Senin, 21 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Hakim PA Angkatan IV | (21/5)
BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Ke Kantor Naik Kereta Api dan Ojek | (24/10) PDF Cetak E-mail
Oleh endah purnamasarii   
Senin, 24 Oktober 2011 22:27

 

Ke Kantor Naik Kereta Api dan Ojek

 

Ketika Badilag masih berkantor di Pegangsaan Barat, Menteng, jika sopir saya berhalangan masuk kantor, saya seringkali ke kantor naik Kereta Api (KA) dan Ojek speda motor. Demikian pula pulangnya.  Sedangkan setelah pindah kantor ke gedung baru di Jalan Ahmad Yani beberapa bulan ini, saya belum pernah lagi naik KA dan ojek, soalnya sopir saya belum pernah absen masuk kantor.

Biasanya, kalau sopir setia saya, H.Dadang Syarif, biasa dipanggil Cile, berhalangan masuk kantor, saya tidak nyopir sendiri atau memanggil sopir kantor lainnya yang rumahnya sangat jauh dari rumah saya. Saya biasanya naik KA.

Dari rumah, saya menuju Stasion Sudimara, diantar anak saya menggunakan mobil atau sepeda motor, sekitar 10 menit. Kalau anak saya tidak ada, saya naik Ojek. Dari Sudimara ke Manggarai lewat Tanah Abang menggunakan KA, antara 30 sampai 40 menit. Sedangkan dari Manggarai ke kantor, saya menggunakan lagi Ojek sekitar 5 menit.

Saya menikmati naik KA dan Ojek itu, sebab banyak keuntungan yang saya peroleh jika dibandingkan dengan naik Bis atau Taksi. Pertama, dengan naik KA dan Ojek, waktu yang diperlukan sangat singkat. Kurang dari 1 jam sudah sampai kantor. Sementara kalau pakai Bis atau Taksi bisa 2 sampai 2 ½ jam.  Alasan hemat waktu itulah alasan yang paling pokok mengapa saya memilih naik KA dan Ojek.

Kedua, keamanan dan kenyamanan naik KA relatif lebih baik dibandingkan dengan naik Bis, apalagi dibandingkan dengan nyopir sendiri.  Naik Bis, pasti berdesak-desakan, kurang aman dan sama sekali tidak nyaman, sehingga kalau dipaksakanpun, pastilah merusak muru’ah, “masa seorang Dirjen naik Bis berdesak-desakan”.  Nyopir sendiri?  Minta ampun. Bagi yang tidak biasa, nyopir 2 atau 2 ½ jam dalam suasana macet dan semrautnya kendaraan terutama para pengendara motor yang saling salip, akan membuat pikiran stress. Tapi kalau naik KA Eksekutif, bisa duduk, tidak berdesakan, berAC sejuk dan perjalanan cepat karena selama perjalanan ke Tanah Abang hanya berhenti satu kali di Stasion Palmerah. Semua ini membuat fikiran tenang.

Alasan lainnya, untuk variasi, tidak monoton naik mobil dinas terus. Dengan naik KA, anda bisa melihat kehidupan yang macam-macam, baik di dalam KA itu sendiri, di stasion  atau di sepanjang perjalanan.

Di kiri-kanan jalan KA sejak Kebayoran Baru, Tanah Abang sampai Manggarai penuh dengan kehidupan masyarakat kota yang kurang beruntung dari segi ekonomis. Perkampungan sangat padat, dengan rumah-rumah sangat memprihatinkan, bahkan kehidupan yang sangat menyentuh hati, nampak jelas dari KA yang saya tumpangi. Semua ini menjadikan kita lebih bersyukur dan lebih berbagi. Mestinya.

Jadi, saya betul-betul menikmati perjalanan ke  kantor dengan menggunakan KA dan Ojek, yang jauh berlawanan jika saya menyopir sendiri. Bahkan saya telah menjadikan naik KA dan Ojek sebagai suatu kebiasaan, jika  Cile, sopir saya,  berhalangan masuk kantor.

***

Tapi, nampaknya kebiasaan yang saya nikmati itu banyak orang yang menganggap aneh, mempertanyakannya bahkan melarangnya. Melihat komentar-komentar seperti itu, sayapun khawatir apa yang saya lakukan merusak muru’ah kantor. Saya tanya beberapa kawan dekat di kantor. Mereka pada umumnya menganggap tidak apa-apa. Hanya ada yang menyarankan agar dari Stasion Manggarai ke kantor jangan menggunakan Ojek karena mereka merasa tidak enak dengan para tamu. Saran itu saya ikuti, untuk menghormat pemberi saran. Akhirnya saya menggunakan taksi, walau harus lebih lama sedikit dibandingkan naik Ojek.

Fitri, karyawati Badilag, ceritera kepada saya bahwa dia menceriterakan kepada kakaknya tentang kebiasaan saya naik KA kalau ke kantor. Sang kakak menceriterakannya lagi kepada kawan—kawan sekantornya.  Orang-orang kantor itu semula tidak percaya. “Masa ada Dirjen ke kantor naik KA?”, kata Fitri menirukan kawan-kawan sekantor kakaknya.  Namun, katanya,  setelah diyakinkan, merekapun mempercayainya. Saya tidak tahu apa komentar mereka setelah yakin ada seorang Dirjen naik KA ke kantornya.

Komentar kawan-kawan dari Badan Pengawas Mahkamah Agung lain lagi. Suatu ketika, ada tim dari Bawas yang akan mengaudit Badilag. Dalam ngobrol-ngobrol dengan staf Sekretariat ketika mereka datang pertama kali ke Badilag, mungkin ada yang memberitahu mereka bahwa saya sering naik KA ke kantor.

Dalam kesempatan tim Bawas ini melapor kepada saya bahwa mereka akan mengaudit Badilag, mereka sempat mempertanyakan kebiasaan saya itu. “Saya dengar, kalau ke kantor Pak Dirjen sering naik kereta api. Apa iya Pak?”, tanya salah seorang dari mereka kepada saya. Lalu saya iyakan. “Memang kenapa?’, tanya saya datar. “Sebaiknya Pak Dirjen tidak menggunakan Kereta Api. Kurang sesuai dengan kedudukan Bapak”, jawabnya lagi. “Lha, wong saya menyenanginya. Kereta itu berAC, tidak berdesakan, saya duduk dan hanya sekitar 40 menit di jalannya. Padahal kalau pakai mobil sendiri, macet, membuat stress dan lama. Bisa sampai 2 ½ jam”, kata saya meyakinkan mereka. “Maksud saya, khawatir keamanan Bapak kalau naik KA”, katanya lagi. Saya jawab, insya Allah aman. Siapa sih masyarakat umum yang kenal saya. Saya kan bukan orang terkenal. Kalaupun kenal, insya Allah mereka baik-baik. Saya tidak takut atau malu jumpa orang yang kenal ketika saya di KA atau sedang naik Ojek

Mengapa saya naik KA dan ojek, alasan saya sederhana dan pragmatis, karena aman, nyaman dan jauh lebih cepat sampai ke kantor dibandingkan dengan nyopir sendiri, pakai Bis atau Taksi.

Kebiasaan pragmatis dan efisien sangat didambakan di dunia modern. Saya seringkali melihat atau mendengar kebiasaan-kebiasaan pejabat, guru besar atau para eksekutif di negara maju yang biasa menggunakan alat transportasi massal, asalkan aman dan nyaman. Merekapun biasa melakukan sendiri pekerjaan yang dianggap akan lebih efisien dan efektif jika dilakukan orang lain, yang mungkin dilihat dari kacamata kita, kurang pantas mereka lakukan.

Saya tidak melihat bahwa apa yang saya lakukan dapat merusak citra saya sebagai Dirjen atau mengurangi wibawa institusi tempat saya bekerja. Yang saya lakukan betul-betul karena kepraktisan dan efisiensi. Saya tidak mengerti kalau apa yang saya lakukan itu masih merupakan hal yang aneh bahkan menimbulkan pertanyaan orang.  Sayapun tidak tahu, apakah kita masih berjiwa feodal, mengkultuskan pangkat, jabatan dan kekayaan, atau saya sendiri yang tidak tahu etika, melakukan hal-hal yang tidak semestinya dilakukan. Kata Ebit G. Ade, mari kita bertanya pada rumput yang bergoyang. (WW).

 

TanggalViewsComments
Total2608113
Sen. 2140
Sab. 1920
Jum. 1810
Kam. 1760
Rab. 1630
Sel. 1550
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Firman Wahyudi 2011-10-24 23:17
Wah, terkesan sekali dengan performa pak dirjen yg selalu mengutamakan faktor efesiensi dan kepraktisan, seandainya semua pejabat di negeri ini memiliki sikap dan komitmen sperti pak dirjen, saya yakin negeri ini akan menuai keberkahan...!!! Salam.
Reply
 
 
# Salut pak Dirjen 2011-10-24 23:23
Bangga punya pejabat seperti bapak dirjen, penuh kharismatik dengan kesederhanaan, berwibawa dalam kesahajaan,jujur dan cerdas. Salut Pak Dirjen. Pada saat sekarang ini kita lebih perlu keteladanan, bukan hanya ucapan dan teori semata. Sekali lagi "salut" pak. Uray Gapima Aprianto, M.H. (Hakim PA Sanggau)
Reply
 
 
# HR manshuralkaff 2011-10-24 23:43
Saya yakin kalau itu kebiasaan Pak Wahyu asli dan tidak dibuat buat. Bahwa kalau ada komentar miring , itu biasa. Saya ingat almarhum pak DR Tolhah Mansyur SH pernah mensitir sebuah syair Arab, yg terjemahnya kira2 begini. Walau perbuatanmu telah selurus anak panah, orang tetap akan berkata : Itu masih belum lurus.Mudah mudahan bisa menjadi cermin kita semua
Reply
 
 
# M. Fadhly Ase 2011-10-24 23:48
Mungkin dengan alasan yang sama,Menteri Transportasi Singapura,Lui Tuck Yew,juga menggunakan transportasi umum di negara yang pertumbuhan ekonominya tercepat di dunia tersebut....
Reply
 
 
# umi, kalsel 2011-10-25 00:02
Hebat dan Bangga.
Semoga dapat dijadikan suri tauladan bagi pembaca artikel ini.
Pangkat dan jabatan bukanlah penentu derajat seseorang, kualitas imanlah yang membedakan derajat qt di mata Allah SWT.
Suskes sll buat pak dirjen, kami kan sll mendukung karya terbaik pak dirjen mewujudkan peradilan yang berkualitas
Reply
 
 
# rahman 2011-10-25 00:04
Kalau emang lebih efisien dan efektif kenapa tidak,hanya dia saja yang bisa melakukan itu, masalah citra hanya kau yang berpendapat begitu ... yang penting aman, nyaman dan enjoy tentunya,malah sampai duluaan dari pada kau.
Reply
 
 
# mbu wgp 2011-10-25 00:06
apakah muru'ah terletak pada alat yang dinaiki ? kesederhanaan ... itulah yang patut diacungi jempol, jarang2 pejabat yang berani demikian. saluuut
Reply
 
 
# dodi sijunjung 2011-10-25 00:17
apa yang bapak dirjen lakukan patut diteladani oleh semua kita, beliau telah menunjukkan kepada kita betapa mahalnya nilai waktu sehingga harus sebisa mungkin kita memanfaatkannya dengan efektif dan efisien.
Reply
 
 
# Nurman 2011-10-25 00:20
Gaya tulisan Pak Dirjen Renyah..sama persis tulisan Pak Dahlan Iskan kalo nulis di Jawa Pos.
Reply
 
 
# slamet bisri 2011-10-25 00:22
OK PAK DIRJEND, SAYA SALUT, KESEDERHANAAN, EFESIENSI, DAN PRAKTIS MENJADI PILIHAN KITA SEMUA, YANG PENTING KEWAJIBAN TIDAK TERTINGGALKAN, MAKASIH
Reply
 
 
# HAM HBS/PA Binjai 2011-10-25 00:25
Asww. Saya salut dan bangga dengan prinsip dan pandangan bapak tersebut, semoga saya dan pejabat-pejabat lainnya dapat membuat sikap bapak yang demikian luhur itu menjadi contoh tauladan untuk ditiru dan dilaksanakan. Saya berpendapat hal itu tidak meremehkan jabatan bpk, hanya saja karena sikap seperti masih sedikit direpublik ini,maka orang menganggapnya aneh, padahal mulia. BRAVO
Reply
 
 
# Arwin Indra Kusuma 2011-10-25 00:27
salut dengan bapak. Andaikan semua pejabat (minimal dilingkungan PA) berfikir seperti bpk, sy yakin Peradilan akan lebih berwibawa di mata masyarakat. Semoga kebiasaan ini dapat tertular kepada yg lain.
Reply
 
 
# M. Aliyuddin MS. Ktc 2011-10-25 00:46
sudah selayaknya seorang Dirjen seperti bapak menjadi "uswatun hasanah" bagi kita semua warga Peradilan Agama khususnya dan semua warga peradilan pada umumnya. Yang bapak lakukan tepat sekali bahwa yg paling penting adalah efisien dan efektif dalam semua pekerjaan. Godluck pak! wa la'allahu yahdikum aina ma kuntum.wss.
Reply
 
 
# Tin P. PA.Maninjau 2011-10-25 00:52
Saya salut dan kagum dengan Bapak walaupun orang no satu di Badilag tapi masih memiliki kesederhanaan dan memiliki hati yg mulia, mdh2an menjadi contoh tauladan bagi kita semua,,,,,,
Reply
 
 
# Niray.PA.Cbn 2011-10-25 00:53
Subhanallah, Tarbiyah yang bagus, ternyata kepuasan itu hanya ada di dalam hati, hidup menjadi tenang karena segala urusan tak dibuat ribet.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA.Painan 2011-10-25 00:57
Assalamu"alaikum Pak Dirjen.
Lewat media ini saya sampaikan :
Pertama. Saya apresiasi dengan adanya "Pojok Pak Dirjen" ini. Karena Pojok Pak Dirjen Ini sebagai media untuk lebih dekat dan lebih kenal lagi kami warga Badilag dengan buah pikiran, tindakan dan ide-ide brillian Bapak yang barangkali bisa kita diskusikan lebih lanjut.
Kedua. Ke kantor Bapak naik KA dan ojek adalah suatu hal yang perlu diapresiasi sekaligus ditiru karena alasannya yang logis, yaitu faktor keamanan, kenyamanan dan penghematan waktu.
Ketiga. Saya mengusulkan, bagaimana dalam tulisan berikutnya Bapak juga memberikan Tips semangat buat kami warga Badilag sehingga Semangat Bapak terus bergelora dan ditularkan kepada kami.
Keempat. Semoga Pojok Pak Dirjen ini sebagai wahana saling tukar pikiran antara Pimpinan Badilag dengan warga Badilag sehingga melahirkan ide-ide brilian yang aplikatif dan variatif untuk dilaksanakan di Badilag. Semoga Pojok ini sangat bermanfaat buat semua. Amin !
Reply
 
 
# Radika - PA Sumber 2011-10-25 01:20
Salut dan bisa dijadikan contoh. Pak Dirjen dengan perjalanan seperti itu akan membuat banyak inspirasi dan inovasi karena peka dengan sekitarnya. Semoga selalu sehat dan sukses selalu.
Reply
 
 
# mathe08 2011-10-25 01:42
seharusnya pejabat dinegeri ini tdk perlu malu memakai sarana transportasi umum, hebat bpk !. muda2han org seperti bpk masih banyak dinegeri ini, tulisan yg laen nya dong pak, bikin penasaran aja bpk !.
Reply
 
 
# MASALAN BAINON 2011-10-25 01:43
Uswatun hasanah... Khoiron...salut pak Dirjen...Cepat, Sederhana dan biaya Ringan...Kemulyaan memang bukan pada Gaya Hidup Glamour...
Yang pasti banyak pencerahan yg dapat kami petik dari Menu Pojok pak Dirjen ini... Semoga Alloh memberkahi...
Reply
 
 
# H. Asril 2011-10-25 01:44
Saya pikir saya sependapat dengan bapak, yang penting demi kedisiplinan dan efisiensi kita akan mencari yang lebih Praktis, namun kalau pakai Ojek, rasanya kurang aman karena resiko yg dihadang lebih besar, kalau masalah murru'ah saya pikir tergantung sisi pandang seseorang, namun pola pandang selama ini bagi seorang Pejabat kurang etis kalau nyopir sendiri, naik KA, atau Bajaj, tapi disisi Allah Swt, mungkin itulah yang mulya, karena disamping tidak merepotkan orang lain dan juga tidak merugikan Negara. saya doaka semoga bapak selalu sehat dibawah lindungan Allah Swt, dan apa yang diupayakan smoga Sukses. Amiian...
Reply
 
 
# Embay@PA.Rks 2011-10-25 01:46
ass...kami salut atas tulisan "Pojok Pak Dirjen".. Dg sifat dan sikap Bapak Dirjen yg rendah hati dan bijaksana dlm kepemimpinan..mdh2n sifat dan gaya bpk dpt kt jadikan panutan...
Reply
 
 
# hasyim-PA.Ptk 2011-10-25 01:49
alhamdulillah kita punya pemimpin yang amanah klu dapat jabatan dan tidak hubbud dunia...maju terus pak, saya dukung...muru'ah itu dari Allah Ta'ala karena amal kita, dan bukan dari hal-hal yang pragmatis seperti itu!! Sayyidina Umar tetap berwibawa dan disegani walaupun beliau pernah memikul sendiri karung gandum utk orang fakir miskin.....mudah2an Bapak selalu dibimbing di jalan Allah Ta'ala...amiiin!!
Reply
 
 
# satibi_cjr 2011-10-25 02:16
pak dirjen you are my inspiration...
Reply
 
 
# Titih 2011-10-25 02:17
Pertama terima kasih untuk ceritanya
kedua dengan cerita bapak semoga semangat bekerja bapak yang penuh semangat bisa menjadi contoh unutk kita semua .
yang ketiga semoga yang baca bukan warga PA saja tetapi presiden , menteri perhubungan dan dirut PT KAI sehingga moda transportasi masal khususnya kreta api makin baik, dan warga PA yang merupakan kreta mania dapat tersenyum sampai di kantor dan di rumah karena kretanya nyaman gak desel deselan karena maaf pak sekarang Kereta semakin jauh dari nyaman jadi maaf kalo warga PA yang sampe kantor agak lesu karena kretanya tambah gak nyaman aja, maaf kalo jadi curhat hehe.
Reply
 
 
# Muh Irfan Husaeni 2011-10-25 02:23
TERHARU
insyaallah tidak mengurangi muru'ah, justeru kami semakin hormat, mengetahui hal ini jadi terharu,semoga kami dapat meneladani cara berfikir Pak Dirjen yang efektif praktis dan tepat sasaran.
Reply
 
 
# abdurrahman_masykur 2011-10-25 02:28
salut dengan apa yang dilakukan oleh Pak Dirjen kita, semoga menjadi teladan bagi pejabat lainnya;
Reply
 
 
# Imas-Pdg 2011-10-25 02:55
Sampai bingung mau komentar apa, karena menurut saya pribadi baik yang sependapat dengan perkataan pak Dirjen maupun yang tidak, semua ada alasan masing-masing, hanya saya ingat kepada seorang pejabat di daerah saya ketika menjabat beliau ke mana-mana dikawal ajudan, pakai mobil dinas dan fasilitas2 yang lain ketika telah turun tahta saya miris dengan beliau saat ini jalan kaki, tidak dikawal bahkan kadang orang lupa dengan beliau cuek, cuek dan cuek. Semoga menjadi tauladan pak Dirjen....
Reply
 
 
# ah_affendi@pa-sabak 2011-10-25 03:29
Selamat untuk Bapak atas launcing-nya. Inspiratif sekai buat kami.....
Reply
 
 
# Robani Indra 2011-10-25 05:56
Melihat Pak Dirjen Badilag sekarang ingat dengan Pak Wahyu Widiana dulu ketika masih berjuang menuntut ilmu di Jogjakarta. Tempaan penuh bersahaja, lebih menonjol dari segi keilmuan, sudah nampak tanda2 akan menjadi orang besar. Terbuktilah ..... sekarang.
Bagi Pak Dirjen, naik kendaraan apapun tetaplah ia Dirjen, Dirjen yang pantas untuk diteladani.
Reply
 
 
# Mukhrom 2011-10-25 06:02
sy jadi teringat dengan petuah Prof. Dr. Chatamarrasyid. salah satu pendekatan Hukum untuk sebuah organisasi untuk meningkatkan kinerja menjadi organisasi yang unggul selain keadilan yang tidak kalah pentingnya adalah efesiensi dalam berbagai bidang, dan ini dijalani oleh Pak dirjen selain memberikan "uswatun hasanah" untuk aparat dibawahnya.Mdh2n kta semua yang dibawahnya bisa mengambil hikmah dari tauladan ini
Reply
 
 
# Asrofi, bdw 2011-10-25 13:55
Cerdas, kreatif dan rendah hati. Pribadi yang patut dicontoh oleh pejabat lainnya. Semoga saya bisa meneladaninya.
Reply
 
 
# Rusdi PTA Smd 2011-10-25 16:33
Selamat buat Pak Dirjen semoga menjadi contoh bagi kita semua.
Reply
 
 
# M. Zubaidi Tarakan 2011-10-25 17:04
Ass. wr.wb.
Shadaqta, wasa'daika...!
Semoga selalu lancar dan selamat di jalan, tetap dikaruniai kesehatan dan kemampuan buat menjadikan Badilag sebagai ' Agent and leader of change' dalam 'Reformasi Birokrasi' dan 'Life Style' para Pejabatnya.
Wassalam wr.wb.
Reply
 
 
# Arief 2011-10-25 17:20
"Sayapun tidak tahu, apakah kita masih berjiwa feodal, mengkultuskan pangkat, jabatan dan kekayaan"...... itulah pesan terpenting dari Yth.Dirjen Badilag..... Insya Allah tulisan Bapak akan menjadi inspirasi, contoh dan anutan bagi kami yang dari level jabatan(staff) masih jauh dibawah Bapak.....
Reply
 
 
# Arif-Limboto 2011-10-25 17:31
salut dengan pak Dirjend (low profile), jarang pejabat yg berpikiran dan ingin merasakan tumapangan massal seperti itu, bahkan image di masyarakat pejabat saat ini hidupnya glamour sangat jauh dari kebiasaan yang pernah dicontohkan oleh Sayyidina UMAR R.A, dan saya berkeyakinan itu tidak mengurangi kehormatan seorang Dirjend apalagi hanya berkenaan dengan tumpangan menuju kantor
Reply
 
 
# Muntasir-PAKlungkung 2011-10-25 17:40
"Pojok Pak Dirjen", sebuah menu baru yang pas bagi warga Peradilan Agama untuk lebih dekat "ngangsu kaweruh" (menimba ilmu) mengenai ide-ide yang kreatif, cerdas dan bersahaja dari Pak Dirjen. Bravo...
Reply
 
 
# zulfikar arif 2011-10-25 17:41
subhanallah! andai semua pejabat seperti pak dirjen, negara kita aman dan sejahtera, jauh dari kesenjangan.
Reply
 
 
# zulfikar arif 2011-10-25 17:43
subhanallah! andai semua pejabat di negara kita ini melakukan seperti yg pak dirjen lakukan, pasti Indonesia akan aman dan sejahtera, jauh dari kesenjangan dan kemunafikan.
Reply
 
 
# Lazuarman PA EndeNTT 2011-10-25 17:46
Indonesia sangat merindukan sosok seperti Pak Dirjen.Kehormatan terletak bukan pada kemewahan, tetapi menurut saya kehormatan tersebut terletak pada pribadi yang mulia.
Reply
 
 
# Ahmad, PA.MTR 2011-10-25 18:03
kami kira, nggak ada yang aneh kok, wajar-wajar aja, apalagi dari sudut pandangan agama kagak ada dalil yang melarang pejabat pake ojek ato KA, tapi jangan keterusan pak....., ntar mobil dinasnya kagak ada yang pake hehehe........,mungkin terlalu berlebihan kalau Badilag di Audit hanya karena kadang-kadang pak Dirjen Pake Ojek atao KA...terimakasih pak dengan alkisahnya, saya juga sampe hari ini pake sepeda motor hehehe...alhamdulillah.
Reply
 
 
# agus yunih 2011-10-25 18:09
alhamdulillah, ya Allah....... semoga jadi amal kebaikan, amiin
Reply
 
 
# Nurul. M. Kab.Malang 2011-10-25 18:19
Congratulation! atas di launchingnya "pojok pak dirjen" sebuah ide kreatif tuk lebih mendekatkan dengan keluarga besar khususnya yg ada di daerah.. semoga dapat menginspirasi tuk menjadikan pribadi yg lebih baik dalam segala hal..
Reply
 
 
# H.ASEP SAEPUDIN M,SQ 2011-10-25 18:20
Saya salut punya pejabat setingkat Dirjen penampilan begitu bersahaja dan sederhana tapi peniuh dengan pemikiran inovatif dan ide kreatip untuk kemajuan lembaga peradilab agama, semoga akhlak seperti itu banyak diikuti oleh pejabat-pejabat lainnya,semoga.
Reply
 
 
# halim gunungsugih 2011-10-25 18:37
Membaca tulisan pak dirjen di atas, jujur saya semakin menghormati beliau, karena sikap beliau mirip Rasulullah saw yang di waktu senggang suka menyapu rumah dan mencuci sendiri, padahal kala itu baginda sedang di puncak kekuasaan sebagai pemimpin madinah. Kalau ada yang menganggap aneh, itu hal lumrah. Sebab, mengutip Anis Baswedan, "kalau ada 1000 orang melihat kita maka akan ada 1000 perspektif tentang diri kita."
Reply
 
 
# halim gunungsugih 2011-10-25 18:38
Teladan Rasulullah saw
Membaca tulisan pak dirjen di atas, jujur saya semakin menghormati beliau, karena sikap beliau mirip Rasulullah saw yang di waktu senggang suka menyapu rumah dan mencuci sendiri, padahal kala itu baginda sedang di puncak kekuasaan sebagai pemimpin madinah. Kalau ada yang menganggap aneh, itu hal lumrah. Sebab, mengutip Anis Baswedan, "kalau ada 1000 orang melihat kita maka akan ada 1000 perspektif tentang diri kita."
Reply
 
 
# A.Saprudin@PA.ME 2011-10-25 18:39
sungguh menjadi pengalaman yang inspiratif, bahkan jika perlu mencoba dengan Sepeda Lipat (folding bike), sebuah moda transportasi yang sangat ramah lingkungan, moda transportasi yang sattu ini sudah menjadi trend di kawasan jabodetabek walaupun dengan tetap dibantu menggunakan trasportasi massal semisal kereta dan bis kota, insya Allah tidak merusak muru'ah sebagai pejabat.......
Reply
 
 
# achmad pa. denpasar 2011-10-25 18:59
terima kasih Pak Dirjen, tulisan Bapak merupakan inspirasi yang luar biasa, kita dilahirkan oleh ikhlas beramal
Reply
 
 
# abu amar 2011-10-25 19:26
Abu Amar, PTA Ambon. Sungguh menarik menu baru "Pojok Pak Dirjen" di website Dirjen Badilag. Mudah2an dpt menjadi media komunikasi yg efektif antara Bapak dan Anak-anak di lingkungan Badilag. Kisah Pak Dirjen pada penampilan perdana ini mungkin bisa memberikan inspirasi bagaimana seharusnya sikap seorang pejabat negara yg harus melayani bukan utk dilayani. Kesederhanaan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menebarkan keadilan. Selamat utk Pak Dirjen dan website Badilag.
Reply
 
 
# Zulkifli S, PA Kbjh. 2011-10-25 20:01
Alhamdulillah, kebiasaan bapak perlu dicontoh karena mengurangi kemacetan, polusi dan tahu betul bagaimana masyarakat kita. Jeapang, Cina dll. sudah lebih suka naik kenderaan umum ke kantor. Kita ???
Reply
 
 
# Herman 2011-10-25 20:05
Kesederhanaan dan selalu memberi contoh yang baik untuk bawahannya...selalu menginspirasi orang untuk mengikutinya...
Reply
 
 
# Rani @PTA Bengkulu 2011-10-25 20:35
terkesan dg cerita bapak Dirjen...sudah seharusnya para pejabat bertindak seperti beliau, lebih memikirkan "keefisienan" daripada "kegengsian"..
Reply
 
 
# Korik .PA.Ka Tungkal 2011-10-25 20:47
Salut buat Pak Dirjen, prinsip bpk sesuai dgn azas peradilan: Sederhana, cepat d biaya ringan, justru dgn kebiasaan yg bpk lakukan dpt mengasah jiwa sosial dan dpt selalu berinteraksi dgn masyarakat shngga bnyak mendptkan pengalaman lapangan. Soal muru'ah tdk ada relevansinya krna apa yg bpk lakukan tdk melanggar norma, etika dan pekerjaan. Sukses sll buat Pak Dirjen.
Reply
 
 
# Anhar- PA. Painan 2011-10-25 21:26
Tingkah laku dan perbuatan Bapak Dirjen itu patut diteladani .memang orang aneh itu akan mendapatkan balasan yang setimpal dengan perbuatan anehnya, disisiNya. Amiiin
Pandangan manusia yang kita buytuhkan sangat adalah yang sejalan dengan pandangan Yang Maha Kuasa, kalau tidak sejalan dengan pandangan YMK, biarkanlah berlalu saja. wassalam
Reply
 
 
# Muhammad Jufri, A.Md 2011-10-25 22:07
salut buat bapak dirjen semonga suri taudaladan yang bapak contohkan dan motivasi yang bapak berikan dalam melakukan gembrakan dan perubahan dapat menjadi inspirasi yang berharga buat saya... salut dan sukses buat bapak dirjen badilag...
Reply
 
 
# Urip Hanur 2011-10-25 22:14
Saya sangat apresiasi dengan adanya Pojok Pak Dirjen. Kalau saja banyak pejabaat yang melakukan apa yang dilakukan bapak Dirjen alangkah tentramnya hati bawahan karena atasan telah memberi contoh tentang kesederhanaan bukan kemewahan yang ditonjolkan dan ini contoh baik seharus kita tiru, jangan berpikiraan senyampang jadi pejabat apa saja dilahapnya, seperti yang biasa kita lihat di layar tv. Subhanallah......!!!!
Reply
 
 
# Toyeb 2011-10-25 22:35
Membaca tulisan pojok Pak Dirjen, semoga menjadi uswatun hasanah bagi warga peradilan agama, khususnya menjadi semangat bagi kita yang bertugas di seluruh Indonesia
Reply
 
 
# Bro-Annank, Amq 2011-10-25 23:18
Selain aman dan nyaman, Pak Dirjen juga sudah mengurangi debit kemacetan dengan tidak di ikutkannya mobil Pak Dirjen ke dalam jalur kemacetan di Jakarta. Seandainya saja semua Pejabat Negara di Indonesia ini khususnya di Jakarta dalam 1 hari saja bersama - sama naik KA, dan menyimpan mobilnya di garasi kemungkinan besar kemacetan di Jakarta sedikit teratasi. Sambil melihat kehidupan masyarakat kota yang kurang beruntung, melihat perkampungan yang sangat padat, supaya bersama - sama kita menjadi lebih bersyukur dan lebih berbagi, seperti yang Pak Dirjen Ucapkan.
Reply
 
 
# TRI W pta bengkulu 2011-10-26 00:14
buah fikiran yang dituangkan dalam bentuk tulisan tentulah menggambarkan pribdai penulisnya...praktis dan efisien adalah salah satu inspirasi yang bapak dirjen berikan...terus maju dan berbuat terbaik..
Reply
 
 
# fahruddin-pa.spn 2011-10-26 00:41
bukan sekedar teori tetapi langsung memberi contoh cara berkepribadian dan menerapkan pola pikir. semoga bermanfaat bagi kami dan seluruh warga peradilan
Reply
 
 
# Enik Farida. Kab Mlg 2011-10-26 01:32
belum baca isinya, tapi baca judul tulisan pak Dirjen sudah tertawa...kenapa? karena naik kereta kemudian naik ojek ato becak... merupakan rencana saya kedepan setelah melaksanakan tugas baru di PA Blitar, selain cepat juga murah dan relatif aman....tapi sedikit takut Pak...karena harus melewati trowongan panjang 2 kali...
Reply
 
 
# spdSHImin 2011-10-26 02:12
pangkat dan jabatan merupakan satu tanggung jawab yang mulia. jangan jadi penghalang interaksi sosial dengan masyarakat. kenapa harus malu ketika tidak mengunakan fasilitas negara yang diberikan yang seharusnya malu apabila menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi.
Saya apresiasikan tindakan pak Dirjen sebagai sebuah kisah inspiratif seperti yang dilakukan Khalifah Abu BAkar yang tidak mau menikmati fasiitas untuk Khalifah karena takut memakan yang tidak hak.
semoga pak Dirjen dan kita semua selalu sukses
Reply
 
 
# asfri-sampit 2011-10-26 14:00
Benar-benar mengagumkan dan barangkali sulit ditemukan figur seorang pemimpin yang dicintai n punya wibawa seperti Bapak Dirjen kita ini. Kalau seorang sopir saja dihargai, apalagi orang lain...Yah,wibawa itu nggak usah dicari,tapi akan datang sendiri karena akhlaqul karimah. Kami rindu pemimpin seperti beliau. Semoga akan lahir banyak pemimpin di PA-PA seperti beliau. Aamiin. Salam dari kami di Sampit.
Reply
 
 
# edi hudiata 2011-10-26 17:11
inilah pemimpin yang kita impikan, merakyat dan tetap bersahaja :)
Reply
 
 
# Ali Rahmat - pta smd 2011-10-26 17:19
Praktis dan efisien, berarti lebih cepat selesai, tidak mengulur waktu, tidak menunda dan 'tidak boros' jadi dg cara : (1) Kereta dan ojek (2) Rakernas berbasis IT dan (3) apa lagi pak Dirjen ya....?
Reply
 
 
# abdul hamid 2011-10-26 17:48
saya merindukan sebuah pemimpin yang benar benar efisien dan tidak hanya mementingkan citra saja.ternyata bapak dirjend memang sangat mementingkan efisiensi daripada citra.semoga bapak selalu dalam lindungannya.terimakasih ya ALLOH bahwa saat ini saya berada diinstansi yang dipimpin oleh Pak Wahyu Widiana.mengobati kerinduanku.
Reply
 
 
# Achmad Edy Rawidy 2011-10-26 18:25
Bravo pak Dirjen anda tlah membri contoh kpd kami seorang pemimpin yg tdk gila hormat God bless you ....
Reply
 
 
# Marzuki 2011-10-26 18:51
Variasi kehidupan pejabat memang perlu diketahui para generasi berikutnya, sehingga tidak dipandang tabu apabila bertindak sangat sederhana tanpa protokol tertulis, lebih-lebih bila mengingat jabatan adalah amanah untuk membahagiakan yang dipimpinnya. Semoga Pak Dirjen termasuk didalamnya. Wass. Marzuqi PTA PNK.
Reply
 
 
# asepridwan.pa.kla 2011-10-26 20:31
sesungguhnya muru'ah itu dibentuk atas integritas, bukan sekedar performa lahiriah.. masyarakat kita sudah semakin cerdas dan pandai dalam menilai...
barokallahu lak...
Reply
 
 
# A.Rohim. pa Pmk 2011-10-26 21:12
Sikap & perilaku sok keningratan & kemewahan telah melanda kebanyakan pejabat di Republik ini dari level atas hingga terendah, sampai berupaya memaksakan diri agar dapat tampil megah meskipun harus bersusah payah. Di tengah kehidupan yg demikian alhamdulillah ada seorang Dirjen yg mampu memberi uswah hasanah. Hebat..., selamat P.Dirjen.
Reply
 
 
# MROIS PAKDR 2011-10-26 21:34
Rasanya kok mau mbrebes mili punya Dirjen yang sangat qona'ah dan tawdlu' seperti itu yang mungkin orang lain sulit dapat melakukannya. Saya sangat sependapat dgn Bpk utamanya yang terakhir mengenai soal jabatan pangkat dan kedudukan.Sangat feodal orang yg membanggakan pangkat dan kedudukannya. Kalau muru'ah saya kira hanya sekedar pertimbangn etika dunia saja,tergantung niat dan alasannya.alasan Bpk cukup logis dan fragmatis.Tentunya pejabat yang lain seharusnya lebih malu menyalahgunakan jabatannya,korupsi, tdak disiplin dan lain sebagainya, karena lebih tidak muruah dan bahkan merupakan dosa. SEmoga Bpk menjadi leladn yang lain. Amin.
Reply
 
 
# Andi.Muliany Hasyim 2011-10-27 01:12
Ya ini sifatnya temporer, semoga membaca pojok dapat menjadikan contoh, Bapak sebagai uswatun khasanah, salut pak dirjen, sukses selalu, amin
Reply
 
 
# AS 2011-10-27 05:42
Insyaallah fasilitas ini, dapat dimanfaatkan teman-teman sebagai media silaturrahim dengan pak dirjen. orang pintar sangat banyak, namun orang yang berani menciptakan sesuatu yang orang lain belum memikirkannya sangat sulit didapat. bravo pak wy.
Reply
 
 
# Nyong Amboina 2011-10-27 16:45
Ada pesan moral tersirat dan kritik sosial tersurat yang terselip dalam torehan tinta pak Dirjen di pojoknya edisi perdana ini. Pak Cile (driver) tanpa sadar telah menjadi sutradara dalam adegan "ke kantor naik kerata api dan ojek". Setidak-tidaknya momentum berhalangannya Cile telah menginspirasikan pak Dirjen untuk mencoba sesuatu yang tidak lazim bagi seorang Dirjen di Indonesia.
Reply
 
 
# Dini PA Jakut 2011-10-27 20:26
Hebat bapak. Ini adalah contoh seorang Dirjen yang merakyat dan mungkin juga dapat dicontoh bagi para pejabat lainnya yang merendah tapi dia rendahan. Justru apa yang bapak lakukan adalah suatu contoh yang baik. Saat ini banyak justru banyak karyawan berdasi menggunakan kereta api sebagai ala transportasi mereka. Jadi bapak tak perlulah malu atau gengsi. Saya dulu juga sering naik kereta dari Pondok Ranji hingga Manggarai, bahkan bule pun menggunakan kereta. Dua jempol untuk bapak Dirjen :-)
Reply
 
 
# Dalih Effendy PA Krw 2011-10-27 23:39
" SAYA INGIN MENCONTOH PAK, KALAU PERLU NAIK SEPEDA DARI PADA NAIK OJEK "
Di Jepang dan negara-negara eropah yang pernah saya kunjungi, banyak pejabat yang naik sepeda dan naik kendaraan umum seperti bus ataupun kereta api, itu biasa. Jadi saya juga ada keinginan seperti kebiasaan pak Dirjen. Jadi kalau dah engga jadi Dirjen gak kaget lagi naik ojeg atau kereta api.
Reply
 
 
# isal aja 2011-10-28 07:16
salut, inovasi tiada henti...
badilag maju, berguru dengan pak wahyu :D
Reply
 
 
# iing sihabudin 2011-10-30 07:50
dari dulu saya salut buat pak dirjen. walaupun jabatan dirjen tapi penampilannya sederhana dan merakyat. mudah-mudahan beliau tetap istiqomah dan diberi kekuatan untuk mengemban amanah-Nya, amien.
Reply
 
 
# umi 2011-10-30 22:40
salut untuk pak Dirjen, kita butuh pejabat seperti bapak untuk memimpin institusi peradilan, sederhana dan merakyat selalu inovatif. Jadi agak mengherankan kalau Bawas masih mempunyai keanehan ttg transportasi seorang pejabat, baiknya mereka mencontoh bapak
Reply
 
 
# syafruddin_PA Pkc 2011-10-30 23:54
kisah ini sangat penting dibaca oleh semua kalangan, terutama bagi sahabat yang saat ini diberi kepercayaan untuk memegang jabatan dan mengurus hajat hidup orang banyak. Dengan kesederhanaan dan hidup bersahaja serta bisa berbaur akan menghilangkan sekat atau tembok antara pejabat dan rakyat jelata. karena sikap mulia itu bisa dimiliki oleh semua orang. Pak dirjen selaku pejabat eselon I,, telah memberikan tauladan yang patut ditiru...semoga Allah beri kebaikan dan kesempurnaan dalam mengabdi buat PAk Dirjen..amin
Reply
 
 
# Lily Ahmad 2011-10-31 00:20
Baca tulisan bapak, seakan baca tulisan Dahlan Iskan. Apalagi tulisan-tulisan Dahlan Iskan saat menjadi dirut PLN, bagaimana beliau "bergerilya" dari pembangkit listrik di pedalaman, sampai kantor PLN yang mentereng di kota besar. Semua menjadi penyemangat bagi kita yang membaca dan karyawan PLN.

Perjalanan bapak tentu tak kalah dibanding perjalanan Dahlan Iskan, andai perjalanan bapak menjelajah PA-PA bapak tuturkan dalam tulisan, tentu menjadi penyemangat bagi kami untuk bersama-sama mengembangkan peradilan agama.

Terima kasih tulisan pojoknya..ruh yang ada dalam tulisannya menjadi kami semakin bersemangaaaaaaattttt!!!
Reply
 
 
# m.tobri-PA Kuningan 2011-10-31 07:41
Mengapa saya naik KA dan ojek, alasan saya sederhana dan pragmatis, karena aman, nyaman dan jauh lebih cepat sampai ke kantor dibandingkan dengan nyopir sendiri, pakai Bis atau Taksi. setuju Pak, situasi dan kondisi Jakarta lain dengan kota lainnya, kalo mau cepat datang ke kantor yah pake kendaraan yang tidak kena macet. pokoknya salut saja, semoga bisa dicontoh oleh kita semua. sukses dan sehat selalu buat Pak Dirjen.
Reply
 
 
# Ab..Asse PA.Tangeran 2011-10-31 17:34
Salut pada saat dan waktunya serta suasananya yang tepat, pak Dirjen naik KA dan sewaktu-waktu naik Ojek dan Taxi, namun pada kondisi seperti sekang ini janganlah pak nain ojek ke Gedung mewah sekarang ini, dibelakang bapak banyak jamaah menginginkan kesederhanaan itu, akan tetapi paling kurang pakai taksi lah pak jangan pakai ojek kasihan orang tua kami dan kesederhanaan bagi bapak kami (Dirjen Badilag)kalau mobil dinas berhalangan pakailah taxi, kami bangga.trims.
Reply
 
 
# ilham - PTA Gtlo 2011-10-31 17:35
pak wahyu memang top deeh....
semoga Allah selalu melindungi dan memberkahi dalam setiap aktifitas bapak.
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2011-10-31 18:14
Saya yakin tindakan pak Dirjen yang Naik KA dan ojek, bukan untuk mencari pujian atau menyederhanakan diri ala sufi. tetapi semata2 memburu waktu mana yg tercepat ini jakarta yg penuh macet. prinsip beliau bukan waktu utuk bekerja, tetapi bekerja untuk mengejar target selesai dg sempurna. lain dg sbgian org daerah yg memiskinkan diri tidak menikmati karunia rizki yg besar. Amanah beliau menjadi inspirasi warga PA.
Reply
 
 
# kusnadi pasuruan 2011-10-31 20:27
Sukses dan salut kpd bpk Dirjen semoga amal bapak barokah bagi PA. amin
Reply
 
 
# MK.Zaman PA.Pkc 2011-11-01 20:53
Salut buat Pak Dirjen ... kami di daerah semakin mengenal kepribadian bapak ... menurut saya apa yang bapak lakukan tidak akan menurunkan marwah bapak selaku dirjen ... mereka yg beranggapan demikian mungkin dikarenakan takut, atau tidak mampu berbuat seperti yg tlah bapak lakukan ... selgi niat bapak utk kebaikan pasti Allah akan memberikan ganjaran yg baik buat bapak .... Amin....
Reply
 
 
# rahman sengeti... 2011-11-02 23:20
buat Pak Dirjen :hanya satu kata
"M A N T A P"
Reply
 
 
# Amran Abbas - PA Masohi 2011-11-03 17:59
Tindakan adalah buah dari pola pikir. Kebersahajaan yg bapak tunjukkan dan husnuzhon dgn lingkungan sekitar (khususnya sepanjang perjalanan menggunakan KA da ojek) mengindikasikan sebuah pola tindak dan pola pikir yang mulia. Kami dukung apa yg bapak lakukan di saat2 tertentu seperti saat berhalangannya sang sopir. Barokallah lak.
Reply
 
 
# alfa 2011-11-06 19:07
enak itu memang hanya kita yang merasakan pa dirjen, tapi benar dan pantas kadang kita harus mendengar pendapat orang lain, semoga pa dirjen ku ini istiqomah dalam keikhlasan ......amiin
Reply
 
 
# amam pa kota madiun 2011-11-07 01:21
yang dilakukan pak dirjen dijamin seratus persen ETIS
Reply
 
 
# Faj Amiky 2011-11-07 01:25
Kadangkala kita sering dianggap ‘aneh’ ketika melakukan hal yang kita anggap baik. Tp kita harus tetap semangat untuk melakukan hal yang baik harus selalu di kembangkan.
Krn sesuatu yang baik sudah pasti benar.
Reply
 
 
# Yefferson WK.PA.Lubuk Basung 2011-11-09 21:00
Sukses dan salut kpd bpk Dirjen dan perlu kita tiru, di daerah ketua sudah ogah naik bis umum begitu juga nyetir sendiri, kalau sopir ngak mau ngantar ya sopir dipecat, banyak tuh....seperti itu....
Reply
 
 
# PA Cibinong 2011-11-09 23:32
Salut dan bangga terhadap program Pak Dirjen dan kami siap mendukung program tersebut. Semoga Allah beserta kita.
Reply
 
 
# atifa hasan . pa sidoarjo. 2011-11-09 23:43
saya sebenarnya pingin niru pak dirjen tapi jadinya tidak efisien karena rumah saya di gresik kantor nya di Sidoarjo,kalau naik kereta ke surabaya dulu, kalau naik ojek ga bisa lewat tol,yang pasti masih banyak sisi lain pak dirjen yang bisa dijadikan toladan oleh kita warga pengadilan ,salah satunya ide kreatifnya itu loooh dan masih banyak yang lainnya.
Reply
 
 
# Diana.R. 2011-11-10 23:37
Semoga Pak Dirjen selalu Sehat dan selalu dalam Lindungan Allah SWT,Amien.
Reply
 
 
# nel PTA Padang 2011-11-17 21:06
:D Selamat untuk Bapak Dirjen Badilag yang rendah hati n merakyat tidak terpengaruh oleh jabatan didunia semoga sekilas info yang dipublikasikan ini membuat Bapak2 Dirjen - Dirjen berikutnya bisa mencontoh perbuatannya Pak Wahyu
Reply
 
 
# jekky 2011-11-22 08:16
nampaknya maju makanya pak bos mendapat julukan baru direktur IT mahkamah agung ri hal itu perlu ditiru supaya mahkamah agung tambah satu dirjen
Reply
 
 
# MUHAMMAD SYAFI KIMPA GRESIK 2011-11-24 11:18
saya bangga ada Dirjen yang bersahaja berangkat ke kantor menggunakan moda transportasi umum (KA & ojek)... sy ingat juga pimpinan anak saya yang alumni ITS, sekarang bekerja di PT PLN di Sulawesi Selatan. suatu ketika Pak Dirut melakukan kunjungan kerja ke Makassar dan sudah pasti insan-insan PLN di sana menyiapkan mobil yang realtif mewah, namun ternyata pak Dirut PT PLN (Dahlan Iskan) tidak bersedia dan memilih berjalan kaki dengan alasan lokasi cukup dekat.
Reply
 
 
# Musaf 2011-11-24 11:22
Salute banget, semoga Bapak Dirjen diberi berkah, sehat @ panjang umur.
Reply
 
 
# nurmadi rasyid pa bengkulu 2011-11-25 16:14
sprit yang tingga buat bapak direjn semoga menjadi contoh buat semua aparat peradilan agama khusunya terimakasih pak terus berjuang kami mendukungnya
Reply
 
 
# Wikan 2011-11-29 10:27
Salut untuk pak dirjen. semoga bisa menjadi teladan bagi para pembaca artikel ini.
Reply
 
 
# Ali Mhtrm @PA-Tj.Redeb 2011-11-30 15:22
Ketauladanan Pk Dirjen adalah guru bagi Kami...
Reply
 
 
# Nurlailah Banadji Aqil 2011-12-29 12:24
Selamat dan Salut.....untuk bapak Dirjen...Aku bangga, semoga menjadi contoh Tauladan untuk kita semua, semoga bapak Dirjen tetap sehat Amin
Reply
 
 
# niadepok 2011-12-30 12:12
:-) memang ada kenikmatan lain ketika kita bisa melakukan apapun dengan enjoy,dan pada sa'at yang tepat dan alasan yang tepat pula.terapi yang pas untuk penyakit sombong, saya juga hampir setiap pulang pergi banten depok naik bis, diantar supir sampai rambutan atau jemput saja.Ada keuntungan lain sebenarnya yang terkadang sewaktu waktu bertukar tempat menjadi alasan utama, yaitu hemat bangeeet......... hehehe...kalau orang tanya kenapa mobilnya tdk dibawa? saya jawab saja
" mobil itu flatnya merah". tapi terkadang saya bawa juga sebulan sekali....
Reply
 
 
# Mahfudin PA Rengat 2012-01-12 08:51
Apa yang diajarkan oleh pak Dirjen itulah merupakan uswatun hasanah baginda Rasulullah Saw. semoga kita dapat menauladaninya.
Reply
 
 
# insan badilag 2012-01-17 13:25
Saluuut n bangga punya pimpinan seperti pak wahyu.. mudah2an pejabat dibawahnya pun dapat meneladani sikap n prilaku pak wahyu...
Reply
 
 
# MARWOTO. PA, Kalianda 2012-01-18 14:58
Itba Rasul, khulafaurrasyidin serta salafus shaleh dalam kesederhanaan telah bapak Dirjend Badilag ejawentahkan dalam kehidupan sehari- hari di tengah2 masyarakat yang sedang mabuk kemewahan dan kehidupan hidonis penuh glamor menghalalkan segala cara. Subhanalloh. semoga saya, keluarga dan seluruh jajaran peradilan agama bisa mengikuti beliau. hidup dalam kesederhanaan selalu ingat hidup hanyalah sementara pangkat dan jabatan hanyalah titipan, dunia ini fana, jika mati tak kan di bawa. semua yang kita lakukan harus kita pertanggungjawabkan.
Reply
 
 
# Farhanah-PA Pamekasan 2012-02-13 14:16
Salut dan bangga dengan kebersahajaan dan kesederhanaan pribadi Pak Dirjen, moga menjadi uswah bagi pejabat di lingkungan Peradilan Agama. Amin
Reply
 
 
# zhr. balige 2012-02-27 14:31
ia. ya pak dirjen. kenapa harus dipandang menurunkan wibawa dan kehormatan?
Reply
 
 
# Cece Rukmana WKPA. Tigaraksa 2012-02-28 08:00
Mudah-mudahan ke depan pelayan Kereta Api di Indonesia semakin baik, sehingga daripada harus bermacet-macet naik kendaraan/mobil di jalanan, maka alangkah baiknya dengan menggunakan jasa KA, SELAMAT Pak Dirjen, semoga sehat selalu....Amien
Reply
 
 
# Drs. Mamat S, MH WKPA Pandeglang 2012-02-29 12:03
Memang laku lampah Pa Dirjen itu menurut sebagian pendapat orang memang asing, dalam arti teu lumrah, tapi itulah Pa Dirjen kita, orangnya sederhana, apa adanya, someah dan tawadlu. Laiknya pada Islam datang, ia dikenal asing, dan menjadi asing, maka berbahagialah orang-orang yang menjadi asing. Keasingan itulah yang menjadi pembeda dengan orang kebanyakan. Sifat yang perlu ditiru oleh yang lain dari seorang Dirjen.
Reply
 
 
# Asep Kla 2012-03-21 16:19
Hikmah terbesar bagi pembaca adalah belajar tentang keadaan lingkungan sosisl yang dapat melahirkan rasa syukur, efektip dan efisien....,itu pasti... sebandingkah dengan hanya mempertahankan Murunah?..., itu belum pasti.Masyarakat agamis pasti cerdas ko...
Reply
 
 
# M.Chanif, PTA Makassar. 2012-04-26 08:05
Dari satu sisi segi keamanan dan kenyamanan dan efisien waktu itu yang utama dan pertama, sehingga sampe di kantor tepat waktu atau malah bisa lebih awal dari waktu yang di tentukan, kondisi fisik dan psyhis lebih fres sehingga memacu semangat kerja yang tinggi, yang ujung-ujungnya bisa meningkatkan produktifitas. Dari sisi lain memberikan contoh kesederhanaan, sehingga tidak ada gap dengan kehidupan masyarakat pada umumnya, sebagaimana trend yang dilakukan oleh Menteri BUMN, DAHLAN ISKAN juga kemaren ada wakil menteri perhubungan ke istana naik buswy berdesak desakan dengan masyarakat pengguna buswy sampai keringat bercucuran, msih mending KA eksekutif yang dinaiki Pak Dirjen itu tidak berdesakan, ber AC dan cepat, menueurt saya no problem. :D
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS