Senin, 21 Mei 2012 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
Daftar LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet

RSS Feeder





Login Intranet



Online Support

 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Hakim PA Angkatan IV | (21/5)
BUKU ELEKTRONIK : Sebuah Penilaian atas Website Pengadilan tahun 2011 (e-book version) | (14/05)
PENGUMUMAN : SE Pembinaan Hisab Rukyat April 2012 | (10/5)
PENGUMUMAN : Publikasi Informasi Perkara | (23/04)
PENGUMUMAN : Hasil Diskusi Forum Bahasa Arab (MLA Episode III) | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I Tahun Anggaran 2012 | (3/4)




Religious Court Reform Awards & “Bonek” | (9/1/2012) PDF Cetak E-mail
Senin, 09 Januari 2012 12:53

Religious Court Reform Awards 
&
“Bonek”

*


Ketika Ketua PTA Bengkulu, Pak Wildan Suyuthi, membacakan rumusan hasil Komisi II, Komisi Lingkungan Peradilan Agama, pada Rapat Pleno Terakhir Rakernas Mahkamah Agung,  bulan September 2011 di Jakarta, nampak ada nuansa lain yang berbeda dari komisi lainnya.

Nuansa lain itu terlihat pada lebih besarnya porsi rumusan yang berkaitan dengan bidang non yudisial, bila dibandingkan dengan bidang yang sama pada rumusan komisi lainnya. Walaupun tidak lebih besar dari porsi bidang yudisial, porsi bidang non yudisial cukup signifikan.

Lebih-lebih, Pak Wildan dalam laporannya itu menyebutkan adanya Program Penganugerahan Penghargaan Dalam Rangka Percepatan Pelaksanaan Reformasi di Lingkungan Peradilan Agama. Nampaknya, supaya menarik perhatian, Jurubicara yang fasikh itu menyebutkan judul program dimaksud dengan menggunakan Bahasa Inggris, yaitu: “Religious Court Reform Awards”. Dalam rumusan  itu juga dirinci “award-award” yang akan diberikan, yaitu di bidang penanganan perkara, pengelolaan website, pelayanan meja informasi & pelayanan publik, penerapan SIADPA, pelayanan ‘Justice for the Poor’, dan pengelolaan SIMPEG.

Ya, bagus juga dengan diselipkannya istilah dalam Bahasa Inggris itu. Bukan untuk sombong-sombongan, tapi untuk menarik perhatian orang saja. Juga untuk menarik perhatian aparat lingkungan peradilan agama, bahwa program ini penting, besar dan bermanfaat untuk dilaksanakan dengan sungguh-sungguh dalam rangka meningkatkan pelayanan.

Saya sebagai salah satu penanggung jawab bidang non judisial di lingkungan peradilan agama sangat puas dengan rumusan, yang memang saya sendiri terlibat langsung dalam penyusunannya itu, bersama anggota Komisi II lainnya.

Gagasan penganugerahan “awards” ini berawal dari keinginan agar program-program prioritas pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Pembaruan Peradilan (RBPP), lebih digaungkan di lingkungan peradilan agama. Bukankah ini merupakan komitmen kita, sebagai langkah pencapaian  Visi seperti disebutkan dalam Cetak Biru Mahkamah Agung?

Program penganugerahan “Awards” yang diikuti oleh langkah-langkah bimbingan dan pembinaan, saya harapkan dapat memacu semangat kawan-kawan dalam ber”fastabiqul khairat” untuk melaksanakan program-program prioritas RBPP di lingkungan peradilan agama.  Sudah barang tentu, muara dari “fastabiqul khairat” ini adalah pelayanan prima kepada pencari keadilan dan masyarakat luas.

Setelah selesai Sidang Pleno, banyak kawan-kawan peserta Rakernas, terutama dari luar kalangan peradilan agama, bertanya kepada saya. Dari mana anggarannya, bagaimana menyelenggarakannya, dan sebagainya.  Saya jawab sambil berseloroh, program itu disusun tanpa anggaran khusus. Dasarnya bondo nekad, alias “bonek”.

**

Memang  benar. Tidak ada dana khusus untuk penganugerahan awards ini. Tapi bukan berarti program ini dilakukan tanpa biaya dan tanpa perencanaan. Banyak biaya yang dikeluarkan untuk pelaksanaan program ini, seperti untuk persiapan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan, pelaksanaan penilaian, penyediaan “awards” dan hadiah-hadiahnya, serta penyelenggaraan pada saat penganugrahannya itu sendiri. Semuanya direncanakan, dibahas dan disosialisasikan, baik di kalangan Badilag itu sendiri, Uldilag dan peradilan agama secara nasional.

Biaya untuk itu harus ada, walaupun tidak harus eksplisit disebutkan dalam DIPA.  Biaya untuk itu memang ada, tapi berserakan pada semua kegiatan Badilag atau bahkan satker-satker di daerah. Anggaran untuk Bimtek, Bedah Berkas, Pengembangan dan Monitoring Teknologi Informasi, SIADPA dan SIMPEG, Orientasi-orientasi, Pengadaan Sarana Prasarana, Bimbingan dan Monitoring berbagai kegiatan, Pemberkasan Administrasi Kasasi & PK,  bahkan Mata Anggaran Perjalanan 410, banyak kita manfaatkan juga untuk penyelenggaraan Program Penganugerahan “Awards” ini,  dijadikan satu dengan kegiatan-kegiatan pokoknya.

Jadi sebetulnya, kita hanya tinggal membuat komitmen, tekad, dan niat, apakah Badilag dan satker-satker di bawahnya mau melaksanakannya atau  tidak. Terhadap kegiatan-kegiatan yang berserakan itu, para pejabat pengelola di Badilag mau atau tidak untuk memadukan, mengkordinasikan dan memanfaatkan anggaran secara efisien dan efektif.

Jadi, sebenarnya tergantung kepada kita semua, bagaimana kita bisa mengemas dan merakit kegiatan-kegiatan itu agar program-program yang ditentukan berjalan lancar. Bukankah gagasan penganugerahan “awards” itu bertujuan agar program-program prioritas RBPP itu dapat dilaksanakan dengan semangat tinggi dan melibatkan seluruh unsur lingkungan peradilan agama, pusat dan daerah? Hanya itu saja resepnya. Sangat tergantung pada tekad kita.

Dan alhamdulillah, saya melihat,  semua aparat pada satker pusat dan daerah memahami dan mendukungnya. Saya optimis, program ini akan berjalan dengan baik. Bahkan selama tahun 2011 ini sudah ada penganugerahan “award” yang berhasil dilaksanakan, seperti penganugerahan The Best Religious Court Website Award yang telah diselenggarakan bersamaan dengan  Seminar Nasional Ekonomi Syari’ah, di kampus UIN Jakarta.

Penganugerahan di bidang website ini kerjasama dengan NLRP, sebuah Proyek yang dibiayai pemerintah Belanda, dan  HISSI (Himpunan Ilmuwan dan Sarjana Syari’ah Indonesia) pada Bulan Juni 2011.  Di tahun 2012 juga masih direncanakan penganugerahan di bidang website ini untuk kali yang kedua, mengingat penampilan website harus selalu up date.

Demikian pula di bidang Pelayanan Meja Informasi & Pelayanan Publik,  pada tahun 2011  telah berhasil disusun pedomannya yang dibungkus oleh SK Dirjen Nomor 17/2011. Pada tahun 2011 ini juga seluruh PTA/MS sudah melakukan penilaian di daerah masing-masing dan hasilnya telah diinfokan ke Badilag. Lalu Badilag, di akhir tahun 2011, telah melaksanakan peninjauan dan penilaian secara nasional ke wilayah PTA/MS se Indonesia. Kini, tinggal rapat dewan juri untuk menentukan para pemenangnya.

***

Oleh karena itu, kesimpulan saya, walaupun tidak ada anggaran khusus untuk kegiatan penganugerahan “awards”, kegiatan itu akan berhasil dengan baik. Syaratnya, semua pimpinan di lingkungan peradilan agama, sesuai tingkatannya,  selalu menyosialisasikan program ini di lingkungan masing-masing dan melaksanakannya sesuai dengan  kewenangannya.

Yang tidak kalah pentingnya adalah para pimpinan peradilan agama itu agar selalu “well informed” mengenai perkembangan, kebijakan atau informasi lainnya dari Badilag berkaitan dengan program-program RBPP.  Sebaliknya, para pejabat di Badilagpun perlu banyak melihat lapangan atau menggali informasi mengenai pelaksanaan RBPP di daerah.

Untuk itu, situs Badilag,net dan situs-situs peradilan agama se Indonesia menjadi suatu keniscayaan untuk dimanfaatkan dalam  berkomunikasi multi arah ini. Seluruh warga peradilan agama “wajib hukum”nya untuk mengakses Mahkamah Agung.go.id dan Badilag.net, setiap hari. Demikian pula, warga Badilag “wajib hukum”nya melihat perkembangan situs-situs peradilan agama.

Saya yakin, dengan berbagi informasi, pengalaman dan pendapat di antara pusat dan daerah, program Penganugerahan Religious Court Reform Awards akan berhasil dengan baik.  Kalau itu terjadi, berarti kita telah berhasil satu langkah dalam upaya melaksanakan program-program RBPP di lingkungan peradilan agama.

Kita tidak mau menjadi korban perubahan sebagai mana kata orang: “Perubahan adalah suatu keniscayaan. Siapa yang tidak ikut perubahan, maka ia akan digilas sendiri oleh perubahan itu”.

Sudah barang tentu, perubahan yang dimaksud adalah perubahan menuju kepada keadaan yang lebih baik. Bukankah yang dimaksud perubahan itu adalah “hijrah minadhulumati ilan nur”? Ya, kita telah mempunyai pegangan sejarah dalam hal ini, yang telah dicontohkan oleh Rosululloh SAW , yaitu hijrah dari Mekkah ke Medinah, yang telah membawa perubahan luar biasa, menjadikan masyarakat yang jauh lebih baik dari keadaan sebelumnya.

Niat yang ikhlas, yang “lillahi ta’ala”, akan menimbulkan tekad yang kuat, walaupun kadang-kadang harus dilakukan dalam serba keterbatasan. “Bondo nekad, alias bonek” dalam konteks yang positif sangat diperlukan untuk merealisasikan niat yang ikhlas tersebut. Insya Allah, kita mampu. (WW).

TanggalViewsComments
Total2519587
Sen. 2140
Ming. 2080
Sab. 19140
Jum. 1860
Kam. 1770
Rab. 16180
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-01-09 13:48
Alhamdulillah segala kebijakan yang Diterapkan oleh Ditjen Badilag selalu dilaksanakan oleh teman-teman PTA/PA, itu menandakan harmonisnya antara pimpinan dan pimpinan lain yang ada di bawahnya. Terlepas dari itu harmonisnya antara pimpinan dan bawahan juga merupakan modal kelancaran pelaksanaan program yang direncanakan. Ayo bina terus kekompakan kita agar mata akan terus tertuju pada Ditjen Badilag dan jajarannya.
Reply
 
 
# Dudung Bukittinggi 2012-01-09 15:19
Ternyata dengan "Bonek" tapi didasari oleh semangat kebersamaan, kita mampu mengubah wajah Pengadilan Agama menjadi "kinclong" dan membuat orang terkagum2. Bravo Badilag.
Reply
 
 
# Misbah-PA.Purwakarta 2012-01-09 15:29
Semoga dengan adanya "award" INI, bisa lebih meningkatkan kinerja semua Peradilan yang ada di lingkungan BADILAG, untuk menuju Pengadilan Agama menjadi Badan PERADILAN YANG AGUNG.
Reply
 
 
# H.Abd.Rasyid A, MH.PA-Mr. 2012-01-09 15:36
" Di mana ada kemauan di situ ada jalan ". Pepatah lama telah berhasil dibuktikan oleh Dirjen Badilag dengan penganugerahan “Religious Court Reform Awards” dalam rangka mendorong pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Pembaruan Peradilan (RBPP). Semoga kegiaan ini mendorong terjadinya perubahan di lingkungan peradilan agama ke arah yang lebih baik. Kita harus terus berubah bila tidak menjadi korban perubahan karena “Perubahan adalah suatu keniscayaan. Siapa yang tidak ikut perubahan, maka ia akan digilas sendiri oleh perubahan itu”. Semoga spirit menjadi tekad semua warga peradilan agama. Sukses buat P. Dirjen Badilag.
Reply
 
 
# Masrinedi-PA. Painan 2012-01-09 15:44
“Bondo nekad, alias bonek” dalam konteks yang positif sangat diperlukan untuk merealisasikan niat yang ikhlas tersebut. Insya Allah, kita mampu.
Ya, Insya Allah pak Dirjen mudah-mudahan RBPP di lingkungan Badilag sukses dengan 'Komitmen dan persepsi yang sama mulai dari jajaran pimpinan badilag sampai ke aparat PA paling bawah tentang 7 Program Prioritas RBPP di PA : Penyelesaian Perkara, Manajemen SDM, Pengelolalaan website, Pelayanan publik dan meja informasi, Pengawasan, Implementasi SIADPA dan Justice for All. Termasuk juga Rencana tahun Ini Acara Peringaatan 130 tahun PA, semoga nanti SUKSES SEMUANYA. AMIN !
Reply
 
 
# Ratu Ayu 2012-01-09 16:01
Ada filsuf Yunani ternama yang mengatakan bahwa berani adalah sifat yang paling utama, yang lain2nya ngikut aja. Tampaknya Pak WW menganut pendapat ini, selamat, karena 'berani'nya tidak salah, klo 'berani' tapi salah, pasti Pak Wildan tidak baca rumusan yg indah itu. Selamat juga, karena sudah mengambil kebijakan dengan cara yang selamat dan membuat banyak kalangan memberikan selamat. Sy juga jd ikut mengucapkan selamat, karena tidak mudah menggunakan 'wewenang' dari sebuah jabatan. Jadi ... selamat bermusabaqah khairaaat untuk kita semua.
Reply
 
 
# Rahmi Hidayati PA Manna 2012-01-09 16:07
pasukan badilag harus mengambil spirit pasukan Jibraltar, maju terus pantang mundur, show must go on.
Reply
 
 
# Moh.Yasya PA Situbondo 2012-01-09 16:20
Selama kita ada kemauan tidak ada sesuatu yang tidak bisa dikerjakan, dan Alhamdulillah BADILAG sudah beberapa kali sucses menyelenggarakan program penganugrahan Penghargaan / AWARDS , ada Motto yang perlu kita simak bersama " Mulailah pekerjaan dari yang mungkin, maka anda akan mencapai pekerjaan yang tidak mungkin dikerjakan oleh orang lain "
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-01-09 16:28
Memang benar apa yang disampaikan Pak Dirjen,,, Nabi Saw juga telah memotivasi kita,, Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemaren ia adalah orang beruntung...
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-01-09 20:05
Saya setuju dengan adanya penganugrahan "Religious Court Reform Awards" dalam rangka mendorong RBPP, secara cepat, masalah biaya sudah terbiasa dari kocek sendiri ndak masalah, karena perjuangan perlu pengorbanan, tapi yakin Allah akan menggantinya, karena kita berjuang demi menegakkan hukum dan keadilan. Terus maju pak biar "bonek juga" !
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-01-09 20:09
Saya sangat setuju dengan adanya penghargaan "Religious Court Reform Awards" meskipun modal "bonek", kita mah sudah terbiasa modal dengkul alias dari kocek sendiri, tapi yakin demi RBPP karena itu kewajiban kita untuk terus menegakkan hukum dan keadilan, pasti Allah akan membalas dengan balasan yang berlipat. lanjutkan dan selamat.
Reply
 
 
# maharnis PTA Jayapura 2012-01-10 05:53
saya sangat setuju dan mendukung adanya penghargaan " Religious Court Reform Awards" diloingkungan Peradilan Agama, karena program ini akan memacu dan memotivasi apartatur peradidlan Agama untuk berbuat lebih baik dan memberikan kontribusi kepada masyarakat pencari keadilan dan tegaknya hukum dan keadilan
Reply
 
 
# Samsir Toona, SHI PA sidikalang 2012-01-10 07:03
"bonek" bukan hal yg tak mgkn bs menghasilkan sesuatu yg booming..ide pak dirjen yg mgkn menuurut sebagian org hal biasa, namun bs jd ide ini akan menjadi sgt luar bisa tatkala semua jajarah peradilan agama mau bekerja dan mendukung progran dr P"Dirjen..dgn adanya kemauan dan kesungguhan kt smua tuk melaksanakan program percepatan pelaksanaan reformasi birokrasi ini, selain akan bernilai ibadah, syukur2 bs meraih Award, namun tak kalah bersyukurnya kt "Remon 100%" bs cpt terealisasi...amiiinnn...(yg ptg kt kerja dl).."fastabiqul khairat"
Reply
 
 
# suhartono PA Gresik 2012-01-10 08:03
saya kira kalau sekedar "BONEK" tidak sesukses ini, tetapi juga benar-benar karena "BOTAK" (bondo otak), buah pikir yg briliant dari sang pionir yg membawa PA pada trek yg benar, congratulation for "BONEK BOTAK".
Reply
 
 
# Jasman, Kabanjahe 2012-01-10 08:21
Kegiatan penganugerahan “awards”, yang dilaksanakan oleh Badilag adalah merupakan salah satu strategi untuk memajukan Peradilan Agama. Dengan adanya Penganugerahan "awards" Mulai dari Peradilan TK Pertama sampai Mahkamah Agung akan berlombah-lombah menjadi yang terbaik dalam pelaksanaan Reformasi Birokrasi dan Pembaruan Peradilan (RBPP) semoga ke depan Peradilan Agama akan menjadi lebih baik lagi, Amin Yarabbal Alamin.
Reply
 
 
# ali syarif@PA Sala3 2012-01-10 08:33
Bukankah pak Dirjen pernah bahkan seringkali berpesan kepada kami, bahwa "biaya adalah bukan segala-2nya dan SDM adalah bukan suatu kendala tapi yang terpenting adalah kemauan, kemauan dan kemauan.." wallohu a'lam bi showab
Reply
 
 
# Rio 2012-01-10 08:39
Semoga kita sebagai aparatur peradilan agama, pada tahun 2012 ini dapat berbuat yang lebih baik. Kehati-hatian dalam mengambil kebijakan harus ada, tetapi kehati-hatian bukan berarti birokrasi yang kaku, langkah pak Dirjen adalah tauladan kita semua...
Reply
 
 
# # zaenal Ortala Badilag 2012-01-10 08:59
Dengan adanya "Religious Court Reform Awards", membawa perubahan yg sngt signifikan terhadap kemajuan peradilan agama,ini sgt terlihat dngn antusiasnya warga peradilan agama di daerah yg mulai berbenah untuk menerapkan program2 yg diterapkan badilag sbg contoh dr mulai "gatek" thdp website smpai skrg smua PA mempunyai website masing2 dan msh byk lg kemajuan lain yg didapat,,sungguh kemajuan yg sngt luar biasa dan perlu diteruskan di amalkan oleh seluruh warga peradilan agama dan badilag sendiri sbg pencetusnya,,dan sungguh ini smua tdk terlepas dgn dirjeny yg mempunyai ide-ide yg sngt luar biasa,,smoga ide2 Beliau untk kemajuan peradilan agama dibls oleh Allah SWT dgn pahala yg berlipat ganda,,amin ya mujibassailin
Reply
 
 
# subhan. PA. Kuningan 2012-01-10 09:05
Yang berprestasi pantas mendapat penghargaan. Tapi insan peradilan agama bukan itu yang menjadi target. Targetnya adalah beramal berkualitas, profesional dan penuh keikhlasan sehingga mendapat penghargaan tertinggi dari Allah swt.
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-01-10 09:09
Bondo Nekad alias Bonek untuk kebaikan merupakan model kerja-kerja cerdas dan insya Allah semua yang baik akan berakhir pula dengan kebaikan(All is Well that ends weel).Harapan kami semoga perjuangan pak WW tetap berkobar sampai titik puncak kjayaan dan diapresiasi serta diaplikasikan oleh semua warga PA.Amin
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-01-10 09:18
"Yassiru wa la tu'assiru, basysyiru wa la tunaffiru" barangkali itulah yg hendak dijalankan Badilag dalam usaha merealisasikan seluruh program-programnya, sehingga menimbulkan gairah dan semangat seluruh jajarannya untuk terus berkarya dan menuju ke arah yg lebih baik
Reply
 
 
# # Fathurrizqi PA Prm 2012-01-10 09:27
Reward dan punishment, dua metode ampuh dalam memotivasi seseorang/kelompok (satker)untuk melakukan perbaikan dan meningkatkan prestasi. Kedua metode ini sudah cukup lama dikenal dalam dunia kerja.
dan hari ini kita saksikan tengah bergulir di lingkungan Peradilan Agama.
salut. Keep Spirit Badilag!
Reply
 
 
# Muhammad Amin/WKPA Kabanjahe 2012-01-10 09:30
"Bonek" terkadang diperlukan untuk memberi darah segar bagi implementasi setiap kegiatan. Adanya penghargaan "Religious Court Reform Awards" meskipun modal "bonek" atau modal "dengkul", bagi lingkungan peradilan agama sudah biasa, sepanjang tidak melanggar aturan. 7 Program Prioritas RBPP di PA harus disukseskan. Selamat terus bekerja semoga sukses.
Reply
 
 
# Haris Luthfi, Msy Kutacane 2012-01-10 09:31
sudah sepantasnya kinerja yang baik mendapat nilain yang sepadan dengan hasil kinerjanya. dengan adanya "award" ini kan memacu semangat aparatur PA/PTa utnuk meningkatkan pelayanannya. selama ada kemauan, distu pasti ada jalan. RBPP harus tetap jalan sebab kata pepatah perubahan dimulai dari orang yang berani dilakukan oleh orang yang pintar dan dimenangkan oleh orang yang ikhlas.
lanjutkan dan selamat.
Reply
 
 
# Hermanto 2012-01-10 09:51
semoga "awards" yang hadir sekarang dan yang akan datang dapat memacu kinerja warga peradilan agama, memotivasi kita untuk melakukan yang terbaik untuk peradilan agama dan memberikan pelayanan yang prima pada masyarakat pencari keadilan. Ayo "bonek" untuk mengejar prestasi!!
Reply
 
 
# M. Tasdik, Badilag 2012-01-10 09:51
LUAR BIASA Komitmen,tekad dan niat Pimpinan Badilag serta diikuti kerja keras satker dibawahnya,Maju Terus Badilag.
Reply
 
 
# Atiqoh-PA.Probolinggo 2012-01-10 10:08
Luar biasa cara unyuk mendapat perhatian yang patut diapresiasi, tentunya dengan lecutan semangat untuk terus ikut menyukseskan cita-cita bersama....
Reply
 
 
# Dalih Effendy PA Krw. 2012-01-10 10:36
" Kuninya Kemauan dan Keikhlasan "
Dua kata ini secara sinergi hanya mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan. Ada yang mau tapi gak ikhlas, ada yang ikhlas tapi gak ada kemauan. Ketidakmaunnya bisa disebabkan lantaran gak mau pusing, gak ngerti caranya dan yang gak ikhlas karena gak ada dananya, hanya perintah atasan maka cuma asal-asalan. Penomena seperti ini banyak menyelimuti kita semua. Sosok pak Dirjen lah yang bisa membangkitkan bagaimana kita mau berbuat dan ikhlas. hasilnya Award yang kita lakukan akan diridoi Allah dan mendapat manfaat yang cukup banyak. kegiatan seperti ini adalah inovasi kita mengemas anggaran yang ada yang sama ruhnya. Maju terus pak dirjen kami dukung program bapak.
Reply
 
 
# Erlan Naofal-PA.Sidikalang 2012-01-10 10:44
Alqur'an menyatakan:"Intanshurullaha yansurkum wa yusabbit aqdamakum". jika kamu menolong Allah, niscaya ia akan menolong kamu dan memperteguh kedudukanmu". ketika kita berbuat kebaikan sekecil apapun itu tetapi dilandasi keikhlasan dan kesungguhan maka hasilnya LUAR BIASA dan BISA MENGGONCANGKAN DUNIA. SEMOGA BADILAG DAN PENGADILAN AGAMA SELURUH INDONESIA LOKOMOTIF PERUBAHAN MENUJU INDONESIA YANG LEBIH BAIK. Njuah-njuah Kita Karina. Horas.........
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-01-10 10:53
....“Perubahan adalah suatu keniscayaan. Siapa yang tidak ikut perubahan, maka ia akan digilas sendiri oleh perubahan itu”.. setuju, kalimat ini bagus sekali untuk dijadikan motto disetiap satker, untuk menambah semangat dan merubah pola pikir, pola pikir era 2000 an dan era 2012,sudah berubah. kalu tidak mengikuti perubahan bisa stress, dan mencari cari kesalahan, padahal sistem apapun saat ini sudah berubah. kita semua harus mau menerima perubahan dan harus mau dirubah pola pikirnya. insya allah kita akan selamat.
Reply
 
 
# Mawardi Lingga Wk PA Sidikalang 2012-01-10 11:16
Dari apa-apa yang telah dipikirkan, direncanakan,dan dilakukan oleh Pak Dirjen Badilag beserta jajarannya guna mengangkat citra dan martabat Peradilan Agama di Indonesia ini meskipun dengan "bonek" nya namun banyak manfaatnya karenanya kami nyatakan "sami'na wa atha'na" semoga kepemimpinan pak Wahyu Widiana mendapat ridho Allah dan husnul khotimah, Amiin.
Reply
 
 
# Suhadak Mataram 2012-01-10 11:29
Rumusan Program penganugrahan "Awards" dalam penyelenggaraan Administrasi Peradilan baik di bidang Meja informasi, Website,dll yang terkait dg percepatan RB sangatlah penting. walupun Bonek darimana anggaran yg jelas untuk bentuk hadiah bagi PA tidak penting walaupun hanya sertifikat atau sekedar diumumkan melalui website Badilag.net warga PA akan semakin bersemangat. sekali lagi terima kasih pak Dirjen Gebrakan Bapak menjadi bukti nyata PA bangkit dan berbenah, semoga terus melaju.
Reply
 
 
# Syaifuddin KPA Stabat 2012-01-10 12:58
Memang benar kata pepatah, dimana ada kemauan di situ ada jalan, apalagi niat yang baik, kita yakin pasti diridoi Allah, yang penting niat dan usahanya harus berjalan secar simultan. Di zaman sekarang ini perlu yang nekad dengan perhitungan, saya melihat, nekat kita adalah yang penuh perencanaan, karena itu kita yakin berhasil dan sukses. Selamat Pak Dirjen
Reply
 
 
# Ali Mhtrm @Tj. Redeb 2012-01-10 14:15
Kadang menciptakan ide lebih susah dan lebih berat dari pada melaksanakan suatu ide.
Suatu penghargaan, hadiah, award atau apapun itu adalah ide brilian untuk mewujudkan peradilan yang brilian pula.
Semoga nantinya ide positif tersebut bisa memacu dan menghasilkan kesempurnaan & kesuksesan Peradilan Agama.
Reply
 
 
# H.Abd.Rasyid A, MH.PA-Mr. 2012-01-10 15:01
Tidak selamanya pepatah " Kullu Syay'in yataharraku bil fulus". Buktinya Dirjen Badilag mampu menggelar program “Religious Court Reform Awards” dengan "Bonek". Sukses buat P. Wahyu Widiana.
Reply
 
 
# Mame Sadafal - PA Sidoarjo 2012-01-10 15:30
Kami ucapkan terima kasih kepada bapak dirjen atas usaha Bapak selama ini untuk terus meningkatkan Percepatan Pelaksanaan Reformasi di Lingkungan Peradilan Agama yang salah satunya melalui program penganugerahan penghargaan. Program yang telah mendunia ini merupakan upaya perubahan yang secara simultan harus terus menerus disupport seluruh aparat peradilan agama meskipun dengan sarana pendanaan terbatas, system bonek. Kita berharap di tahun 2012 dan seterusnya, Pengadilan Tingkat Banding sebagai kawal depan Mahkamah Agung bisa mengapresiasi ide-ide dan gagasan bapak dirjen dengan mengusulkan anggaran IT di tiap-tiap Pengadilan Agama tingkat pertama untuk dapat dimasukkan dalam DIPA.
Reply
 
 
# Siti Salbiah PA Subang 2012-01-10 15:39
:-) sebagaimana SCTV awards, AMI Awards atau Awards-awards yang lainnya..saya berdo'a Semoga program Penganugerahan Religious Court Reform Awards ini..mampu memberikan motifasi kepada seluruh warga Peradilan Agama untuk berusaha memerankan sebaik mungkin tugas dan fungsinya masing dalam rangka menegakkan keadilan dan menyatakan bahwa yang benar adalah benar. dan semoga kemudahan diberikan oleh Allah SWT untuk suksesnya penyelenggaraan Awards ini....Amin YRA Semmangat !!! dan sukses pak Dirjen!!!
Reply
 
 
# husni syam pta babel 2012-01-10 15:57
Selagi keharmonisan terjalin dg baik mulai dari pimpinan pusat sampai daerah maka istilah pak Dirjen Bondo nekat alias bonek pasti tetap dapat dipertahankan memacu RBPP, dimana ada kemauan disana ada jalan, maju terus pak Dirjen. kami mendukung.
Reply
 
 
# Andi Nany Hasyim 2012-01-10 16:49
Program Penganugerahan Penghargaan;
Reward dan punishment, sebagai sarana memotivasi seseorang dan atau satker untuk melakukan meningkatkan dan perbaikan prestasi. Semoga tujuan dapat tercapai,
Sukses selalu Badilag
Reply
 
 
# isyaifullah70@yahoo.com 2012-01-11 07:01
Syaifullah PTA.Mataram. Program "cerdas" ini harus terus dilaksanakan dan ditingkatkan demi peningkatan profesionalisme aparat peradilan agama pada khususnya dan MARI pada umumnya.
Reply
 
 
# Asep Saefudin M,SQ pa kab. kediri 2012-01-11 08:25
Saya setuju awarda-award dilanjutkan pada tahun2 mendatang, sebab terbukti sangat memacu warga PA di daerah untuk terus meningkatkan kinerjanya, semoga maslahat bagi kita semua.
Reply
 
 
# ALi 2012-01-11 15:05
Klo bukan sekarang kapan lagi, klo nunggu dana mau terlaksana kapan,,,,bonek memang luar biasa... :-)
Salut sama TIM Perumus dan pelaksana.
Reply
 
 
# Mangudin PA Krui 2012-01-26 06:09
Sesungguhnya Award award yg digelontorkan oleh Badilag bukan tujun utama, tp pelaksanaan RB yg menjadi kebijakan Badilag yg hrs digenjot Insya Allah dg sendirinya yg lain jg katut.
Reply
 
 
# niajimi@yahoo.co.id 2012-02-06 09:57
kesuksesan RB itu harus didukung semua pihak,kalau berjuang sama sama pasti kuat dan nikmat banget saat berhasil, tapi yang lebih berat adalah menjaganya, ibarat tanaman , sangat payah kalau kena hama , bisa rusak semua apalagi kalau hamanya sulit diberantas......
Reply
 
 
# akangjajangs/PA.Tnk 2012-05-07 08:56
Dengan idealisme dan komitmen yang tinggi, dan dilandasi niat ikhlas karena Allah dari pimpinan Badilag, alhamdulillah semua program berjalan baik, dan semoga ada dalam ridho dari Allah SWT. Amiin.
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-05-07 09:01
program Penganugerahan Religious Court Reform Awards adalah penting, tapi yg ngak kalah adalah pekerjaannya tetap dipertahankan kapan saja..
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid, PA.BKLN 2012-05-07 09:01
Mantap badilag neg. semoga semuanya berhasil hendaknya Amin
Reply
 
 
# Usman S PA Watansoppeng 2012-05-07 09:02
meskipun award-award bukan tujuan, sedikit banyaknya menjadi motifasi untuk memacu diri.
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-05-07 09:24
PEPATAH LAMA : DIMANA ADA KEMAUAN DISITU ADA JALAN, sangat bermakna jika yang dikemukakan pak Dirjen saya sering mengibaratkan jika semuanya harus pakai dana anak saya juga bisa!!! yang luar biasa adalah jika suatu kebaikan dimulai dengan niat yang ikhlas niscaya jalannya akan lancar, tetapi jika semuanya harus dana sampai kapan???? maju terus Peradilan Agama.
Reply
 
 
# Urip PA Probolinggo 2012-05-07 09:27
Jalan Terus Pantang Mundur. Insya Allah demi kemaslahatan pasti ada jalan
Reply
 
 
# umi-pajb 2012-05-07 09:34
Pak Dirjen telah membuktikan dimana ada kemauan disitu ada jalan, dimana ada kebersamaan disana ada kelapangan, maju terus Peradilan Agama, sesuai apa yang dikatakan pak Dirjen tidak ada yang tidak mungkin kalau itu untuk kebaikan. SEmoga dengan adanya penghargaan reformasi utk Peradilan Agama menambah semangat insan perdilan untuk memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Omong-omong kalau bisa tidak usah memakai kata Award cukup dengan kata penghargaan atau yang sejenisnya kan Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai bahasanya sendiri, bagaimana ?
Reply
 
 
# Abdul Malik - PA. SoE 2012-05-07 09:35
'Bonek" ala Badilag harus kita dukung, sedang "bonek" ala suporter Persibaya harus kita hindari.
Reply
 
 
# s.yanto.tn.PTA-Kendari 2012-05-07 09:35
Semua kegiatan harus balancces, demikian juga jika ada reward maka harus ada juga punishment. Yang berhasil dan dinilai baik di beri reward, namun yg tdk berhasil dan ndableg (masa bodoh) ya diberi punishment. Jadi semua harus seimbang. Kalau keduanya diterapkan secara konsekwen maka pasti akan terjadi prinsip "fastaqul khairot". Maka jadikan prinsip fastaqul khairot dlm segala bidang. Insyaallah semua akan mencapai kemajuan yg signifikan.
Reply
 
 
# umi-pajb 2012-05-07 09:36
Sekertaris MA RI didepan Rakor PTA Jakarta dan PA se DKI Jakarta mengatakan saat ini tidak saja diperlukan Reformasi Birokrasi, namun Revolusi Birokrasi.
Reply
 
 
# Mazharuddin_Balige 2012-05-07 10:07
Mdh2n yg mendapat Award award atau Penghargaan dari Badilag, tdk hanya sbg pajangan belaka, tetapi hendaknya dapat menjadi Role Model atau uswatun khasanah bagi yg lainnya...
Reply
 
 
# Izzami PA.Ma-Bulian 2012-05-07 10:13
Sudah merupakan suatu keharusan AWARDS itu ada karna hal tersebut bertujuan untuk membedakan antara sungguh2 bekerja dan bekerja sungguh2, http://badilag.net/components/com_jcomments/images/smiles/smile.gif
Reply
 
 
# Moh. Jatim, Plhri 2012-05-07 10:26
anggaran yang terbatas tidak menghalagi langkah badilag dan peradilan di bawahnya untuk meraih penghargaan yang lebih tinggi. selamat pada pimpinan Badilag dan peradilan dibawahnya yang selangkah lebih maju
Reply
 
 
# Haeruddin PA Tahuna 2012-05-07 10:30
kemauan untuk berubah ke yang lebih baik adalah modal utama untuk mencapai tujuan yang terbaik dan itulah yang telah dilaksanakan oleh Badilag bersama jajarannya semoga semakin maju ...
Reply
 
 
# Arif, s 2012-05-07 10:40
insya Allah selagi dalam jajaran satker selalu kondusif, hubungan antasan dan bahan dianggap sebagai mitra bukan sebagai yang diperinta dan memerintah kami yakin semua hal yang dicanangkan oleh badilag demi kemajuan revormasi birokrasi untuk menuju peradilan yang agung.. WAJIB KAMI LAKSANAKAN
Reply
 
 
# sutikno-PA Donggala 2012-05-07 10:48
sangat setuju dgn program itu, sbg penyemangat, dan menambah ilmu jg, mdh2n berjalan sesuai dgn rencana, amin
Reply
 
 
# samsul bahri 2012-05-07 11:09
semua award itu sudah baik dan cukup memotivasi aparatur PA, tetapi ada masih harus ditambah dengan clean and good court governance award yang meskipun lebih bersifat "ruhani" tetapi wujudnya tampak dalam pelayanan publik, Pak Dirjen saya kira setuju...
Reply
 
 
# Tahrir Adnan-Kebumen 2012-05-07 11:10
Saya jadi ingat sya'ir Khalil Gibran yang intinya bahwa dalam hidup ini tidak ada kata berhenti dalam bertindak/berbuat/beraktifitas. BERHENTI berarti akan terlindas oleh roda perobahan itu sendiri. Karena itu mari kita terus berbuat dan berbuat untuk melakukan perubahan yang terbaik. Termasuk kita harus berani merubah mainset tentang budaya kerja, minimal merubah mainset kita sendiri.
Reply
 
 
# # H.M.Idris Abdir, KPA Atambua NTT # 2012-05-07 11:11
Utk melakukan hijrah ke arah yg lbh baik dan positif memang diperlukan nawaetunya yg ikhlas dan lillahi ta'ala seperti kata bpk Dirjen Badilag. Tapi selain dari itu yg paling menentukan juga yaitu orang-orangnya yg berada di belakang (the man behind the gun),hrs ada kemauan dan senang kpd perubahan meskipun tanpa dana,serta konsisten dlm berbuat utk mewujudkan perubahan itu, dg prinsip yg dituntunkan Alquran :"Waanlaesa lilinsaani illa maa sa'aa".(Manusia tanpa usaha, maka dipastikan tdk akan mendapatkan apa-apa)!
Reply
 
 
# suhartono pa gresik 2012-05-07 12:19
... ada kemauan pasti ada jalan..GOAHEAD!
Reply
 
 
# armen ghani 2012-05-07 13:11
Berbeda untuk maju,,,setuju, mudahan Badilag di bawah Kmpinann PK Wahyu ,,semakin maju,
Reply
 
 
# Sukri HC. PA Mamuju 2012-05-07 13:11
:lol: Kami tetap mendukung pak Dirjen, maju terus!!!
Reply
 
 
# Hardinal PTA Jypura 2012-05-07 13:17
Komitmen adalah suatu hal yang abstrak, it will creep where water can't pass (ia akan merayap dimana air tidak bisa lewat).
Reply
 
 
# imdad 2012-05-07 13:58
Luar Biasa....
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-05-07 14:34
tentunya tidak hanya sekedar rewardnya yang dicari, namun bagaimana mempertahankan amanah jika setelah mendapat reward, dan bekerja tentunya bukan karena ada reward yg akan dipraihi tetapi bekerja berdasarkan profesionalisme yang tinggi.
Reply
 
 
# #Mahalli PA Tilamuta 2012-05-07 15:20
Klo semua kegiatan harus ada dana dulu bukan BONEX namanya, ....., kami siap pak ...
Reply
 
 
# H. Burhnudin Ali 2012-05-07 15:41
Kami bangga dan bersyukur semoga penghargaan tersebut menjadi pemicu bagi aparat peradilan untuk lebih meningkatkan pelayanan kepada masyarakat para pencari keadilan dengan prima sebagai realisasi slogan acces to justice
Reply
 
 
# Ridhuan Santoso MSy.Aceh 2012-05-07 21:10
Kami harapkan apa yang menjadi ide bagus pak Dirjen memberikan Award kepada satuan kerja yang terbaik itu adalah merupakan penyemangat bagi seluruh Satker di PA/Ms mari kita tetap bersatu untuk mencapai tujuan yang kita dambankan yaitu Peradilan yang Agung dapat memuaskan masyarakat pencarai keadilan di seluruh nusantara ini.
Reply
 
 
# Mulyadi Pamili, Gorontalo 2012-05-08 08:00
Berbagai terobosan yang muncul dari ide - ide cemerlang pak Dirjen sangat memberi arah dan berkembangnya penataan pelaksanaan RB di lingkungan PA. Sebagai aparat PA kita harus terus memacu diri dan kemampuan, niat dan kemamauan untuk terus melakukan yang terbaik buat negara dan bangsa serta agama, meski anggaran tidak tersedia, tapi dengan memaksimalkan apa yang kita punya, walau hanya sedikit, niscaya segalanya akan kita capai.
Reply
 
 
# Mr. Life Probolinggo 2012-05-08 08:01
Selamat dan sukses semoga jalan makin mulus untuk meraih cita-cita yang agung. amin
Reply
 
 
# Nurul M. Kab. Malang 2012-05-08 08:36
Ringan sama di jinjing... berat sama dipikul...
Reply
 
 
# Muh. Zainuri, Wamena 2012-05-08 08:46
Tetap semangat, sekali layar berkembang tak kan surut langkah terhalang
Reply
 
 
# asep dadang pa depok 2012-05-08 09:04
"MAN JADDA WAJADA" suatu pekerjaan dilakukan dengan sungguh2 insyaallah hasilnya akan baik, demikian pula dengan program Badilag yg senantiasa penuh inovasi dan progresif senantiasa harus kita dukung bersama agar hasilnya dapat dirasakan disemua satker masing-masing
Reply
 
 
# abu syamuel 2012-05-08 14:19
kita sgt mengharapkan "Religious Court Reform Awards" dapat meliputi satker badilag jg, dgn demikian para pegawai di satker Badilag jg termotivasi utk meningkatkan kinerjanya,sehingga tdk ada alasan lg..ada program tidak terwujud sesuai dengan rencana, seperti halnya "Mutasi" pegawai...semoga bermanfaat.wassalam
Reply
 
 
# Daswir Tanjung PTA Bdg 2012-05-09 06:41
Program untuk memberikan penghargaan dalam setiap sub kegiatan adalah sangat baik dan patut mendapatkan dukungan dari kita semua,reward dan punismen apabila dilakukan dengan teratur dan terencana adalah sangat baik dan memberikan motivasi pada seluruh aparat Peradilan Agama untuk bekerja lebih baik, ingin mendapatkan hasil maximal, dan bagi yang mendapatkan "award " patut dipromosikan untuk menduduki jabatan sesuai dengan kemampuannya.
Reply
 
 
# Abdul Malik - PA. SoE 2012-05-09 07:05
Bonek ala Badilag menguntungkan, sedang bonek ala pendukung persibaya sering merugikan.
Reply
 
 
# Arinal PA Payakumbuh 2012-05-09 08:22
Program pemberisn penghargaan “Religious Court Reform Awards” kepada seluruh Satker di PA/MS yang berprestasi dalam memajukan program-program unggulan yang telah dicanangkan oleh Badilag, tentu akan semakin memacu geliat kinerja bagi seluruh Satker di PA/MS yang lain untuk memajukan dan meningkatkan kepercayaan publik kepada Lembaga Peradilan Agama Khususnya.
Reply
 
 
# bs. PA.Maninjau 2012-05-09 09:03
Bukankah pak Dirjen pernah bahkan seringkali berpesan kepada kami, bahwa "biaya adalah bukan segala-2nya dan SDM adalah bukan suatu kendala tapi yang terpenting adalah kemauan, kemauan dan kemauan.." wallohu a'lam bi showab
Reply
 
 
# M.Ghofar Rasmin- PA.SGU 2012-05-09 10:56
Dengan nawaitu yang kuat, kerja keras lillaahi ta'ala. Meskipun BONEK tapi dengan didukung kawan-kawan atau bawahan, insya Allah keinginan akan terwujud, sebagaimana yang telah diraih oleh Badilag. Maju terus Badilag demi perbaikan Peradilan Agama ke depan. Fastabiqul khoirat. Amin.
Reply
 
 
# Muhdi Kholil Waka PA Kangean 2012-05-09 13:05
Dukung dan Maju Terus Pak Dirjen, Semoga program-program penghargaan dari Badilag ke PTA dan PA yang berprestasi,akan memacu kita untuk berubah ke arah yang lebih baik, Ayo ber fastabiqul Khoiraat dan Jadilah sebagia pemenang Saabiqun Bil Khoiraat Biiznillah, semoga Amin
Reply
 
 
# Drs. Cece Rukmana Ibrahim, SH.,MH WK. PA. Tigaraksa 2012-05-10 07:49
Setuju sekali dengan rencana "RELIGIOUS COURT REFORM AWARD", sebagai penghargaan terhadap kinerja aparatur Peradilan Agama, yang nanti bisa menjadi motifasi/pendorong dalam peningkatan kinerja ke arah yang lebih baik di semua lini bidang tugas.
Reply
 
 
# Jamhur MS Sigli 2012-05-10 09:57
"Award" itu sangat diperlukan untuk memberikan motivasi, karena orang bekerja perlu motivasi sebab tanpa motivasi biasanya orang kurang semangat untuk bekerja. Teruskan dan lanjutkan segala bentuk award.
Reply
 
 
# lilik muliana WK PA Probolinggo 2012-05-10 15:20
semua apa yg kt rencanakan berbekal kemauan dan tekad yg tulus insyaallah terlaksana, p Wahyu telah membuktikan itu anggaran ttg IT walaupun tdk ada dlm DIPA namun ttp berjalan dan semakin exis hal ini menunjukkan dimana ada kemauan disitu ada jalan, reward yg digagas oleh bpk semakin membuat satker - satker mengerjar ketertinggalannya bahkan membuat inofasi-inofasi baru hal ini bkn eforia tp menunjukkan kesungguhan kita dlm keterbukaan informasi maju terus bapak kami selalu setia mengiringi langkah p Dirjen......
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 















Pembaruan MA















Pencarian
Polling
Setujukah apabila setiap putusan pengadilan ditampilkan di website
 
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS