Senin, 21 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Hakim PA Angkatan IV | (21/5)
BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Kesebelasan Peradilan Agama | (17/11) PDF Cetak E-mail
Rabu, 16 November 2011 21:02

 

Kesebelasan Peradilan Agama

*

Selesai dari mushola, tadi pagi, saya langsung membuka internet. Ingin memberi tahu Cholil, tentang jadwal kunjungan saya ke Australia akhir bulan November 2011 ini.   Cholil adalah panggilan saya kepada Achmad Cholil, hakim muda kita,  yang sejak tiga bulan lalu sedang tugas belajar di Australia. Dia ngambil program Master of Laws, pada  Melbourne Law School, The University of Melbourne.

Sebelum saya menulis email, saya buka lagi email dia yang dikirimkan beberapa hari lalu kepada saya. Saya baca ulang kalimat demi kalimat yang dia tulis. Saya jadi ingat duapuluhan tahun lalu, waktu saya sekolah di Michigan.

Orang seperti Cholil memang menggembirakan banyak orang, termasuk orang tua, keluarga dan para pengasuhnya. Saya termasuk “orang tua” yang dekat dengannya dan yang ikut digembirakan olehnya. Bagi saya, dia adalah salah satu harapan. Harapan untuk ikut membawa dan mewarnai peradilan agama di masa depan.

Ketika saya mulai bertemu dia, dua tahun lalu di gedung PA Maninjau, sejak itu saya sudah tertarik padanya. Dia menjelaskan situsweb PA Maninjau di mana dia menjadi salah satu adminnya. Saya juga melihat saat itu, ketrampilan dia dalam berteknologi  dan berbahasa Inggris sangat menonjol.

Sepulang dari PA Maninjau, saya bicarakan dengan kawan-kawan di Badilag. Mereka setuju, dia dipindah ke PA Pandeglang untuk diperbantukan di Badilag sebagai staf Dirjen dalam menangani kerjasama luar negeri, terutama kerjasama dengan negara-negara barat.

Banyak yang telah dia perbuat, khususnya dalam upaya meng”go-international”kan peradilan agama. Di samping membantu saya berkomunikasi dan menata kerjasama internasional, dia juga bertugas dalam mengelola “English Meeting Club” dan badilag.net versi bahasa Inggris.

Saya puas dengan kecepatan dan ketrampilan dia dalam melaksanakan tugasnya. Seluruh tugas yang saya berikan padanya selalu diselesaikan dengan baik. Bahkan, dia tidak saja menunggu tugas yang diberikan, namun lebih jauh dari itu dia sering mengusulkan kegiatan-kegiatan serta cara dan langkah-langkah pelaksanaannya.

Saya senang sekali ketika dia mendapat bea siswa untuk belajar di Melbourne Law School untuk program master. Sudah pasti, diapun senang. Namun dia nampak berat berangkat ke Australia sebab harus meninggalkan tugas di Badilag yang belum lama dia emban dan banyak sekali kegiatannya.

“Tidak, anda harus tetap pergi. Ini kesempatan bagi anda dan juga bagi peradilan agama. Jangan pikir tugas di Badilag. Insya Allah akan ada gantinya”, saya meyakinkan dia.  Cholilpun nampak mantap  untuk pergi melaksanakan tugas belajar. Posisi dia di Badilag lalu digantikan oleh Rahmat Arijaya, hakim muda juga potensial, asal Batam.

**

Peradilan agama ini perlu banyak orang seperti Cholil, yang smart, terampil dan penuh dedikasi. Peradilan agama juga memerlukan orang-orang kuat di berbagai bidang. Peradilan agama  adalah suatu “kesebelasan”. Semua lini pada kesebelasan kita harus kuat, smart dan solid.

Tidak bisa dalam suatu kesebelasan, yang jago itu hanya penyerang saja, sementara pemain belakang dan penjaga gawangnya payah. Kita akan banyak kebobolan. Demikian juga kalau kiper dan pemain belakangnya saja yang kuat tapi pemain gelandang dan penyerangnya tumpul, mesti tidak akan ada gol kemenangan. Percuma saja. Apalagi kalau seluruh lini lemah, ya kipernya, pemain belakangnya, gelandangnya dan penyerangnya, kita yakin kesebelasan itu hanya jadi bulan-bulanan lawan saja.

Kerja kesebelasan adalah kerja tim, bukan kerja perorangan. “Teamwork” yang baik menjadi suatu keniscayaan.  Namun, apa artinya “teamwork” yang kuat, jika kualitas tiap individu tidak mumpuni. Jadi, dalam kerja tim, haruslah secara simultan adanya “teamwork” yang kuat dan individu yang berkualitas.

Kita beruntung punya para pemimpin yang berintegritas tinggi, arif, kapabel  dan perhatian kepada staf. Kita juga alhamdulillah, di badilag dan peradilan agama banyak kader-kader di berbagai bidang yang dapat mendukung tugas pokok.

Kita punya banyak kawan yang menguasai di bidang hukum acara dan hukum materi, terampil pola bindalminnya,  ahli di bidang perencanaan, mahir di bidang TI,  jago di bidang bahasa Ingrris dan bahasa Arab, dan lain-lainya. Alhamdulillah, kita sudah melihat hasil yang dicapai.

Namun demikian, kemahiran dan penguasaan itu sebaiknya ditularkan kepada kawan-kawan lainnya dan kepada generasi berikutnya. Sebagai kesebelasan, kita memerlukan jago-jago di berbagai lini yang diperlukan, sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Klub sepak bola yang baik adalah yang selalu mencari, melatih dan mengembangkan pemain-pemain muda yang berbakat, sebagai pengganti tim seniornya. Estapeta kesuksesan perlu terus diperhatikan dan dipelihara.

Kita memerlukan hakim, panitera, jurusita, pejabat administrasi dan seluruh staf yang trampil, menguasai permasalahan dan berintegritas tinggi.  Di pusat dan di daerah sama saja. Tidak ada istilah, yang satu lebih penting dari lainnya, atau yang lain lebih berperan dari yang satunya. Semuanya sama dan berperan sesuai tupoksi kita masing-masing.

Peradilan Agama kita adalah kesebelasan nasional kita. Kita perlu memonitor apakah manager dan pelatihnya telah menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, apakah para pemainnya sudah disiplin dan semangat, apakah sarana prasarana dan fasilitas yang diperlukan sudah tersedia, apakah pengkaderan sudah berjalan?

Jika itu semua sudah berjalan dengan baik, insya Alloh kesebelasan kita akan dapat mengalahkan lawan-lawan dengan telak. Lawan-lawan kita adalah ketidak profesionalan, ketidak berdayaan, ketidak pedulian, ketidak disiplinan,  ketidak adilan, kemalasan dan kejumudan. Kita mesti akan menjadi juara. Juara dalam meraih kepercayaan dan kepuasan masyarakat pencari keadilan. Mudah-mudahan. (WW).

 

TanggalViewsComments
Total169942
Sen. 2110
Ming. 2010
Sab. 1910
Jum. 1810
Rab. 1610
Sel. 1510
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Muh Irfan Husaeni 2011-11-16 21:59
sangat setuju dengan analogi Pak Dirjen bahwa kesebelasan yang tangguh karena teamwork yang kuat dan kemampuan individu yang berkualitas...serta pelatih dan menejer team yang berpengalaman, semoga modal besar itu semakin terasa adanya,..amin.
Reply
 
 
# DJABIR SASOLE PA TRNT 2011-11-16 22:15
Tepat sekali pak... kita adalah team work. Ibarat Sepak bola, kita adalah keseblasan. Ibarat Petinju, semestinya kita adalah petinju yang profesional dan bukan amatiran. Setiap orang harus tahu apa tugas dan t.jawabnya. Kalo semua menjaga posisinya secara profesional, Peradilan Agama yang Agung pasti bisa kita wujudkan.Karena itu, kita harus mau berubah dan berkompetisi. "fastabiqul khaerat"...
Reply
 
 
# S.Romlah Humaidy 2011-11-16 23:17
sy jd suporternya aja ya, dengan penuh semangat kita berusaha dan selalu mendoakan semoga team kita kompak dan banyak menghasilkan keberhasilan2 yg cemerlang, hingga Peradilan Agama senantiasa semakin baik dan memuaskan baik di dalam negeri maupun di mata dunia luar. amin
Reply
 
 
# Darman, PA.ME 2011-11-16 23:56
Tepat sekali suatu organisasi diibaratkan kesebelasan atau team work, oleh karena itu Peradilan Agama dapat mewujudkan kerjasama tim yang solid dan handal tersebut.
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2011-11-16 23:58
Di bawah pelatih pak Dirjen yg ahli strategi, menguasai medan dan menjelajah di setiap lini. bak kesebelasan yang kokoh di semua posisi. Saya sangat setuju rekrutmen tenaga hakim muda,PP maupun dari jurusita, berlomba untuk mengisi pemain-pemain yg perlu diganti. generasi sangat perlu sehingga Badilag terus menjadi inspirator hasilnya PA selalu unggul.
Reply
 
 
# PA.Probolinggo 2011-11-17 00:05
sebuah motifasi yang tidak memaksa... mengalir namun mengena... luar biasa motifasi yang terus digulirkan oleh bapak dirjen ini, kami salut dan kami pasti akan selalu berusaha untuk terus belajar dan menjadi lebih baik agar terbentuk kesebelasan yang solid.....
Reply
 
 
# April Yadi 2011-11-17 00:40
Insya'Allah para manajer dan pelatih di tingkat pertama dan banding semakin memahami tugas dan tanggung jawab yang di emban nya sehingga setiap cita-cita mulia kita menjadi lebih mungkin untuk di wujudkan, salam hangat selalu buat Pak Dirjen dan segenap "penikmat" Pojok ini dari kami di Pengadilan Agama Gunung Sugih
Reply
 
 
# abu syamuel MM 2011-11-17 00:56
in fact, ini sebuah "Sentilan dan Sentilun"...sebuah harapan idealis yang sgt agung dari p.dirjen thdp Peradilan Agama...termasuk Kami dr keluarga PA, namun akses pngabdian kami lebih byk digunakan oleh instansi di luar PA, shg terkadang di sepertiga malam terakhir, air mata kami tertumpah di hadapan Allah, Yaa Allah, berikanlah kami akses untuk mengabdi dan memberikan yg terbaik pada PA tempat tugas kami yg Engkau berkahi yaa...Allah, sebagaimana do'a Nabi Nuh (Rabbi Anzilni Munzalan Mubarakan Wa Anta Khairul Munzilin)Q.S.almu'minun:29,allahumma aamiiin...
Reply
 
 
# abu syamuel MM 2011-11-17 01:03
in fact, ini sebuah "Sentilan dan Sentilun"...sebuah harapan idealis yang sgt agung dari p.dirjen thdp Peradilan Agama...termasuk Kami dr keluarga PA, namun akses pngabdian kami lebih byk digunakan oleh instansi di luar PA, shg terkadang di sepertiga malam terakhir, air mata kami tertumpah di hadapan Allah, Yaa Allah, berikanlah kami akses untuk mengabdi shg dpt memberikan yg terbaik pada PA tempat tugas kami yg Engkau berkahi yaa...Allah, sebagaimana do'a Nabi Nuh as., usai didzalimi...(Rabbi Anzilni Munzalan Mubarakan Wa Anta Khairul Munzilin)Q.S.almu'minun:28-29,allahumma aamiiin...
Reply
 
 
# Muhammad KAstalani PA PAre 2011-11-17 02:27
we are player, you are best coach...
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2011-11-17 04:05
Juara dalam meraih kepercayaan dan kepuasan masyarakat pencari keadilan. semua warga Peradilan pasti setuju dan menunggu realisasinya, terobosan dan terobosan harus terus dilaksanakan demi tercapainya harapan, dan harus siap dalam menghadapi kendala terutama manusianya, namun dengan keterbukaan terutama masalah promosi dan mutasi yang saat ini sudah dilaksanakan, nampaknya akan membawa berkah bagi warga peradilan. mudah-mudahan semakin hari semakin kelihatan orang-orang yang mampu menyatukan orang yang berkwalitas. kadang orang-orang yang pinter itu pada sembunyi, sebab dirinya merasa tidak pinter . pinter-pinterlah mencari orang yang betul-betul pinter, pinter dalam menyatukan orang-orang yang kreatif dan inovatif. bukan pinter membunuh kreatif anak buahnya karena takut tersaingi, tks
Reply
 
 
# abu yazid 2011-11-17 04:19
"Semua sama dan berperan sesuai dengan tupoksi masing-masing"... Seharusnya seperti itu...
Reply
 
 
# Robani Indra 2011-11-17 08:06
Indah betul ilustrasi tulisan diatas dalam menata team work yang diibaratkan dengan satu kesebelasan persepak-bolaan. masing-masing pemain adalah pemain profesional yang tetap berada pada posisinya. Satu sama lain saling melengkapi dan dibutuhkan. Kalaulah mereka dalam formasi 4,4,2 maka:
1. Ketua sbg Kapten/Penyerang kanan;
2. Wkl Ketua sbg Penyerang Kiri;
3. Hakim sbg gelandang tengah kanan;
4. Pan/Sek sbg gelandang tengah kiri;
5. Wapan sebagai gelandang luar kanan;
6. Wasek sebagai gelandang luar kiri;
7. Pan. Pengganti sbg bek dalam kanan;
8. Jrst. Pengganti sbg bek dalam kiri;
9. Panmud sebagai bek luar kanan;
10.Kaur/Kasubag sbg bek luar kiri;
11.Kasir sebagai Kiper.
KOKOH DAN CANTIK NIAN.
Reply
 
 
# Abdul Halim PA Bwn 2011-11-17 18:12
Wah kaya Coach Alfred riedl nih pak wahyu, membakar semangat keseblasannya...ayo cetak gooaal lebih banyaaak!!!
Reply
 
 
# Diana Evrina PA P.Siantar 2011-11-17 18:26
Setuju pak Dirjen, mari kita bentuk Peradilan Agama sebagai sebuah kesebelasan nasional yang memiliki sumber daya manusia smart, terampil, bermoral dan berdedikasi tinggi. Semoga terwujud..
Reply
 
 
# M.Yusuf.wk PA Kendari 2011-11-17 18:54
"Men of the Pen"alias golongan cerdik pandai and agen perubahan.Persis kata Peter F Drucker Bapak Ilmu Manajmen Modern bahwa persoalan terbesar di negara berkembang adalah persoalan salah urus terus menerus alias Mismanaged country.Karena itu,setuju banget apa yang ditulis pak Dirjen bahwa kita harus kuat dalam segala bidang dan menjadi Men of the Pen agar tidak salah mengurus Pengadilan Agama.Jayalah PA.
Reply
 
 
# Dedy Aprilan 2011-11-17 19:45
untuk perasaan bahwa pak Ahmad Chalil (chaliluna)menggembirakan orang di sekitarnya, saya juga sepakat dengan yang Bapak Dirjen rasakan. ini saya rasakan saat menjadi mitra kerja di PA Maninjau dulu. semoga banyak orang2 seperti pakchalil di negeri ini. bukan hanya Peradilan agama ini perlu banyak orang seperti Cholil, yang smart, terampil dan penuh dedikasi, tetapi negeri ini juga mungkin perlu.
Reply
 
 
# Mame Sadafal-PA Sidoarjo 2011-11-17 19:52
Analogi bapak dirjen melalui sebuah kesebelasan sepak bola merupakan refleksi bagi kita semua untuk semakin merapatkan barisan dan memperkokoh semua lini guna mencapai tujuan peradilan yang Agung,
>
Reply
 
