakai pesawat pukul berapa dan sejenisnya. Lalu, saya tanya tentang bagaimana perkembangan pengadilan yang dipimpinnya, apa ada permasalahan dan sebagainya. Semuanya dijawab dengan lancar-lancar saja, tidak ada masalah.

Saya tidak berani mengemukakan pertanyaan “ada maksud apa datang pagi-pagi ke Badilag?”, sebab saya merasa kurang etis. Masa, baru saja beliau-beliau datang dari jauh, lalu sudah saya tanya maksud kedatangannya, rasanya kurang sopan.
Saya ingin menjadi pribumi yang baik. Makanya, sebelum beliau mengemukakan maksudnya, saya tidak bertanya maksud kedatangannya. Walaupun obrolan itu tidak mengalir, tersendat-sendat, saya tetap tidak bertanya apa maksud kedatangannya. Sengaja, tempo ngobrol saya perlambat, untuk memberi kesempatan kepada sang tamu mengemukakan maksudnya itu. Namun, sang tamupun tidak juga menyampaikannya.
Setelah sekitar setengah jam kami ngobrol dan sang tamu tidak saja mengemukakan maksud kedatangannya, akhirnya sayapun bertanya. “Barangkali ada yang ingin Bapak sampaikan kepada saya. Silakan,” kata saya.
Sang tamu malah menjawab, “Lha, saya justru menunggu dari Bapak. Kan Bapak kemarin memanggil saya melalui tilpon untuk datang pagi ini. Kata Bapak mau membahas masalah mutasi”. Begitu kira-kira. Saya kaget sekali mendengar jawaban sang tamu ini.
Sejenak saya berfikir, lalu saya katakan, “Bapak mesti kena tipu orang iseng. Saya kemarin tidak pernah menilpon dan memanggil Bapak menemui saya."
Masya Allah. Kasihan sekali saya melihat sikap sang tamu dengan pendampingnya setelah saya jelaskan itu. Beliau kecewa dan nampak malu juga. Apalagi setelah saya jelaskan, “Bapak sih nggak buka Badilag.net. Baru saja, 2 hari lalu diberitakan di Front Page Badilag.net, lengkap dengan gambar karikaturnya tentang maraknya penipuan melalui tilpon, yang menjual nama pejabat-pejabat di Badilag dan Mahkamah Agung."
Tadinya saya tidak sampai hati memberi tahu berita di Badilag.net tentang penipuan, kepada sang tamu, sebab mesti akan sangat memukulnya. Tapi, biar saja, “biar jadi pelajaran bagi beliau dan aparat peradilan agama, terutama para pimpinannya, untuk selalu membuka Badilag.net tiap hari”, kata saya dalam hati.
Tampaknya, sang tamu ini dikerjain orang, diminta datang menghadap saya. Saya yakin, tertipunya sang tamu ini tidak menimbulkan keuntungan material bagi sang penipu. Sang penipu tidak mendapatkan apa-apa, kecuali kepuasan telah dapat memperdaya sang tamu. Sang tamu telah rugi uang, waktu, tenaga dan moril, karena malu telah kena tipu.
**
Itulah salah satu contoh nyata, ruginya tidak membuka Badilag.net. Agak mendingan, kerugian dalam kasus di atas adalah kerugian yang “hanya” diderita oleh yang bersangkutan. Yang lebih tragis lagi, dengan tidak membaca informasi dari Badilag.net, banyak kerugian institusi dengan program-programnya yang tidak jalan atau lambat berjalan.
Kita sudah menghabiskan banyak anggaran, fikiran, tenaga dan waktu untuk membangun situs Badilag.net. Situs ini sudah relatif bagus dan sangat memadai. Tapi, jika situs kita ini tidak diketahui dan dibuka oleh aparat PA/PTA, terutama para pimpinannya, maka pelaksanaan program atau kebijakan yang selalu dimuat pada Badilag.net ini menjadi lambat jalannya, bahkan menjadi sia-sia. Sayang sekali.
Masih ada pimpinan yang tidak tahu program-program dan kebijakan Badilag secara detail. Lalu, bagaimana dapat melaksanakan program atau kebijakan itu, jika tidak pernah membaca informasi atau edaran dari Badilag.net. Padahal, sarana dan tenaga yang kita punyai cukup memadai. Banyak contoh kasus tentang ini yang saya alami.
Seringkali, kalau saya melakukan kunjungan ke PA-PA ditanya banyak hal yang sebenarnya sudah sangat jelas ada di Badilag.net, bahkan berkali-kali diberitakan.
Di antara pertanyaan itu, misalnya, “Pak, di PA kami sudah seminggu SIADPA tidak jalan, padahal itu sangat diperlukan. Petugas kami belum mampu memperbaikinya, bagaimana ya Pak?”. Pertanyaan ini kan menunjukkan bahwa di PA itu tidak pernah ada yang baca berita tentang Laboratorium SIADPA, Lasykar SIADPA atau Pojok Dirjen tentang “Mereka Bekerja 25 Jam Sehari”, atau “Laboratorium SIADPA, Satu-satunya di Dunia”. Sayang kan, gara-gara itu, sudah seminggu SIADPAnya tidak jalan.
Contoh lain, dalam suatu kunjungan ke sebuah PA, ada yang melapor, “Kami ada anggaran renovasi bangunan, cukup besar. Kami telah mengajukan usulan gambarnya ke BUA dan disetujui. Alhamdulillah, kini tinggal pelaksanaannya”. Setelah saya lihat gambarnya, tidak cocok dengan sistem tata ruang “one stop service” yang kita kembangkan. Padahal, anggaran cukup dan tanah masih sangat luas. Begitu saya tanya pimpinan dan aparatnya tentang berita peresmian PA Tasikmalaya dan PA Sumber, atau Pojok Dirjen yang menjelaskan “Tata Ruang Pengadilan dan Filosofisnya”, Mereka bengong, tidak ada yang tahu. Masya Allah, bagaimana ini.
Contoh lain, sering kita chek proses perjalanan perkara tertentu di PA tertentu melalui websitenya, seperti yang pernah ditanyakan oleh Pak Atja Sandjaja, Tuada Perdata, dalam forum lokakarya di Jakarta beberapa waktu lalu, saya lihat masih banyak yang datanya tidak update, padahal sistemnya sudah ada dan bagus.
Demikian pula, program “go green” infoperkara.badilag.net dan program “penghijauan” sistem “SMS Gateway” untuk laporan sidang keiiling, prodeo dan posbakum, setelah saya lihat dengan Tim Badilag di Laboratorium SIADPA, masih banyak yang merah. Artinya laporan-laporan itu tidak atau masih belum dilakukan.
Banyak lagi, berita dan edaran yang sering kita publish di Badilag.net masih belum ditindak lanjuti oleh semua satker dari lingkungan peradilan agama. Setelah dichek, mereka belum mengetahuinya.
***
Oleh karena itu, dengan tidak bosan-bosan saya mengajak, yok kita manfaatkan Badilag.net, dan juga mahkamahagung.go.id, sebagai media informasi dan komunikasi di antara kita, untuk kepentingan pelaksanaan tugas dan pelayanan publik.
Saya sering kali minta, agar di tiap pengadilan agama, kalau perlu, ditunjuk petugas khusus yang selalu membuka situs Badilag.net dan mahkamahagung.go.id, agar tidak ada satupun informasi atau kebijakan yang lolos dari perhatian para pimpinan. Lalu, petugas khusus ini wajib melaporkan informasi dan kebijakan itu kepada pimpinan. Selanjutnya disebarkan kepada seluruh aparat.
Saya senang, kini Badilag.net semakin banyak diminati. Setiap menu, termasuk berita dan pojok dirjen, semakin banyak pengunjung dan komentarnya. Saya mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih. Namun yang saya harapkan, bukan hanya itu saja. Setelah membaca berita, edaran, pengumuman, pojok atau menu lainnya, para pimpinan dan aparat peradilan agama lalu dapat melakukan penguatan tekad dan tindak lanjutnya secara kongkrit.
Substansi dari berita, pojok dan menu-menu lainnya itu tidak keluar dari penguatan komitmen dan program pelayanan publik secara umum. Termasuk di dalamnya, kegiatan-kegiatan transparansi penanganan perkara, penataan administrasi perkara dan administrasi umum, pelayanan meja informasi, peningkatan kualitas SDM, peran PTA/MSA, akses terhadap keadilan, pengembangan teknologi informasi dan sebagainya.
Badilag.net juga dapat memperkuat soliditas dan menyatukan persepsi kita. Pesan-pesan yang ada pada situs ini bukan saja top-down, tapi juga bottom up. Kita dapat melihat betapa banyaknya komentar, artikel, tulisan Suara Pembaca atau berita-berita dari daerah, yang juga banyak berisi pesan-pesan yang disampaikan dari daerah.
Ini menunjukkan bahwa Badilag.net adalah media komunikasi kita bersama: dari kita, oleh kita dan untuk kepentingan pelayanan terhadap masyarakat kita. Mudah-mudahan, ini semua menjadi amal ibadah kita. Amin.
Makanya, sangat disayangkan jika masih ada aparat peradilan agama, apalagi para pimpinan, hakim dan pejabatnya yang masih tidak peduli terhadap eksistensi dan isi dari Badilag.net. Wallohu ‘alam. (WW).
Catatan: Kepada Sang Tamu dan pendampingnya yang saya ceriterakan di Pojok ini, saya mohon maaf. Tidak ada maksud saya untuk mempermalukan Bapak-Bapak. Insya Alloh, identitas Bapak-Bapak tidak menyebar ke mana-mana. Semua orang mesti mempunyai kekurangan, kekhilapan bahkan kesalahan. Mudah-mudahan kejadian itu ada hikmahnya bagi Bapak-Bapak, saya dan juga seluruh warga peradilan agama, terutama setelah saya ceriterakan di Pojok ini. Terima kasih. | Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 28718 | 206 | | Kam. 23 | 1 | 0 | | Rab. 22 | 6 | 0 | | Sel. 21 | 7 | 0 | | Sen. 20 | 6 | 0 | | Ming. 19 | 15 | 0 | | Sab. 18 | 8 | 0 |
|
Comments
bagi saya Badilag-Net adalah satu lahan subur yang ditanam Pak Wahyu and Gank untuk setiap muslim bebas memenuhi haknya. saya sangat berharap, kejadian yang merugikan di atas tidak akan terulang lagi. bagi siapapun. yuk Iqra! iqra! iqra!
Menu sarapan pagi dan Sarapan petang.
Semoga seluruh warga Badilag menjadikan badilag.net ini sebagai "MAKANAN HARIAN" YANG BERGIZI, VARIATIF, KOMINIKATIF DAN SOLUTIF. AMIN !!!!!!!
Teruskan INJEKTORNYA PAK DIRJEN.
Terima kasih atas nasehat Bijak Bapak.
karena dengan adanya badilag.net kita mampu berbagi informasi penting terkait pengadilan agama khususnya, dan juga memperkuat soliditas serta menyatukan ide-ide atau gagasan, persepsi dalam rangka perkembangan dan kemajuan bagi Pengadilan Agama di masa yang akan datang. sehingga image negatif dari sebahagian masyarakat pencari keadilan terhadap pelayanan di Pengadilan Agama selama ini secara bertahap semakin berubah yang pada akhirnya menjadi positif alias pelayanan prima.
awal bulan april ini, saya juga mendapat telpon dari seseorang yg mengaku Slamet dari Badilag melalui telpon kantor, dlm hati dan pikiran saya sudah berkata "pasti ini sang penipu" sbb saya sudah membaca pengumuman di Badilag dan cerita temen2 di Forum Pembaca Badilag, sehingga ketika ybs meminta saya untuk menelpon Pak Dir Purwosusilo, saya hanya minta nomor HP-nya dan mencatat namanya, kemudian teman saya melaporkan hal ini melalui salah seorang pegawai di Badilag, jadi saya tak menggubris permintaannya,
a.Perubahan sikap (attitude change)
Dalam berbagai situasi badilag telah berusaha mempengaruhi sikap warga PA dan berusaha agar warga PA bersikap positif sesuai keinginan bersama.
b.Perubahan pendapat (opinion change)
Kemampuan warga PA memahami pesan secara cermat sebagaimana dimaksudkan oleh komunikator/Badilag.
c.Perubahan perilaku (behavior change)
Komunikasi yang dibangun oleh Badilag bertujuan untuk mengubah perilaku maupun tindakan warga PA.
d.Perubahan sosial (social change)
Membangun dan memelihara ikatan hubungan dengan orang lain sehingga menjadi hubungan yang makin baik.
Berangkat dari sebuah kisah yang sederhana, tapi melahirkan pesan yang sa gat banyak untuk diunduh dalam pelaksanaa tugas, terutama hal-hal yang terkini di lingkungan Badilag sindiri. Berawal dari kisah tersebut, paling tidak menjadi inspirator dan mengingatkan kita betapa pentingnya seorang pimpinan peduli dengan Teknologi Informasi saat kini.
Membuka website badilag adalah sebagai menu setiap pagi, tidak lengkap rasanya pekerjaan untuk hari itu tanpa membuka website badilag. Terima kasih Pak Dirjen atas nasehat bapak yang sangat bernas dan cemerlang dengan sentuhan yang luar biasa. Insya Allah akan memacu kami untuk lebih peduli lagi dengan IT, terutama membuka website badilag, apalagi website kita sendiri.
sbg contoh, misalnya ttg mutasi tadi, berita/info badilag, bhw tahun ini, ada 4 tahap mutasi, dan akan dimutasikan 2200 pejabat kepaniteraan/hakim, akhirnya karena info ini tdk terealisasi, telah byk disalahgunakan oleh oknum, dan telah byk memakan korban...;
contoh lain, info ttg sistem mutasi, tdk lagi menggunakan sistem "obat nyamuk", namun nyatanya muncul berita di web badilag, bahwa "Badilag telah punya Kasubdit yang baru"?????
demikian fakta ini, kami harus sampaikan, sbg upaya "check and balance" dalam peningkatan manajemen peradilan agama ke depan, dan tidak ada maksud untuk mendiskreditkan pimpinan kami di Badilag...wassalam.
Oleh karena itu berhati-hatilah terhadap modus penipuan dengan mengatasnamakan pejabat MA dan BADILAG.
Mudah-mudahan ke depan semua kita cerdas menyikapi keganjilan birokrasi
Saya adalah staf tidak memiliki jabatan dan mohon maaf kepada Bapak, kenapa perlu saya tanyakan ini, berapa lama proses mutasi alih tugas mengikuti suami ? Soalnya berkas saya dari akhir januari sampai 23 April belum jelas ada dimana. Saya menunggu kira-kira sk saya turunnya kapan ? Apakah harus dibawa tangan biar cepat atau kilat ? Terima kasih Pak Dirjen Yang Terhormat.
1. Jangan mau ditipu dan tertipu tentang masalah mutasi atau promosi yang mengatasnamakan Pejabat di Badilag, baik melalui telpon maupun SMS;
2. Harus rajin membuka web badilag net, karena di situ banyak informasi yang sangat menguntungkan serta up to date;
3. Sering mengikuti perkembangan informasi;
1. Untuk kasus penipuan: Semoga kita terhindar dari hal-hal yang demikian, dan tidak ada hal-hal yang demikian dalam pengembangan SDM.
2. Banyak apologia tidak membuka web badilag, dari agak gaptek, malas, cuek bebek, etc. Serta many reasons tuk membuka web badilag, for example: responship, rasa ingin tahu, no late information, etc.
1. Jgn percaya kalo ada yg menjanjikan mutasi Via Telepon;
2. Jgn percaya kalo ada yang mengaku diperintahkan oleh pak dirjend dalam hal mutasi;
3. Jgn sampai tidak buka Badilag.net karena disini tempat sumber informasi;
4. Jgn diangkat pimpinan yang tidak mengikuti perkembangan;
5. Jgn-Jgn sebentar lagi akan ada TPM...wassalam....
(lebih dan kurang mohon maaf)
insya allah yang terbaik didapatkan..
alangkah baiknya di telusuri penipu itu..
Syukron wal'afwu minnaa.
Semua itu terjadi karena Bapak jarang buka Komputer bahkan alergi membuka Komputer. Semoga ajakan ini menambah semangat dan Bapak nanti bisa membuka Webside badilag.net sendiri Amiin. Hati-hati dengan iming-iming yang lebih baik tapi tidak jelas.cek dulu kebenarannya.
bagi kawan-kawan yang lain, namun demikian saya jadi cemburu jangan-jangan yang usil itu adalah warga peradilan agama juga.
Wassalam.
Alhamdulillah bagi kami Badilag.net adalah merupakan sarapan pagi yg memberi asupan gizi yg lengkap bagi kami warga PA, syukron Badilag.net atas segala suguhannya kepada kami
Penipu gak ingat Allah saat Telp Kring
Kring yg inget cuman TPM ya mdh-mdh an
jadi pelajaran emas buat kite-kite semua
1.Selektif dalam menerima informasi
2.Punya kemauan kuat menggunakan media informasi yang berkembang hari ini
Mudah-mudahan tidak ada lagi yang tertipu sesudah ini, dan tidak ada lagi yang tidak mampu membuka dan membaca badilag.net dan situs-situs bermanfaat lainnya.
berarti anda telah banyak ketinggalan Informasi, sempatkan diri untuk buka Badilag Net walau hanya 20 menit, walau hanya lihat judulnya, walau hanya membaca saja, tidak comment tidak apa2, suksess terus Badilag Net
"Sarapan Pagi Kaum Badilag"
menunya :
1. buka web MA,
2. buka web Badilag
3. buka web PTA masing2
jadinya kejadian seperti ini akan sangat jarang terjadi kedepannya
"Saya mengharapkan seluruh aparat dan warga peradilan agama untuk berani melakukan kontrol dan kritik, walaupun kepada pimpinan, termasuk pimpinan Badilag. Kritik dan kontrol yang fokus dan detil sangatlah diperlukan. Saya dan kawan-kawan di Badilag sudah bertekad untuk memperhatikan kritik dan melakukan perbaikan, jika ditujukan kepada Badilag sendiri. Namun jika kritik dan pengaduan itu ditujukan kepada Badilag mengenai suatu pimpinan PA/MS atau PTA/MSA, kami juga akan menindak lanjutinya secara arif. Percayalah, saya dan kawan-kawan di Badilag tidak akan membiarkan hal yang negatif itu berjalan terus."
TAPI kmarin kawan2 disebuah pengadilan agama di jawa tengah cerita kpd sy, katanya gara-gara mngkritik atasannya ttg pngelolaan uang kantor yg tdk adil dn dimonopoli ketuanya sj, mereka malah dimutasi ke pengadilan lain.
disini sy mau klarifikasi kejelasan duduk masalahnya. krn sy tidak tahu kontak pak dirjen dan tidak punya akses, shg cukup disini sy sampaikan.
nyata dlm hal mutasi, namun yg pasti kita hrs melek informasi terutama melalui badilag.net bravo badilag ats inovasinya.......
Jujur Pak, saya sangat suka berlama-lama baca di website badilag.net, cuman kendalanya, mata ini agak cepat kecapean, mungkin pengaruh radiasi ya?. Ada teman baru kasih tau kalau ada kacamata anti radiasi, saya baru mau coba pesan, mudah-mudahan bisa membantu.
Saya termasuk yg sgt sering menerima telpn yg mengaku perintah dari Pejabat Tinggi MA dan juga Dirjen Badilag tdk tnggung tanggung menyebut nama asisten Waka MA Bid.Non Yudisial, karena saya kenal org dimaksud sy katakan kl saya adalah keluarga istrinya dan sdg di Jakarta, langsung mati telpn sy hubungi lg sdh off total
Pernah seblumnya sy nekad menelpon ke rmh pak Wahyu yg angkat Ibuk, sy crtkan hal serupa, anehnya pelaku nekad mngirimkan Fax NTU dr PTA dmn sy bertuga sbg hakim di wil PTA tsb. dr sinilah sy berpikir adakah oknum yg melibatkan diri dlm sindikat ini dari intern kita di MA at Dirjen sendiri? krn sy tdk prnh tau sm sekali ada ntu saya dkk, nash dgn fax oknum tsb sy jadi tau kenyataannya memang beberapa org yg trmsk dlm ntu tsb mutasi mskipun tdk sama persis dgn ntu yg difaxkan ke kami dgn iming iming MINTA UANG JUTAAN, Saya kebetulan tdk masuk mutasi saat itu saya dan teman lain tdk terpedaya dgn rayuan tsb. hanya heran "kecil kemungkinan org luar bs tau semua dgn skaligus kirim fax ya?" Kita HT HT mksh wsslm
Dizaman sekarang apa susahnya Tlp atau SMS PAK DIRJEN untuk menanyakan bener tidaknya berita tsb sebelum berangkat, atau jangan2 No. HP. PAK DIRJEN kagak punya..?(kalau di SMS Beliau pasti membalasnya ( pengalaman pribadi saya, padahal hanya Panmud apalagi yang tertipu ini Pimpinan & Hakim Senior.Kalau mau disebut sebuah pengalaman ok, tapi sangat, sangat dan sangat MEMALUKAN, ya..apa hendak dikata Pimpinan & Hakim Senior JUGA MANUSIA, yang jelas Si Penipu ini adalah turunan Al Walid Bin Uqbah Bin Abi Muith yang diabadikan pada surat dan ayat tsb diatas.Akhirnya dengan kejadian ini sesibuk apapun pekerjaan sempatkan diri 5-10 mnt untuk membuka BADILAG.