Badilag pun Membuat Galeri

Ruang tunggu yang akan berubah fungsi menjadi Galeri 130 Tahun Peradilan Agama
Jakarta | badilag.net (31/7)
Menjelang peringatan 130 tahun peradilan agama digelar, ide-ide masih terus bermunculan. Selain seminar, peluncuran buku dan pemberian penghargaan bertema “religious court reform awards”, Ditjen Badilag pun akan membuat Galeri perjalanan sejarah peradilan agama.
Galeri yang bernama “Galeri 130 Tahun Peradilan Agama” berisi benda-benda produk sejarah peradilan agama yang berasal dari Ditjen Badilag maupun lingkungan badan peradilan agama se-Indonesia baik berupa foto, teks, tampilan grafis dan benda-benda bernilai sejarah lainnya.
Untuk foto, disamping foto Ketua MA RI sejak satu atap, pengunjung juga dapat melihat foto tokoh-tokoh peradilan agama baik yang masih aktif maupun yang pernah menjabat.
Disana ada foto para Wakil Ketua Mahkamah Agung RI, Tuada Uldilag, Hakim Agung Agama, Sekretaris MA, Dirjen Badilag, Ketua Mahkamah Islam Tinggi (MIT) Solo, mantan Kepala Biro, Kepala Jawatan dan Direktur Peradilan Agama. Ada pula foto Direktur, Panitera Muda Agama, pegawai dan pejabat Eselon II Ditjen Badilag, serta foto-foto kegiatan lainnya.
Dipajang pula informasi buku yang diterbitkan dalam rangka 130 tahun, tampilan badilag.net dalam 3 bahasa, peraturan perundang-undangan yang mengatur peradilan agama, kitab rujukan Peradilan Agama, register dan buku-buku administrasi (perkara), putusan-putusan lama Peradilan Agama dan buku serta alat-alat Hisab Rukyat.
Pernak-pernik “jadul” pengadilan agama, pengunjung dapat melihatnya pula disitu. Seperti jubah hakim, jas panitera, palu hakim dan lain-lain. Juga maket gedung peradilan agama prototype baru, pamflet, plakat-plakat dan prasasti.
Dirjen Badilag, Wahyu Widiana mengungkapkan bahwa ide pembuatan galeri hanya untuk penataan dokumen, disamping sebagai media sosialisasi dan informasi. Galeri akan menjadi miniatur yang benar-benar menyuguhkan informasi lengkap tentang peradilan agama.
“Saat ini kita sudah mendokumentasikan dokumen-dokumen tersebut, dan itu ingin ditampilkan melalui galeri ini” katanya saat pertemuan dengan tim designer galeri, Selasa (31/8).
Galeri, menurutnya hanya memanfaatkan ruangan dan fasilitas lainnya yang ada dengan sentuhan-sentuhan artistik.
Posisi
Siapapun yang pernah berkunjung ke kantor Badilag pasti sudah tahu. Jika ingin menemui Dirjen, tamu akan dipersilahkan menunggu di ruang tunggu dengan fasilitas tempat duduk, koran, foto-foto dan sebuah LCD TV.
Di ruang tunggu Dirjen Badilag yang 112.5 m2 itu, yang akan disulap menjadi tempatnya “Galeri 130 Tahun Peradilan Agama” dengan konsep standing ocation. Sementara, ruang tamu akan menempati Ruang Rapat Dirjen.
Jadi, bagi siapapun yang berkunjung ke Ditjen Badilag setelah peresmian tanggal 17 September 2012 akan disuguhkan dengan pemandangan yang berbeda. (h2)
| Tanggal | Views | Comments |
|---|
| Total | 7524 | 37 | | Kam. 20 | 8 | 0 | | Rab. 19 | 23 | 0 | | Sel. 18 | 29 | 0 | | Sen. 17 | 27 | 0 | | Ming. 16 | 21 | 0 | | Sab. 15 | 18 | 0 |
|
Comments
Galeri semacam ini alangkah indahnya juga di gelar di arena peringatan 130 tahun Pengadilan Agama di Ancol, malah saya usul bukan hanya badilag yang punya galeri seperti ini tapi ada juga beberapa PTA membuka stand yang sama dengan disediakan panggung hiburan organ tunggal dan kafe mini. suasana seperti ini menambah semarak kebersamaan dari kita untuk kita. Semoga sukse.
Semoga kita yang dibawah segera TERGERAK pula untuk membuat galeri seperti Badilag MARI.
Syukron wal'afwu
Syukron wal'afwu min Singaraja Bali