 
# MK.Zaman PA.Pkc 2011-11-17 20:11
Andai saja keseblasan Indonesia seperti ini, dengan izin Allah kita pasti bisa mengalahkan lawan2 sehingga menjadi juara.... semoga kita semua warga Peradilan Agama dapat mengalahkan lawan2 seperti yg bapak sebutkan di atas .... Amin .....
Reply
 
 
# warga PA Maninjau 2011-11-17 20:33
Sungguh sebuah tulisan yang sangat inspiratif, penuh pesan dan hikmah yang mendalam bagi kami, terima kasih pak Dirjen dan pak cholil, semoga semua kiprah Bapak berdua dan kita semua menjadi ibadah di sisi Allah SWT. Amin..
Reply
 
 
# Hidayat Sasangka 2011-11-17 21:58
Sekedar menambahkan saja pak untuk "Man in the right place"nya karena tiap-tiap individu memiliki kemampuan yang berbeda-beda, kelebihan yang berbeda-beda dan kekurangan yang berbeda-beda pula.. dari sini tiap anggota dari sebuah tim dituntut untuk dapat saling mengisi dan mengimbangi. (Tapi ini mmenurut saya, mohon maaf jika salah dan kurang berkenan..)
Reply
 
 
# anang sb pa praya 2011-11-18 01:09
Memang kita semua harus benar benar memahami apa yang diinginkan PAK DIRJEN kita, kita jangan sampai tertinggal dengan yang lain,khususnya dgn peradilan yang lain di MA RI ini agar kita tidak dipandang sebelah mata. Semoga Kita Mengikuti Sahabat kita P Cholil.
Reply
 
 
# H.Makka A 2011-11-18 01:11
Kalau pimpinan dapat memaksimalkan pontensi pegawai yang ada pada unit kerja yang dipimpinnya, sebagaimana layaknya suatu kesebelasan sepak bola seperti tulisan Bpk.Dirjen, niscaya unit kerja tersebut dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Reply
 
 
# nyong amboina 2011-11-18 02:50
OK BOSS kita setuju, dan kita juga sudah menyaksikan beberapa goal sudah masuk ke gawang lawan secara fantastis. Kita juga sudah siap untuk adu otak dan otot untuk mencetak goal yang sangat BOSS impikan dan selalu bisikkan di telinga kami yaitu "Terwujudnya Badan Peradilan ("Agama") Indonesia yang Agung". Insya Allah ... Bersama Kita Bisa !!!
Reply
 
 
# Azizah Ali PA.TALU 2011-11-19 22:24
insya allah akan banyak muncul kebanggaan Badilag ut kemajuan Pengadilan Agama..
Kami satu angkatan dengan k cholil ber 8 orang semoga memperkokoh Peradilan Agama yang kami emban sekarang ini..
terimakasih semangat dan spiritnya Pak Wahyu..
barakallah..
Reply
 
 
# choliluna achmad 2011-11-21 08:33
Terima kasih yang tak terhingga untuk semuanya Pak Dirjen. Bagi saya, bapak adalah sumber inspirasi, motivasi dan penyemangat. Tidak hanya sbg pimpinan yg hrs diteladani ucapan dan tindakannya, tp jg, bagi saya, bapak adlh pembimbing, mentor, pengasuh, 'kawan' dan sekaligus 'bapak' terbaik. Menjadi staff Bapak adalah periode terbaik dalam masa tugas sy selama ini. Banyak belajar dr ide, gagasan, dan konsep Bapak yg sllu mengalir tiada henti, fresh, brilliant dan sering tak terpikirkan oleh kami2 di jajaran staff. Kami jg banyak belajar dr cara Bapak memimpin dan menyelesaikan masalah. Sungguh sebuah periode emas buat saya, dan tentunya juga buat kawan2 lain seperti saya.
Reply
 
 
# choliluna achmad 2011-11-21 08:38
Insya Allah team kesebelasan sprti yg Bapak singgung itu terwujud di peradilan agama. banyak hakim-hakim, pejabat dan pegawai lainnya di seluruh pelosok Indonesia yang hebat-hebat, cerdas, brilliant, jujur dan penuh dedikasi dan integritas. Insya Allah tim yang solid itu akan ada di setiap pengadilan, amiiinn...

Semoga Bapak selalu sehat walafiat, selalu sukses, penuh keberkahan, dan selalu semangat membimbing 'anak-anak' Bapak di peradilan agama, amiin...
Reply
 
 
# Iskhaq KPA Jayapura 2011-11-21 10:47
Dari paparan Pojok Pak Dirjen cukup menggelitik dan menyadarkan kita bahwa Lawan utama yang paling pertama harus kita singkirkan adalah Kemalasan, dengan kemalasan semua potensi akan macet. dan marilah kita singsingkan lengan baju untuk bergabung dalam team Pengadilan Agama yang tangguh.
Reply
 
 
# Alimuddin,M.Mataram 2011-11-21 12:07
Ya betul sekali, kita adalah kesebelasan yang satu sama lain harus bekerja sama dalam meraih tujuan. Masalahnya adalah egoisme kita masih dipelihara, cuek kita masih terjaga, kemalasan dan ketidakdisiplinan kita masih harus menjadi kepusingan pimpinan serta kekurangan2 lainnya yang wajib segera kita benahi. Semoga dengan illustrasi Pak Dirjen tersebut,bisa menyadarkan kita sebagai anggota kesebelasan.
Reply
 
 
# Syaifuddin PA Stabat 2011-11-21 12:09
Suksesnya suatu tim sangat tergantung pada manager, staf dalam sustu organisasi dan hubungan yang dibangun antara manager dgn staf. Kita merindukan manager yg bisa berfungsi sbg ayah, sbg teman sbg guru, sbg idola dalam keprofesionalan dan integrits. kita jg merindukan staf yg dpt menempatkan diri sbg anak, sbg murud, sbg teman dikala suka dan duka dan sbg orang yang mengidolakan managernya
Reply
 
 
# MASRUM 2011-11-21 12:54
Setuju dengan para komentator; Dirjen kita bukan sekedar coach bagi PA, tetapi REFORMER bagi Mahkamah Syar'iyah. Andai saja di MA RI ada 4 WW, pastilah cita-cita terwujudnya Peradilan Indonesia yang Agung itu segera menjadi kenyataan.
hopefully to become the best. Amiin.
Reply
 
 
# Urip Probolinggo 2011-11-22 06:20
Seorang Wahyu Widiana bukan saja sebagai Dirjen Badilag, tetapi juga sekaligus sebagai Inspirator, reformer yang selalu memberikan ide-ide segar, kalau sekiranya di lingkungan peradilan agama kita ada banyak seperti bapak Dirjen, insya allah tidak terlalu lama peradilan agama akan menjadi peradilan yang hebat dan disegani. Di daerah sebenarnya banyak yang hebat-hebat tetapi belum dimenej dengan baik oleh pimpinan kita. Banyak yang mahir dan menguasai suatu bidang, tetapi tidak ditularkan kepada kawan-kawan yang lainnya dan pimpinan banyak yang tidak tanggap terhadap hal itu. Semoga dengan tulisan bapak Dirjen ini akan direspon oleh pimpinan-pimpinan dan kita semua. amin. Hebat pak Dirjen...!!! Terima kasih
Reply
 
 
# Imran-PTA Jayapura 2011-11-22 08:34
Dengan spirit dan kerjasama yang kuat pasti menciptakan keharmonisan dalam meraih keberhasilan yang sempurna. satu tulisan yang sangat memotifasi.
Reply
 
 
# Herlina- PTA Jpr 2011-11-22 09:06
setuju tim work tetap ada, dan Klub sepak bola yang baik adalah yang selalu mencari, melatih dan mengembangkan pemain-pemain muda yang berbakat, sebagai pengganti tim seniornya.
Reply
 
 
# Jasman, Kabanjehe 2011-11-22 09:19
:lol: Adahal yang sangat penting dalam membentuk kesebelasan yang tangguh, yakni ketulasan, keikhlasan dan Integritas yang tinggi, tanpa ada ketulusan serta keikhlasan dalam sebuah tim, tentu tidak akan ada kekompakan, sehingga anggota timnya akan cendrung ingin menonjolkan dirinya masing-masing dan sulit melakukan kerja sama yang baik begitu juga dengan integritas yang tidak bisa di tawar-tawar dalam suatu tim, Integritas wajib dimiliki oleh setiap anggota tim, Insya' Allah kedepan Peradilan Agama menjadi Pengadilan yang sangat terpercaya di Negara yang kita cintai ini. Amin Yarabbal Alamin
Reply
 
 
# Masrinedi-PA.Painan 2011-11-22 14:36
Salah satu diantara sekian faktor pendukung yang harus diperhatikan dan terus ditanamkan untuk membentuk sebuah Tim sepakbola yang solid dan kompak adalah 'sense of belonging' yang harus ada di dalam setiap insan persepakbolaan, tidak hanya pemain tetapi juga seluruh kepengurusan persepakbolaan, dalam hal ini seluruh aparat Badilag harus ada 'rasa memiliki' institusi Badilag tercinta ini, kalau rasa memiliki telah tertancap kuat di setiap jiwa warga Badilag maka rasa tanggungjawab bersama menjaga dan memelihara institusi Badilag semakin solid sehingga Badilag ke depannya semakin maju dan menang terus menjadi sebuah Klub Sepak bola yang semerbak harum sampai di level Internasional. AMin !
Reply
 
 
# w.cahyadi 2011-11-25 17:18
kami dari timur papua dan papua barat punya potensi yg besar sayangnya kesempatan kami tuk mengembangkan kemampuan tidak ada bila ada pelatihan dan sosialisasi kami siap tuk dikirim....walau sarana dn prasarana terbatas kami trus mencoba mengikuti jejak rekan2 di wilayah barat..
kepada pk dirjen kami harapkan tangan dinginnya tuk membina kami di ujung sana
Reply
 
 
# just_onnes 2011-11-26 20:57
Esensi dari kerja tim memang seperti itulah,...tdk ada yg lebih baik dr yg lain, semua mempunyai peran yg sama dan posisi yg sama2 penting,...kualitas individu memang berpengaruh dlm mewujudkan tujuan tim, namun yg lebih penting lg adalah teamwork itu sendiri...apalah artinya kualitas individu jika didlm tim tdk ada suasana yg kondusif, setinggi apapun kualitas yg dimiliki oleh individu tersebut...gol-gol yg diharapkan lahir hanya sebatas angan-angan saja, ataupun jika benar tercipta gol, maka gol-gol itu tdk mempunyai rasa...hambar...yg pd akhirnya bisa membuat individu-individu tsb akan merasa tdk nyaman di dlm tim itu sendiri....atau bahkan akan mengambil pilihan menjadi penonton bukannya pemain..!!
Reply
 
 
# Abd. Malik PA.Soe 2011-11-29 06:15
Idealisme tersebut mudah-mudahan dapat kita wujudnyatakan dalam realitas keseharian.
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid PA,Bengkulu 2011-12-05 15:23
suatu motifasi dalam tulisan pak dirjen yang penting kekompakan dan tiemwork yang berdisiplin tinggi itu sudah kami lakukan mudah-mudahan dapat kita wujudkan
Reply
 
 
# adhim_kds@yahoo.co.id 2011-12-07 13:55
kami jg turut berdoa, mudah2n ap yg menjadi harapan insan peradilan agama akan segera terwujud denga izin Alloh Swt amiiin
Reply
 
 
# alpian. PA Sorong 2012-02-28 10:37
ya dalam kesebelasan yang baik di samping para pemain yang yang bagus dan trampil juga mempunyai semangat yg membaja yang tahan segala terpaan dan badai dari lawan bertanding, disamping itu setiap pemain harus mempunyai ide-ide cemerlang yang selalu berinovasi tidak terlena dengan permainan cantik saja tetapi tujuan yg akan dicapai yaitu kemenangan
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS