Senin, 21 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Hakim PA Angkatan IV | (21/5)
BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Bisa Melayang di Langit Sydney, Gara-gara Peradilan Agama PDF Cetak E-mail
Senin, 05 Desember 2011 15:03

Bisa Melayang di Langit Sydney,
Gara-gara Peradilan Agama

*


“Alhamdulillah, terima kasih Peradilan agama…!”.  Mestinya, kata-kata itulah yang harus  sering saya ucapkan di akhir masa bakti sebagai Pegawai Negeri Sipil ini. Mestinya, bukan hanya sekedar diucapkan, namun lebih jauh dari itu, saya harus lebih banyak mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan kepada saya, dengan berbuat lebih banyak kebaikan dan taqarrub kepadaNya.

Mestinya pula, saya harus lebih banyak berbuat lagi untuk kemajuan Peradilan Agama yang sangat saya cintai ini. Betapa tidak, hampir selama masa pengabdian saya sebagai PNS, 33 tahun lebih, saya habiskan di lingkungan Peradilan Agama. Dan, selama itu pula Allah telah memberi berbagai kenikmatan dan kehormatan  kepada saya melalui Peradilan Agama pula.

Selain pernah mendapatkan tugas belajar ke luar negeri, menempati beberapa jabatan,  saya sering pula mendapatkan kesempatan untuk melakukan kunjungan ke beberapa negara, termasuk yang terakhir ini, ke Australia.

Kunjungan 6 hari, dari tanggal 27 November sampai 2 Desember 2011 ini  adalah undangan  dari the Lowy Institute Australia, penerbit buku “Courting Reform, Indonesia’s Islamic Courts and Justice for the Poor” yang ditulis Cate Sumner dan Prof. Tim Lindsey.

Saya diundang, mewakili Peradilan Agama, untuk mempresentasikan reformasi yang telah berlangsung di lingkungan Peradilan Agama belakangan ini, yang dianggap berhasil oleh mereka.

Berbagai pertemuan di Sydney, Melbourne dan Canberra sungguh sangat menyenangkan. Bagi saya, kunjungan ke luar negeri kali ini merupakan kunjungan yang paling berkesan, sebab di samping dapat memperkenalkan lebih jauh tentang Peradilan Agama kepada praktisi hukum dan akademisi di Australia, saya juga secara khusus diterima oleh Chief Justice High Court of Australia. Kalau di Indonesia, Ketua Mahkamah Agungnya.

Saya dengan the Chief Justice Honorable Robert French AC, dapat berdiskusi, tukar menukar informasi, selama sekitar 20 menit, dengan akrab dan penuh persahabatan. Cate Sumner dan Dr. Hasbi Hasan ikut mendampingi.

Setelah itu, saya, Dr Hasbi dan Cate berkesempatan untuk menghadiri langsung sidang terbuka the High Court, yang Hon. Robert French bertindak sebagai Ketua Majlisnya. Majlis hakimnya ketika itu ada 5 orang. Di sana, the High Court membuka sidang pemeriksaan terbuka layaknya sidang pengadilan tingkat pertama di Indonesia.

**

Sudah barang tentu, walaupun jadwal kegiatan demikian padat, saya selalu mencari kesempatan untuk dapat melihat-lihat keadaan. Di Sydney, saya sempat mengunjungi the Sydney Tower (309 meter) yang berlokasi di pusat kota  dan merupakan bangunan tertinggi di kota Sydney.

Dulu, waktu sekolah di Amerika, 20 tahunan yang lalu, jika selesai ujian semester, saya bersama 4 atau 5 teman, seringkali nyewa mobil dan nyetir bergantian, selama sekitar seminggu, menunjungi kota-kota besar. Hanya untuk menghilangkan stress akibat belajar selama semester, sekaligus mencari pengalaman.

Saat itu yang selalu menjadi tujuan adalah kampus universitas, lalu dipotret bareng di papan nama universitas tersebut. Rasanya bangga, waktu itu, bisa berkunjung ke universitas-universitas ternama di Amerika, dan ada buktinya: foto.

Selain itu, tower atau gedung-gedung pencakar langit tertinggi di dunia, juga menjadi tujuan utama. Di antara tower-tower yang pernah dikunjungi ketika itu adalah Sears Tower, Chicago (442 meter),  World Trade Center, New York (417 meter) yang dirubuhkan teroris 11 September 2001 dan CN Tower, Toronto, Canada (553 meter).

Setelah selesai sekolah sampai sekarang, saya belum sempat lagi menaiki tower, selain Kingdom Tower Riyadh (300 meter) pada bulan Oktober 2010 dan Sydney Tower ini.

Walaupun jauh di atas ketinggian Monas Jakarta (132 m), sebetulnya Sydney Tower yang tingginya hanya 309 meter  tidaklah terlalu tinggi dibandingkan tower-tower di negara lainnya. Lihat saja, Burj Khalifa Dubai 830 m, Sky Tree Tokyo 634 m, Mecca Royal Hotel Clock Tower 601 m,  Canton Tower Guangdong China 600 m, Berlin Tower 468 m, Petronas Tower Kuala Lumpur 452 m,   Shanghai Tower 368 m, dan lain-lainnya. Apalagi dibandingkan dengan Kingdom Tower yang sekarang sedang dibangun di Jeddah dan direncanakan selesai 2017 (1.000 m), tinggi Sydney Tower hanyalah kurang dari 1/3nya.

Namun demikian, bagi saya, Sydney Tower sangat berkesan dan berbeda dengan tower-tower lainnya, setidaknya dengan tower-tower yang pernah saya kunjungi. Di Sydney Tower, para pengunjung dapat keluar dari dalam bangunan, menuju alam terbuka, berdiri atau berjalan di atas lantai kaca transparan yang tebal, yang dapat digeser menjauhi bangunan beberapa meter, sehingga seolah-olah para pengunjung berjalan di ketinggian, lepas dari bangunan. Apalagi kalau pengunjung melakukan lompatan tinggi, layaknya sedang melayang di atas langit kota Sydney.

Tempat berjalan mengitari bangunan tower 360 derajat di ketinggian 268 meter itu disebut dengan “Skywalk at the Sydney Tower”.  Saya dan Dr. Hasbi pun, bersama beberapa pengunjung sempat menikmati “Skywalk” tersebut pada hari Ahad, 27 November 2011, sebelum ada kegiatan di Lowy Institute.

***

Melihat  kota  Sydney dari “Skywalk” dalam keadaan cuaca akhir musim semi yang sangat cerah, “subhanalloh”, betapa indahnya alam ciptaan Alloh. Langit yang bersih berwarna biru, udara yang segar bagaikan daerah Puncak Bogor, panorama alam yang terdiri dari kombinasi laut, tanjung, pulau, teluk, dan bangunan pencakar langit yang tinggi, menambah  rasa kagum dan ta’jub kita akan kekuasaan Alloh.

Dari “Skywalk”, kita dapat melihat panorama sejauh lebih dari 50 km. Di kejauhan arah barat, terlihat Blue Mountains yang terkenal dengan batuan yang berbentuk “three sisters”, yang mempunyai mitos tersendiri bagi suku Aborigin, penduduk asli Australia.

Masih ke arah barat dan utara di bagian Sydney, anda bisa melihat keindahan Darling Harbour, Jembatan Anzac, Pelabuan Port Jackson, Teluk Johnston dan teluk-teluk lainnya sekitar Sydney, Jembatan Sydney Harbour dan Opera House yang merupakan ikon pariwisata kota Sydney.

Ke arah lainnya, anda dapat menikmati megahnya hutan beton pencakar langit di pusat kota, yang diselingi dengan taman-taman hijau yang luas seperti Royal Botanical Gardens dan James Park yang berada di tengah kota.  Betapa indahnya panorama alam yang sudah disentuh tangan-tangan manusia ini.

Di samping itu, dengan melihat pemandangan kota dari Tower, anda akan merasa, betapa hebatnya para arsitek dalam menciptakan desain dan membangun gedung-gedung pencakar langit yang tinggi dan jembatan-jembatan yang  panjang dan kokoh. Betapa mengagumkannya para desainer kota dalam merancang dan menata kota.

Namun dari Tower itu pula, kita bisa bertafakur, betapa tak berdayanya manusia, ketika Alloh berkehendak untuk menghancurkan apa saja yang Dia kehendaki. Gedung yang tinggi dan kuat, jembatan yang panjang dan kokoh, kota yang luas dan megah, manusia yang maju dan banyak, dengan sekilas saja bisa hancur, musnah dan berantakan. Tuhan melalui tsunamiNya, gempaNya, banjirNya, angin ributNya dan segala kekuasaanNya takkan ada manusia yang mampu untuk menyetopnya, sehebat apapun dia. Masya Alloh.

****

Saya bersyukur dapat kembali menikmati Tower pencakar langit, yang sudah 20 tahunan hampir tidak pernah saya nikmati lagi. Saya juga bergembira dapat sedikit tafakur ketika melayang di atas langit Sydney menikmati alam sekitar.  Semua ini karena nikmat Alloh yang telah diberikan kepada saya melalui Peradilan Agama.

Betapa banyak nikmat Alloh yang telah kita nikmati sebagai insan Peradilan Agama. Gaji yang tidak pernah berhenti, tunjangan jabatan yang tak pernah terlambat, remunerasi yang tidak semua PNS menikmatinya, sarana prasarana yang kini jauh lebih baik dibandingkan dengan masa lalu, semuanya ini pantas mendorong kita untuk lebih mensyukuri nikmat dan bekerja lebih baik.

Kalau secara positif kita melihat semua itu, maka akan timbul pertanyaan, apa yang telah kita berikan kepada institusi yang telah kita pilih sebagai jalan hidup kita. Apa pula yang telah kita perbuat agar institusi ini lebih baik sesuai dengan yang kita cita-citakan bersama.

Memang, kalau selalu melihat ke atas, atau selalu melihat kekurangan, mesti hati ini tidak akan pernah tenang dan puas. Remunerasi yang hanya 70%, biaya pindah yang sangat terlambat, sistem mutasi yang dianggap merugikan dan mendholimi, pembinaan yang tidak menyentuh semua aparat, promosi yang tak pernah kunjung datang, anggaran yang masih sangat seret, dan lain-lainnya, semuanya jika difikirkan dan dibanding-bandingkan akan menjadi kekecewaan dan beban fikiran.

Oleh karena itu, nampaknya kita perlu melakukan reinternalisasi apa yang menjadi sikap para founding fathers dari institusi kita, yang nota bene para alim ulama dan tuan guru. Sikap mereka yang ikhlash, qana’ah, ‘alim, pekerja keras, selalu bersyukur dan menolong orang, perlu kita implementasikan dalam sikap dan tindakan kita sehari-hari.

Dengan demikian, kita akan dapat bekerja dengan tenang dan senang untuk memberikan yang terbaik bagi pencari keadilan dan masyarakat luas. (WW).

Catatan: Judul ini terilhami oleh judul tulisan Sdr. Mulawarman, KPA Tarakan, dan judul tulisan Sdr Wachid Yunarto, KPA Masohi, pada “Suara Pembaca” Badilag.net

TanggalViewsComments
Total101647
Sen. 2110
Sab. 1950
Rab. 1640
Sel. 1510
Sen. 1420
Ming. 1310
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Rahmat Arijaya 2011-12-05 15:37
Selamat buat Pak Dirjen. Sungguh pengalaman yang luar biasa. Ini merupakan sebuah berkah dari ketulusan hati dan semangat untuk selalu berbuat terbaik. Ya memang benar, melihat alam dari sebuah tower yang tinggi akan mengingatkan kita akan kebesaran Allah. Betapa ternyata kita sebagai manusia hanyalah sekecil debu dan bahkan lebih kecil dari itu dibandingkan dengan seluruh jagat raya ini. Saya pernah sempat menangis menyadari ini (dulu ketika ikut ESQ).
Reply
 
 
# Herman 2011-12-05 15:40
puji syukur yang tak henti kpd Allah SWT atas nikmat2nya kepada kita.., dan senang & bangga, karena kami adalah bagian dari Institusi Peradilan Agama, senang ; karena kami bergabung di Institusi yang terus mempunyai inovasi2 untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik secara serius, Bangga : karena kami memiliki banyak pendahulu2 yang luar biasa pintar dan tallent dibidangnya masing2 juga menjadi panutan di masyarakat..., mudah2an cerita Pak Dirjen diatas dapat menginsprasi kita untuk selalu berbuat lebih untuk Peradilan Agama dan menjadikan diri kita selalu bersyukur atas Nikmat yang telah Allah berikan.
Reply
 
 
# Syaifuddin KPA Stabat 2011-12-05 15:49
Membaca tulisan pak Dirjen yang mengajak kita untuk tafakkur mengingatkan saya kepada hadis Nabi bahwa Tafakkur satu saah lebih baik daripada beribadah tujuh puluh tahun. membandingkan kita sekarang dengan masa lalku akan membuat kita bersyukur, tetapi membandingkan kita dengan orang lain bisa membuat kita jadi jengkel. hanya terserah kita mau memilih bersyukur atau merasa jengkel
Reply
 
 
# sayuruddindaulay.pa.stabat 2011-12-05 15:51
ketika kita semakin merenung akan ciptaan Allah, maka di situ akan semakin terasa kasih sayang dan kemurahan Allah yng membuat kita semakin dekat dengan Allah. smoga hasil renungan bapak dapat berdampak khususnya pada insan peradilan agama untuk lebih berbuat yang terbaik dalam menggapai citra peradilan agama yang agung. Thanks.
Reply
 
 
# Edi Hudiata 2011-12-05 15:55
Selalu inspiratif, menggugah dan berkesan. Tapi, jujur saja, saya merasa merinding sembari berdiri bulu kuduk secara spontan, ketika membaca paragraf pertama tentang "akhir masa bakti sebagai PNS". Pak Dirjen, rasanya saya berat hati membaca itu. Rasanya saya ingin mendelete saja paragraf itu. Sedih. Pak Dirjen, Anda dan segala upaya Anda adalah ilmu bagi kami warga PA dan MA... Tetap semangat menginspirasi yah :)
Reply
 
 
# Iskhaq KPA Jayapura 2011-12-05 16:01
Terima kasih kepada pak Dirjen yang telah membawa nama harum Pengadilan Agama sehingga lewat polesan tangan dingin beliau PA bisa dikenal di seantero jagad yang salah satunya di benua kanguru, semoga PA kedepan bisa menjulang setinggi Tower yang dikagumi dunia.
Reply
 
 
# Nursal-PA.Muarabungo 2011-12-05 16:29
benar kata pepatah, makin lama hidup makin banyak dilihat, begitu banyak sudah dilihat oleh Dirjen di belahan dunia ini,,, semoga kami dapat pula mengikuti jejak Bpk tersebut...selamat buat Pak Dirjen..ini adalah salah satu buah yang bapak tanam di peradilan agama selama ini dan insya allah akan banyak buah lainnya,,,
Reply
 
 
# rohimahpagrt 2011-12-05 16:29
subhanallah pengalaman yang luar biasa peradilan agama pembawa nikmat husus buat pak dirjen kebanggaan buat kita insan peradilan agama semoga terus jaya membawa manfaat`
Reply
 
 
# A. Muhtarom-PA. Sidoarjo 2011-12-05 16:45
Terima kasih Pak Dirjen atas tulisan-tulisannya di Pojok Pak Dirjen yang sangat berharga, yang tentunya akan menjadi dokumentasi yang sangat bernilai tinggi bagi sejarah perkembangan Peradilan Agama yang makin mendunia. Semoga dapat menggugah dan mengilhami warga Peradilan Agama untuk bekerja lebih keras, lebih baik dan lebih maju, sebagai bentuk penghargaan dan terima kasih kepada para founding fathers dan Pimpinan institusi Peradilan Agama atas perjuangannya, sehingga Peradilan Agama menjadi seperti sekarang yang makin dihargai dan dikenal dunia.
Reply
 
 
# Ratu Ayu 2011-12-05 16:53
Selamat Pak WW, bisa memiliki pengalaman berkunjung langsung ke situs2 dunia, tp belajar dan jalan2 keliling dunia itu pasti hanya efek dari bekerja dengan ikhlas dan senang hati yang dilakukan Pak WW dari dulu hingga menjelang pensiun. Kalau begitu, sy juga mau bkerja lebih ikhlas dan senang hati, supaya siapa tahu, 20 tahun lagi saya bisa berkali2 keliling dunia, mengenalkan peradilan agama yang jauh lebih modern di masa akan datang. Allahu a'lam. Ayo kita bekerja dengan ikhlas, supaya dapat efek dari Allah yang tidak terduga2. Amin.
Reply
 
 
# Djabir Sasole PA Ternate 2011-12-05 20:19
Saya cuma bisa menghayalkan betapa indahnya berada diatas tower dan skywalk dengan pemandangan alam ciptaan Allah yang luar biasa. Diajak ke Monas saja saya sudah bersyukur. Tapi saya trauma juga pak setelah melihat jembatan Kukar yang roboh. Hanya beberapa meter diatas permukaan laut saja bisa roboh. he he :lol:
Reply
 
 
# H. Burhanudin Ali PA Grt 2011-12-05 21:01
Selamat dan sukses atas prestasi pergerakan peradilan agama yang mendunia. Semoga prestasi tersebut membias manpaatnya baik secara internal maupun ekternal. Jangan seperti kejadian orde tertentu, dunia bangga dan tercengang sementara di dalam masih banyak orang yang menangis, meratap merasakan kondisi tertentu dalam sistem tertentu yang masih diperlukan pembenahan.
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2011-12-05 22:07
sesuatu yang harus kita tauladani dari jejak beliau, mudah-mudah kita bisa seperti pak Dirjen yang punya rasa trimakasih kepada Badan Peradilan Agama, dan selalu berbuat untuk kemajuan PA, dan hasilnya semua pihak bisa menikmatniya. selamat buat Pak Dirjen semoga harapan terhadap kemajuan PA bisa segera diraih. tks.
Reply
 
 
# Mukti Ali, PA BKS 2011-12-05 23:43
sebuah pencerahan dan nasehat-nasehat yang berharga setelah membaca tulisan-tulisan pak Dirjen.semoga ini semua menggugah dan mengilhami warga Peradilan Agama untuk bekerja lebih keras, lebih baik dan lebih maju, sehingga hari ini peradilan agama jauh lebih baik dari kemaren., dan hari besok beradilan agama tentu lebih baik pula dari hari ini...
Reply
 
 
# yanto PTA Jogya 2011-12-06 05:46
Pengalaman pak Dirjen benar-benar sangat menarik bagi generasi muda Peradilan Agama dan ini merupakan buah dari keichlasan dalam bekerja tanpa pamrih.
Semangat yang kuat untuk menaikan citra peradilan pada umumnya dan khususnya peradilan agama untuk menuju peradilan terbuka dan modern. Selamat dan sukses selalu untuk Bapak Dirjen.
Reply
 
 
# Nur Hamid@Sijunjung 2011-12-06 07:36
Selamat buat Pak Dirjen, semoga semua yg telah diperbuat tercatat sebagai amal shaleh, yang terus terukir dalam kenangan dan tinta emas warga Peradilan Agama...BELAJAR KE AUSTRALIA, DAPAT KANGURU MATI SATU, WAJAR PAK DIRJEN KLILING DUNIA, KARENA BADILAG MAKIN MAJU....
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2011-12-06 08:00
Gepakan sayap perjuangan menuju kota-kota dunia untuk mendakwahkan PA, tak akan pernah usai, itu satu harapan dari sang penghayal. Walau nantinya pak Dirjen Purna bakti, perjuangan untuk PA jangan berhenti. Inikah puncak kejayaan PA? jangan! jgn sampai disini, Tiada kata berhenti walau nanti Purna bakti, masih lama dan selamanya berjuang untuk kami.
Reply
 
 
# Wachid Y@Masohi 2011-12-06 08:00
Tafakur yang mendalam, pak Dirjen. Apa saja bisa jadi pelajaran yang inspiratif. Kami semua bangga kepadamu. Semoga Allah memunculkan banyak lagi pemimpin seperti Bapak, bahkan lebih lagi, guna memajukan peradilan agama di Indonesia. Amin.
Reply
 
 
# Mame Sadafal - PA Sidoarjo 2011-12-06 08:42
Seluruh warga Peradilan Agama patut bersyukur terhadap perjuangan Pak Dirjen yang mengawali karir di Pengadilan Agama sebagai Direkturnya yang akhirnya mencapai puncak karir sebagai Dirjen. Apa yang telah diperjuangkan Beliau, warga PA berharap semoga ada cikal bakal pengganti atau penerus cita-cita dan harapan di masa yang akan datang, akan tetapi perjuangan ini masih akan mengalami perjalanan panjang dan melelahkan sebab sistem politik, ketatanegaraan serta budaya negeri Kangguru sangat jauh berbeda dengan negara kita.
Reply
 
 
# Azuar 2011-12-06 08:45
Alhamdulillah kita semua sudah menjadi bagian dari peradilan agama yang sangat membanggakan ini. Dan selamat bwt pak WW atas pengalaman yang sangat luar biasa. Terimakasih juga sudah bs berbagi pengalaman dan membuka pikiran melalui cerita ini.
Reply
 
 
# Adnan T-PA. Kebumen 2011-12-06 08:51
Dalam sya'irnya, Khalil Gibran pernah mengatakan BERHENTI????; Tiada kata berhenti dalam hidup ini, berhenti berarti akan terlindas oleh roda kemajuan; Untuk itu, kemajuan PA. yang telah ditoreh oleh Pak Dirjen, menjadi tanggung jawab kita untuk tetap memajukannya akan tidak terlidas, mari kita tanya kepada diri kita----walaupun kita nyatanya memang mendapat penghidupan dari Peradilan Agama------, apa yang telah kita berikan kepada Peradilan Agama?; Saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Pak Dirjen, kita memang perlu melaksanakan REINTERNALISASI.
Reply
 
 
# Masrinedi -PA. Painan 2011-12-06 09:42
Selamat dan sukses buat Pak WW,yang tetap komit dan konsisten serta bersemangat tinggi dalam mengenalkan dan memperjuangkan 'nasib PA' tidak hanya di Indonesia, tapi juga di dunia Internasional, seperti halnya kegiatan Bapak di negara Kangguru ini. Kami bisa bercermin kepada personality bapak, bahwa kalau ingin sukses mesti punya komitmen yang kuat,fokus, dan semangat yang membara untuk maju dan berani mencoba hal-hal yang baru yang punya kontribusi langsung dengan pekerjaan dan karir. Juga perlu diusahakan selalu Ikhlas dalam bekerja, qana’ah, ‘alim, pekerja keras, selalu bersyukur dan menolong orang lain termasuk unsur untuk keberhasilan.Segala track record Bapak selama bekerja di institusi tercinta kita ini dapat kami teladani demi kemajuan Badilag ke depannya walaupun nantinya bapak telah Pensiun. Lanjutkan terus tulisannnya bapak pada Episode berikutnya. Kami selalu setia menunggu dan menikmati sajian menunya.
Reply
 
 
# M.Yusuf.wk PA Kendari 2011-12-06 10:31
Kami hanya bisa bedrdoa,semoga apa yang dilakukan pak Wahyu selama ini untuk kepentinganPA menjadi catatan positif disisi Allah Swt(itulah yg utama),dan semoga usaha2 pak Wahyu bisa ditumbuh suburkan oleh generasi2 berikutnya.Amin
Reply
 
 
# M. Azhar Hasibuan-PA Bandung 2011-12-06 11:41
Cerita Pak Dirjen memberikan motivasi yang sangat baik bagi kita warga Peradilan Agama untuk lebih giat bekerja dengan ikhlas dan bersyukur dengan apa yang telah kita raih selama ini di PA. Sehingga tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memajukan lembaga yang kita cintai ini menuju Peradilan yang Agung. :-)
Reply
 
 
# AFIF 2011-12-06 11:59
Puji syukur kepada ALLAH SWT yang telah memilihkan kami pemimpin-pemimpin yang amanah dan berdedikasi tinggi.
Keep moving Pengadilan Agama......
Reply
 
 
# Ade _Bogor RC 2011-12-06 12:03
apa yang kita tabur itulah yang kita tuai. itulah yang terjadi pada pak Dirjen. undangan dari the Lowy Institute Australia mungkin tidak akan pernah ada jika saja Pak Dirjen tidak bekerja keras membangun dan memperbaiki peradilan agama. sukses untuk PAk. Dirjen dan kita semua warga peradilan agama
Reply
 
 
# samsul bahri 2011-12-06 12:49
Samsul bahri, PA SUbang
itu bagian dari janji ALLAH yang akan mengangkat derajat orang beriman dan berilmu pengetahuan...
dan itu pula yang membuat kita semua cemburu, pada Pak Dirjen dan pak Hasbi yang fasih berbahasa inggris..
Reply
 
 
# Ali Mhtrm @PA-Tj. Redeb 2011-12-06 14:29
Kutipan yang harus digarisbawahi bagi kami adalah:
"Sikap founding fathers institusi PA yang; ikhlas, qana’ah, ‘alim, pekerja keras, selalu bersyukur dan menolong orang"

Setiap sikap dan perilaku warga PA dalam menjalankan tugasnya, tentunya harus berkiblat kepada para alim ulama' dan tokoh-tokoh yang telah membawa sukses bagi kemajuan Peradilan Agama, sehingga sebagai warga PA, kita bisa mengukur "seberapa banyak hal yang telah kita berikan kepada PA?"
Terima Kasih, buat Pak Dirjen; Sikap dan kebijakannya akan selalu kami teladani"
Jazakumullah...
Reply
 
 
# Rahmatul Hakim 2011-12-06 14:38
selamat buat pak Dirjen
Reply
 
 
# marwan bima PA Barru 2011-12-06 15:24
sering saya katakan ,bahwa pekerjaan kita adalah PILIHAN HIDUP KITA. tinggal kita menjalani pilihan ini dgn 3P (profesional, proporsional dan prosedural), insya Allah kita akan mampu memberikan yg terbaik bagi lembaga ini. kisah yg cukup membawa makna. sukses slalu dan moga kita tetap dalam naunganNya. amin
Reply
 
 
# jarkasih/pa cibinong 2011-12-06 16:45
pelajaran berharga dari artikel ini adalah "siapa yang menanam maka dia yang akan panen". mudah-mudahan mampu memberikan motivasi kepada semua warga peradilan agama untuk berbuat maksimal dari jalan yang telah kita piulih yaitu berbuat, berkarya dan berjihad melalui Pengadilan Agama. thaks pak dirjen atas inspirasi-inspirasinya.
Reply
 
 
# deeefendi@PA_Sabak 2011-12-06 19:42
Tulisan-tulisan ini memberi inspirasi kami untuk berkarya lebih maju; rasanya terlalu kecil jika kami hanya sekedar mengucapkan terima kasih untuk Bapak,-
Reply
 
 
# iqbal nganjuk 2011-12-06 20:06
Salut atas tulisan bpk Dirjen semoga dapat memotivasi kita-kita geneasi penerus di PA seluruh Indonisia berbuat terbaik untuk insitusi kita jangan hanya mengeluh tapi tunjukkan kinerja nyata yg dapat bermanfaat dan ditiru yg lainnya . Salam hangat semoga bpk tetap sehat dan panjang umur berbakti kpd Agama,bangsa dan Negara.
Reply
 
 
# h.masruri plk 2011-12-06 20:07
Luar biasa tuntunan dan suritauladan yang dibeberkan dari pengalaman Bapak Dirjen benar-benar sangat menarik bagi generasi muda Peradilan Agama dan ini merupakan buah dari keichlasan dalam bekerja tanpa pamrih. Terima Kasih atas
Semangat yang kuat untuk menaikan citra peradilan pada umumnya dan khususnya peradilan agama untuk menuju peradilan terbuka dan modern. Selamat dan sukses selalu untuk Bapak Dirjen.
Reply
 
 
# HM. NASKA - pa.pekanbaru 2011-12-07 08:50
Kisah ttg "SUASANA KEBATINAN" ABUBAKAR SHIDDIQ yg penuh keharuan disaat nuzulnya ayat 'alyauma akmaltulakum...', mengusik jiwa saya setelah membaca bbrp tulisan POJOK PAK DIRJEN, apalgi berkah PA beliau sempat melayang di langit Sydnei. Smg kita sepakat bhw capaian2 spektakuler ini bukanlah terminal terakhir, tp wajib dilanjutkan. Tidak apriori akan beroleh apresiasi,hingga orang lain pun akui kita punya prestasi, dan ini sebuah prestise. Kedepan, setelah era IT, kita berharap Dirjen baru akan gelorakan smgt PENGUASAAN BAHASA UTAMA DUNIA bg warga PERADILAN AGAMA, khususnya ARABIC and ENGLISH. Smg......
Reply
 
 
# Khaeriyah , Kendari 2011-12-07 09:01
Pabiayyi aalaai Rhobbi kumaa tukazzibaan, Alhamdulillah Ya Allah atas segala nikmatMU, semoga Engkau tetap memberikan kekuatan, kesehatan kepada kami khususx kepada Bpk.Dirjend yg mempunyai inspirasi yg sangat luar biasa dalam memimpin Peradilan Agama. Sukses n sehat selalu buat Bpk Dirjend.
Reply
 
 
# S. Husain Bafadhal. KPA Masamba 2011-12-07 10:11
apabila disimak pengalaman pak dirjen di Australia sungguh luar biasa ditinjau dari pendekatan spritual yg penuh makna dn hakekat kesyukuran. saya sedih karena PAK DIRJEN akan memasuki purna bakti apa tdk bisa diperpanjang lagi. sungguh banyak andil bpk pd pengembangan peradilan agama. semoga amal bpk tsb menjadi amalan mutaqabbala disisiNYA' AMIN.
Reply
 
 
# Malaya 2011-12-07 10:11
Terima kasih Pak. Dirjen atas reportase perjalanannya di atas Langit Sidney, saya terbawa terbang bersamanya, menikmati rasa syukur yang dalam bersama bapak di lingkungan Peradilan Agama, syukur semakin dalam ketika disadarkan tidak banyak orang yang dikaruniai kenikmatan seperti keluarga besar kita ini. Terima kasih Allah.
Reply
 
 
# Anhar PA Painan 2011-12-07 10:56
Setelah saya membaca dan menghayati kisah yang Bapak Dirjen nikmati, bahwa dunia maya banyak sekali nikmat Allah SWT bertebaran diatasnya, baik buatan manusia atau ciptaan Allah semata, dengan dasar usaha dan kemauan kita untuk maju dan lebih maju, selalu dibarengi dengan kenikmatan lahir batin yang tidak ternilai harganya,semogq Pengadilan Agama maju terus dalamn semua bidang dan pegawainya selamat dunia akhirat. mencari nafkah yang halal dan beramal.Amin !
Reply
 
 
# Handika Fuji Sunu PA Bekasi 2011-12-07 15:42
Subhanalloh..amazing, inspired, wonderful. 3 kata ini mungkin manifestasi saya buat buah tangan Pak Dirjen kali ini. menurut saya tulisan ini ibarat OASE di tengah padang pasir menghilangkan dahaga kufur dan memberikan kesejukan syukur. saya menyarankan semua tulisan Pak Dirjen bisa dikodifikasi nantinya agar menjadi {'ilmun yuntafa'u bih} bukan hanya bagi warga PA tapi warga instansi lainnya.
Reply
 
 
# Redaksi Badilag 2011-12-07 16:43
Saya selalu membaca dengan "inner ear", dan berusaha untuk senantiasa peka terhadap tiap aksara dan tanda baca. Dengan cara itulah, saya takjub kala membaca tulisan ini.

Karena penuh dengan metafora, tulisan ini mengandung makna berlapis-lapis. Melayang di ketinggian, misalnya, adalah ungkapan lain dari "peak performance". Dan saya kira, Pak Dirjen telah berada di posisi itu, sekalipun kita tak bisa mengenyahkan ungkapan lama: Di atas langit masih ada langit.

Beberapa tempat--atau persisnya tower--yang disebut-sebut dalam tulisan ini membentang dari Timur hingga Barat. Ketika ia dihadirkan di sini, saya kira sang penulis bukan sekadar hendak bernostalgia atau menularkan pengalaman yang memorable kepada para pembaca. Lebih dari itu, kegagahan Timur dan Barat yang disodorkan dalam satu tarikan nafas itu bisa dimengerti sebagai pertanda luasnya pergaulan sang penulis. Pula, sang penulis seakan-akan hendak menegaskan bahwa Timur dan Barat tidak melulu harus di-vis a vis-kan.

Bukankah, Allah sendiri berkata dalam Al-Quran, ke Timur maupun ke Barat kita menghadapkan muka, sesungguhnya kita sedang menatap wajah Allah?

Demikianlah pembacaan saya atas tulisan ini. Sekali lagi, saya selalu membaca dengan "inner ear".

Tabik,

Hermansyah
Reply
 
 
# Imran PTA-Jpr 2011-12-08 09:13
Alhamndulillah sungguh sangat luar biasa keberhasilan yang bapak raih menjadikan motifasi buat kami semua. terlepas dari itu usaha yang maksimal akan menghsilkan sesuatu yang memuaskan apalagi didasari sesuatu dengan niat karena ibadah kepada Allah swt... semoga dengan tulisan ini semua waraga peradilan terkhusus warga peradilan Agama Maju terus !!!!!
Reply
 
 
# Abdullah PA Kraksaan 2011-12-08 09:30
Terima kasih Pak Dirjen,telah membawa Peradilan Agama mendunia; tulisan tersebut mengandung banyak nasehat buat kita keikhlasn dan kerja keras Bapak menjadi tauladan bagi kita semua.
Reply
 
 
# Bambang S. toto PA Ngawi 2011-12-08 11:06
alhamdulillah P.Dirjen telah membawa Peradilan Agama Go Internasional dan Beliau bersyukur atas nikmat Allah berada di Peradilan Agama sehingga dpt menikmati keindahan alam Sidny. Selaku Aparat Peradilan Agama tentunya kita hrs lebih bersyukur dg amal nyata menjaga nama baik Peradilan Agama yg telah mendunia itu serta mewujudkan visi dan misinya.
Reply
 
 
# Syamsulbahri PA Mks 2011-12-09 08:44
Alhamdulillah... rasanya sulit diungkap dengan kata-kata, begitu bahagianya warga peradilan agama di seluruh Indonesia merasakan hasil kerja Pak Dirjen saat ini... hanya kami berdoa semoga amal perbuatan ini di terima baik oleh Allah SWT sebagai amal jariah yang tidak pernah putus pahalanya... Amien... selamat Pak...
Reply
 
 
# azm-mkssr 2011-12-15 09:48
Beneer Ustad (Edi Hudiata),, sy juga maunya delete kalimat itu,,
Reply
 
 
# lukman PA Takalar 2012-01-24 23:33
Sikap rendah hati Pak Dirjen, tidak hanya tergambar dalam tulisannya yang senantiasa bertafakur tetapi jauh dari itu, dalam sikap beliau dimanapun, hal ini saya ketahui dari cerita salah seorang sahabat saya (mahasiswa S3 yg diberi tugas penelitian)yang kebetulan bertemu pak dirjen pd undangan the lowy institute Australia dgn mengatakan sy tidak pernah menyangka seorang dirjen duduk perdampingan dgn sy diselah para mahasiswa dan undangan lainnya tanpa harus menonjolkan dirinya sebagai dirjen dan sangat bersahaja, sahabat tersebut sadar stelah berbincang dgn Dr Hasbi bahwa beliulah Pak Wahyu seorang dirjen, ... stelah kawan sy bercerita betapa bangganya sy .... krn cerita tsb bukan dari org peradilan agama... Alhamdulillah, semoga menjadi cerminan bagi semua warga peradilan agama untuk terus maju dan bangga.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS