Senin, 21 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Hakim PA Angkatan IV | (21/5)
BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Komentar atas Komentar Pojok Pak Dirjen | (31/10/2011) PDF Cetak E-mail
Oleh endah purnamasarii   
Minggu, 30 Oktober 2011 18:40

 

KOMENTAR ATAS KOMENTAR 
POJOK PAK DIRJEN: KE KANTOR NAIK KERETA API DAN OJEK, dan 
POJOK PAK DIRJEN: MENU TERBARU BADILAG.NET

 

Yth Para Pembaca Badilag.net

Tidak disangka, menu terbaru POJOK PAK DIRJEN mendapat sambutan yang hangat dari para pembaca, yang pada umumnya kawan-kawan dari lingkungan peradilan agama.

Episod pertama, “Ke Kantor Naik Kereta Api Dan Ojek”, dan berita pengantarnya mendapat lebih dari 100 komentar, dari pembaca. Masya Allah. Terima kasih atas komentar dan masukannya.

Setelah membaca dengan seksama komentar-komentar itu, saya sendiri jadi berfikir, demikian hausnya para pembaca akan berita atau ceritera seperti itu.  Demikian besarnya dambaan kawan-kawan akan desakralisasi jabatan, demokratisasi dan egaliterianism. Juga, demikian besarnya kecintaan kawan-kawan kepada saya. Terima kasih.

Namun di balik itu, saya jadi agak kecut, sebab banyak sekali pujian-pujian kepada saya, yang bisa-bisa menjadikan saya lupa daratan dan hilang keikhlasan.

Oleh karena itu, disini saya ingin menyatakan, bahwa dengan apa yang saya tulis, saya tidak memaksudkan untuk menonjolkan diri atau menganggap saya hebat. Saya, semata-mata, hanya ingin berceritera, barangkali ada manfaatnya dalam  menghilangkan, sedikit-demi-sedikit, rasa feodalitas pada diri kita. Kesederajatan, kekeluargaan dan persaudaraan di atas segala-galanya. Jabatan, kedudukan dan kekayaan hanyalah amanah yang pada saatnya nanti akan sirna pula.

Saya yakin, banyak pejabat-pejabat, baik yang ada di Jakarta atau di daerah, yang melakukan kesederhanaan, atau bahkan keprihatinan, lebih dari yang saya lakukan.

Dengan tulisan itu, saya juga tidak memaksudkan “Dirjen saja pakai KA dan Ojek, maka apalagi para pejabat dan hakim di daerah, harus lebih rendah dari itu”. Sekali-kali, tidak punya niat seperti itu. Saya sangat senang ketika ada kenaikan kesejahteraan para hakim dan aparat peradilan lainnya. Sayapun ikut prihatin jika kesejahteraan para hakim dan aparat lainnya di bawah standar. Termasuk prihatin, belum juga ada implementasinya dari “tunjangan hakim sebagai pejabat negara”.

 

Benar, saya suka naik kereta api atau ojek ke kantor. Tapi itu hanya sekali-sekali saja. Sementara para hakim, pejabat dan aparat lainnya, terutama di daerah, setiap hari menggunakan moda transportasi yang kurang sesuai dengan maqomnya, karena memang negara tidak mampu menyediakan fasilitas atau kesejahteraan yang pantas. Kesejahteraan hakim dan aparat peradilan kita jauh di bawah apa yang diterima  kolega-kolega kita di negara lain. Namun demikian, kita perlu bersyukur. Kita sudah jauh lebih baik dibandingkan  keadaan masa lalu, atau dibandingkan pegawai lainnya di luar peradilan.

Mohon maaf, saya tidak dapat memberikan komentar kepada pemberi komentar satu persatu. Saya sependapat agar di badilag.net ini ada juga rubrik promosi & mutasi, dan rubrik semacam “suara pembaca” yang dapat menampung pengalaman-pengalaman  dari para pembaca. Saya minta kepada redaksi badilag.net untuk segera mewujudkannya.

Terimakasih dan mohon maaf.

Sampai jumpa pada episode berikutnya.

Salam hangat,

Wahyu Widiana.

 

TanggalViewsComments
Total113436
Sen. 2140
Ming. 2010
Jum. 1810
Kam. 1720
Sel. 1520
Sen. 1420
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# berjuang terus 2011-10-30 20:03
bapak adalah pejabat berpikiran maju, gigih tanpa pamrih berjuang untuk kemajuan Baldilag secara khusus dan MA secara umum. Al hasil kita tidak dipandang sebelah mata lagi, kita berpacu untuk mengukir prestasi. Kita adalah orang yang maju dan terus mengembangkan diri demi kemajuan bersama, Trims p Dirjen, bapak adalah inspirasi kami, sukses selalu buat kita semua
Reply
 
 
# Masrinedi- PA.Painan 2011-10-30 21:36
Saya secara pribadi menyatakan "Pojok Pak Dirjen" ini sangat bagus dan timingnya sangat tepat 1 (satu) tahun menjelang bapak Pensiun. Tentunya kami warga Badilag semakin rajin dan antusias untuk mengakses Badilag.net karena adanya menu baru ini yang isinya adalah pengalaman hidup keseharian bapak, harapan dan ide-ide brilian yang rasanya perlu kami renungkan dan kebaikannya dapat dirasakan ditebarkan. Sekali lagi Pak kami sampaikan semoga menu ini sebagai ajang sharing kita sesama pimpinan Badilag dengan warganya sehingga arus informasi timbal balik terus berlanjut demi kebaikan dan kebahagiaan bersama. Semoga menu ini pengantar bapak Husnul khatimah dalam memimpin Badilag ini sampai masa pensiun tiba saatnya nanti. Amin !
Reply
 
 
# YAKIN-PTA BENGKULU 2011-10-31 01:06
Walaikumussalam, bagus pak dirjen wujudkan rublik itu, kata prof Mannan "belajar nulis lebih baik dari pada belajar dan ngurus surat kaleeeeeng" maaf dan ini sama-sama ikhlas wss
Reply
 
 
# m.tobri-PA Kuningan 2011-10-31 07:17
Saya, semata-mata, hanya ingin berceritera, barangkali ada manfaatnya dalam menghilangkan, sedikit-demi-sedikit, rasa feodalitas pada diri kita. Kesederajatan, kekeluargaan dan persaudaraan di atas segala-galanya. Jabatan, kedudukan dan kekayaan hanyalah amanah yang pada saatnya nanti akan sirna pula, ungkapan yang bijak mudah-mudahan kita bisa merealisasikannya dalam kehidupan ini. selamat buat pak Dirjen, yang telah menghadapi ujian cobaan cacian, bahkan mungkin makian dalam mempertahankan keyakinan yang ada dalam dirinya. semoga khusnul khotimah, dan bisa mempertahankan keyakinan tersebut, yang semakin hari semakin menjadi mahluk langka di abad ini. mudah-mudahan kami bisa mencontoh langkah pak Dirjen.
Reply
 
 
# Alimuddin,M. Mataram 2011-10-31 17:34
Sebenarnya type aparat dan pejabat seperti itulah yang dibutuhkan di Negara kita sekarang ini untuk dapat benar-benar bisa keluar "cap" termasuk dari negara terkorup di dunia.
Reply
 
 
# Ab..Asse PA.Tangeran 2011-10-31 17:38
Seorang yang besar dan patut diteladani, wajib kifayah hukumnya untuk ditulis biografi dan perjalanan hidup dan kariernya, agar dapat ditiru sari pari kelebihannya itu, untuk diteladani umat (jamaah dibelakangnya) trims.
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2011-10-31 17:42
Kesederhanaan prilaku seseorang biasanya tidak menujukkan kinerja yg energik, seperti gaya sang sufi, tetapi ini tidak berlaku bagi pak Dirjen yang sangat energik,lincah,cepat tanggap, kreatif,inovatif pokoknya komplit deh... Saya yakin semua tak lepas dari motivasi sang Isteri pak Dirjen yang seirama. Kebanyakan isteri menginginkan suami tampil wah biar lebih terhormat dan disegani. Smg terus ceria.
Reply
 
 
# Ahmad, PA.MTR 2011-10-31 18:20
Terimakasih pak Dirjen, alhamdulillah komentar-komentar kami telah di respon, Insya Allah kami Ikhlas, sama dengan pak Dirjen, hanya karena kecintaan, kebanggaan kami kepada pak Direjn, dan plus hoby kami memberi komentar-komentar yang mudah-mudahan bermanfaat aminnn...
Reply
 
 
# mudzakkir-tebuireng 2011-10-31 18:45
Assalamu'alaikum wr. wb.
Bapak Dirjen yang saya hormati, apa yang sudah Bapak jalani dan kemudian berbuah pengalaman yang selanjutnya berkisah dalam tulisan dan tertuang dalam POJOK PAK DIRJEN, bagi saya adalah kinayah uswah yang (barangkali) patut diteladani dan (pasti) bukan untuk (sekedar) pemanis muka (lipstick) kepemimpinan, karena bagi saya cermin yang seperti Bapak Dirjen tampilkan, pada saat bengsa ini dilanda krisis moralitas, sangat diperlukan, jazaakallah Pak Dirjen, wassalam
Reply
 
 
# asfri-sampit 2011-10-31 20:10
Saya sangat salut dan merasa bangga mempunyai Pemimpin seperti Bapak Dirjen kita tercinta. Semoga benar-benar meningkatkan citra PA di mata publik. Hanya saja, ada yang masih mengganjal di hati saya tentang TPM Hakim yang sudah dua kali dumumkan melalui website badilag. Menurut saya justru mengurangi kewibawaan beliau,karena TPM kali ini belum menunjukkan transparansi dan keadilan berdasarkan banyak fakta misalnya banyak teman saya seangkatan, bahkan ada yang 1 atau 2 tahun dibawah saya ada yang dua kali pindah, sedangkan yang lain belum termasuk saya sendiri..Yang aneh lagi, satu PA ada 7 atau lebih yang mutasi/pindah. Entah apa yang menjadi kriteria pindah tersebut..Untuk itu mohon dengan segala hormat, tegakkan transparansi dan keadilan khususnya TPM yang sudah go public ini..Mohon maaf sebelumnya.Wass.
Reply
 
 
# M. Zubaidi Tarakan 2011-11-01 20:25
Assalamu'alaikum wr. wb.

Betul sekali Pak Asfa'at Bisri, saya juga termasuk dari 'anak buah' Pak Dirjen (seperti anda) yang merasa 'terdholimi' dalam 'proses mutasi' ini.

Nampak sekali masih ada 'kolusi' di arena kita ini.

Semoga Pak Dirjen segera menyadarinya dan segera mengambil kebijakan yang lebih baik lagi, amin.

Wassalam wr. wb.
Reply
 
 
# Marzuki 2011-10-31 20:19
Mencontoh pak Dirjen, kita tidak perlu jadi Dorjen, tapi cukup dengan jabatan yang sedaang kita pangku, apakah sudah bermanfaatkah untuk orang banyak atau setidaknya untuk kesesahteraan yang kita pimpin. Bila ya saya fikir itulah esensi pimpinan yang dibanggakan. Pravo Pak Dirjen semoga cerita berikut menajdi inspirasi bagi generasi mendatang.
Reply
 
 
# Faisal -PA.JAKBAR 2011-11-01 08:42
Ide Kolom "Suara Pembaca" sangat bagus pak, semua warga Peradilan Agama bisa sharing knowledge dan pengalaman antar generasi, jabatan, dan antar lokasi. Bahkan bisa "CURHAT" ala Pak DIRJEN kanyak di menu Pojok Pak Dirjen. Makin betah jadinya kunjungi laman badilag.net apalagi banyak yang "CURHAT" :-)
Reply
 
 
# Indra- PA Ponorogo 2011-11-01 18:07
Terima kasih bapak Dirjen atas kunjungannya ke PA Ponorogo, walaupun singkat tetapi sangat bermakna, pengarahan singkat yg diberikan kemarin semoga bisa memacu dan memberikan semangat kepada seluruh pegawai dan khususnya untuk Tim IT PA Ponorogo...Sekali lagi terima kasih Bapak Dirjen :roll:
Reply
 
 
# kartika anggie PA.Po 2011-11-01 18:40
asslmkm....alhamdllah bisa melihat pak dirjen dari dekat, semangat kerja yang tinggi..membuat kami ini para generasi penerus peradilan agama jadi lebih bersemangat
Reply
 
 
# M. Zubaidi Tarakan 2011-11-01 20:18
Assalamu'alaikum wr. wb.

Ba'da salam.
Pak Dirjen yang sangat saya hormati, saya sangat setuju sekali apabila kedepan (berharap jangan terlalu lama) badilag.net ada rubrik PROMOSI dan MUTASI-nya, oleh karena kita-kita yang sudah terlalu lama di satu tempat ini bisa segera 'bergerak' (mutasi) ke tempat lain demi untuk menambah ilmu dan pengalaman kerja serta sekaligus refreshing kerja.

Jika rubrik tersebut nantinya segera ditambahkan di web-nya Badilag, maka saya adalah 'anak buah' Bapak yang pertama yang akan mengisinya.

Terimakasih Pak Dirjen...*)

Wassalam wr. wb.
Reply
 
 
# Drs. Samaun Madaul 2011-11-02 17:19
Kalau kita memaknai tulisan pak dirjen tentang kehidupan kesehariannya dalam menjalankan tugas kenegaraan, maka saya terinspirasi untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang makna kehidupan yakni kedisiplinan dalam hidup ini bukan hanya dilihat dari sisi ketepatan waktu, akan tetapi lebih dari itu pak dirjen telah mampu menterjemahkan hakekat yang tersirat dalam kehidupan manusia itu sendiri, dan sekaligus pak dirjen telah mengekspresi kan nilai-nilai kemanusiaan dan kehalifaan dalam kehidupan keseharian. Muda-mudahan semua pejabat di Negeri ini mengambil hikmahnya dari seorang anak bangsa untuk tafakkur dan mengevaluasi kembali hekekat kediriannya sebagai khalifah. (selamat, semoga Allah SWT selalu menyertai pak Dirjen).
Reply
 
 
# MASALAN BAINON 2011-11-02 01:25
Sesungguhnya, Pemimpin yang baik adalah Pemimpin yang menjadi inspirator,motivator, inovator dan Tauladan buat orang yang dipimpinnya...Hal tersebut tampak pada diri pak Dirjen... Maju trs Badilag demi kesejahtraan warga Peradilan Agama Khususnya dan bagi warga pencari keadilan umumnya...
Reply
 
 
# Samaun Madaul 2011-11-02 17:20
Kalau kita memaknai tulisan pak dirjen tentang kehidupan kesehariannya dalam menjalankan tugas kenegaraan, maka saya terinspirasi untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang makna kehidupan yakni kedisiplinan dalam hidup ini bukan hanya dilihat dari sisi ketepatan waktu, akan tetapi lebih dari itu pak dirjen telah mampu menterjemahkan hakekat yang tersirat dalam kehidupan manusia itu sendiri, dan sekaligus pak dirjen telah mengekspresi kan nilai-nilai kemanusiaan dan kehalifaan dalam kehidupan keseharian. Muda-mudahan semua pejabat di Negeri ini mengambil hikmahnya dari seorang anak bangsa untuk tafakkur dan mengevaluasi kembali hekekat kediriannya sebagai khalifah. (selamat, semoga Allah SWT selalu menyertai pak Dirjen).
Reply
 
 
# Samaun Madaul 2011-11-02 17:26
Kalau kita memaknai tulisan pak dirjen tentang kehidupan kesehariannya dalam menjalankan tugas kenegaraan, maka saya terinspirasi untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang makna kehidupan yakni kedisiplinan dalam hidup ini bukan hanya dilihat dari sisi ketepatan waktu, akan tetapi lebih dari itu pak dirjen telah mampu menterjemahkan hakekat yang tersirat dalam kehidupan manusia itu sendiri, dan sekaligus pak dirjen telah mengekspresi kan nilai-nilai kemanusiaan dan kehalifaan dalam kehidupan keseharian. Muda-mudahan semua pejabat di Negeri ini mengambil hikmahnya dari seorang anak bangsa untuk tafakkur dan mengevaluasi kembali hekekat kediriannya sebagai khalifah. (selamat, semoga Allah SWT selalu menyertai pak Dirjen). :D
Reply
 
 
# Samaun Madaul 2011-11-02 17:32
"Samaun Madaul" PA Ambon
Assalamu'alaikum Wr.Wb
Kalau kita memaknai tulisan pak dirjen tentang kehidupan kesehariannya dalam menjalankan tugas kenegaraan, maka saya terinspirasi untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang makna kehidupan yakni kedisiplinan dalam hidup ini bukan hanya dilihat dari sisi ketepatan waktu, akan tetapi lebih dari itu pak dirjen telah mampu menterjemahkan hakekat yang tersirat dalam kehidupan manusia itu sendiri, dan sekaligus pak dirjen telah mengekspresi kan nilai-nilai kemanusiaan dan kehalifaan dalam kehidupan keseharian. Muda-mudahan semua pejabat di Negeri ini mengambil hikmahnya dari seorang anak bangsa untuk tafakkur dan mengevaluasi kembali hekekat kediriannya sebagai khalifah. (selamat, semoga Allah SWT selalu menyertai pak Dirjen).
Reply
 
 
# Niray.PA.Cbn 2011-11-02 17:49
Sebenarnya,jauh sebelumnya, kami selalu berbincang tentang karakteristik kepemimpinan Bapak, namun walau Pujian hanyalah milik "Alhamdulillah",kebaikan yang ada pada Bapak menjadi "Tarbiyah" bagi kami.
Reply
 
 
# Djabir Sasole PA.Trnt 2011-11-03 17:05
Menurut saya, apa yang ditulis atau diungkap oleh pa Dirjen harus dilihat pada sisi motifasi dan suri tauladan buat aparat peradilan. Setingkat seorang Dirjen saja bisa sesederhana itu dalam hidup, mengapa kita harus terlalu berfikir terlalu "harus wah". Saya juga secara pribadi berharap pa Dirjen bisa membuka ruang khusus seperti "surat pembaca", agar bisa juga dijadikan sbg wadah curhat dan sekaligus untuk bahan efaluasi pa Dirjen.
Reply
 
 
# PTA SURABAYA 2011-11-03 17:42
Dengan naik angkutan umum, seringkali kita bisa melihat realita sosial masyarakat sekitar kita dan hal itu membuat kita lebih peka terhadap sesama. (selamat, semoga Allah SWT selalu menyertai pak Dirjen).
Reply
 
 
# Wapan PA Ambon 2011-11-04 00:44
Kalau kita memaknai tulisan pak dirjen tentang kehidupan kesehariannya dalam menjalangkan tugas, kenegaraan saya terinspirasi untuk mengkaji lebih dalam lagi tentang makna kehidupan yakni kedispilan dalam hidup ini bukan dilihat dari sisi ketepataan waktu, akan tetapi lebih dari itu pak Dirjen telah mampu mengterjemahkan hakekat yang tersirat dalam kehidupan manusia itu sendiri dan sekaligus pak dirjen telah mengekpresikan nilai-nilai kemanusian dan khalifaan dalam kehidupan kesehariaan. mudah - mudahan smua pejabat di negeri ini mengambil hikmanya dari seorang anak bangsa untuk tafakur dan mengevaluasi kembali hakekat kedirianya sebagai khalifah (slmat smoga allah Swt menyertai pak dirjen)
Reply
 
 
# husnur rofiq, pa lmg 2011-11-07 17:42
keluarga besar PA se-indonesia bangga pastinya memiliki Bpk Dirjen sehebat abah Wahyu W; sehingga wajah PA banyak dilihat/ diperhatikan masyarakat; Bapak pasti telah memiliki kader penerus prestasi u/ tumbuh kembangnya PA kedepan lebih baik/kualitas pengabdian/pelayanan kpd masyarakat,
Reply
 
 
# Hamzah PA Kalianda 2011-11-08 00:25
Ass. Orang pintar akan belajar pada pengalaman dirinya, dan orang yang bijak akan belajar pada pengalaman temannya. itulah pepatah bijak yg harus kita renungkan, Bapak adalah media belajar bagi kami semua, semoga melahirkan generasi2 yg "Bijak" seperti bapak, selamat dan sukses buat bpk Dirjen, maju terus pantang mundur do'a kami senantiasa menyertaimu.Salam
Reply
 
 
# AF 2011-11-08 08:01
:-) Hebatlah..., klw boleh ikutan, maunya ke kantor pakai sepedah - Bike To Work - githu lho. Kan di luar jawa bensin sering kali kosong susah didapat & hrs ngantri panjang, mungkin kehabisan sama kendaraan yg di jawa :cry: .
Reply
 
 
# Gue Banget 2011-11-08 08:15
Maaf yah bapak2 & ibu2, tolong jgn banyak nyanjung dan muji tapi tanyakan pada diri sendiri, apa kita mau sekali-kali (tp agak sering) ke kantor pakai angkot atau angkutan masal lainnya meski di rmh sdh ada kendaraan baik pribadi maupun dinas, biar sedikit merasakan org kecil/susah - kalau tidak, jgn banyak alasan. :-*
Reply
 
 
# Abu Hazm 2011-11-09 02:06
jangan salah bos dibalik pujian dan sanjungan ada kekaguman dan yg paling penting ada "Uswah" yg dimiliki pak Dirjen tolong difahami itu.pujian dan sanjungan kami ada alas haknya,tdk semata2 memuji atau bahkan mau menjilat.....tidak....Besar dan mendunianya Badilag hari ini salah satu sebabnya adalah jasa beliau dengan sejumlah kecerdasan dan kesederhanaannya.
Reply
 
 
# Mame Sadafal - PA Sidoarjo 2011-11-09 19:55
perspektif yang dipaparkan oleh bapak dirjen sangat relevan dengan kondisi pengadilan agama di indonesia untuk mengoptimalkan kinerja aparat pengadilan agama melalui peningkatan kinerja yang disimbolkan oleh bapak dirjen dari naik ojek jadi naik kreta api, dari yang lambat menuju cepat; pada aspek lain salut untuk pak dirjen yang yang dengan kesederhanaan beliau berangkat kerja dengan moda transportasi umum. Meski naik ojek dan kreta tetapi kinerja seperti naik pesawat :-)
Reply
 
 
# PA Cilegon 2011-11-10 04:11
Ya Allah Ya Rob,anugerahkan kesehatan utk bpk Wahyu, amien. Hanya doa yg bisa saya sumbangkan untuk bpk sebagai dukungan atas upaya bpk memajukan PA ini, karena saya tahu masih banyak yg harus dan sejatinya bpk lakukan. Ojek dan KA tidak seberapa dibanding perjuangan Rasululloh, karena hakekatnya memajukan PA adalah memajukan lembaga penegakan HK Islam. Doaku selalu utk pak Dirjen.
Reply
 
 
# nurmadi rasyid pa bengkulu 2011-11-25 16:09
Alhamdulillah dengan hal tersebut kami sangat yakin atas didikasi bapak dalam memperjuangkan instutusi kita ini mudah mudah cita cita tulus ini akan Allah kabulkan demi kemajuan kita Amin
Reply
 
 
# Mahfudin PA Rengat 2012-01-09 08:37
Banyak keberhasilan yang dicapai pada kepemimpinan pak Dirjen Drs.H. Wahyu Widiana, MA, salah satunya bahwa Pengadilan Agama sudah mulai dikenal di tingkat dunia dengan sistem keterbukaannya dan IT yang handal, semoga dapat menjadi inspirasi bagi kita dan dapat diteruskan oleh para pejabat lainnya. maju terus ...
Reply
 
 
# MARWOTO. PA Kalianda 2012-01-19 11:06
menghilangkan, sedikit-demi-sedikit, rasa feodalitas pada diri kita. Kesederajatan, kekeluargaan dan persaudaraan di atas segala-galanya. Jabatan, kedudukan dan kekayaan hanyalah amanah yang pada saatnya nanti akan sirna pula.Adalah inti dan semangat tulisan Pak Direjend yang harus kita emplementasikan, sehingga tak ada lagi arogansi si raja kecil di pelososk dan pojok lembaga peradilan agama. Amiin
Reply
 
 
# Mamat S WKPA Pandeglang 2012-03-01 11:37
Pujian dan sanjungan itu bukan dibuat-buat tapi datang dengan sendirinya. Itu kata al qur'an in ahsantum, ahsnantum li anfusikum. Pojok Pa Dirjen disukai karena bahasanya yang komunikatif, alur ceritanya lugas, wawasannya futuristik dan itu merupakan pencerminan dari kepribadian bp yang inovatif.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS