Senin, 21 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Hakim PA Angkatan IV | (21/5)
BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




"Pak Wahyu, Baca-baca Peraturan tentang Peradilan Agama, Ya!" | (9/12/2011) PDF Cetak E-mail
Jumat, 09 Desember 2011 06:12

“Pak Wahyu, Baca-baca Peraturan tentang Peradilan Agama, ya!”

 

Begitu selesai acara pelantikan sebagai Direktur Pembinaan Peradilan Agama, di Departemen Agama, bulan Mei tahun 2000, saya langsung menuju RS Gatot Subroto Angkatan Darat. Saya bermaksud nengok, sekaligus lapor dan mohon masukan dari Pak Zainal Abidin Abu Bakar, Hakim Agung, yang ketika itu sedang sakit dan dirawat di RS tentara itu.

Pak Zainal adalah Direktur Peradilan Agama setelah Pak Taufiq, sebelum Pak Syamsuhadi. Ketika beliau menjadi Direktur, saya salah satu Kepala Subdit di bawah beliau. Saya sangat dekat dengan beliau, sehingga setelah dilantik sebagai Direktur, menggantikan Pak Syamsuhadi, saya langsung menemui beliau.

Beliau mengetahui persis perjalanan karir saya dan keterlibatan saya di lingkungan peradilan. Seringkali saya diajak mendampingi beliau dalam melakukan kunjungan dan pembinaan ke PA-PA. Pernah juga bersama-sama mengikuti kegiatan SOM-MABIMS, baik di Indonesia, atau di negara-negara tetangga.

Sakit beliau ketika itu cukup parah juga. Namun waktu saya datang menjenguknya, beliau bisa duduk dan banyak bicara. Ketika saya memberitahukan telah dilantik sebagai Direktur, beliau nampak senang dan mengucapkan selamat.

Beliau ada bicara beberapa hal kepada saya. Namun yang saya selalu ingat, bahkan sampai sekarang, adalah kata-kata beliau yang satu ini: “Tolong Pak Wahyu, banyak-banyak membaca peraturan tentang peradilan agama ya!”.

Saya melihat ketulusan beliau dan kebanggaannya, bahwa salah satu kadernya berhasil menaiki jenjang karirnya, setingkat lebih tinggi dari sebelumnya. Dengan kata-kata itu, beliau menginginkan saya sukses dalam mengemban tugas baru ini.

**

Pak Zainal pantas memberi pesan seperti itu kepada saya. Beliau tahu, walaupun sejak tahun 1978 sampai 1996 saya bekerja terus di Direktorat Pembinaan Peradilan Agama, namun saya jarang terlibat dalam pelaksanaan tugas pokok Direktorat, yaitu melakukan pembinaan peradilan agama di bidang organisasi, administrasi dan keuangan.

Apalagi sejak 1996 sampai saya diangkat menjadi Direktur, tahun 2000 itu, saya berada di luar lingkungan peradilan agama, yaitu di lingkungan Sekretariat Jenderal.

Lalu apa saja yang saya lakukan selama 18 tahun bekerja di Direktorat Peradilan Agama itu. Selama itu saya hanya berkutat di wilayah hisab rukyat. Sejak masuk kerja 1978 sampai 1982, saya menjadi staf Seksi Hisab Rukyat, lalu 1982-1988 dipercaya sebagai Kepala Seksi Hisab Rukyat, 1988-1990 tuga belajar, 1990-1996 diangkat sebagai Kepala Subdit Hisab Rukyat dan Pertimbangan Hukum Agama. 1996-2000 bertugas di lingkungan Setjen.

Jadi, saya tidak pernah bekerja di bidang organisasi, tatalaksana, keuangan, ketenagaan, sarana prasarana atau bidang hukum. Padahal bidang-bidang itu merupakan tugas pokok Direktorat. Pernah ada kawan yang nyeletuk “Pak Wahyu itu sebetulnya tidak pernah tugas di peradilan agama, tapi hanya di hisab rukyat”. Memang betul. Saya setuju dengan celetukan itu. Makanya pantas, Almarhum Pak Zainal memberi pesan seperti itu kepada saya.

Lain halnya dengan kawan-kawan seangkatan saya. Pak Hariri misalnya. Beliau sama-sama dengan saya masuk kerja tahun 1978. Beliau mulai bekerja di Bagian Perencanaan dan Perundang-undangan Ditjen Bimas Islam, yang ketika itu membawahi Direktorat Peradilan Agama. Lalu, tahun 1982, sama-sama diangkat pejabat eselon 4 di Direktorat. Saya Kasi Hisab Rukyat, Pak Hariri Kasubag TU. Sejak itu Pak Hariri pindah-pindah posisi di lingkungan Direktorat. Yang saya ingat saja, beliau pernah di ortala, sarana prasarana, anggaran, ketenagaan, bahkan juga pernah di hisab rukyat menggantikan saya sebagai Kepala Subditnya.

Makanya pantas, di antara kawan-kawan ketika itu, Pak Haririlah yang paling menguasai permasalahan di lingkungan peradilan agama. Tidak berlebihan, ketika saya diangkat jadi Direktur dan saya memberi peran sebesar-besarnya kepada kawan-kawan di Direktorat untuk mengembangkan kreativitas dan improvisasi dalam mengembangkan peradilan agama, Pak Haririlah di antara yang paling menonjol. Bahkan ada orang bilang, sebetulnya yang “the real Director” itu adalah Pak Hariri.

***

Selalu terdorong oleh pesan Almarhum, saya rajin banyak membaca peraturan perundang-undangan berkaitan dengan peradilan agama. Bahkan tidak itu saja, ketentuan, dokumen, kebijakan, perkembangan, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan pembinaan peradilan agama selalu saya baca.

Saya merasa pengetahuan dan pengalaman saya di lingkungan peradilan agama sangatlah minim. Oleh karena itu, saya banyak bertanya dan belajar.

Hal lain yang saya merasa paling terbantu dalam melaksanakan tugas adalah kekompakan dari kawan-kawan saya di Direktorat. Makanya, saya beruntung, para Eselon 3 di Direktorat, ketika saya diangkat jadi Direktur, semuanya mendukung saya dan kompak. Saya masih ingat, mereka itu adalah Pak Hariri, Pak Zufran, Pak Hidayat, Pak Damanhuri dan Pak Basiq. Demikian juga para eselon 4 dan seluruh staf. Kelihatannya mereka welcome terhadap Direktur baru.

Ini modal utama, pikir saya. Makanya, dalam perjalanan mengemban tugas selanjutnya, saya berusaha terus untuk memelihara suasana yang penuh dengan silaturahmi ini.

Tidak terasa, sejak tahun 2000 sampai 2005 saya bisa menjalankan tugas sebagai Direktur, dengan tidak ada halangan yang berarti. Kemudian setelah satu atap berada di bawah Mahkamah Agung, sejak 2005 sampai sekarang, saya masih dipercaya sebagai Dirjen, yang juga saya merasa lancar-lancar saja.

Adapun prestasi kerja, saya tidak berhak menilai kinerja sendiri. Oleh karena itu, saya tidak tahu persis yang sebenarnya, apa kepemimpinan saya ini gagal, biasa-biasa saja, atau berhasil. Kalaupun ada aspek tertentu selama kepemimpinan saya yang dianggap berhasil, itu semata-mata karena kekompakan, kekuatan silaturahmi dan kebersamaan.

Pesan Almarhum Pak Zainal kepada saya agar banyak membaca hal-hal yang berkaitan dengan peradilan agama sangatlah mempengaruhi kepemimpinan dan karir saya di lingkungan peradilan agama. Sekompak dan sehebat apapun para staf, kalau pimpinannya sama sekali tidak tahu peta dan permasalahan, maka jalannya organisasi akan tersendat bahkan macet, atau berantakan.

Terima kasih Pak Zainal, semoga pesan Bapak kepada saya menjadi amal jariyah yang terus mengalir pahalanya, walaupun Bapak kini sudah lama berada di alam lain. Allohummaghfir lahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu. (WW)

TanggalViewsComments
Total118147
Sen. 2120
Ming. 2010
Sab. 1910
Jum. 1810
Rab. 1610
Sel. 1530
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Syamsulbahri PA Mks 2011-12-09 12:37
Inilah yang kami katakan kemarin Pak... Alhamdulillah... warga peradilan agama di seluruh Indonesia merasakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata... hanya doa kami persembahkan, semoga aktifitas Bapak memajukan peradilan agama di Indoensia ini dapat diterima oleh Allah SWT sebagai amal jariah... yg tidak pernah putus pahalanya....Amien... Sukses Pak.
Reply
 
 
# D.Abdullah KPA Cirebon 2011-12-09 12:55
Aswb. Ternyata keberhasilan kepemimpinan pak Dirjen ini faktor utamanya adalah banyak membaca,memelihara silaturahmi, kebersamaan sehingga mampu membentuk kekompakan dalam memangku tugas-tugas.Semoga amal-amal pak Wahyu diterima menjadi inventasi akhirat buat beliau. Amiin.
Reply
 
 
# Djabir Sasole PA Ternate 2011-12-09 13:18
pesan, peringatan, teguran kebaikan dari atasan/guru kepada bawahan/murid, teman adalah suatu kebutuhan. Karena terkadang kita sendiri tidak tahu kekurangan dan kelemahan kita. seperti halnya yang diingatkan oleh pak Zainal kpd pak Dirjen (WW) - yang kemudian sekarang dilanjutkan oleh pak WW kepada kami semua. Perjalanan dan pengalaman pak WW selama ini sepatutnya dijadikan pesan, kritik dan nasihat kepada pelanjut estafeta. sirami kami dengan nasihatmu pak, kami siap menjadikannya sbg catatan berharga ke depan.
Reply
 
 
# S. Husain Bafadhal. KPA Masamba 2011-12-09 14:02
alhamdulillah bhw tulisan bpk tsb menjadi ketu kan hati untuk banyak belajar dan membaca apa lagi sekarang sdh lkp fasilitas dn kesejahteraan beda dulu. kita seangkatan pak 1 maret 1978 yang penting jgn mengeluh proritas kan bekerja dn berkarya. sekarang dibutuhkan tampilan kreatifitas terutama utk generasi. selamatki semua sarebattang.
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2011-12-09 14:05
Pisau tumpul jika diasah terus akan menjadi tajam, Pisau yg sudah tajam jk selalu diasah akan semakin tajam. Asam garam telah Bpk alami, perjuangan tuk PA dari A sampai Z telah bpk rasakan. Makanya Tipe Pemimpin yg komplit spt bpk langka rasanya. mgkn salah satu keberhasilan ini karena kebersamaan, kekompakan dan jalinan Silaturrahim. wassalam.
Reply
 
 
# Masrinedi - PA.. Painan 2011-12-09 14:50
Terima kasih pak Wahyu atas informasi berupa nasehat yang bapak dapatkan dari 'pendahulu/senior badilag' yang lewat menu Pojok Pak Dirjen ini bapak sampaikan pula kepada kami. Mudah-mudahan nasehat itu bisa pula kami praktekan dalam bekerja di lembaga tercinta kita ini. Kami rasakan dengan adanya 'Pojok Pak Dirjen' ini sangat bermanfaat dan banyak informasi serta pengalaman hidup dan kehidupan bapak di dalam memajukan Badilag sejak masih berada di Depag (Ditbinbapera) sampai badilag masuk one roof system di MA.RI pada tanggal 30 Juni 2004 sampai sekarang (Ditjenbaduilag) yang masih bisa diaplikasikan dalam bekerja melayani masyarakat pencari keadilan. Pesan dari Pak Zainal Abidin Abu Bakar, “Pak Wahyu, Baca-baca Peraturan tentang Peradilan Agama, ya!” menurut hemat saya terkandung muatan pesan yang dalam dan sarat makna, yaitu 1.Nasehat bijak buat seorang Komandan dhi. Dirbinbapera harus banyak-banyak menguasai dan mengetahui peraturan di bidang pekerjaannya sehingga di dalam memimpin tidak salah langkah dan arah, tapi memimpin dengan peraturan yang berlaku. 2. Selaku Pemimpin juga harus merencanakan, menyiapkan sarana dan prasarana yang mendukung untuk bisa melaksanakan kegiatan membaca, tentunya adanya Perpustakaan beserta koleksinya. 3. Alhamdulillah di masing-masing PA sudah ada perpustakaan, namun masih perlu dikelola secara profesional sesuai dengan UU no. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan sehingga Tujuan Perpustakaan 'Perpustakaan bertujuan memberikan layanan kepada pemustaka, meningkatkan kegemaran membaca, serta memperluas wawasan dan pengetahuan untuk mencerdaskan kehidupan' terpenuhi sesuai menurut pasal 4 UU nomor 43 tahun 2007. Kita sama-sama berharap semoga Perpustakaan di masing-masing PA dikelola secara Profesional sehingga bermanfaat langsung buat warganya. AMin !
Reply
 
 
# Zulkifli Siregar, Kabanjahe 2011-12-09 16:29
Do'a kami, "Semoga amal bakti bapak dan bapak/ibu lainnya menjadi amal jariah dan dapat menginspirasi kami semua, amiin"!
Reply
 
 
# Mukti Ali, PA BKS 2011-12-09 17:38
Alhamdulillah satu lagi cerita keteladan buat warga peradilan dari perjalanan karer Pak Dirjen, bahwa untuk menjadi sukes dan berhasil haruslah banyak membaca, memelihara silaturahmi, memupuk kebersamaan.,... sungguh sebuah catatan yang berharga buat kami, untuk menjalankan tugas dan karer di masa depan..
Reply
 
 
# Mukti Ali, PA BKS 2011-12-09 20:09
Satu lagi cerita keteladanan buat warga peradilan agama dari perjalanan Pak Dirjen., bahwa untuk menjadi pemimpin yang berhasil dan sukses,modal utamanya adalah banyak membaca,memelihara silaturahmi, memupuk kebersamaan...
Reply
 
 
# Syaifuddin KPA Stabat 2011-12-10 05:48
Terima Kasish Pak Dirjen Bapak telah memberikan bimbingan manajerial praktis kepada kami, smg kami dapat mentauladaninya. saya secara pribadi juga yang orang lain juga mengetahui bahwa Dirjen empat lingkungan peradilan di MA selain Bapak buksn hanya berlatarbelakang hukum, tetapi juga adalah hakim, tetapi melihat keberhasilan yg diperoleh selama Bapak sebagai Dirjen Peradilan Agama tidaklah mengalami kemunduran, bahkan kita mendapat pujian dari mana-mana bahkan saya setuju dengan pernyataan Bapak "saya bisa menjadi pembicara di Australia karena Peradilan" artinya keberhasilan Bapak mengangkat nama baik Peradilan Agama, saya sering berpikir pengalaman memang penting, tetapi tidak segalanya, sebagai contoh yang keluar sebagai pasangan suami teladan bukanlah pasangan yang sudah pernah gagal dalam rumah tangga, sehingga karena sudah gagal, lalu memperbaiki diri dan menjadi keluarga sakinah, tetapi yang ada adalah sejak dari awal sudah sakinah, pada hal baru perkawinan pertama, darimana dia mendapat pengalaman. hanya yang penting ada niat baik banyak melihat dan mendengar orang yang berhasil dan yang gagal serta selalu terbuka untuk dikritik itu sudah menjadi modal besar dan saya melihat ini full ada pada diri pak Dirjen. sekali lagi saya ucapkan terimaka kasih, selain sebagai acuan untuk bersikap, tetapi yang lebih mendasar bagi saya secara pribadi Bapak telah menunjukkan sikap rendah hati. Semoga ini dapat kami tauladani sebagai gerasi berikutnya dan ini sangat penting apalagi dengan keluarnya PP 36 Thn 2011 yang sudah mengarahkan pejabat struktural tidak boleh dari kalangan Hakim, maka kalau ini dilaksanakan, tentunya Dirjen ke depan tidak ada lagi dari kalangan hakim.
Reply
 
 
# h. masruri, plk 2011-12-10 19:40
Bapak mendoakan tokohnya dengan keikhlasan sepenuhnya maka perkenankan pula saya juga memanjatkan doanya, semoga aktifitas Bapak memajukan peradilan agama di Indoensia ini dapat diterima oleh Allah SWT sebagai amal jariah..... amin ya rabb.
Reply
 
 
# Abd.Rasyid A @PA Krs. 2011-12-10 20:21
Salah satu kunci untuk sukses adalah banyak membaca buku2 yang berkaitan dengan bidang tugas dan profesi kita. Tapi yang tidak kalah penting untuk kita baca adalah lingkungan di mana kita bekerja, termasuk membaca teman-teman kerja kita. Inilah salah satu faktor sehingga Bpk. Drs. H. Wahyu Widiana, MA berhasil dan sukses memimpin Badilag selama 10 tahun lebih yang hasilnya dapat kita rasakan sekarang. Semoga segala amal bhakti Pak Dirjen selama ini, kelak akan menjadi amal jariyah. Amin YRA...
Reply
 
 
# samsul bahri 2011-12-11 09:32
Samsul Bahri PA subang.
prestasi luar biasa pak Dirjen yang menonjol adalah mengangkat PA dari pojok depag dan MA ke pentas dunia, melalui web, kerjsama internasional dan hasil penelitian yang apresiatif bagi PA. Saya menduga ini semua hasil Pak Dirjen membaca (kalau tidak salah) KMA nomor 1 tahun 1992 tentang susunan organisasi dan tata kerja kepaniteraan pengadilan, lalu mengamalkan kaidah di dalamnya, KIS, koordinasi, intergasi dan sinkronisasi. Benar kata orang bijak, memang membaca melahirkan hal-hal besar..
Reply
 
 
# @muhammad jam,pa.kota tsm 2011-12-11 15:56
" Terima Kasih Pak Dirjen,semua tulisan2 di Pojok Pak Dirjen, sangat bermanfaat bagi kami apalagi pesan Pak Zainal Abidin Abu Bakar kepada Pak Dirjen " bacalah " itu pesan Abadi, kita sama2 tau dalam bahasa Agama, Ikro'jadi Ikro', Ikro' dan Ikro" kita tau Bung Hatta paling gemar membaca sampai2 untuk mahar waktu melamar Ibu Rahmi sebuah Buku dengan judul " Alam Pikiran Yunani " Bill Clinton juga tiada hari terlewati pasti membaca dengan buku terfavorit " One Hundred Years Of Solitude " karangan Gabril Garcia Marquez dan juga pendiri Microsoft Bill Gates, palin doyan baca dengan buku kesayangannya " The Catcher In The Sye, hasil karya JD.Salinger. dan semoga setelah kita baca Pojok Pak Dirjen kali ini kita ( seluruh insan Peradilan Agama ) gemar membaca terutama yang berkaitan dengan hukum dan khususnya yang berhubungan dengan Pengadilan Agama. Amiiin.
Reply
 
 
# St,Aminah Malik PA.Mks 2011-12-11 16:18
Terima kasih karena Pesan-pesan pak Zainal kepada Bpk,juga ditularkan kepada kami,sehingga kami dapat pula melaksanakan pesan tsb dalam melaksanakan tugas di Peradilan Agama,karena dengan banyak membaca akan menambah pengetahuan dan wawasan, Insya Allah pesan Bpk akan kami laksanakan, semoga Bpk senantiasa memberikan semangat dan dorongan kepada kami demi kemajuan Peradilan Agama yang kami cintai bersama, dan kami selalu akan mengenang Bpk dan semoga pesan-pesan Bpk akan menjadi amal jariyah yg terus mengalir pahalanya, amin.
Reply
 
 
# A.Muliany Hasyim 2011-12-12 04:26
Tulisan ini memberikan pesan berantai sampai kepada kami agar kami sering dan harus membaca peraturan- peraturan dan buku-buku lainnya,terima kasih pak Dirjen semoga Bapak sukses selalu, amin
Reply
 
 
# ayep sm PA ciamis 2011-12-12 05:54
Cuplikan tulisan pak dirjen inipula yang harus terus menjadi motor penggrak kita semua di peradilan agama, karena memang modal untuk bisa maju dan sukses adalah baca, sebanyak apapun perkara, sesibusk apapun bekerja tetap jarus diikuti dengan baca, jelas kita tahu pesan al Qor'an Iqra, keberhasilan pa dirjen adalah tauladan kita, semoga inipun pemicu kita semua, dan inipun semoga menjadi amal baik pak dirjend. Amiin
Reply
 
 
# ayep sm PA ciamis 2011-12-12 06:01
Benar apa kata pak dirjend memang modal untuk maju seperti bilau ini adalah kuncinya baca, punya jabatan apapun kalau tidak mau baca pasti ketinggalan, hal ini untuk orang peradilan agama sudah tidak asing al qur'an menyuruh Iqra, mudah-mudahan tulisan pak dirjend pun menjadi pemicu kita untuk maju seperti majunya pak dirjend beliau kuliah di Canada bahasa inggrisnya bagus dengan modal baca dan saat ini sukses meminpin PA juga modal baca, semoga kita bisa mengikutinya. Amiin.
Reply
 
 
# Ali Mhtrm @PA-Tj. Redeb 2011-12-12 08:09
Terima kasih, sebagai inspirasi:
Sebagai warga Peradilan Agama, tentunya sudah menjadi keharusan menguasai ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya yang berhubungan dengan PA.
Dan yang terpenting adalah banyak membaca dan selalu belajar, sehingga bisa meningkatkan kwalitas Kognitif secara kontinyu..
Reply
 
 
# Nursal-PA.Muarabungo 2011-12-12 08:15
Pengalaman adalah guru yang berharga, dengan membagi pengalaman sebagai Pak Dirjen tulis, juga menjadi Guru bagi saya , semoga dapat ku petik untaian hikmah dari perjalanan karier Bpk.Syukran Jazakallah..amn
Reply
 
 
# misran pa-medan 2011-12-12 08:40
Trims pak Direktur, begitu indahnya pesan bapak kepada kami, terkadang kami lupa bahwa dengan alasan kesibukan , lupa untuk membaca walau sedikit, moga kami tidak sekedar membaca tapi memahami dan melaksanakan apa yang telah dibaca dan dipahami, wslm
Reply
 
 
# Hafid Abudaedah PA.Makale 2011-12-12 09:21
Mudah2an Allah SWT selalu melindungi Bpk Dirjen dlm menata n mengembangkan Peradilan Agama di Wilayah RI
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2011-12-12 10:41
"Membaca"adalah pesan pertama yang diwahyukan Allah Swt.kepada Rasulullah Saw.,dan secara kebetulan pula Pak WW setelah dilantik sebagi Direktur jugan menerima pesan pertama dari seseorang pendahulunya.Karena itu,membaca adalah sebuah kebutuhan sehigga kalau ada pejabat atau siapapun dia tidak mengaktualisasikan perintah atau pesan membaca itu,sangat sulit menggapai keberhasilan.Pak WW memiliki segudang ide2 yg berlian karena hasil bacaan,.Kami hanya bisa berkata:Trims Pak
Reply
 
 
# M. Sukri Baidowi PA. Sumenep 2011-12-12 11:19
Jika pak Dirjen selalu ingat, bahkan sampai sekarang, kata-kata pak Zainal (Allahummaghfir lahu)agar pak Dirjen banyak-banyak membaca peraturan tentang peradilan agama, hal itu secara estafet kami terima sebagai pesan pak Dirjen kepada kami warga peradilan agama. Semoga kami senantiasa mengingatnya sebagaimana pak Dirjen selalu mengingat kata-kata almarhum.
Reply
 
 
# St,Aminah Malik PA.Mks 2011-12-12 11:51
Segala pesa-pesan Bpk, kami jadikan cambuk untuk banyak membaca, dan menambah wawasan demi kemajuan Peradilan Agama yg kami cintai bersama, semoga semua ide dan karya bpk untuk memajukan Peradilan Agama ini menjadi amal jariyah yg terus mengalir pahalanya, Amin.
Reply
 
 
# Abdullah PA Kraksaann 2011-12-12 14:03
Tak terasa pesan Bapak Zainal itu telah terestafetkan kepada kita melalui tulisan ini, dan menggugah kita untuk selalu membaca, terima kasih Pak Dirjen.
Reply
 
 
# Bambang S. toto PA Ngawi 2011-12-12 14:50
Sebenernya maksud Pak Dirjen mengungkap pesan Pak Zaenal itu adalalah mengajak kita untuk sering membaca peraturan yang berkaitan dg Peradilan Agama,karena hal tersebut merupakan kunci sukses bagi orang yang berkiprah di Peradilan Agama. Oleh karena itu mari kita sambut himbauan Pak Dirjen tersebut dengan suka cita. :lol:
Reply
 
 
# Mame Sadafal-PA Sidoarjo 2011-12-12 14:56
terima kasih ada ak dirjen yang telah menorehkan karya kepada peningkatan dan kemajuan Peradilan Agama seperti saat ini, tapi kami semua warga peraDilan berharap kiranya Bapak berkenan memberikan pesan-pesan dengan tiada henti kepada generasi pelanjut Bapak kelak di kemudian hari setelah Bapak memasuki usia pensiun, sehingga pesan-pesan almarhum yang telah menjadi spirit Bapak tidak terhenti setelah Bapak tidak mengabdi secara formal di Direktorat Jenderal Peradilan Agama MARI
Reply
 
 
# Bambang S. toto PA Ngawi 2011-12-12 15:00
Sebenarnya yang tersirat dari ungkapan pak Dirjen tersebut adalah himbauan kepada kita untuk sering membaca peraturan peraturan yang berkaitan dengan Peradilan Agama, karena hal itu merupakan kunci sukses bagi yang berkiprah di Peradilan Agama, oleh karena itu mari kita sambut himbauan Beliau tersebut dengan penuh sukka cita.
Reply
 
 
# Jasman, Kabanjahe 2011-12-12 15:22
:-| Alhamdulillah banyak hal positif yang dapat dipetik dari Artikel Bapak Dirjen, terutama dari kegigihan dan ketulusan dalam melaksanakan tugas-tugas, sehingga banyak mendapatkan dukungan dari kawan-kawan, kami merasa bahagia dan bangga bertugas di Peradilan Agama tentunya tidak terlepas dari Bimbingan yang selama ini bapak Dirjen berikan. Do'a kami, semoga niat yang tulus Pak Dirjen dalam memajukan peradilan Agama Di Indonesia ini dapat diterima oleh Allah SWT sebagai Amal Jariah, Amin Yarabbal Alamin.
Reply
 
 
# iqbal nganjuk 2011-12-12 20:46
Terimakasih Pak Wahyu atas pengelaman rekam jejak yg telah di tularkan kpd kami yg muda 2 di daerah semoga sedikit meniru untuk banyak berbuat terbaik untuk PA yg telah kita pilih menjadi ferofesi kita . Banyak membaca , bekerja kompak dan semangat . Trims
Reply
 
 
# ayep sm PA ciamis 2011-12-13 06:15
Untuk kita orang Peradilan Agama, sudah tidak asing lagi dengan tuntunan Allah, dimana suruh kita baca ! ( Iqra ), tapi ya itu palaksanaannya, karena itu memang kalau saya simak, seja kuliah ke Canada, bahasa Inggrisnya mahir, itu karena rajin baca, semoga diikuti oleh kita orang PA supaya lebih maju dan sukses seperti pak dirjen. Selamat pak, semoga menular
Reply
 
 
# ayep sm PA ciamis 2011-12-13 06:16
Untuk kita orang Peradilan Agama, sudah tidak asing lagi dengan tuntunan Allah, dimana suruh kita baca ! ( Iqra ), tapi ya itu palaksanaannya, karena itu memang kalau saya simak, seja kuliah ke Canada, bahasa Inggrisnya mahir, itu karena rajin baca, semoga diikuti oleh kita orang PA supaya lebih maju dan sukses seperti pak dirjen. Selamat pak, semoga menular :lol:
Reply
 
 
# ali mhtrm @PA- Tj. Redeb 2011-12-13 07:49
Pesan dari Pak Zainal Abidin Abu Bakar kepada Pak Wahyu, untuk banyak-banyak membaca peraturan tentang peradilan agama, tentunya tidak hanya berlaku bagi Pak Wahyu sendiri tetapi bisa juga berlaku bagi kita warga Peradilan Agama.
Semangat tersebut, memberikan motivasi dan inspirasi untuk benar-benar menguasai sesuatu yang kita tangani, sehingga nantinya bisa menghasilkan kinerja yang maksimal.
Terima Kasih
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2011-12-13 09:12
semoga yang bapak lalukan demi Badan Peradilan Agama, kami bisa mengikutinya dan mencontohnya, amin, yang penting doakan dan mohon dukungan kami semua,dan kalao salah atau keliru kami sia[p untuk diluruskan. sehat dan sukses selalu buat Pak Dirjen.
Reply
 
 
# Muh. Irfan Husaeni-PA Painan 2011-12-13 10:06
Membaca tulisan ini saya mendapat ibroh bahwa Pesan Pak Zainal kepada Pak Dirjen, hakikatnya pesan kepada warga peradilan secara keseluruhan. Terimakasih Pak Dirjen telah berbagi ilmu kepada kita semua. :-)
Reply
 
 
# Abuhael PA Jakpus 2011-12-13 12:57
Sebuah keteladanan yang patut dicontoh oleh seluruh aparat Peradilan Agama.
Reply
 
 
# mahfudin PA Rengat 2011-12-13 14:05
Semoga menjadi cermin bagi pejabat lainnya untuk menjadi tauladan. Trim's pak Dirjen jangan lupa dengan teman-teman dipelosok tanah air :lol:
Reply
 
 
# yanto PTA Jogya 2011-12-13 15:29
Pesan orang tua atau sesewpuh kita sangat berarti dan terasa setelah pesan atau amanahnya kita laksanakan.Dan yang sangat penting bila kita melaksanakannya dengan hati yang tulus dan ichlas.Saya cermati tulisan-tulisan Pak Dirjen sebenarnya sangat bermanfaat sekali bagi warga peradilan agama. Semangat.kerja keras..tak kenal lelah dan menghargai karya karya bawahan.Warga peradilan agama kan selalu setia mengikuti dan membaca artikel artikel selanjutnya yang benar benar sangat terasa membawa pesan kesan agar kedepannya peradilan agama lebih maju dan modern.
Reply
 
 
# Asti PTA Jakarta 2011-12-13 16:22
Pesan Pak Zainal dan sudah nyata dilaksanakan oleh Pak Wahyu, jadi inspirasiku untuk terus baca dan baca. Wah, ternyata semuanya mempraktekan pesan Nabi SAW, Iqra.....Semoga kita semua jauh dari rasa malas dan peradilan agama menjadi lebih dan lebih maju.Amiin
Reply
 
 
# Abd. Malik PA.Soe 2011-12-14 07:41
Ingin menjadi orang sukses, mari membaca dan membaca, serta bertanya tentang apa yang kita belum mengetahuinya.
Reply
 
 
# nurmadi rasyid pa bengkulu 2011-12-14 08:57
saya masih ingat waktu kuliah S.I ada pesan seorang dosen Fropesor fakar bidang studi Hukum Agraria yang mengatakan bahwa kita ini terhadap ilmu pengetahuan ini harus tamak dimana saja terdengar ada ilmu pengetahuan pergilah ambil begitu, hal ini menganjurkan bahwa kita ini harus banyak membaca kalau ingin pintar. semoga tulisan pak dirjen menjadi pedoman kita semua
Reply
 
 
# Syarif hidayat PA Cianjur 2011-12-14 09:32
Kata kunci dari tulisan pak Dirjen ini selain "Pengalaman" dan "Membaca" adalah " DUKUNGAN' dan "KEKOMPAKAN" betapapun seorang pimpinan syarat dengan Pengalaman dan rajin membaca tapi tanpa Dukungan dan Kekompakan Tim niscaya tidak akan berhasil,. Tentunya pengalaman Bapak jadi bekal bagi kami, Semoga Bapak selalu mendapat bimbingan dali Allah SWT sehingga Bapak dapat membimbing kami demi mewujudkan Peradilan Agama yang Agung.....amin
Reply
 
 
# Siti Salbiah PA Subang 2011-12-16 17:18
:-) Sungguh saya sangat terharu membaca artikel bapak, betapa tidak , kesuksesan tidak membuat bapak lupa,seperti "Kacang yang lupa Kulitnya" bapak tetap pak Wahyu Widiana seperti yang saya kenal 17 tahun yang lalu ,pribadi bersahaja dan Rendah hati,semoga pesan pak Zainal Abidin Abubakar yang kemudian menjadi pesan bapak untuk kami..bisa kami amalkan..amin YRA.
Reply
 
 
# H.Fathur Rohman Ms. PA Banyuwangi 2011-12-27 20:06
"Sekompak dan sehebat apapun para staf, kalau pimpinannya sama sekali tidak tahu peta dan permasalahan, maka jalannya organisasi akan tersendat bahkan macet, atau berantakan". betul kalimat ini pak Wahyu...
Reply
 
 
# H.Fathur Rohman Ms. PA Banyuwangi 2011-12-27 20:10
Untuk almarhum Bapak Zainal Abidin Abubakar... semoga Allag mengampuni dosa2 bapak serta menerima segala amal ibadah bapak, saya selaku murid dan bawahannya..semoga ilmu yang pernah bapak ajarkan kepada saya menjadi amal jariyah bagi bapak dialam barzakh...amin
Reply
 
 
# Drs. Lisman,SH,MH PA. Tebing Tinggi Medan 2011-12-28 10:27
Saya anggkat topi buat bapak Dirjen karena rasa tanggung jawab yg tinggi terhadap amanah yg diberikan oleh negara buat bapak, hanya dengan sepenggal kata "“Tolong Pak Wahyu, banyak-banyak membaca peraturan tentang peradilan agama ya!”kata pak zainal.dari orang pelaksana sejarah peradilan agama dan saya berharap berbagi pengalaman bapak tersebut berbagi buat kami2 yg minus pengalaman dari bapak untuk melanjutkan perjuanagan peradilan agama kedepan... amin semoga ya pak.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS