Minggu, 26 Mei 2013 Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama 



English Version | العربية
 
 
Informasi Umum
Home
Profil
Organisasi
Yurisdiksi
Hisab Rukyat
Peraturan Perundangan
Artikel
Hikmah Badilag
Dapur Redaksi
e-Dokumen
Kumpulan Video
Pustaka Badilag
Arsip Berita
Raker Badilag 2012
130th Peradilan Agama
Transparansi Peradilan
Putusan PTA
Putusan Perkara Kasasi
Transparansi Anggaran
Statistik Perkara
Info Perkara Kasasi
Justice for All
Pengawasan
Pengumuman Lelang
Laporan Aset
Cek Akta Cerai
LHKPN
Prosedur Standar
Prosedur Berperkara
Pedoman Perilaku Hakim
Legalisasi Akta Cerai
Internal Badilag
e-Mail
Direktori Dirjen
Setditjen
Dit. Bin. Tenaga Teknis
Dit. Bin. Administrasi PA
Dit. Pratalak
Login Intranet



RSS Feeder

Get our toolbar!






Login Intranet



Online Support
 
 
 
 



FOKUS BADILAG

PENGUMUMAN : Surat Permintaan Berkas Kelengkapan Usul Pengangkatan Hakim dan Biaya Pindah | (24/5)
SURAT EDARAN : Pendaftaran Calon Peserta Program Beasiswa S3 Sudan Tahun 2013 | (20/5)
SURAT EDARAN : Permintaan Persyaratan Biaya Mutasi Pindah Pejabat Kepaniteraan & Kejurusitaan PA | (10/5)
PENGUMUMAN : Pemanggilan Peserta Bimtek Kompetensi Panitera Pengganti PA (Angkatan II) Tahun 2013 | (8/5)
PENGUMUMAN : Ralat Pemanggilan Peserta Bimtek  Administrasi Angkatan III | (7/5)

PENGUMUMAN
: Input data Output Program 04 Ditjen Badilag T.A. 2012 Pada Aplikasi Monev Anggaran Kementrian Keuangan RI | (25/4)
PENGUMUMAN : Kelengkapan Berkas Perkara Kasasi dan PK | (22/4)
PENGUMUMAN : Klarifikasi Akun Facebook "Purwo Susilo" | (20/4)
PENGUMUMAN : Laporan Realisasi Anggaran DIPA 005.04 Triwulan I tahun Anggaran 2013 | (8/4)
PENGUMUMAN : Pelaporan Perkara Mediasi, Sidang Keliling dan Prodeo | (8/4




Tambahkan ke Google Reader
Ngobrol-ngobrol dengan Pihak yang Berperkara (26/2) PDF Cetak E-mail
Minggu, 26 Februari 2012 18:53

Ngobrol-ngobrol dengan Pihak yang Berperkara

“Pelayanannya Bagus, Pak!”

Lelaki separuh baya itu penampilannya agak berbeda dengan tamu-tamu lainnya. Pakaiannya safari panjang warna coklat, bersepatu, berpeci hitam dan membawa buku catatan. Walaupun sederhana untuk ukuran kota, lelaki ini lain dibandingkan dengan penampilan kebanyakan tamu yang Rabu (22/2) pagi  datang ke Pengadilan Agama Sumedang.

Nampaknya Pak Emed ini, sebut saja begitu supaya mudah, adalah tokoh agama atau tokoh masyarakat. Persisnya, saya menebak beliau  adalah seorang Amil yang biasa membantu masyarakat desa jika berurusan dengan pernikahan atau perceraian.

Ketika saya berjalan masuk menuju halaman belakang PA, Pak Emed sedang berdiri di situ, ngobrol dengan tiga orang ibu-ibu, berusia antara 30-40an tahun. Ketiga ibu-ibu yang nampak lugu ini duduk di bangku panjang.  Di sekitar situ, banyak pula kerumunan orang. Maklum, ruang tunggu yang ada di bagian belakang gedung nampaknya tidak mampu menampung semua tamu yang datang pagi hari itu.

Meski gedung lama, PA Sumedang ini telah memberlakukan arus tamu sesuai dengan kaidah “one stop service” dan “interaksi proporsional”. Semua tamu yang berperkara diarahkan hanya dapat masuk gedung melalui pintu samping  langsung ke ruang pelayanan, atau melalui pintu belakang langsung ke ruang tunggu. Adapun tamu lainnya masuk melalui pintu depan.

Saya datang ke PA itu berdua dengan H.Cile, sopir setia saya, menjelang pukul 9 pagi. Mobil dinas yang saya pakai, sengaja tidak masuk halaman PA, supaya tidak menarik perhatian aparat. H. Cile memberhentikan dan memarkir mobil dinas itu di pinggir jalan yang agak terhalang oleh mobil lain. Lalu saya turun, masuk ke halaman berjalan kaki.

Pakaian saya juga biasa. Saya tidak pakai safari apalagi kemeja berdasi. Saya pakai kemeja putih garis-garis biru muda, tapi ditutup jaket biru yang biasa dipakai oleh kebanyakan orang. Ketika melewati Satpam di pintu masuk halaman, saya hanya senyum dan mengangguk kepadanya. Dia tidak nampak curiga bahwa saya orang Badilag.

Dengan pakaian dan cara masuk seperti itu, saya tidak menarik perhatian tamu-tamu yang sedang menunggu sidang. Lalu saya menuju Pak Emed dan ketiga ibu itu. Mengucap salam lalu bergabung ngobrol, dengan menggunakan bahasa Sunda. Objek obrolanpun mula-mula masalah umum saja. Tapi setelah mereka menerima kehadiran saya dan merasa akrab, dengan cara yang tidak  menyelidiki apalagi menginterogasi, sedikit demi sedikit saya bertanya tentang hal-hal berkaitan dengan pelayanan PA.

**

“Oh, bagus sekali Pak”, kata Pak Emed menjawab pertanyaan saya tentang pelayanan yang diberikan oleh PA Sumedang ini. “Mereka melayani kami dengan ramah, serius dan cepat”, katanya lagi.

Ketika ditanya tentang biaya perkara dan pungutan-pungutan lainnya, Pak Emed menjawab bahwa biaya perkara dibayarkan di Bank dan tidak ada pungutan lainnya lagi, kecuali ketika mengambil Akte Cerai. “Hanya Rp 30.000,-, dan itupun pakai kwitansi Pak”, tegasnya.

Ketika saya bertanya kepada salah satu Ibu tentang  biaya perkara yang dibayarnya, si Ibu yang akan meghadiri sidang pertama ini mengatakan telah membayarnya sekitar 400 ribuan melalui Bank.  Pak Emed dengan cepat menimpali, “Oh, itu nanti dikembalikan sebagian”.

Si Ibu sedikit heran. “Apa iya?”, tanyanya. “Iya. Nanti kan biaya itu dihitung kembali berapa habisnya, berdasarkan berapa kali sidang.  Biasanya ada sisanya. Lalu dikembalikan lagi kepada kita”, ungkap Pak Emed lancar sekali, meyakinkan lawan bicaranya. Si Ibu hanya bengong saja.

“Lho, kok Bapak tahu persis?”, tanya saya. “Iya begitu biasanya Pak. Saya kan sering mengantar orang ke sini”, jawab Pak Emed.

“Bapak, ‘Amil ya?”, pancing saya datar.  “Iya Pak. Saya ke sini hanya mengantar saja. Kasihan, banyak Ibu-ibu yang disakiti suaminya. Mereka ingin ke sini, tapi takut, sebab mereka tidak tahu. Mereka minta tolong saya. Saya jelaskan apa adanya, termasuk biaya-biayanya. Tapi tidak semua Ibu-ibu, Bapak-bapak juga banyak yang minta tolong saya untuk mengantarkannya ke sini”, kata Pak Emed lagi.

Lalu Pak Emed pamit kepada kami untuk mencari seseorang di ruang tunggu. Kamipun melanjutkan obrolan.

Ada dialog yang menarik. Ketika obrolan kami menyinggung lagi biaya perkara, salah satu Ibu berceritera. “Amil yang tadi itu kelihatannya baik. Kalau Amil di tempat saya minta biaya sejuta setengah. Malah saya ditakut-takuti, kalau langsung ke PA bisa habis 5 juta, katanya. Akhirnya saya minta diantar Ibu saya, memberanikan diri datang langsung ke sini. Eh, biayanya malah murah”, kata Ibu muda yang nampak agak murung.

Setelah hampir setengah jam ngobrol, saya pamit pada Ibu-ibu itu, lalu saya masuk ruang tunggu, di bagian belakang gedung. Di sana, orang yang berperkara banyak sekali. Saya duduk di bangku panjang yang kebetulan masih ada yang kosong. Saya berbaur dengan mereka. Ngobrol ngalor ngidul, sekali-sekali saya tanya tentang pelayanan dan kepuasan mereka atas pelayanan itu.

Lama-lama, ada juga pegawai PA yang mengenali saya. Lalu, ribut, lapor Pak Ketua. Akhirnya,  Pak Ketua dan para hakim serta pejabat-pejabat PA pada datang menemui saya. Sayapun pamit kepada teman ngobrol di kiri-kanan. Merekapun pada bengong. Mungkin mereka bertanya dalam hatinya, siapa orang ini.

Dari situ, saya diantar Pak Ketua dan pejabat lainnya melihat tiap ruangan, menyapa dan kadang ngobrol dengan aparat yang ada di tiap ruangan. Sebelum meninggalkan PA, saya minta bertemu dengan seluruh pejabat dan pegawai yang tidak sedang melakukan pelayanan, di suatu ruangan, untuk tukar menukar informasi dan dialog.

Saya senang sekali bisa berkunjung yang kedua kalinya ke PA Sumedang ini. Kunjungan pertama sekitar 10 tahun lalu ketika saya belum lama jadi Direktur.  Dalam kunjungan kali ini, yang hanya sekitar 2 jam, saya bisa ngobrol lama dengan para pencari keadilan dan pengantarnya, melihat suasana gedung dan ruang-ruangnya, serta dapat berdialog dengan para karyawan.

Setelah itu, saya pamit menuju PTA Bandung untuk “melapor” dan “minta maaf”, karena telah masuk wilayahnya tanpa pamit sebelumnya. Datang ke PTApun, saya juga tanpa memberi tahu. Nyelonong saja.

***

Saya sering berkunjung ke PA-PA  dengan cara seperti itu. Tapi kalau langsung ketahuan oleh aparat PA, saya sering  minta izin untuk ngobrol dengan yang berperkara, tanpa didampingi aparat PA.

Bagi kawan-kawan di PA, substansi dari dialog seperti di PA Sumedang tadi  bukanlah hal yang aneh. Mungkin semua PA, terutama di Jawa, sudah mengetahuinya. Tapi bagi saya, obrolan dan observasi langsung seperti itu sangat berkesan dan tambah meyakinkan apa yang terjadi di lapangan.

Dari dialog di PA Sumedang itu, kita bisa mengambil langkah. Misalnya, kita perlu banyak koordinasi dengan pemerintah setempat atau LSM-LSM untuk menyosialisasikan atau menginformasikan prosedur dan biaya perkara.  Kita juga perlu banyak memasang spanduk, pamflet, standing banner, papan pengumuman dan sejenisnya secara menyolok, di ruang pelayanan atau ruang tunggu PA, yang berisi tentang prosedur dan biaya perkara. Diharapkan, masyarakat mengetahuinya dan calo menjadi tidak laku.

Di samping substansi seperti dalam dialog tadi, banyak hal lain yang saya peroleh, baik yang positif maupun yang negatif. Semuanya saya sampaikan kepada Ketua dan karyawan untuk menjadi bahan masukan dan perhatian dalam memberikan pelayanan.

Di antara hal yang perlu mendapat perhatian adalah masih sering ditemukan pelaksanaan sidang yang molor dari jadwal, panggilan yang tidak sampai, atau yang terlambat sampai kepada para pihak, terlambatnya penyelesaian salinan putusan dan akte cerai, dan masih ada satu dua aparat yang melakukan interaksi dan komunikasi yang tidak proporsional.

Di samping itu, masih banyak ruangan-ruangan yang bau asap rokok. Saya sendiri beberapa kali menemui dan langsung menegor aparat yang merokok di dalam ruangan, apalagi ruangan berAC.

Walaupun masalah asap rokok di ruangan banyak yang menganggap kecil, bahkan tidak mempermasalahkannya, bagi saya asap rokok di ruangan, apalagi ruangan pelayanan adalah masalah serius yang harus mendapat perhatian seluruh karyawan, terutama para hakim dan pimpinan.

Merokok di ruang kerja dan ruang publik, di samping melanggar peraturan, juga sangat mengganggu orang lain dan membahayakan kesehatan, terutama terhadap orang yang tidak merokoknya.

Seorang Ibu, Panitera Pengganti dari suatu PA, dalam kesempatan dialog terbuka dengan saya, secara langsung menyatakan sangat terganggu dan tidak dapat bekerja karena asap rokok yang ada di ruang kerjanya. Ironisnya, dia tidak berdaya dan tidak bisa melarang kawan seruangannya yang juga PP untuk tidak merokok.

Silahkan merokok secara arif di tempat khusus yang tidak mengganggu orang lain. Pimpinan juga harus mempersiapkan tempat khusus itu.

****

Kunjungan untuk melihat keadaan yang sebenarnya di lapangan, bagi saya, adalah hal yang sangat bermanfaat. Namun, tidak mungkin hanya dengan satu dua jam bisa memotret seluruh keadaan yang sebenarnya. Apalagi hanya dilakukan oleh satu orang saja.

Kunjungan lapangan merupakan cara pembinaan. Tapi itu bukan satu-satunya. Masih banyak hal yang harus kita lakukan untuk meningkatkan pelayanan kita kepada masyarakat.

Namun demikian,  jika kunjungan ini dilakukan secara konsisten, oleh banyak orang secara kompak, seperti pejabat-pejabat Badilag, pimpinan dan hakim PTA, atau bahkan juga oleh pimpinan PA itu sendiri, lalu diadakan evaluasi dan aksi tindak lanjut, saya yakin kunjungan lapangan ini akan besar manfaatnya.

Kunjungan ini memang sangat penting. Namun lebih penting lagi adalah kesadaran seluruh aparat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu demi pelayanan dan kepuasan masyarakat pengguna pengadilan.

“Client satisfaction” atau kepuasan pengguna pengadilan merupakan salah satu faktor utama yang harus diperhatikan dalam perjalanan menuju Pengadilan yang Agung, sebagaimana disebutkan dalam Cetak Biru Pembaruan Mahkamah Agung 2010-2035. (WW)

TanggalViewsComments
Total2933099
Sab. 2540
Jum. 24170
Kam. 23130
Rab. 22100
Sel. 2150
Sen. 2040
LAST_UPDATED2
 

Comments 

 
# Masrinedi-PA Painan 2012-02-26 23:26
Semoga “Pelayanannya Bagus, Pak!” ini tetap eksis dan lestari di masing-masing PA. AMin !

Pada hari Jum'at, 24 Februari 2012 yang lalu datang ke PA Painan para pihak berperkara beserta seorang anak laki-laki mereka untuk memberikan surat pernyataan perdamaian mereka, padahal sebelumnya mereka berdua baru saja menerima Relaas PBT Putusan Banding PTA Padang.

Kami pun warga PA Painan 'turut merasa berbahagia dan senang' karena mereka berdua berbaikan kembali, tidak jadi bercerai.

Sewaktu saya sampaikan kepada Pemohon, bahwa dia harus menemui Kasir untuk mengambil uang sisa panjar biaya perkara, Pemohon dan Termohon kaget bercampur rasa senang dan gembira yang tampak di raut wajah keduanya.Kemudian Pemohon menerima pengembalian uang sisa panjar biaya perkaranya sebesar Rp. 325.000,- (Tiga ratus dua puluh lima ribu rupiah) dari kasir PA Painan, lalu dia mengatakan, bahwa uang itu dapat sebagai tambahan biaya perjalanan Pemohon dan Termohon ke Palembang minggu depan untuk 'berbulan madu kedua" pasca perkara mereka tidak jadi bercerai.

Semoga hal demikian tetap eksis, terpelihata dan lestari di masing-masing PA se-Indonesia sehingga Justice Seekers merasa puas karena hak-haknya diterimanya.Amin Yaa Rabbal'alamin !!! :-) :-) :-)
Reply
 
 
# Tatang Std PA Smrda 2012-02-27 07:40
Rasanya sulit untuk mencari sosok dan pigur seperti yth. Bapak Dirjen yg kita cintai ini, beliau rela berbaur dg masyarakat demi menggali informasi dan keadaan sebenarnya di PA yg notabene satker di bawah kekuasaannya, Beliau seorang yg bersahaja dan tidak gila hormat. memningatkan kita pada Khalifah Umar bin Khaththab
Reply
 
 
# Idham@Batam 2012-02-28 14:50
saya sangat salut dengan upaya Pak Dirjen yang bgitu gigih meningkatkan citra peradilan agama kepada publik dengan melakukan sidak ke beberapa PA, saya akan lebih salut lagi jika Bpk Dirjen juga melakukan sidak terhadap tempat tinggal para hakimnya, mengingat masih banyaknya Hakim yang bergelar "Doktor", apakah keadaan ini akan dibiarkan tanpa ada prubahan.....bravo Pak Dirjen..... ;-)
Reply
 
 
# emes tebuireng jombang 2012-02-27 08:02
coba kalau tradisi seperti ini dilakukan oleh pak direjen sampai --paling tidak-- lima tahun ke depan, saya meyakini peradilan agama dan aparat peradilan agama di dalamnya akan lebih dibanggakan, seperti yang dirindukan dan dibanggakan oleh ummat kebanyakan, sayangnya pak dirjen akan segera mengakhiri tugasnya, semoga amal shaleh pak dirjen tidak akan terputus dan meluber manfaatnya buat ummat, amin yaa mujibassailim
Reply
 
 
# Cece Rukmana PA. Tgrs 2012-02-27 08:02
Pelayan yang prima itu meliputi beberapa usur; Administrasinya bagus, Pelayanannya cepat, Produknya dapat dipergunakan oleh user, Pelayanannya ramah, dan menyenangkan
Reply
 
 
# H. Abd. Rasyid A., MH. PA-Mojokerto. 2012-02-27 08:03
Kunjungan aparat jika dilakukan secara konsisten, oleh banyak orang secara kompak, seperti pejabat-pejabat Badilag, pimpinan dan hakim PTA, atau bahkan juga oleh pimpinan PA itu sendiri, lalu diadakan evaluasi dan aksi tindak lanjut, saya yakin akan besar manfaatnya.

Kebiasaan Ketua PTA berkunjung ke PA karena hanya kebetulan lewat dan memberi tahu sebelumnya kepada pihak yg akan dikunjungi sudah perlu ditinggalkan karena tidak sesuai lg dengan semangat Reformasi Birokrasi (RB).

Dirjen dan wajib dicontoh oleh pejabat yg ada di bawahnya untuk sering turba (turun ke bawah) melihat secara langsung hasil kerja dan pelayanan bawahan...
Reply
 
 
# Ahmad, PA.MTR 2012-02-27 08:13
setrategi dan trik-trik yang dicontohkan bapak dirjen dalam rangka mengetahui secara langsung prilaku dan kinerja warga PA itu adalah sangat sangat sangat bagus, kita berharap itu tidak hanya di PA-PA terdekat dengan Badilag saja, tapi PA-PA didaerah perlu juga mendapatkan kunjungan seperti tersebut atau tanpa pemberitahuan...
Reply
 
 
# sahbudin kesi pa.soe 2012-02-27 08:16
kita warga peradilan agama sudah mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat atas kinerja kita yang semakin baik, sehingga tetap kita pertahankan dan tingkatkan pelayanan tersebut.

kunjungan Bapak Dirjen ke PA-PA secara mendadak menurut saya merupakan hal yang positif, agar kita selalu siap setiap saat dalam memberikan pelyanan kepada masyarakat. Pengawasan Bapak Dirjen ke PA Sumedang secara mendadak tersebut telah menginspirasikan kami untuk bekerja secara baik.

seandainya hal itu terjadi di PA kami mungkin akan lain hasilnya. terima kasih Bapak Dirjen.....
Reply
 
 
# ahid Lampung 2012-02-27 08:26
kunjungan pak dirjen seperti di atas, menggambarkan keseriusan seorang pimpinan dalam memberikan pelayanan, beliau ingin melihat langsung apakah benar pelayanan yang diberikan sudah baik, mudah-mudahan temen-temen di peradilan agama selalu mendukung upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat, jangan kecewakan rakyat karena ulah kita yang tidak baik.
Reply
 
 
# Ilman Hasjim, PA Andoolo 2012-02-27 08:35
Adalah kemajuan, pelayanan pada pencari keadilan sudah berjalan sebagaimana mestinya. Sidak Pak Dirjen tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu merupakan bukti kalau pelayanan prima sudah menjadi budaya positif yg selalu dipraktekkan.

Namun Tidak dipungkiri, pasti masih ada bahkan mungkin banyak Satker yg pelayannya belum maksimal. Kinerja diperbaiki dan ditingkatkan jika tahu atasan akan datang berkunjung. Semoga prilaku positif PA-PA yg sudah maksimal dalam pelayanan diantaranya PA Sumedang, dapat dicontoh dn ditiru oleh yg lainnya...
Reply
 
 
# Syafii Thoyib, PA Bantul - DIY 2012-02-27 08:37
"Di samping itu, masih banyak ruangan-ruangan yang bau asap rokok. Saya sendiri beberapa kali menemui dan langsung menegor aparat yang merokok di dalam ruangan, apalagi ruangan berAC". Demikian sebagian ucapan Bapak Dirjen Badilag dan tentunya sebuah pesan beliau buat para perokok agar menyudahinya. Setuju sekali...
Reply
 
 
# M.ubaidillah PA.BTL. DIY 2012-02-27 11:08
setuju. tapi adakesan lain-lain
Reply
 
 
# M.ubaidillah PA.BTL. DIY 2012-02-27 11:20
Ok. niat yang ikhlas, tidak ada yang disindir dan untuk kemajuan dan kemulyaan, berarti berkinerja sudah ada tanda jujur dan ikhlas. amin
Reply
 
 
# Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH.*PA Bwi. 2012-03-05 10:07
uang rokok diganti fungsi untuk beli Laptop, berhenti merokok lebih utama dan lebih berwibawa.
Reply
 
 
# Urip Hanur 2012-02-27 08:38
Semoga bapak Dirjend tidak pernah merasa letih berkunjung dari PA ke PA untuk mencari dan memberikan solusi demi perbaikan pelayanan kepada masyarakat.

Bagaimana kita bisa memberikan solusi kalau kita tidak tahu permasalahan yang dihadapi terutama yang ada di bawah. Kalau semua lini melakukannya seperti ini dan dengan penuh rasa tanggung jawab insya Allah apa yang kita idam2kan menjadi peradilan agama yang agung pasti akan terlaksana. Sukses untuk bapak WW.
Reply
 
 
# Hatta Chano 2012-02-27 08:50
Pelajaran berharga dari perjalan dan kujungan mendadak pa Dirjen tersebut. Semoga dg apa yg dijelaskan ole pa Dirjen tersebut dpt kta kembangkan di satker kita masing. Jaya terus Badilag.net
Reply
 
 
# rohimah pagrt 2012-02-27 08:51
bagus pk hal ini merupakan pemicu bg PA lainnya untuk lebih meningkatkan layanan yg lebih baik lagi.
Reply
 
 
# maharnis pta jayapura 2012-02-27 08:57
Perlu di ingat dan dihayati bahwa kunjungan dan ngobrol-ngobrolnya pak Imed (sebutannya) dengan pihak perkara di PA Sumedang ini tidak perlu bapak-bapak dan teman-teman contoh karena ini berfungsi sebagai pengawasan dan pembinaan dari petinggi kita, tapi kalau bapak-bapak dan teman-teman ngobrol-ngobrol dengan pihak berperkara apalagi diruang tunggu, itu tidak etis dan bagi hakim itu melnggar kode etik dan pedoman prilaku hakim.
Reply
 
 
# Drs.H.Fathur Rohman Ms.MH._PA Banyuwangi 2012-02-28 07:12
:lol: :P ;-) Betul itu, jangan ditiru kecuali yang berperkara adalah mahromnya sendiri..
Reply
 
 
# Jamalaba Malau, KPA Gunungsitoli 2012-02-27 08:59
Membina secara konsisten dan ikhlas itulah pemninaan yang paling berkesan, ,menggugah hati nurani, Terima kasih Pak Dirjen,
Reply
 
 
# Halim M - PA Masohi 2012-02-27 09:10
Pelayan yang prima itu meliputi beberapa usur; Administrasinya bagus, Pelayanannya cepat, Produknya dapat dipergunakan oleh Pelayanannya ramah, dan menyenangkan
Reply
 
 
# Moh.Yasya PA Situbondo 2012-02-27 09:22
Memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat (pelayanan prima) itu sama seperti kita mempersiapkan amal kita dalam kehidupan ini, artinya sama sama siap setiap saat apabila disidak oleh Pak Dirjen atau dijemput Sang Khaliq.
Reply
 
 
# Pelmizar PTA Pekanbaru 2012-02-27 09:23
Peran calo atau makelar perkara seringkali merusak citra yang sedang kita bangun, demi kuntungan pribadi, mereka akan mengorbankan nama aparat dan institusi kita. Untuk itu perlu kita ambil langkah-langkah tegas untuk membarangus orang-orang yang suka menangguk di air keruh itu, semoga sidak seperti ini juga diikuti oleh para KPTA untuk melihat kondisi sesungguhnya dilapangan
Reply
 
 
# PTA Semarang 2012-02-27 09:24
Terjun langsung ke PA "tanpa izin" tampaknya menjadi salah satu cara jitu utk mengetahui lsg kondisi dan pelayanan di PA, jd ga hny dgr laporan dari PA, tp lsg dri pihak berperkara.
Reply
 
 
# Chrisnayeti, Badilag 2012-02-27 09:47
Kalau tidak melanggar aturan yang ada mungkin alangkah baiknya di setiap kelurahan kita bisa memasang pemberitahuan atau poster tentang prosedur mengurus perceraian dan tentang biaya proses perceraian di Pengadilan Agama. Mungkin bisa bermanfaat untuk msyarakat pencari keadilan.
Reply
 
 
# Staf Umum - medan 2012-02-28 08:41
Setuju, ide bagusss
Reply
 
 
# M.Yusuf Waka PA Kendari 2012-02-27 09:50
Golnya adalah melayani dengan penuh penjiwaan.Warga PA harus banyak senyum...ya hitung2 memperbanyak ibadah.Apalagi kalau yang senyum ituorang cantik dan gateng wah exciting banget
Reply
 
 
# Rokhanah PA Karawang 2012-02-27 09:52
Terjun langsung seprti apa yang dilakukan oleh Bp Dirjen kita adalah salah satu pengawasan yang paling efektif. semoga pejabat-pejabat lain juga bisa menirunya.
Reply
 
 
# Soleh-PA Manna 2012-02-27 09:53
perlu terus proses sosialisasi dengan berbabagi macam bentuk dan cara tentang prosedur pendaftaran dan biayanya di PA, dialog ibu tadi setidaknya menyiratkan bhw masih ada atau mungkin masih banyak yang berpendapat bahwa proses berperkara di pengadilan rumit dan biaya besar... mudah2an kerja-kerja yg terprogram dari seluruh elemen PA dapat mengikis pandangan tersebut.. selamat buat PA sumedang...
Reply
 
 
# Nursal-PA Muara Bungo 2012-02-27 09:56
kunjungan mendadak/kundak Pak Dirjen apalagi berbaur dengan para pencari keadilan akan banyak terungkap diantaranya masih ada calo perkara dengan berbagai teorinya, semoga hal ini dapat diberi pemahaman melalui penyuluhan hukum kepada masy. terutama di pedesaan jauh dari kantor PA.
Reply
 
 
# Muh. Irfan Husaeni/PA Painan 2012-02-27 10:25
Apa yang dicontohkan Bapak Dirjen adalah bentuk controlling dalam fungsi organisasi, Beliau ingin memastikan apakah himbauan yang selama ini dikampanyekan telah dilaksanakan secara efektif di tingkat bawah? Terimakasih Pak Dirjen atas ilmunya.
Reply
 
 
# Ayip-PA.Tasikmalaya 2012-02-27 10:29
Suatu kondisi natural, yang apa adanya (tanpa rekayasa) menggambarkan ungkapan objektivitas dari para pihak terhadap lembaga peradilan khususnya Pengadilan Agama. Inilah hasil yang didapat dari kunjungan pak dirjen secara diam-diam ke Pengadilan Agama Sumedang. Mudah-mudahan hal yang sama juga terjadi di PA-PA lain. Selamat kepada PA. Sumedang..
Reply
 
 
# Zulkiram, MS.Kota Banda Aceh 2012-02-27 10:36
Assalamu`alaikum. Setiap masa ada orangnya setiap orang ada masanya, yang menakhodai Badilag MARI sekarang yang sangat serius, bersemangat dan tulus ikhlas orangnya adalah Pak WW. yang akan datang siapa orangnya ???. Wassalam.
Reply
 
 
# danny.boyz, 2012-02-27 10:37
“Your satisfaction is our happiness”

" Kepuasan Para Pencari keadilan adalah kebahagian kami " ;-)
Reply
 
 
# MAME SADAFAL-PA Sidoarjo 2012-02-27 10:44
usaha yang telah dicanangkan dan dilaksanakan oleh Bapak Dirjen secara intens di Pengadilan Agama akan memberikan motivasi, serta energi baru terhadap seluruh aparat Pengadilan Agama, bukan hanya dari tingkat pertama (daerah) tetapi akan berdampak kepada seluruh Sumber Daya Manusia yang berada dalam jajaran direktorat jenderal Pengadilan Agama yang pada akhirnya akan memberikan perubahan yang signifikan terhadap pelayanan masyarakat yang menjadi harapan dan tujuan para pencari keadilan.
Reply
 
 
# Nurmadi Rasyid pa bkl 2012-02-27 11:45
itu dambaan kita semua, moga moga kedepannya tentu kita berharap memang demikian adanya. agar peradilan yang agung dapat dicapai.
Reply
 
 
# M.Iqbal PTA B.Lampung 2012-02-27 12:07
Dengan melihat langsung kondisi Pelayanan di PA Sumedang oleh Pak Dirjen sbg potret pelayanan, transparasi serta akses PA pada Publik, akan diketahui realita TUPOKSI PA dg bahasa riil di Lapangan. Tentunya pd tiap PA memiliki Unggulan yg bisa di share dg PA lain, utk diambil manfaatnya.

Semoga semakin banyak PA yg bisa diUnggulkan dan yg membanggakan..Dan PA diluar Jawa juga kalau bisa di tengok supaya kondisinya bisa dilihat.Dan rindu Pegawai PA diluar Jawa pada Pak Dirjen bisa terobati..Semoga Bapak tetap sehat walafiat.
Reply
 
 
# chazim m Surakarta 2012-02-27 13:47
Action pak Dirjen, mengingatkan aparat peradilan untuk senantiasa siap setiap saat...tidak pernah lalai...
Reply
 
 
# Suhadak PA Mataram 2012-02-27 13:56
Pak Dirjen Secara intens telah membina, memotivasi dan mengevaluasi kinerja dan Pelayanan kepada Masyarakat seperti di PA Sumedang ini dan PA-PA lainnya, menujukkan betapa seriusnya pak Dirjen ingin memajukan PA agar tidak ketinggalan dg yg lain.

Hasil nyata ini jgn ternoda ulah negatif dari oknom kita sendiri. Semoga Peradilan yg bersih cepat dan biaya ringan selalu dapat kita laksanakan sehingga masyarakat puas dg penyelesaian perkara di PA.
Reply
 
 
# Aris 2012-02-27 13:59
Maaf Pak kami mohon agar di Lampung juga bisa di awasi dengan cara seperti itu. karena masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab.
Reply
 
 
# ridhuan santoso 2012-02-27 14:19
kami sangat salut pada Pak dirjen Badilag yang melakukan sidak, kalau seandainya selurh pajabat di Indonesia melakukan hal yang sama, akan amanlah isi dunia ini, tidak ada pelanggaran dan penyimpangan, semoga dimasa yang akan tampil orang-orang berkarakter seperti Bapak. Yang penuh Tanggung jawab.
Reply
 
 
# Usman S-PA.Wsp. 2012-02-27 14:32
Sisi lain dari hasil lawatan pak Dirjen, bahwa hingga hari ini masih ada calo perkara yang sering mencatut nama hakim untuk meloloskan aksinya, sehingga perlu adanya penyuluhan hukum kepada masyarakat.
Reply
 
 
# syakira RM 2012-02-27 14:56
saya suka dengan komentar Aris di atas..mohon di tindak lanjuti laporan2 seperti itu :-*
Reply
 
 
# Asyrof - PA Manna 2012-02-27 15:26
yang menjadi perhatian terbesar saya dari pojok pak Dirjen edisi ini... "Diharapkan, masyarakat mengetahuinya dan CALO MENJADI TIDAK LAKU."

Fenomena yang terjadi, di PA-PA Jawa setahu saya masih sangat bertebaran dengan CALO PERKARA.
Ironisnya, karena sudah terlalu lama beroperasi sebagai calo, mereka benar-benar menguasai medan dan berani berlaku selayaknya pegawai PA sendiri. Bahkan ada beberapa oknum pegawai PA yang menganggap keberadaan mereka merupakan simbisosis mutualisme.

Hal ini sangat membutuhkan perhatian dan keberanian pimpinan demi pelayanan yang prima terhadap masyarakat. Semoga Pengadilan Agama segera bebas dari para calo perkara.
Reply
 
 
# Al Fitri - PA Tanjungpandan 2012-02-27 16:47
Kalau bisa Pak Dirjen sekali-kali juga berkunjung ke PA di luar Jawa, ya minimal ke PA yang naik pesawatnya sekali dari Jakarta, agar PA luar Jawa juga semangat dalam memberikan pelayanan prima terhadap pencari keadilan serta bagaimana sesungguhnya PA di luar jawa.. :D
Reply
 
 
# Hamzah PA Kalianda 2012-02-27 17:05
mudah2an setting sosial pelayanan yang baik kepada masyarakat pencari keadilan dari pegawai PA di Sumedang (jawa) dicontoh oleh pegawai2 PA di luar jawa. berbeda pulau bukan berarti berbeda setting sosial pelayanan kepada masyarakat, tetapi sepanjang satu bapak dan satu ibu (satu Badilag) kita semua harus "berbenah untuk berubah" demi kebaikan institusi kita. Tks.
Reply
 
 
# Abdul Rahman Salam, MH/PA Banggai Kepulauan 2012-02-27 19:05
Sidak yg dilakukan Pak Dirjen, sgt baik utk mengetahui apakah suatu PA itu siap dlm pelayanan secara maksimal atau hanya kalau ada pemeriksaan baik dari PTA at Badilag, Kalau di Kepulauan sidang tepat waktu terkadang DAPAT MERUGIKAN PARA PIHAK (sidang molor 1 jam bahkan lebih) krn kondisi, kadang terlambat datang karena alasan ombak, bodi (perahu) kurang,sehingga KETERLAMBATAN SIDANG JUSTRU MENOLONG PARA PIHAK
Reply
 
 
# Staf Umum - medan 2012-02-27 19:49
Jangan lihat dari sisi Dirjen melulu, tapi sikap teman2 aparat PA Sumedang yang sdh teruji memberikan pelayanan demikian tanpa pungli karena sadar mereka telah menerima gaji yang hak/halal. Bukan melangkah ke tempat kerja dengan pemikiran "berapa uang masuk hari ini ?" Horass
Reply
 
 
# lukman PA Takalar 2012-02-27 20:42
Kunjungan dadakan yang dilakukan Bapak Dirjen patut ditiru oleh para Pejabat lainnya, sampai masalah merokokpun beliau perhatikan, dan mudah2an tidak terbatas dengan masalah rokok saja tetapi perlu kiranya masalah penggunaan obat2an terlarang sejenis narkoba juga dipantau kalau perlu dilakukan tes dadakan agar menjadi perhatian bagi PA-PA lain bahwa jangan coba2 dengan hal tersebut karena akan ada tes dadakan, mengapa hal ini penting jangan sampai aparat Peradilan Agama kecolongan seperti para Pilot yang bekerja di tempat propesional tetapi memakai narkoba, tentu kita semua harus mewaspadai hal ini, dan mohon maaf jika saya mengungkapkannya, semoga Allah SWT tetap melindungi kita semua ..Amin ...
Reply
 
 
# Ahlul Bait-Jakbar 2012-02-27 20:55
Alhamdulah..klu smua pjabt tinggi spt Pak Ditrjen mghkin dunia ini agak sdkit tntram. ya smg aja pak Dirjen jd contoh terbaik...
Pak maaf ada pertnyaan nakal dr teman2 :
kunaon pak Dirjen dina setiap acara/kunjungan can pernah nyinggung soal kejhteraan hakim...? sok sanaos Pak Dirjen te tiasa naiken gaji, tp ya skdar nentramken srg tanda kepeduliaan...
Reply
 
 
# Syekh Sanusi PA-Jakarta Barat 2012-02-27 20:59
smg Bpk kita ini menjadi suri tauladan bagi para petinggi MA khususnya Peradilan Agama. dan tentu sja disesuaikan dgn kedaan kita amsing-masing....okey, krn klu kita sgja ngoberol2 di tengah2 org berperkara malah jd melanggar kode etik doonng...
Reply
 
 
# M. Djulizar Bdlg 2012-02-27 22:11
semoga saja Dirjen yang berikutnya seperti Dirjen yang sekarang. yang bisa membuat pelayanan di seluruh peradilan semakin maju. dan semoga dengan kunjungan Dirjrn ke peradilan agama bisa membuat pelayanan semakin baik. Pak Dirjen tiada duanya. IS THE BEST
Reply
 
 
# agus PTA Pontianak 2012-02-28 07:02
Semoga Pak Dirjen mau datang ke PA se Kalimantan Barat, semoga sukses ya Pak...
Reply
 
 
# m.Tobri-PA Kuningan 2012-02-28 07:09
pelayanan yang diberikan oleh PA Sumedang ini. “Mereka melayani kami dengan ramah, serius dan cepat......... Sealamat buat PA Sumedang yang sudah bisa memberikan pelayanan yang prima, semoga hal tersebut bisa dipertahankan, selamat juga kepada Pakn Dirjen yang selalu ikhlas dalam menjalankan tugasnya, semoga apa yang kita harap segera bisa diraih.
Reply
 
 
# Abdul Malik PA. Soe 2012-02-28 07:46
Berbuat baiklah dengan tulus dan ikhlas, nanti akan menuai kebaikan pula, jangan berbuat baik karena takut sidak dan takut akan adanya pemeriksaan.
Reply
 
 
# Muh.Amir Razak PTA Manado 2012-02-28 08:23
Mudah2an keraguan saya akan sirna,jika Bpk Dirjen talah memasuki masa purna bakti akan bermunculan pewaris beliau guna menepis issu dan sekaligus menjawab bahwa regenerasi aparan perdilan tidak pernah putus ,bahkan akan menjadi fakta yg tak terbantahkan dr Pameo yg berbunyi,PATAH TUMBUH HILANG BERGANTI, MATI/HILANG SATU TUMBUH SERIBU, semoga...... Amin
Reply
 
 
# Herinside Pa.Smd 2012-02-28 08:31
kunjungan pak Dirjen ke Satker kami (PA-Sumedang) dan tidak menutup kemungkinan PA yang lainnya juga, adalah menggambarkan keseriusan seorang pimpinan dalam memberikan pelayanan, beliau ingin melihat langsung apakah benar pelayanan yang diberikan sudah baik, mudah-mudahan temen-temen di peradilan agama selalu mendukung upaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik buat masyarakat, jangan kecewakan rakyat karena ulah kita yang tidak baik.
Reply
 
 
# Misbah-PA.Purwakarta 2012-02-28 09:04
Pak..Datanglah ke PA Purwakarta..
Reply
 
 
# zainal_banjarmasin 2012-02-28 09:09
saya dapat curhat dari salah seorang teman bahwa masih ada pungutan di luar panjar nominalnya lbh kurang Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) dan itu tidak hanya di satu PA tetapi disetiap PA di wilayah PTA xxx...."katanya untuk setor ke PTA", saya kurang percaya tetapi dia bersumpah memang masih terjadi praktek seperti itu, saya bilang naudzubillah...
Reply
 
 
# zulkifli siregar 2012-02-28 09:09
Alhamdulillah, saya kagum ama pak Dirjen. Saya membayangkan kalaulah semua pejabat di semua lembaga/instansi berbuat seperti pak Dirjen, mungkin atau bahkan hampir pasti kita tidak akan melihat/mendengar kebobobrokan bangsa dan negara kita.

Sidak, tidak hanya menerima laporan di atas kertas. Memangsih, resiko datang tanpa khabar sebelumnya, pastilah penyambutannya pun ala kadarnya, beda datang dengan khabar jauh sebelumnya. He..,he..,he.., Maaf, youu!!
Reply
 
 
# Abu Zenita Kalianda 2012-02-28 09:12
Ass. Semoga pak Dirjen ada niatan mencoba sidak ke PA yg ada di pulau sumatera jangan yang jauh dulu coba yang dekat dg Pulau Jawa, sekedar perbandingan saja pak. Tks dn Mhn Mf.Salam
Reply
 
 
# abu bakar pta medan 2012-02-28 09:39
bagus pak ok lanjutkan
Reply
 
 
# Syafriana PTA Medan 2012-02-28 09:47
smoga orang-orang seperti Pak Emet dapat dilestarikan dan dibudayakan sifat-sifatnya ke orang-orang lain terutama perangkat negara. aamiin.
Reply
 
 
# Jasman, PA.Kabanjahe 2012-02-28 09:48
Memang masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa biaya perkara di Pengadilan itu mahal, ini tentu tidak terlepas dari informasi-informasi sebahagian masyarakat yang tidak bertanggung jawab dengan tujuan untuk mengeruk keuntungan dari para pencari keadilan.

Oleh karena itu langkah-langkah yang disampaikan oleh PAk Dirjen seperti "kita perlu banyak koordinasi dengan pemerintah setempat atau LSM-LSM untuk menyosialisasikan atau menginformasikan prosedur dan biaya perkara.

Kita juga perlu banyak memasang spanduk, pamflet, standing banner, papan pengumuman dan sejenisnya secara menyolok, di ruang pelayanan atau ruang tunggu PA, yang berisi tentang prosedur dan biaya aperkara. Diharapkan, masyarakat mengetahuinya dan calo menjadi tidak laku" sangat efisien untuk dilaksanakan. semoga masyarakat dapat mengetahuinya dengan mudah.
Terimakasih.
Reply
 
 
# Muchtar PTA Medan 2012-02-28 09:48
Alhamdulillah ..... Pak Dirjen semoga semakin maju, demikian pula dengan Pak Dirjen2 yang akan datang, terutama sebagai perangkat negara.
Reply
 
 
# abu bakar pta medan 2012-02-28 09:49
Mohon kepada pak Dirjen,agar pelayanan spt ini,dapat dilakukan dg kunjungan di Peradi lan Agama yg terpencil di ujung Sumatra utara Gunung Sitoli
Reply
 
 
# rizwan pta.mdn 2012-02-28 09:50
saya sangat senang denga apayang telah dilakukan pek dirjen, semoga berkelanjutan
Reply
 
 
# sulaeman.pta mdn. 2012-02-28 09:52
calo, no! client satisfaction, yes! pak dirjen, go! go! go!
Reply
 
 
# Alimuddin M.Mataram 2012-02-28 09:55
Selama saya menjadi pegawai(20 thn) belum pernah saya dapatkan pimpinan seperti Pak Dirjen yang SIDAK BETUL, padahal itulah yang seharusnya dilakukan pimpinan untuk mendapatkan informasi yang akurat/obyektif tentang kinerja bawahan. Semoga pimpinan/calon pimpinan, khususnya PA, benar-benar bisa mencontohnya. amin!
Reply
 
 
# Munasib zainuri 2012-02-28 10:08
sy sampaikan apresiasi yg se tinggi2 nya kpd pak Dirjend yg sempat turun kebawah untuk mendapatkan masukan para pencari keadilan bagaimana pelayanan prima bisa terwujud dan terhindar dari calo2 perkara yg masih saja harus diwaspadai... mksh pak Dirjend semoga penggatinya nanti dpt mengikuti jejak beliau amin ..
Reply
 
 
# Drs. Mamat S, MH WKPA Pandeglang 2012-02-28 11:31
Pelayanan yang bagus adalah komitmen kita bersama dlam rangka menciptakan pelayanan peradilan yang agung. Contoh PA Smd spt dilihat Pak Dirjen,layak dikembangkan keseluruh PA. Memang berperkara di PA banyak ditakut-takuti oleh aparat KUA, katanya biayanya kalau langsung ke PA 2,5 juta, padahal tidak. Di PA kami juga begitu, bahkan pernah dalam sidang terungkap,pihak Penggugat telah membayar 600 rb, tp orang KUAnya mhn berperkara scr prodeo. Memang perlu banyak informasi smcam pamflet, brosur dsb,adalah penting dan membantu agar PA dikenal diseluruh Wil termasuk Pandeglang.
Reply
 
 
# Iftah. PA Solo 2012-02-28 13:18
Tindakan yang tulus tapa pamrih pastilah menyentuh relung hati manusia. itulah yang di-tauladankan Pak Dirjen. smoga virus baik ini bisa menular ke Pejabat MA lainnya khususnya Pimpinan PTA/PA. Usul buat warga Badilag, mari rame-rame buat surat terbuka kepada Ketua MA untuk mengusulkan perpanjangan masa pensiun P Dirjen,agar stidaknya 5 tahun lagi masih memimpin Badilag. smoga PAk Dirjen tidak keberatan ..... Amiiiin!
Reply
 
 
# slamet bisri, drs 2012-02-28 14:36
SALUT UNTUK PAK DIRJEN, HAL TERSEBUT PERLU DIBUDAYAKAN BERKUNJUNG KE DAERAH TANPA PEMBERITAHUAN, BARU PERMISI KEPADA YANG MEMILIKI SETELAH SELESAI, DENGAN BEGITU AKAN LEBIH MENGENAL KEADAAN YANG SEBENARNYA TANPA POLES, TANPA MODIFIKASI DAN TANPA DIADA-ADAKAN, TAPI YANG TERPIKIR OLEH SAYA SETELAH PAK WAHYU PURNA MUNGKINKAH PENGGANTINYA MENERUSKAN LANGKAH INI ? WALLAHUA'LAM SEMOGALAH, SELAMAT PAK DIRJEN
Reply
 
 
# Burhanudin Ali 2012-02-28 14:41
Penyamaran yang dilakukan pak Dirjen seharusnya memacu kita untuk memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat, dan kami harap kita semua harus berpijak pada sikap dan kepribadian yang bersndikan kekutan moral yang berpangkal pada pengawasan Sang Maha Bashar Yang Maha Pencipta.
Reply
 
 
# khamimudin-PA Jember 2012-02-28 14:50
aparatur pengadilan hrs jd contoh yg baik dlm prilaku hidup, sederhana, santun dan sopan dlm melaksanakan tgs pelayanan kpd masyrkt pencari keadilan.
Reply
 
 
# iqbal PA Mungkid 2012-02-28 16:15
Sidak yg dilakukan patut ditiru oleh pejabat PA lainnya utk mengetahui kinerja teman 2 PA yg sebenarnya tidak ditutupi. Okey laksanakan
Reply
 
 
# syamsulhadi. PA.Gunungsitoli NIAS 2012-02-28 19:54
Menjadi pemimpin memang perlu banyak pengorbanan.....Pak Dirjen sudah berkorban waktu untuk kemajuan PA....semoga Allah swt membalas..semuanya...Amin....
Reply
 
 
# Arif H 2012-02-28 20:12
Kami yang diluar jawa juga ingin dikunjungi P. Dirjen dengan cara sperti itu...Sama apa enggak ya dengan di Jawa...
Reply
 
 
# Syaifuddin PA Stabat 2012-02-29 03:52
Apa yang dilakukan Pak Dirjen semoga menjadi amal jariyah yang harapkan akan dapat dicontoh oleh Pengadilan Tinggi Agama, sehingga kondisi obyektif pelayanan di suatu PA dapat diketahui.

kita banyak berharap ini dapat menjadi kebiasaan di lingkungan peradilan agama sehingga informasi yang diperoleh adalah informasi yang bersifat primer dan akurat. Terima kasih pak Dirjen
Reply
 
 
# Mulyadi Pamili, Gorontalo 2012-02-29 07:18
Pemantauan yg dilakukan Pak Dirjen di PA Sumedang ini merupakan suatu tindakan nyata dari seorang Pimpinan yg menginginkan adanya perubahan bagi instansi yg ia pimpin. Artinya, Misi memberikan pelayanan cepat dan ramah, bukan hanya sekedar SLOGAN saja, tapi benar2 dilaksanakan dengan baik. Semoga, sidak seperti ini dilakukan pula oleh pimpinan tingkat banding sebagai kawal depan Mahkamah Agung.
Reply
 
 
# Mohammad H.Daud PA.Negara Kalsel 2012-02-29 08:10
Meskipun sudah mendekati masa purna bhakti, Pak Dirjen tidak pernah kendor semangatnya untuk melakukan pembinaan terhadap aparatnya, semoga sikap ini akan diteladani oleh para pimpinan dari level tertinggi sampai level terendah di lingkungan Peradilan Agama.
Reply
 
 
# Paskinar Said PTA Jypr 2012-02-29 09:41
:lol: Calo yang mengedepan jasa baik untuk membantu orang untuk mengurus perkara di PA kebanyakan bersifat bunglon. Lain penampilan, tapi lain pula maksud dan tujuannya. Seperti cerita salah seorang ibu dalam dialognya dengan pak Dirjen diatas, Ibu tersebut berkata: "Kalau Amil di tempat saya minta biaya sejuta setengah. Malah saya ditakut-takuti, kalau langsung ke PA bisa habis 5 juta." Kalau amil seperti yang diceritakan ibu ini adalah bunglon, penampilannya bermaksud baik tapi yang diintainya uang dikantong orang dengan memburuk-burukan Pengadilan Agama. Amil yang seperti inilah yang merendahkan citra Pengadilan Agama dimata masyarakat. Solusi untuk memberatas calo nakal seperti yang diusulkan Pak Dirjen perlu kita dukung dan ditindak lanjuti yaitu kita perlu banyak koordinasi dengan pemerintah setempat seperti acara penyuluhan hukum atau LSM-LSM untuk menyosialisasikan atau menginformasikan prosedur dan biaya perkara. Kemudian juga perlu banyak memasang spanduk, pamflet, standing banner, papan pengumuman dan sejenisnya secara menyolok, di ruang pelayanan atau ruang tunggu PA, yang berisi tentang prosedur dan biaya perkara sehingga masyarakat tahu bagaimana dan berapa biaya perkara yang sebenarnya di Pengadiloan Agama. Saya salut dengan Pak Dirjen tentang semangat beliau yang sangat tingi untuk membenahi Pengadilan Agama.
Reply
 
 
# *Siti Salbiah* PA Subang# 2012-03-20 13:49
:-) Pak Paskinar said...cocok pak...
Pak Dirjen..yang saya hormati...ulah calo nakal seperti yang diceritakan pak Paskinar sangat merugikan kita,tarif yang mereka kenakan jg sdh seperti tarif pengacara, selain jumlahnya yg membebani masyarakat jg dalih yg mereka pakai mengarah ke fitnah yaitu untuk "orang dalam" padahal insya Allah sdh bekerja sesuai prosedur( tidak ada yang disusah-susahkan maupun yang dimudah-mudahkan karena Uang), mohon ada aturan yang tegas untuk menindak calo2 perkara seperti itu. terima kasih.
Reply
 
 
# Asti PTA Jakarta 2012-02-29 12:14
Pak Dirjen mencontoh Khalifah Umar bin Khattab, kita juga dong........
Reply
 
 
# Hermanto 2012-02-29 15:53
langkah Pak Dirjen menyelam lebih dalam ke PA2 dan berinteraksi dengan Pihak pencari keadilan menguatkan kesan bahwa Pak Dirjen mau merasakan apa yang sesungguhnya pencari keadilan inginkan.., seperti proses cepat, biaya ringan, dan kemudahan akses, Mudah2an ini dapat membuat Peradilan Agama lebih cepat melakukan pembenahan dalam meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat pencari keadilan..
Reply
 
 
# daswir tanjung pta bdg 2012-03-01 07:53
langkah yang dilakukan pak Dirjen sangat positif, rasanya di Republik indonesia telah muncul dua duplikat Khalifah Umar bin Khatab, yakni bapak Dirjen dan bapak Dahlan Iskan, apabila pejabat seperti ini banyak muncul di Republik ini, saya yakin tidak sulit melakukan penghematan anggaran, korupsi akan turun drastis, tidak ada lagi mafia anggaran, mafia hukum daan mafia lainnya. lakukan terus pak saya selalu mendoakan agar bapak berdua tetap sehat dan meendapat perlindungan dari Allah SWT.amin.
Reply
 
 
# Ian honorer PA 2012-03-01 20:49
Salut dengan Pak Dirjen, semoga langkah seperti ini juga dilakukan di PA PA daerah lain, sosialisasi sangat perlu di lakukan, prosedur dan biaya sangat penting diketahui oleh para pencari keadilan jangan sampai tertipu oleh calo, walaupun saya cuma tenaga honorer saya sudah memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. saya doakan semoga bapak selalu sehat dan dpat berkunjung ke PA di luar pulau Jawa
Reply
 
 
# ayep sm PA Tasikmalaya 2012-03-02 19:59
Setuju Pak Dirjen, ya inilah pengawasan yang seharusnya dilakukan oleh PTA, sehingga yakin 2 tahun ke depan PA benar-benar clear dan benar-benar bisa memberikan pelayanan prima, namun itu juga tergantung pimpinan lagi. Terima kasih Pak Dirjen.
Reply
 
 
# dimyati PA Ciamis 2012-03-07 20:09
Kami mendukung langkah-langkah pak Dirjen.., meskipun belum semua dikunjungi pak Dirjen Insya Allah Kami di daerah sudah terbiasa dengan prilaku normatif, dan akan terus berusaha memelihara yang baik dan meningkatkan terus yang belum baik..,perhatikan juga kesejahteraan Kami di daerah, terima kasih
Reply
 
 
# Desy @PA. Bengkulu 2012-03-08 15:17
harus berpegang pada komitmen selalu memberikan pelayanan terbaik bagi para pencari keadilan tentunya harus didukung oleh semua pihak
Reply
 
 
# mukti.pa.manokwari 2012-03-09 12:15
kapanpun mau disidak pagi...sore..siang... malam..tak masalah asal udah mematuhi aturan hukum...dan komit untuk pelayanan prima...
Reply
 
 
# Rajani-PA.TEbo 2012-03-13 13:45
:roll: Aplus untuk pak Dirjen, suatu kisah nyata yang sangat memberikan surprise, mencontoh kepemimpinan Umar bin Khattab yang langsung turun mendengarkan suara masyarakat pencari Keadilan.semoga dapat diikuti oleh pemimpin yang lain..
Reply
 
 
# satriani 2012-03-13 14:20
salut dengan pak Dirjen yang sering malaksanakan sidak untuk memberikan apresiasi kepada para aparat PA yang berkinerja baik dan juga bisa menjadi shock terapi bagi mereka yang tidak mematuhi aturan hukum.mudah-mudahan bapak juga berkesempatan mengunjungi kami di PA Bekasi :-)
Reply
 
 
# Helen-PA. Pontianak 2012-03-16 09:26
wah..wah.. Pak Dirjen sidak ni ceritanya.. mari pak, silahkan ke Pontianak lagi. kami jadi ingin disidak juga. agar ada saran demi peningkatan pelayanan kami. Salut buat Bapak! :-)
Reply
 
 
# Agus Triyogo-PA.Jakut 2012-03-20 18:22
Barangkali perlu disediakan juga KOTAK SARAN di setiap Meja Informasi Pengadilan? agar lebih banyak masukan buat kita telaah kekurangan kita? bukankah kritik itu bagus buat maju? SEMOGA BISA DITERIMA, namanya juga saran dan kritik? iya kan ? hehehe...
Reply
 
 
# A. Wachyu Abikusna, PA.Sumedang 2012-03-23 19:53
PA Sumedang berusaha memberikan yanmas sesuai dgn SOP reformasi birokrasi,
Reply
 
 
# riswan pa maninjau 2012-03-26 22:08
untuk terciptanya perobahan yg hakiki salah satu caranya adlah seperti apa yang dilakukan pak Dirjen, semoga pejabat lainnya dp meniru apa yg dilakukan pak Dirjen.
Reply
 
 
# Ahmad Shidiq pa cbd. 2012-03-27 10:04
Pojok Pak DIRJEN salah satu situs BADILAG yang menarik perhatian warga PA. sebagai sarana komunikasi dan pembinaan yang praktis bagi seorang pemimpin, semoga bermanfat ....amien;
Reply
 
 
# Ermida YS.PA P.PANJANG 2012-07-30 09:48
Agaknya prosedur berperkara ke Pengadilan perlu sosialisasi, agar masyarakat tidak merasa takut berurusan ke Pengadilan. Ketakutan masyarakat bisa saja di manfaatkan oleh oknum (calo) yang ingin mengeruk keuntungan dari kesusahan orang lain.
Reply
 

Add comment

Security code
Refresh


 
 
 







Pembaruan MA





Pengunjung
Terdapat 540 Tamu online
Jumlah Pengunjung Sejak 13-Okt-11

Lihat Statistik Pengunjung
Seputar Peradilan Agama

Lihat Index Berita
----------------------------->

 

  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
  • Berita Keluarga
Term & Condition Peta Situs | Kontak
Copyright © 2006 Ditjen Badilag MA-RI all right reserved.
e-mail : dirjen[at]badilag[dot]net
Website ini terlihat lebih sempurna pada resolusi 1024x768 pixel
dengan memakai Mozilla Firefox browser dan Linux OS